Proses Pelaksanaan Menyimak
A. Faktor Positif
68
Peranan dalam masyarakat. Bahwa semakin penting peranan dalam masyarakat, maka kegiatan menyimak akan semakin sering dilakukan.
Berdasarkan apa yang dijabarkan di atas, maka ada dua faktor utama yang perlu dipahami dalam akitifitas menyimak, yaitu 1) faktor positif dan 2) faktor negatif. Faktor positif adalah semua hal yang dapat menyebabkan kelancaran dan menunjang aktifitas menyimak. Sementara faktor negatif adalah kebalikan dari faktor positif, yaitu semua hal yang mengganggu dalam menyimak.
69
Membedakan antar bunyi fonemis.
Mengingat kembali kata-kata.
Mengidentifikasi tata bahasa dari sekelompok kata.
Mengidentifikasi bagian-bagian pragmatik, eskpresi, dan seperangkat penggunaan yang berfungsi sebagai unit sementara mencari arti/makna.
Menghubungkan tanda-tanda linguistik ke tanda-tanda para linguistik (intonasi) dan ke nonlinguistik, (yaitu situasi yang disesuaikan dengan objek, agar terbangun makna), menggunakan pengetahuan awal, yang kita tahu tentang isi dan bentuk dan konteks yang telah siap dikatakan untuk memperkirakan dan kemudian menjelaskan makna.
Mengulang kata-kata penting dan ide-ide penting.
Selanjutnya Ahmad Rofi‘uddin dan Darmiyati Zuhdi (1999:6) menyatakan, bahwa, faktor penting dalam menyimak adalah bagaimana keterlibatan penyimak dalam berinteraksi dengan pembicara. Sementara Ice Sutari, dkk. (1997:39) juga menyatakan, keberhasilan menyimak sangatlah tergantung pada pembicaraan sebagai sumber pesan.
Menurut M.E. Suhendar dan Pien S. (1992:12-13), faktor-faktor yang harus diperhatikan untuk dapat menyimak dengan baik, yaitu:
Alat dengar penyimak (pendengar) dan alat bicara si pembicara harus baik.
70
Situasi dan lingkungan pembicara itu harus baik, dengan kata lain ekologi bahasa harus baik.
Konsentrasi penyimak pada pembicaraan, konsentrasi di sini adalah dalam arti ―pemusatan pikiran‖ ke arah pikiran pembicaraan (yang dibicarakan).
Pengenalan tujuan pembicaraan, artinya kita akan lebih mudah menyimak itu, seandainya tujuan pembicaraan sudah diketahui sebelumnya.
Pengenalan paragraf atau bagian pembicaraan dan pengenalan kalimat-kalimat inti pembicaraan.
Kesanggupan menarik kesimpulan dengan tepat.
Penyimak mampu berbahasa dengan baik, bila didukung
Dengan kemampuan berbahasa yang memadai, serta mempunyai intelegensi yang cukup baik
Faktor latihan yang terus menerus.
Kemampuan menulis cepat, kemampuan mengingat apa yang disimak dan kemampuan menyimak dengan baik hal-hal yang disimak (daya ingatan), pembawaan, serta kemampuan berbahasa dan berpidato si pembicara.
Secara umum, terdapat 6 (enam) faktor penting yang menunjang keberhasilan dalam keterampilan menyimak, yaitu:
1) antusiasme pembicara; 2) materi terstrukrur rapi; 3) kondisi baik penyimak; 4) efisiensi sarana dan prasarana; dan 5) lingkungan nyaman; 6) membuat berbagai upaya.
71
Antusiasme Pembicara. Dalam hal ini, seorang figur pembicara haruslah penuh dengan semangat, menguasai materi, percaya diri, berbicara sistematis, kontak dengan penyimak, bergaya menarik atau memiliki variasi metode dan strategi unik yang digunakan menyampaikan materi. Untuk dapat mengajarkan penyimak pada pemahaman, pembicara perlu menyusun bahan simakan.
Materi Terstruktur Rapi. Materi adalah objek yang akan menjadi simakan. Untuk menunjang keberhasilan dalam keterampilan menyimak, maka materi yang disajikan, haruslah tersusun secara sistematis, terstruktur baik, sehingga dapat dipertanggungjawabkan semua kebenarannya. Materi yang baik tidak berbelit-belit, logis, aktual, praktis dan kritis serta seimbang, juga dapat memperhatikan tingkat perkembangan penyimak. Tema materi yang dipergunakan harus bervariatif.
Dengan demikian, penyimak tidak akan jenuh dan aktifitas dalam menyimak menjadi menyenangkan. Penyusunan materi menyimak tidak asal mendapatkan materi saja, beberapa yang harus diperhatikan diantaranya: (1) sasaran kegiatan, (2) sasaran kompetensi penyimak, (3) metode pembelajaran, dan (4) keberhasilan menyimak.
Kondisi Baik Penyimak. Dalam hal ini, keberhasilan dalam menyimak, sangat dipengaruhi oleh penyimak itu sendiri. Faktor-faktor penting dalam keterampilan menyimak adalah penyimak menuliskan butir-butir penting bahan
72
simakan terutama yang berhubungan dengan bahan simakan.
Disamping itu, beberapa item penting di sini adalah: 1) Kondisi penyimak yang dalam keadaan baik; 2) kondisi penyimak yang fokus dan berkonsentrasi; 3) kondisi penyimak dengan memiliki minat dalam menyimak; 4) disamping itu, dibutuhkan pula penyimak yang memiliki disiplin dan berpengalaman.
Efektifitas Waktu dan Kondisi. Efektifitas waktu dan kondisi sangat bermanfaat guna menunjang kelancaran dan keberhasilan aktifitas penyimakan. Waktu yang singkat lebih efektif dibandingkan waktu yang panjang. Karena akan mempengaruhi gairah pada penyimak. Semakin singkat waktu yang dimanfaatkan, maka akan membawa pemahaman yang lebih baik. Sementara situasi yang efektif adalah dengan mengidealkan waktu penyimakan berdasarkan sarana dan lingkungan yang ada.
Efisiensi Sarana & Prasarana. Untuk dapat mencapai keberhasilan dalam menyimak ini, dibutuhkan pula sarana dan prasarana yang menunjang. Efisiensi sarana dan prasarana yang digunakan, dapat mempengaruhi pemahaman penyimak dalam tangkapannya. Seperti efisiensi sarana dan prasarana yang berupa media elektronik, misalnya dengan tersedianya LCD untuk mempermudah tangkapan objek simakan, atau jika tidak ada, dapat pula dengan tersedianya alat-alat spidol dan papan tulis yang bisa dimanfaatkan/digunakan oleh pembicara dalam menggambarkan materinya.
73
Kenyamanan lingkungan. Lingkungan yang nyaman pastilah ia aman, tentram, dan membawa kegairahan serta ketelitian dalam menyimak. Tetapi lingkungan yang aman, belum tentulah ia nyaman. Karenanya, kenyamanan dalam lingkungan adalah faktor yang dapat membawa keberhasilan dalam menyimak. Lingkungan yang nyaman akan membawa dan memberikan kenyataan bahwa penyimak akan dapat menyimak bahan dengan baik atau tidak. Harus dihindari lingkungan bising dan tidak nyaman, yang akan berpengaruh dalam keberhasilan pengembangan kompetensi menyimak.
Faktor tersebut seperti misalnya minimnya fasilitas (tidak ada laboratorium), suasana menyimak tidak nyaman (ruangan telalu lebar atau sempit, kelas di sebelah terlalu berisik, dll).
Membuat solusi positif. Ada beberapa solusi positif untuk mengatasi hambatan dalam menyimak, yaitu dengan: 1) menyatukan pikiran dan perasaan terhadap permasalahan yang terdapat di dalam komunikasi antara pembicara dan penyimak; 2) penyimak membuat rangkuman dengan ingatan sendiri; 3) penyimak bisa mempertimbangkan fakta- fakta atau bukti- bukti yang telah di terima; 4) menyimak uraian berdasarkan kelompok gagasan (bukan perkata); 5) Hal–hal penting tidak selalu pada kata akan tetapi bisa terjadi pada lagu kalimat, nada suara, volume suara, mimik dan gerak tubuh, dan para linguistik yang lain.
74