• Tidak ada hasil yang ditemukan

Fungsi Online Training

Dalam dokumen UNIVERSITAS INDONESIA (Halaman 35-41)

2.6 Sistem Pendidikan dan Pelatihan Berbasis Online

2.6.2 Fungsi Online Training

Ada 3 fungsi atau potensi online training yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan, yaitu sebagai alat komunikasi, alat mengakses informasi, dan alat pendidikan atau pembelajaran.

1. Fungsi Alat Komunikasi

Dengan menggunakan online training, kita dapat berkomunikasi kemana saja secara cepat. Misalnya, berkomunikasi dengan menggunakan e-mail atau berdiskusi melalui chatting maupun mailing list serta bertatap muka melalui

layar komputer dengan teknologi video conference. Berkomunikasi dengan e-mail atau chatting berbeda dan lebih efektif dan efisien dibandingkan dengan menggunakan telepon dan facsimile (fax) yang juga sama-sama mampu menyampaikan informasi sangat cepat. Dengan memanfaatkan teknologi online training, maka komunikasi dari seorang kepada banyak orang (one-to-many communication) dapat dilakukan secara simultan/bersamaan.

2. Fungsi Akses Informasi

Pembelajar tidak harus hadir langsung di ruang kelas/kuliah untuk mengikuti kegiatan pembelajaran, namun cukup hanya duduk saja dari tempat masing-masing di depan komputer (komputer yang terkoneksi ke internet untuk online training) dan menggunakannya. Pembelajar dapat berinteraksi dengan sumber belajar, baik yang berupa materi pembelajaran itu sendiri maupun dengan pengajar yang membina atau bertanggungjawab mengenai materi pembelajaran.

3. Fungsi Pendidikan dan Pembelajaran

Perkembangan teknologi online training yang sangat pesat dan merambah ke seluruh penjuru dunia telah dimanfaatkan oleh berbagai negara, institusi, dan ahli untuk berbagai kepentingan termasuk untuk pendidikan. Perangkat lunak yang telah dihasilkan akan memungkinkan para pengembang pembelajaran (instructional developers) yang bekerjasama dengan ahli materi pembelajaran (content specialists) dalam mengemas materi pembelajaran elektronik (online training material).

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Kerangka Teori Penelitian

Kerangka teori penelitian dibuat untuk merepresentasikan suatu himpunan dari beberapa metode serta hubungan antara metode yang akan diterapkan pada penelitian. Metode Ranti’s Generic IS/IT Business Value, System Dynamic dan Economic Value Added adalah 3 metode berbeda yang dapat dikolaborasikan untuk membantu penulis dalam melakukan kajian investasi sistem online training di BRI.

Metode Ranti’s Generic IS/IT Business Value digunakan untuk melakukan identifikasi manfaat bisnis yang akan diperoleh Perusahaan dari investasi sistem online training. Hasil identifikasi tersebut merupakan daftar manfaat bisnis yang relevan dan signifikan. Daftar manfaat bisnis tersebut selanjutnya akan digambarkan dalam causal loop diagram milik metode System Dynamic yang bertujuan untuk validasi manfaat bisnis yang teridentifikasi dan memodelkannya dalam hubungan sebab akibat. Selanjutnya dibuat stock and flow diagram yang bertujuan untuk menampilkan simulasi model dasar yang merepresentasikan perubahan dalam periode waktu karena adanya manfaat bisnis tersebut. Hasil dari tahapan ini merupakan manfaat bisnis relevan dan signifikan yang akan dikuantifikasi.

Hasil tahap kuantifikasi berupa nilai total manfaat, akan dihitung sebagai pendapatan operasional dalam metode Economic Value Added (EVA). Kemudian pendapatan operasional akan dikurangi biaya operasional beserta pajak untuk memperoleh nilai pendapatan operasional setelah pajak (NOPAT). Selanjutnya, selisih antara nilai NOPAT dan biaya modal akan menjadi hasil akhir dari perhitungan EVA. Hasil perhitungan EVA bisa berupa positif, negatif, atau nol. Hasil inilah yang nantinya akan menjadi salah satu bahan pertimbangan bagi pihak pengambil keputusan untuk

memutuskan apakah proyek sistem online training ini berpotensi untuk dijalankan atau tidak. Untuk lebih jelasnya, penulis mencoba menggambarkan hubungan antara metode Ranti’s Generic IS/IT Business Value, System Dynamic dan Economic Value Added melalui Gambar 3.1.

3.2 Tahapan Penelitian

Penelitian ini melalui beberapa tahapan sebagai berikut :

Gambar 3.2 Tahapan Penelitian

1. Melakukan identifikasi masalah yang bertujuan untuk menyajikan data aktual dan ekspektasi dari investasi teknologi informasi (TI) di PT. Bank Rakyat Indonesia (BRI), serta menganalisis permasalahan akibat adanya kesenjangan antara aktual dan ekspektasi. Identifikasi permasalahan dilakukan dengan wawancara dan diskusi dengan pihak yang sangat memahami proses bisnis pendidikan Pusdiklat BRI.

Kesimpulan dan Saran

Melakukan analisa finansial terhadap investasi TI

Input : Nilai total manfaat Metode : Economic Value Added (EVA) Output : Nilai hasil kelayakan finansial investasi Kuantifikasi manfaat investasi TI

Input : Manfaat bisnis relevan

& signifikan yang terpilih Metode : Matrik Kuantifikasi Output : Nilai total manfaat Pemodelan dinamis manfaat bisnis investasi TI

Input : Data hasil identifikasi manfaat bisnis terpilih

Metode : System Thingking, System Dynamics

Output : Hasil simulasi dan daftar manfaat bisnis relevan

& signifikan Identifikasi manfaat bisnis investasi TI

Input : Data dari tahapan sebelumnya

Metode : Wawancara , Ranti’s Generic IS/IT Business Value

Output : Daftar manfaat bisnis terpilih

Melakukan pengumpulan data Input : Data, laporan,

dokumen teknis terkait untuk dianalisis

Metode : wawancara, diskusi, dan analisa dokumen

Output : Data yang akan dianalisis untuk identifikasi

manfaat binsis investasi TI Mempelajari metode analisis yang akan digunakan

Input : Penelitian sejenis,

buku, jurnal, artikel terkait Metode : Studi Literatur

Output : Metode analisis yang akan digunakan Identifikasi Masalah

Input : Data aktual & ekspektasi

Metode : Wawancara & Diskusi

Output : Rumusan masalah, fishbone diagram, pertanyaan

2. Mempelajari metode analisis yang akan digunakan untuk membantu menganalisa investasi yang akan dilakukan pada BRI. Proses ini dilakukan dengan cara studi literatur dari teori terkait, baik dari buku, jurnal, internet, artikel, maupun dari karya akhir yang pernah ditulis sebelumnya.

3. Melakukan pengumpulan data yang dibutuhkan untuk analisa investasi dengan melakukan wawancara, diskusi dan menganalisa dokumen yang berhubungan dengan pendidikan dan pelatihan di Pusdiklat.

4. Melakukan identifikasi manfaat yang akan diperoleh perusahaan melalui investasi proyek ini dengan mewawancarai pihak terkait dan berpedoman pada Tabel Ranti’s Generic IS/IT Business Value sebagai panduan pertanyaan. Hasil dari tahapan ini berupa daftar manfaat bisnis investasi terpilih.

5. Pemodelan dinamis manfaat bisnis investasi TI dilakukan menggunakan System Dinamics. Pada tahap ini akan dibuatkan causal loop diagram yang bertujuan untuk validasi manfaat bisnis yang teridentifikasi dan memodelkannya dalam hubungan sebab akibat. Selanjutnya dibuat stock and flow diagram untuk menampilkan simulasi model dasar yang merepresentasikan perubahan dalam periode waktu karena adanya manfaat bisnis tersebut. Hasil dari tahapan ini selain simulasi model dasar implementasi sistem ialah pengelompokan daftar manfaat bisnis relevan dan signifikan yang akan dikuantifikasi.

6. Melakukan kuantifikasi terhadap hasil yang diperoleh dari tahapan sebelumnya, ini bertujuan untuk mengetahui nilai total dari manfaat yang akan diperoleh dari investasi TI. Dalam tahapan ini menggunakan beberapa asumsi yang didukung oleh data hasil diskusi dan wawancara dengan pihak terkait di Pusdklat BRI.

7. Analisis dari sisi finansial dengan menggunakan Economic Value Added (EVA) sehingga dapat diketahui nilai tambah ekonomis dari investasi ini bagi perusahaan.

8. Kesimpulan dan saran, digunakan untuk membuat kesimpulan dari hasil penelitian yang telah dilakukan dan saran untuk penelitian selanjutnya.

Dalam dokumen UNIVERSITAS INDONESIA (Halaman 35-41)

Dokumen terkait