• Tidak ada hasil yang ditemukan

UNIVERSITAS INDONESIA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "UNIVERSITAS INDONESIA"

Copied!
91
0
0

Teks penuh

(1)

UNIVERSITAS INDONESIA

KAJIAN KELAYAKAN INVESTASI SISTEM ONLINE

TRAINING MENGGUNAKAN METODE RANTI’S GENERIC

IS/IT BUSINESS VALUE, SYSTEM DYNAMICS DAN

ECONOMIC VALUE ADDED

STUDI KASUS : PT. BANK RAKYAT INDONESIA

KARYA AKHIR

TEDDIE D.

1106042385

FAKULTAS ILMU KOMPUTER

PROGRAM STUDI MAGISTER TEKNOLOGI INFORMASI

JAKARTA

(2)

UNIVERSITAS INDONESIA

KAJIAN KELAYAKAN INVESTASI SISTEM ONLINE

TRAINING MENGGUNAKAN METODE RANTI’S GENERIC

IS/IT BUSINESS VALUE, SYSTEM DYNAMICS DAN

ECONOMIC VALUE ADDED

STUDI KASUS : PT. BANK RAKYAT INDONESIA

KARYA AKHIR

Diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Magister Teknologi Informasi

TEDDIE D.

1106042385

FAKULTAS ILMU KOMPUTER

PROGRAM STUDI MAGISTER TEKNOLOGI INFORMASI

JAKARTA

(3)
(4)
(5)

Segala puji bagi Allah SWT, berkat rahmat-Nya penulis berhasil menyelesaikan Karya Akhir dengan judul Kajian Kelayakan Investasi Sistem Online Training Menggunakan Metode Ranti’s Generic IS/IT Business Value, System Dynamics dan Economic Value Added tepat pada waktu yang direncanakan.

Penulis menyadari bahwa dalam penulisan Karya Akhir ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu penulis harapkan demi kesempurnaan Karya Akhir ini. Selanjutnya penulis menyampaikan terima kasih kepada:

1. Bapak Dr. Ir. Benny Ranti, M.Sc., yang telah mengarahkan dan membimbing penulis dengan penuh kesabaran selama mengerjakan Karya Akhir ini.

2. Bapak Riri Satria, MM dan Bapak M. Rifki Shihab, M.Sc, selaku penguji yang juga memberikan arahan untuk kesempurnaan Karya Akhir ini.

3. Bapak Dr. Achmad Nizar Hidayanto, M.Kom., selaku dosen dan Ketua Program Studi Magister Teknologi Informasi.

4. Bapak K.R.M.T. Eric Ridwan Putra, SH dan rekan-rekan di Pusdiklat PT. Bank Rakyat Indonesia yang telah memberikan kesempatan serta bantuan dalam pelaksanaan penelitian Karya Akhir ini.

5. Ayahanda Darmizal, BA dan Ibunda Erlimsawati, B.Sc, Kakek dan Nenek tercinta H. Sutan Juri dan Hj. Nurniar Juri, Keluarga Besar di Pekanbaru, Padang dan Jakarta yang telah mendukung penulis diberbagai aspek kehidupan hingga mampu menyelesaikan pendidikan magister seperti yang penulis cita-citakan.

6. Ezza Wilona Caulica, S.S.T yang selalu setia dalam doa, dukungan dan harapan selama penulis menempuh pendidikan magister ini.

(6)

dalam penyelesaian Karya Akhir ini.

8. Ibu Dewi Ambarwati, Mas Wiryo, Mas Ganda, Mas Syamsul yang telah memberikan bantuan selama penulis menempuh pendidikan magister ini.

9. Univesitas Islam Negeri Sultan Syarif Qasim Riau, yang telah memberikan dukungan dalam masa pendidikan magister ini.

10. Seluruh pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu per satu yang telah membantu dalam penyelesaian Karya Akhir ini.

Akhir kata semoga Karya Akhir ini dapat bermanfaat bagi penulis dan juga untuk pengembangan ilmu pengetahuan.

Penulis

(7)

Sebagai civitas akademika Universitas Indonesia, saya yang bertanda tangan dibawah ini:

Nama : Teddie D. NPM : 1106042385

Program Studi : Magister Teknologi Informasi Fakultas : Ilmu Komputer

Jenis Karya : Karya Akhir

Demi pengembangan ilmu pengetahuan, menyetujui untuk memberikan kepada Universitas Indonesia Hak Bebas Royalti Nonekslusif (Non exclusive Royalty-Free Right) atas karya ilmiah saya yang berjudul:

Kajian Kelayakan Investasi Sistem Online Training Menggunakan Metode Ranti’s Generic IS/IT Business Value, System Dynamics dan Economic

Value Added.

Dengan Hak Bebas Royalti Non-ekslusif ini Universitas Indonesia berhak menyimpan, mengalihmedia/formatkan, mengelola dalam bentuk pangkalan data (database) merawat dan mempublikasikan karya akhir saya tanpa meminta izin dari saya selama tetap mencantumkan saya sebagai penulis/pencipta dan sebagai pemilik Hak Cipta.

Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya.

Dibuat di : Jakarta

Pada tanggal : 21 Januari 2013 Yang menyatakan

(8)

Nama : Teddie D.

Program Studi : Magister Teknologi Informasi

Judul Karya Akhir : Kajian Kelayakan Investasi Sistem Online Training Menggunakan Metode Ranti’s Generic IS/IT Business Value, System Dynamics dan Economic Value Added

PT. Bank Rakyat Indonesia (BRI) berupaya memaksimalkan pemanfaatan teknologi informasi (TI) sebagai media untuk menunjang sistem pendidikan dan pelatihan mereka. Besarnya biaya yang harus dikeluarkan untuk akomodasi dan transportasi bagi pegawai yang mengikuti pelatihan, tidak efektivnya kinerja dan tidak efisiennya penggunaan waktu kerja pegawai yang mengikuti pendidikan, serta rendahnya frekwensi pelatihan bagi pegawai adalah permasalahan utama yang muncul akibat penerapan sistem pendidikan dan pelatihan secara konvensional. Berangkat dari permasalah tersebut, Divisi Diklat BRI mengusulkan untuk melakukan investasi TI berupa sistem online training yang bertujuan untuk meningkatkan efektivitas kinerja pegawai dan efisiensi waktu kerja beserta efisiensi penggunaan biaya pendidikan melalui peralihan sistem pendidikan dan pelatihan konvensional menjadi sistem pendidikan dan pelatihan berbasis online.

Kajian kelayakan dibutuhkan untuk mengukur seberapa besar investasi TI dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi. Tabel Generic IS/IT Business Value yang dikembangkan oleh Benny Ranti, dikenal dengan Ranti’s Generic IS/IT Business Value Table digunkan untuk mengidentifikasi potensi manfaat bisnis yang akan dihasilkan oleh sistem online training, metode System Dynamic untuk mevalidasi manfaat bisnis yang teridentifikasi dan memodelkannya dalam hubungan sebab akibat serta mensimulasikan model dasar sebagai representasi perubahan dalam periode waktu karena adanya manfaat bisnis tersebut, metode Economic Value Added (EVA) untuk mengetahui nilai tambah ekonomis dari investasi TI.

Dari hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa implementasi sistem online training bermanfaat secara bisnis dan finansial karena dapat meningkatkan efisiensi biaya serta efektivitas kinerja melalui reduksi biaya pelatihan, peningkatan produktivitas pegawai melalui kemudahan analisis dan peningkatan pendapatan perusahaan melalui perluasan segmentasi pasar dengan nilai total manfaat sebesar Rp 39.033.822.000 dan pertambahan nilai EVA sebesar Rp

29.288.848.720.

Kata Kunci: Investasi TI, Sistem Online Training, Ranti’s Generic IS/IT Business Value, System Dynamic, Economic Value Added (EVA).

(9)

Name : Teddie D.

Study Program : Magister of Information Technology

Title : Feasibility Study of Online Training System Investment Using Ranti’s Generic IS/IT Business Value, System Dynamics and Economic Value Added Method.

PT. Bank Rakyat Indonesia (BRI) attempt to utilize IT (Information Technology) as a media to improve their education and training system. High cost of transportation and accomodation, not effective at performance and not efficient of using working hours and low rate of training frequency are some problems caused by conventional education and training system. Based on these problems, education and training division of BRI plans to take an investment online training system to improve performance effectiveness, education cost efficiency and working hours efficiency through a transition from conventional system to education and training system.

Feasibility study is required to measure how much IT investment is needed to the expected level of effectiveness and efficiency. Generic IS/IT Business Table is developed by Benny Ranti, later known as Ranti’s Generic IS/IT Business Value is used to identify business values from online training system. System Dynamic is used to validate business values that identified and modelling in causality relationship and simulating based model as representattive of changing in a time period because of business value. Economic Value Added (EVA) is used to calculate value added by IT investment.

From the research result, it can be concluded that implementation of online training system is useful to business and financial side because it could increase performance effectiveness and cost efficiency by reducing cost of education and training, improving productivity caused by ease of analysis and increasing revenue caused by widening market statement with total cost of benefit are

39.033.822.000 IDR and economic value added are 29.288.848.720 IDR.

Keyword: IT Investment, Online Training Sytem, Ranti’s Generic IS/IT Business Value, System Dynamic, Economic Value Added (EVA).

(10)

KATA PENGANTAR ... iv

HALAMAN PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA AKHIR UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS ... vi

ABSTRAK ... vii

ABSTRACT ... viii

DAFTAR ISI ... ix

DAFTAR GAMBAR ... xii

DAFTAR TABEL ... xiii

BAB I ... 1

PENDAHULUAN ... 1

1.1 Latar Belakang ... 1

1.2 Rumusan Masalah ... 2

1.3 Kajian Penelitian Sebelumnnya ... 4

1.4 Kontribusi Penelitian ... 5

1.5 Tujuan dan Manfaat Penelitian ... 6

1.6 Ruang Lingkup Penelitian ... 7

1.7 Sistematika Penulisan ... 7

BAB II ... 9

LANDASAN TEORI ... 9

2.1 Investasi Teknologi Informasi ... 9

2.2 Ranti’s Generic IS/IT Business Value ... 10

2.3 Economic Value Added... 12

2.3.1 Menghitung Net Operating After Taxes (NOPAT) ... 13

2.3.2 Menghitung Capital Charge ... 13

2.3.3 Hasil Perhitungan EVA ... 14

2.4 System Thinking ... 15

2.5 System Dynamics ... 16

2.6 Sistem Pendidikan dan Pelatihan Berbasis Online ... 20

2.6.1 Pengertian Online Training ... 20

2.6.2 Fungsi Online Training ... 21

BAB III ... 23

(11)

3.3 Metode Pengumpulan Data... 27

3.4 Profil Bank Rakyat Indonesia ... 27

3.4.1 Divisi Pendidikan dan Pelatihan BRI ... 29

3.4.2 Struktur Organisasi Divisi Pendidikan dan Pelatihan BRI ... 31

BAB IV ... 32

ANALISIS DAN PEMBAHASAN ... 32

4.1 Analisa Studi Kasus ... 32

4.1.1 Kondisi Pendidikan dan Pelatihan BRI ... 32

4.1.2 Rencana Pengembangan Sistem Online Training ... 33

4.1.3 Analisa Biaya Sistem Online Training ... 36

4.1.3.1 Biaya Pembangunan Sistem ... 36

4.1.3.2 Biaya Operasional Sistem ... 37

4.2 Identifikasi Manfaat Bisnis ... 37

4.3 Pemodelan Dinamis Manfaat Bisnis Dalam System Dynamic ... 47

4.3.1 Causal Loop Diagram Sistem Online Training ... 53

4.3.2 Stock and Flow Diagram Sistem Online Training... 54

4.3.3 Hasil Simulasi Model Dasar Sistem Online Training ... 55

4.3.4 Hasil Pemodelan Manfaat Bisnis Dalam System Dynamic ... 58

4.4 Kuantifikasi Manfaat Bisnis TI ... 59

4.4.1 Sub Kategori Pengurangan Biaya Pelatihan Pegawai (RCO-07) ... 59

4.4.2 Sub Kategori Meningkatkan Produktivitas Karena Kemudahan Analisis (IPR-03) ... 64

4.4.3 Sub Kategori Meningkatkan Pendapatan Melalui Perluasan Segmentasi Pasar (IRE-01) ... 65

4.4.4 Perhitungan Nilai Total Manfaat... 66

4.5 Analisa Finansial Investasi TI ... 67

BAB V ... 69

KESIMPULAN DAN SARAN ... 69

5.1 Kesimpulan ... 69

5.2 Saran ... 70

DAFTAR PUSTAKA ... 72

(12)
(13)

Gambar Halaman Gambar 1.1 Fishbone Diagram Permasalahan 2 Gambar 2.1 Proses Pemodelan System Dynamic 17 Gambar 2.2 Contoh Causal Loop Diagram 18 Gambar 2.3 Contoh Stock And Flow Diagram 19

Gambar 3.1 Kerangka Teori Penelitian 24

Gambar 3.2 Tahapan Penelitian 25

Gambar 3.3 Struktur Organisasi Divisi Diklat BRI 31 Gambar 4.1 Deskripsi Umum Sistem Pendidikan & Pelatihan BRI 33 Gambar 4.2 Deskripsi Umum Sistem Online Training 35 Gambar 4.3 Tahap Pembuatan Model Dinamis kedalam Sistem Dynamic 48 Gambar 4.4 Terminologi Hubungan Sebab Akibat Studi Kasus 49 Gambar 4.5 Proses Analisa Keterkaitan Dan Kausalitas 51 Gambar 4.6 Causal Loop Diagram Sistem Online Training 53 Gambar 4.7 Stock and Flow Diagram Sistem Online Training 55 Gambar 4.8 Grafik Simulasi Efisiensi Biaya 56 Gambar 4.9 Grafik Simulasi Efektivitas Kinerja 57

(14)

Tabel Halaman

Tabel 1.1 Kontribusi Penelitian 6

Tabel 2.1 Ranti’s Generic IS/IT Business Value 10 Tabel 4.1 Perbandingan E-Learning dan Online Training 34 Tabel 4.2 Biaya Pembangunan Sistem Online Training 35 Tabel 4.3 Biaya Operasional Sistem Online Training 37 Tabel 4.4 Hasil Identifikasi Manfaat Bisnis 38 Tabel 4.5 Daftar Manfaat Bisnis Relevan dan Signifikan 47

Tabel 4.6 Daftar Variabel Manfaat 49

Tabel 4.7 Hasil Pengelompokan Manfaat Bisnis 58 Tabel 4.8 Hasil Perhitungan Nilai Total Manfaat 66

(15)

1 Universitas Indonesia BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Sebagai salah satu bank terbesar dan terkemuka di Indonesia dengan jumlah pegawai sekitar 90.000 orang dan memiliki 7.975 unit kerja yang tersebar diseluruh wilayah indonesia serta luar negeri (BRI, 2011), PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (disingkat BRI) terus berupaya memaksimalkan pemanfaatan teknologi informasi (TI) sebagai media untuk menunjang sistem pendidikan dan pelatihan mereka.

Menurut peraturan Bank Indonesia No: 5/14/PBI/2003 tentang kewajiban penyediaan dana pendidikan dan pelatihan untuk pengembangan sumber daya manusia bank umum, sebesar 5% dari realisasi biaya Sumber Daya Manusia (SDM) pada tahun sebelumnya harus dialokasikan untuk biaya pendidikan dan pelatihan pegawai untuk tahun berikutnya (BI, 2003). Pada tahun 2011 BRI mengalokasikan biaya biaya SDM sebesar Rp 8,6 Triliun (BRI, 2011), berarti sekitar Rp 429,25 Milyar adalah nilai yang harus dikeluarkan BRI untuk biaya pendidikan dan pelatihan pegawai tahun berikutnya.

BRI saat ini memiliki 7 unit kerja yang berfungsi sebagai penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. 1 pusat pendidikan dan pelatihan (Pusdiklat) yang berlokasi di Jakarta dan 6 sentra pendidikan (Sendik) yang masing-masing berlokasi di Padang, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, dan Makassar (BRI P. , 2011).

Dengan luasnya sebaran unit kerja BRI dan jumlah pegawai yang sangat banyak, tentunya berimbas pada besarnya biaya yang harus dikeluarkan untuk akomodasi dan transportasi bagi pegawai yang mengikuti pelatihan. Selain itu, jarak yang cukup jauh antara masing-masing unit kerja dengan Sendik maupun Pusdiklat serta keterbatasan akses transportasi juga berdampak pada

(16)

tidak efektivnya kinerja dan tidak efisiennya penggunaan waktu kerja bagi pegawai yang mengikuti pendidikan karena lamanya waktu yang dihabiskan untuk perjalanan dan pelatihan.

Sementara itu pada konteksnya, bank merupakan sebuah bisnis dinamis dengan kondisi persaingan yang ketat dimana SDM mereka selalu dituntut untuk terus memperbaharui pengetahuan khususnya yang terkait dengan perkembangan produk, penggunaan aplikasi dan pengetahuan lainnya. Namun dengan kedaaan sistem pendidikan dan pelatihan secara konvensional ini berakibat pada rendahnya frekwensi pelatihan pegawai BRI karena pihak Pusdiklat harus selektif dalam memilih pegawai yang jumlahnya begitu banyak untuk diberikan pelatihan di Pusdiklat dan Sendik.

1.2 Rumusan Masalah

Dari latar belakang yang telah dipaparkan sebelumnya, permasalahan yang teridentifikasi pada sistem pendidikan dan pelatihan BRI secara keseluruhan akan dijelaskan melalui diagram fishbone pada Gambar 1.1

(17)

Berikut penjelasan fishbone diagram berdasarkan faktor permasalahan:

1. Biaya

Sistem pendidikan dan pelatihan konvensional yang masih diterapakan BRI menyebabkan besarnya biaya yang harus dikeluarkan untuk perjalanan dari masing-masing unit kerja di seluruh Indonesia menuju Pusdiklat atau Sendik. Dampak utama dari pelaksaan pendidikan konvensional ini adalah besarnya biya untuk pelatihan pegawai secara keseluruhan.

2. Waktu

Pelaksanaan pelatihan yang terpusat di Pusdiklat atau Sendik akan berdampak pada banyaknya waktu kerja peserta pelatihan yang terbuang untuk perjalanan dan kegiatan pelatihan. Pelaksanaan ujian secara konvensional menyebabkan proses pemeriksaan ujian teori dilakukan secara manual sehingga memakan waktu yang cukup lama karena dokumen yang diperiksa berjumlah banyak dan pegawai Pusdiklat kerap melakukan lembur untuk pekerjaan ini.

3. Proses

Akibat dari tidak adanya pegawai di unit kerja akan menyebabkan beberapa pekerjaan tidak dapat dilakukan sehingga produktivitas serta kinerja mereka tidak maksimal dan efektiv. Proses pelaksanaan dan pemeriksaan ujian teori yang dilakukan secara manual juga rentan terhadap kesalahan data dan penipuan oleh peserta pelatihan maupun oleh staff pemeriksa ujian.

4. Sumber Daya Manusia (SDM)

Pelaksanaan pendidikan dan pelatihan konvensional menyebabkan rendahnya frekwensi pelatihan untuk seluruh pegawai BRI karena pihak Pusdiklat harus selektif memilih pegawai yang akan diberi kesempatan untuk mengikuti pelatihan di Pusdiklat atau Sendik.

Untuk menangani permasalahan tersebut, bagian e-education Divisi Diklat BRI mengusulkan suatu investasi TI berupa sistem online training yang bertujuan untuk meningkatkan efektivitas kinerja pegawai dan efisiensi waktu kerja beserta efisiensi penggunaan biaya pendidikan melalui peralihan sistem

(18)

pendidikan dan pelatihan konvensional menjadi sistem pendidikan dan pelatihan berbasis online.

Namun dalam mengambil keputusan investasi khususnya pada bidang TI, sebaiknya juga didahului dengan melakukan kajian mengenai manfaat yang akan diperoleh pihak perusahaan. Ini diperlukan untuk memberi gambaran kepada pihak manajemen mengenai seberapa besar manfaat investasi dari sisi bisnis bagi perusahaan, seberapa besar nilai investasi yang dikeluarkan dan seberapa besar nilai tambah ekonomis yang akan dihasilkan bagi perusahaan.

Pertanyaan penelitian: Apakah manfaat sistem online training bagi sisi bisnis dan finansial BRI ?

1.3 Kajian Penelitian Sebelumnnya

Berikut ini akan dipaparkan beberapa penelitian sejenis yang pernah dilakukan sebelumnya, antara lain:

1. Studi kelayakan investasi mobile commerce dengan metode Economic Value Added (EVA) dan Real Option Valuation studi kasus PT. Kompas Media Nusantara oleh Silvester Wedjo (2007). Dalam penelitian ini ditemukan probabilitas yang rendah pada setiap fase investasi karena belum adanya penanganan potensi resiko yang ada dan nilai EVA dapat digunakan untuk mengetahui pertambahan nilai ekonomis dari investasi yang dilakukan.

2. Identifikasi manfaat bisnis SI/TI menggunakan metode Ranti’s Generic IS/IT Business Value studi kasus Dipenda Provinsi Sulawesi Utara oleh Stanley David Sualang (2009). Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimana mengidentifikasi dan mengklasifikasikan manfaat bisnis SI/TI generik pada Pemda dari adanya investasi SI/TI yang telah dan akan dilakukan, khususnya di lingkungan organisasi Dipenda Provinsi Sulawesi Utara. Hasil dari penelitian ini adalah klasifikasi manfaat bisnis SI/TI secara generik pada suatu organisasi yang bersifat nirlaba, seperti Pemda tingkat Provinsi.

(19)

3. Analisis investasi teknologi informasi menggunakan metode Economic Value Added dan Ranti’s Generic IS/IT Business Value dengan studi kasus PT. Samudera Indonesia oleh Yuzar Muzahry (2011). Hasil dari penelitian ini berupa nilai kelayakan investasi dari aplikasi keuangan CODA dengan terlebih dahulu melakukan identifikasi manfaat menggunakan tabel Ranti’s Generic IS/IT Business Value dan menghitung pertambahan nilai bagi perusahaan menggunakan EVA.

4. Kondisi aktual penerapan sistem informasi pengelolaan surat dalam pemodelan sistem dinamik dengan studi kasus Perum Perhutani Unit II Jawa Timur oleh Dwi Fatrianto (2011). Model aktual yang sudah divalidasi dapat digunakan sebagai dasar penentuan skenario perbaikan sistem informasi pengelolaan surat untuk meningkatkan efektivitasnya.

1.4 Kontribusi Penelitian

Dari studi literatur yang telah dilakukan, dapat dilihat bahwa terdapat beberapa metode evaluasi yang dapat digunakan untuk kajian kelayakan suatu investasi TI. Penelitian menggunakan metode Ranti’s Generic IS/IT Business Value yang berkolaborasi dengan metode Economic Value Added (EVA) telah cukup banyak dilakukan sebelumnya, namun dari penelitian-penelitian tersebut terdapat suatu hal yang sampai saat ini masih menjadi pertanyaan, yakni alasan yang mendasari peneliti sebelumnya dalam memilih dan menentukan potensi manfaat bisnis relevan dan signifikan dari suatu investasi TI menurut kategori yang ada pada Tabel Ranti’s Generic IS/IT Business Value. Oleh karena itu, pada penelitian ini penulis mencoba memberikan kontribusi melalui penggunaan metode System Dynamic yang berguna untuk:

1. Causal loop diagram yang berguna untuk mevalidasi dan memodelkan hubungan sebab akibat dari manfaat bisnis yang berpotensi memberikan manfaat secara signifikan yang sebelumnya teridentifikasi.

2. Stock and flow diagram untuk menggambarkan simulasi model dasar yang merepresentasikan perubahan dalam periode waktu karena adanya manfaat bisnis tersebut.

(20)

Penjelasan kontribusi penulis pada penelitian dapat dilihat melalui Tabel 1.1.

Tabel 1.1 Kontribusi Penelitian Peneliti Silvester Wedjo (2007) Stanley David (2009) Yuzar Muzahry (2011) Dwi Fatrianto (2011) Teddie (2012) Metode Real Option

Valuation & EVA Ranti’s Generic IS/IT Business Value Ranti’s Generic IS/IT Business Value & EVA

System Dinamics & COBIT Ranti’s Generic IS/IT Business Value, System Dinamics & EVA Objek

Studi Investasi aplikasi mobile commerce Investasi TI pada organisasi nirlaba Investasi aplikasi keuangan CODA Sistem informasi persuratan Investasi sistem online training Jenis

Industri Media Cetak Pemerintah Daerah Transportasi dan logistik Pengelolaan hutan Perbankan Hasil

Akhir Nilai kelayakan investasi Pemetaan potensi manfaat bisnis dan usulan strategi TI Nilai kelayakan investasi Skenario perbaikan sistem Nilai kelayakan investasi

1.5 Tujuan dan Manfaat Penelitian

Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah mengkaji manfaat bisnis dan nilai kelayakan dari investasi sistem online training yang akan dilakukan dalam upaya meningkatkan efektivitas kinerja dan efisiensi biaya.

Manfaat yang ingin diperoleh dari penelitian ini diantaranya:

1. Meningkatkan keberhasilan dalam melakukan investasi TI yang dipilih sehingga dapat meningkatkan efektivitas kinerja dan efisiensi biaya.

2. Mengetahui besar nilai manfaat bisnis TI yang diperoleh dari implementasi proyek sistem online training di BRI.

3. Kolaborasi antara beberapa metode yang digunakan akan memperkaya ilmu pengetahuan pada bidang investasi TI.

(21)

1.6 Ruang Lingkup Penelitian

Batasan permasalahan yang menjadi ruang lingkup pada penelitian ini adalah:

1. Penelitian ini membahas mengenai kajian pra-investasi untuk proyek sistem online training di BRI.

2. Data yang diolah adalah data operasional pendidikan yang berasal dari Divisi Diklat BRI.

3. Penelitian ini tidak membahas mengenai rancangan infrastruktur sistem online training.

4. Karena kompleksitas dalam perhitungan, pendekatan kualitatif digunakan dalam perhitungan manfaat bisnis sehingga data yang disajikan didukung dengan penggunaan asumsi. Manfaat bisnis yang dikategorikan signifikan dan penggunaan asumsi pada proses kuantifikasi diperoleh dari hasil wawancara dengan pihak Pusdiklat.

5. Penggunaan metode System Dynamics pada penelitian ini dibatasi hingga tahap simulasi model dasar menggunakan stock and flow diagram, namun karena keterbatasan penulis dalam pengoperasian software untuk simulasi System Dynamics, grafik hasil simulasi model dasar tersebut dibuat menggunakan bantuan Ms.Excel. Tahapan pemodelan dinamis studi kasus kedalam System Dynamics menggunakan metodologi System Thinking yang penulis construct ulang disesuaikan dengan studi kasus.

1.7 Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan dalam pembuatan penelitian ini adalah sebagai berikut:

BAB I : PENDAHULUAN

Bagian ini berisi tentang deskripsi umum Karya Akhir yang meliputi latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, batasan penelitian, serta sistematika penulisan.

(22)

Bagian ini menjelaskan tentang teori-teori umum, teori-teori khusus yang berhubungan dan digunakan dalam penelitian ini.

BAB III : METODOLOGI PENELITIAN

Bab ini menjelaskan tentang metode pengembangan sistem, kerangka teori penelitian dan profil organisasi tempat dilaksanakannya penelitian.

BAB IV: ANALISIS DAN PEMBAHASAN

Pada bagian ini membahas tentang analisis dan pembahasan penelitian yang dilakukan beserta mengenai hasil akir dari penelitian tersebut.

BAB V: KESIMPULAN DAN SARAN

Bagian ini berisi kesimpulan hasil dari semua tahap yang telah dilalui selama penelitian beserta saran untuk penelitian selanjutnya.

(23)

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1 Investasi Teknologi Informasi

Saat ini hampir semua perusahaan melakukan investasi di bidang teknologi informasi (TI). Dalam mengambil sebuah keputusan investasi yang baik sebaiknya memenuhi semua kriteria keputusan yang diperlukan yaitu dengan analisis yang cermat dan inklusif. Perusahaan dituntut meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam persaingan bisnis yang semakin tajam terutama dalam melakukan investasi TI (Mahmood & Szewczak, 1998).

Tujuan investasi yakni mengharapkan keuntungan finansial yang nyata walau terkadang keuntungan finansial tersebut tidak secara langsung bisa diperoleh. Fakta menyatakan bahwa manfaat yang diberikan oleh sebuah investasi TI dapat berupa manfaat yang terhitung (tangible) dan tidak terhitung (intangible). Manfaat investasi ada yang bisa langsung dirasakan namun juga ada yang baru bisa dirasakan setelah kurun waktu tertentu. Melakukan penilaian dan evaluasi terhadap sebuah investasi TI adalah bidang yang saat ini cukup diperhatikan oleh kalangan akademisi. Dalam evaluasi investasi TI, ada beberapa metodologi yang sering digunakan diantaranya (Ranti, 2006):

1. Information Economics (IE), 2. Real Option Value (ROV), 3. Balanced Score Card (BSC), 4. Economic Value Added (EVA), 5. Return on Management (ROM),

6. Multi Objective Multi Criteria (MOMC).

Nilai nominal investasi TI yang dikeluarkan perusahaan dengan sangat besar harus selaras dengan pencapaian hasil yang diharapkan dari investasi TI

(24)

tersebut. Oleh karena investasi TI menghabiskan biaya yang besar dengan tingkat pengembalian yang terkadang tidak terlihat atau terkadang keuntungan yang diperoleh bersifat tidak nyata atau tidak secara langsung memberi keuntungan finansial bagi perusahaan.

Dengan adanya investasi TI dan pengelolaannya dengan baik akan membuka peluang bisnis baru bagi perusahaan tersebut. Ini kenyataan yang sangat menguntungkan karena perusahaan dapat melakukan ekspansi sebagai kegiatan untuk perluasan bisnis mereka.

2.2 Ranti’s Generic IS/IT Business Value

Manfaat bisnis TI dapat diartikan sebagai manfaat atau hasil yang kemudian diperoleh setelah melakukan investasi sehingga mampu meningkatkan kinerja dari organsisasi tersebut. Manfaat disini didefinisikan dalam keuntungan secara finansial dan juga keuntungan berupa peningkatan keunggulan kompetitif perusahaan tersebut (Ranti, 2008).

Tabel Ranti’s Generic IS/IT Business Value diciptakan untuk menghitung sebuah nilai manfaat investasi TI secara generik atau hal pokok yang unik untuk kasus di Indonesia (Ranti, 2008). Pembuatan Tabel Ranti’s Generic IS/IT Business Value tersebut didasarkan oleh Metode Hermeneutika dengan sumber data dari 60 kasus dengan berbagai macam implementasi proyek SI/TI dan berbagai macam organisasi di Indonesia. Hasil penelitian tersebut berupa kerangka kerja dalam bentuk tabel dengan 13 kategori dan 73 sub kategori manfaat bisnis investasi SI/TI yang digunakan untuk melakukan identifikasi terhadap manfaat bisnis SI/TI secara generik (Ranti, 2008):

Tabel 2.1 Ranti’s Generic IS/IT Business Value

Kategori Sub Kategori Kode

1. Mengurangi /

menekan biaya (dari) 1. biaya telekomunikasi 2. biaya perjalanan 3. biaya operator 4. biaya pertemuan 5. biaya kegagalan layanan 6. biaya distribusi

7. biaya pelatihan per pegawai

8. biaya pengembalian barang yang salah

RCO-01 RCO-02 RCO-03 RCO-04 RCO-05 RCO-06 RCO-07 RCO-08

(25)

Kategori Sub Kategori Kode 9. biaya uang (bunga pinjaman)

10. biaya cetak dokumen dan ATK 11. biaya langganan

12. biaya sewa ruangan 13. biaya sewa alat

14. biaya inventori/penyimpanan 15. biaya kesalahan penelitian

RCO-09 RCO-10 RCO-11 RCO-12 RCO-13 RCO-14 RCO-15 2. Meningkatkan produktivitas (karena disebabkan oleh)

16. restrukturisasi pembagian fungsi kerja 17. mempercepat penguasaan produk 18. kemudahan analisis

19. meningkatkan kepuasan pelanggan

IPR-01 IPR-02 IPR-03 IPR-04 3. Mempercepat proses

(dari) 20. proses produksi 21. proses pengadaan barang 22. proses pembuatan laporan 23. proses persiapan data

24. proses pemeriksaan permohonan 25. proses pembayaran hutang/tagihan 26. proses transaksi

27. proses pengambilan keputusan

APR-01 APR-02 APR-03 APR-04 APR-05 APR-06 APR-07 APR-08 4. Mengurangi resiko

(dari) 28. kesalahan hitung 29. piutang tak tertagih 30. kehilangan penyimpanan 31. produk gagal

32. kehilangan data 33. kesalahan data 34. jatuh tempo

35. kehilangan karyawan potensial 36. pemalsuan

37. penipuan/kecurangan administrasi 38. kesalahan pembayaran

39. kesalahan pengelolaan aset.

RRI-01 RRI-02 RRI-03 RRI-04 RRI-05 RRI-06 RRI-07 RRI-08 RRI-09 RRI-10 RRI-11 RRI-12 5. Meningkatkan pendapatan (yang disebabkan oleh)

40. meningkatkan kapasitas bisnis 41. meningkatkan kualitas laporan 42. meningkatkan kepercayaan pelanggan 43. memperluas segmentasi pasar 44. meningkatkan pendapatan lain-lain

IRE-01 IRE-02 IRE-03 IRE-04 IRE-05 6. Meningkatkan

keakuratan (dari) 45. tagihan 46. analisis 47. data 48. perencanaan 49. keputusan IAC-01 IAC-02 IAC-03 IAC-04 IAC-05 7. Mempercepat cash-in

(disebabkan karena) 50. mempercepat pengiriman tagihan ACI-01 8. Meningkatkan layanan

eksternal (dari) 51. mengurangi pembatalan pesanan 52. mengetahui masalah pelanggan 53. penambahan cabang/layanan 54. layanan pribadi 55. kepuasan pelanggan IES-01 IES-02 IES-03 IES-04 IES-05 9. Meningkatkan image

(26)

Kategori Sub Kategori Kode 58. kepatuhan pada aturan

59. menggunakan merk terkenal IIM-03 IIM-04 10. Meningkatkan

kualitas (dari) 60. manajemen penyedia/pemasok 61. hasil kerja 62. layanan 63. produk IQU-01 IQU-02 IQU-03 IQU-04 11. Meningkatkan

layanan internal (dari) 64. layanan bersama 65. memenuhi hak & tanggung jawab staf 66. layanan untuk karyawan

67. penjadwalan dan materi pelatihan

IIS-01 IIS-02 IIS-03 IIS-04 12. Meningkatkan keunggulan kompetitif (disebabkan oleh)

68. membentuk kerjasama bisnis

69. mempercepat terbentuknya bisnis baru 70. biaya perpindahan pelanggan

ICA-01 ICA-02 ICA-03 13. Menghindari biaya (dari) 71. dana cadangan 72. biaya pemeliharaan

73. biaya kehilangan dan penundaan

ACO-01 ACO-02 ACO-03

2.3 Economic Value Added

Konsep EVA merupakan suatu konsep penilaian kinerja keuangan perusahaan yang dikembangkan oleh perusahaan konsultan manajemen keuangan Amerika Serikat yakni Stewart & Co. Konsep EVA membuat perusahaan lebih memfokuskan diri kepada upaya penciptaan nilai perusahaan dan menilai kinerja keuangan perusahaan diukur dengan mempergunakan ukuran tertimbang dari modal yang ada (Stewart, 2005).

Economic Value Added (EVA) didefinisikan sebagi laba operasional bersih setelah dikurangi pajak dan biaya modal (Tully, 1998). Modal meliputi kas, persediaan beserta piutang (modal kerja), ditambah peralatan, komputer, dan peralatan lain yang dianggap sebagai alat pendukung kegiatan usaha. Biaya modal adalah tingkat pengembalian yang dibutuhkan oleh pemegang saham dan pemberi pinjaman untuk membiayai kegiatan operasional bisnis.

EVA merupakan metode yang digunakan untuk mengukur nilai tambah yang dihasilkan oleh perusahaan dalam melakukan sebuah investasi. Metode yang digunakan untuk menghitung nilai tambah tersebut dengan cara menghitung Net Operating After Tax (NOPAT) dikurangi dengan Capital Charge. Capital Charge ditentukan melalui biaya rata-rata tertimbang dari hutang dan modal

(27)

(Weight Average Cost of Debt and Enquity). Berikut ini adalah formula untuk memperoleh nilai EVA (Stewart, 2005):

2.3.1 Menghitung Net Operating After Taxes (NOPAT)

Laba operasi bersih setelah pajak (Operation Profit after Tax) adalah hal yang diperlukan dalam mengetahui keuntungan ekonomi. Nilai NOPAT diperoleh dari perhitungan sebagai berikut (Stewart, 2005):

1. Menghitung Earning Before Interest and Taxes (EBIT)

EBIT merupakan pendapatan operasional perusahaan yang kemudian dikurangi dengan biaya operasional perusahaan, tetapi nilai tersebut tidak termasuk biaya pengeluaran dalam bentuk bunga dan pajak. Berikut ini adalah formula EBIT :

Pendapatan Operasional diperoleh dari hasil kuantifikasi manfaat yang ada jika investasi SI/TI sudah dilaksanakan dengan diawali proses identifikasi manfaat menggunakan tabel Ranti’s Generic IS/IT Business Value. Biaya Operasional diperoleh dari perhitungan biaya operasional setelah investasi dilakukan.

2. EBIT dikurangi dengan Cash Operating Taxes

Hasil perhitungan EBIT pada poin pertama dikurangi dengan besar pajak yang harus dikeluarkan oleh perusahaan, besar nilai pajak yang harus dikeluarkan didapat dari laporan keuangan perusahaan yang kemudian hasilnya merupakan nilai NOPAT.

2.3.2 Menghitung Capital Charge

Capital Charge diperoleh dengan cara Invested Capital dikalikan dengan Weighted Average Cost of Capital (WACC). WACC merupakan komponen

EBIT = Pendapatan Operasional – Biaya Operasional EVA = NOPAT - Capital Charge

(28)

beban biaya rata-rata atas hutang saham preferen dan saham biasa. Sementara itu, Invested Capital adalah biaya modal yang dikeluarkan untuk melakukan investasi. Cara menghitung Capital Charge adalah sebagai berikut :

WACC adalah perhitungan biaya modal dengan cara memberi bobot masing-masing kategori modal (modal pemegang saham, pinjaman bank, obligasi dan lainnya). WACC adalah rata-rata tingkat hasil yang diharapkan atas investasi yang dilakukan. WACC merupakan hasil dari penjumlahan weight cost, nilai weight cost merupakan hasil perkalian antara biaya dan share of capital. Formula untuk menghitung WACC adalah (Stewart, 2005):

Tc

Rd V D V E WACC Re   1 dengan rincian : Re = cost of equity Rd = cost of debt

E = market value of the firm’s equity D = market value of the firm’s debt V = E + D

E/V = percentage of financing that is equity D/V = percentage of financing that is debt Tc = corporate tax rate

2.3.3 Hasil Perhitungan EVA

Nilai EVA yang negatif tidak membuat suatu proyek dibatalkan secara otomatis (Tully, 1998). Proyek dapat dilanjutkan karena prinsip fundamental EVA tidak hanya merefleksikan hasil perhitungan untuk satu waktu. Hasil perhitungan EVA terdiri dari (Kanungo, 2003):

(29)

1. Hasil perhitungan positif, menyatakan bahwa proyek tersebut tidak hanya dapat memenuhi kewajibannya dan memenuhi kepentingan shareholder, namun juga dapat memberikan nilai tambah ekonomis bagi perusahaan.

2. Hasil perhitungan negatif, menyatakan bahwa proyek tidak layak untuk dijalankan karena akan mengakibatkan kerusakan terhadap modal yang diinvestasikan.

3. Hasil perhitungan nol, menyatakan bahwa proyek tersebut hanya mampu memenuhi kewajibannya dan kepentingan shareholder, namun tidak dapat memberikan nilai tambah dan nilai ekonomis bagi perusahaan.

2.4 System Thinking

Systems Thinking adalah suatu disiplin ilmu untuk melihat keseluruhan, mengenali pola-pola dan saling keterkaitan serta pembelajaran bagaimana untuk menstrukturkan keterkaitan ini dengan cara yang lebih efektiv dan efisien.

Menurut (Trilestari, 2004), System Thinking merupakan cara pandang menyeluruh dengan memperhatikan keterkaitan variabel (hard variable, soft variable, measurement component variable) yang membentuk jaringan sebab akibat dan berinteraksi dalam lingkungan yang kompleks dan dinamis.

Tujuan membuat model Systems Thinking adalah untuk mendapatkan gambaran keseluruhan sistem, mengidentifikasi akar masalah, mendapatkan variabel pengungkit serta memahami dampak dari beberapa alternatif solusi.

Metodologi pemodelan dalam Systems Thinking adalah (Trilestari, 2004) :

1. Identifikasi permasalahan dalam alur cerita (story line), bertujuan untuk mendapatkan pemaham mengenai permasalahan dalam suatu urutan alur cerita (story line) yang nantinya akan diidentifikasi kedalam variabel yang saling berkaitan.

(30)

2. Penentuan variabel, bertujuan untuk menentukan elemen yang saling terkait dan dapat diukur dalam sistem. Variabel dalam system thinking terdiri atas: hard dan soft variable, measurement component variable.

3. Analisa keterkaitan dan kausalitas, mengindikasikan hubungan saling terkait antar variabel yang telah ditentukan. Hubungan kausalitas tersebut ditandai dengan positif (+) dan negatif (-).

4. Membuat Model, untuk melihat secara keseluruhan hubungan kausalitas antar variabel yang terlah dianalisa keterkaitannya.

Seperti telah dijelaskan diatas bahwa Systems Thinking merupakan gambaran sesuatu secara menyeluruh dimana terdapat keterkaitan antara variabelnya. Hasil dari suatu proses Systems Thinking dapat digambarkan dalam suatu model. Forester dalam jurnal (Trilestari, 2004) mengatakan bahwa model merupakan dasar dari penelitian eksperimental yang relatif murah dan hemat waktu dibandingkan dengan bila mengadakan percobaan pada sistem yang sesungguhnya. Oleh karena itu, observasi dari suatu permasalah organisasi dapat dibuatkan dalam bentuk model sistem. Systems Thinking menghasilkan model yang disebut dengan diagram kausalitas, dimana diagram ini nantinya akan digambarkan menggunakan metode System Dynamic.

2.5 System Dynamics

System Dynamics (SD) merupakan metode hasil pemikiran dari Forrester, seorang profesor Massachusetts Institute of Technology untuk menyelesaikan permasalahan manajerial suatu perusahaan. Kemudian digunakan untuk studi ekonomi dalam Econometrica pada tahun 1952-1953. Namun, pendekatan ini sebenarnya paling banyak digunakan untuk memodelkan sistem natural dan biologis (Sonka, 1998).

SD digunakan untuk membuat model atau representasi dari berbagai macam sistem yang terjadi di dunia nyata dan mempelajari kelakuan dinamisnya (Paul, 2006). Tujuan dari SD adalah memfasilitasi pemahaman hubungan antara perilaku sistem terhadap waktu, struktur yang mendasari kebijakan

(31)

atau keputusan strategis. Metode ini menggunakan simulasi untuk menunjukkan apa yang terjadi dengan sistem tersebut beberapa waktu ke depan dan mengapa hal tersebut terjadi. Metode ini juga dapat mengidentifikasikan kebijakan yang diambil untuk meningkatkan performa sistem (Kanungo, 2003). SD juga dapat digunakan untuk melakukan evaluasi investasi TI walaupun sampai saat ini belum banyak penelitian yang melakukannya.

Gambar 2.1 Proses Pemodelan System Dynamic

Seperti yang dijelaskan pada Gambar 2.1, tahapan dalam SD terdiri dari beberapa langkah (Paul, 2006), yaitu:

1. The Problem Statement

Langkah pertama adalah mengidentifikasi permasalahan atau perilaku yang akan dianalisa. Hanya setelah semua variabel yang mempengaruhi sistem tersebut diidentifikasi, keseluruhan sistem dapat dimodelkan.

(32)

2. Field Studies

Pada tahap ini dilakukan pengumpulan data pada organisasi yang menjadi sumber penelitian, yang kemudian akan diperoleh informasi seperti pihak-pihak yang terlibat dalam proses tersebut, sistem ideal yang diharapkan, masukan dan keluaran dari aktivitas, juga sumber daya dan produk yang digunakan oleh sistem tersebut.

3. System Dynamics Model Building

Pemodelan SD digambarkan dengan 2 diagram:

i. Causal Loop Diagram

Diagram causal loop merupakan model dasar dimana model SD dibangun (Penlope, 2007). Diagram ini menggambarkan interaksi dan hubungan sebab akibat setiap parameter pada sebuah sistem. Diagram ini juga akan membantu menyederhanakan representasi terhadap sebuah model. Gambar 2.2 menunjukkan contoh sebuah causal loop diagram untuk studi kasus Purchase Order:

(33)

ii. Stock and Flow Diagram

Setelah membuat diagram causal loop, kemudian dibuatlah diagram stock and flow. Diagram ini merupakan model kuantitatif formal dari permasalahan yang diutarakan pada tahap pertama: The Problem Statement. Untuk mensimulasikan model tersebut perlu didefinisikan hubungan matematis setiap variabel. Stocks diakumulasikan dan menggambarkan kondisi sistem pada suatu waktu. Stocks berubah secara gradual, yang disebabkan oleh adanya flows. Flows menaikkan dan menurunkan stocks pada setiap waktu. Semua sistem yang berubah terhadap waktu dapat direprensentasikan dengan filosofi stocks dan flows. Gambar 2.3 menunjukkan contoh sebuah diagram stock and flow.

Gambar 2.3 Contoh Stock And Flow Diagram 4. Case Study Research Method

Pada tahap ini dilakukan penyelidikan empiris terhadap model yang telah dibentuk. Pendekatan kuantitatif dilakukan untuk mevalidasi model simulasi

(34)

SD. Apabila belum valid, prosesnya dapat diulangi lagi mulai dari langkah pertama.

5. Simulation Experiments

Model simulasi adalah abstraksi dari sistem yang terjadi di dunia nyata atau permasalahan yang ingin diselesaikan. Model tersebut digunakan sebagai alat untuk melakukan proses “trial and error” sehingga dapat mendemonstrasikan efek dari berbagai kebijakan. Kebijakan yang menghasilkan hasil terbaik pada simulasi tersebut akan digunakan pada kehidupan nyata. Maka dari itu, simulasi ini merupakan pendekatan yang sangat efektif, berguna dan global untuk semua bidang. Pendekatan ini juga dapat digunakan untuk memperkuat teori yang sudah ada atau untuk mengidentifikasi permasalahan baru.

6. Model Use and Theory Extension

Pendekatan SD secara filosofis menggambarkan perubahan pola perilaku pada sistem atau permasalahan yang rumit.

2.6 Sistem Pendidikan dan Pelatihan Berbasis Online

Seiring dengan perkembangan teknologi berikut infrastruktur penunjangnya, upaya untuk peningkatan kualitas pembelajaran dapat dilakukan melalui pemanfaatan teknologi informasi dalam suatu sistem yang dikenal dengan online training.

2.6.1 Pengertian Online Training

Online training merupakan suatu sistem yang dapat memfasilitasi pembelajar untuk belajar lebih luas, lebih banyak, dan bervariasi tanpa terbatas oleh jarak, ruang dan waktu. Materi pembelajaran yang dipelajari lebih bervariasi, tidak hanya dalam bentuk verbal, melainkan lebih bervariasi seperti visual, audio, dan gerak. Online training memerlukan pembelajar dan pengajar berkomunikasi secara interaktif dengan memanfaatkan teknologi informasi (TI) dan komunikasi, seperti media komputer dengan internetnya, telepon atau fax, Pemanfaatan media ini bergantung pada struktur materi pembelajaran dan tipe-tipe komunikasi yang diperlukan.

(35)

Pembelajaran jarak jauh online menerapkan sistem pembelajaran online berbasis web. Model pembelajaran jarak jauh online diawali dengan perencanaan yang baik, kemudian cara materi pembelajaran disampaikan (delivery content) kepada pembelajar yang harus mengacu pada perancangan tersebut. Pada dasarnya terdapat perbedaan antara desain pembelajaran konvensional secara tatap muka dengan pembelajaran jarak jauh online.

Pengelolaan sistem pembelajaran online berbeda dengan sistem konvensional. Sistem pelatihan berbasis online menuntut keberadaan infrastruktur dan teknologi yang mendukung (technology support), seperti computer, televisi, satelit, video interaktif, dan sebagainya. Pembelajaran online memiliki variasi sesuai dengan modus yang digunakannya, yaitu online sepenuhnya atau kombinasi tatap muka (face to face) misalnya video conferencing.

Mengingat online training sebagai metode atau sarana komunikasi yang mampu memberikan manfaat besar bagi kepentingan para peneliti, pengajar, dan pembelajar, maka para pengajar perlu memahami karakteristik atau potensi online training agar dapat memanfaatkannya secara optimal untuk kepentingan pembelajaran para pembelajarnya. Keuntungan online training adalah media yang menyenangkan, sehingga menimbulkan ketertarikan pembelajar pada program-program online. Pembelajar yang belajar dengan baik akan cepat memahami komputer atau dapat mengembangkan dengan cepat keterampilan komputer yang diperlukan, dengan mengakses web.

2.6.2 Fungsi Online Training

Ada 3 fungsi atau potensi online training yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan, yaitu sebagai alat komunikasi, alat mengakses informasi, dan alat pendidikan atau pembelajaran.

1. Fungsi Alat Komunikasi

Dengan menggunakan online training, kita dapat berkomunikasi kemana saja secara cepat. Misalnya, berkomunikasi dengan menggunakan e-mail atau berdiskusi melalui chatting maupun mailing list serta bertatap muka melalui

(36)

layar komputer dengan teknologi video conference. Berkomunikasi dengan e-mail atau chatting berbeda dan lebih efektif dan efisien dibandingkan dengan menggunakan telepon dan facsimile (fax) yang juga sama-sama mampu menyampaikan informasi sangat cepat. Dengan memanfaatkan teknologi online training, maka komunikasi dari seorang kepada banyak orang (one-to-many communication) dapat dilakukan secara simultan/bersamaan.

2. Fungsi Akses Informasi

Pembelajar tidak harus hadir langsung di ruang kelas/kuliah untuk mengikuti kegiatan pembelajaran, namun cukup hanya duduk saja dari tempat masing-masing di depan komputer (komputer yang terkoneksi ke internet untuk online training) dan menggunakannya. Pembelajar dapat berinteraksi dengan sumber belajar, baik yang berupa materi pembelajaran itu sendiri maupun dengan pengajar yang membina atau bertanggungjawab mengenai materi pembelajaran.

3. Fungsi Pendidikan dan Pembelajaran

Perkembangan teknologi online training yang sangat pesat dan merambah ke seluruh penjuru dunia telah dimanfaatkan oleh berbagai negara, institusi, dan ahli untuk berbagai kepentingan termasuk untuk pendidikan. Perangkat lunak yang telah dihasilkan akan memungkinkan para pengembang pembelajaran (instructional developers) yang bekerjasama dengan ahli materi pembelajaran (content specialists) dalam mengemas materi pembelajaran elektronik (online training material).

(37)

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Kerangka Teori Penelitian

Kerangka teori penelitian dibuat untuk merepresentasikan suatu himpunan dari beberapa metode serta hubungan antara metode yang akan diterapkan pada penelitian. Metode Ranti’s Generic IS/IT Business Value, System Dynamic dan Economic Value Added adalah 3 metode berbeda yang dapat dikolaborasikan untuk membantu penulis dalam melakukan kajian investasi sistem online training di BRI.

Metode Ranti’s Generic IS/IT Business Value digunakan untuk melakukan identifikasi manfaat bisnis yang akan diperoleh Perusahaan dari investasi sistem online training. Hasil identifikasi tersebut merupakan daftar manfaat bisnis yang relevan dan signifikan. Daftar manfaat bisnis tersebut selanjutnya akan digambarkan dalam causal loop diagram milik metode System Dynamic yang bertujuan untuk validasi manfaat bisnis yang teridentifikasi dan memodelkannya dalam hubungan sebab akibat. Selanjutnya dibuat stock and flow diagram yang bertujuan untuk menampilkan simulasi model dasar yang merepresentasikan perubahan dalam periode waktu karena adanya manfaat bisnis tersebut. Hasil dari tahapan ini merupakan manfaat bisnis relevan dan signifikan yang akan dikuantifikasi.

Hasil tahap kuantifikasi berupa nilai total manfaat, akan dihitung sebagai pendapatan operasional dalam metode Economic Value Added (EVA). Kemudian pendapatan operasional akan dikurangi biaya operasional beserta pajak untuk memperoleh nilai pendapatan operasional setelah pajak (NOPAT). Selanjutnya, selisih antara nilai NOPAT dan biaya modal akan menjadi hasil akhir dari perhitungan EVA. Hasil perhitungan EVA bisa berupa positif, negatif, atau nol. Hasil inilah yang nantinya akan menjadi salah satu bahan pertimbangan bagi pihak pengambil keputusan untuk

(38)

memutuskan apakah proyek sistem online training ini berpotensi untuk dijalankan atau tidak. Untuk lebih jelasnya, penulis mencoba menggambarkan hubungan antara metode Ranti’s Generic IS/IT Business Value, System Dynamic dan Economic Value Added melalui Gambar 3.1.

(39)

3.2 Tahapan Penelitian

Penelitian ini melalui beberapa tahapan sebagai berikut :

Gambar 3.2 Tahapan Penelitian

1. Melakukan identifikasi masalah yang bertujuan untuk menyajikan data aktual dan ekspektasi dari investasi teknologi informasi (TI) di PT. Bank Rakyat Indonesia (BRI), serta menganalisis permasalahan akibat adanya kesenjangan antara aktual dan ekspektasi. Identifikasi permasalahan dilakukan dengan wawancara dan diskusi dengan pihak yang sangat memahami proses bisnis pendidikan Pusdiklat BRI.

Kesimpulan dan Saran

Melakukan analisa finansial terhadap investasi TI

Input : Nilai total manfaat Metode : Economic Value Added (EVA) Output : Nilai hasil kelayakan finansial investasi Kuantifikasi manfaat investasi TI

Input : Manfaat bisnis relevan

& signifikan yang terpilih Metode : Matrik Kuantifikasi Output : Nilai total manfaat Pemodelan dinamis manfaat bisnis investasi TI

Input : Data hasil identifikasi manfaat bisnis terpilih

Metode : System Thingking, System Dynamics

Output : Hasil simulasi dan daftar manfaat bisnis relevan

& signifikan Identifikasi manfaat bisnis investasi TI

Input : Data dari tahapan sebelumnya

Metode : Wawancara , Ranti’s Generic IS/IT Business Value

Output : Daftar manfaat bisnis terpilih

Melakukan pengumpulan data Input : Data, laporan,

dokumen teknis terkait untuk dianalisis

Metode : wawancara, diskusi, dan analisa dokumen

Output : Data yang akan dianalisis untuk identifikasi

manfaat binsis investasi TI Mempelajari metode analisis yang akan digunakan

Input : Penelitian sejenis,

buku, jurnal, artikel terkait Metode : Studi Literatur

Output : Metode analisis yang akan digunakan Identifikasi Masalah

Input : Data aktual & ekspektasi

Metode : Wawancara & Diskusi

Output : Rumusan masalah, fishbone diagram, pertanyaan

(40)

2. Mempelajari metode analisis yang akan digunakan untuk membantu menganalisa investasi yang akan dilakukan pada BRI. Proses ini dilakukan dengan cara studi literatur dari teori terkait, baik dari buku, jurnal, internet, artikel, maupun dari karya akhir yang pernah ditulis sebelumnya.

3. Melakukan pengumpulan data yang dibutuhkan untuk analisa investasi dengan melakukan wawancara, diskusi dan menganalisa dokumen yang berhubungan dengan pendidikan dan pelatihan di Pusdiklat.

4. Melakukan identifikasi manfaat yang akan diperoleh perusahaan melalui investasi proyek ini dengan mewawancarai pihak terkait dan berpedoman pada Tabel Ranti’s Generic IS/IT Business Value sebagai panduan pertanyaan. Hasil dari tahapan ini berupa daftar manfaat bisnis investasi terpilih.

5. Pemodelan dinamis manfaat bisnis investasi TI dilakukan menggunakan System Dinamics. Pada tahap ini akan dibuatkan causal loop diagram yang bertujuan untuk validasi manfaat bisnis yang teridentifikasi dan memodelkannya dalam hubungan sebab akibat. Selanjutnya dibuat stock and flow diagram untuk menampilkan simulasi model dasar yang merepresentasikan perubahan dalam periode waktu karena adanya manfaat bisnis tersebut. Hasil dari tahapan ini selain simulasi model dasar implementasi sistem ialah pengelompokan daftar manfaat bisnis relevan dan signifikan yang akan dikuantifikasi.

6. Melakukan kuantifikasi terhadap hasil yang diperoleh dari tahapan sebelumnya, ini bertujuan untuk mengetahui nilai total dari manfaat yang akan diperoleh dari investasi TI. Dalam tahapan ini menggunakan beberapa asumsi yang didukung oleh data hasil diskusi dan wawancara dengan pihak terkait di Pusdklat BRI.

7. Analisis dari sisi finansial dengan menggunakan Economic Value Added (EVA) sehingga dapat diketahui nilai tambah ekonomis dari investasi ini bagi perusahaan.

(41)

8. Kesimpulan dan saran, digunakan untuk membuat kesimpulan dari hasil penelitian yang telah dilakukan dan saran untuk penelitian selanjutnya.

3.3 Metode Pengumpulan Data

Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan cara sebagai berikut:

1. Wawancara

Proses ini bertujuan untuk memahami kondisi aktual saat ini dan rencana pengembangannya melaui investasi sistem online training. Wawancara dilakukan pada beberapa orang narasumber yang secara detil memahami proses bisnis sistem pendidikan dan pelatihan BRI. Dalam melakukan wawancara, penulis menggunakan Tabel Ranti’s Generic IS/IT Business Value sebagai panduan yang membantu narasumber dalam mengenali dan mengidentifikasi potensi manfaat bisnis yang akan dihasilkan dari investasi sistem online training ini.

2. Analisa Dokumen

Dokumen yang dianalisa merupakan dokumen internal Pusdiklat BRI yang berisikan tentang materi pelatihan per program beserta dokumen biaya pelatihan tersebut. Data yang terdapat pada dokumen biaya pelatihan ini selanjutnya akan digunakan pada tahap kuantifikasi manfaat bisnis.

3.4 Profil Bank Rakyat Indonesia

PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BRI) merupakan bank komersial tertua di Indonesia yang didirikan pada 16 Desember 1895 di Purwokerto, Jawa Tengah. Berawal dari sebuah badan pengelola dana masjid di Purwokerto yang bertugas mengelola dan menyalurkan dana kepada masyarakat dengan skema yang sederhana. Raden Aria Wiriatmaja mendirikan lembaga dengan nama De Poerwokertosche Hulp en Spaarbank der Inlandsche Hoofden. Lembaga ini memberikan manfaat yang sangat besar bagi perekonomian masyarakat. Pada tahun selanjutnya lembaga ini mengalami beberapa kali perubahan nama, seperti Hulp-en Spaarbank der Inlandshe Bestuurs Ambtenareen (1895), De Poerwokertosche Hulp Spaar-en

(42)

Landbouw Credietbank atau Volksbank (1912). Pada tahun 1912 kembali mengalami perubahan nama menjadi Centrale Kas Voor Volkscredietwezen Algemene dan berubah menjadi Algemene Volkscredietbank (AVB) pada tahun 1934. Pada masa pendudukan Jepang di Indonesia, AVB berganti menjadi Syomin Ginko (1942-1945) (BRI, 2011).

Pada tanggal 22 Februari 1946, Pemerintah Indonesia melalui Peraturan Pemerintah No. 1 tahun 1946, mengubah nama Syomin Ginko menjadi Bank Rakyat Indonesia (BRI). Saat itu BRI, sebagai bank Pemerintah, menjadi ujung tombak dalam pembangunan perekonomian nasional. Pada tahun 1960, Nama BRI kemudian diubah lagi oleh Pemerintah menjadi Bank Koperasi Tani Nelayan (BKTN). Dan berdasarkan Undang-Undang No. 21 Tahun 1968, pada tanggal 18 Desember 1968 BRI secara resmi ditetapkan sebagai bank umum pemerintah. Berdasarkan Undang-Undang Perbankan No.7 Tahun 1992, BRI berubah status badan hukum menjadi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero). Pada tanggal 10 November 2003, BRI menjadi Perseroan Terbuka dan mencatatkan sahamnya pada Bursa Efek Jakarta (Bursa Efek Indonesia / BEI) dengan ticker “BBRI”. Saat ini, saham BRI tergabung dalam indeks saham LQ-45 dan menjadi salah satu saham unggulan di BEI.

Pemerintah Republik Indonesia merupakan pemilik mayoritas saham BRI, yaitu sebesar 56,75% dan sisanya sebesar 43,25% dimiliki oleh pemegang saham publik. Dengan dukungan pengalaman dan kemampuan yang matang di dalam memberikan layanan perbankan, terutama pada segmen UMKM, BRI selama 7 tahun berturut-turut mampu mempertahankan prestasinya sebagai bank dengan laba terbesar dan berhasil menduduki peringkat kedua dalam hal aset di antara industri perbankan Indonesia.

BRI fokus pada segmen usaha mikro, kecil dan menengah yang merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia dengan potensi pangsa pasar sebanyak 55,21 juta usaha UMKM. Dari jumlah tersebut, sekitar dua-pertiga belum terjangkau oleh layanan perbankan.

(43)

BRI mengoperasikan jaringan kantor pelayanan terbesar di Indonesia. Sebanyak 7.975 unit kerja hadir melayani masyarakat hingga ke pelosok nusantara dan seluruhnya telah terhubung secara real-time online. BRI hadir dari Sabang hingga Merauke, dari desa hingga kota, dari pasar tradisional hingga pusat perbelanjaan modern.

BRI terus mengembangkan layanan e-channel. ATM bertambah dari 1.262 unit pada tahun 2007 menjadi 7.292 unit pada tahun 2011. Perkembangan e-channel tersebut diikuti pula dengan penambahan fitur dari 155 fitur pada tahun 2007 menjadi 742 fitur pada tahun 2011.

BRI memiliki basis nasabah terbesar di Indonesia, yaitu lebih dari 36 juta rekening nasabah hingga akhir tahun 2011, dengan simpanan masyarakat yang didominasi oleh dana murah. Pada tahun 2011, porsi dana murah terhadap dana pihak ketiga mencapai lebih dari 60%, dengan pertumbuhan tertinggi pada produk tabungan.

Ditopang oleh SDM prima, sistem teknologi yang handal, jaringan kerja yang luas, basis nasabah yang besar, strategi bisnis yang tepat serta efisiensi yang terjaga, BRI berhasil menjaga profitabilitasnya. Laba bersih BRI pada 2011 tercatat sebesar Rp15,08 triliun atau meningkat 31,47% dari Rp11,47 triliun di tahun 2010 (BRI, 2011).

3.4.1 Divisi Pendidikan dan Pelatihan BRI

Divisi Pendidikan dan Pelatihan merupakan suatu divisi yang memiliki tanggung jawab terhadap kegiatan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan bagi sumber daya manusia BRI. Saat ini BRI memiliki 7 unit kerja yang berfungsi sebagai penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan yang tersebar di beberapa wilayah Indonesia. 1 pusat pendidikan dan pelatihan (Pusdiklat) yang berlokasi di Jakarta dan 6 sentra pendidikan (Sendik) yang masing-masing berlokasi di Padang, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, dan Makassar. Sendik Padang adalah penyelenggara pendidikan untuk wilayah Sumatera, kecuali Sumatera Selatan dan Lampung, sendik Jakarta untuk

(44)

wilayah DKI, Sumatera Selatan dan Lampung, sendik Bandung untuk Jawa Barat, sendik Yogyakarta untuk DIY dan Jawa Tengah, sendik Surabaya untuk Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara, serta sendik Makasar untuk wilayah Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. Adapun jenis pendidikan dan pelatihan yang diselenggarakan oleh BRI saat ini diantaranya (BRI P. , 2011):

1. Pendidikan dan Pelatihan Pegawai Rekrutmen, terdiri dari:

a. Pendidikan kaderisasi pimpinan Program Pengembangan Staff (PPS) b. Pelatihan Associate Auditor

c. Pelatihan Residence Auditor d. Pelatihan Account Officer e. Pelatihan Funding Officer f. Pelatihan Front Liners

2. Pendidikan dan Pelatihan Aplikasi, bertujuan untuk meberikan penyegaran kembali bagi pegawai sesuai dengan tugas dan jabatan yang sedang dijalankannya, terdiri dari :

a. Pelatihan untuk Pimpinan Cabang Pembantu b. Pelatihan untuk Pimpinan Cabang

c. Pelatihan untuk Mantri d. Pelatihan untuk Kepala Unit

3. Pendidikan dan Pelatihan Pengembangan, bertujuan membekali pegawai yang berpotensi untuk promosi ke jabatan yang lebih tinggi, terdiri dari :

a. Pelatihan Management Development Program b. Pelatihan Supervisor Development Program

c. Pelatihan Assistant Manager Development Program d. Pelatihan Assistant Vice President Development Program

(45)

e. Pelatihan Vice President Development Program

3.4.2 Struktur Organisasi Divisi Pendidikan dan Pelatihan BRI

Divisi Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) dikepalai oleh seorang Kepala Divisi dan membawahi beberapa bagian beserta 6 sentra pendidikan yang tersebar diseluruh wilayah Indonesia. Struktur organisasi Pusdiklat dapat dilihat pada Gambar 3.3 (BRI P. , 2011).

Gambar 3.3 Struktur Organisasi Divisi Diklat BRI Kadiv

--- Wakadiv

Instruktur

Sendik :

1. Sendik Padang 4. Sendik Bandung 2. Sendik Surabaya 5. Sendik Jakarta 3. Sendik Yogyakarta 6. Sendik Makassar

Akademik Operasional Seksi Pemasaran Jasa & Pelayanan

Keuangan Logistik E-Education

(46)

BAB IV

ANALISIS DAN PEMBAHASAN

Pada bab ini akan dibahas mengenai analisa studi kasus, identifikasi potensi manfaat dengan Rantis’s Generic IS/IT Business Value, pemodelan hubungan sebab akibat manfaat bisnis dengan System Dinamics, kuantifikasi manfaat bisnis, perhitungan total manfaat dan perhitungan nilai Economic Value Added (EVA) yang akan dijadikan sebagai acuan oleh pihak manajemen BRI untuk memutuskan apakah proyek sistem online training ini berpotensi untuk dijalankan atau tidak.

4.1 Analisa Studi Kasus

Berikut ini akan dijelaskan mengenai kondisi pendidikan dan pelatihan yang dijalankan BRI saat ini beserta rencana pengembangan kegiatan pendidikan dan pelatihan dengan sistem online training.

4.1.1 Kondisi Pendidikan dan Pelatihan BRI

BRI sebagai salah satu bank terbesar dan terkemuka di Indonesia menghadapi tantangan untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan bagi sumber daya manusianya dengan berbagai macam program pendidikan dan pelatihan dimana tanggung jawab tersebut diemban oleh Divisi Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) sebagai pihak penyelenggara pendidikan dan pelatihan.

Penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan di BRI saat ini sebagian besar dilakukan secara konvensional melalui proses pembelajaran didalam kelas. Pemanfaatan teknologi secara maksimal merupakan salah satu langkah yang diupayakan untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraannya. Ini telah dimulai dengan penerapan sistem pelatihan berbasis e-learning pada tahun 2009 yang hingga saat ini telah berhasil mengkonversi beberapa materi pelatihan dari paper based ke modul digital multimedia yang interaktif berisikan teks, gambar, suara dan video. Modul digital interaktif ini telah

(47)

disebarkan pada beberapa kantor cabang dan unit BRI dalam bentuk compact disc (CD). Disamping itu, modul ini juga diletakkan pada sebuah aplikasi berbasis web sehingga peserta pelatihan dapat mengakses sistem e-learning tersebut. Deskripsi umum sistem pendidikan dan pelatihan yang dilaksanakan BRI saat ini dapat dilihat melalui Gambar 4.1.

Gambar 4.1 Deskripsi Umum Sistem Pendidikan & Pelatihan BRI

Pada sistem pendidikan dan pelatihan konvensional, terdapat seorang instruktur yang memberikan materi didalam kelas. Sementara pada sistem pelatihan e-learning, pengampuh materi (course author) akan mengunggah materi yang akan diajarkan pada sistem e-learning untuk selanjutnya diolah dan dipersiapakan oleh pihak Pusdiklat (content manager) untuk dipublikasikan. Setelah materi disesuaikan dengan format yang telah ditentukan, maka selanjutnya peserta pelatihan (learner) dapat mengunduh materi tersebut. Peserta yang dapat mengunduh materi akan diatur oleh Pihak Pusdiklat (training manager) sesuai penjadwalan materi pelatihan.

4.1.2 Rencana Pengembangan Sistem Online Training

Dalam sistem pendidikannya, BRI mengklasifikasikan 6 tingkat pendidikan dengan tujuan akhir yang berbeda-beda. Tingkat pendidikan itu diantaranya (Lampiran A):

(48)

1. C1, bertujuan untuk membuat peserta mampu memahami. 2. C2, bertujuan untuk membuat peserta mampu menguasai. 3. C3, berutujuan untuk membuat peserta mampu melakukan. 4. C4, bertujuan untuk membuat peserta mampu menganalisa. 5. C5, bertujuan untuk untuk membuat peserta mampu mensintesis. 6. C6, bertujuan untuk untuk membuat peserta mampu mengevaluasi. Pada realitanya saat ini, hanya tingkat pendidikan C1,C2, dan C3 yang dapat dipenuhi dengan sistem pelatihan berbasis e-learning. Namun untuk tingkat C4 dan C5, pendidikan berbasis e-learning tidak cukup representatif karena untuk membuat peserta pelatihan mampu menganalisa dan mensintesis secara benar diperlukan pelatihan yang lebih intensif dan komunikatif antara peserta pelatihan dan instrukturnya. Oleh karena itu, Divisi Diklat yang dimotori oleh tim e-education berupaya untuk lebih memaksimalkan pemanfaatan TI dengan mengimplementasikan sistem online training agar tujuan akhir terhadap tingkat pendidikan C4 dan C5 dapat terpenuhi. Sementara untuk tingkat pendidikan C6 memang tidak akan mampu dijangkau sistem online training karena pelatihan pada tingkat pendidikan ini harus dilaksanakan secara rutin dan intensif melalui program in-house training selama beberapa bulan (contoh: program pengembangan staff). Perbandingan sistem pelatihan berbasis berbasis e-learning dan online training dapat dilihat pada Tabel 4.1

Tabel 4.1 Perbandingan E-Learning dan Online Training

Aspek E-Learning Online Training

Tujuan Membuat peserta pelatihan paham mengenai materi yang bersifat teoritis

Membuat peserta pelatihan mampu menerapkan materi yang lebih bersifat teoritis dan aplikatif Interaksi Satu arah, peserta hanya

melihat layar komputer dan berusaha memahami materi pelatihan dengan membaca materi tersebut tanpa diiringi oleh Instruktur

Dua arah, peserta dapat berinteraksi langsung dengan instrukutur pelatihan melalui headset microphone yang digunakan sehingga jika ada kesulitan dapat langsung didiskusikan

Gambar

Gambar 1.1 Fishbone Diagram Permasalahan
Tabel 1.1 Kontribusi Penelitian  Peneliti  Silvester  Wedjo   (2007)  Stanley David (2009)  Yuzar  Muzahry (2011)  Dwi  Fatrianto (2011)  Teddie (2012)  Metode  Real Option
Tabel  Ranti’s  Generic  IS/IT  Business  Value  diciptakan  untuk  menghitung  sebuah  nilai  manfaat  investasi  TI  secara  generik  atau  hal  pokok  yang  unik  untuk  kasus  di  Indonesia  (Ranti,  2008)
Gambar 2.1 Proses Pemodelan System Dynamic
+7

Referensi

Dokumen terkait

PERHITUNGAN METODE ANALISIS Z-SCORE MODEL ALTMAN, MODEL SPRINGATE, MODEL ZMIJEWSKI DAN ECONOMIC. VALUE

Analisis kinerja keuangan menggunakan metode Economic Value Added (EVA) menunjukkan perkembangan yang positif selama 3 tahun terakhir yakni EVA > dari 0, maka telah

Mengukur kinerja keuangan suatu perusahaan dapat dilakukan dengan menggunakan metode Nilai Tambah Ekonomis atau Economic Value Added (EVA).. Adanya Nilai Tambah

Dari hasil penelitian menggunakan pendekatan Economic Value Added (EVA) Dan Market Value Added (MVA) didapat bahwa EVA dan MVA PT. Telkom bernilai positif. EVA

Sehingga peneliti dapat mengangkat judul ” Analisis Kinerja Keuangan Dengan Metode Economic Value Added (EVA), Market Value Added (MVA), Financial Value Added (FVA) Pada

Lutfi Madani 2021 Analisis Kinerja Keuangan Dengan Menggunakan Metode Economic Value Added EVA, Financial Value Added FVA dan Market Value Added MVA Pada Perusahaan Transportasi

30 2.5 Pengaruh Economic Value Added EVA dan Market Value Added MVA Terhadap Nilai Perusahaan ……….…… 32 2.5.1 Pengaruh Economic Value Added EVA Terhadap Nilai Perusahaan

Analisis kinerja keuangan PT. Astra Internasional Tbk periode 2017-2021 menggunakan metode Economic Value Added (EVA) dan Financial Value Added