BAB IV HASIL PENELITIAN
A. Deskripsi Lokasi Penelitian
7. Sarana Dan Prasarana
Sarana dan Prasarana adalah seluruh fasilitas yang terdapat di SMP Muhammadiyah 14 Kota Makassar menunjang kegiatan dan administrasi sekolah dan pencapaian tujuan proses pembelajaran di sekolah. samping itu tersedianya kegiatan ekstrakulikuler yang dapat memberi manfaat kepada siswa di sekolah tersebut.
Tabel 5
Keadaan Sarana dan Prasarana di SMP Muhammadiyah 14 Kota Makassar
No. Tempat
Keterangan
Jumlah Baik Rusak
1 Ruang Kepala Sekolah √ - 1
2 Ruang Tata Usaha √ - 1
3 Ruang Guru √ - 1
4 Ruang BK √ - 1
5 Ruang Kelas √ - 3 lokal
6 Ruang Perpustakaan √ - 1
7 Kantin √ - 1
8 Mushollah √ - 1
9 WC/Kamar Kecil √ - 1
Sumber data : SMP Muhammadiyah 14 Kota Makassar 2015-2016
Sarana dan Prasarana yang dimiliki oleh SMP Muhammadiyah 14 Kota Makassar sebagaimana yang terdapat pada daftar tabel di atas, penulis dapat menyimpulkan bahwa sarana dan prasarana yang dimiliki oleh SMP Muhammadiyah 14 Kota Makassar dapat menunjang berlangsungnya proses pembelajaran. Karena sarana dan prasarana sebagaimana yang dimiliki oleh SMP Muhammadiyah 14 Kota Makassar tidak hanya pada fasilitas peserta didik, akan tetapi fasilitas yang baik juga dimiliki oleh para guru, seperti ruangan, dan lain-lain.
B. Peranan Guru Pendidikan Agama Islam dalam Mengatasi Kesulitan Membaca Alquran Peserta Didik SMP Muhammadiyah 14 Kota Makassar
SMP Muhammadiyah 14 Kota Makassar memiliki guru khusus Pendidikan Agama Islam 2 orang dan 1 orang guru BTQ dan didukung oleh latar belakang pendidikan keagamaan yang cukup baik akan memberikan kontribusi yang besar terhadap pelaksanaan pembelajaran yang lebih berkualitas. Kemampuan yang dimiliki dalam membuat perencanaan pembelajaran secara keseluruhan cukup disiplin karena para guru telah membuat dan melengkapi lebih awal perangkat pembelajaran, mulai dari program tahunan sampai dengan perencanaan proses evaluasi. Kedisiplinan ini memberikan dampak positif dalam pengelolaan pembelajaran kedepannya, dengan persiapan ini pula maka
guru dapat mengatasi setiap kesulitan siswa khususnya kesulitan dalam membaca Alquran.
Guru Pendidikan Agama Islam di SMP Muhammadiyah 14 Kota Makassar selalu memberikan pelajaran tambahan dan waktu untuk membaca Alquran disekolah maupun dirumah. Peran utama seorang guru pendidikan agama islam dalam mengatasi kesulitan membaca Alquran adalah sebagai motivator, fasilitator, dan evaluator bagi para siswanya karena itu seorang guru pendidikan agama islam menjadi ujung tombak bagi keberhasilan belajar siswa di sekolah. Tugas dan tanggung jawab seorang guru PAI tidak hanya hadir untuk menyampaikan materi pelajaran didepan kelas, tetapi juga dapat mengetahui apa saja kesulitan yang dialami siswa sehingga siswa menemui kesulitan dalam membaca Alquran, dengan adanya peran guru pendidikan agama islam tersebut diharapkan dapat mengatasi kesulitan-kesulitan siswa khususnya dalam membaca Alquran.
Guru di SMP Muhammadiyah 14 Kota Makassar banyak bertindak dalam menunjukkan segala perhatian terhadap siswa terlebih yang masih mengalami kesulitan. Guru Pendidikan Agama Islam selalu mengupayakan agar dapat menyelesaikan segala masalah yang dihadapi siswa agar dapat tercapai segala tujuan pembelajaran dengan baik. Guru Pendidikan Agama Islam selalu memberikan nasehat kepada siswa khusunya yang mengalami kesulitan membaca Alquran dan membantu mereka mengenal huruf, cara menyebutkan huruf hijaiyah dengan baik
dan benar sehingga siswa mampu membaca Alquran secara benar sesuai dengan kaidah yang telah ditetapkan.
Dalam hal ini guru pendidikan agama islam (BTQ) menjelaskan pentingnya belajar Alquran, karena Alquran merupakan pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Pelajaran agama islam dapat menunjang mata pelajaran lainnya, selain itu dapat menunjang dalam acara perlombaan antar sekolah, dengan seperti itu akan mendorong siswa untuk belajar khususnya dalam belajar membaca Alquran sehingga tidak ada lagi siswa yang mengalami kesulitan siswa dalam membaca Alquran.
Adapun peneliti melakukan wawancara kepada Ibu Nuraeni.M,S.Ag yang mengatakan bahwa :
Dari hasil belajar baca tulis Alquran, dapat dilihat bahwa peranan guru pendidikan agama islam dalam mengatasi kesulitan membaca alquran terdapat kesulitan meskipun kemajuannya belum begitu signifikan dan tidak sepesat yang diinginkan. Kami selaku guru selalu berusaha mengajarkan siswa, memberikan motivasi untuk lebih giat dalam baca Alquran dengan baik dan selalu melakukan evaluasi terhadap siswa yang mengalami kesulitan karena terkadang masih banyak yang kami temukan siswa yang memang masalah utamanya datang dari keberagaman faktor keluarga, lingkungannya dan individunya. ( wawancara tanggal 31 Maret 2016 di SMP Muhammadiyah 14 Kota Makassar)
Salah satu bentuk Peranan Guru PAI di SMP Muhammadiyah 14 Kota Makassar dalam mengatasi siswa yang sulit dalam membaca Alquran yaitu memberikan tugas dan hafalan surah pendek. Sebelum proses belajar mengajar berlangsung guru selalu memberikan waktu untuk siswa membaca Alquran, dan metode yang digunakan oleh guru pendidikan agama islam dalam menyampaikan materi hafalan dengan
metode driil, yaitu suatu metode dalam pengajaran dengan jalan melatih siswa terhadap bahan pelajaran yang sudah diberikan.langkah yang diberikan guru pendidikan agama islam di SMP Muhammadiyah 14 Kota Makassar yaitu memberi contoh terlebih dahulu surah yang akan dibacakan atau dihafalkan, kemudian siswa menirukan bersama-sama.
Secara Umum Peranan Guru Pendidikan Agama Islam dari hasil belajar membaca Alquran, dapat dilihat bahwa peranan Puru Pendidikan Agama Islam dalam mengatasi kesulitan membaca Alquran peserta didik SMP Muhammadiyah 14 Kota Makassar Selama penelitian berlangsung dan melakukan wawancara maka peneliti dapat simpulkan bahwa di sekolah ini guru-guru yang ada khususnya guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (BTQ) sangat memperhatikan siswa dalam hal keagamaan khususnya bacaan Alquran.
Selanjutnya peneliti melakukan wawancara dengan Ibu Hj.Ramadiyah yang mengatakan bahwa :
Hampir setiap kelas dari kelas 1 sampai kelas 3 mempunyai minat untuk membaca Alquran, walaupun kami telah berupaya agar anak setelah lulus mampu membaca Alquran, tetapi masih ada atau 2 orang dalam setiap kelas yang membacanya masih terbata-bata, membutuhkan bimbingan yang cukup, terkadang kami sebagai pembimbing terbatas oleh waktu di sekolah, dan kami selalu memberikan tugas di luar sekolah agar mereka belajar melalui orang tua, keluarga atau teman sebayanya. Secara porsentase 20% minat siswa yang mengalami kesulitan membaca Alquran untuk memperbaikinya.
( wawancara tanggal 31 Maret 2016 di SMP Muhammadiyah 14 Kota Makassar)
Guru menganggap pelajaran ini sangat penting dan harus diterapkan di sekolah begitupun dengan kegiatan-kegiatan keagamaan yang lainnya yang sering dilaksanakan di sekolah.
Berdasarkan data yang diperoleh peneliti pada objek yang diamati, dapat dikemukakan bahwa guru pendidikan Agama Islam di SMP Muhammadiyah 14 Kota Makassar sangat berperan penting dalam meningkatkan mutu dan kualitas peserta didiknya. dengan adanya pembelajaran BTQ di lokasi yang peneliti temukan terbukti bahwa di dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam diselipkan pula waktu untuk siswa untuk membaca Alquran, agar dapat mengetahui kemampuan setiap siswanya.
Selain itu Guru Pendidikan Agama Islam (BTQ) di SMP Muhammadiyah 14 Kota Makassar selalu memberikan penjelasan tentang hukum bacaan tajwid, dan selalu mencontohkan cara membaca Alquran yang baik dan benar bagi siswa yang mengalami kesulitan dalam membaca Alquran.
C. Kesulitan yang dialami peserta didik dalam membaca Alquran SMP Muhammadiyah 14 Kota Makassar
Setiap siswa pada prinsipnya harus bisa membaca alquran, tetapi tidak sedikit dijumpai banyak siswa-siswa yang belum mampu membaca alquran dengan baik. Sehingga, penanaman nilai moral keagamaan pada anak yang seharusnya bisa ditanamkan sejak dini tidak bisa ditanamkan. Adapun kesulitan siswa ketika membaca Alquran, hasil
penelitian tersebut menunjukkan kesulitan yang dihadapi siswa adalah penerapan huruf sesuai dengan makharijul ḥuruf, panjang pendek harakat, tajwid dan berhenti pada tempatnya. Dan yang dilakukan adalah menggunakan metode menyimak, metode privat, metode murottal dan menerapkan membaca alquran setiap hari.
Guru Pendidikan Agama Islam di SMP Muhammadiyah 14 Kota Makassar selalu membina hubungan-hubungan yang lebih dekat dan akrab dengan para siswa, serta melakukan dialog langsung. Dalam situasi ini guru pendidikan Agama Islam dapat membantu siswa untuk memecahkan persoalan yang dihadapinya.
Adapun Peneliti melakukan wawancara dengan siswa kelas VII.a (Ariska dan Indah) yang mengatakan bahwa :
Masih ada beberapa siswa yang belum mampu membaca alquran dengan baik dan benar, meskipun bisa membacanya tapi masih terbata-bata, misalnya kesulitan yang biasa dialami yaitu penyebutan huruf hijaiyah,panjang pendek bacaan. (wawancara tanggal 31 Maret 2016 di SMP Muhammadiyah 14 Kota Makassar)
Selanjutnya peneliti melakukan wawancara dengan siswa kelas VIII (Syifa) yang mengatakan bahwa :
Seperti biasanya sebelum pelajaran dimulai guru selalu memberikan waktu untuk taddarus. Dan Kesulitan yang sering dihadapi ketika membaca Alquran yaitu penyebutan huruf antara huruf Syin, sin, dan tsa, yang biasanya huruf Syin disebut sin dan sebaliknya, disamping itu siswa kurang menguasai huruf dan makhraj huruf disebabkan karna malas.
(wawancara tanggal 31 Maret 2016 di SMP Muhammadiyah 14 Kota Makassar)
Selanjutnya peneliti melakukan wawancara dengan siswa kelas IX (Nurul Fatiha) yang mengatakan bahwa :
Ketika siswa membaca Alquran memang masih ada beberapa yang belum bisa membaca Alquran dengan baik, contohnya penyebutan huruf, hukum bacaan, terus kurangnya penguasaan ilmu tajwid, dan hukum nun mati dan tanwin. Dan sebelum siswa membaca Alquran Guru yang terlebih dahulu memberikan contoh bacaan Alquran dengan baik, dan siswa mengikutinya (wawancara tanggal 31 Maret 2016 di SMP Muhammadiyah 14 Kota Makassar)
Dari hasil wawancara yang peneliti lakukan ternyata masih ada beberapa yang belum mampu membaca Alquran dengan baik dan benar, dan hasil wawancara antara siswa kelas VII VIII dan IX hampir sama semua jawabannya.
Setelah dijabarkan dalam penyajian data hasil penelitian yang dilakukan oleh penulis dapat diketahui, bahwasannya dalam proses pembelajaran pendidikan agama Islam khusunya BTQ di SMP Muhammadiyah 14 kota Makassar secara manual, adanya media pembelajaran, yang sesuai dengan materi pembelajarannya (kondisional).
Selain itu metode yang digunakan dalam pembelajaran yaitu memakai metode ceramah, cerita, tanya jawab dan diskusi.
Metode menyimak yang digunakan Guru Pendidikan Agama Islam di SMP Muhammadiyah 14 Kota Makassar merupakan metode yang sering digunakan dalam mengatasi kesulitan belajar membaca alquran, dengan menggunakan metode ini siswa mampu mengetahui kesalahan yang dibaca. Dari metode ini Guru Pendidikan Agama Islam berharap
siswa akan lebih mudah mengingat huruf-huruf hijaiyah, kemampuan siswa dalam membaca alquran bisa lebih lancar, penerapan bacaan tajwid, dan bisa menerapkan huruf sesuai dengan makharijul huruf.
D. Faktor-faktor yang menjadi penyebab kesulitan membaca Alquran peserta didik SMP Muhammadiyah 14 Kota Makassar
Guru SMP Muhammadiyah 14 Kota Makassar selalu berusaha memberikan solusi kepada siswa yang masih mengalami kesulitan khususnya membaca Alquran, karena bacaan Alquran yang benar adalah dengan memenuhi tata cara yang benar pula. Mulai dari pengucapan yang benar dari masing-masing huruf, panjang pendek dan beberapa hal yang berhubungan dengan cara membaca Alquran. Masih banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam membaca Alquran maka dari itu guru SMP Muhammadiyah 14 Kota Makassar berusaha memaksimalkan bagaimana anak/peserta didik dapat menerima pelajaran dengan baik serta berpengaruh baik pula kepada hasil belajarnya.
Guru Pendidikan Agama Islam selalu berusaha menarik perhatian siswa agar pelajaran yang akan disampaikan dapat dipahami dengan baik.
Menurut Ibu Hj.Ramadiyah dalam wawancara bahwa:
Kami Selaku Guru PAI selalu memperhatikan siswa yang masih mengalami kesulitan membaca Alquran agar dapat memberikan bimbingan yang lebih intensif dengan metode khusus pula agar dapat memberikan kemudahan bagi siswa. kami sebagai pendidik harus selalu mensiasati dan menciptakan suasana yang nyaman dan menyenangkan dalam proses pembelajaran karena kendala atau hambatan itu pasti akan sering kami hadapi untuk itu sebelum
memulai pelajaran kami selalu memberikan motivasi kepada siswa, kami memberikan sedikit bayangan tentang manfaat belajar dan membaca Alquran karena hal tersebut akan turut mempengaruhi minat belajar para siswa selama pembelajaran berlangsung setelah itu tidak segan-segan kami memberikan pelajaran atau kembali memperkenalkan atau memperbaiki bacaan huruf satu per satu dengan menggunakan sistem belajar yang berjenjang seperti Qiroaty, Iqro’ atau metode lainnya yang menyediakan latihan menggabungkan huruf, hingga mengenal hukum tajwid. (wawancara tanggal 31 Maret 2016 di SMP Muhammadiyah 14 Kota Makassar).
Dengan adanya motivasi yang diberikan guru Pendidikan Agama Islam di SMP Muhammadiyah 14 Kota Makassar kepada siswa terlebih memberi penjelasan tentang keutamaan mempelajari Alquran maka siswa menjadi mendapatkan ilmu sekaligus siswa jadi bersemangat dalam mempelajari Alquran karena tidak kecil kemungkinan bahwa masih banyak siswa yang malas dalam belajar, khususnya dalam membaca Alquran.
Selanjutnya peneliti melakukan wawancara dengan Ibu Hj.
Ramadiyah guru BTQ yang mengatakan bahwa :
Iya jadi setiap suatu kegiatan pasti menemukan kesulitan baik dari peserta didik,karena memang dari berbagai macam faktor diantaranya keluarga,lingkungan, dan diri sendiri.jika anak yang tinggal di keluarga yang harmonis kemudian lingkungannya juga mendukung suasana agamisnya kental, sudah pasti anak tersebut mudah dan pasti punya dasar, Kesulitan yang dihadapi siswa adalah terkecohnya huruf-huruf hijaiyah yang hampir mirip dan panjang pendeknya bacaan.
Banyak siswa yang melakukan kesalahan, dikarenakan huruf yang mempunyai panjang 1 harakat dan huruf yang mempunyai panjang 2 harakat hanya sedikit sekali perbedaanya. Selain itu, tidak sedikit pula siswa yang sering lupa terhadap tanda-tanda huruf yang mempunyai panjang 2 harakat. Siswa mengalami kesulitan membaca alquran adalah kurang diperhatikan bacaan mad, menguasai hukum-hukum tajwid seperti cara baca dengung, samar dan jelas.
selain itu waktu yang tersedia untuk proses belajar mengajar Alquran sangat singkat, hambatan itu pasti akan sering kami hadapi selaku guru misalnya siswa dalam mengenal huruf hijaiyah, makhraj huruf (dialek), dan kami guru-guru PAI di sekolah selalu berusaha memaksimalkan bagaimana peserta didik bisa membaca alquran dengan baik. karena dengan masalah yang mereka hadapi akan berdampak pada nilai yang akan mereka capai terlebih kehidupannya yang akan datang. (wawancara tanggal 31 Maret 2016 di SMP Muhammadiyah 14 Kota Makassar)
Berdasarkan potensi yang dimiliki oleh guru PAI selalu memberikan contoh yang baik agar siswa dapat lebih jelas lagi akan apa yang mereka permasalahkan khususnya membaca Alquran. Kurangnya perhatian orang tua terhadap anak adalah salah satu faktor yang dapat menghambat guru PAI di SMP Muhammadiyah 14 Kota Makassar dalam mengatasi kesulitan belajar membaca Alquran adalah faktor eksternal (lingkungan keluarga atau perhatian dari orang tua, waktu yang terbatas).
Orang tua merupakan lingkungan yang utama untuk mewujudkan tujuan yaitu mampu membaca Alquran. Dukungan dari orang tua di rumah memberikan pengaruh yang sangat positif bagi kemajuan siswa.
Perhatian orang tua menjadi hal yang paling utama, kemudian baru pihak pendukung yaitu dari sekolah.
Selain itu faktor lemahnya pemahaman mengenai hal-hal yang berkaitan dengan Alquran seperti sulitnya mengenali huruf hijaiyah yang berjumlah 28, padahal dasar utama belajar membaca Alquran adalah hafal huruf hijaiyah dengan baik sehingga siswa bisa membaca Alquran meski perlahan-lahan. Belajar huruf hijaiyah merupakan pelajaran yang sangat utama dan penting karena merupakan tahap dasar untuk bisa
membaca Alquran, lemahnya kemauan siswa untuk belajar membaca Alquran serta pergaulan siswa di lingkungan masyarakat.
62 A. Kesimpulan
Dari hasil penelitian di SMP Muhammadiyah 14 Kota Makassar dengan judul Peranan Guru Pendidikan Agama Islam dalam Mengatasi Kesulitan Membaca Alquran Peserta Didik SMP Muhammadiyah 14 Kota Makassar yang telah dilakukan, maka peneliti dapat menarik kesimpulan sebagai berikut :
1. Secara umum Peranan guru pendidikan agama islam dalam mengatasi kesulitan membaca Alquran Peserta Didik SMP Muhammadiyah 14 Kota Makassar dalam kategori cukup baik, hal ini terlihat dari guru dalam menyampaikan pelajaran sampai memberikan motivasi dan bimbingan kepada peserta didik untuk mampu membaca Alquran dengan baik dan benar. Pembelajarannya juga sudah berjalan baik, karena guru-guru selalu melaksanakan tugasnya dengan baik serta menunjukkan perhatiannya terhadap siswa khususnya yang mengalami kesulitan selalu diberikan solusi dan senantiasa diberikan motivasi yang sangat membantu siswa.
2. Dari hasil belajar membaca Alquran, dapat dilihat bahwa Guru masih sering mengalami kesulitan atau hambatan dalam mengatasi setiap masalah yang dihadapi peserta didik khususnya yang sulit membaca Alquran karena kurangnya latihan peserta didik dalam membaca Alquran di rumah serta kurangnya dukungan dari orang tua agar
anaknya membaca Alquran. namun, guru di SMP Muhammadiyah 14 Kota Makassar selalu berusaha dan mencari solusi agar dapat mengatasi setiap masalah yang ada.Guru SMP Muhammadiyah 14 Kota Makassar selalu menunjukkan perhatiannya terhadap siswa khususnya kepada peserta didik yang kesulitan membaca Alquran, Guru selalu memberikan kesempatan membaca Alquran sebelum proses belajar mengajar berlangsung, dan guru selalu menuntun siswa serta membimbingnya agar menjadi lebih baik.
3. Adapun yang menjadi faktor penyebab kesulitan peserta didik dalam membaca Alquran yaitu:
a. Faktor individunya, kurangnya motivasi anak dalam belajar membaca Alquran selain itu karna faktor keluarga kurangnya latihan membaca Alquran serta pengetahuan tentang ilmu tajwid masih kurang.
b. Faktor lingkungan yang kurang mendukung untuk mempelajari baca Alquran sehingga masih banyak peserta didik yang belum mampu membaca Alquran, meskipun bisa membacanya masih terbata-bata.
B. Saran
Sehubungan dengan penelitian yang dilakukan, maka peneliti memberikan saran yang berkaitan dengan peranan guru pendidikan agama islam terhadap peserta didik.
1. Bagi Guru
Sebaiknya guru menerapkan metode pembelajaran secara tepat, sehingga peserta didik tidak bosan dan jenuh terhadap mata pelajaran PAI khususnya membaca Alquran. Selanjutnya penggunaan media yang bervariasi baik itu bersumber dari media cetak, elektronik dan sebagainya guna menunjang proses pembelajaran serta senantiasa memacu dan memotivasi peserta didik. Selain itu menggunakan alat peraga agar siswa lebih mudah dalam memahami materi dan suasana belajar lebih menyenangkan.
Guru Pendidikan Agama Islam khususnya guru BTQ diharapkan lebih memperhatikan kondisi baik itu kondisi lingkungan siswa, kondisi kurikulum yang diterapkan atau pun kondisi fisik siswa di dalam menentukan model pembelajaran yang akan diterapkan dalam proses pembelajaran agar dapat terlaksana dengan baik serta berdampak baik pula terhadap peserta didik.
2. Bagi Siswa
Dalam pembelajaran siswa harus lebih berani, aktif, selalu mendengarkan dengan serius dalam pembelajaran, hingga mampu bersaing secara sehat dengan temannya untuk memperoleh nilai terbaik dalam pembelajaran khusunya dalam belajar membaca Alquran.Tidak boleh ramai sendiri dan tidak boleh bermain ketika guru sedang menjelaskan.
65 Alquran Karim
Abdurrahman, Mulyono. 2003. Pendidikan Bagi Anak Berkesulitan Belajar.
Jakarta : PT. Rineka Cipta
2012. Anak Berkesulitan Belajar. Jakarta :PT.Rineka Cipta
Amri, Muhammad. 2014. Kesalahan Yang Sering Terjadi Dalam Membaca Alquran.Surakarta :Ahad Books.
Arikunto, Suharsimin. 2010. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: PT.Rineka Cipta.
Bawani, Imam. 1981. Pengantar Bahasa Arab.Surabaya : Al Ikhlas
Bina, Ahda. 2011. Mudah Cepat, dan Praktis Belajar Tajwid. Surakarta :Ziyad Visi Media
Fathurrohman, Pupuh. 2007. Strategi Belajar Mengajar Melalui Penanaman Konsep Umum dan Konsep Islami. Bandung : PT.
Refika Aditama
Gunawan, Hari. 2013. Kurikulum dan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Bandung :Alfabeta
Haling. 2007. Belajar dan Pembelajaran. Makassar : UNM
Hamalik, Oemar. 2013. Proses Belajar Mengajar.Jakarta :PT.Bumi Aksara Hawi, Akmal. 2014. Kompetensi Guru Pendidikan Agama Islam.Jakarta :
PT Raja Grafindo Persada
Heri, Gunawan. 2013. Kurikulum dan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Cet.II. Bandung: Alpabeta.
http://qultummedia.com/55-kabar-qultum/review/241-metode-cepat-lancar-membaca-a-menulis-alquran (diakses pada tanggal 27 Januari 2015)
http://www.google.com/xhtml?q=kesulitan%20membaca%20dan%20menu lis%20alqur%27an&client=ms-opera_mb_no&channel=bh
(diakses pada tanggal 28 Januari 2015)
Kementerian Agama RI. 2012. Alquran Al Karim. Jakarta: PT SYGMA Publishing.
Kurniawan, Irwan Nuryana. 2008. http://kurniawan.staff.uii.ac.id (diakses pada tanggal 30 Januari 2015)
Nasution. 2013. Berbagai Pendekatan dalam Proses Belajar dan Mengajar. Jakarta : PT Bumi Aksara
Ridwan. 2008. Skala Pengukuran Variabel-variabel Penelitian. Bandung:
Alfabeta.
Sardiman. 2005. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta : PT.
Raja Grafindo
SISDIKNAS. 2008. Undang-undang Guru dan Dosen. Jakarta :Sinar Grafika
Syah, Muhibbin. 2013. Psikologi Belajar.Jakarta : PT. RajaGrafindo
Sugiyono. 2014. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, R&D. Cet. 21.
Alfabeta: Bandung
Supriyadi, 2013. Strategi Belajar & Mengajar.Yogyakarta : Jaya Ilmu
Thalib, Syamsul Bachri. 2010. Psikologi Pendidikan Berbasis Analisis Empiris Aplikatif.Jakarta :Kencana Prenada media Group
Yandiyanto, 2000. Kamus Bahasa Indonesia. Bandung : M2S
DIRMAWATI Lahir di Ujung Pandang pada tanggall 21 Juli 1994, Anak ke empat dari empat bersaudara.
Buah hati dari pasangan Ayahanda Hamang dan Ibunda Hadirah. Penulis memulai pendidikan dasar di SD Inpres Ampera laimu. Kec.Telutih Kabupaten Maluku Tengah dan tamat pada tahun 2006, Selanjutnya, pada tahun yang sama penulis melanjutkan pendidikan ke MTs Al-Hilaal Laimu kec.telutih Kabupaten Maluku Tengah dan tamat pada tahun 2009, dan melanjutkan pendidikan di MA DDI Attaufiq Padaelo Kec. Tanete Rilau Kabupaten Barru dan selesai pada tahun 2012, dan kemudian pada tahun 2012 terdaftar sebagai mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Makassar (UNISMUH) pada Fakultas Pendidikan Agama Islam Program Studi Pendidikan Agama Islam dengan Program Pendidikan Strata I pada Tahun 2016.
LAMPIRAN 2 SURAT IZIN MELAKUKAN PENELITIAN
LAMPIRAN 2 SURAT IZIN MELAKUKAN PENELITIAN