JUMLAH SISWA MAN 1 MAKASSAR TAHUN PELAJARAN 2018/2019
3. Faktor Pendukung dan Penghambat yang dihadapi Guru Pendidikan Agama Islam dalam Membina Kegiatan Keagamaan Siswa di MAN 1
Makassar
a. Faktor Pendukung
Menurut Bapak Anshar saat diwawancarai tentang faktor pendukung dalam membina kegiatan keagamaan siswa beliau berkata :
Kegiatan program keagamaan yang berada di MAN 1 Makassar itu dari pagi sampai berakhir proses pembelajaran dalam sehari yaitu pertama shalat dhuha, itu dilakukan di masjid, kebetulan kita punya masjid yang besar, jadi memungkinkan semua anak-anak melakukan shalat dhuha.71 Hal senada juga diungkapkan oleh bapak Marsudi selaku guru PAI di Man 1 Makassar, Menyatakan bahwa:
Faktor pendukung dalam membina kegiatan keagamaan itu adalah dengan adanya sarana dan prasarana.72
Berdasarkan hasil wawancara diatas dapat disimpulkan bahwa salah satu faktor yang mendukung dalam peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membina kegiatan keagamaan siswa di MAN 1 Makassar adalah adanya sarana dan prasarana yang baik.
71(Anshar, 2020. Wawancara dengan Guru Bahasa Arab MAN 1 Makassar, tanggal 12 februari )
72( Marsyudi, 2020. Wawancara dengan Guru fiqih dan Ushul Fiqih MAN 1 Makassar, tanggal 12 februari )
Pemaparan diatas diperkuat dengan observasi yang dilakukan oleh peneliti, tentang sarana dan prasana untuk melaksanakan shalat berjama‟ah.Mesjid yang ada di MAN 1 Makassar sudah bagus dan lumayan besar, sedangkan tempat wudhunya sudah dipisah antara laki-laki dan perempuan, tempatnya pun juga bersih.
Selanjutnya peneliti melakukan wawancara dengan bapak Anshar salah satu guru Pendidikan Agama Islam di MAN 1 makassar, beliau mengatakan bahwa:
Kita adakan pembimbingan, memberikan motivasi kepada mereka supaya yang tadinya mereka tidak percaya diri saat kultum, menjadi percaya diri.73
Berdasarkan Wawancara tersebut dapat disimpulkan bahwa faktor pendukung yang kedua dalam membina kegiatan keagamaan di MAN 1 makassar adalah adanya bimbingan dan motivasi dari guru yang menumbuhkan kesadaran kepada siswa, sehingga siswa semangat dalam melaksanaknan kegiatan keagamaan yang ada di sekolah.
Berdasarkan paparan data di atas secara umum faktor yang mendukung guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membina kegiatan keagamaan siswa di MAN 1 Makassar adalah adanya sarana dan prasarana yang baik, secara material atau bangunan sudah memadai (Mesjid dan tempat wudu bagi anak Iaki-Iaki serta perempuan yang terpisah). Selain itu guru-guru juga tidak pernah ketinggalan untuk mendampingi para siswa untuk melaksanakan kegiatan keagamaan disetiap harinya dengan cara membimbing dan memberikan motivasi kepada siswa.
73(Anshar, 2020. Wawancara dengan Guru Bahasa Arab MAN 1 Makassar, tanggal 12 februari )
b. Faktor Penghambat
Dalam melaksanakan kegiatan keagamaan tentu tidaklah mudah hal ini karena banyak faktor yang mendukung dan menghambat kegiatan tersebut.
Adapun peneliti melakukan wawancara kepada ibu Hasni yang mengatakan bahwa:
Untuk faktor penghambatnya saya kira sebenarnya yang paling dominan disini adalah faktor dari siswa sendiri, faktor malasnya siswa, makanya disini kita memberikan motivasi dan memberikan dukungan-dukungan kepada mereka.74
Hal senada juga diungkapkan oleh bapakAnshar selaku guru PAI di Man 1 Makassar, Menyatakan bahwa:
Berbicara tentang faktor penghambatnya, ya otomatis ini kembali kepada individu siswa yang bersangkutan, kalau misalnya di kegiatan kultum biasanya masih ada siswa yang kurang pede/percaya diri untuk tampil.
Hal ini juga diperkuat dengan pernyataan salah satu siswa putri ketika diwawancarai , dia berkata :
Biasanya memang kalau pengaruh capek atau malas, terkadang bosan dan malas.75
Syahrul yang juga siswa kelas XI Agama ini juga menambahkan:
Faktor malas banyak misalnya terlalu memikirkan dunia sehingga lupa waktu.76
Hal senada juga diungkapkan oleh Arsyi Syafana Harun, siswa kelas X IIS 1, Menyatakan bahwa:
74(Hasni, 2020. Wawancara dengan Guru Aqidah Akhlak MAN 1 Makassar, tanggal 12 februari )
75( Aulia Wasilah, 2020. Wawancara dengan Siswa MAN 1 Makassar, tanggal 12 februari)
76( Syahrul, 2020. Wawancara dengan Siswa MAN 1 Makassar, tanggal 12 februari)
Biasa sebelum shalat duhur itu banyak sekali tugas, apalagi siang biasa pusing karena panas kadang kesal kalau disuruh shalat.77
Berdsarakan paparan data di atas dapat disimpulkan bahwa salah satu faktor penghambat dalam membina kegiatan keagamaan siswa di MAN 1 Makassar adalah masih adanya beberapa kesadaran siswa yang minim dan kurang akan kegiatan keagamaan.
Selanjutnya peneliti melakukan wawancara dengan ibu Muliati yang mengatakan bahwa:
Faktornya itu banyak, cuman yang namanya siswa yang dihadapi bukan hanya satu orang tapi banyak, akhirnya ketika satu kelompok kita arahkan, akhirnya kelompok yang lain tidak merespon.78
Hal senada juga diungkapkan oleh bapak Nursyidin selaku guru PAI di Man 1 Makassar, Menyatakan bahwa:
Faktor penghambat yang pertama adalah jumlah siswa yang sangat banyak, kurang lebih ada sekitar 1.200 siswa.79
Dari pernyataan informan diatas peneliti menyimpulkan setiap kegiatan apapun pasti ada faktor pendukung dan penghambat. Secara umum faktor yang menghambat guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membina kegiatan keagamaan siswa di MAN 1 Makassar adalah masih adanya beberapa kesadaran siswa yang minim dan kurang akan pelaksanaan kegiatan keagamaan,
77( Arsyi Syafina Harun, 2020. Wawancara dengan Siswa MAN 1 Makassar, tanggal 12 februari)
78(Muli, 2020.Wawancara dengan Guru Al-Qur‟an hadits MAN 1 Makassar, tanggal 12 februari
79(Nursyidin, 2020.Wawancara dengan Guru Sejarah Kebudayaan Islam MAN 1 Makassar, tanggal 12 februari)
selain itu faktor penghambat yang kedua adalah banyaknya jumlah siswa yang membuat guru terkadang kewalahan dalam mengarahkan siswa dalam menjalankan kegiatan keagamaan.
68 BAB V PENUTUP A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian tentang “Peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam Membina Kegiatan Keagamaan Siswa di MAN 1 Makassar”, maka dapat disimpulkan bahwa:
1. Bentuk kegiatan keagamaan siswa yang ada di Man 1 Makassar yang pertama adalah shalat dhuha yang dilakukan di masjid sekolah baik secara individu maupun secara berjamaah dan bentuk kegiatan keagamaan yang kedua adalah sebelum memulai pelajaran ada kegiatan tadarus Al-Qur‟an, setelah itu siswa mulai memasuki jam pelajaran yang pertama dan kegiatan keagamaan yang ketiga adalah shalat dzuhur secara berjmaah setelah shalat dzuhur berjamaah ada kegiatan keagamaan yang keempat yaitu kultum yang dilakukan oleh siswa secara bergiliran perkelas.
2. Adapun peran guru pendidikan agama Islam dalam membina kegiatan keagamaan siswa di MAN 1 Makassar sudah dikatakan berperan aktif dalam membina kegiatan keagamaan yang ada disekolah. Hal ini terlihat dari upaya-upaya dan pembinaan-pembinaan juga pembiasaan-pembiasaan yang dilakukan para guru pendidikan agama Islam. Peran Guru Pendidikan agama Islam dalam membina kegiatan keagamaan tidak hanya sebagai teladan atau contoh bagi para siswa. Guru pendidikan agam Islam juga berperan aktif sebagai motoric/penggerak siswa untuk mengajak dan mengarahkan siswa untuk melakukan kegiatan keagamaan seperti shalat dhuha, shalat berjamaah serta
melakukan kegiatan keagamaan lainnya. Selain itu guru pendidikan agama Islam juga berperan memberi bimbingan, serta motivasi atau pencerahan kepada siswa untuk senantiasa melakukan kebaikan.
3. Adapun Faktor pendukung dalam membina kegiatan keagamaan siswa di MAN 1 Makassar adalah sarana dan prasarana yang memadai dan Selain itu guru-guru juga tidak pernah ketinggalan untuk mendampingi para siswa untuk melaksanakan kegiatan keagamaan disetiap harinya dengan cara membimbing dan memberikan motivasi kepada siswa. Adapun faktor penghambatnya ialah kesadaran siswa itu sendiri yang kurang sadar akan pentingnya kegiatan keagamaan dan faktor penghambat yang kedua adalah banyaknya jumlah siswa yang membuat guru terkadang kewalahan dalam mengarahkan siswa dalam menjalankan kegiatan keagamaan.
B. Saran
Berdasarkan kesimpulan dari hasil penelitian ini maka, diajukan saran-saran sebagai berikut:
1. Kepada Guru
aynkHdneH guru PAI tetap mempunyai semangat dan termotivasi untuk terus membiasakan kegiatan-kegiatan keagamaan di sekolah, karena dengan terus latihan dan pembiasaan lambat laun siswa akan terbiasa dengan kegiatan-kegiatan keagamaan yang kemudian kegiatan-kegiatan-kegiatan-kegiatan yang telah dibiasakan tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-harinya.
2. Kepada Kepala Sekolah
Supaya seluruh pihak sekolah baik itu guru, staf dan karyawan serta para peserta didik dalam melaksanakan kegiatan keagamaan lebih giat dan bersemangat, maka peran sebagai pemimpin madrasah senantiasa dipertahankan sekaligus ditingkatkan dan juga senantiasa selalu memacu para guru untuk mengeluarkan ide-ide kreatifnya dalam berupaya menumbuhkan dan mengembangkan semangat beribadah siswa.
3. Kepada Pelaksana Pendidikan/Pemerintah setempat
Hendaknya Lembaga pendidikan lebih mengupayakan dan melengkapi fasilitas, sarana dan prasarana yang kurang, sehingga dapat menunjang kegiatan keagamaan yang ada secara maksimal.
71
DAFTAR PUSTAKA