• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.7 Fasilitas Lapangan Golf

Padang Golf Halim dilengkapi dengan berbagai macam fasilitas penunjang yang dapat memberikan kelancaran dan kenyamanan bagi para pemain. Fasilitas tersebut meliputi club house, driving range, practice putting green, golf path

(jalur sirkulasi), bangunan peneduh (rain shelter dan halfway house), dan nursery. Fasilitas khusus juga terdapat di PGH, yaitu tempat singgah yang diperuntukkan Presiden RI dan staff-nya.

4.7.1 Club House

Club house adalah fasilitas terpenting yang ada di setiap lapangan golf.

Club house ini digunakan sebagai tempat untuk para pemain berkumpul dan mempersiapkan diri sebelum bermain golf dan juga sebagai tempat untuk beristirahat jika pemain sudah menyelesaikan permaianan. Fungsi club house bagi lapangan golf adalah untuk membantu kelancaran pelaksanaan permainan dan membantu pengaturan pemain agar tidak menumpuk di area permainan.

Bangunan club house di PGH terletak di tengah-tengah lapangan permainan dan dilengkapi oleh berbagai fasilitas seperti lobby, ruang ganti pakaian, tempat penyewaan golf equipment, restoran, ruang serba guna, ruang spa dan sauna, dan area perbelanjaan alat-alat golf baik lokal maupun impor dengan kualitas tinggi yang biasa disebut proshop (toko perlengkapan untuk pegolf profesional).

39

(a) (b)

Gambar 10. Club House PGH I (a) dan Club House PGH II (b)

4.7.2 Driving Range

Driving range merupakan tempat berlatih untuk melakukan tee off yang biasanya digunakan oleh para pemain golf pemula dengan tujuan mengurangi kesalahan dalam pemukulan dan digunakan sebagai tempat pemanasan sebelum turun ke lapangan. Driving range ini dibuat mirip dengan tee box pada lapangan golf, yaitu memanjang dan lebih tinggi dari fairway. Pada daerah fairway terdapat angka-angka penunjuk jarak (100 m, 150 m, dan 200 m) yang berfungsi untuk mengetahui jarak pukulan yang dihasilkan oleh pemain.

Driving range PGH terletak terpisah dengan lapangan golf PGH, tetapi kepengurusannya masih berada di bawah manajemen PGH. Driving range PGH memiliki fasilitas tersendiri, seperti club house, restoran, proshop, dan practice putting green.

(a) (b)

Gambar 11. Driving Range PGH. Area Jatuhnya Bola(a) dan Area Pemukulan Bola (b)

4.7.3 Practice Putting Green

Practice putting green merupakan bentuk putting green di luar area permainan lapangan golf yang digunakan oleh para pemain untuk latihan memasukkan bola ke lubang. Lubang yang terdapat pada practice putting green

ini biasanya lebih dari satu, dimaksudkan agar pemain dapat berlatih di lubang dan posisi yang berbeda. Fungsi practice putting green ini lebih sering digunakan

oleh pemain sebagai sarana pelatihan ketika menunggu antrian pemain yang masih bermain di lapangan. Practice putting green terdapat di PGH I, PGH II, dan

driving range PGH. Pembuatan konstruksi, desain, jenis rumput, pemotongan, dan tinggi pemotongan practice putting green disamakan dengan putting green.

Gambar 12. Practice Putting Green PGH

4.7.4 Golf Path (Jalur Sirkulasi)

Jalur sirkulasi yang ada di PGH berupa jalan kecil yang menghubungkan antararea permainan. Jalur ini merupakan jalur sirkulasi untuk golf cart dan kendaraan pemeliharaan. Polanya berbentuk organik mengikuti pola lapangan golf dan terletak di pinggir fairway agar tidak mengganggu jalannya permainan. Material permukaan jalur sirkulasi di PGH ini menggunakan paving block dengan lebar sekitar 2,5 – 3 m. Jalur sirkulasi khusus untuk golf cart ini hanya dibuat di PGH II saja, sedangkan untuk di PGH I untuk mengakses seluruh hole, golf cart

tidak memiliki jalur khusus.

Gambar 13. Golf Path

4.7.5 Bangunan Peneduh (Shelter)

Pada setiap pertemuan antarhole, terdapat shelter yang berfungsi untuk tempat menunggu giliran memukul, beristirahat sejenak, atau berteduh jika terjadi hujan. Letak shelter berada dekat dengan tee box. Shelter ini dikelompokkan menjadi dua, yaitu rain shelter dan halfway house. Perbedaan dari bangunan ini

41

terletak pada fasilitas yang tersedia pada bangunan tersebut. Rain shelter hanya menyediakan tempat duduk saja dan dilengkapi dengan prasasti hole yang menggambarkan peta lapangan, nilai par, handicap stroke, serta jarak tee ke

green. Di halfway house terdapat toilet dan snack shop.

(a) (b) Gambar 14. Halfway House (a) dan Shelter (b)

4.7.6 Golf Cart

Golf cart adalah kendaraan kecil yang menyerupai mobil dan memiliki kapasitas duduk untuk dua orang yang dipakai oleh pemain golf untuk menempuh perjalanan selama bermain. Golf cart ini menggunakan aki sebagai sumber tenaga penggeraknya. Golf cart di PGH terbagi menjadi tiga warna, yaitu putih, hijau, dan biru. Golf cart berwarna putih digunakan untuk pengunjung umum, hijau untuk bagian pengelola yang biasanya digunakan untuk pemantauan kegiatan pengelolaan, dan biru untuk kelas VIP seperti presiden RI, pejabat negara, dan tamu kehormatan.

(a) (b)

Gambar 15. Golf Cart . Golf Cart Putih untuk Pengunjung dan Golf Cart Hijau Untuk Pengelola (a) dan Golf Cart Biru untuk Tamu VVIP (b)

4.7.7 Nursery

Salah satu fasilitas penting yang harus dimiliki oleh lapangan golf adalah tempat pembibitan atau nursery. Nursery digunakan sebagai tempat persediaan

bibit tanaman berupa rumput, semak, dan pohon baik produk vegetatif maupun generatif. Nursery di PGH hanya berupa tanaman rumput, sedangkan semak dan pohon tidak memiliki tempat pembibitan sehingga pemeliharaan khusus untuk tanaman ini tidak begitu diperhatikan. Adanya nursery sendiri dibuat dengan tujuan untuk menekan biaya pengadaan tanaman pada saat tanaman baru diperlukan untuk menggantikan tanaman yang mati atau terkena penyakit.

Nursery di PGH ditanami dengan rumput Cynodon dactylon kultivar

Tifdwarf. Konstruksinya lebih sederhana daripada green pada area permainan. Perawatan pada nursery ini sama dengan perawatan pada green. Perbanyakan dilakukan dengan lempengan (sodding), dan stolon. Perbanyakan secara stolon didapat dari hasil pencacahan (verticut).

Gambar 16. Nursery

4.7.8 Fasilitas Khusus

Fasilitas khusus dimiliki oleh PGH, yaitu sebuah bangunan khusus yang diperuntukkan bagi Presiden RI jika bermain golf di PGH. Bangunan ini diberi nama ‘Eagle One’ yang berfungsi sebagai tempat singgah Presiden beserta staf yang ikut bermain. Bangunan ini sangat “steril” dan dijaga ketat, tidak sembarangan orang bisa masuk ke dalamnya.

43

4.8 Utilitas

Kelengkapan utilitas merupakan tolok ukur suatu area lapangan golf yang berkualitas. Jenis utilitas yang terpenting pada lapangan golf adalah sistem drainase, sistem irigasi, dan jaringan listrik. Pemeliharaan yang baik pada ketiga utilitas ini dapat menjadikan lapangan tetap pada kondisi yang optimum untuk digunakan.

4.8.1 Sistem Drainase

Lapangan golf memerlukan permukaan yang kokoh dan untuk mendapatkannya diperlukan drainase yang baik, agar air permukaan langsung mengalir ke pembuangan (Witteven dan Bavier, 1998). Sistem drainase pada PGH terbagi menjadi dua, yaitu internal dan eksternal. Sistem drainase internal adalah sistem pembuangan yang salurannya terdapat di dalam tanah. Sistem drainase internal ini dibangun di sekitar area green agar genangan air yang berlebihan dapat dihindari. Sistem drainase eksternal berupa selokan kecil, banyak terdapat di area fairway dan rough. Secara umum, kondisi drainase di PGH sudah cukup baik. Selain memiliki sistem drainase yang baik, salah satu cara untuk menghindari terjadinya genangan pada musim hujan adalah dengan membuat konstruksi green lebih tinggi dan dibuat slope di sekitar area green.

Gambar 18. Saluran Drainase PGH

4.8.2 Sistem Irigasi

Sistem irigasi pada lapangan golf merupakan faktor penting dalam pemeliharaan. Seluruh kebutuhan air bagi tanaman di lapangan dapat dipenuhi melalui sistem irigasi yang baik.

Sistem irigasi yang digunakan pada PGH dioperasikan secara manual. Air yang digunakan berasal dari air hujan dan sumur yang ada di PGH. Kemudian air tersebut ditampung di bak penampungan dan dipompakan untuk disalurkan menuju sprinkler yang ada di seluruh area permainan. Pump house di PGH hanya memiliki satu unit pompa.Pump house berfungsi untuk memompakan air dari bak penampungan ke seluruh area permainan.

(a) (b) Gambar 19. Pompa di PGH (a) dan Sprinkler (b)

4.8.3 Jaringan Listrik

Kebutuhan listrik PGH berasal dari PLN cabang Makasar dengan menggunakan jaringan listrik bawah tanah (underground system). Sistem jaringan listrik ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan listrik di club house, kantor pemeliharaan, penerangan di malam hari, pompa air, dan kegiatan lain yang membutuhkan tenaga listrik. Sumber listrik cadangan juga terdapat di PGH, yaitu berupa genzet dengan bahan bakar solar yang digunakan jika aliran listrik dari PLN terputus.

Gambar 20. Genzet di PGH