GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
2.3.1. Fokus Layanan Urusan Wajib 1.Pendidikan
Pendidikan merupakan salah satu indikator tingkat kesejahteraan masyarakat dan keberhasilan pembangunan suatu bangsa, sedangkan penduduk merupakan salah satu modal pembangunan yang berperan sebagai subjek pembangunan. Oleh sebab itu, tingkat pendidikan penduduk berpengaruh sangat besar terhadap keberhasilan pembangunan.
Jumlah penduduk usia sekolah yang memperoleh pendidikan dipengaruhi oleh faktor sosial ekonomi masyarakat, lingkungan dan ketersediaan fasilitas pendidikan. Faktor ketersediaan fasilitas pendidikan sangat erat kaitannya dengan kemampuan pemerintah dalam menyediakan sarana dan prasarana pendidikan. Oleh sebab itu, salah satu usaha pemerintah untuk menunjang pembangunan bidang pendidikan adalah dengan menyediakan berbagai sarana dan prasarana fisik yang memadai,seperti pengadaan gedung sekolah, perpustakaan, serta non fisik . Selain itu kualitas pendidikan juga diusahakan penyediaan tenagapendidik dan kependidikan yang memadai dan peningkatan kualitas tenaga pendidik dan kependidikan.
Kemajuan pendidikan mempunyai hubungan yang positif dengan bidang lain. Salah satunya hubungan pendidikan dengan tingkat penghasilan, semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang maka semakin besar peluang untuk memperoleh pekerjaan atau untuk mendapatkan penghasilan yang lebih memadai.
RPJMD Kabupaten Sanggau Tahun 2014-2019 44 Salah satu layanan dasar pemerintah kepada masyarakat adalah sarana dan prasarana pendidikan. Ketersediaan layanan pendidikan dapat digambarkan dari ketersediaan sekolah, pendidik dan tenaga kependidikan yang merupakan syarat dasar dalam proses pendidikan.
Pada tahun 2012, tercatat 54 buah Sekolah Jenjang TK/RA baik negeri maupun swasta dengan jumlah 2641 siswa, jumlah kelas 218 ruang dan jumlah guru 185 orang. Jenjang SD/MI/SLB pada tahun 2012 tercatat 476 sekolah baik negeri maupunswasta dengan jumlah 63.244 siswa. Ketersediaan ruang kelas sebanyak 3211 ruang dan ketersediaan guru sebanyak 3954orang ( Guru PNS, Guru Tetap dan Guru Tidak Tetap), Bila dibandingkan dengan tahun 2008-2011 ada selisih perbedaan jumlah sekolah. Hal itu dikarenakan pada tahun 2012 dilakukan regrouping sebanyak 9 sekolah dan yang tutup sebanyak 5 sekolah. Pada tahun 2012 untuk jenjang SMP/MTs baik negeri maupun swasta tercatat 122 sekolah dengan jumlah 18.520 siswa, ketersediaan kelas sebanyak 630 ruang dan ketersediaan jumlah guru sebanyak 1.297 orang (Guru PNS, Guru Tetap dan Guru Tidak Tetap). Bila dibandingkan tahun 2011 ada selisih perbedaan jumlah sekolah, hal itu dikarenakan ada 3 sekolah swasta (SMP Terbuka) yang tutup. Pada tahun yang sama untuk jenjang SMA/MA/SMK baik negeri maupun swasta tercatat 44 sekolah dengan jumlah 14.732 siswa. Ketersediaan kelas sebanyak 320 ruang dan ketersediaan guru sebanyak 692 orang (Guru PNS, Guru Tetap dan Guru Tidak Tetap). Jumlah sekolah, guru dan murid di Kabupaten Sanggau pada tahun 2008-2012 dapat dilihat pada tabel berikut :
RPJMD Kabupaten Sanggau Tahun 2014-2019 45 Tabel II.14
Jumlah Sekolah, Guru dan Murid di Kabupaten Sanggau Tahun 2008-2012 JENJANG TAHUN 2008 2009 2010 2011 2012 TK/RA Jumlah Sekolah 49 58 50 50 54 Siswa 1.634 1.813 2.392 2.394 2.641 Ruang Kelas 168 197 216 214 218 Guru 100 142 233 230 185
Rasio Jumlah Murid Terhadap Jumlah Kelas
1:10 1:11 1:9 1:9 1:8
Rasio Guru Terhadap Murid
1:16 1:13 1:10 1:10 1:14
Rasio Guru Terhadap Kelas 1:2 1:1 1:1 1:1 1:1 SD/MI Jumlah Sekolah 493 489 490 490 476 Siswa 57.269 60.999 62.121 61.123 63.244 Ruang Kelas 3.015 3.010 3.223 3.241 3.211 Guru 5.397 5.376 4.156 3.505 3.954 Rasio Jumlah Murid
Terhadap Jumlah Kelas
1:19 1:20 1:19 1:19 1:20
Rasio Guru Terhadap Murid
1:11 1:11 1:15 1:17 1:16
Rasio Guru Terhadap Kelas 1:2 1:2 1:1 1:1 1:1 SMP/MTs Jumlah Sekolah 121 118 125 125 122 Siswa 13.721 21.484 17.092 17.024 18.520 Ruang Kelas 569 615 636 648 630 Guru 1.292 1.478 1.531 1.398 1.297 Rasio Jumlah Murid
Terhadap Jumlah Kelas
24:1 35:1 27:1 26:1 29:1
Rasio Guru Terhadap Murid
1:11 1:15 1:11 1:12 1:14
Rasio Guru Terhadap Kelas 1:2 1:2 1:2 1:2 1:2 SMA/MA/SMK Jumlah Sekolah 49 43 42 43 44 Siswa 8.930 8.684 9.342 9.342 14.732 Ruang Kelas 306 325 317 320 320 Guru 675 775 745 740 692
Rasio Jumlah Murid
Terhadap Jumlah Kelas 1:29 1:27 1:29 1:29 1:46 Rasio Guru Terhadap
Murid
1:13 1:11 1:13 1:13 1:21 Rasio Guru Terhadap
Kelas
1:2 1:2 1:2 1:2 1:2 Sumber : Disdikpora Kabupaten Sanggau Tahun 2013
RPJMD Kabupaten Sanggau Tahun 2014-2019 46 Sementara guru yang memenuhi kualifikasi pendidikan S1/DIV pada tahun 2012 telah mencapai 461 dari 692 guru untuk jenjang SMA/MA/SMK atau 66,62 persendari total jumlah guru. Tabel II.15 Guru Berkualifikasi S.1 JENJANG 2008 2009 2010 2011 2012 TK 6 4 7 32 44 SD/MI 171 165 347 1076 1110 SMP/MTs 552 726 722 716 793 SMA/MA/SMK 510 458 546 555 461
Sumber : Disdikpora Kabupaten Sanggau Tahun 2013
Sedangkan jumlah guru yang sudah memiliki sertifikasi keahlian sampai tahun 2012 dapat dilihat sebagaimana gambar berikut :
Gambar II.14
Grafik Persentase Sertifikasi Guru per Jenjang tahun 2012
Sumber : Disdikpora Kabupaten Sanggau Tahun 2013
Berdasarkan Grafik di atas, persentase guru yang belum bersertifikasi masih cukup tinggi di semua jenjang, sementara
yang sudah bersertifikasi di setiap jenjang rata-rata 28,21 persen.
RPJMD Kabupaten Sanggau Tahun 2014-2019 47 Kualitas pendidikan penduduk juga diukur dari angka lama sekolah yang merupakan perhitungan rata-rata waktu lama sekolah per penduduk. Angka lama sekolah rata-rata penduduk di Kabupaten Sanggau tahun 2008-2012 dapat dilihat sebagaimana gambar berikut:
Gambar II. 15
Angka Lama Sekolah di Kabupaten Sanggau Tahun 2008-2012
Sumber : Kabupaten Sanggau Dalam Angka Tahun 2013
Data di atas menunjukkan bahwa ada peningkatan angka lama sekolah penduduk Kabupaten Sanggau sebesar 3,47 persen selama tahun 2008-2012. Secara keseluruhan grafik di atas menggambarkan bahwa sebagian besar penduduk Kabupaten Sanggau hanya sampai menamatkan pendidikan pada jenjang Sekolah Dasar (SD).
Kualitas pendidikan penduduk juga diukur dari angka partisipasi sekolah, Rasio Ketersediaan Sekolah Per Penduduk Usia Sekolah dan rasio guru terhadap murid
a. Angka Partisipasi Sekolah
Sampai tahun 2012 angka partisiasi murni SD/MI/Paket A telah mencapai 97,40 persen, angka partisipasi murni SMP/MTs/Paket B telah mencapai 55,67 persen, angka partisipasi murni SMA/MA/Paket C mencapai 41,04 persen. Kondisi tersebut dapat dilihat sebagaimana tabel berikut:
RPJMD Kabupaten Sanggau Tahun 2014-2019 48 Tabel II. 16
Angka Partisipasi Kasar (APK) dan Angka Partisipasi Murni (APM)
Tingkat Pendidikan di Kabupaten Sanggau Tahun 2008-2012
Bidang Urusan/Indikator Tahun
2008 2009 2010 2011 2012
Angka Partisipasi Kasar (APK) SD/MI/Paket A (persen)
107,29 104,00 107,31 122,24 118,54 Angka Partisipasi Kasar
(APK) SMP/MTs/Paket B (persen)
78,36 74,13 64,07 78,32 78,89 Angka Partisipasi Kasar
(APK) SMA/SMK/MI/Paket C ( persen)
45,40 36,21 45,85 67,68 69,43 Angka Partisipasi Murni
(APM) SD/MI/Paket A (persen)
88,94 84,14 84,07 99,95 97,40 Angka Partisipasi Murni
(APM) SMP/MTs/Paket B ( persen)
60,53 60,88 55,75 55,99 55,67 Angka Partisipasi Murni
(APM)
SMA/SMK/MI/Paket C ( persen)
31,96 26,11 27,91 42,05 41,04
Sumber : Disdikpora Kabupaten Sanggau Tahun 2013
Dari data di atas menunjukkan bahwa jenjang pendidikan SD/MI menurut aspek akses, pemerataan dan keterjangkauan pendidikan sudah tinggi. Namun pada jenjang pendidikan SMP/MTs dan jenjang pendidikan menengah masih rendah. Sehingga dipandang perlu untuk meningkatkan aspek akses, pemerataan dan keterjangkauan pendidikan untuk jenjang pendidikan SMP/MTs dan jenjang pendidikan menengah.
Pada tahun 2012 Angka kelulusan SD/MI/Paket A mencapai 99,95 persen, Tingkat kelulusan SMP/MTs/Paket B mencapai 98,64 persen, tingkat kelulusan SMA/MA/Paket C mencapai 95,67 persen, sebagaimana tabel berikut :
RPJMD Kabupaten Sanggau Tahun 2014-2019 49 Tabel II.17
Tingkat Kelulusan di Kabupaten Sanggau Tahun 2008-2012
Tingkat Kelulusan TAHUN
2008 2009 2010 2011 2012
SD/MI/Paket A 95,27 94,03 98,90 99,77 99,95
SMP/MTs/Paket B 38,88 97,04 96,45 96,72 98,64
SMA/MA/Paket C 26,35 71,67 88,43 98,27 95,67
Sumber : Disdikpora Kabupaten Sanggau Tahun 2013
b. Rasio Ketersediaan Sekolah Per Penduduk Usia Sekolah Rasio ketersediaan sekolah adalah jumlah sekolah berdasarkan tingkat pendidikan per jumlah penduduk usia pendidikan. Rasio ini mengindikasikan kemampuan untuk menampung semua penduduk usia pendidikan. Pada tahun 2012 rasio ketersediaan sekolah untuk jenjang pendidikan SD/MI 1 : 78,78 yaitu setiap 1 SD/MI menampung rata-rata sebanyak 78,78 siswa. Sedangkan untuk sekolah menengah pada tahun 2012 rasio ketersediaan sekolah 1 : 69,36 yaitu setiap 1 pendidikan menengah menampung rata-rata sebanyak 69,36 siswa. Hal tersebut dapat dilihat pada gambar berikut :
Gambar II.16
Rasio Ketersediaan Sekolah terhadap Penduduk Usia Sekolah Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah
di Kabupaten Sanggau Tahun 2008-2012
RPJMD Kabupaten Sanggau Tahun 2014-2019 50 c. Rasio Guru / Murid
Rasio guru terhadap murid adalah jumlah guru berdasarkan tingkat pendidikan per jumlah murid berdasarkan tingkat pendidikan. Rasio ini mengindikasikan ketersediaan tenaga pengajar juga mengukur jumlah ideal murid untuk satu guru agar tercapai mutu pengajaran. Selama kurun waktu tahun 2008-2012 rasio ketersediaan guru di Kabupaten Sanggau untuk seluruh jenjang pendidikan, baik TK/RA, SD/MI, SMP/MTs maupun SMA/MA/SMK jumlah murid cenderung tetap, kecuali pada tahun 2012 untuk jenjang pendidikan SMA/MA/SMK mencapai tingkat rasio 1:21 artinya satu orang guru SMA/MA/SMK mengajar 21 siswa.
Berikut adalah gambaran secara lengkap mengenai kondisi ketersediaan guru/murid di Kabupaten Sanggau per jenjang pendidikan selama kurun waktu tahun 2008-2012 :
Gambar II.17
Rasio Guru Terhadap Murid Pendidikan Dasar (SD) dan Pendidikan Menengah (SMP) di Kabupaten Sanggau
Tahun 2008-2012
RPJMD Kabupaten Sanggau Tahun 2014-2019 51 2. Kesehatan
Salah satu aspek penting dalam pembangunan kualitas sumber daya manusia adalah aspek kesehatan. Aspek kesehatan tersebut meliputi ketersediaan sarana dan prasarana kesehatan, tenaga medis dan para medis serta kualitas pelayanan.
a. Sarana dan Prasarana Kesehatan
Pada tahun 2012 terdapat 3 (tiga) buah rumah sakit daerah di Kabupaten Sanggau. Ketiga rumah sakit tersebut berada di Kecamatan Kapuas, Kecamatan Tayan Hulu, dan Kecamatan Sekayam. Sedangkan untuk Puskesmas, telah tersedia 18 buah Puskesmas yang tersebar di masing-masing kecamatan dengan 87 buah Pustu dan 157 Polindes/Poskesdes yang tersebar di tingkat desa/kelurahan. Jumlah sarana kesehatan pemerintah di Kabupaten Sanggau dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel II.18
Jumlah Sarana Kesehatan Menurut Kecamatan Di Kabupaten Sanggau Tahun 2012
KECAMATAN Rumah
Sakit Puskesmas Pustu Poliklinik Posyandu
Polindes / Poskesdes (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 01. T o b a - 1 4 1 21 7 02. M e l i a u - 1 14 - 53 18 03. Kapuas 1 3 13 6 67 20 04. M u k o k - 1 6 1 23 8 05. Jangkang - 1 7 - 32 11 06. B o n t i - 1 4 - 32 9 07. Parindu - 1 7 - 46 13 08. Tayan Hilir - 2 6 3 45 13 09. B a l a i - 1 3 - 30 12 10. Tayan 1 1 6 1 35 11
RPJMD Kabupaten Sanggau Tahun 2014-2019 52 Hulu 11. Kembayan - 1 5 2 24 11 12. Beduwai - 1 3 - 17 5 13. N o y a n - 1 4 1 29 5 14. Sekayam 1 1 4 1 44 9 15. Entikong - 1 1 1 24 5 Jumlah 3 18 87 17 522 157
Sumber: Dinas Kesehatan Kab. Sanggau Tahun 2013
Berdasarkan rasio ideal ketersediaan sarana rumah sakit adalah 0,51 per 100.000 penduduk, rasio Puskesmas 4,55 per 100.000 penduduk, rasio Pustu 21,76 per 100.000 penduduk, rasio Poliklinik 3,29 per 100.000 penduduk dan rasio Posyandu 121,71 per 100.000 penduduk. Sedangkan di Kabupaten Sanggau pada Tahun 2012 rasio sarana dan prasarana yang belum memenuhi rasio ideal adalah Puskesmas (92,08%), Puskesmas Pembantu (93,10%) dan Posyandu (99,23%). Rasio ketersediaan sarana dan tenaga kesehatan dapat dilihat sebagaimana tabel berikut :
Tabel II.19
Ratio Sarana Prasarana Kesehatan Di Kabupaten Sanggau Tahun 2008 - 2012
Jenis Sarana Tahun
2008 2009 2010 2011 2012 Rumah Sakit 0,51 0,51 0,49 0,48 0,71 Puskesmas 4,63 4,55 4,41 4,32 4,26 Pustu 22,11 22,27 21,05 20,88 20,58 Poliklinik 2,83 3,29 3,18 1,68 4,02 Polindes/ Poskesdes 39,86 39,48 38,19 37,45 37,15
b. Tenaga Kesehatan Pemerintah
Selain banyaknya sarana kesehatan pemerintah, ketersediaan pelayanan di bidang kesehatan dapat juga
RPJMD Kabupaten Sanggau Tahun 2014-2019 53 dilihat dari banyaknya tenaga kesehatan di Kabupaten Sanggau. Pada tahun 2012, tercatat terdapat 47 orang dokter dengan 407 orang perawat. Hal yang perlu diperhatikan adalah sebaran tenaga kesehatan yang masih belum merata dan terpusat di Kecamatan Kapuas yang memiliki jumlah dokter dan perawat jauh lebih banyak daripada kecamatan lainnya. Sedangkan di Kecamatan Noyan, belum tersedia dokter. Selain itu, Kecamatan Noyan pun memiliki jumlah tenaga kesehatan yang lebih sedikit dibandingkan dengan kecamatan lainnya. Pada tabel dibawah ini menunjukkan banyaknya tenaga kesehatan pemerintah di Kabupaten Sanggau dan sebarannya berdasarkan kecamatan.
Tabel II.20
Jumlah Tenaga Kesehatan Pemerintah Menurut Kecamatan Di Kabupaten Sanggau Tahun 2012
Kecamatan Dokter Perawat Bidan Jumlah
01. T o b a 1 11 9 21 02. M e l i a u 2 20 20 42 03. Kapuas 20 175 57 252 04. M u k o k 1 10 10 21 05. Jangkang 1 15 16 32 06. B o n t i 2 12 11 25 07. Parindu 1 19 20 40 08. Tayan Hilir 3 16 19 38 09. B a l a i 2 5 17 24 10. Tayan Hulu 5 68 22 95 11. Kembayan 2 12 14 28 12. Beduwai 1 7 7 15 13. N o y a n - 8 9 17
RPJMD Kabupaten Sanggau Tahun 2014-2019 54
14. Sekayam 3 16 18 37
15. Entikong 3 13 10 26
Jumlah / Total 47 407 259 713
Sumber: Dinas Kesehatan Kab. Sanggau Tahun 2013
Berdasarkan rasio ideal ketersediaan tenaga medis/dokter adalah 1:2500, sedangkan di Kabupaten Sanggau jumlah tenaga dokter yang tersedia pada tahun 2012 sebanyak 47 orang atau dengan rasio 1 : 8.992. Memperhatikan rasio ideal tersebut diatas dengan kondisi ketersediaan tenaga dokter pada tahun 2012, maka jumlah tenaga dokter yang dibutuhkan sebagaimana rasio ideal adalah 169 orang dokter. Dari tahun 2008 sampai tahun 2012 rasio ketersediaan sarana dan tenaga kesehatan dapat dilihat sebagaimana tabel berikut :
Tabel II.21
Ratio Tenaga Kesehatan Pemerintah Di Kabupaten Sanggau Tahun 2008 – 2012
Jenis Tenaga Tahun
2008 2009 2010 2011 2012 Dokter Spesialis 1,54 1,77 1,96 1,92 2,13 Dokter Umum 11,06 11,39 10,04 6,96 7,33 Dokter Gigi 2,31 1,77 1 0,72 2,13 Perawat 78,94 61,24 77,36 76.09 96,30 Bidan 37,03 46,06 56,31 56,89 60,81
Sumber : Dinas Kesehatan Kabupaten Sanggau (Data diolah)
3. Kependudukan dan Catatan Sipil
Tertib administrasi kependudukan dan pencatatan sipil merupakan salah satu indikator pelayanan publik yang memberikan hak hukum dan administrasi kepada setiap penduduk yang melakukan tindakan sipil kependudukan. Salah satu tertib administrasi kependudukan dan pencatatan sipil adalah kepemilikan akte kelahiran, Kartu
RPJMD Kabupaten Sanggau Tahun 2014-2019 55 Tanda Penduduk (KTP) dan akte perkawinan. Kepemilikan bukti administrasi kependudukan tersebut dapat dilihat sebagaimana tabel berikut :
Tabel II.22
Kepemilikan Dokumen Administrasi kependudukan dan Catatan Sipil di Kabupaten Sanggau Tahun 2008-2012
Uraian Tahun
2008 2009 2010 2011 2012 Rasio Penduduk ber KTP per
satuan penduduk
0,41 0,42 0,42 0,54 0,56 Rasio Bayi Berakte Kelahiran - - 233 204 381 Kepemilikan Akte Perkawinan 6.931 8.731 11.075 15.46 9 16.728 Kepemilikan KTP (%) 66,63 68,28 68,16 79,00 80,91 Kepemilikan Akte Kelahiran
per 1000 penduduk
307 300 349 362 346 Ketersediaan data base
kependudukan skala kabupaten (%)
75,52 77,02 78,52 80,03 81,50
Penerapan KTP Nasional berbasis NIK (E-KTP)
- - - - 3,70
Sumber :Disdukcapil Kabupaten Sanggau Tahun 2013 4.Keluarga Berencana
Laju pertumbuhan penduduk selain merupakan sebuah potensi disisi lain juga memuat permasalahan demografi jika tidak dikendalikan. Upaya pengendalian dilakukan dengan melaksanakan program Keluarga berencana yang bertujuan untuk mewujudkan keluarga kecil bahagia sejahtera. Kesadaran menjadi akseptor aktif Keluarga Berencana di Kabupaten Sanggau tahun 2008-2012 menunjukkan terjadinya peningkatan jumlah akseptor yang dapat dilihat sebagaimana tabel berikut :
RPJMD Kabupaten Sanggau Tahun 2014-2019 56 Tabel II.23
Jumlah Pencapaian Akseptor Aktif KB di Kabupaten Sanggau Tahun 2008 - 2012
KECAMATAN TAHUN 2008 2009 2010 2011 2012 Toba 1.582 1.649 1.700 1.920 1.539 Meliau 6.427 7.046 7.155 7.248 7.179 Kapuas 9.873 10.100 10.286 11.353 11.429 Mukok 2.816 2.153 2.657 2.677 2.708 Jangkang 2.905 3.005 3.082 3.550 3.682 Bonti 1.454 1.892 2.150 2.258 3.322 Parindu 3.805 3.971 3.978 4.050 3.693 Tayan Hilir 2.699 3.273 3.236 4.061 1.527 Balai 2.696 3.311 3.410 3.512 3.617 Tayan Hulu 3.485 3.602 3.621 3.676 2.179 Kembayan 1.825 1.718 2.948 4.905 4.039 Beduai 1.774 1.687 2.083 984 3.729 Noyan 1.154 937 1.476 1.716 4.199 Sekayam 3.160 3.198 3.391 3.480 2.018 Entikong 72 295 991 967 4.088 JUMLAH 45.727 47.837 52.164 56.357 58.948
Sumber : Kabupaten Sanggau dalam Angka Tahun 2013
Kesadaran Pasangan Usia Subur (PUS) untuk mengikuti program Keluarga Berencana atau menjadi akseptor KB aktif merupakan faktor yang signifikan dalam pengendalian jumlah penduduk. Jumlah penduduk yang proporsional terhadap ketersediaan lapangan kerja memberikan pengaruh terhadap tingkat kesejahteraan sosial penduduk. Jumlah partisipasi Akseptor KB di Kabupaten Sanggau mengalami peningkatan dari tahun 2008-2012. Hal tersebut dapat dilihat sebagaimana tabel berikut:
RPJMD Kabupaten Sanggau Tahun 2014-2019 57 Tabel II. 24
Partisipasi Akseptor KB di Kabupaten Sanggau Tahun 2008-2012 Uraian Tahun 2008 2009 2010 2011 2012 Jumlah PUS 74.795 74.928 77.670 78.216 82.612 Jumlah Peserta KB (Akseptor KB) 45.727 47.837 52.164 56.357 58.948 Jumlah Tidak Ber KB 29.068 27.091 25.506 21.859 23.664 Rasio Akseptor KB (%) 61,14 63,84 67,16 72,05 71,36
Sumber : BP2KBPA Kabupaten Sanggau Tahun 2013
2.3.2. Fokus Layanan Urusan Pilihan