IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.5 Analisis Pemasaran Pepaya
4.5.2 Farmer’s Share
menjual pepaya ke konsumen akhir pasar talang banjar dengan harga Rp.
9.000/Kg. Jumlah biaya pemasaran yang dikeluarkan oleh lembaga pada saluran II lebih besar dibandingkan dengan saluran I. Total biaya pada saluran II sebesar Rp.
2.161/Kg (Lampiran 19) dengan keuntungan yang didapat Rp. 3.589/Kg dan total margin Rp. 5.750/Kg.
Tabel 18. Perhitungan Farmer’s Share Pepaya Jenis Besi di Kabupaten Muaro Jambi Tahun 2022
Saluran Pemasaran
Harga Ditingkat Petani (Rp/kg)
Harga Ditingkat Konsumen Akhir
(Rp/kg)
Farmer’s Share (%)
I 3.533 8.333 42,39
II 3.250 9.500 34,21
Tabel 18 menunjukan bahwa saluran I papaya jenis besi memiliki jumlah farmer’s share terbesar yaitu 45,99%, sedangkan farmer’s share dengan persentase terendah yaitu saluran II dengan nilai 34,21%. Tinggi rendahnya farmer’s share dipengaruhi oleh adanya perbedaan harga dikarenakan fungsi-fungsi pemasaran yang dilakukan oleh lembaga pemasaran yang mana membutuhkan biaya serta keuntungan yang diambil oleh lembaga pemasaran.
Berdasarkan penjelasan tabel 18 menunjukan bahwa saluran I merupakan saluran yang memiliki nilai farmer’s share yang lebih tinggi dari pada saluranII. Hasil perhitungan farmer’s share pada setiap saluran pepaya jenis bangkok di Kabupaten Muaro Jambi dapat dilihat pada Tabel 19.
Tabel 19. Perhitungan Farmer’s Share Pepaya Jenis Bangkok di Kabupaten Muaro Jambi Tahun 2022
Saluran Pemasaran
Harga Ditingkat Petani (Rp/kg)
Harga Ditingkat Konsumen Akhir
(Rp/kg)
Farmer’s Share (%)
I 3.400 8.500 40
II 3.250 9.000 36,11
Tabel 19 menunjukan bahwa saluran I papaya jenis bangkok memiliki jumlah farmer’s share terbesar yaitu 40%, sedangkan farmer’s share dengan persentase terendah yaitu saluran II dengan nilai 36,11%. Tinggi rendahnya farmer’s share dipengaruhi oleh adanya perbedaan harga dikarenakan fungsi-fungsi pemasaran yang dilakukan oleh lembaga pemasaran yang mana membutuhkan biaya serta keuntungan yang diambil oleh lembaga pemasaran.
Serta terlalu jauh perbedaan harga dari petani ke konsumen akhir yang
menyebabkan farmer’s share yang diterima petani sedikit. Berdasarkan penjelasan tabel 19 menunjukan bahwa saluran I merupakan saluran yang memiliki nilai farmer’s share yang lebih tinggi dari pada saluranII.
4.5.2 Efisiensi Pemasaran
Indeks Efisiensi Teknis (IET) digunakan untuk menganalisis efisiensi pemasaran yang berhubungan dengan aspek fisik dalam kegiatan pemasaran.
Tujuan dari efisinsi teknis adalah untuk mengurangi biaya input agar pemasaran pepaya di Kabupaten Muaro Jambi semakin efisien. Untuk memperoleh efisiensi teknis maka dapat membandingkan jumlah biaya pemasaran dengan berat produk dan jarak tempuh yang dibawa dari lokasi pedagang perantara sampai ke konsumen akhir. Indeks Efisiensi Ekonomis (IEE) untuk menganalisis efisiensi pemasaran yang berhubungan dengan fungsi pemasaran dari segi keuntungan pada setiap saluran pemasaran. Untuk mendapatkan efisiensi ekonomis maka dapat membandingkan jumlah keuntungan dengan biaya yang dikeluarkan dalam proses pemasaran. Berdasarkan hasil penelitian efisiensi teknis dan ekonomis pepaya california pada setiap saluran di Kabupaten Muaro Jambi Tahun 2022 dapat dilihat pada Tabel 20.
Tabel 20. Indeks Efisiensi Teknis (IET) dan Indeks Efisiensi Ekonomis (IEE) pada Setiap Saluran Pemasaran Pepaya California di Kabupaten Muaro Jambi Tahun 2022
Keterangan Saluran Pemasaran
I II
Biaya Pemasaran (Rp/Kg) 735 2.386
Keuntungan Pemasaran (Rp/Kg) 5.931 5.839
Berat Akhir Produk (Kg) 552 1.369
Jarak Angkut (Km) 27,9 19,4
Indeks Efisiensi Teknis (IET) 0,04 0,08
Indeks Efisiensi Ekonomis (IEE) 8,06 2,44
Berdasarkan Tabel 20 menunjukan bahwa nilai IET pada saluran I untuk varietas california merupakan saluran yang memberikan nilai IET paling kecil dibandingkan dengan saluran lainnya dengan nilai 0,04 yang artinya setiap penambahan satu kilometer maka biaya yang diperlukan sebesar Rp. 0.04/Kg.
Sedangkan untuk nilai IEE yang paling besar adalah saluran I dengan nilai 8,06 yang artinya setiap pengeluaran satu rupiah akan mendapatkan keuntungan Rp.
8.06/Kg.
Besar kecilnya nilai Indeks Efisiensi Teknis (IET) pada saluran pemasaran dipengaruhi oleh biaya pemasaran yang dikeluarkan dan juga jarak angkut dari produsen hingga ke konsumen akhir. Semakin kecil nilai IET pada saluran pemasaran tersebut maka semakin efisien. Indeks Efisiensi Ekonomis (IEE) menggambarkan keuntungan yang didapat pada proses pemasaran yang dilakukan.
Semakin besar nilai IEE yang didapat oleh saluran tersebut maka menunjukan bahwa keuntungan pada saluran tersebut lebih besar dibandingkan dengan saluran lainnya.
Dalam saluran pemasaran II merupakan saluran yang paling tidak efisien kerena memiliki nilai IET paling besar dan nilai IEE paling kecil. Hal ini diakibatkan oleh jumlah biaya pemasaran yang digunakan paling besar dari pada saluran lainnya. Adanya beberapa biaya yang dikeluarkan oleh beberapa lembaga pemasaran yang terlibat. Dimana pada saluran II melibatkan dua lembaga pemasaran yaitu pedagang pengumpul dan pedagang pengecer yang pada setiap lembaga melakukan fungsi dan mengakibatkan biaya pemsaran yang berbeda pula. Berdasarkan hasil penelitian efisiensi teknis dan ekonomis pepaya bangkok pada setiap saluran di Kabupaten Muaro Jambi Tahun 2022 dapat dilihat pada Tabel 21.
Tabel 21. Indeks Efisiensi Teknis (IET) dan Indeks Efisiensi Ekonomis (IEE) pada Setiap Saluran Pemasaran Pepaya Bangkok di Kabupaten Muaro Jambi Tahun 2022
Keterangan Saluran Pemasaran
I II
Biaya Pemasaran (Rp/Kg) 765 2.161
Keuntungan Pemasaran (Rp/Kg) 4.335 3.589
Berat Akhir Produk (Kg) 222 128
Jarak Angkut (Km) 18 15
Indeks Efisiensi Teknis (IET) 0,19 1,12
Indeks Efisiensi Ekonomis (IEE) 5,66 1,66
Tabel 21 menunjukan bahwa nilai IET pada saluran I untuk varietas bangkok merupakan saluran yang memberikan nilai IET paling kecil dibandingkan dengan saluran lainnya dengan nilai 0,19 yang artinya setiap penambahan satu kilometer maka biaya yang diperlukan sebesar Rp. 0.19/Kg.
Sedangkan untuk nilai IEE yang paling besar adalah saluran I dengan nilai 5,66 yang artinya setiap pengeluaran satu rupiah akan mendapatkan keuntungan Rp.
5.66/Kg.
Dalam saluran pemasaran II merupakan saluran yang paling tidak efisien kerena memiliki nilai IET paling besar dan nilai IEE paling kecil. Hal ini diakibatkan oleh jumlah biaya pemasaran yang digunakan paling besar dari pada saluran lainnya. Adanya beberapa biaya yang dikeluarkan oleh beberapa lembaga pemasaran yang terlibat. Dimana pada saluran II melibatkan dua lembaga pemasaran yaitu pedagang pengumpul dan pedagang pengecer yang pada setiap lembaga melakukan fungsi dan mengakibatkan biaya pemsaran yang berbeda pula. Berdasarkan hasil penelitian efisiensi teknis dan ekonomis pepaya besi pada setiap saluran di Kabupaten Muaro Jambi Tahun 2022 dapat dilihat pada Tabel 22.
Tabel 22. Indeks Efisiensi Teknis (IET) dan Indeks Efisiensi Ekonomis (IEE) pada Setiap Saluran Pemasaran Pepaya Besi di Kabupaten Muaro Jambi Tahun 2022
Keterangan Saluran Pemasaran
I II
Biaya Pemasaran (Rp/Kg) 628 2.107
Keuntungan Pemasaran (Rp/Kg) 4.147 4.143
Berat Akhir Produk (Kg) 398 287
Jarak Angkut (Km) 19 18
Indeks Efisiensi Teknis (IET) 0,08 0,40
Indeks Efisiensi Ekonomis (IEE) 6,60 1,96
Tabel 22 menunjukan bahwa nilai IET pada saluran I untuk varietas besi merupakan saluran yang memberikan nilai IET paling kecil dibandingkan dengan saluran lainnya dengan nilai 0,08 yang artinya setiap penambahan satu kilometer maka biaya yang diperlukan sebesar Rp. 0.08/Kg. Sedangkan untuk nilai IEE
yang paling besar adalah saluran I dengan nilai 6,60 yang artinya setiap pengeluaran satu rupiah akan mendapatkan keuntungan Rp. 6.60/Kg.
Dari hasil perhitungan IET dan IEE yang dilakukan menunjukan bahwa saluran II merupakan saluran yang tidak efisien dikarenakan memiliki nilai IET tertinggi dan nilai IEE terendah. Hal ini diakibatkan karena besarnya biaya pemasaran yang dilakukan oleh lembaga pemasaran sehingga biaya yang dikeluarkan lebih besar dibandingkan dengan saluran lainnya. Pada saluran II terdapat dua lembaga pemasaran yaitu pedagang pengumpul dan pedagang pengecer yang menyebabkan biaya yang dikeluarkan semakin besar. Hasil perhitungan IET dan IEE pada semua jenis pepaya di Kabupaten Muaro Jambi menunjukan bahwa saluran I merupakan saluran yang lebih efisien dibandingkan dengan saluran lainnya karena dapat memberikan nilai IET yang lebih kecil dan nilai IEE yang lebih besar.
Dalam saluran pemasaran II merupakan saluran yang paling tidak efisien kerena memiliki nilai IET paling besar dan nilai IEE paling kecil. Hal ini diakibatkan oleh jumlah biaya pemasaran yang digunakan paling besar dari pada saluran lainnya. Adanya beberapa biaya yang dikeluarkan oleh beberapa lembaga pemasaran yang terlibat. Dimana pada saluran II melibatkan dua lembaga pemasaran yaitu pedagang pengumpul dan pedagang pengecer yang pada setiap lembaga melakukan fungsi dan mengakibatkan biaya pemsaran yang berbeda pula.
Hal ini sejalan dengan penelitian Achirudin (2020) dimana apabila nilai perhitungan yang dihasilkan secara Indeks Efisiensi Teknis (IET) nilainya lebih kecil dibandingkan dengan saluran lain maka saluran tersebut dikatakan efisien.
Sedangkan Indeks Efisiensi Ekonomis (IEE) dikatakan efisien jika nilai keuntungan terhadap biaya pemasaran lebih besar dari saluran pemasaran lainnya.
Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa saluran pemasaran I memberikan nilai IET yang lebih kecil dan nilai IEE yang lebih besar dibandingkan dengan saluran II untuk smeua jenis pepaya. Efisiensi pemasaran pepaya di Kabupaten Muaro Jambi dapat dilihat pada tabel 23.
Tabel 23. Efisiensi Pemasaran Pepaya pada Masing-masing Saluran Pemasaran di Kabupaten Muaro Jambi Tahun 2022
Keterangan Saluran Pemasaran
I II
Pepaya California
IET 0,04 0,08
IEE 8,06 2,44
Pepaya Bangkok
IET 0,19 1,12
IEE 5,66 1,66
Pepaya Besi
IET 0,08 0,40
IEE 6,60 1,96
Berdasarkan Tabel 23 dapat diketahui bahwa secara keseluruhan saluran yang efisien berdasarkan efisiensi teknis dan ekonomis pada pemasaran pepaya adalah saluran I dibandingkan dengan saluran II. Jika dilihat dari Indeks Efisiensi Teknis (IET) saluran I memberikan nilai perhitungan yang lebih kecil dibandingkan saluran II, hal ini menunjukan bahwa saluran I lebih efisien.
Apabila dilihat dari perhitungan Indeks Efisiensi Ekonomis (IEE) saluran I juga merupakan saluran yang memberikan nilai perhitungan paling besar dibandingkan saluran II. Analisis efisiensi teknis menggambarkan berapa biaya yang dikeluarkan dalam satuan jarak tempuh pada saat memasarkan pepaya hingga ke tangan konsumen akhir. Indeks Efisiensi Ekonomis (IEE) untuk menganalisis efisiensi pemasaran yang berhubungan dengan fungsi pemasaran dari segi keuntungan pada setiap saluran pemasaran.
4.6 Implikasi Hasil Penelitian
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui saluran pemasaran pepaya di Kabupaten Muaro Jambi sehingga terlihat efisien dan belum efisien di dalam kegiatan pemasaran yang selama ini terjadi. Produksi pepaya yang melimpah di Kabupaten Muaro Jambi membutuhkan pasar yang layak sehingga sesuai dengan apa yang diharapkan petani serta semua pihak yang terlibat dalam pemasaran pepaya.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui saluran mana yang lebih efisien jika dilihat dari Indeks Efisiensi Teknis (IET) dan Indeks Efisiensi Ekonomis
(IEE) pada pemasaran pepaya di Kabupaten Muaro Jambi. Dari hasil penelitian sehingga didapatkan hasil bahwa saluran pemasaran I memiliki nilai IET dan nilai IEE yang paling sesuai. Hasil penelitian menunjukan bahwa semakin banyak lembaga pemasaran yang terlibat dalam penyaluran produk ke tangan konsumen maka tingkat efisiensi pemasaran semakin rendah. Hal tersebut dikarenakan semakin banyak lembaga pemasaran yang terlibat maka akan semakin banyak biaya yang dikeluarkan, hal ini tentu berpengaruh pada margin pemasaran dan bagian yang diterima oleh petani. Selain itu harga pepaya yang berbeda juga berpengaruh untuk menentukan saluran yang lebih efisien. Jika dilihat dari segi harga, saluran I memberikan harga jual petani paling tinggi dibandingkan dengan saluran II.