BUSANA Esin Sintawat
E. FORM ORDER
NAMA PEMESAN : NO ORDER :
ALAMAT : TGL MASUK :
TLP : TGL SELESAI :
CUTTING :
HARGA :
DESAIN
Gambar 2: lembar order MUB Modiste (Sintawati: 2013: 12)
F. Rekap Order Modiste NO TANGGAL ORDER
JENIS ORDER
HARGA RP
BIAYA PRODUKSI (RP) PROFIT NILAI KET
MASUK SELESAI BAHAN T. KERJA OVERHEAD
Gambar 3: Rekap Order Modiste (Sintawati, 2013: 16)
GAMBAR MODEL UKURAN: Lingkar badan : Lingkar pinggang : Lingkar panggul : Lebar muka : Panjang muka : Lebar punggung : Panjang punggung : Lebar bahu : Panjang sisi : Panjang lengan :
Lingkar kerung lengan : Lingkar pergelangan lengan :
Panjang baju :
Lingkar kerung leher :
Panjang rok :
Tinggi panggul :
BIAYA BAHAN PENUNJANG:
EVALUASI: CONTOH BAHAN
Evaluasi akhir kegitan merupakan tahapan evalusi yang dilakukan pada akhir kegiatan sebelum mahasiswa menyelesaikan laporan pelaksanaan MUB modiste sesuai waktu yang ditentukan. Setiap ahasiswa akan membuat rekap kegiatan MUB modiste mulai dari proses produksi, rekap oeder, cash in, cash out, serta perolehan keuntungan selama menjalankan usaha, serta kendala-kendala yang dihadapinya.
1. Teaching factory Pada Pembelajaran MUB Modiste
Teaching factory adalah pembelajaran yang berorientasi bisnis dan produksi. Atau suatu proses keahlian atau keterampilan (life skill) dirancang dan dilaksanakan berdasarkan prosedur dan standar bekerja yang sesungguhnya untuk menghasilkan produk yang sesuai dengan tuntutan pasar atau konsumen. Teaching factory adalah kegiatan pembelajaran dimana peserta didik secara langsung melakukan kegiatan produksi baik berupa barang atau jasa di dalam lingkungan pendidikan. Barang atau jasa yang dihasilkan memiliki kualitas sehingga layak jual dan diterima oleh masyarakat atau konsumen.
a) Tujuan Teaching factory
Teaching factory sebagai salah satu strategi pembelajaran memiliki beberapa tujuan. Alptekin, dkk (2001: 1) mengemukakan tujuan teaching factory sebagai berikut:
to graduate better professionals by providing leading edge concepts in modern manufacturing, enabling them to effectively compete in today's industry to enhance the current curriculum that will focus on modern manufacturing concepts to demonstrate viable solutions to the dynamics of technological challenges across the entire integrated business enterprise to transfer technology and information from and to partner companies as well as local companies, with student activities, team projects and senior projects as the primary vehicle.
Berdasarkan hal tersebut, tujuan teaching factory ialah: menghasilkan lulusan yang professional di bidangnya, mengembangkan kurikulum yang fokus pada konsep modern, mendemonstrasikan solusi yang tepat untuk tantangan yang dihadapi dunia industri, serta transfer teknologi dari industri yang menjadi partner dengan peserta didik dan institusi pendidikan.
Selanjutnya Paidi, 2013 mengemukakan tujuan Teaching factory sebagai berikut:
(1) sebagai wadah pelatihan dan praktik berbasis produksi secara langsung bagi peserta didik yang berorientasi pada pasar; (2) Membantu pendanaan untuk pemeliharaan, penambahan fasilitas dan biaya-biaya operasional pendidikan dan peningkatan kesejahteraan warga sekola; (3) Menumbuhkan dan mengembangkan jiwa entrepreneurship; (4) Mengembangkan sikap mandiri dan percaya diri dalam pelaksanaan kegiatan praktik peserta didik; (5) Menjalin hubungan yang lebih baik dengan dunia usaha dan industri serta masyarakat lain atas terbukanya fasilitas untuk umum dan hasil-hasil produksinya.
Penerapan Teaching factory pada mata kuliah MUB Busana dilakukan mengingat karakteristik mata kuliah tersebut yyakni: 1) pada mata kuliah MUB modiste menuntut mahasiswa untuk dapat bekerja sama dengan masyarakat sebagai konsumen/pengguna jasa pembuatan busana, 2)
tersedianya tempat dan peralatan yang memadai untuk terselenggaranya kegiatan tersebut; 3) mahasiswa telah memiliki kemampuan dalam aspek produksi dan aspek manajemen usaha dan 4) memungkinkan mahasiswa untuk menyelenggarakan kegiatan setelah perkuliahan selesai sebagai kegiatan usaha mandiri.
Dengan demikian maka MUB modiste dapat dijadikan sebagai salah satu Mata kuliah dalam pelaksanaan teaching factory sederhana pada prodi tata Busana jurusan TI FT UM. Penyelenggaraan model ini memadukan antara belajar dan bekerja, tidak lagi memisahkan antara tempat penyampaian materi teori dan tempat materi produksi (praktik). Pelaksanaan perkuliahan dikemas dalam bentuk usaha dimana mahasiswa mendirikan usaha baik secara perorangan maupun keompok membentuk usaha di dalam kampus.
Melalui pelaksanaan Teaching factory kerjasama antara kampus dan masyarakat terjalin, sehingga masyarakat dapat langsung menilai kompetensi mahasiswa melalui partisipasi langsung sebagai konsumen dari modiste mahasiswa.
IV. KESIMPULAN
Pelaksanaan Teaching factory melalui pembelajaran MUB Modiste sebagai suatu pola pembelajaran berbasis produksi/jasa, karena mahasiswa tidak lagi belajar secara konvensional dan simulatif, melainkan terjun langsung melakukan pembelajaran untuk menghasilkan produk barang/jasa yang dapat dimanfaatkan untuk memperoleh keuntungan yag dapat digunakan sebagai sumber penghasian mahasiswa secara terus menerus.
Semua mahasiswa tata busana harus memiliki kompetensi sebagai pengelola usaha busana modiste, dan harus mampu menerapkan keterampilan yang telah diperoleh melalui pembelajaran kurikuler MUB Modiste kedalam kegiatan praktek produksi dan jasa pembuatan busana sesuai keinginan konsumen. Barang dan jasa hasil pembelajaran Teaching factory diarahkan agar memiliki kualitas yang sesuai standar, dan dapat diterima oleh konsumen baik di lingkungan kampus maupun oleh masyarakat sebagai pelanggan.
Pelaksanaan MUB sebagai penerapan teaching factory pada program studi tata busana sebaiknya dilakskanan pula untuk MUB lainnya, dan memperluas masyarakat pengguna produk dan jasa bukan hanya konsumen perorangan, melainkan dapat dilakukan kerjasama dengan usaha modiste yang sdh ada di masayakat.
DAFTAR PUSTAKA
Alptekin, S.E., Pouraghabagher, R. McQuaid, P, and Poly, D.W. 2001. Teaching factory Proceedings of the 2001 American Society for Engineering Education Annual Conference & Exposition Copyright . American Society for Engineering Education
Aruman, E. 2014. Format Baru Persaingan Perguruan Tinggi di Indonesia. http://mix.co.id/brand-
communication/branding/format-baru-persaingan-perguruan-tinggi-di-indonesia-3/Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003tentang Sistem Pendidikan Nasional
Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan 2015. Petunjuk Teknis Bantuan Soaial Pengembangan Teaching factory. Jakarta: Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen
Pendidikan Nasional.
Paidi, 2013. Teaching factory Sebagai Pendekatan Belajar di SMK. (http://dikbud-bengkulukota.info/hello-
world/) diakses januari 2016(online). Diakses 31 Januari 2016.
Sintawati, E. 2013. Pengelolaan Usaha Busana Modiste. Malang: Jurusan Teknologi Industri FT UM. Wening, S dan Savitri, S. 1994. Dasar Pengelolaan Usaha Busana. Yogyakarata: FPTK IKIP Yogyakarta.