BAB II. KAJIAN TEOR
FAKTOR-FAKTOR PENDUKUNG EFEKTIVITAS PROGRAM SAMARA RADIO DAKTA 107 FM BEKAS
A. Faktor Pendukung Format Program Samara
Format merupakan konseptualisasi dari sebuah perencanaan dalam stasiun radio. Format berfungsi sebagai urutan atau rangkaian acara yang akan disiarkan oleh radio. Pra produksi format merupakan kebijakan dalam perencanaan program acara. Kebijakan stasiun radio dalam menjalankan program acara yang bersifat susunan acara (rundown). Kebijakan ini dilaksanakan pada saat siaran berlangsung. Tidak semua rencana dilaksanakan saat on air karena dipengaruhi oleh keberadaan narasumber dan hambatan lainnya. Maka, diperlukan evasluasi dalam setiap pelaksanaan program on air.
Berdasarkan teori dan olah data dari tiga rekaman. Dimulai dari pembahasan berikut ini:
Ketiga rekaman tersebut menjelaskan bahwa terbagi empat segmen dalam dua jam siaran pada program Samara on air. Segmen pertama(1), pada segmen ini pembukaan dimulai dengan memutarkan sounder lagu dari grup Nasyid
Gradasi dengan judul “Kupinang Engkau dengan al-Qurán”. Kemudian, pembukaan oleh penyiar dengan menyapa pendengar dengan panggilan rekan dakta dan melakukan lead mengenai tema yang akan dikaji dan tease, yaitu memanggil pendengar. Menyapa narasumber yang sudah berada di studio, serta mempersilahkan narasumber untuk memberikan prolog1. Prolog1 yang disajikan merupakan kasus masyarakat dari program off air (konsultasi).
Segmen kedua (2), penyiar dan narasumber berdialog (prolog2) atau tanya jawab mengenai prolog yang disampaikan oleh narasumber sebelumnya dan juga membahas kasus-kasus yang terjadi pada masyarakat. Hal ini merupakan pendalaman materi dari prolog1.
Segmen ketiga (3), segmen ini, tim produksi membuka layanan interaktif bagi pendengar (rekan dakta) yang ingin bergabung dengan memberikan pertanyaan ataupun tanggapan mengenai pembahasan sebelumnya. Dengan menggunakan beberapa media seperti telepon, pesan singkat atau SMS, dan facebook. Pada segmen ini, tim produksi membuka layanan telepon terlebih dahulu.
Sedangkan, segmen keempat (4), tidak jauh berbeda dengan segmen ketiga. Karena segmen ketiga dan keempat merupakan segmen khusus bagi pendengar yang ingin bergabung melalui layanan interaktif (tanya jawab) dengan SMS dan facebook. Tidak ada umpan balik dari pendengar. Kemudian, kesimpulan dan penutup.72
Penggunaan lagu sounder merupakan permintaan dari narasumber untuk lebih memberikan warna dan karakter pada program Samara. 73 Adapun iklan yang menjadi jarak antara segmen satu dengan segmen yang lainnya merupakan iklan produk-produk lembaga Islam yang bekerjasama dalam menyiarkan Islam dan juga melibatkan jasa narasumber di Radio Dakta.
72
Rekaman Format Program Samara on air. Lihat di lampiran
73
Wawancara dengan Ustad Anwar Anshari Mahdum. Selaku Narasumber Program Samara. (Bekasi: 25 Februari 2011)
Berdasarkan tiga rekaman format siaran Program Samara Dakta dapat disimpulkan bahwa secara umum format yang digunakan adalah sebagai berikut:
Table 4.1 Format Siaran Program Samara Secara Umum
Segmen Strategi Priming Ket. Menit
Segmen ke-1 Sounder Lagu nasyid dari Gradasi 25 (detik)
Pembukaan Sapa pendengar 5 menit
Tease Publikasi dan memanggil pendengar
Prolog 1 Kasus-kasus (konseling off air)
10 menit Dialog penyiar dan
narasumber (prolog 2)
Skrip kasus 15 menit
Tease Tetap dalam program Samara 10 (detik)
Iklan 4 iklan 5 menit
Jingle Radio Dakta 107 FM 6 (detik) Adlibs Berita (ungkapan) 2 menit Segmen ke-2 Sounder Lagu nasyid dari Gradasi 25 (detik)
Tease Layanan interaktif 10 (detik) Dialog penyiar dan
narasumber (prolog 2)
Kasus problematika keluarga 15 menit Tease Tetap dalam program Samara 10 (detik)
Iklan 4 iklan 5 menit
Jingle Radio Dakta 107 FM 6 (detik) Adlibs Berita (ungkapan) 2 menit Segmen ke-3 Sounder Lagu nasyid dari Gradasi 25 (detik)
Tease Layanan interaktif 10 (detik) Dialog pendengar dan
narasumber (tanya jawab 1)
Telepon 20 menit
Tease Tetap dalam program Samara 10 (detik) Berita+sponsor berita Dalm negeri dan luar negeri 4 menit
Iklan 4 iklan 5 menit
Jingle Radio Dakta 107 FM 6 (detik)
Adlibs Berita (ungkapan) 2 menit
Segmen ke-4 Sounder Lagu nasyid dari Gradasi 25 (detik) Tease Layanan interaktif 10 (detik) Dialog pendengar dan
narasumber (tanya jawab2 )
SMS, facebook dan telepon 22 menit
Kesimpulan Ringakasan 1 menit
Penutup Lagu nasyid “Kupinang Engkau dengan al-Qurán”
Armawati Arbi, menemukan dan mengelompokkan hasil penelitian ke dalam tipe format menjadi dua, yaitu tiga tipe Format Dialog dan dua tipe Format Pendakwah Menjawab. Tipe format Dialog terbagi menjadi tiga kelompok: a) Narasumber dan Pendengar, b) Penyiar dan Pendengar dan c) Pendengar dan Pendengar. Sedangkan format Pendakwah Menjawab terbagi menjadi dua kelompok: a) format Pendengar Bertanya dan Pendakwah Menjawab, tanpa Umpan Balik dan b) format Pendengar Bertanya dan Pendakwah Menjawab, dengan Umpan Balik Tertunda.74
Berdasarkan temuan di atas, format Program Samara menggunakan dua tipe format, yaitu a) format dialog antara penyiar dan narasumber sebagai fragmen di Radio SPFM dan b)format Pendengar Bertanya dan Pendakwah Menjawab dengan multimedia, Tanpa Umpan Balik di Radio Bens dan skrip solusi.
Kelebihan format Radio SPFM yakni, memudahkan pendengar untuk memahami pesan yang disampaikan narasumber. Kelemahannya narasumber harus mempersiapkan rekaman drama sesuai dengan kasus yang akan dianalisis.75 Sedangkan kelebihan menggunakan format Radio Bens , yakni Pendengar bertanya Pendakwah menjawab tanpa umpan balik ialah memberikan ruang dan waktu yang cukup banyak kepada pendengar untuk mengajukan pertanyaan. Kelemahannya, banyak SMS yang dijawab oleh
74
Armawati Arbi, Dakwah Melalui Radio: Konstruksi Radio Dangdut Jakarta Atas Realitas Problem Keluarga. Disertasi Program Pascasarjana IAIN Sunan Ampel. Surabaya. 2010
75
narasumber sehingga pembahasannya melebar dan tidak berfokus pada satu tema.76
Table 4.2 Format Program Samara
Priming Format
Prolog 1 Skrip kasus (hasil konsultasi off air) mengenai tidak merasakan cinta dalam rumah tangga
Prolog 2 Pendalaman materi secara dua arah (dialog) Tanya-jawab multimmedia 1 Tanya jawab dengan media telepon
Tanya-jawab multimedia 2 Tanya jawah dengan media SMS dan Facebook Kesimpulan Hasil dari pembahasan
Berdasarkan table di atas, dapat disimpulkan tipe format program Samara adalah format Prolog Skrip Kasus, Prolog Pendalaman Dua Arah, dan Tanya Jawab Multimedia.
Kelebihan format Prolog Skrip Kasus, Prolog Pendalaman Dua Arah, dan Tanya Jawab Multimedia adalah memudahkan narasumber untuk menyampaikan pesan atau informasi dengan menggunakan skrip kasus, membingkai narasumber sebagai pendakwah yang ahli dibidang keluarga dengan segala kasus yang dihadapi, dan mempermudah pendengar untuk berpartisipasi melalui beberapa media yang di sediakan oleh tim produksi.
Kelemahan format tersebut adalah waktu untuk pendengar lebih sedikit dibandingkan narasumber. Batasan waktu untuk menerima telepon dan membacakan SMS dan facebook sangat terbatas, sehingga tidak banyak SMS atau facebook yang dibacakan. Kesempatan untuk pendengar sangat kecil dibandingkan narasumber.
76
Format prolog skrip kasus terdapat pada segmen kesatu (1). Pada segmen ini narasumber memberikan informasi dan memberikan penjelasan dengan menampilkan kasus-kasus masyarakat saat konsultasi secara off air. Kasus- kasus tersebut dijadikannya sebagai bahan informasinya supaya pendengar dapat memahami dengan mudah.
Format prolog pendalaman dua arah dilakukan pada segmen kesatu (1), setelah prolog skrip kasus, dan juga pada segmen kedua (2). Keaktifan penyiar untuk menanyakan lebih dalam prolog yang disampaikan narasumber dengan menanyakan fenomena yang ada di masyarakat. Sifatnya tanya-jawab, penyiar bertanya dan narasumber menjawab. Tujuan penggunaan format ini adalah membantu narasumber untuk aktif berbicara, dan membantu narasumber untuk menyampaikan pesan secara terstruktur.77
Sedangkan format tanya jawab multimedia, diposisikan disegmen ketiga (3) dan keempat (4). Pendengar berpartisipasi untuk menanyakan permasalahan yang dihadapi dengan menggunakan media yang disediakan oleh tim produksi, yaitu telepon, SMS, dan facebook. Disegmen ketiga (3), penyiar membuka layanan interaksi telepon dari 5 penelpon pertama. Kelima penelpon tersebut berhak mengajukan pertanyaan atau pernyataan. Dijawab oleh narasumber secara bertahap. Tidak ada umpan balik dalam format ini. Pendengar hanya dapat bertanya, tidak bisa langsung merespon pernyataan narasumber.
Jadi, format yang digunakan dalam program Samara adalah format Prolog Skrip Kasus, Prolog Pendalaman Dua Arah, dan Tanya Jawab Multimedia.
77
Wawancara dengan Ustad Anwar Anshari Mahdum. Selaku Narasumber Program Samara. (Bekasi: 25 Februari 2011)
Dengan berorientasi pada narasumber dan menggunakan beberapa media sebagai alat penghubung tim produksi dengan pendengarnya.