IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.5 Analisis Pemasaran Pepaya
4.5.1 Margin Pemasaran
Margin pemasaran merupakan salah satu indikator yang digunakan untuk menghitung keefisienan pemasaran suatu produk. Umumnya besaran margin pemasaran tergantung pada saluran pemasaran panjang pendeknya suatu saluran pemasaran. Nilai margin pemasaran yang lebih rendah menunjukan saluran tersebut lebih efisien dibandingkan saluran lainnya.
Berdasarkan hasil penelitian, terdapat perbedaan antara harga pada tingkat petani dengan harga yang dibayarkan oleh konsumen akhir, serta perbedaan biaya dan keuntungan yang diperoleh oleh masing-masing lembaga pemasaran. Hasil perhitungan margin pemasaran pada setiap saluran pemasaran pepaya jenis california di Kabupaten Muaro Jambi dapat dilihat pada Tabel 15.
Tabel 15. Perhitungan Margin Pemasaran Pepaya Jenis California di Kabupaten Muaro Jambi Tahun 2022
Keterangan Saluran
(Rp/kg)
I II
Petani
Harga Jual 5.000 3.975
Pedagang Pengumpul
Harga Beli - 3.975
Biaya Pemasaran - 1.229
Keuntungan Pemasaran - 2.196
Margin Pemasaran - 3.425
Harga Jual - 7.400
Pedagang Pengecer
Harga Beli 5.000 7.400
Biaya Pemasaran 735 1.157
Keuntungan 5.931 3.643
Margin Pemasaran 6.666 4.800
Harga Jual 11.666 12.200
Konsumen Akhir
Harga Beli 11.666 12.200
Total Biaya Pemasaran 735 2.386
Total Keuntungan 5.931 5.839
Total Margin Pemasaran 6.666 8.225
Tabel 15 menunjukan terdapat dua saluran pemasaran pepaya jenis california yaitu, saluran I : petani → pedagang pengecer → konsumen akhir dan saluran II : petani → pedagang pengumpul → pedagang pengecer → konsumen akhir. Fungsi pertukaran pada saluran pemasaran I untuk varietas pepaya California adalah pedagang pengecer membeli pepaya dari petani dengan harga Rp. 5.000/Kg, lalu menjualnya ke konsumen akhir pada pasar mayang, pasar andil dan pasar madiyah dengan harga Rp. 11.666/Kg. Total margin pemasaran pada saluran I adalah Rp. 6.666/Kg dengan keuntungan Rp. 5.931/Kg dan biaya yang dikeluarkan Rp. 735/Kg.
Pada saluran II petani terdapat dua lembaga pemasaran yang terlibat yaitu pedagang pengumpul dan pedagang pengecer. Petani menjual pepaya kepada pedagang pengumpul dengan harga Rp. 3.975/Kg. Pepaya tersebut akan dijual pedagang pengumpul kepada pedagang pengecer dengan harga Rp. 7.400/Kg dan pedagang pengecer akan menjual ke konsumen akhir pada pasar mayang, pasar talang banjar, pasar hongkong, dan pasar madiyah dengan harga Rp. 12.200/Kg.
total margin pada saluran II adalah Rp. 8.225/Kg dengan keuntungan Rp.
5.839/Kg dan biaya pemasaran yang dikeluarkan Rp. 2.386/Kg (Lampiran 17).
Biaya pemasaran yang dikeluarkan oleh lembaga pemasaran meliputi biaya transportasi, biaya tenaga kerja, biaya retribusi, biaya penyimpanan dan biaya penyusutan atau biaya buah rusak dan tak layak jual. Perbedaan harga yang diterima oleh petani pada saluran I dan petani pada saluran II terjadi karena pedagang pengecer pada saluran I memiliki keterikatan emosional kepad petani sehingga pedagang memberikan harga yang lebih besar.
Hasil perhitungan margin pemasaran dari dua saluran pemasaran pepaya California di Kabupaten Muaro Jambi menunjukan bahwa saluran pemasaran I memiliki total margin Rp. 6.666/Kg dan saluran II memiliki total margin Rp.
8.225/Kg. Pada saluran II total margin dan biaya terbesar dikarenakan saluran II terdiri dari petani → pedagang pengumpul → pedagang pengecer → konsumen akhir, membutuhkan biaya yang lebih besar dibandingkan dengan saluran I. Hasil perhitungan margin pemasaran pada setiap saluran pemasaran pepaya jenis besi di Kabupaten Muaro Jambi dapat dilihat pada Tabel 16.
Tabel 16. Perhitungan Margin Pemasaran Pepaya Jenis Besi di Kabupaten Muaro Jambi Tahun 2022
Keterangan
Saluran (Rp/kg)
I II
Petani
Harga Jual 3.533 3.250
Pedagang Pengumpul
Harga Beli - 3.250
Biaya Pemasaran - 1.119
Keuntungan Pemasaran - 1.881
Margin Pemasaran - 3.000
Harga Jual - 6.250
Pedagang Pengecer
Harga Beli 3.533 6.250
Biaya Pemasaran 628 988
Keuntungan 4.172 2.262
Margin Pemasaran 4.800 3.250
Harga Jual 8.333 9.500
Konsumen Akhir
Harga Beli 8.333 9.500
Total Biaya Pemasaran 628 2.107
Total Keuntungan 4.172 4.143
Total Margin Pemasaran 4.800 6.250
Berdasarkan Tabel 16 menunjukan bahwa lembaga pemasaran yang terlibat pada saluran I yaitu : petani → pedagang pengecer → konsumen akhir.
Petani menjual pepaya varietas besi dengan harga Rp. 3.533/Kg. Pedagang pegecer akan menjual ke konsumen akhir pasar hongkong, pasar madiyah, dan pasar talang banjar dengan harga Rp. 8.333/Kg. Dalam proses pemasaran hingga ke tangan konsumen akhir pedagang pengecer mengeluarkan biaya Rp. 628/Kg dengan total margin Rp. 4.800/Kg. Dari perhitungan tersebut dapat diketahui keuntungan pedagang pengecer dalam proses pemasaran sebesar Rp. 4.172/Kg.
Pada saluran II terdapat dua lembaga pemasaran yang terlibat yaitu pedagang pengumpul dan pedagang pengecer. Saluran II : petani → pedagang pengumpul → pedagang pengecer → konsumen akhir. Petani menjual hasil produksi pepaya besi kepada pedagang pengumpul dengan harga Rp. 3.250/Kg.
pepaya tersebut akan dijual oleh pedagang pengumpul ke pedagang pengecer dengan harga Rp. 6.250/Kg. Pedagang pengecer akan menjual pepaya ke konsumen akhir yaitu pasar hongkong dan pasar talang banjar dengan harga Rp.
9.500/Kg. Jumlah biaya pemasaran yang dikeluarkan pada proses pemasaran pepaya dari petani hingga ke konsumen akhir sebesar Rp. 2.364/Kg (Lampiran 18) dengan total margin Rp. 6.250/Kg. Adapun keuntungan yang diperoleh dari pemasaran ini sebesar Rp. 4.143/Kg. Biaya pemasaran yang dikeluarkan oleh lembaga pemasaran meliputi biaya transportasi, biaya tenaga kerja, biaya retribusi, biaya penyimpanan dan biaya penyusutan atau biaya buah rusak dan tak layak jual.
Hasil perhitungan margin pada saluran I dan II menunjukan bahwa saluran I merupakan saluran yang memiliki total margin yang lebih kecil yaitu Rp.
4.500/Kg dan keuntungan yang lebih besar Rp. 3.912/Kg dibandingkan dengan saluran II. Penyebab besarnya total margin pada saluran II dikarenakan pada saluran tersebut terdapat dua lembaga pemasaran yang terlibat sehingga memerlukan biaya yang lebih besar dibandingkan dengan saluran I. Berdasarkan Tabel 16 menunjukan bahwa saluran I merupakan saluran yang mengunakan biaya pemasaran paling sedikit sehingga margin pemasarannya juga sedikit dan juga keuntungan yang diberikan lebih besar dari saluran II. Sehingga berdasarkan anlisis menggunakan margin pemasara, saluran I merupakan saluran yang paling efisien dibandingkan saluran II.
Hal ini selaras dengan Indiriyono (2001 dalam Verina 2018) bahwa semakin panjang dan semakin banyak lembaga pemasaran yang terlibat dalam proses pemasaran akan semakin besar total margin dan keuntungan yang didapat oleh pelaku pemasaran, sebaliknya semakin pendek dan sedikit lembaga pemasaran yang terlibat dalam proses pemasaran maka semakin kecil total margin dan keuntungan yang didapat. Semakin panjang saluran pemasaran yang melibatkan banyak lembaga maka akan semakin besar biaya-biaya yang akan dikeluarkan oleh lembaga pemasaran tersebut. Biaya yang dikeluarkan oleh lembaga pemasaran tersebut bebeda-beda sesuai dengan fungsi pemasaran yang dijalankan oleh lembaga tersebut. Hasil perhitungan margin pemasaran pada setiap saluran pemasaran pepaya jenis bangkok di Kabupaten Muaro Jambi dapat dilihat pada Tabel 17.
Tabel 17. Perhitungan Margin Pemasaran Pepaya Jenis Bangkok di Kabupaten Muaro Jambi Tahun 2022
Keterangan
Saluran (Rp/kg)
I II
Petani
Harga Jual 3.400 3.250
Pedagang Pengumpul
Harga Beli - 3.250
Biaya Pemasaran - 1.198
Keuntungan Pemasaran - 1.552
Margin Pemasaran - 2.750
Harga Jual - 6.000
Pedagang Pengecer
Harga Beli 3.400 6.000
Biaya Pemasaran 765 963
Keuntungan 4.335 2.037
Margin Pemasaran 5.100 3.000
Harga Jual 8.500 9.000
Konsumen Akhir
Harga Beli 8.500 9.000
Total Biaya Pemasaran 765 2.161
Total Keuntungan 4.335 3.589
Total Margin Pemasaran 5.100 5.750
Pada Tabel 17 menunjukan bahwa pada pemasaran pepaya varietas Bangkok terdapat dua saluran pemasaran yaitu, saluran I : petani → pedagang pengecer → kosumen akhir dan saluran II : petani → pedagang pengumpul → pedagang pengecer → konsumen akhir. Petani menjual pepaya Bangkok kepada pedagang pengecer dengan harga Rp. 3.400/Kg. pedagang pengecer menjual pepaya kepasar pasar talang banjar dan pasar hongkong dengan harga Rp.
8.500/Kg. Dari proses pemasaran tersebut pedagang pengecer mengeluarkan biaya sebesar Rp. 765/Kg dengan keuntungan Rp. 4.335/Kg. Total margin pada saluran I sebesar Rp. 5.100/Kg.
Saluran II terdapat dua lembaga pemasaran yang terlibat dalam memasarkan pepaya Bangkok yaitu, pedagang pengumpul dan pedagang pengecer. Pada saluran II petani menjual pepaya Bangkok dengan harga Rp.
3.250/Kg kepada pedagang pengumpul. Pedagang pengumpul menjual kepada pedagang pengecer dengan harga Rp. 6.000/Kg. sedangkan pedagang pengecer
menjual pepaya ke konsumen akhir pasar talang banjar dengan harga Rp.
9.000/Kg. Jumlah biaya pemasaran yang dikeluarkan oleh lembaga pada saluran II lebih besar dibandingkan dengan saluran I. Total biaya pada saluran II sebesar Rp.
2.161/Kg (Lampiran 19) dengan keuntungan yang didapat Rp. 3.589/Kg dan total margin Rp. 5.750/Kg.