BAB II. KAJIAN TEOR
FAKTOR-FAKTOR PENDUKUNG EFEKTIVITAS PROGRAM SAMARA RADIO DAKTA 107 FM BEKAS
B. Faktor Pendukung Pesan Program Samara
1. Urutan Pesan
Berdasarkan tiga rekaman yang penulis gunakan untuk mengetahui urutan pesan yang disampaikan narasumber pada program Samara, dapat dilihat dari ketiga teks berikut:
Teks pertama (1), yang bertemakan “Mahligai Cinta Rumah Tangga”,
narasumber menyampaikan pesannya dengan menggunakan pola deduktif sebagai urutan pesannya.
Dalam teks pertama, cinta dalam rumah tangga yang menjadi gagasan utama. Tujuan dari tema tersebut ialah bagaimana agar cinta dalam rumah tangga terus terbangun. Maka, narasumber menjelaskan hakikat cinta dengan tingkatan-tingkatan cinta yang diungkapkan Abdullah Hasyim Urwan. Seperti
berikut”
… Biduk rumah tangga ini juga harus kita bangun dengan cinta kepada Allah, cinta kita kepada Rasulullah, cinta kita kepada hal-hal yang sangat penting dalam hidup seperti jihad fi sabilillah. Kalau kita bicara cinta seperti yang dikatakan Abdullah Hasyim Urwan, dia pakar tarbiyah Islam. Dia mengatakan cinta itu ada 3 tingkatan : yang pertama yang paling tinggi yang harus kita berikan kepada Allah, Rasulullah dan Jihad fi sabilillah. Kemudian dalam tingkatan yang menengah, cinta kepada istri,anak, keluarga, kepada anak-orang tua, kepada suami-istri, harta benda, kekuasaan, cinta pada tingkatan menengah. Dan itu tidak disalahkan. Yang ketiga adalah cinta pada tingkatan terendah, apa hakikat
cinta yang rendah ini, ketika mencintai istri, mencintai anak, dan lainnya itu lebih kita cinta daripada cinta kita kepada Allah….78
Gagasan utama pada teks ini adalah tiga tingkatan yang digambarkan oleh Abdullah Hasyim Urwan dalam hakikat cinta secara Islam. Narasumber mengemasnya untuk menjadi suatu perhatian yang penting dalam rumah tangga sehingga dapat mencapai keluarga atau rumah tangga yang idaman.
Rumah tangga yang idaman, dilengkapi dengan adanya cinta, pemahaman antara suami-istri yang seimbang, sikap percaya antar keduanya, dan terpenuhinya kebutuhan seks. Disini, narasumber menjelaskan hal-hal penunjang hadirnya rumah tangga yang bahagia dengan memenuhi komponen tersebut, yaitu cinta, pasangan yang seiman, kepercayaan, dan seksualitas. Hal ini dijelaskan dalam dialognya dengan penyiar, sebagai berikut:
Penyiar: Bagaimana kalau misalkan ada seseorang terutama ikhwan yang ingin menyatakan pada calon istrinya bahwasanya modal kita dalam berumah tangga ini cukup dengan cinta?
Narasumber: … Rumah tangga yang tepat memberikan porsi cinta insya
allah akan memberikan kedudukan yang bagus. Tapi memang cinta juga tidak cukup, paling tidak kalau kita menginginkan tips-tips bahagia itukan memerlukan komponen-komponen yang lain. Jadi, cinta ini bukan satu- satunya syarat dalam rumah tangga bahagia, tapi dia memiliki peran penting membangun keluarga yang lebih bahagia dan lebih baik. Kedua selain cinta yang hadir untuk memposisikan keluarga kita agar lebih baik adalah kesamaan fikroh, dalam artian orang-orang yang betul-betul seiman… Dan kemudian selain seiman yang menjadi ujung tombak dalam rumah tangga itu yaitu antara suami-istri harus ada kepercayaan yang kuat. Tanpa adanya saling percaya antara suami-istri perjalanan rumah tangga tidak berjalan mulus … Kalau sudah saling percaya maka akan menyatukan pemikiran kita, fikroh kita. Mungkin juga untuk meraih kebahagaian itu perlu bukti. Jadi, sebelumnya harus ada bukti dalam menungkapkan cinta kepada orang yang dicintai. Maka dalam rumah tangga diperlukan bukti, salah satu buktinya adalah tingkat seksualnya.79
78
Rekaman Siaran Program Samara on air, Mahligai Cinta Rumah Tangga. 10 Januari 2011, prolog1.
79
Rekaman prolog 2 (narasumber) Siaran Program Samara on air,Mahligai Cinta Rumah Tangga. 10 Januari 2011.
Jadi, urutan pesan pada teks pertama ini adalah urutan pesan dengan pola
deduktif, yang menjelaskan terlebih dahulu cinta rumah tangga dengan tingkatan-tingkatan cinta yang merupakan gagasan utamanya. Kemudian dilengkapi dengan komponen rumah tangga, bukti kasus masyarakat, dan sampai pada posisi kesimpulan. Sedangkan pesan tersebut mengandung dua sisi, yaitu sisi positif dan negatif.
Pada teks kedua, “Meredam Api Cemburu”, mulai dijelaskan oleh narasumber dengan memberikan penjelasan mengenai pemahaman cemburu. Setelah menjelaskan apa itu cemburu dan seperti apa cemburu, kemudian narasumber melanjutkannya dengan, bagaimana meredam kecemburuan tersebut. Jadi, gagasan utama dari tema ini adalah mengatasi cemburu agar tidak menjadi konflik perpecahan rumah tangga.
Kecemburuan ini merupakan sifat yang wajar, wajar sekali ya. Apalagi jika salah satu pihak, entah istri maupun suami, dan ini merupakan suatu perasaan yang sangat rasional sebetulnya. Walaupun banyak orang yang menyatakan cemburu itu adalah sifat yang tidak rasional, “ngapain sih harus cemburu, nagapain sih harus cemburu”. Tapi faktanya memang dilapangan kecemburuan inilah yang sering kali yang menghadirkan persoalan-persoalan yang lebih besar. Dan kita temukan bahwa proses hubungan kekeluargaan dan terjadi berbagai permasalahan dan problema sampai pada tingkat perceraian itukan merupakan penyebab dari kecemburuan… Bagaimana menyikapi kecemburuan itu, sebab keluarga-keluarga, jangankan keluarga-keluarga kita ya, keluarga Nabi pun, istrinya Rasulullah banyak yang cemburu, termasuk juga maaf kalau kita bicara dalam siroh tentang Aisyah yang sangat cemburu dan cemburu beliau sangat amat wajar.80
Potret Aisyah RA yang cemburu kepada Rasulullah SAW karena selalu mengingat Khadijah RA, istri pertamanya yang sudah meninggal, membuatnya sangat cemburu. Inilah yang dicontohkan narasumber diawal
80
Rekaman prolog 1 Siaran Program Samara on air, Meredam Api Cemburu. 17 Januari 2011.
pembahasan untuk dapat mengendalikan rasa cemburu terhadap orang yang dicintainya.
Kemudian, secara khusus narasumber menjelaskan cemburu dengan perasaan-perasaan yang lainnya, seperti hadirnya cemburu menandakan hadirnya cinta, hadirnya cemburu merupakan perasaan curiga, hadirnya cemburu juga menghadirkan rasa benci dan lainnya. Misalnya, (1) orang yang mencintai pasti memiliki rasa cemburu karena dia tidak ingin orang yang dicintainya itu dimiliki orang lain, dan (2) cemburu itu dia takut kalau dia beralih kepada orang lain, juga bisa dia sangat sayang, tapi juga bisa
cemburu karena kecurigaan. Kecurigaan inikan berlebihannya sifat su’udzon,
berburuk sangka. Sebab, karena kecurigaan itu berburuk sangka.81
Sedangkan jika dilihat dari sisinya, pesan pada teks kedua memiliki dua sisi, yaitu positif dan negatif.
Pesan yang mengandung unsur atau sisi positif:
Nah kalau ada orang yang sangat bagus aktivitas gerakannya (mati syahid), kita boleh cemburu sebab kita tidak punya apa-apa yang bisa dilakukan. Kita balik bertanya, apa yang akan saya berikan untuk kebaikan umat ini? Kalau kita memiliki kemampuan A, maka maksimalkan dalam memberikan kemampuan kita. Jadi yang terpenting sekarang apa yang dapat kita lakukan untuk Islam. Ketika secara umum kita tidak bisa melakukan apa-apa, kita Islamkan diri kita. Sebab berjuang itukan banyak komponennya, setiap kita dapat berjuang sesuai kapasitas kemampuan kita.82
Pesan yang mengandung unsur atau sisi negatif:
… Usahakan permasalahan yang kecil kita redam, sebab jika diceritakan kepada orang lain maka kita membuka aib. Tidak hanya suami yang jelek, tidak hanya istri yang jelek, jadi kita tidak punya kemampuan untuk membuat rumah tangga kita rumah tangga yang baik. Usahakan
81
Rekaman prolog 2 Siaran Program Samara on air, Meredam Api Cemburu. 17 Januari 2011.
82
untuk tidak ada cerita-cerita. Apalagi kan memang suami atau istri tidak boleh menceritakan suatu hal yang merupakan kekurangan dalam rumah tangganya. Semakin sering kita menceritakan aib orang lain maka semakin sering kita memperlihatkan aib kita dihadapan orang lain. 83
Jadi, urutan pesan pada teks kedua menggunakan pola deduktif, yang menjelaskan gagasan utamanya terlebih dahulu secara umum sampai pada akhirnya mendefinisikan dan menjelaskan sifat-sifat cemburu. Serta memiliki sisi positif dan negatifnya.
Sedangkan teks ketiga (3), dengan tema “Nikah Beda Fikroh”. Narasumber mengawalinya dengan menjelaskan tentang, “apa itu fikroh?”. Seperti dalam ungkapannya, “Sefikroh itu artinya orang-orang yang memiliki pemikiran, sepemikiran. Memiliki kesamaan tentang masalah-masalah pandangan hidup. Jadi kalau judul kita hari ini adalah nikah beda fikroh, itu maknanya nikah berbeda pandangan”.84
Kemudian, narasumber membaginya dengan beberapa pembahasan secara khusus, yaitu untuk yang belum menikah dalam kategori mencari dan memilih dan untuk yang sudah menikah. Maksudnya bagi yang belum menikah persiapkan diri untuk menerima permasalahan-permasalahan yang akan dihadapi nantinya, karena tidak pernah tahu siapa jodohnya nanti. Akan tetapi, berusaha untuk mencari yang sepaham. Begitu juga sebaliknya bagi yang sudah berkeluarga.85
Pada teks ketiga, pola urutan pesan yang digunakan adalah pola deduktif. Gagasan utama dijelaskan terlebih dahulu, baru kemudian bagian khususnya.
83
Ibid.
84
Rekaman prolog 1Program Samara On air, Nikah Beda Fikroh. 24 Januari 2011.
85
Berdasarkan urutan pesan dari ketiga rekaman di atas, dapat disimpulkan bahwa urutan pesan yang digunakan dalam tiga teks rekaman di atas merupakan pola urutan deduktif, yaitu menjelaskan bagian terpenting atau gagasan utamanya kemudian diperjelas dengan bagian-bagian pesan khususnya. Juga menghadirkan sisi positif dan negatifnya dalam menyampaikan pesan.
2. Struktur Pesan
Struktur pesan terdiri dari 5 indikator, antara lain: (a) pendengar secara terbuka memihak satu sisi argumen, sisi yang lain tidak mungkin mengubah posisi mereka, (b) pembicara menyajikan informasi tentang persoalan yang menarik perhatian pendengarnya, sehingga akan diingat dan diterapkan, (c) menyajikan informasi yang menyenangkan bagi orang lain, (d) urutan pro- kontra lebih baik dibandingkan kontra-pro, dan (e) argumen yang terakhir akan lebih efektif bila ada jangka waktu cukup lama diantara dua pesan, dan pengujian segera terjadi setelah pesan kedua.
Struktur pesan prolog1 yang membahas kasus dari konsultasi saat program off air terdiri dari indikator-indikator:
Dalam prolog1 “Mahligai Cinta Rumah Tangga”, indikator yang digunakan adalah indikator menyampaikan gagasan yang menyenangkan pendengar diawal penyajian sehingga pendengar akan cenderung akan memperhatikan dan menerima pesan yang berikutnya. Menarik perhatian pendengar dengan hal yang paling banyak disukai dengan membahas cinta.
Kecendrungan seseorang itu kuat sekali dengan yang namanya cinta. Dan cinta ini harus terus terbangun, bukan hanya saat kita ingin mendapatkan pendamping hidup yang mencintai dan dicintai. Tetapi juga kita berada pada bahtera rumah tangga yang terjalani. Kendatinya ketika
seseorang suami memiliki istri kemudian memiliki anak. Ketika lahir anak pertama dia sangat cinta. Ketika lahir anak kedua, dia amat sangat cinta. Ketika lahir anak yang ketiga dia sangat amat-amat cinta, ya. Karena dari kecintaan istri kepada suami sudah diperlihatkan, dan bukti dari kecintaan suami kepada istri sudah Nampak betul kan, dari lahirnya buah hati itu. Buah hati itukan sebetulnya buah dari rasa cinta. Ada orang yang bertanya,” ustad, terus terang saya menikah tanpa cinta”. Kemudian saya tanya, “apakah Anda memiliki anak”. Dia menjawab, “Alhamdulillah saya sudah punya anak empat”.86
Menarik perhatian pendengar dengan hal-hal yang fakta akan hadirnya cinta dalam rumah tangga. Pendengar mendapatkan emosinya saat mendengarkan pesan tersebut, karena itu adalah bukti akan hadirnya rasa cinta dalam rumah tangga.
Prolog 1 dalam tema “Meredam Api cemburu”, indikator yang digunakan adalah indikator urutan pro-kontra yang disajikan diawal. Narasumber menyetujui akan sesuatu hal yang terjadi sebelum akhirnya memberikan pengarahan untuk bersikap lebih baik dan menentang hal tersebut. Misalnya:
Kecemburuan ini merupakan sifat yang wajar, wajar sekali ya. Apalagi jika salah satu pihak, entah istri maupun suami, dan ini merupakan suatu perasaan yang sangatrasional sebetulnya. Walaupun banyak orang yang menyatakan cemburu itu adalah sifat yang tidak rasional, “ngapain sih harus cemburu, nagapain sih harus cemburu”. Tapi faktanya memang dilapangan kecemburuan inilah yang sering kali yang menghadirkan persoalan-persoalan yang lebih besar. Dan kita temukan bahwa proses hubungan kekeluargaan dan terjadi berbagai permasalahan dan problema sampai pada tingkat perceraian itukan merupakan penyebab dari kecemburuan.87
Ini adalah sikap pro narasumber dalam menyampaikan pesannya. Narasumber menjelaskan bahwa kecemburuan itu hal yang lumrah bagi manusia. Kecemburuan akan selalu dalam diri manusia karena itu merupakan salah satu sifat manusia.
86
Rekaman prolog 1 Program Samara On air, Mahligai Cinta Rumah Tangga . 10 Januari 2011.
87
Sehingga banyak orang yang punya masa lalu, banyak orang yang masih berinteraksi dengan orang masa lalunya, ya. Atau memang kecemburuan-kecemburuan yang sifatnya sangat berlebihan yang kemudian kita sebut dengan cemburu buta. Misalnya seorang istri yang masih berhubungan dengan seorang mantan pacarnya yang dulu, iya kan… Tapi kecemburuan Aisya tidak berlebihan, masih dalam proses hal-hal yang sangat wajar bagi seorang istri ketika suami mengingat masa lalunya.88
Sikap kontra narasumber yang mengarahkan bahwa cemburu sewajarnya saja, jangan sampai cemburu yang berlebihan yang akhirnya menjadi cemburu buta. Karena pada dasarnya adanya perceraian itu dikarenakan kecemburuan manusia yang berlebihan.
Sedangkan prolog1 tema “Nikah Beda Fikroh”, menggunakan indikator menyampaikan gagasan yang menyenangkan pendengar diawal penyajian sehingga pendengar akan cenderung akan memperhatikan dan menerima pesan yang berikutnya. Dalam tema ini, narasumber menarik perhatian pendengar untuk lebih mengetahui persoalan-persoalan yang terjadi dalam menuju dalam pernikahan terutama dengan permasalahan pemikiran atau pandangan.
Sefikroh itu artinya orang-orang yang memiliki pemikiran, sepemikiran. Memiliki kesamaan tentang masalah-masalah pandangan hidup. Jadi kalau judul kita hari ini adalah nikah beda fikroh, itu maknanya nikah berbeda pandangan. Hal ini sering kali didiskusikan bagi rekan- rekan yang memang aktif dalam dunia dakwah… Padahal kedua-duanya memiliki kesamaan yang tak terpisahkan. 89
Ungkapan, ” Hal ini sering kali didiskusikan…” menunjukkan bahwa hal ini menarik untuk diperbincangkan. Menarik pehatian pendengar dengan tema-tema yang sering menjadi perbincangan orang, terutama yang aktif
88
Ibid.
89
dalam pergerakkan. Jadi, pada tema ini narasumber menarik perhatian pendengar dengan perbedaan pandangan atau pemikiran.
Jadi, struktur pesan pada prolog1 membahas kasus dari konsultasi program
off air adalah struktur pesan kesukaan pendengar. Maksudnya menyampaikan hal-hal yang menyenangkan dan menarik perhatian pendengar dengan menyentuh emosinya, sehingga cenderung memperhatikan dan menerima pesan-pesan berikutnya.
Struktur pesan prolog 2 dua arah, tanya-jawab penyiar dengan narasumber terdiri dari indikator-indikator:
Prolog 2 dua arah ditema, “Mahligai Cinta Rumah Tangga”, menggunakan indikator menyampaikan gagasan yang menyenangkan pendengar diawal penyajian sehingga pendengar akan cenderung akan memperhatikan dan menerima pesan yang berikutnya. Berawal dari prolog1, pembahasan sudah dikehendaki oleh pendengar, maka pada prolog2, dialog penyiar dengan narasumber, berkaitan dengan hal-hal yang perasaannya.
Rumah tangga yang tepat memberikan porsi cinta insya allah akan memberikan kedudukan yang bagus. Tapi memang cinta juga tidak cukup… Kedua selain cinta yang hadir untuk memposisikan keluarga kita agar lebih baik adalah kesamaan fikroh, dalam artian orang-orang yang betul-betul seiman. Jadi, untuk menjadikan keluarga bahagia bukan hanya cinta, tapi orang-orang yang seiman, orang-orang yang satu pemikiran… Dan kemudian selain seiman yang menjadi ujung tombak dalam rumah tangga itu yaitu antara suami-istri harus ada kepercayaan yang kuat… Mungkin juga untuk meraih kebahagaian itu perlu bukti. Jadi, sebelumnya harus ada bukti dalam menungkapkan cinta kepada orang yang dicintai. Maka dalam rumah tangga diperlukan bukti, salah satu buktinya adalah tingkat seksualnya.90
90
Rekaman prolog 2 Program Samara On air , Mahligai Cinta Rumah Tangga . 10 Januari 2011.
Pembahasan mengenai cinta, kendatinya disenangi oleh semua orang. Kemudian, disajikan oleh narasumber dan penyiar dengan pembahasan yang menarik pula dan mengajak untuk memenuhi kebutuhan keluarga bahagia.
Prolog2 dua arah pada tema “Meredam Api Cemburu”, termasuk dalam indikator struktur pesan menyampaikan gagasan yang menyenangkan pendengar diawal penyajian sehingga pendengar akan cenderung akan memperhatikan dan menerima pesan yang berikutnya. Dalam hal ini, penyiar menarik perhatian dan emosi pendengar dengan mengajukan pertanyaan yang umum dilakukan. Seperti:
Penyiar: Bang kalau tadikan istilah cemburu itu bertanda cinta, tapi ada bahkan cemburu itu bertanda curiga, nah ini seperti apa Bang?
Narasumber: Ini bisa saja cemburu itu dia takut kalau dia beralih kepada orang lain, juga bisa dia sangat sayang, tapi juga bisa cemburu karena kecurigaan. Kecurigaan inikan berlebihannya sifat su’udzon, berburuk sangka. Sebab, karena kecurigaan itu berburuk sangka….91
Penyiar yang menyajikan pembahasan yang dikehendaki pendengar sehingga narasumber menjawabnya sesuai dengan pertanyaan yang diajukan oleh narasumber dan yang diinginkan pendengar.
Sedangkan prolog2 dua arah pada tema “Nikah Beda Fikroh” merupakan indikator menyampaikan gagasan yang menyenangkan pendengar diawal penyajian sehingga pendengar akan cenderung akan memperhatikan dan menerima pesan yang berikutnya. Tidak jauh berbeda dengan prolog-prolog ditema yang lain, disini penyiar menggugah pendengar dengan pertanyaan yang umum dilakukan oleeh sekelompok orang. Maka, menarik untuk diketahui solusi dari perbedaan tersebut. Misalnya saja:
91
Penyiar: Bang Aan kalau misalnya,seseorang yang memang sudah menjiwai suatu pergerakan atau bahkan dalam sebuah ormas ya, ini kan pasti ada kekhawatiran-kekhawatiran bahkan ada istilahnya rekomendasi- rekomendasi khusus dari atasannya, Murabinya atau Murobiahnya?
Narasumber: Ketika kita berbicara pernikahan dalam bentuk perbedaan fikroh ini, orang yang memiliki pemahaman Islam, Islam inikan menyatukan, bukan menyeraikan, bukan memutuskan. Unsur Islam ini menyatukan perbedaan yang sangat kuat. Nah, ketika seseorang itu menikah dengan mendapatkan restu dari “sang murabbi”, dan kemudian murabbinya menekankan hal-hal yang harus begini, harus begini, harus begini. Pada prinsipnya sang murabbi itu hanya memberikan apa yang disebut dengan pandangan-pandangan saja….92
Jadi, ketiga prolog2 dua arah, struktur pesannya menggunakan indikator pembicara menyajikan informasi tentang persoalan yang menarik perhatian pendengarnya, sehingga akan diingat dan diterapkan.
Berdasarkan data di atas, dapat disimpulkan bahwa struktur pesan pada prolog1 skrip kasus dan prolog2 pendalaman materi dengan dua arah adalah indikator pembicara menyajikan informasi tentang persoalan yang menarik perhatian pendengar atau menyampaikan gagasan yang dikehendaki pendengar sehingga cenderung memperhatikan dan menerima pesan-pesan berikutnya.
3. Imbauan Pesan
Imbauan pesan yang digunakan oleh narasumber dalam menyampaikan pesan yakni, (a) imbauan rasional, (b) imbauan motivasi dan (c) imbauan emosional.
a. Imbauan rasional, imbauan ini melihat dari realitas atau kenyataan yang menjadi contoh, misalnya saja sikap Rasulullah SAW saat jaman dahulu dan bukti-bukti secara realita. Jadi, ada contoh yang dijadikan cerminan di
92
kehidupan selanjutnya. Hal ini digunakan untuk memberikan keyakinan kepada pendengar bahwa pesan-pesan yang disampaikan adalah suatu pesan yang bisa diterima dengan akal sehat. Pesan yang bisa diterima dengan logika masyarkat. Karena pendengar membutuhkan penyataan yang riil yang bisa dijadikan sebagai tauladan atau rujukan.
Banyaknya pesan yang mengandung imbauan rasional pada teks kesatu
dengan tema “Mahligai Cinta Rumah Tangga”, tanggal 10 Januari 2011,
terdapat 10 pesan imbauan rasional. Beberapa pesan tersebut adalah:
Buah hati itukan sebetulnya buah dari rasa cinta. Ada orang yang
bertanya,” ustad, terus terang saya menikah tanpa cinta”. Kemudian saya tanya, “apakah Anda memiliki anak”. Dia menjawab, “Alhamdulillah saya sudah punya anak empat”. 93Kadang-kadang cinta yang berlebihan itu akan menjadi fitnah, harta dan anak-anak itu adalah perhiasan yang bisa menjadi fitnah jika berlebihan mencintainya. Maka Rasulullah SAW pernah memberi saran kepada Ali bin Abi Thalib,” apabila kau mencintai orang, cintailah sekedarnya saja, sebab bisa saja orang yang cintai bisa jadi orang yang kau benci nantinya, begitu sebaliknya”.94
Seharusnya yang lebih banyak dicintai adalah ibunya yang sudah melahirkan.95
Kemudian, pada teks kedua dengan tema “Meredam Api Cemburu”,
tanggal 17 Januari 2011, terdapat 12 pesan imbauan rasional. Salah satu yang menggambarkan imbauan rasional adalah:
Cuma harus ditarik kesimpulan cemburu yang bagaimana yang harus diwajarkan dan yang diwaspadai. Aisyah cemburu sekali dengan Khadijah, padahal Khadijah sudah tidak ada, sudah dipanggil oleh Allah… Tapi kecemburuan Aisyah tidak berlebihan, masih dalam proses hal-hal yang sangat wajar bagi seorang istri ketika suami mengingat masa lalunya.96
93
Rekaman prolog 1 Program Samara On airMahligai Cinta Rumah Tangga . 10 Januari 2011. Segmen ke-1.
94
Ibid.
95
Rekaman prolog 1 Program Samara On air, Mahligai Cinta Rumah Tangga . 10 Januari 2011. Segmen ke-2.
96
Rekaman Prolog1Program Samara On air, Meredam Api Cemburu. 17 Januari 2011. Segmen ke-1.
Sedangkan pada teks ketiga, yang bertema “Nikah Beda Fikroh”, yang
disiarkan tanggal 24 Januari 2011, terdapat 11 pesan imbauan rasional. Diantaranya yang menggambarkan imbauan rasional adalah:
Dan sebetulnya permasalahan inikan bukan pada perbedaan-