• Tidak ada hasil yang ditemukan

Model Penyimak

Dalam dokumen MENYIMAK : Suatu Esensialitas Berbahasa (Halaman 63-69)

Proses Pelaksanaan Menyimak

B. Model Penyimak

62

 Tema bersifat sugestif dan evaluatif. Topik atau tema pembicaraan seyogyanya dapat memberikan dorongan kuat untuk berbuat lebih giat dan lebih baik.

 Tema bersifat motivatif. Topik atau tema pembicaraan seyogyanya dapat memberikan dorongan untuk berbuta lebih giat dan lebih baik.

 Pembicara harus dapat menghibur.

 Bahasa sederhana udah dimengerti.

 Komunikasi dua arah. Memberikan kesempatan bertanya atau mengemukakan pendapat kepada para penyimak.

63

Penyimak Skeptis. Tipe penyimak skeptis, biasanya juga disebutkan dengan tipe egois, karena cenderung skeptis, dan selalu merasa tak yakin dengan apa yang dikatakan oleh pembicara. Mereka memiliki semboyan, meelihat dulu baru percaya, dan bukan percaya dulu baru melihat.

Penyimak Ambigu. Tipe penyimak ambigu sangat sulit berkonsentrasi, karena tipe ini mudah terusik bahkan tergoda oleh gangguan dari luar.

Penyimak Estetis. Tipe estetis adalah mereka yang suka menyimak hiburan-hiburan baik itu dalam seni, olahraga dan apa saja yang sifatnya dapat menghibur. Tipe penyimak estetis menyimak hanya sebatas untuk hiburan dan hanya untuk kesenangan saja.

Penyimak Ideal. Tipe penyimak ideal adalah penyimak yang cepat fokus dan berkonsentrasi, ciri-cirinya adalah: 1) Penyimak erkonsentrasi, artinya penyimak yang memusatkan perhatian kepada materi yang disimak; 2) Bermotivasi, artinya penyimak yang mempunyai tujuan tertentu sehingga untuk menyimak kuat; 3) Penyimak menyimak secara menyeluruh, artinya penyimak yang menyimak materi secara utuh dan padu; 4) Penyimak menghargai pembicara; 5) Penyimak selektif, artinya penyimak yang memilih bagian-bagian yang inti; 6) Penyimak sungguh-sungguh; 7) Penyimak tidak mudah terganggu; 8) Penyimak cepat menyesuaikan diri; 9) Penyimak kenal arah pembicaraan; 10) Penyimak kontak

64

pembicara, yaitu penyimak yang memahami arah penjelasan pembicara; 11) Penyimak perangkum, penilai dan perespon materi, artinya penyimak yang selalu merangkum, menilai dan merespom balik setiap hasil tangkapannya.

2. Faktor Positif & Negatif dalam Menyimak Menyimak tidak dapat terjadi dengan sendirinya. Terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruh seseorang untuk menjadi terlibat dengan baik atau membawa hambatan dalam melaksanakan aktifitas menyimak ini. H G Tarigan (2008:105) menyatakan bahwa, terdapat 8 faktor yang mempengaruhi menyimak, yaitu, 1) fisik, 2) psikologis, 3) pengalaman, 4) sikap, 5) motivasi, 6) jenis kelamin, 7) lingkungan, dan 8) peranan dalam masyarakat. Adapun penjabaran dari faktor-faktor ini adalah sebagai berikut.

Fisik. Kesehatan dan kesejahteraan fisik merupakan suatu modal penting yang turut menentukan kualitas simakan.

Anak yang mempunyai kondisi fisik yang bagus cenderung memiliki kualitas simakan yang lebih tinggi daripada anak yang memiliki kondisi fisik yang lemah.

Psikologis. Faktor-faktor psikologis dapatlah mencakup masalah-masalah: a) prasangka dan kurangnya simpati terhadap para pembicara dengan aneka sebab dan alasan,b) keegosentrisan dan asyiknya terhadap minat pribadi serta masalah pribadi, c) kepicikan yang menyebabkan pandangan kurang luas, d) kebosanan dan kejenuhan yang menyebabkan

65

tidak adanya perhatian sama sekali pada pokok pembicaraan, sangat tergantung pada pembicaraan sebagai sumber pesan,e) sikap yang tidak layak terhadap sekolah, guru, pokok pembicaraan, atau terhadap pembicara. Sebagai kesimpulan bahwa faktor psikologis yang positif akan memberi pengaruh baik, dan faktor psikologis yang negatif akan memberi pengaruh yang buruk terhadap kegiatan menyimak.

Pengalaman. Latar belakang pengalaman merupakan suatu faktor penting dalam kegiatan menyimak. Karena anak-anak tidak ―mendengar‖ ide-ide yang berada di luar jangkauan pengertian serta pemahaman mereka.

Sikap. Pada dasarnya manusia hidup mempunyai dua sikap utama mengenai segala hal, yaitu sikap menerima dan sikap menolak. Orang akan bersikap menerima pada hal-hal yang menarik dan menguntungkan baginya, tetapi bersikap menolak pada hal-hal yang tidak menguntungkan baginya.

Kedua hal ini memberi dampak pada penyimak, masing-masing berdampak positif dan negatif. Sebagai pendidik, tentunya guru akan memilih dan menanam dampak postif kepada anak didiknya dari segala bahan yang yang dasajikannya, khususnya bahan simakan. Menyajikan pelajaran dengan baik dan dengan materi yang menarik, ditambah lagi dengan penampilan yang mengasikkan dan mengagumkan, jelas sangat menguntungkan dan sekaligus membentuk sikap yang positif kepada siswa.

66

Motivasi. Dorongan serta tekad diperlukan dalam mengerjakan segala sesuatu. Hal ini berkaitan dengan pribadi atau personalitas seseorang. Secara lebih umum, Dimyati, dkk. (2006:85) menyatakan motivasi penting bagi siswa dan guru. Bagi siswa motivasi memiliki peran sebagai berikut: 1) menyadarkan kedudukan pada awal belajar, proses, dan hasil akhir, 2) menginformasikan tentang kekuatan usaha belajar, yang dibandingkan dengan teman sebaya, 3) mengarahkan kegiatan belajar) membesarkan semangat belajar, 4) menyadarkan tentang adanya perjalanan belajar dan kemudian bekerja (disela-selanya adalah istirahat atau bermain) yang bersinambungan. Dari hal ini, dapat ditarik kesimpulan bahwa mempunyai motivasi yang lebih dalam menyimak akan membuat hasil simakan lebih berkualitas.

Jenis kelamin. Silverman dan Webb dalam H.G Tarigan (2008:112) menemukan fakta-fakta bahwa, gaya menyimak pria pada umumnya bersifat objektif, aktif, keras hati, analitik, rasional, keras kepala dan tidak mau mundur, menetralkan instrusif (bersifat mengganggu), berdikari/mandiri, sanggup mencukupi kebutuhan sendiri, dapat menguasai emosi.

Sedangkan gaya menyimak wanita cenderung lebih subjektif, pasif, ramah, difusif (menyebar) sensitif, mudah dipengaruhi, mudah mengalah, reseptif, bergantung, dan emosional.

Berikut akan disajikan tabel perbedaan sifat antara pria dan wanita dalam menyimak.

67

Tabel 2.1 Perbedaan Gaya Menyimak Pria dan Wanita

Lingkungan. Dalam hal ini, ada dua lingkunagn, yaitu a) Lingkungan Fisik, yaitu ruangan kelas yang merupakan suatu faktor penting dalam memotivasi kegiatan menyimak. Hal ini penting untuk menaruh perhatian pada masalah-masalah dan sarana-sarana akustik, agar para siswa dapat mendengar dan menyimak dengan baik tanpa ada ketegangan dan gangguan.

b) Lingkungan Sosial, dimana anak-anak yang mempunyai kesempatan untuk didengarkan akan lebih sigap lagi mendengarkan apabila seseorang mempunyai kesempatan untuk berbicara. Suasana yang mendorong anak-anak untuk mengalami, mengekspresikan, serta mengevaluasi ide-ide memang penting sekali diterapkan. Hal ini merupakan dasar bagi pengalaman-pengalaman dan kegiatan-kegiatan informal yang terencana dan yang lebih membutuhkan atau menuntut komunikasi.

No Perbedaan Gaya Menyimak

Pria Wanita

1 Objektif Subjektif

2 Aktif Pasif

3 Keras hati Simpatik

4 Analisis Difusif

5 Rasional Sensitif

6 Tidak mau mundur Mudah terpengaruh

7 Netral Cenderung memihak

8 Instrusif Mudah mengalah

9 Berdikari Reseptif

10 Swasembada Bergantung

11 Menguasai emosi Emosional

68

Peranan dalam masyarakat. Bahwa semakin penting peranan dalam masyarakat, maka kegiatan menyimak akan semakin sering dilakukan.

Berdasarkan apa yang dijabarkan di atas, maka ada dua faktor utama yang perlu dipahami dalam akitifitas menyimak, yaitu 1) faktor positif dan 2) faktor negatif. Faktor positif adalah semua hal yang dapat menyebabkan kelancaran dan menunjang aktifitas menyimak. Sementara faktor negatif adalah kebalikan dari faktor positif, yaitu semua hal yang mengganggu dalam menyimak.

Dalam dokumen MENYIMAK : Suatu Esensialitas Berbahasa (Halaman 63-69)

Dokumen terkait