• Tidak ada hasil yang ditemukan

Faktor yang mempengaruhi nilai perusahaan

Preposisi II: biaya modal saham akan meningkat dengan semakin

2.1.3 Faktor yang mempengaruhi nilai perusahaan

Nilai perusahaan merupakan aspek yang sangat penting karena dengan nilai perusahaan yang tinggi akan diikuti oleh tingginya kemakmuran pemegang saham (Brigham dan Houston,2004:294). Semakin tinggi harga saham semakin tinggi nilai perusahaan. Kekayaan pemegang saham dan perusahaan dipresentasikan oleh harga pasar saham yang merupakan

Universitas Sumatera Utara

24 cerminan dari keputusan investasi, pendanaan (financing), dan manajemen aset.

Menurut Wahyudi dan Pesesti (2006:2) nilai perusahaan akan tercermin dari harga sahamnya. Harga pasar dan saham perusahaan yang terbentuk antara pembeli dan penjual di saat terjadi transaksi disebut nilai pasar perusahaan, karena harga pasar saham dianggap cerminan dari nilai aset perusahaan sesungguhnya. Nilai perusahaan yang dibentuk melalui indikator nilai pasar saham sangat dipengaruhi oleh peluang-peluang investasi. Adanya peluang investasi dapat memberikan sinyal positif tentang pertumbuhan perusahaan dimasa yang akan datang, sehingga akan meningkatkan harga saham, dengan meningkatnya harga saham maka nilai perusahaan pun akan meningkat.

Nilai ini merupakan penghargaan masyarakat atas kinerja perusahaan dan prestasi yang diraih dalam melayani masyarakat atau para pemangku kepentingan. Bagi pemilik dan calon pemilik nilai perusahaan ini sangat diperhatikan karena menunjukan kemampuan perusahaan meningkatkan kesejahteraan pemiliknya. Nilai perusahaan tercermin dalam nilai pasar dari suatu ekuitas perusahaan dan nilai pasar hutang. Peluang investasi di masa mendatang juga akan mendorong kenaikan nilai perusahaan. Peluang investasi membutuhkan tambahan dana, sehingga keputusan perusahaan untuk menambah modal dalam bentuk saham baru dan atau hutang akan meningkatkan nilai perusahaan.

Universitas Sumatera Utara

25 Fakta empiris di pasar modal Indonesia menunjukkan bahwa keputusan pendanaan, kebijakan dividen, keputusan investasi, pertumbuhan perusahaan, dan ukuran perusahaan memiliki pengaruh terhadap pergerakan nilai perusahaan. Dapat dikatakan bahwa semakin tinggi harga ekuitas dan hutang maka semakin tinggi nilai perusahaan, demikian juga sebaliknya. Tidak ada nilai perusahaan yang sama, setiap investor mempunyai cara pandang yang berbeda dalam merespon informasi-informasi terkait dengan kinerja perusahaan ataupun perubahan kondisi perekonomian. Banyak cara yang dapat digunakan untuk menilai perusahaan, antara lain: Price Earnings Ratio (PER), Price to Book Value (PBV), Market to Book Value (MBV), Free Cash Flow (FCF), Price to Cash Flow Ratio (PCF), Tobin’s Q.

PER adalah fungsi dari perubahan kemampuan laba yang diharapkan di masa yang akan datang. Semakin besar PER, maka semakin besar pula kemungkinan perusahaan untuk tumbuh sehingga dapat meningkatkan nilai perusahaan. PER yaitu rasio yang mengukur apresiasi masyarakat atas kinerja perusahaan dalam menghasilkan keuntungan bagi pemilik perusahaan. Nilai PER berfluktuasi seirama dengan kemampuan perusahaan menciptakan keuntungan bagi pemegang saham. Investor ataupun analis perlu memperhatikan dan memahami karakter faktor-faktor yang mempengaruhi pergerakan nilai PER.

Universitas Sumatera Utara

26 Secara umum faktor-faktor yang mempengaruhi PER adalah:

 Pertumbuhan Laba.

Petumbuhan laba memiliki pengaruh positif terhadap nilai PER.

Semakin tinggi pertumbuhan laba semakin tinggi nilai PER, demikian juga sebaliknya. Laba perusahaan yang tumbuh tinggi menunjukan potensi keuntungan yang lebih besar di masa yang akan datang. Laba perusahaan yang tinggi menunjukkan perusahaan mengelola bisnisnya dengan efisien. Perusahaan yang mampu menghasilkan profitabilitas yang tinggi dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat, sehingga mereka berani berinvestasi pada perusahaan tersebut. Saham dari perusahaan yang memiliki tingkat profitabilitas dan pertumbuhan laba yang tinggi akan lebih diminati investor sehingga mendorong peningkatan harga sahamya yang lebih besar.

 Dividend Payout Ratio (DPR).

Nilai DPR memiliki pengaruh positif terhadap nilai PER. Seperti pertumbuhan laba, maka semakin tinggi nilai DPR semakin tinggi nilai PER nya. Kemampuan perusahaan membayarkan keuntungan bagi pemegang saham akan meningkatkan kesejahteraan pemegang saham. Kondisi ini memberikan sinyal kepada para investor bahwa perusahaan mampu mempertahankan DPR dalam jangka panjang. Sinyal ini akan direspon positif oleh pasar dan mendorong harga saham naik lebih tinggi lagi. Terlebih bagi para investor yang mengejar pertumbuhan

Universitas Sumatera Utara

27 tinggi, mereka akan berupaya maksimal untuk mendapatkan saham dengan karakter pertumbuhan dividen yang tinggi.

 Required Rate of Return (ROR atau r)

Nilai ROR merupakan tingkat keuntungan yang dianggap layak bagi investor atau tingkat keuntungan yang disyaratkan. Jika keuntungan yang diinginkan investor lebih besar dari tingkat keuntungan yang mampu diberikan oleh perusahaan, maka investor akan menjual saham tersebut. Situasi ini akan mendorong penurunan harga saham lebih jauh, demikan juga sebaliknya. Sehingga nilai ROR memiliki pengaruh negatif terhadap nilai PER, namun pengaruhnya tidak langsung. Semakin tinggi nilai ROR dibandingkan kemampuan perusahaan, maka semakin rendah nilai PER.

Pada kenyataannya ketiga faktor tersebut bersifat dinamis, ketiga faktor berfluktuasi sebagai respon atas perubahaan kondisi perekonomian secara umum. Untuk itu para investor harus senantiasa memonitor investasinya.

Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi nilai perusahaan berdasarkan penelitian yang telah dilakukan sebelumnya, yaitu:

a. Profitabilitas

Profitabilitas suatu perusahaan menunjukkan perbandingan antara laba dengan aktiva atau modal yang menghasilkan laba tersebut. Dengan kata lain, profitabilitas adalah kemampuan suatu perusahaan untuk

Universitas Sumatera Utara

28 mencapai laba. Menurut G. Sugiyarso dan F. Winarni (2005:118) profitabilitas adalah kemampuan perusahaan memperoleh laba dalam hubungan dengan penjualan total aktiva maupun modal sendiri. Dari definisi ini terlihat jelas bahwa sasaran yang akan dicari adalah laba perusahaan.

Profitabilitas yang digunakan sebagai kriteria penilaian hasil operasi perusahaan mempunyai manfaat yang sangat penting sebagai berikut :

a. Analisis kemampuan menghasilkan laba ditujukan untuk mendeteksi penyebab timbulnya laba atau rugi yang dihasilkan oleh suatu objek informasi dalam periode akuntansi tertentu.

b. Profitabilitas dapat dimanfaatkan untuk menggambarkan kriteria yang sangat diperlukan dalam menilai sukses suatu perusahaan dalam hal kapabilitas dan motivasi dari manajemen.

c. Profitabilitas merupakan suatu alat untuk membuat proyeksi laba perusahaan karena menggambarkan korelasi antara laba dan jumlah modal yang ditanamkan.

d. Profitabilitas merupakan suatu alat pengendalian bagi manajemen, profitabilitas dapat dimanfaatkan oleh pihak intern untuk menyusun target, budget, koordinasi, evaluasi hasil pelaksanaan operasi perusahaan dan dasar pengambilan keputusan.

Universitas Sumatera Utara

29 b. Kebijakan Hutang

Kebijakan hutang merupakan kebijakan perusahaan tentang seberapa jauh sebuah perusahaan menggunakan pendanaan hutang. DER (Debt to Equity ratio) merupakan suatu ukuran kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajibannya yang melibatkan modal sendiri, hutang jangka pendek dan hutang jangka panjang dalam struktur permodalan perusahaan. Hutang adalah semua kewajiban keuangan perusahaan kepada pihak lain yang belum terpenuhi, di mana hutang merupakan sumber dana atau modal perusahaan yang berasal dari kreditor (Munawir, 2001: 18).

Modal adalah hak atau bagian yang dimiliki oleh pemilik Perusahaan yang ditunjukkan dalam pos modal (modal saham), surplus dan laba yang ditahan atau kelebihan nilai aktiva yang dimiliki oleh perusahaan terhadap seluruh hutangnya (Munawir, 2001: 19). Dalam praktek kadang-kadang tampak adanya suatu klasifikasi di dalam neraca yang pada umumnya membingungkan pembaca (sulit untuk ditafsirkan) dengan nama reserve (cadangan). Seharusnya cadangan diklasifikasikan sesuai dengan klasifikasi neraca yaitu aktiva, hutang dan milik sendiri (modal) sehingga cadangan pada prinsipnya juga terdiri dan tiga golongan yaitu:

a. Cadangan sebagai pengurang aktiva (reserve that offseting assets) Misalnya cadangan penyusutan (reserve for depreciation), cadangan ini merupakan pengurangan terhadap aktiva yang disusut,

Universitas Sumatera Utara

30 sehingga dalam neraca nampak di sebelah debet mengurangi aktiva yang bersangkutan. Cadangan penyusutan itu akan lebih tepat bila diberi nama lain yaitu akumulasi penyusutan, atau akumulasi depresiasi (Munawir, 2001:20).

b. Cadangan sebagai hutang (liability reserve)

Misalnya reserve for taxes (cadangan untuk pajak) merupakan suatu hutang yang dicatat sebagai cadangan, ini tidak benar, seharusnya cadangan untuk pajak ini dimasukkan dalam hutang lancar (current liability), yaitu Hutang Pajak atau Taksiran Hutang Pajak.

c. Cadangan yang merupakan surplus, yang benar-benar merupakan hak para pemilik perusahaan, misalnya cadangan untuk ekspansi adalah merupakan pemisahan sebagian dari laba yang ditahan (retained earning) dan dalam neraca masuk dalam klasifikasi modal (appropriated surplus).

c. Kebijakan dividen

Pembayaran dividen merupakan besarnya laba yang dibagikan kepada pemegang saham pada akhir tahun yang juga akan mencerminkan laba yang akan ditanamkan pada laba ditahan akhir tahun. Dividen merupakan nilai pendapatan bersih perusahaan setelah pajak dikurangi dengan laba ditahan (retained earnings) yang ditahan sebagai cadangan perusahaan (Ang,1997:69). Menurut Hanafi (2004:361), dividen merupakan kompensasi yang diterima oleh

Universitas Sumatera Utara

31 pemegang saham, disamping capital gain.

Dividen ini untuk dibagikan kepada para pemegang saham sebagai keuntungan dari laba perusahaan. Dividen ditentukan berdasarkan dalam rapat umum anggota pemegang saham dan jenis pembayarannya tergantung kepada kebijakan pimpinan. Sudut pandang lainya yaitu sebagai suatu keputusan kesejahteraan maksimum dengan pendekatan ini perusahaan mengakui bahwa pembayaran dividen mempunyai pengaruh terhadap harga pasar saham biasa. Perusahaan harus memaksimumkan rasa kesejahteraan dengan mendeklarasikan dividen yang cukup untuk memenuhi harapan investor dan pemegang saham. Kebijakan dividen yang optimal adalah kebijakan yang menciptakan keseimbangan diantara dividen saat ini dan pertumbuhan di masa mendatang sehingga memaksimumkan harga saham.

Adapun beberapa jenis kebijakan dividen yang dinyatakan oleh Brigham dan Houston (2001:115), yaitu sebagai berikut:

 Kebijakan dividen yang stabil jumlah dividen per lembar yang dibayarkan setiap tahunnya relatif tetap selama jangka waktu tertentu meskipun pendapatan per lembar saham pertahunnya berfluktuasi.

 Kebijakan dividen dengan penetapan jumlah dividen minimal plus jumlah ekstra tertentu. Kebijakan ini menetapkan jumlah rupiah minimal dividen per lembar saham tiap tahunnya.

Dalam keadaan keuangan yang lebih baik perusahaan akan membayarkan dividen ekstra diatas jumlah minimal tersebut.

 Kebijakan dividen dengan penetapan dividend payout ratio yang konstan. Kebijakan ini membayarkan dividen berdasarkan persentase tertentu dari laba. Ini berarti bahwa jumlah dividen per lembar saham yang dibayarkan setiap tahunnya akan berfluktuasi sesuai dengan perkembangan keuntungan neto yang diperoleh setiap tahunnya.

Universitas Sumatera Utara

32

 Kebijakan dividen fleksibel. Pembayaran besarnya dividen setiap tahunnya disesuaikan dengan posisi financial dan kebijakan financial perusahaan tersebut.

 Kebijakan dividen yang optimal. Kebijakan dividen yang optimal adalah kebijakan dividen yang menciptakan keseimbangan antara dividen saat ini dan pertumbuhan dimasa mendatang sehingga memaksimumkan harga saham perusahaan.

Menurut Brigham dan Houston (2001: 198) menyebutkan terdapat tiga teori mengenai kebijakan dividen yaitu:

a. Dividen irrelevance-theory

Dividen irrelevance-theory adalah suatu teori yang menyatakan bahwa kebijakan dividen perusahaan tidak mempunyai pengaruh baik terhadap nilai perusahaan maupun biaya modalnya. Teori ini mengikuti pendapat Moldigliani dan Miller yang menyatakan bahwa nilai perusahaan tidak ditentukan oleh besar kecilnya dividend payout ratio.Tetapi ditentukan laba bersih sebelum pajak (EBIT) dan risiko bisnis dengan demikian dividen tidak relevan untuk dipersoalkan.

b. Bird in the hand-Theory

Bird in the hand-Theory diungkapkan oleh Gordon dan Lintner menyatakan bahwa biaya modal sendiri akan naik jika dividen payout ratio rendah. Hal ini dikarenakan investor lebih suka menerima dividen daripada capital gain.

c. Teed “Signaling Hypotesis”

Terdapat bukti empiris bahwa jika ada kenaikan dividen sering diikuti dengan kenaikan harga saham, sebaliknya penurunan dividen pada umumnya menyebabkan harga saham turun. Fenomena ini dapat dianggap sebagai bukti bahwa investor lebih menyukai dividen dari pada capital gain.

Moldigliani dan Miller berpendapat bahwa suatu kenaikan dividen merupakan suatu sinyal kepada investor bahwa menajemen perusahaan merupakan suatu penghasilan yang baik dimasa akan datang.

Kebijakan dividen sering dianggap sebagai signal bagi investor dalam menilai baik buruknya perusahaan, hal ini disebabkan karena kebijakan dividen dapat membawa pengaruh terhadap harga saham

Universitas Sumatera Utara

33 perusahaan. Terdapat beberapa pandangan mengenai pengaruh kebijakan dividen terhadap nilai perusahaan, yaitu sebagai berikut:

 Kebijakan dividen tak relevan

Pandangan ini berasumsi bahwa tidak ada hubungan antara kebijakan dividen dan nilai perusahaan. Seperti yang dijelaskan oleh Brigham dan Houston (2007:480) dividend irrelevance theory is a firm’s dividend policy has no effect on either its value or its cost of capital.

Miller dan Modligiani menjelaskan bahwa berdasarkan keputusan investasi perusahaan rasio pembayaran dividen hanyalah rincian dan tidak mempengaruhi kesejahteraan pemegang saham. Nilai perusahaan ditentukan hanya oleh kemampuan menghasilkan laba dari aset-aset perusahaan atau kebijakan investasinya, dan cara aliran laba dipecah antara dividen dan laba ditahan tidak mempengaruhi nilai ini.

 Kebijakan dividen yang relevan

Gordon dan Lintner (2006:67) mengatakan dividend is more capable than capital gain, disebut juga dengan teori bird in the hand, yaitu kepercayaan bahwa pendapatan dividen memiliki nilai lebih tinggi bagi investor daripada capital gain, teori ini mengasumsikan bahwa dividen lebih pasti daripada pendapatan modal.

 Efek informasi (information content or signaling hypothesis)

Signal is an action taken by a firm’s management that provides clues to investors about how management views the firm’s prospects (Fred J Weston dan Eugene F Brigham, 2005:385). Sedangkan

Universitas Sumatera Utara

34 pengertian information content adalah teori yang menyatakan bahwa investor menganggap perubahan dividen sebagai pertanda bagi perkiraan manajemen atas laba. Information assymetry merupakan perbedaan kemampuan mengakses informasi antara manajemen dan investor yang bisa mengakibatkan harga saham lebih rendah daripada yang akan terjadi pada kondisi pasti.

 Clientele effect

Clientele effect adalah kecenderungan perusahaan untuk menarik jenis investor yang menyukai kebijakan dividennya. Argumen Miller dan Modligiani menyatakan bahwa suatu perusahaan menetapkan kebijakan pembagian dividen khusus, yang selanjutnya menarik sekumpulan peminat atau clientele yang terdiri dari para investor yang menyukai kebijakan dividen khusus tersebut.

Universitas Sumatera Utara

35 2.2 Penelitian Terdahulu

Penelitian terdahulu adalah ilmu yang dalam cara berpikir menghasilkan kesimpulan berupa ilmu pengetahuan yang dapat diandalkan, dalam proses berpikir menurut langkah-langkah tertentu yang logis dan didukung oleh fakta empiris. Penelitian terdahulu yang berhubungan dengan penelitian ini adalah:

Tabel 2.1

Ringkasan Penelitian Terdahulu yang Berkaitan dengan Nilai Perusahaan

Tahun Nama

Peneliti

Variabel Penelitian

Hasil Penelitian 2012 Mardiyati, dkk Independen:

Kebijakan

Hasil penelitian menunjukkan kebijakan dividen yang diproksikan dengan variabel Dividend payout ratio (DPR) secara parsial memiliki pengaruh yang tidak signifikan terhadap nilai perusahaan manufaktur yang diproksikan dengan PBV, kebijakan hutang berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap nilai perusahaan, serta profitabilitas memiliki pengaruh yang positif signifikan terhadap nilai perusahaan.

Hasil penelitian menunjukkan keputusan investasi dan keputusan pendanaan mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan sedangkan kebijakan dividen mempunyai pengaruh yang negatif dan tidak signifikan terhadap nilai perusahaan.

2013 Yustitianingrum Independen:

Kebijakan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa dividen dan profitabilitas tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan sedangkan kebijakan hutang dan ukuran perusahaan berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan.

2014 Hemastuti Independen : Profitabilitas,

Hasil penelitian menunjukkan bahwa 2 variabel berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan, yang meliputi profitabilitas dan keputusan investasi. Sedangkan 3 variabel tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan, yang meliputi kebijakan dividen, kebijakan hutang, dan kepemilikan insider.

Universitas Sumatera Utara

36 2.2.1 Review Penelitian Terdahulu

Penelitian Mardiyati, dkk (2012) bertujuan untuk menguji pengaruh kebijakan dividen, kebijakan hutang, dan profitabilitas terhadap nilai perusahaan. Populasi penelitian yaitu perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2005-2010. Pengumpulan data menggunakan

Dependen : Nilai perusahaan 2014 Abukosim, dkk Independen:

Kebijakan

Hasil penelitian menunjukkan kebijakan dividen dan profitabilitas mempunyai pengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan sedangkan kebijakan hutang tidak mempunyai pengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa profitabilitas, likuiditas, dan pendapatan modal mempunyai pengaruh positif yang signifikan sementara kesempatan pertumbuhan mempunyai pengaruh yang negative dan tidak signifikan dengan pembayaran dividen. Melalui mediator (pembayaran dividen) profitabilitas, pendapatan modal, dan kesempatan pertumbuhan mempunyai pengaruh yang positif dan tidak signifikan sementara likuidasi mempunyai pengaruh positif yang signifkan terhadap kapitalisasi pasar.

2015 Mursalim, dkk Independen:

Keputusan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa keputusan investasi, inovasi, dan struktur modal mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap profitabilitas dan nilai perusahaan, kebijakan dividen mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap profitabilitas tetapi tidak mempunyai pengaruh terhadap nilai perusahaan, dan profitabilitas mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan.

2016 Sarita, dkk Independen:

Profitabilitas Dependen:

Nilai perusahaan

Hasil analisis data membuktikan bahwa profitabilitas mempunyai pengaruh terhadap nilai perusahaan karena nilai merupakan hasil atas pencapaian keuntungan untuk pembayaran dividen sehingga harga saham akan meningkat karena perusahaan menunjukkan sinyal positif terhadap pembayaran dividen.

Universitas Sumatera Utara

37 metode purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 78 sampel.

Penelitian ini diuji dengan menggunakan aplikasi SPSS. Penelitian ini menggunakan metode ordinary least square. Hasil penelitian menunjukkan kebijakan dividen yang diproksikan dengan variabel Dividend payout ratio (DPR) secara parsial memiliki pengaruh yang tidak signifikan terhadap nilai perusahaan manufaktur yang diproksikan dengan PBV, kebijakan hutang berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap nilai perusahaan, serta profitabilitas memiliki pengaruh yang positif signifikan terhadap nilai perusahaan.

Penelitian Afzal dan Rohman (2012) bertujuan untuk menganalisis pengaruh investasi, keputusan pendanaan, dan kebijakan dividen pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Sampel penelitian terdiri atas 25 perusahaan manufaktur yang memenuhi kriteria.

Penelitian ini menggunakan uji Ordinary Least Square (OLS). Hasil penelitian menunjukkan keputusan investasi dan keputusan pendanaan mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan sedangkan kebijakan dividen mempunyai pengaruh yang negatif dan tidak signifikan terhadap nilai perusahaan.

Penelitian Yustitianingrum (2013) bertujuan untuk mengetahui pengaruh deviden, kebijakan hutang, profitabilitas, dan ukuran perusahaan terhadap nilai perusahaan pada perusahaan manufaktur di BEI. Populasi dalam peneitian ini adalah seluruh perusahaan manufaktur yang go public di BEI tahun 2010-2011yang berjumlah 147 perusahaan. Sampel yang digunakan 15 perusahaan

Universitas Sumatera Utara

38 yang diambil secara purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dividen dan profitabilitas tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan sedangkan kebijakan hutang dan ukuran perusahaan berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan.

Penelitian Hemastuti (2014) bertujuan untuk menguji pengaruh profitabilitas, kebijakan dividen, kebijakan hutang, keputusan investasi, dan kepemilikan insider terhadap nilai perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2009-2012. Sampel penelitian yaitu 31 laporan tahunan perusahaan dari 10 Perusahaan dengan metode purposive sampling.

Uji yang digunakan yaitu analisis regresi linear berganda dengan menggunakan SPSS versi 20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profitabilitas dan keputusan investasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan, sedangkan kebijakan dividen, kebijakan hutang, dan kepemilikan insider tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan.

Penelitian Abukosim, dkk (2014) bertujuan untuk menguji pengaruh kebijakan dividen, kebijakan hutang, dan profitabilitas terhadap nilai perusahaan. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder, yaitu laporan keuangan perusahaan pertambangan go public selama 5 tahun periode 2009-2013, khususnya yang terdaftar dalam bursa efek Indonesia. Metode sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode purposive sampling. Sampel yang memenuhi kriteria dalam penelitian

Universitas Sumatera Utara

39 ini sebanyak 8 perusahaan pertambangan. Metode pengolahan data yang digunakan adalah analisis deskriptif, uji asumsi klasik, analisis regresi berganda, uji koefisien determinasi, uji F, dan uji t. Hasil penelitian menunjukan bahwa kebijakan dividen dan profitabilitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan. Sedangkan untuk kebijakan utang tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap nilai perusahaan. Secara simultan, variabel DPR, DER, dan ROE berpengaruh signifikan terhadap PBV.

Untuk menguji koefisien determinasi, nilai adjusted R2 adalah 0,710, yang berarti bahwa kombinasi variabel independen mampu menjelaskan variabel dependen sebesar 71%. Sementara 29% sisanya dijelakan oleh faktor-faktor lain di luar model penelitian.

Penelitian Malik dan Maqsood (2015) bertujuan untuk menguji pengaruh perubahan kebijakan dividen terhadap nilai perusahaan semen Pakistan yang terdaftar di Karachi Stock Exchange. Populasi penelitan yaitu 36 perusahaan dengan pengolahan data menggunakan E-views. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profitabilitas, likuiditas, dan pendapatan modal mempunyai pengaruh positif yang signifikan sementara kesempatan pertumbuhan mempunyai pengaruh yang negatif dan tidak signifikan dengan pembayaran dividen.

Melalui mediator (pembayaran dividen) profitabilitas, pendapatan modal, dan kesempatan pertumbuhan mempunyai pengaruh yang positif dan tidak signifikan sementara likuidasi mempunyai pengaruh positif yang signifkan terhadap kapitalisasi pasar.

Universitas Sumatera Utara

40 Penelitian Mursalim, dkk (2015) bertujuan menjelaskan hubungan antara keputusan keuangan, inovasi, profitabilitas, dan nilai perusahaan. Metode penelitian yaitu metode kausal dengan menggunakan data sekunder selama periode lima tahun. Data bersumber dari Indonesian Capital Market Directory (ICMD) dan website dari 22 perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keputusan investasi, inovasi, dan struktur modal mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap profitabilitas dan nilai perusahaan, kebijakan dividen mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap profitabilitas tetapi tidak mempunyai pengaruh terhadap nilai perusahaan, dan profitabilitas mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan.

Penelitian Sarita, dkk (2016) bertujuan untuk menganalisis dan menjelaskan pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan. Data yang digunakan dalam penelitian merupakan data sekunder. Populasi dari penelitian yaitu perusahaan industri selama enam tahun periode dari 2009-2014. Analisis yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda dengan menggunakan aplikasi SmartPLS 2.0. Hasil penelitian membuktikan bahwa profitabilitas mempunyai pengaruh terhadap nilai perusahaan karena nilai perusahaan

Penelitian Sarita, dkk (2016) bertujuan untuk menganalisis dan menjelaskan pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan. Data yang digunakan dalam penelitian merupakan data sekunder. Populasi dari penelitian yaitu perusahaan industri selama enam tahun periode dari 2009-2014. Analisis yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda dengan menggunakan aplikasi SmartPLS 2.0. Hasil penelitian membuktikan bahwa profitabilitas mempunyai pengaruh terhadap nilai perusahaan karena nilai perusahaan

Dokumen terkait