Angka indeks gini di Kabupaten Blora menunjukkan ketidakmerataan pendapatan yang terus meningkat, jika dibandingkan dengan Provinsi Jawa Tengah ketidakmerataan pendapatan Kabupaten Blora memiliki tren yang sama. Hal ini menggambarkan gejolak perubahan pendapatan masyarakat di Jawa Tengah berimbas juga pada perubahan pendapatan masyarakat Kabupaten Blora atau sebaliknya. Dalam beberapa tahun ke depan, diprediksi ketimpangan pendapatan akan naik seiring dengan pertumbuhan ekonomi atau tingkat kemakmuran masyarakat yang meningkat. Peningkatan tingkat kemakmuran cenderung akan semakin meningkatkan ketimpangan pendapatan antar masyarakat. Secara rinci Perkembangan Indeks Gini di Kabupaten Blora dikemukakan pada tabel berikut:
Tabel 2.6
Besarnya Indeks Gini Kabupaten Blora dan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2016-2020
No Uraian Tahun
2016 2017 2018 2019 2020*)
1 Kab. Blora 0,39 0,39 0,39 0,39 0,39
2 Jawa Tengah 0,38 0,38 0,378 0,359 0,359
Sumber : BPS Kabupaten Blora *) Angka sementara 2,82 2,62 2,46 2,51 3,02 1,56 2,82 3,13 0,00 1,00 2,00 3,00 4,00
Grobogan Blora Rembang Pati Kudus Jepara Kabupaten/Kota Jawa Tengah Nasional
Indeks Williamson digunakan untuk mengukur tingkat ketimpangan pembangunan antar wilayah. Dari hasil pengolahan Indeks Williamson PDRB, tingkat disparitas antar kecamatan di Kabupaten Blora cenderung mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Nilai indeks Williamson pada Tahun 2016 sebesar 0,420 terus mengalami penurunan pada tahun 2017 mencapai angka 0,415 . Jika melihat nilai indeks Williamson di Kabupaten Blora, maka bisa dilihat bahwa tingkat disparitas di Kabupaten Blora masuk dalam kategori sedang, dimana pada kategori ini terlihat daerah-daerah yang perkembangannya cepat dan ada daerah yang cenderung stagnan. Pemerintah Kabupaten Blora mulai Tahun 2016 berupaya meningkatkan Pembangunan melalui Program Percepatan Pertunbuhan Wilayah Selatan agar Ketimpangan wilayah dapat diminimalisir, sehingga hasil-hasil pembangunan dapat dinikmati secara merata.
Indeks wiliamson Kabupaten Blora lebih rendah dibandingkan Jawa Tengah, seperti terlihat pada Error! Reference source not found.berikut:
Tabel 2.7
Indeks Williamson Kabupaten Blora dan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2016-2020
Tahun Blora Jawa Tengah
2016 0,420 0,669
2017 0,415 0,669
2018 0,415 0,669
2019 0,415 0,600
2020*) 0,415 0,600
Sumber: BPS Kabupaten Blora tahun 2020 *) Angka sementara
4. Kemiskinan
Kondisi kemiskinan Kabupaten Blora Tahun 2016-2020 mengalami penurunan rata-rata 0,78% pertahun dikarenakan intervensi pemerintah baik pusat dan daerah dalam memberikan kesejahteraan kepada masyarakat guna penurunan kemiskinan cukup berhasil, akan tetapi periode Tahun 2020 persentase kemiskinan Kabupaten Blora mengalami kenaikan 0,64%. Meningkatnya persentase penduduk miskin pada 2020 disebabkan meningkatnya
jumlah penduduk miskin secara absolut menjadi 103,73 ribu jiwa. Peningkatan tersebut dapat dipicu oleh berbagai hal, misalnya meningkatnya harga-harga bahan pokok, harga bbm, serta dipicu adanya awal pandemi Covid-19 yang terjadi pada Maret 2020. Data selengkapnya seperti terlihat pada gambar berikut :
Gambar 2.1 Perbandingan Tingkat Kemiskinan Kabupaten Blora dengan Nasioanl dan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2016-2020
Grafik kemiskinan Kabupaten Blora Tahun 2020 dibanding dengan Kabupaten Lain di Jawa Tengah dan Nasional berada pada urutan 23 naik dibanding Tahun 2019 yang berada pada posisi ke-21 se-Jawa Tengah. Data selengkapnya terlihat pada gambar berikut:
13,33 13,04 11,9 11,32 11,96 13,27 13,01 11,32 10,8 11,41 10,86 10,64 9,82 9,41 9,78 8 9 10 11 12 13 14 2016 2017 2018 2019 2020
Gambar 2.2 Persentase Kemiskinan Kabupaten se Jawa Tengah Tahun 2020
Jika dibandingkan dengan daerah sekitar, persentase penduduk Miskin Kabupaten Blora lebih baik dibandingkan Kabupaten Rembang dan Grobogan, seperti terlihat pada gambar berikut ini.
Gambar 2.3 Persentase Penduduk Miskin Kabupaten Blora dan Daerah Sekitar Tahun 2020
12,46 11,96 15,6 10,08 7,31 7,17 11,41 9,78 0 5 10 15 20
Grobogan Blora Rembang Pati Kudus Jepara
Kabupaten/Kota Jawa Tengah Nasional
Jawa Tengah :11,41% Nasional : 9,78 %
Data penduduk miskin Kabupaten Blora dapat dilihat tabel berikut ini.
Tabel 2.8
Kondisi Penduduk Miskin di Kabupaten Blora Tahun 2016-2020
No. Uraian Tahun
2016 2017 2018 2019 2020 1. Jumlah Penduduk Miskin (jiwa) 113.900 111.880 102.500 97.860 103.730
2. Persentase Penduduk Miskin (%) 13,33 13,04 11,90 11,32 11,96
3. Peringkat Kemiskinan Kabupaten Blora di Jawa Tengah
21 21 21 21 23 Sumber: BPS kab Blora Tahun 2020
Garis kemiskinan digunakan sebagai suatu batas untuk mengelompokkan penduduk menjadi miskin atau tidak miskin. Penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan. Perkembangan garis kemiskinan pada periode 2016 – 2020 selalu menunjukkan peningkatan setiap tahun dengan peningkatan tertinggi pada tahun 2020 (terhadap tahun sebelumnya).
Pada Tahun 2020 garis kemiskinan di Kabupaten Blora tercatat sebesar Rp 353,259 per kapita per bulan. Artinya, angka tersebut merupakan batas minimum yang harus dipenuhi seseorang untuk mendapatkan kebutuhan dasarnya sebulan baik kebutuhan makanan maupun nonmakanan. Dibandingkan dengan tahun sebelumnya, garis kemiskinan di Kabupaten Blora pada tahun 2020 mengalami peningkatan sebesar 5,18%.
Tabel 2.9
Perkembangan Garis Kemiskinan Kabupaten Blora Tahun 2015-2020
Tahun Garis Kemiskinan (Rp) Perubahan (%)
2016 279 972 8,69
2017 291 114 3,96
2018 308 520 5,98
2019 335 837 8,85
2020 353,259 5,18
Persoalan kemiskinan bukan hanya sekedar berapa jumlah dan persentase penduduk miskin. Dimensi lain yang perlu diperhatikan adalah tingkat kedalaman dan keparahan kemiskinan. Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) merupakan ukuran rata-rata kesenjangan pengeluaran masing-masing penduduk miskin terhadap garis kemiskinan. Tingkat kedalaman ini memengaruhi seberapa besar usaha pemerintah untuk mengangkat penduduk untuk keluar dari kemiskinan. Capaian P1 Kabupaten Blora pada periode tahun 2016 sampai dengan tahun 2020 mengalami perkembangan yang fluktuatif dengan kecenderungan menurun dari tahun 2016 sebesar 2,17 menjadi 1,39 pada Tahun 2019. Indeks kedalaman kemiskinan Kabupaten Blora lebih baik dibandingkan Nasional namun lebih buruk dibandingkan Provinsi Jawa Tengah. Perkembangan Indeks kedalaman kemiskinan dapat dilihat pada gambar berikut ini.
Sumber: Sistem Informasi Pemerintahan Daerah, 2020
Gambar 2.4 Perkembangan Indeks Kedalaman Kemiskinan Kabupaten Blora, Jawa Tengah dan Nasional Tahun 2016-2020
Indeks Keparahan Kemiskinan atau disingkat P2, merupakan gambaran mengenai penyebaran pengeluaran diantara penduduk miskin. Semakin tinggi nilai indeks, semakin tinggi ketimpangan pengeluaran diantara penduduk miskin. Perkembangan indeks keparahan kemiskinan Kabupaten Blora dari tahun 2016 sampai dengan tahun 2020 mengalami perkembangan yang fluktuatif dengan
2,17 1,54 1,62 1,59 1,39 2,37 2,21 1,85 1,53 1,72 1,74 1,79 1,71 1,55 1,32 1 1,25 1,5 1,75 2 2,25 2,5 2016 2017 2018 2019 2020
kecenderungan menurun dari sebesar 0,54 pada tahun 2016 menjadi sebesar 0,21 pada tahun 2020. Kondisi ini menunjukkan bahwa ketimpangan pengeluaran diantara penduduk miskin semakin menurun. Dibandingkan nasional dan provinsi, capaian indeks keparahan kemiskinan Kabupaten Blora kondisinya lebih baik, yaitu Blora sebesar 0,21, sedangkan Provinsi Jawa Tengah sebesar 0,34 dan Nasional sebesar 0,37, seperti terlihat pada gambar berikut.
Sumber: Sistem Informasi Pemerintahan Daerah, 2020
Gambar 2.5 Perkembangan Indeks Keparahan Kemiskinan Kabupaten Blora Tahun 2016-2020
2.2.2 Fokus Kesejahteraan Masyarakat 1. Indeks Pembangunan Manusia (IPM)
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) merupakan indikator untuk mengetahui tiga dimensi pokok pembangunan manusia yang mencerminkan status kemampuan dasar penduduk, meliputi: Angka Usia Harapan Hidup (UHH) untuk mengukur peluang hidup; rata-rata lama sekolah dan angka melek huruf untuk mengukur status tingkat pendidikan penduduk; serta pengeluaran rill per kapita untuk mengukur akses terhadap sumberdaya untuk mencapai standar hidup layak.
IPM Kabupaten Blora menunjukkan peningkatan dari tahun 2016 sebesar 66,61 menjadi 68,84. IPM Kabupaten Blora masih dibandingkan capaian nasional dan Jawa Tengah, seperti terlihat pada gambar berikut ini.
0,54 0,31 0,37 0,34 0,21 0,63 0,57 0,45 0,3 0,37 0,44 0,46 0,44 0,37 0,3 0 0,2 0,4 0,6 0,8 1 1,2 1,4 1,6 1,8 2016 2017 2018 2019 2020
Gambar 2.6 Perkembangan Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Blora, Jawa Tengah dan Nasional Tahun 2016-2020
IPM Kabupaten Blora Tahun 2020 masih menempati peringkat ke-29, dan merupakan yang terendah nilainya di bandingkan dengan Kabupaten lain se-Eks Karesidenan Pati (Grobogan, Rembang, Pati, Kudus dan Jepara). Hal ini menunjukkan bahwa pembangunan manusia baik di bidang pendidikan, kesehatan dan ekonomi masih tertinggal dari kabupaten/kota lainnya. Perbandingan IPM kabupaten Blora dengan kabupaten/kota lain di Jawa Tengah dapat dilihat pada gambar berikut ini.
66,61 67,52 67,95 68,65 68,84 69,98 70,52 71,12 71,73 71,87 70,18 70,81 71,39 71,92 71,94 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 2016 2017 2018 2019 2020
Blora Jawa Tengah Nasional
69,87 68,84 70,02 71,77 75,00 71,99 64,00 66,00 68,00 70,00 72,00 74,00 76,00
Grobogan Blora Rembang Pati Kudus Jepara
Gambar 2.7 Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Blora dan Daerah Sekitar Tahun 2020
Capaian indikator pembentuk IPM Kabupaten Blora kesemuanya meliputi usia harapan hidup, rata-rata lama sekolah, harapan lama sekolah, pengeluaran per kapita yang disesuaikan mengalami kenaikan dalam kurun waktu 2018-2020 Namun demikian pencapaian indikator komposit IPM, baik angka harapan hidup, harapan lama sekolah, rata-rata lama sekolah maupun pengeluaran per kapita yang disesuaikan masih dibawah target tahunan RPJMD Tahun 2016-2021.
Indeks komponen IPM di masing-masing Kabupaten sekitar Kabupaten Blora mengalami peningkatan kecuali pada komponen indeks pengeluaran per kapita menurun hal ini disebabkan bencana non alam pandemi covid 19 yang menurunkan pendapatan sehingga daya beli masyarakat menurun, data tersebut dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 2.10
Perkembangan Indikator Pembentuk IPM Kabupaten Blora dengan Kabupaten/Kota sekitarnya di Jawa Tengah
Tahun 2019-2020 Komponen IPM/Tahun AHH (tahun) Rata-Rata Lama Sekolah (tahun) Harapan Lama Sekolah (tahun) Pengeluaran per Kapita Disesuaikan (000 Rp PPP) 2019 2020 2019 2020 2019 2020 2019 2020 Kab. Grobogan 74,61 74,75 6,86 6,91 12,29 12,3 10 350 10.221 Kab. Blora 74,23 74,41 6,58 6,83 12,19 12,2 9 795 9.571 Kab. Rembang 74,43 74,55 7,15 7,16 12,10 12,11 10 551 10.328 Kab. Pati 76,04 76,22 7,19 7,44 12,41 12,65 10 660 10.390 Kab. Kudus 76,50 76,60 8,63 8,75 13,22 13,23 11 318 11.160 Kab. Jepara 75,74 75,84 7,44 7,68 12,74 12,79 10 609 10.343
Sumber: BPS Jawa Tengah Tahun 2020
2. Tingkat Pengangguran Terbuka dan Tingkat Partisipasi Angkatan