III. METODE PENELITIAN
3.1 Ruang Lingkup Penelitian
penelitian ini. Data sekunder ini dapat diperoleh dari Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jambi, Badan Pusat Statistik Provinsi Jambi, dan Badan Penyuluh Pertanian.
3.3 Metode Penarikan Sampel
Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Sungai Gelam dan Kecamatan Kumpeh Ulu Kabupaten Muaro Jambi dikarenakan Kecamatan tersebut merupakan salah satu kecamatan dengan produksi dan produktivitas pepaya yang tinggi di Kabupaten Muaro Jambi. Desa yang dipilih adalah Desa Tangkit,dan Desa Kasang Lopak Alai, dengan pertimbangan bahwa desa tersebut merupakan sentra budidaya pepaya (Lampiran 2 dan 3).
Tabel 4. Jumlah Petani Pepaya di Kabupaten Muaro Jambi Tahun 2021
No. Kecamatan Desa Jumlah Petani
1. Kecamatan Sungai Gelam Desa Tangkit 8
2. Kecamatan Kumpeh Ulu Desa Kasang Lopak Alai 12
Jumlah 20
Sumber : Balai Penyuluh Pertanian Kabupaten Muaro Jambi (2022)
Jumlah populasi petani yang melakukan budidaya pepaya di Kecamatan Sungai Gelam dan Kecamatan Kumpeh Ulu sebanyak 20 orang petani yang terdiri dari 12 orang petani pepaya california, 5 orang petani pepaya besi dan 3 orang petani pepaya bangkok (Lampiran 4). Menurut Sugiyono (2017) jika populasi relative kecil maka semua anggota populasi dijadikan sampel. Populasi petani yang mengusahatanikan pepaya kurang dari 100 orang maka teknik yang digunakan pada penarikan sampel menggunakan metode sampling jenuh atau sensus. Penentuan sampel lembaga pemasaran di Kabupaten Muaro Jambi dengan menggunakan metode snowball sampling yaitu penelusuran saluran pemasaran pepaya yang ada di Kabupaten Muaro Jambi mulai dari produsen hingga konsumen akhir berdasarkan informasi yang diberikan oleh produsen. Pasar yang dituju oleh pedagang pengumpul dan pengecer adalah pasar talang banjar, pasar keluarga mayang, pasar andil, dan pasar hongkong.
3.4 Metode Analisis Data
Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan kuantitatif. Metode yang digunakan untuk mengetahui saluran pemasaran dan lembaga pemasaran pepaya di Kabupaten Muaro Jambi digunakan analisis deskriptif. Metode analisis deskriptif kuantitatif digunakan untuk menganalisis efisiensi saluran pemasaran pepaya yaitu analisis marjin pemasaran, farmer’s share dan analisis efisiensi teknis dan ekonomis.
1. Saluran Pemasaran
Analisis saluran pemasaran dilakukan untuk menjawab tujuan pertama dengan menelusuri saluran pemasaran pepaya di Kabupaten Muaro Jambi hingga ke konsumen akhir. Berdasarkan penelusuran tersebut dapat digambarkan saluran pemasaran pepaya, lembaga pemasaran yang terlibat dan fungsi-fungsi pemasaran yang dijalankan oleh para lembaga pemasaran di Kabupaten Muaro Jambi.
2. Margin Pemasaran
Menjawab tujuan kedua, digunakan analisis margin pemasaran untuk mengetahui besarnya biaya pemasaran, keuntungan pemasaran dan margin pemasaran di tingkat lembaga pemasaran dalam saluran pemasaran dilakukan dengan cara menghitung besarnya biaya, keuntungan dan margin pemasaran pada tiap lembaga pemasaran pada berbagai saluran pemasaran pepaya yang ada di Kabupaten Muaro Jambi. Secara matematis, margin pemasaran dapat dirumuskan sebagai berikut :
M = He – Hp Dimana :
M : Margin Pemasaran
He : Harga yang dibayarkan konsumen kepada lembaga pemasaran (Rp/kg) Hp : Harga produsen (Rp/kg)
Selain menerima keuntungan, lembaga pemasaran juga telah mengeluarkan sejumlah biaya untuk menjalankan fungsi-fungsi pemasaran.
Dengan demikian margin pemasaran sama dengan kentungan ditambah biaya untuk menjalankan fungsi-fungsi pemasaran atau secara matematis dapat ditulis sebagai berikut :
M = π + CM Dimana :
M : Margin Pemasaran
π : Keuntungan lembaga pemasaran
CM : Biaya yang dikeluarkan lembaga pemasaran
Suatu saluran dikatakan efisien berdasarkan perhitungan margin pemasaran apabila memiliki nilai margin yang lebih rendah dibandingkan dengan saluran lainnya (Daryanto, 2020).
3. Farmer’s Share
Kriteria yang digunakan untuk mengetahui bahwa pemasaran pepaya dianggap efisien adalah tiap saluran pemasaran mempunyai nilai persentase margin pemasaran yang rendah dan mempunyai nilai persentase bagian yang diterima petani (farmer’s share) tinggi. Suatu usaha secara normal dikatakan bisa dilanjutkan apabila tidak mengalami kerugian atau usaha tersebut mengalami titik impas.
Untuk menghitung bagian yang diterima petani (farmer’s share) dengan menggunakan rumus berikut :
FS
x 100%
Dimana :
Fs : Farmer’s Share
Pf : Harga di tingkat petani Pr : Harga ditingkat konsumen
Suatu saluran pemasaran dianggap efisien secara ekonomis apabila saluran pemasaran tersebut mempunyai bagian yang diterima petani atau nilai persentase farmer’s share lebih dari 50% (Suryadewi, 2018).
4. Efisiensi Pemasaran
Analisis efisiensi pemasaran dilakukan untuk menjawab tujuan dua dengan menganalisis tingkat efisiensi saluran pemasaran berdasarkan efisiensi teknis dan
ekonomis pada pemasaran pepaya di Kabupaten Muaro Jambi. Berdasarkan pendekatan model Calkins dan Hu-mei Wang (1984 dalam Septarini, 2019) :
Indeks Efisiensi Teknis (IET) Tij = Vij/Wij/dij
Keterangan :
Tij : Indeks Efisiensi Teknis (%) Vij : Biaya pemasaran (Rp/kg) Wij : Berat akhir produk (kg) dij : Total jarak tempuh (km)
Indeks Efisiensi Ekonomis (IEE) Eij =
Keterangan :
Eij : Total keuntungan dari aktivitas pemasaran (%) Vij : Biaya pemasaran (Rp/kg)
k : Jenis pedagang yang terlibat i : Jenis Komoditi
j : Jenis saluran pemasaran : Keuntungan agen pemasaran
3.5 Konsepsi Pengukuran
1. Petani produsen adalah orang atau petani yang memproduksi pepaya yang dihasilkan melalui usahatani.
2. Saluran pemasaran adalah tata urutan pemasaran dari petani produsen hingga konsumen akhir di Pasar Mayang, Pasar Andil, Pasar Hongkong, Pasar Madiyah, dan Pasar Talang Banjar
3. Lembaga pemasaran adalah orang yang terlibat dalam mengalirkan pepaya hingga ke konsumen akhir di Pasar Mayang, Pasar Andil, Pasar Hongkong, Pasar Madiyah, dan Pasar Talang Banjar.
4. Pedagang pengumpul adalah pedagang yang membeli pepaya langsung dari petani produsen di lahan milik petani menggunakan mobil pick up dan menjual pepaya ke pedagang pengecer.
5. Pedagang pengecer adalah pedagang yang membeli pepaya dari pedagang pengumpul dan ada beberapa yang membeli langsung ke petani dan menjual pepaya langsung ke konsumen akhir di Pasar Mayang, Pasar Andil, Pasar Hongkong, Pasar Madiyah, dan Pasar Talang Banjar.
6. Konsumen akhir adalah orang yang membeli pepaya dari pedagang pengecer di Pasar Mayang, Pasar Andil, Pasar Hongkong, Pasar Madiyah, dan Pasar Talang Banjar untuk dikonsumsi.
7. Harga jual adalah harga rata-rata pada tingkat usahatani pepaya per kilogram yang diterima oleh petani (Rp/kg).
8. Harga beli adalah harga yang dibayarkan oleh pedagang pengumpul, pedagang pengecer ke petani ataupun ke pedagang pepaya (Rp/kg).
9. Biaya pemasaran adalah semua biaya yang digunakan dalam proses pemasaran pepaya, antara lain terdiri dari biaya transportasi, biaya pengangkutan serta biaya penyusutan (Rp/kg).
10. Keuntungan pemasaran pepaya adalah keuntungan yang diperoleh tiap lembaga pemasaran yang merupakan selisih dari marjin pemasaran dan biaya pemasaran (Rp/kg).
11. Marjin total pemasaran pepaya adalah selisih atau perbedaan harga yang dibayar oleh konsumen akhir dengan harga yang diterima oleh petani pepaya (Rp/kg).
12. Margin lembaga pemasaran terdiri dari komponen biaya-biaya yang diperlukan lembaga pemasaran untuk melakukan fungsi pemasaran dan keuntungan lembaga pemasaran (Rp/kg).
13. Farmer’s share adalah persentase bagian yang diterima oleh petani papaya dengan memandingkan seberapa besar bagian yang diterima oleh petani dari harga yang dibayarkan oleh konsumen akhir (%).
14. Indeks Efisiensi Teknis (IET) adalah perbandingan besarnya biaya pemasaran pada masing-masing lembaga pemasaran dengan produksi yang dikirim dan jarak yang ditempuh dari petani ke konsumen akhir (%)
15. Indeks Efisiensi Ekonomis (IEE) adalah mengukur efisiensi pemasaran berdasarkan keuntungan yang diterima oleh lembaga pemasaran dengan total biaya pemasaran (%)
16. Saluran yang diteliti merupakan saluran dominan yang terdapat di dua Kecamatan tersebut.
17. Pasar konsumen yang diteliti pasar disekitar Kota Jambi Pasar Mayang, Pasar Andil, Pasar Hongkong, Pasar Madiyah, dan Pasar Talang Banjar.
18. Jarak yang ditempuh oleh lembaga pemasaran dalam memasarkan pepaya dari petani hingga ke konsumen akhir di Pasar Mayang, Pasar Andil, Pasar Hongkong, Pasar Madiyah, dan Pasar Talang Banjar. (Km)