• Tidak ada hasil yang ditemukan

Fungsi Pertunjukan dalam Acara Dinner

Matriks 4.1. Komponen Pertunjukan di Puri Mengwi, Kerambitan, dan Bongkasa

4) Entertainment After-Dinner

4.2. Seni Pertunjukan Pariwisata Kemasan Baru di Puri Kerambitan 1. Proses Munculnya Seni Pertunjukan Kemasan Baru

4.2.4. Fungsi Pertunjukan dalam Acara Dinner

Sebagaimana telah diuraikan bahwa pola penyajian Seni Pertunjukan Pariwisata Kemasan Baru yang dikembangkan oleh Puri Anyar Kerambitan adalah sama dengan pola penyajian yang dilakukan oleh Puri Mengwi maupun oleh Puri Banyuning Bongkasa. Mereka semua mengemas berbagai jenis seni pertunjukan dengan menggabungkannya dengan berbagai tradisi budaya yang ada di lingkungan puri (yang direkayasa) sebagai sebuah seni pertunjukan pariwisata berskala besar.

Seni pertunjukan yang dikemas dari berbagai jenis seni pertunjukan dan tradisi budaya masyarakat setempat ini ditampilkan untuk memeriahkan acara

dinner. Dengan demikian, penyajian unsur-unsur yang membangun Seni

Pertunjukan Pariwisata Bali Kemasan Baru ini memiliki fungsi baru, dan berbeda dibandingkan sebelumnya.

Pada dasarnya berbagai unsur kebudayaan yang ada dalam masyarakat ber-fungsi untuk memuaskan suatu rangkaian hasrat naluri akan kebutuhan hidup dari manusia (basic human needs). Unsur kesenian, misalnya, mempunyai fungsi untuk memuaskan hasrat naluri manusia akan keindahan (Koentjaraningrat, 1990). Selain itu, kesenian juga berfungsi sebagai penguat identitas dan penguat solidaritas masyarakat. Fungsi kesenian mengalami perkembangan mengikuti zaman sehingga fungsi kesenian kini sudah jauh berbeda dibandingkan fungsi kesenian sebelumnya. Fungsi masing-masing pertunjukan yang ditampilkan dengan struktur pertunjukan adalah sebagai berikut.

(a) Fungsi pertunjukan dalam dinner. Entertainment

menyambut tamu. Seni pertunjukan yang ditampilkan ketika wisatawan baru tiba di lokasi dinner di Puri Anyar Kerambitan ini adalah 'prosesi' yang ide pengemasannya berasal dari prosesi ritual mekiyis di desa tersebut. Mekiyis adalah prosesi upacara penyucian berbagai peralatan upacara yang ada di pura desa setempat, yang biasanya dilakukan masyarakat setahun sekali yakni menjelang hari raya Nyepi. Sementara ketika dalam konteks pariwisata di puri tersebut, prosesi ini ditampilkan sebagai entertainment welcome-dinner yang ditampilkan sebagai pertunjukan pembuka atau penyambut tamu pada acara dinner di puri tersebut.

(b) Fungsi pertunjukan dalam entertainment pre-dinner. Entertainment

pre-dinner adalah serangkaian pertunjukan yang dikemas khusus untuk disajikan

ketika para wisatawan menikmati cocktail (suatu minuman yang diramu secara khusus). Pertunjukan ini merupakan bagian kedua dari struktur pertunjukan Seni Kemasan Baru yang ditampilkan di jaba sisi puri. Peristiwa budaya ini dilakukan pada malam hari untuk menghibur dan memperlihatkan segala potensi seni budaya kepada para tamu raja yang berkunjung ke puri tersebut. Seni-seni pertunjukan yang ditampilkannya pun tidak dipilih, tapi puri mempertunjukkan apa pun yang dimiliki masyarakat setempat. Namun dalam konteks dinner, pertunjukan yang ditampilkan di puri dipilih yang hanya cocok dan sesuai dengan tema pertunjukan yakni “prosesi penyambutan tamu kerajaan”. Semua pertunjukan yang dikelompokkan dan disajikan sebagai entertainment pre-dinner ini disajikan sebagai tontonan untuk menghibur wisatawan ketika menikmati

cocktail (minuman yang diramu khusus). Adapun pertunjukan yang ditampilkan

di sini adalah Dramatari Calonarang yang ditampilkan dijaba-sisi di depan wantilan Puri Anyar Kerambitan. Dekorasinya pun tampak ditata sebagaimana layaknya penyambutan tamu penting kerajaan, yang semuanya bernuansa tradisi.

Entertainment pre-dinner ini ditampilkan selama 60 menit.

Entertainment pre-dinner yang ditampilkan ini merupakan visualisasi

artis-tik dari ritual budaya masyarakat setempat ketika raja menyambut para tamunya di puri. Biro perjalanan wisata (BPW) dan pihak puri ingin membawa para tamunya menikmati tahapan dinner dalam suasana puri. Jika diamati dari

perspektif tata ruang, penempatan pertunjukan yang ditampilkan dalam dijaba-sisi Puri Anyar Kerambitan ini tampaknya sangat sesuai dengan konsep Tri Mandala. Walaupun seni pertunjukan yang ditampilkan ini merupakan seni pertunjukan tradisi, namun apa yang telah ditampilkan tersebut tampaknya sangat disenangi oleh wisatawan yang menikmati acara cocktail tersebut.

(c) Fungsi pertunjukan dalam entertaintment during-dinner. Entertainment

during-dinner adalah serangkaian pementasan seni pertunjukan yang sengaja

dikemas untuk ditampilkan selama dinner berlangsung. Seni-seni pertunjukan yang ditampilkan sebagai entertainment during-dinner di Puri Anyar Kerambitan antara lain: prosesi makanan, tari Joged Bumbung, dan Rindik. Jenis pertunjukan ini yang ditampilkan di Puri Anyar Kerambitan ini tidak sama dengan yang ditampilkan oleh Puri Mengwi maupun oleh Puri Bongkasa. Sebagaimana telah disinggung sebelumnya bahwa komponen-komponen yang ditampilkan dalam pertunjukan di Puri Anyar Kerambian seluruhnya mengacu pada tema pertunjukan yakni “prosesi penyambutan tamu kerajaan”.

Berbagai komponen pertunjukan tersebut ditampilkan di jaba-tengah (halaman tengah) Puri Anyar Kerambitan yang dekorasinya juga tampak ditata menyerupai suasana puri ketika raja kedatangan tamu penting. Oleh karena itu, komponen-komponen atau pertunjukan-pertunjukan yang ditampilkan di sini pun dipilih agar menunjang suasana yang diinginkan puri, baik dari segi dekorasi, jenis pertunjukan, makanan, maupun tata cara penyajiannya. Seperti misalnya dekorasi pada meja (canangsari) dan kursinya yang dibungkus kain poleng, dekorasi halaman jaba-tengah maupun pelengkungan janur dan penjor yang menghiasi puri tersebut. Begitu pula dengan penataan tata cahayanya, yang mempergunakan lampu tradisi (lampu coblong). Hal ini merupakan “inkulturasi budaya” yakni penggabungan komponen budaya tradisi masyarakat setempat untuk difungsikan sebagai pola Barat.

Karena puri ingin menonjolkan prosesi penyambutan tamu kerajaan maka seni pertunjukan yang disajikan pun tampaknya disesuaikan dengan suasana penyambutan tamu agung. Oleh karena itu, seni-seni pertunjukan yang disajikan-nya pun dipilih sesuai dengan acara dinner, antara lain: (1) Prosesi Makanan

ditampilkan berfungsi untuk mempertegas penyajian makanan pilihan atau menu favorit pihak puri yang dipilihkan untuk disantap oleh wisatawan. (2) Rindik merupakan musik instrumental tradisional yang terbuat dari bambu ditampilkan untuk membawakan lagu-lagu yang lirih sebagai ilustrasi selama para wisatawan menikmati dinner. (3). Tari Joged Bumbung, ditampilkan untuk menghibur para wisatawan yang baru saja selesai menikmati makan malam. Mereka kini dipersi-lakan ikut menari bersama dengan para penari joged, karena sebelumnya mereka hanya menonton saja.

(d) Fungsi pertunjukan dalam after-dinner. Entertainment after-dinner ada-lah seni pertunjukan yang dikemas dan disajikan pada akhir acara jamuan makan malam, yang berfungsi untuk menutup sekaligus sebagai ilustrasi ketika wisatawan meninggalkan (puri) tempat acara makan malam. Di Puri Anyar Kerambitan disajikan gamelan Balaganjur, yang berfungsi sebagai musik pengantar wisatawan meninggalkan lokasi acara.

4.3. Seni Pertunjukan Pariwisata Kemasan Baru di Puri Bongkasa