BAB IV KEADAAN UMUM PERUSAHAAN
4.6. Fasilitas Pendukung
Dermaga bongkar muat berbentuk huruf T yang memiliki panjang 625 m dan lebar 36 m, mampu disandari sekaligus 3 buah kapal berbobot 40.000 – 60.000 ton pada sisi laut dan 3 buah kapal berbobot dibawah 10.000 ton pada sisi darat. Dermaga ini juga dilengkapi berbagai fasilitas bongkar muat, antara lain :
1. Continuous Ship Unloader (CSU) untuk membongkar bahan curah berkapasitas 1.000 ton/jam.
2. Alat Muat Terpadu (Multiple Loading Crane) yang dapat memuat hasil produksi ke kapal dalam bentuk curah dengan kapasitas 120 ton/jam atau atau dalam bentuk kemasan kantong @ 50 kg berkapasitas muat 2.000 kantong/jam.
3. Dua unit Cangaroo Crane, alat bongkar curah dengan kapasitas masing-masing 350 ton /jam.
4. Ban berjalan yang sistemnya terbagi dalam 3 unit dengan panjang keseluruhan mencapai 22 km. Satu unit untuk pemuatan produk kantong kemasan berkapasitas 120 ton/jam dan dua unit untuk pembongkaran bahan baku curah yang masing-masing berkapasitas 1.000 ton/jam.
5. Fasilitas Pompa dan Pipa untuk penyaluran bahan baku cair, masing-masing berkapasitas 60 ton/jam untuk Amoniak dan 90 ton/jam untuk Asam Sulfat.
4.6.2. Pembangkit Tenaga Listrik
PT Petrokimia Gresik memiliki 2 unit pembangkit tenaga listrik sendiri, yaitu :
1. Gas Turbin Generator, terletak di Unit Produksi Pupuk Nitrogen dengan kapasitas 33 MW.
2. Steam Turbin Generator, terletak di Unit Produksi Asam Fosfat dengan kapasitas 20 MW.
4.6.3. Unit Penjernihan Air
PT Petrokimia Gresik memiliki 2 unit penjernihan air, yaitu : 1. Unit penjernihan air berlokasi di Gunungsari Surabaya dengan
memanfaatkan bahan baku air dari Sungai Brantas, hasil air dari proses penjernihan dialirkan ke Gresik melalui pipa berdiameter 14 inchi sepanjang 22 km. kapasitas Unit Penjernihan Air Gunungsari Surabaya 720 m3/jam.
2. Unit penjernihan air berlokasi di Babat dengan memanfaatkan bahan baku air dari Sungai Bengawan Solo, hasil air dari proses penjernihan dialirkan ke Gresik melalui pipa berdiameter 28 inchi sepanjang 60 km. Kapasitas Unit Penjernihan air Babat 2.500 m3/jam.
4.6.4. Unit pengolahan Limbah
Pengolah limbah yang dimiliki PT Petrokimia Gresik, meliputi pengolah limbah cair secara biologi dan secara fisika/kimia. Unit pengolah/pengendali limbah gas sudah terkait langsung (built in) di
masing-masing unit produksi dengan menggunakan cyclone, electrostatic, precipitator, bag filter dan scrubber.
Disamping beroperasi untuk memasarkan produk pupuk dan non pupuk, PT Petrokimia Gresik juga memasarkan kapasitas lebih prasarana dan sarana yang dimiliki berupa produk utilitas dan jasa. Sektor jasa memiliki nilai strategis yang tinggi dan dalam pengelolaannya mendapat perhatian yang serius. Selain sebagai tempat menempa keandalan sumber daya manusia yang dimiliki dan pemenuhan kebutuhan intern, juga dipasarkan kepada pihak luar. Jasa- jasa tersebut antara lain jasa rancang bangun dan perekayasaan, jasa laboratorium, jasa engineering, jasa pabrikasi, jasa keahlian, jasa diklat, jasa pelabuhan dan lain-lain.
Dalam usaha memenangkan persaingan pada era globalisasi, khususnya untuk menghadapi perdagangan bebas Asia Tenggara (AFTA), PT Petrokimia Gresik melakukan langkah-langkah penyempurnaan, baik untuk internal maupun eksternal yang mengarah kepada pengembangan usaha dan tuntutan pasar.
BAB V
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
5.1. Proses Penelitian
Populasi dari penelitian ini adalah sebagian besar karyawan PT Petrokimia Gresik. Jumlah karyawan PT Petrokimia Gresik sampai dengan bulan Mei 2007 berjumlah sebanyak 3.435 orang, dari jumlah tersebut sejumlah 1.604 karyawan diambil sebagai populasi dengan pertimbangan sejumlah populasi tersebut merupakan pejabat eselon I sampai dengan eselon V yang dapat menilai bawahannya. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara mengantar langsung kuesioner kepada responden. Penyebaran kuesioner dilakukan pada awal bulan Mei 2007. Sampai pada batas akhir pengumpulan data semua kuesioner kembali. Semua responden bersedia mengisi kuesioner, hal ini dapat diartikan bahwa responden tersebut bersedia berpartisipasi dalam penelitian ini.
Setelah jawaban responden diteliti dan dikoreksi (editing), ternyata dari 200 kuesioner semuanya bisa disertakan dalam pengolahan data karena kuesioner tersebut diisi dengan lengkap oleh target responden.
Setelah dilakukan pengoreksian (editing) atas jawaban responden, dilakukan skoring terhadap jawaban responden. Dalam hal ini peneliti menggunakan angka 1 sampai dengan 5 untuk mencari skor jawaban responden. Selanjutnya dilakukan uji coba instrumen secara uji coba
terhadap 200 kuesioner yang telah dikoreksi. Pengujian reliabilitas yang dilakukan pada butir-butir valid dengan menggunakan uji keandalan teknik L. Cronbach, teknik yang digunakan untuk korelasi Product Moment. Pengukuran validitas alat ukur dilakukan dengan menggunakan pendekatan internal consistences, yaitu mengkorelasikan nilai tiap butir dengan butir totalnya. Dari pengujian validitas dengan menggunakan taraf signifikan 5% diperoleh probabilitas yang kurang dari 5% artinya semua instrumen variabel bebas (Xi) dan variabel tidak bebas (Yi) adalah cukup valid.
Langkah selanjutnya setelah uji validitas adalah penjumlahan dan pembuatan tabulasi dari skor jawaban masing-masing responden untuk tiap variabel. Dari setiap responden akan diperoleh data kuantitatif yaitu empat variabel bebas (Keadilan, Kebijakan, Faktor Hukum dan Serikat Pekerja); tiga variabel tidak bebas (Kompensasi, Motivasi dan Kinerja Karyawan). Akhir dari proses pengolahan data adalah analisis data untuk membuktikan hipotesis yang diajukan. Pada penelitian ini digunakan sistem pengolahan data dengan bantuan SPSS 10 dan Amos 4,0.
5.2. Profil Responden
Responden dalam penelitian ini berjumlah sebanyak 200 orang sesuai dengan rencana penelitian yang telah dijelaskan pada bab sebelumnya. Profil karyawan PT Petrokimia Gresik yang digunakan sebagai responden penelitian ini dapat dilihat sebagai berikut :
Tabel 6. Profil Responden PT Petrokimia Gresik 1 Pendidikan SMP 0 0,00% SLTA 101 50,50% Diploma 19 9,50% S-1 65 32,50% S-2 15 7,50% Jumlah 200 100,00% 2 Usia (Tahun) 0,00% < 20 0 0,00% 21 - 30 5 2,50% 31 - 40 9 4,50% > 40 186 93,00% Jumlah 200 100,00%
3 Lama Kerja (Tahun) 0,00%
< 5 5 2,50% 05 - 10 1 0,50% 11 - 20 20 10,00% 21 - 30 167 83,50% > 30 7 3,50% Jumlah 200 100,00%
No. Distribusi Frekuensi %
Sumber : Data Primer, diolah
Dari tabel diatas terlihat jumlah karyawan sebagai responden yang berpendidikan SMP sebesar 0%, pendidikan SLTA sebesar 55,50%, pendidikan Diploma sebesar 9,50%, pendidikan S1 sebesar 32,50% dan pendidikan S2 sebesar 7,50%. Data tersebut menunjukkan bahwa responden mempunyai pendidikan yang cukup tinggi.
Ditinjau dari distribusi usia, responden yang berada pada usia di bawah 20 tahun sebesar 0%, usia 21 – 30 tahun sebesar 2,5%, usia 31 – 40 tahun sebesar 4,50% dan usia diatas 40 tahun sebesar 93%. Dari
tabel diatas terlihat bahwa usia karyawan terbanyak pada usia diatas 40 tahun.
Dari tabel diatas juga terlihat bahwa sebagian besar responden telah bekerja di bawah 5 tahun sebesar 2,50%, responden yang bekerja 5 – 10 tahun sebesar 0,50%, responden yang bekerja 11 – 20 tahun sebesar 10,00%, responden yang bekerja 21 – 30 tahun sebesar 83,50% dan responden yang bekerja diatas 30 tahun sebesar 3,50%.