BOGOR
2013124
DAFTAR PUSTAKA
Agung IGAMS. 2009. Adaptasi berbagai varietas jagung dengan densitas berbeda pada akhir musim hujan di Jimbaran Kabupaten Badung. Jurnal Bumi Lestari 9(2): 201-210.
Ali F. 2005. Analisis Tingkat Pendapatan dan Kepuasan Petani Terhadap Pelaksanaan Kemitraan Jagung Manis di Kecamatan Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat [skripsi]. Bogor: Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor.
Anonim. 1992. Sweet Corn-Baby Corn. Jakarta: Panebar Swadaya.
Aqil M, Firmansyah IU, Suarni. 2008. Inovasi teknologi prapanen menunjang peningkatan produktivitas jagung. Di dalam Inovasi Teknologi Tanaman Pangan, Buku 3: Penelitian dan Pengembangan Palawija. Prosiding Simposium V Tanaman Pangan. Bogor: Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan. Hlm 857-874.
Ariani M. 2006. Diversivikasi konsumsi pangan di Indonesia: antara harapan dan kenyataan. Di dalam Diversifikasi Usahatani dan Konsumsi: Suatu Alternatif Peningkatan Kesejahteraan Rumah Tangga Petani. Bogor: Pusat Analisis Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian.
Asche F, Tveteras R. 1999. Modeling production risk with a two-step prosedure.
Journal of Agricultural and Resource Economics 24(2):424-439.
[BPS] Badan Pusat Statistik. 2011. Perkembangan Beberapa Indikator Utama Sosial-Ekonomi Indonesia. Jakarta:BPS.
. 2012. Laporan Bulanan Data Sosial Ekonomi. Jakarta: BPS.
[BPS] Badan Pusat Statistik Kabupaten Bogor. 2011. Kecamatan Tenjolaya dalam Angka. Bogor: BPS Kabupaten Bogor.
[BPS] Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Barat. 2012. Jawa Barat Dalam Angka 2012. Bandung: BPS Provinsi Jawa Barat.
Darmawi H. 2006. Manajemen Risiko. Jakarta: Bumi Aksara.
[Deptan] Departemen Pertanian. 2005. Prospek dan Arah Pengembangan Agribisnis Jagung. Jakarta: Departemen Pertanian.
Desa Gunung Malang. 2010. Data Profil Desa dan Kelurahan. Bogor: Desa Gunung Malang.
125 Dinas Pertanian Kabupaten Bogor. 2010. Monografi Pertanian dan Kehutanan
Kabupaten Bogor Tahun 2010. Bogor: Dinas Pertanian Kabupaten Bogor.
Dinas Pertanian Kabupaten Bogor. 2011. Monografi Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bogor Tahun 2011. Bogor: Dinas Pertanian Kabupaten Bogor. Ellis F. 1993. Peasant Economics: Farm Households and Agrarian Development.
2nd ed. New York: Cambridge University.
Fageria NK. 1942. The Use of Nutrients in Crop Plants. New York : CRC Press Fariyanti A, Kuntjoro, Hartoyo S, Daryanto A. 2007. Perilaku ekonomi rumah
tangga petani sayur pada kondisi risiko produksi dan harga di Kecamatan Pengalengan Kabupaaten Bandung. Jurnal Agro Ekonomi 25 (2):178-206. Fitriani F. 2009. Hama dan penyakit jagung manis (Zea mays saccharata Sturt) di
Desa Benteng, Cibanteng, dan Nagrog, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor [skripsi]. Bogor: Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor.
Fufa B, Hassan RM. 2003. Stochastic maize production technology and production risk analysis in Dadar District, East Ethiopia. Journal of Agricultural Economics 42(2):116-128.
Gujarati DN. 2007. Dasar-Dasar Ekonometrika. Jilid 2. Jakarta: Erlangga.
Gujarati DN, Porter DC. 2010. Essentials of Econometrics. 4th ed. New York: McGraw-Hill.
Hanafie R. 2010. Pengantar Ekonomi Pertanian. Yogyakarta: ANDI.
Harwood J, Heifner R, Coble K, Perry J, Somwaru A. 1999. Managing Risk in Farming: Concepts, Research, and Analysis. U.S: Economic Research Service.
Kountur R. 2006. Manajemen Risiko. Jakarta: Abdi Tandur.
Kusmayadi. 2011. Budidaya jagung manis. http://www.deptan.go.id/bpsdm/bbpp- binuang/index.php?option=com_content&task=view&id=104&Itemid=1 Diakses 19 Maret 2012.
Ligeon C, Jolly C, Bencheva N, Delikostadinov S, Puppala N. 2008. Production risks in Bulgarian peanut production. Agricultural Economics Review
9(1):103-110.
Lipsey RG, Courant PN, Purvis DD, Steiner PO. 1995. Pengantar Mikroekonomi. Ed ke-10, Jilid 1. Wasana J, Kibrandoko, penerjemah; Jakarta: Binarupa Aksara.
126 Made U. 2010. Respon Berbagai Populasi Tanaman Jagung Manis (Zea mays saccharata Sturt.) Terhadap Pemberian Pupuk Urea. Jurnal Agroland 17 (2) : 138-143.
Nazir M. 2009. Metode Penelitian. Ghalia Indonesia.
Nuraeni N. 2007. Pengaruh Pembalikan Batang dan Pemberian Furadan Terhadap Produksi Ubi Jalar (Ipomea batatas) [skripsi]. Bogor: Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor.
Pratiwi MY. 2011. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Risiko Produksi Caisin (Brassica rapa cv. caisin) di Desa Citapen Kecamatan Ciawi Kabupaten Bogor [skripsi]. Bogor: Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor.
Puspitasari D. 2011. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Risiko Produksi Mentimun (Cucumis sativus L) di Desa Citapen Kecamatan Ciawi Kabupaten Bogor [skripsi]. Bogor: Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor.
Purwono, Hartono R. 2008. Bertanam Jagung Unggul. Jakarta: Penebar Swadaya. Purwoto A. 1993. Sikap petani terhadap risiko produksi padi dan faktor-faktor
yang mempengaruhinya. Jurnal Agro Ekonomi 12 (2):1-23.
Putra IWDD. 2011. Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan usahatani jagung manis di Desa Sukajadi Kecamatan Taman Sari Kabupaten Bogor [skripsi]. Bogor: Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor.
Robison LJ, Barry PJ. 1987. Th C mp t t v F m’s R sp s t R sk. New York: Macmillan Publishing Company.
Rubatzky VE, Yamaguchi M. 1998. Sayuran Dunia 1. Bandung: ITB.
Rusastra IW, Napitupulu TA, Manikmas MOA, Kasim F. 2007. Kinerja dan prospek agribisnis palawija: penetapan ketahanan pangan dan pengentasan kemiskinan. Di dalam Pengembangan Agribisnis Berbasis Palawija di Indonesia: Peranannya dalam Peningkatan Ketahanan Pangan dan Pengentasan Kemiskinan. Prosiding Seminar Nasional; Bogor, 13 Juli 2006. Bogor: UNESCAP-CAPSA. Hlm 9-20.
Saefuddin A, Notodiputro KA, Alamudi A, Sadik K. 2009. Statistika Dasar. Jakarta: Gramedia.
127 Sari HP. 2012. Uji Daya Hasil 12 Hibrida Harapan Jagung Manis (Zea mays L.
var. saccharata) di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan [skripsi]. Bogor: Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor.
arono, a’ud , sai C. 2001. Corn production in Indonesia. Di dalam Park KJ, editor. Corn Production in Asia. Taiwan: Food and Fertilizer Technology Center. Hlm 35-54.
Setiyanto A. 2008. Analisis Efisiensi Produksi dan Pendapatan Usahatani Jagung (Studi Kasus di Desa Beketel, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati, Propinsi Jawa Tengah) [skripsi]. Bogor: Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor. Sirappa MP, Razak N. 2010. Peningkatan produktivitas jagung melalui pemberian
pupuk N,P,K dan pupuk kandang pada lahan kering di Maluku. Prosiding Pekan Serealia Nasional.
http://balitsereal.litbang.deptan.go.id/ind/images/stories/p36.pdf . [Diakses, 12 Oktober 2012].
Soekartawi. 2002a. Prinsip Dasar Ekonomi Pertanian: Teori dan Aplikasi. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
. 2002b. Analisis Usahatani. Jakarta: UI-Press.
Soekartawi, Soeharjo A, Dillon JL, Hardaker JB. 2011. Ilmu Usahatani dan Penelitian untuk Pengembangan Petani Kecil. Jakarta: UI-Press.
Solihat I. 2005. Pengaruh Dosis Pupuk Majemuk NPK (15-15-15) dan Jarak Tanam Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Jagung Manis (Zea mays saccharata Sturt.) [skripsi]. Bogor: Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor.
Suratiyah K. 2009. Ilmu Usahatani. Jakarta: Penebar Swadaya
Suroso. 2006. Analisis Pendapatan dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Usahatani Jagung (Kasus Desa Ukisari, Kecamatan Grabag, Kabupaten Purworejo, Propinsi Jawa Tengah) [skripsi]. Bogor: Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor.
Sutedjo MM. 1987. Pupuk dan Cara Pemupukan. Jakarta: Rineka Cipta.
zymanek M., Niedziółka I., Dobrzański B. jr, Rybczyñski R. 2006. SweetCorn, Harvest and Technology Physical Properties and Quality. Lublin: Bohdan Dobrzański Institute of Agrophysics of Polish Academy of Sciences.
128 Wakman W. 2008. Pengendalian organisme pengganggu tanaman jagung ramah lingkungan. Di dalam Inovasi Teknologi Tanaman Pangan, Buku 3:
Penelitian dan Pengembangan Palawija. Prosiding Simposium V Tanaman
Pangan. Bogor: Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan. Hlm 837-842.
Widiyanti. 2000. Analisis Produksi dan Efisiensi Ekonomi Relatif Usahatani Jagung Manis (Kasus di Desa Titisan, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, Propinsi Jawa Barat) [skripsi]. Bogor: Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor.
Zubachtirodin, Margaretha SL, Pabbage MS. 2008. Pengelolaan tanaman jagung secara terpadu pada lahan sawah tadah hujan. Di dalam Inovasi Teknologi
Tanaman Pangan, Buku 3: Penelitian dan Pengembangan Palawija.
Prosiding Simposium V Tanaman Pangan. Bogor: Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan. Hlm 779-792.
Zuraida R. 2010. Usahatani padi dan jagung manis pada lahan tadah hujan untuk mendukung ketahanan pangan di Kalimantan Selatan (kasus di Kec. Landasan Ulin Kotamadya Banjar Baru). Prosiding Pekan Serealia Nasional. http://balitsereal.litbang.deptan.go.id/ind/images/stories/p77.pdf . [Diakses, 12 Oktober 2012].
1
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
RISIKO PRODUKSI JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata)
DI DESA GUNUNG MALANG KECAMATAN TENJOLAYA
KABUPATEN BOGOR
SKRIPSI
HARIS FATORI ALDILA H34080041
DEPARTEMEN AGRIBISNIS
FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
BOGOR
20132
RINGKASAN
HARIS FATORI ALDILA. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Risiko Produksi Jagung Manis (Zea mays saccharata) di Desa Gunung Malang Kecamatan Tenjolaya Kabupaten Bogor. Skripsi. Departemen Agribisnis, Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor (Di bawah bimbingan ANNA FARIYANTI).
Jagung merupakan salah satu tanaman pangan pokok yang dikonsumsi oleh sebagian besar penduduk selain beras, ubi kayu, ubi jalar, tales, dan sagu. Salah satu jenis jagung yang banyak dikonsumsi adalah jagung manis. Jagung manis banyak dikonsumsi karena memiliki rasa yang lebih manis dibandingkan dengan jagung biasa. Keunggulan dari jagung manis yaitu waktu panen yang singkat antara 60-70 hari, proses pasca panen mudah, dan harga jual jagung manis lebih tinggi daripada harga jagung pipilan. Desa Gunung Malang merupakan salah satu daerah Penghasil jagung manis terbesar di Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor. Petani di Desa Gunung Malang menghadapi adanya risiko produksi yang ditunjukkan dengan adanya fluktuasi produktivitas jagung manis. Selain itu, rata- rata produktivitas jagung manis yang dicapai petani (8,17 ton/ha) masih dibawah rata-rata produktivitas potensial yaitu 12-14 ton per hektar. Adanya risiko produksi diduga disebabkan oleh pengaruh alokasi penggunaan input produksi dan faktor eksternal yaitu musim. Adanya risiko produksi ini juga akan berpengaruh terhadap pendapatan usahatani jagung manis. Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah: (1) Menganalisis pengaruh faktor-faktor produksi dan faktor lingkungan terhadap risiko produksi yang dihadapi oleh petani jagung manis di Desa Gunung Malang. (2) Menganalisis pengaruh risiko produksi terhadap pendapatan usahatani petani jagung manis di Desa Gunung Malang.
Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni hingga Juli 2012. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 31 responden petani jagung manis di Desa Gunung Malang. Metode pengambilan sampel dilakukan dengan cara convinience sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara langsung dengan alat bantu kuisoner. Data dan informasi yang diperoleh dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Model yang digunakan adalah model Just and Pope dan analisis pendapatan usahatani serta menggunakan alat bantu kalkulator, Microsoft Excel
dan SPSS versi 17.
Berdasarkan hasil pendugaan parameter dapat dilihat bahwa peningkatan penggunan faktor produksi pupuk phonska dan pupuk TSP berpengaruh secara nyata terhadap peningkatan produktivitas jagung manis pada taraf nyata 20 persen. Sedangkan, peningkatan penggunaan pupuk kandang dan furadan secara nyata dapat menurunkan produktivitas jagung manis pada taraf nyata 20 persen. Faktor produksi benih, pupuk urea, pestisida cair, dan jumlah tenaga kerja tidak berpengaruh nyata terhadap produktivitas jagung manis. Penggunaan varietas benih non hawai secara nyata dapat meningkatkan produktivitas jagung manis pada taraf nyata 20 persen. Produktivitas jagung manis pada musim kemarau lebih kecil daripada musim hujan akan tetapi pengaruhnya tidak nyata.
3 Peningkatan penggunaan faktor produksi pupuk phonska dan furadan secara nyata dapat meningkatkan variance produktivitas (Risk Inducing Factor) pada taraf nyata 20 persen. Di lain sisi, peningkatan penggunaan pupuk TSP dan tenaga kerja secara nyata dapat menurunkan variance produktivitas (Risk Reducing Factor) pada taraf nyata 20 persen. Variabel benih, pupuk kandang, pupuk urea, dan pestisida cair tidak berpengaruh nyata terhadap variance
produktivitas. Risiko pada musim kemarau lebih besar daripada musim hujan. Hal ini dikarenakan pada musim kemarau banyak tanaman yang mengalami kekeringan dan serangan hama dan penyakit. Sementara itu, penggunaan benih varietas hawai dapat menurunkan risiko. Akan tetapi pengaruh musim dan varietas tidak berpengaruh nyata terhadap variance produktivitas.
Pendapatan usahatani jagung manis pada musim hujan lebih tinggi daripada pendapatan usahatani pada musim kemarau. Pengaruh sumber risiko musim menyebabkan perbedaan pendapatan tersebut. Pada musim kemarau tanaman jagung manis rawan terkena kekeringan sehingga dapat menurunkan produksi. Pendapatan usahatani jagung manis atas biaya tunai pada musim kemarau sebesar Rp 2.402.666,75, sedangkan pada musim hujan mencapai Rp 3.352.061,69. Pendapatan usahatani jagung manis atas biaya total pada musim kemarau sebesar Rp -514.584,44, sedangkan pada musim hujan sebesar Rp 1.396.129,95. Akan tetapi dengan menggunakan uji-T diperoleh hasil bahwa pendapatan usahatani pada kedua musim tidak berbeda nyata. Usahatani jagung manis pada musim kemarau lebih efisien daripada musim hujan karena nilai R/C atas biaya tunai maupun biaya total lebih besar dari satu.
4
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
RISIKO PRODUKSI JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata)
DI DESA GUNUNG MALANG KECAMATAN TENJOLAYA
KABUPATEN BOGOR
HARIS FATORI ALDILA H34080041
Skripsi ini merupakan salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada
Departemen Agribisnis
DEPARTEMEN AGRIBISNIS
FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
BOGOR
20135 Judul Skripsi : Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Risiko Produksi
Jagung Manis (Zea mays saccharata) di Desa Gunung Malang Kecamatan Tenjolaya Kabupaten Bogor Nama : Haris Fatori Aldila
NIM : H34080041
Menyetujui, Pembimbing
Dr. Ir. Anna Fariyanti, M.Si NIP. 19640921 199003 2001
Mengetahui,
Ketua Departemen Agribisnis Fakultas Ekonomi dan Manajemen
Institut Pertanian Bogor
Dr. Ir. Nunung Kusnadi, MS NIP. 19580908 198403 1002
6
PERNYATAAN
Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi saya yang berjudul ”Analisis Faktor-
Faktor yang Mempengaruhi Risiko Produksi Jagung Manis (Zea mays saccharata) di Desa Gunung Malang Kecamatan Tenjolaya Kabupaten Bogor” adalah karya sendiri dan belum diajukan dalam bentuk apapun kepada perguruan tinggi manapun. Sumber informasi yang berasal atau dikutip dari karya yang diterbitkan maupun tidak diterbitkan dari penulis lain telah disebutkan dalam teks dan dicantumkan dalam bentuk daftar pustaka di bagian akhir skripsi ini.
Bogor, Januari 2013
Haris Fatori Aldila H34080041
7
RIWAYAT HIDUP
Penulis dilahirkan di Madiun, 04 April 1990. Penulis adalah anak pertama dari dua bersaudara dari pasangan Bapak Heri Purwadi dan Ibunda Sri Hartini. Penulis menyelesaikan pendidikan dasar di SD Negeri Kresek 04, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun pada tahun 1997 hingga tahun 2002. Kemudian pada tahun yang sama penulis melanjutkan pendidikan di SLTP Negeri 1 Wungu, Kabupaten Madiun hingga tahun 2005. Pendidikan menengah atas diselesaikan pada tahun 2008 di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Kota Madiun.
Penulis diterima sebagai Mahasiswa Program Sarjana pada Program Studi Agribisnis di Departemen Agribisnis, Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor melalui jalur Undangan Seleksi Masuk IPB (USMI) pada tahun 2008. Selama mengikuti pendidikan, penulis tercatat sebagai pengurus Koperasi Mahasiswa IPB pada Departemen Usaha periode tahun 2008-2010. Selain itu penulis juga tercatat sebagai pengurus Himpunan Profesi Mahasiswa Peminat Agribisnis (HIPMA) pada Departemen Human Resources Development (HRD) periode tahun 2011-2012. Selain aktif di organisasi, penulis juga aktif mengikuti Pekan Kreativitas Mahasiswa (PKM) dalam bidang Kewirausahaan, Pengabdian Masyarakat, dan Penelitian.
8
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala berkat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul ” Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Risiko Produksi Jagung Manis (Zea mays saccharata) di Desa Gunung Malang Kecamatan Tenjolaya Kabupaten Bogor”. Penulisan skripsi ini dilakukan sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan Program Sarjana pada Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan faktor- faktor produksi terhadap produksi dan risiko produksi jagung manis. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan bagi para petani dan pihak terkait dalam mengatasi adanya risiko produksi yang dihadapi petani jagung manis serta dapat bermanfaat bagi semua pihak yang membutuhkan. Penulis menyadari masih terdapat kekurangan dalam penulisan skripsi ini. Penulis berharap semoga hasil penelitian ini dapat memberikan manfaat bagi pembaca dan penelitian selanjutnya.
Bogor, Januari 2013
9
UCAPAN TERIMA KASIH
Penyelesaian skripsi ini juga tidak terlepas dari bantuan berbagai pihak. Sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT, penulis ingin menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada :
1. Dr. Ir. Anna Fariyanti, MSi selaku dosen pembimbing skripsi atas waktu, bimbingan, arahan, dan kesabaran yang telah diberikan kepada penulis selama penyusunan skripsi ini.
2. Tintin Sarianti, SP, MM selaku dosen penguji utama pada sidang skripsi yang telah meluangkan waktu, memberikan saran dan kritik untuk perbaikan skripsi ini.
3. Eva Yolynda Aviny, SP, MM selaku dosen penguji komisi pendidikan Departemen Agribisnis pada sidang skripsi yang telah meluangkan waktu, memberikan saran dan kritik untuk perbaikan skripsi ini.
4. Dr. Ir. Nunung Kusnadi, MS yang telah menjadi pembimbing akademik dan seluruh dosen dan staf Departemen Agribisnis.
5. Kedua orangtua tercinta, yakni Bapak Heri Purwadi dan Ibunda Sri Hartini, serta adik Demas Cahya Pranata, dan keluarga besar tercinta untuk setiap dukungan, cinta kasih, dan doa yang selalu diberikan kepada penulis.
6. Para petani jagung manis di Desa Gunung Malang, Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor atas waktu dan informasi yang telah diberikan.
7. Kepala Desa Gunung Malang, Camat Tenjolaya, Dinas Pertanian Kab. Bogor, BP4K Kab. Bogor, BP3K Cibungbulang, BPS Kab. Bogor, Kementrian Pertanian dan BPS Pusat atas data dan informasi yang telah diberikan.
8. Syajaroh Duri selaku pembahas seminar yang telah bersedia memberikan saran dan kritik untuk perbaikan skripsi ini.
9. Teman-teman satu bimbingan Amelia dan Regina Pramesia atas semangat dan sharing selama penulisan skripsi ini.
10. Teman-teman seperjuangan Hairul, Muhammar Kadapi, Akbar Zaenal Mutaqin, Andi Facino, Andika Yuli Sutrisno, Diki More Sari, Arini Prihatin, Farisah Firas, Herawati, Nuniek Sudiningsih, Syifa Maulia, Nur Hutami Budiarti, Septianisa Rahmi, Fithria Rahmadhani, Iriana Wahyuningsih, Jayanti Mandasari, dan Listia Nur Isma, Linda Rosalina atas bantuan dan semangat serta doa yang telah diberikan.
10 11. Sahabat-sahabat terkasih dan teman-teman Agribisnis angkatan 45 atas semangat dan kebersamaan selama ini serta seluruh pihak yang tidak dapat disebutkan satu per satu, penulis ucapkan terima kasih atas bantuannya.
Bogor, Januari 2013
xi