GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
2.3.2. Fokus Layanan Urusan Pilihan 1.Pertanian
a.Perkebunan
Sumbangan sektor pertanian, khususnya sub sektor perkebunan memberikan pengaruh yang cukup besar terhadap petumbuhan ekonomi Kabupaten Sanggau. Sampai saat ini sub sektor perkebunan masih merupakan tulang punggung perekonomian daerah, baik sebagai penghasil nilai tambah dan devisa, sumber penghasilan dan penyedia lapangan pekerjaan bagi sebagian besar penduduk di Kabupaten Sanggau.
Sektor perkebunan menjadi penyumbang terbesar PDRB
Kabupaten Sanggaudan terus meningkat sampai tahun 2012. Peningkatan ini dipengaruhi oleh peningkatan
produksi komoditi unggulan yaitu kelapa sawit, karet dan kakao.
Pertumbuhan sub sektor perkebunan sangat mempengaruhi pertumbuhan sektor industri pengolahan. Untuk mengetahui peningkatan produksi komoditas unggulan sub sektor perkebunan dapat dilihat dalam tabel berikut:
RPJMD Kabupaten Sanggau Tahun 2014-2019 58 Tabel II.25
Produksi Komoditas Sub Sektor Perkebunan Di Kabupaten Sanggau Tahun 2008-2012 Komoditas Produksi (ton)
2008 2009 2010 2011 2012 Kelapa sawit 1.150.451,85 1.178.167,35 1.250.119,14 1.343.765,00 1.539.749,60 Karet 49.313,88 49.836,87 49.987,09 49.987,09 53.289,97 Kakao 915,44 824,62 907,40 907,01 1.082,38 Lada 663,84 588,70 834,44 837,01 932,01
Sumber : Kabupaten Sanggau Dalam Angka Tahun 2013
Sampai dengan tahun 2012 terjadi peningkatan yang cukup signifikan pada komoditas kelapa sawit, hal tersebut dikarenakan adanya penambahan luas areal perkebunan baik yang dikelola oleh BUMD, swasta nasional maupun kebun rakyat. Sementara produksi karet mengalami peningkatan yang masih rendah walaupun terjadi penambahan areal perkebunan yang dikarenakan terjadinya peremajaan tanaman.
Untuk mengetahui peningkatan luas areal komoditas unggulan sub sektor perkebunan dapat dilihat dalam tabel berikut :
Tabel II.26
Luas Areal Komoditas Sub Sektor Perkebunan di Kabupaten Sanggau Tahun 2008-2012 Komoditas Luas Areal ( Ha )
2008 2009 2010 2011 2012 Kelapa sawit 150.450,20 150.450,20 154.441,95 161.433,00 220.211,00 Karet 99.436,00 101.066,00 103.636,00 104.543,00 109.119,00 Kakao 3.936,10 4.171,10 4.425,37 4.988,00 5.736,82 Lada 1.777,25 1.787,25 1.787,25 1.786,00 1.918,00
Sumber : Kabupaten Sanggau Dalam Angka Tahun 2013
b. Pertanian Tanaman Pangan
Pemanfaatan lahan untuk pertanian tanaman pangan di Kabupaten Sanggau dibagi dalam dua karakteristik lahan yaitu lahan sawah dan lahan kering. Pada tahun 2012 luas lahan sawah seluas 41.791 Ha naik seluas 1.539 Ha jika dibandingkan dengan tahun 2011 yaitu 40.252 Ha. Sedangkan pemanfaatan lahan kering
RPJMD Kabupaten Sanggau Tahun 2014-2019 59 mengalami penurunan seluas 1.539 Ha dari 1.245.518 Ha menjadi 1.243.979 Ha sebagaimana tabel berikut :
Tabel II.27
Luas Areal Komoditas Sub Sektor Tanaman Pangan Di Kabupaten Sanggau Tahun 2008-2012 Komoditas Luas Areal ( Ha )
2008 2009 2010 2011 2012 Lahan Sawah 40.205 40.871 40.866 40.252 41.791 Lahan Kering 1.245.565 1.244.899 1.244.904 1.245.518 1.243.979 Total 1.285.770 1.285.770 1.285.770 1.285.770 1.285.770
Sumber : Kabupaten Sanggau Dalam Angka Tahun 2013
Dari lahan sawah dan lahan kering tersebut diatas digunakan untuk usaha pertanian komoditas tanaman pangan seperti padi, jagung, ubi dan kacang dengan tingkat produksi sebagaimana tabel berikut :
Tabel II.28
Produksi Sub Sektor Tanaman Pangan di Kabupaten SanggauTahun 2008-2012 Produksi Jumlah Produksi ( Ton)
2008 2009 2010 2011 2012 Padi 80.716 85.915 85.963 91.980 75.806 Jagung 853 2.441 2.589 2.675 1.783 Ubi Kayu 12.097 10.151 12.224 9.999 14.219 Ubi Jalar 900 944 1.237 1.416 1.378 Kacang Tanah 154 102 127 107 201 Kacang Kedelai 16 11 13 19 32 Kacang Hijau 3 1 8 - 2
Sumber : Kabupaten Sanggau Dalam Angka Tahun 2013
c. Industri Pengolahan
Sektor industri pengolahan, khususnya sub sektor industri pengolahan makanan memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan dan mempunyai arti penting dalam pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sanggau. Sub sektor industri pengolahan makanan memiliki hubungan yang signifikan dengan sub sektor perkebunan, karena sebagian besar hasil sub sektor industri pengolahan makanan di Kabupaten Sanggau adalah CPO yang bahan
RPJMD Kabupaten Sanggau Tahun 2014-2019 60 bakunya adalah kelapa sawit. Jumlah hasil produksi CPO tahun 2008-2012 dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel II. 29
Produksi CPO di Kabupaten Sanggau Tahun 2008-2012 Perusahaan Produksi CPO (Ton)
2008 2009 2010 2011 2012 PMA 44.976,88 67.144,34 67.144,34 76.223.86 85.332,46 PBSN 49.225,24 49.513,24 55.832,99 64.098,08 65.225,30 PTP 121.730,56 121.730,56 121.730,56 127.659,00 97.198,00 Pihak Ketiga 13.549,52 13.549,52 13.549,52 18.431,28 13;024,00 Swadaya Murni 0,00 0,00 0,00 0,00 73.837,57 Jumlah 229.482,20 238.388,14 244.707,88 286.412,22 334.647,33
Sumber : Dinas Hutbun Kabupaten Sanggau Tahun 2013 (data diolah)
Dari keseluruhan produksi CPO di Kabupaten Sanggau menunjukkan trend yang meningkat rata-rata sebesar 9,33 persen, dimana jumlah produksi tertinggi terjadi pada tahun 2012 yaitu sebesar 334.647,33 ton.
2. Perdagangan
Sektor perdagangan juga memiliki arti penting dalam pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sanggau. pada tahun 2012 sektor perdagangan, hotel dan restoran memberikan kontribusi 18,98 persen terhadap PDRB Kabupaten Sanggau. Dilihat dari letak geografis Kabupaten Sanggau, maka pengembangan sektor perdagangan merupakan salah satu langkah strategis dalam pembangunan daerah. Kabupaten Sanggau memiliki akses langsung keluar negeri
(Malaysia) melalui Pos Pemeriksaan Lintas Batas Entikong (PPLB Entikong). Dengan demikian, arus barang dan jasa dari
Indonesia (khususnya Kabupaten Sanggau) ke Malaysia (khususnya Kuching) semakin cepat dan lancar, demikian juga sebaliknya. Adapun nilai arus barang yang tercatat sebagai nilai ekspor Kabupaten Sanggau tahun 2008-2012 dapat dilihat sebagaimana tabel berikut :
RPJMD Kabupaten Sanggau Tahun 2014-2019 61 Tabel II. 30
Realisasi Ekspor Kabupaten Sanggau Tahun 2008-2012 Nilai Ekspor TAHUN 2008 2009 2010 2011 2012 Volume (M3) 158.392.282 120.643.432 149.386.568 166.502.921 144.891.356 Rupiah (Rp) 729.384.234,19 530.708.824.565,00 774.195.649.152,00 1.059.132.906.172,50 961.485.094.851,90 US $ 78.848.458,00 57.373.926,98 81.416.946,91 109.198.751,36 98.588.576,76
Sumber : Kabupaten Sanggau Dalam Angka Tahun 2013
Nilai ekspor Kabupaten Sanggau selama 5 (lima) tahun menunjukkan tren yang fluktuatif. Pada tahun 2012 terdapat penurunan nilai ekspor dibandingkan tahun 2011 sebesar 9,22
persen yaitu Rp. 97.647.811.320,60 atau US$ 10.610.174,60 (Kurs Rp. 9.800,00). Sedangkan nilai ekspor tertinggi terjadi pada
tahun 2011 yaitu sebesar Rp. 1.059.132.906.172,50 atau sekitar US$ 109.198.751,36.
3. Pertambangan
Pemanfaatan sumber daya alam di Kabupaten Sanggau selain difokuskan pada pemanfaatan lahan pertanian dan perkebunan juga dikembangkan pengelolaan pertambangan sesuai dengan potensi tambang yang ada. Potensi tambang terbesar di Kabupaten Sanggau yaitu potensi tambang mineral bauksit yang dikelola oleh 37 Investor. Selain bauksit, investor pertambangan lainnya seperti Emas 19 investor, Zirkon 7 Investor, Batubara 7 Investor, Bijih Besi 4 Investor, Grafit 2 Investor dan Barit 3 Investor.
Sampai dengan tahun 2012 jumlah perusahaan yang mengolah tambang bauksit dan sudah memproduksi hasil tambang terdapat 3 perusahaan dengan total produksi 2.383.824,043 Matrik Ton/Tahun. Terjadi penigkatan produksi hasil tambang bauksit pada tahun 2012 sebesar 60.049,587 Matrik Ton atau sebesar 2,58 persen.
RPJMD Kabupaten Sanggau Tahun 2014-2019 62 Tabel II. 31
Jumlah Produksi Hasil Tambang di Kabupaten Sanggau Tahun 2008-2012 N O NAMA PERUSAHAAN 2008 2009 2010 2011 2012 BAUKSIT (MT) ZIRKON (KG) BAUKSIT (MT) ZIRKON (KG) BAUKSIT (MT) ZIRKON (KG) BAUKSIT (MT) ZIRKO N (KG) BAUKSIT (MT) ZIRKO N (KG) 1 PT.DINAMIKA SEJAHTERA MANDIRI - - - - - 2 PT. ANEKA TAMBANG - - - - - 3 PT.PERSADA PRATAMA CEMERLANG - - - - - 4 PT. MAHKOTA KARYA UTAMA - 144.700,00 0 - 1.359.071,00 0 - 1.412.345,53 0 - 2.284.776,45 0 - 5 PT. DANPAC RESOURCES - - - - - 6 PT ALU SENTOSA - 399.099,00 2 - 455.497,402 - 460.368,758 - 51.491,821 - 7 PT. KALMIN - - 270.249,870 - 451.060,168 - 47.555,772 - 8 PT. BINTANGAR MAJU ABADI - - - - - 9 PT. MONOKEM SURYA - 0 - 0 - 1.248.00 0 - - 10 PT. BOMA PRASADA - 0 - 0 - 1.248.00 0 - 0 - 0 JUMLAH 0 0 543.799,00 2 0 2.084.818,27 2 2.496.00 0 2.323.774,45 6 0 2.383.824,04 3 0
RPJMD Kabupaten Sanggau Tahun 2014-2019 63 4. Penanaman Modal
Pengelolaan sumber daya alam di Kabupaten Sanggau diarahkan pada peningkatan investasi yang berasal dari dalam negeri maupun dari luar negeri. Hal tersebut selain dalam rangka memanfaatkan sumber daya alam yang ada juga memberikan kesempatan kerja bagi tenaga kerja. Penanaman modal dibagi dalam dua kategori yaitu Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN )dan Penanaman Modal Asing (PMA).
a. Jumlah Investor Berskala Nasional ( PMDN/PMA)
Terdapat peningkatan jumlah investor baik PMDN maupun PMA dari tahun 2008-2012 sebesar 16,7 persen PMDN dan 33,3 persen PMA. Investor yang menanamkan modalnya di Kabupaten Sanggau didominasi pada sub sektor perkebunan. Hal tersebut dapat dilihat sebagaimana tabel berikut :
Tabel. II.32
Investor Berskala Nasional di Kabupaten Sanggau Tahun 2008-2012 Tahun PMDN PMA Jumlah Investor (PMDN dan PMA) Berskala Nasional Jumlah Investor Jumlah Investasi (Dalam juta ) Jumlah Investor Jumlah Investasi (Dalam juta ) Jumlah Investasi (PMDN dan PMA) Berskala Nasional 2008 18 1.501.283,37 6 1.114.739,55 24 2.616.022,92 2009 20 1.932.232,77 6 343.089,00 26 2.275.321,77 2010 20 3.361.703,03 6 498.013,00 26 3.859.716,03 2011 21 3.459.866,76 8 643.318,00 29 4.103.184,76 2012 21 3.683.146,87 8 680.345,33 29 4.363.492,20 Sumber : Kantor PMP2 Kabupaten Sanggau Tahun 2013
RPJMD Kabupaten Sanggau Tahun 2014-2019 64 b. Rasio Daya Serap Tenaga Kerja
Penanaman Modal Dalam Negeri dan Penanaman Modal Asing memberikan kontribusi dalam penyerapan tenaga kerja. Semakin banyak jumlah investor dalam menanamkan modalnya maka semakin besar pula jumlah penyerapan tenaga kerja pada suatu daerah. Dari tahun 2008 sampai 2012 kontribusi penyerapan tenaga kerja PMDN dan PMA terhadap tenaga kerja indonesia 1 : 22,20 artinya rata-rata rasio penyerapan Tenaga Kerja Indonesia masing-masing perusahaan sebanyak 22 orang dibandingkan dengan keseluruhan tenaga kerja di Kabupaten Sanggau. Hal tersebut tergambar sebagaimana tabel berikut :
Tabel II.33
Rasio Daya Serap PMA/PMDN Terhadap Tenaga Kerja di Kabupaten Sanggau Tahun 2008-2012
Uraian
Tahun
2008 2009 2010 2011 2012
TKI TKA TKI TKA TKI TKA TKI TKA TKI TKA
Jumlah tenaga kerja yang bekerja pada perusahaan PMA 37602 12 2043 33 6588 41 12631 24 13607 56 Jumlah tenaga kerja yang bekerja pada perusahaan PMDN 9293 112 39645 45 42267 48 35373 3 28660 3 Total 46.895 41.688 48.855 48.004 42.267 Jumlah Seluruh Tenaga Kerja 194.578 210.820 208.039 211.152 207.653 Rasio Daya Serap Tenaga Kerja 1:24 1:20 1:24 1:23 1:20
RPJMD Kabupaten Sanggau Tahun 2014-2019 65 5. Sumber Daya Manusia Aparatur
Kualitas Pelayanan publik salah satunya ditentukan oleh ketersediaan jumlah dan kualitas aparatur penyelenggaraan pemerintahan. Kualitas aparatur penyelenggara pemerintahan ditentukan oleh tingkat pendidikan yang dimiliki. Berdasarkan tingkat pendidikan Pegawai Negeri Sipil dari tahun 2008 sampai 2012 mengalami peningkatan terutama pada tingkat pendidikan diploma dan strata 1. Komposisi pendidikan PNS tersebut dapat dilihat sebagaimana tabel berikut :
Tabel II.34
Jumlah Pegawai menurut Tingkat Pendidikan di Kabupaten Sanggau Tahun 2008-2012 Tingkat Pendidikan Tahun 2008 2009 2010 2011 2012 SD 143 160 152 131 131 SMP 237 257 256 234 234 SMA 2.884 2.876 2.863 2.731 2.707 DIPLOMA 1.959 2.070 2.196 2.358 2.348 STRATA 1 684 819 989 1.172 1.178 STRATA 2 64 63 64 65 68 STRATA 3 - - - - - JUMLAH 5.931 6.245 6.520 6.691 6.667
Sumber : Badan Kepegawaian Daerah Kab. Sanggau Tahun 2013 Berdasarkan golongan/ruang PNS di Kabupaten Sanggau terjadi peningkatan jumlah PNS golongan / ruang IV jika dibandingkan dengan golongan/ruang lainnya. Hal tersebut tergambar sebagaimana tabel berikut :
Tabel II.35
Jumlah PNS berdasarkan Golongan/Ruang di Kabupaten Sanggau Tahun 2008-2012
Golongan/Ruang Tahun 2008 2009 2010 2011 2012 I 79 60 145 120 115 II 1.560 1.574 1.772 1..884 1.834 III 3.093 2.956 2.909 2.930 2.870 IV 1.199 1.479 1.694 1.757 1.848 Jumlah 5.931 6.245 6.520 6.691 6.667
RPJMD Kabupaten Sanggau Tahun 2014-2019 66 Sedangkan berdasarkan jenis kelamin Jumlah PNS Pada tahun 2012 tergambar sebagaimana tabel berikut :
Tabel II.36
Jumlah PNS berdasarkan Jenis Kelamin di Kabupaten Sanggau Tahun 2008-2012
Jenis Kelamin Tahun
2008 2009 2010 2011 2012
Laki-laki 3.769 3.915 4.003 3.958 3.943
Perempuan 2.162 2.330 2.517 2.733 2.724
Jumlah 5.931 6.245 6.520 6.691 6.667
Sumber : Badan Kepegawaian Daerah Kab. Sanggau Tahun 2013 Dari Tabel diatas dapat dilihat bahwa keterwakilan perempuan dalam birokrasi formal di Kabupaten Sanggau sanggau dengan Tahun 2012 sebesar 40,86 persen.
Penyelenggaraan birokrasi pemerintahan diatur dalam eselonering yang menggambarkan jenjang kedudukan tugas wewenang dan tanggung jawab. Berdasarkan eselonering yang terdapat dalam struktur pemerintahan di Kabupaten Sanggau berbentuk piramida yang dapat dilihat sebagaimana tabel berikut :
Tabel II.37
Jumlah PNS berdasarkan Eselonering di kabupaten Sanggau Tahun 2008-2012 Eselon Tahun 2008 2009 2010 2011 2012 II 12 23 25 27 27 III 131 134 133 142 142 IV 421 456 441 513 513 V 16 16 Non Eselon 5.367 5.632 5.921 5.993 5.969 Jumlah 5.931 6.245 6.520 6.691 6.667
Sumber : Badan Kepegawaian Daerah Kab. Sanggau Tahun 2013 6. Pariwisata
Pengembangan pariwisata di Kabupaten Sanggau diarahkan pada tiga peruntukan kawasan yaitu peruntukan pariwisata alam, peruntukan pariwisata budaya dan peruntukan pariwisata minat khusus. Kawasan peruntukan pariwisata alam dikembangkan dilokasi :
RPJMD Kabupaten Sanggau Tahun 2014-2019 67 a. Kawasan Pancur Aji Kompleks;
b. Kawasan air terjun Ropot Rimba Sayu (Lape), Alkodo, Riam Keniau, Riam Kuyuk, Kunyo, Tibuh, Hansa, Rengas, Ceriak dan Selanjing, Tekosin, Gurong Maluh, Mujung, Riam Biying (Desa Hibun), Nek Sawa, Tapang Munti, Riam Benyawai, Riam Mahas, Sungai Aweh, Raja Lipan, Ponti Tapau, Mobui, Riam Asam, Riam Jito, Nopan, Air Terjun Putih, Riam Macan, Riam Sengayak, Riam Batu Berapit, Riam Potai, Riam Romok, Riam Merau, Riam Engkarok, Riam Randu, Riam Lowa’, Riam Batu Ikan, dan Riam Lancak;
c. Kawasan Batu Posok di Desa Penyeladi Hulu;
d. Kawasan Sipatn Lotup (Air Panas) Kecamatan Jangkang; e. Kawasan Tinyan Kompleks;
f. Kawasan Batu Bergantung, di Kecamatan Bonti; g. Kawasan Wisata waduk Merowi;
h. Kawasan Wisata Gua Thang Raya (Beduai); i. Kawasan Wisata Bukit Penrissen;
j. Kawasan Wisata Bukit Belungai;
k. Kawasan Agrowisata Kampung Baru (Kuala Buayan). l. Kawasan Wisata Danau Batu (Desa Balai Tinggi); m. Kawasan Wisata Danau Bekat;
n. Kawasan Wisata Agropolitan Tanjung (Kecamatan Tayan Hulu); o. Kawasan Wisata Gunung Semaung - Sepapan;
p. Kawasan Wisata Gunung Semarong; q. Kawasan Wisata Gunung Tiong Kandang;
r. Kawasan Wisata Kebun Raya Danau Lait Kompleks; s. Kawasan Wisata Padong Pangeran, Balai Karangan;
t. Kawasan Wisata Hamparan Pasir Pulau Tayan, tayan Hilir; u. Kawasan Wisata Gunung Bowang;
v. Kawasan Wisata Gunung Bengkawan;
RPJMD Kabupaten Sanggau Tahun 2014-2019 68 x. Kawasan Wisata Batu Laut Desa Kuala Rosan Kecamatan
Meliau;
y. Kawasan Wisata Pasir Putih Desa Kuala Rosan Kecamatan Meliau;
z. Kawasan Wisata Batu Lebur Desa Balai Tinggi Kecamatan Meliau;
aa.Kawasan wisata Hutan Kota Semboja; dan bb.Kawasan wisata Arboretum di Semboja.
Kawasan peruntukan pariwisata budaya dikembangkan di: a. Kawasan Keraton Surya Negara, Sanggau;
b. Kawasan Keraton Mengkiang; c. Kawasan Wisata Kota Sanggau;
d. Kawasan Wisata Rumah Betang Dorik Empulur; e. Kawasan Wisata Rumah Melayu di Bunut;
f. Kawasan Wisata budaya Rumah Betang Panca, Sekayam; g. Kawasan Wisata Rohani Riam Macan;
h. Tepekong Sanggau; i. Tepekong Meliau;
j. Kawasan Wisata rumah betang Desa Nebindang Kecamatan Toba;
k. Kawasan Wisata makam Pangsuma Kecamatan Meliau; l. Kawasan Wisata Gusti Lekar Kecamatan Meliau; dan m.Kawasan Keraton Tayan.
Kawasan peruntukan pariwisata minat khusus dikembangkan di: a. Wisata arung jeram di Sungai Pelanduk dan Sungai Sekajang,
Desa Suruh Tembawang dan
b. Wisata eko (ecotourism) di Cagar Alam Niyut Penrissen.
Dari sejumlah objek wisata tersebut tercatat jumlah kunjungan wisatawan lokal yang tercatat secara resmi baru pada ODTW Pancor Aji yaitu sebagaimana gambar berikut :
RPJMD Kabupaten Sanggau Tahun 2014-2019 69 Gambar II.18
Kunjungan Wisatawan Lokal pada ODTW Pancor Aji Kabupaten Sanggau Tahun 2008-2012
Sumber : Disbudpar Kabupaten Sanggau Tahun 2013 2.4. Aspek Daya Saing Daerah
Daya saing daerah merupakan salah satu aspek tujuan penyelenggaraan otonomi daerah sesuai dengan potensi, kekhasan dan unggulan daerah. Suatu daya saing merupakan salah satu faktor kunci keberhasilan pembangunan eknomi yang berhubungan dengan tujuan pembangunan daerah dalam mencapai tingkat kesejahteraan yang tinggi dan berkelanjutan.
2.4.1. Fokus Kemampuan Ekonomi Daerah
Kemampuan ekonomi daerah dalam kaitan dengan daya saing daerah adalah bahwa kapasitas ekonomi daerah harus memiliki daya tarik bagi pelaku ekonomi yang telah berada dan akan masuk ke daerah untuk menciptakan multiflier effect bagi peningkatan daya saing daerah. Gambaran umum kondisi daerah terkait dengan kemampuan ekonomi daerah salah satunya dapat dilihat dari pengeluaran rata-rata konsumsi rumah tangga perkapita dan produktivitas total daerah.
Indikator pengeluaran rata-rata konsumsi rumah tangga perkapita dimaksudkan untuk mengetahui tingkat konsumsi
RPJMD Kabupaten Sanggau Tahun 2014-2019 70 rumah tangga yang dijelaskan seberapa atraktif tingkat pengeluaran rumah tangga. Semakin besar angka konsumsi rumah tangga semakin atrakif bagi peningkatan kemampuan ekonomi daerah. Angka konsumsi perkapita tahun 2008-2012 Kabupaten Sanggau dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel II.38
Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga Perkapita di Kabupaten SanggauTahun 2008-2012 Uraian Tahun (dalam Milyar Rupiah)
2008 2009 2010 2011 2012 Makanan/Food 1.616,70 1.848,65 2.018,59 2.290,89 2.534,23 Non Makanan 1.036,78 1.185,53 1.199,05 1.383,45 1.545,71 Total Pengeluaran RT 2.653,48 3.034,18 3.217,64 3.674,34 4.079,94 Jumlah Rumah Tangga 91.211 90.126 99.119 101.087 102.562 Rasio 0,029 0,034 0,032 0,036 0,040 Sumber : Kabupaten Sanggau Dalam Angka Tahun 2013
Pengeluaran konsumsi rumah tangga perkapita tahun 2008-2012 mengalami peningkatan sebesar 54 persen.
2.4.2. Fokus fasilitas wilayah / Infrastruktur
Infrastruktur wilayah terdiri dari beberapa aspek yaitu infrastruktur transportasi, sumber daya air dan irigasi, listrik dan energi, telekomunikasi dan sarana dan prasarana pemukiman. Ketersediaan infrastruktur wilayah memiliki peranan yang sangat penting dalam pembentukan struktur tata ruang, pemenuhan kebutuhan wilayah dan pengikat wilayah. 1. Ketaatan Terhadap Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW)
Berdasarkan RTRW Kabupaten Sanggau Tahun 2011-2031, Tujuan penataan ruang Kabupaten adalah terwujudnya pemanfaatan ruang kabupaten yang aman, nyaman dan produktif dengan memperhatikan keterpaduan pemanfaatan sumber daya alam dan sumberdaya buatan melalui pengembangan industri, perdagangan dan jasa skala regional, pariwisata serta pengembangan kawasan perbatasan yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan
RPJMD Kabupaten Sanggau Tahun 2014-2019 71 untuk kesejahteraan masyarakat. RTRW Kabupaten meliputi struktur ruang wilayah Kabupaten Sanggau yang meliputi : a. Sistem pusat-pusatkegiatan terdiri atas:
PusatKegiatan Strategis Nasional (PKSN) dikembangkan di Kota Entikong;
Pusat Kegiatan Wilayah (PKW) dikembangkan di Kota Sanggau dan Entikong;
Pusat Kegiatan Lokal (PKL) dikembangkan di Balai Karangan, Tayan, Sosok, Kembayan, dan Pusat Damai.
Pusat PelayananKawasan (PPK) dikembangkan di Batang Tarang, Beduai, Bonti, Balai Sebut, Kedukul, dan Meliau.
Pusat Pelayanan Lingkungan (PPL) dikembangkan di Teraju dan Noyan.
b.Sistem JaringanTransportasi Darat
c. Sistem Jaringan Prasarana Lainnya meliputi:
Sistem jaringan prasarana energi/kelistrikan, minyak dan gas bumi;
sistem jaringan sumber daya air;
sistem jaringan pos dan telekomunikasi; dan
sistem jaringan pengelolaan lingkungan
Struktur ruang digambarkan dalam peta dengan tingkat ketelitian 1: 50.000 sebagaimana tercantum dalam gambar berikut :
RPJMD Kabupaten Sanggau Tahun 2014-2019 72 Gambar II.19
Struktur Ruang Kabupaten Sanggau
Sumber : Tata Ruang Kabupaten Sanggau Tahun 2013
d. Pola Ruang Wilayah Kabupaten Sanggau
Pemantapan kawasan lindung dilakukan dengan mengacu pada kawasan lindung yang telah ditetapkan secara nasional dan memperhatikan kawasan lindung yang ditetapkan oleh provinsi dan kabupaten dengan muatan kearifan lokal. Pola ruang wilayah Kabupaten Sanggau dapat dilihat sebagaimana tabel berikut :
RPJMD Kabupaten Sanggau Tahun 2014-2019 73 Gambar II.20
Kawasan Hutan lindung dan Budidaya
Sumber : Tata Ruang Kabupaten Sanggau Tahun 2013 Pemantapan kawasan lindung dilakukan dengan mengacu pada kawasan lindung yang telah ditetapkan secara nasional dan memperhatikan kawasan lindung yang ditetapkan oleh provinsi dan kabupaten dengan muatan kearifan lokal. Selain itu pola ruang wilayah diperuntukan bagi Kawasan Suaka Alam, Pelestarian Alam dan Cagar Budaya, kawasan cagar budaya dan ilmu pengetahuan.
RPJMD Kabupaten Sanggau Tahun 2014-2019 74 e. Aksesibilitas Daerah
Aksesibilitas daerah dihitung dalam rangka mengetahui ketersediaan infrastruktur jalan guna mendukung akses setiap kendaraan dan orang dengan mengukur panjang jalan yang tersedia. Adapun aksesibilitas daerah berdasarkan status dan panjang jalan di Kabupaten Sanggau Tahun 2008-2012 sebagaimana terdapat pada table berikut:
Tabel II.39
Aksesibilitas Daerah berdasarkan Status dan Panjang Jalan di Kabupaten Sanggau Tahun 2008-2012
Status Jalan Tahun (dalam Kilometer)
2008 2009 2010 2011 2012 Jalan Negara 319,49 352,95 352,95 352,95 457,45 Jalan Provinsi 208,95 94,29 94,29 94,29 94,29 Jalan Kabupaten 867,34 867,34 867,34 863,22 882,81 Jalan Desa 847.683 854.483 854.483 863.216 882.809 Total 1395,78 1314,58 1314,58 1310,46 1434,55 Sumber : Kabupaten Sanggau Dalam Angka Tahun 2013
Sedangkan aksesibilitas daerah berdasarkan jenis kendaraan di Kabupaten Sanggau Tahun 2008–2012 dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel II.40
Aksesobilitas Daerah berdasarkan Jenis Kendaraan di Kabupaten Sanggau Tahun 2008-2012
Jenis Kendaraan Tahun
2008 2009 2010 2011 2012 Mobil Penumpang 140 1331 1730 1751 2681 Mobil Bus 305 222 215 215 215 Mobil Truk 2115 2368 2819 2848 3914 Sepeda Motor 14947 84746 103858 124793 145799 Mobil Khusus 55 57 62 Jumlah 17507 88667 108677 129664 152671
Sumber : Kabupaten Sanggau Dalam Angka Tahun 2013
Berdasarkan data diatas dapat disimpulkan bahwa ketersediaan sarana jalan tidak termasuk jalan desa terhadap jumlah kendaraan di Kabupaten Sanggau pada tahun 2012 mencapai 1 : 73,44, yang berarti bahwa setiap panjang jalan
RPJMD Kabupaten Sanggau Tahun 2014-2019 75 sepanjang 1 km dapat diakses kendaraan baik kendaraan roda 4 maupun roda 2 sebanyak 73 kendaraan.
f. Fasilitas Bank / Non Bank
Ketersediaan fasilitas bank dan non bank sangat penting dalam rangka menunjang aspek daya saing daerah. Dengan adanya fasilitas tersebut segala urusan berkaitan dengan jasa dan lalu lintas keuangan dapat berjalan dengan lancar. Indikator kinerja berkaitan dengan fasilitas bank dan non bank salah satunya dapat dilihat dari jenis dan jumlah bank serta cabang-cabangnya.
Menurut fungsinya, bank dibagi menjadi 2 (dua) bagian, yaitu bank umum dan bank perkreditan rakyat dan berdasarkan kegiatan usahanya bank dibagi menjadi : bank konvensional dan bank syariah. Pada tahun 2012, jumlah bank umum di Kabupaten Sanggau seluruhnya berjumlah 8 unit, terdiri dari : 7 unit bank umum konvensional dan 1 unit bank umum syariah. Adapun jumlah bank perkreditan rakyat (BPR) seluruhnya berjumlah 2 unit, ke-2 unit tersebut adalah BPR konvensional. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
Tabel II.41
Jumlah Fasilitas Bank dan Non Bank di Kabbupaten Sanggau Tahun 2008-2012 Uraian Tahun 2008 2009 2010 2011 2012 Bank Umum -Konvensial 5 5 5 6 7 -Syariah 1
Bank Perkreditan Rakyat
-Konvensional 1 2 2 2 2
-Syariah
RPJMD Kabupaten Sanggau Tahun 2014-2019 76 g. Ketersediaan Air Bersih
Air bersih merupakan kebutuhan dasar penduduk yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari terutama untuk minum, mandi dan cuci yang bersumber dari sungai, mata air pegunungan, air hujan dan air tanah/sumur. Pengelolaan air bersih yang dilakukan oleh BUMD (PD. Tirta Pancur Aji) dengan memanfaatkan sumber air utama dari sungai dan mata air pegunungan. Distribusi pelayanan air bersih oleh PD. Tirta Pancur Aji di Kabupaten Sanggau berdasarkan jumlah pelanggan per kecamatan sebagaimana tabel berikut :
Tabel. II.42
Jumlah Pelanggan PDAM Tirta Pancur Aji Per Kecamatan Tahun 2008-2012
KECAMATAN
PELANGGAN PDAM TIRTA PANCUR AJI
2008 2009 2010 2011 2012 Kapuas 4.586 4.692 4.803 5.001 5.067 Tayan Hilir 283 342 377 402 406 Sekayam 806 820 815 841 863 Tayan Hulu 703 780 832 914 962 Entikong 504 517 544 612 650 Kembayan 310 309 308 310 310 Balai 486 506 496 490 476 Jangkang 240 239 239 239 239 Meliau 842 846 868 898 919 Beduai 268 269 269 269 269 TOTAL 9.028 9.320 9.551 9.976 10.161 Sumber : Kabupaten Sanggau Dalam Angka Tahun 2013
RPJMD Kabupaten Sanggau Tahun 2014-2019 77 h. Fasilitas Listrik dan Komunikasi
1. Fasilitas Listrik Terpasang
Pembangkit listik di Kabupaten Sanggau terdiri dari pembangkit listrik PLN dan pembangkit listrik swasta. Menurut data PT. PLN (Persero) Wilayah V Ranting Sanggau pada tahun 2012 banyaknya produksi listrik yang dihasilkan adalah sebesar 94.369.870,59 Kwh dengan jumlah daya tersambung sebesar 53.710.300 VA. Adapun jumlah pelanggan untuk tahun 2012 sebanyak 52.303 pelanggan, naik 21, 18 persen dibandingkan tahun 2011. Keadaan tersebut dapat dilihat sebagaimana tabel berikut ini:
Tabel II. 43
Fasilitasi Listrik Menurut Jumlah Pelanggan, Daya Tersambung dan Listrik Terjual di Kabupaten Sanggau
Tahun 2008-2012 Uraian Tahun 2008 2009 2010 2011 2012 Pelanggan 31.001 31.505 32.525 43.158 52.303 Daya Tersambung 27.008.350 27.834.450 29.221.200 42.531.450 53.710.300 Listrik Terjual 44.029.391 30.505.047,70 65.098.797,00 80.785.468,79 94.369.870,59
Sumber : Kabupaten Sanggau Dalam Angka 2013
Selain penyediaan jaringan listrik oleh PLN, di daerah-daerah yang belum terjangkau jaringan PLN dan memiliki potensi maka dikembangkan Pembangkit Listrik Mikro Hidro (PLTMH) dengan sebaran sebagaimana tabel berikut:
RPJMD Kabupaten Sanggau Tahun 2014-2019 78 Tabel II. 44
Persebaran Pembangkit Listrik Non PLN berdasarkan Lokasi, Daya Terpasang dan Jumlah Pelanggan di Kabupaten Sanggau
Tahun 2008-2012
KECAMATAN DAYA
TERPASANG
Persebaran Pembangkit Listrik Non PLN 2008 2009 2010 2011 2012 Kapuas 2500 VA 165 Tayan Hilir Sekayam Tayan Hulu 3500 VA 145 150 155 160 165 Entikong 3500 VA + 305 KW 319 277 671 Kembayan Balai Jangkang 2200 VA 150 Meliau 2500 VA 245 Beduai Bonti 4500 VA + 30 KW 200 205 210 215 302 Noyan 2200 VA + 210 KW 170 114 376 TOTAL
Sumber : Kabupaten Sanggau Dalam Angka Tahun 2013
Prosentase rumah tangga pengguna air bersih dan pengguna listrik di Kabupaten Sanggau pada tahun 2008-2012 sebagaimana Gambar berikut :
RPJMD Kabupaten Sanggau Tahun 2014-2019 79 Gambar. II.21
Presentase Rumah Tangga Pengguna Air Bersih dan Rumah Tangga Pengguna Listrik di Kabupaten Sanggau Tahun 2008-2012
Sumber : Kabupaten Sanggau Dalam Angka Tahun 2013
2. Komunikasi
Sarana komunikasi yang digunakan sebagian besar penduduk Kabupaten Sanggau melalui layanan pos dan telepon. Layanan komunikasi melalui pos dilakukan melalui PT. Pos, sedangkan komunikasi melalui telepon dilayani oleh PT. Telkom dan beberapa provider sebagaimana tabel berikut ini
Tabel II. 45
Jumlah Paket Pos yang Dikirim dan yang Diterima di Kabupaten Sanggau Tahun 2008-2012 Paket POS Tahun 2008 2009 2010 2011 2012 Kirim/Sending 14.603 16.462 9.449 6.573 5.673 Terima/Reciving 22.296 23.983 30.444 33.773 33.689
Sumber : Kabupaten Sanggau Dalam Angka Tahun 2013