GAMBARAN KEUANGAN DAERAH
PERMASALAHAN DAN ISU STRATEGIS
5. Ketentraman, ketertiban umum, dan perlindungan masyarakat Permasalahan yang dihadapi pada urusan Ketertiban Umum dan
4.1.2 Fokus Layanan Urusan Wajib Non Pelayanan Dasar 1. Tenaga kerja
Permasalahan yang dihadapi pada urusan Ketenagakerjaan adalah sebagai berikut:
a. Meningkatnya tingkat pengangguran terbuka menjadi sebesar 4,89% pada tahun 2020.
b. Belum optimalnya penempatan tenaga kerja dibandingkan dengan penawaran tenaga kerja yang ada, yakni baru mencapai 57,08%.
c. Menurunnya tingkat partisipasi angkatan kerja dari 71% menjadi 69,05%.
d. Belum optimalnya peserta pelatihan kerja yang diterima di pasar kerja, yakni baru mencapai 80% di tahun 2020.
2. Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
Permasalahan yang dihadapi pada urusan pemberdayaan perempuan dan perlindungan masyarajat Ruang adalah sebagai berikut:
a. Capaian IPG meningkat tipis namun berada di posisi terendah di Jawa Tengah.
b. Capaian IDG ranking 25, dengan tingkat kinerja menurun, berda dibawah jawa Tengah dan Nasional.
c. Partisipasi perempuan di legislative rendah hanya 13,33%
d. Rata-rata pengeluaran perkapita perempuan hanya sepertiga dibandingkan laki-laki yaitu Rp 5.968 sedangkan laki-laki sudah mencapai Rp 14.382.
e. Perempuan sebagai tenaga Manager, Profesional, Administrasi, Teknisi (39,92 % terendah di Jawa Tengah).
f. Sumbangan Perempuan dalam Pendapatan Kerja (34,76%).
g. Kekerasan terhadap perempuan dan anak masih tinggi, terakumulasi hingga 2019 terdapat 30 kasus.
3. Pangan
Permasalahan yang dihadapi pada urusan pangan adalah sebagai berikut:
a. Masih adanya desa rawan pangan dan belum semuanya tertangani, terlihat dari jumlah desa rawan pangan sebanyak 8 desa pada tahun 2019, yang tertangani sebanyak 4 desa di tahun 2020.
b. Terdapat beberapa bahan pangan yang produksinya belum memenuhi kebutuhan pangan, seperti ubi kayu, kedelai, bawang merah, dan gula pasir.
c. Belum optimalnya stabilitas harga dan pasokan pangan, terlihat dari Stabilitas harga dan pasokan pangan sebesar 95% pada tahun 2020.
d. Belum optimalnya pola pangan harapan, dipengaruhi oleh kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai pemenuhan pangan yang Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman. Hal ini terlihat dari Skor pola pangan harapan (PPH) sebesar 90,50% pada tahun 2020.
5. Lingkungan Hidup
Permasalahan yang dihadapi pada urusan lingkungan hidup adalah sebagai berikut:
a. Belum optimalnya capaian indeks kualitas lingkungan hidup di Kabupaten Blora, capaian tahun 2020 sebesar 70, 25 menurun dibandingkan tahun 2019 sebesar 74,63
b. Belum optimalnya pengangkutan sampah, capaian tahun 2019 sebesar 48,53 %;
c. Belum optimalnya pengurangan sampah di perkotaan, tahun 2019 baru 20,47 %;
6. Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil
Permasalahan yang dihadapi pada urusan Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil yaitu
a. Belum semua penduduk wajib KTP memiliki KTP, tahun 2020 Kepemilikan KTP baru sebesar 96,92%.
b. Belum semua penduduk memiliki akta kelahiran. Tahun 2020 baru 97,57 penduduk ber akte kelahiran
c. Belum semua anak memiliki Kartu Identitas Anak (KIA) tahun 2020 baru sebesar 48,84% yang memiliki KIA
7. Pemberdayaan masyarakat dan Desa
Permasalahan yang dihadapi pada urusan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa adalah sebagai berikut:
a. Masih terdapat 38 desa di Kabupaten Blora yang belum memiliki BUMDes.
b. Terbatasnya kelompok usaha usaha ekonomi produktif masyarakat desa, terlihat dari jumlah usaha ekonomi produktif perempuan yang terlatih sebanyak 85 kelompok pada tahun 2020.
c. Kurangnya keaktifan Pos Pelayanan Teknologi (Posyantek), terlihat dari jumlah posyantek aktif sebanyak 7 unit pada tahun 2020. d. Belum optimalnya kualitas pelayanan publik di desa
8. Pengendalian penduduk dan Keluarga Berencana
Permasalahan yang dihadapi pada urusan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana adalah sebagai berikut:
a. Masih tingginya pasangan usia subur yang ingin ber-KB tidak terpenuhi, terlihat dari cakupan PUS yang ingin ber-KB tidak terpenuhi (unmetneed) sebesar 11,89% pada tahun 2020
b. Kurangnya kesadaran masyarakat dalam mengikuti Program KB, terlihat dari cakupan peserta KB aktif sebesar 74,33% pada tahun 2020.
c. Masih adanya Pasangan Usia Subur (PUS) yang istrinya dibawah 20 tahun (usia dini), terlihat dari cakupan Pasangan Usia Subur yang isterinya dibawah usia 20 tahun sebesar 1,56% pada tahun 2020.
9. Perhubungan
Permasalahan yang dihadapi pada urusan Perhubungan adalah sebagai berikut:
a. Belum optimalnya pengelolaan terminal tipe C.
b. Belum adanya terminal angkutan barang (pangkalan truk).
c. Belum optimalnya penyediaan perlengkapan jalan, terlihat dari persentase sarana dan prasarana perhubungan dalam kondisi baik sebesar 85% pada tahun 2019. Selain itu untuk fasilitas perlengkapan jalan (rambu, marka, dan guardrill) baru mencapai sebesar 75% pada tahun 2019.
d. Masih banyaknya kejadian kecelakaan lalu lintas, terlihat dari Jumlah kasus Kecelakaan lintas 500 kejadian pada tahun 2019. e. Belum optimalnya penyelenggaraan pengujian kendaraan bermotor.
Jumlah uji KIR angkutan umum tahun 2019 baru mencapai 85%. f. Belum optimalnya pengelolaan parkir kendaraan.
g. Belum selesainya pembangunan bandara Ngloram dan reaktivasi jalur kereta api Rembang – Blora – Cepu dan Blora – Purwodadi – Semarang
10. Komunikasi dan Informatika
Permasalahan yang dihadapi pada urusan Komunikasi dan Informatika adalah sebagai berikut:
a. Perlu optimalisasi peran dan fungsi Kelompok Informasi Masyarakat dilihat dari capaian Cakupan pengembangan dan pemberdayaan Kelompok Informasi Masyarakat di Tingkat Kecamatan ditahun 2020 capaiannya 0 %.
b. Masih rendahnya pemberian informasi kebijakan kepada
masyarakat, dilihat dari capaian tahun 2020 hanya 12 dokumen yang semula ditargetkan 13 dokumen.
11. Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah
Permasalahan yang dihadapi pada urusan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah adalah sebagai berikut:
a. Belum optimalnya keaktifan koperasi di Kabupaten Blora, terlihat dari realisasi capaian persentase koperasi aktif yang baru
mencapai 39,92% pada tahun 2020.
b. Tidak terselenggaranya Persentase pameran untuk promosi produk UMKM karena mewabahnya pandemi COVID-19 dari bulan maret 2019 hingga saat ini.
12. Penanaman Modal
Permasalahan yang dihadapi pada urusan Penanaman Modal adalah sebagai berikut:
a. Belum optimalnya realisasi investasi berskala nasional (PMA dan PMDN), terlihat dari nilai realisasi investasi 6,9 Trilyun rupiah pada tahun 2020 dan nilai realisasi investasi PMA 9 trilyun rupiah.
b. Kurangnya promosi peluang penanaman modal, penyediaan informasi peluang usaha sektor/bidang usaha unggulan, dan fasilitasi pemerintah daerah dalam rangka kerjasama kemitraan. Hal ini terlihat dari Terselenggaranya bimbingan pelaksanaan Kegiatan Penanaman Modal kepada masyarakat dunia usaha pada tahun 2020 tingkat kabupaten 3 kali.
13. Kepemudaan dan Olah Raga
Permasalahan yang dihadapi pada urusan Kepemudaan dan Olah Raga adalah sebagai berikut:
a. Kurangnya pembinaan organisasi olahraga, terlihat dari persentase organisasi kepemudaan yang telah dibina 64% pada tahun 2020. b. Terbatasnya wirausaha muda, terlihat dari Jumlah pemuda yang
mampu berwirausaha hanya 195 orang pada tahun 2019.
c. Belum optimalnya prestasi olahraga di tingkat provinsi dan nasional, dipengaruhi oleh kurangnya pelatih yang bersertifikasi, kurangnya kualitas pengurus organisasi olah raga, serta kurangnya sarana prasarana olah raga sesuai standar. Hal ini terlihat dari jumlah medali tingkat provinsi yang diperoleh sebanyak 45 medali pada tahun 2019.
14. Statistik
Permasalahan yang dihadapi pada urusan Statistik adalah sebagai berikut:
a. Penerapan single data melalui aplikasi satu data Kabupaten Blora belum optimal.
15. Persandian
Permasalahan yang dihadapi pada urusan persandian yaitu
a. Kurangnya kompetensi sumber daya manusia (SDM) Persandian dalam pengamanan aplikasi atau sistem elektronik dalam tata kelola pemerintahan.
16. Kebudayaan
Permasalahan yang dihadapi pada urusan Kebudayaan adalah sebagai berikut:
d. Belum optimalnya pelestarian dan pengelolaan Benda, Situs dan Cagar Budaya, terlihat dari Persentase benda, situs dan kawasan budaya yang dilestarikan sebesar 35% pada tahun 2020.
e. Masih rendahnya kegiatan pelestarian dan aktualisasi adat budaya daerah dimana pada tahun 2020 hanya ada 1 kegiatan.
f. Terhentinya aktifitas kesenian ditandai dengan tidak adanya pengiriman pementasan seni daerah di luar daerah pada tahun 2020; Cakupan Kajian Seni; Cakupan Fasilitasi Seni; Cakupan Sumber Daya Manusia Kesenian dengan realisasi pada tahun 2020 sebesar 0%.
g. Menurunnya SDM dan sarana kesenian ditandai dengan jumlah group kesenian yang mengalami penurunan sangat drastis menjadi sejumlah 105 group dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang lebih dari 1000 group; jumlah sarana penyelenggaraan seni dan budaya juga hanya tinggal 7 unit saja lebih rendah dibandingkan tahun sbeleumnya yaitu 10 unit.
17. Perpustakaan
Permasalahan yang dihadapi pada urusan Perpustakaan adalah sebagai berikut:
a. Menurunnya minat baca masyarakat disebabkan oleh adanya pandemi covid-19 pada tahun 2020. Kunjungan perpustakaan menurun dari 123.913 orang menjadi 92.935 orang. Jumlah tersebut sebagian besar merupakan kunjungan virtual yang dilakukan melalui aplikasi iBlora.
b. Kurangnya pelestarian bahan pustaka dan koleksi perpustakaan, terlihat Pelestarian Karya Cetak dan Karya Rekam baru mencapai 998 eksemplar.
c. Masih terbatasnya perpustakaan yang dibina perpustakaan umum kabupaten, terlihat dari Persentase perpustakaan yang dibina sebesar 52,37% pada tahun 2020.
d. Masih belum tercapaianya target pemenuhan buku koleksi perpustakaan daerah disebabkan oleh adanya refocussing anggaran akibat adanya Covid-19.
18. Kearsipan
Permasalahan yang dihadapi pada urusan kearsipan adalah sebagai berikut:
a. Masih belum optimalnya sarana dan prasarana kearsipan di lembaga kearsipan daerah maupun perangkat daerah, terlihat dari capaian yang mencapai 95%.
4.1.3 Fokus Layanan Urusan Pilihan