BAB II SISTEM PASAR MODAL DI INDONESIA
2.3 Fungsi, Tujuan, Serta Motif Berdirinya Pasar Modal
Dalam penjelasan umum UU PM dijelaskan bahwa fungsi pasar modal secara umum adalah:21
18 Salah satu isi paket deregulasi tersebut adalah dikenakannya pajak penghasilan atas bunga deposito dan tabungan berjangka lainnya. Sehingga hal ini menimbulkan reaksi positif masyarakat terhadap keberadaan pasar modal sebagai alternatif untuk menginvestasikan uangnya, karena pendapatan mereka melalui tabungan menjadi menurun. Lebih jelasnya dalam Marzuki Usman (et al), op. cit., hlm. 5.
19 Otomasi perdagangan ini dengan menggunakan sistem komputer yang dinamakan dengan JATS (Jakarta Automatic Trading System), yang mulai beroperasi pada 22 Mei 1995.
20 Munir Fuady, op. cit., hlm. 27.
1. Menciptakan pasar secara terus menerus (creation of a
continous market) bagi efek yang telah ditawarkan kepada masyarakat.
2. Menciptakan harga yang wajar (fair price determination) bagi efek, melalui mekanisme penawaran dan permintaan. 3. Membantu pembelanjaan dunia usaha (aid in financing
industry).
Pasar modal memiliki beberapa fungsi strategis yang membuat lembaga ini memiliki daya tarik, tidak saja bagi pihak yang memerlukan dana (issuer) dan pihak yang meminjamkan dana (lenders), akan tetapi juga bagi pemerintah. Dalam era globalisasi ini, hampir semua negara menaruh perhatian yang besar terhadap pasar modal karena memiliki peranan strategis bagi penguatan ketahanan ekonomi suatu negara.22 Terjadinya pelarian modal ke luar negeri (capital flight) bukan hanya akibat dari merosotnya nilai mata uang, akan tetapi juga diakibatkan karena tidak tersedianya alternatif investasi yang mengun-tungkan di negara tersebut, dan pada saat yang sama, investasi di bursa negara lain menjanjikan keuntungan yang lebih tinggi dibandingkan di negara asalnya.23
Motif serta tujuan berdirinya pasar modal tersebut, bagi perusahaan yang menjual saham, adalah untuk memperoleh dana yang murah bagi pengembangan usahanya. Bagi pemodal adalah untuk mendapatkan tambahan penghasilan bagi modalnya dalam bentuk dividen atau capital gain. Sedangkan bagi pemerintah adalah untuk mencari dana bagi peningkatan perekonomian negara.
Peranan besar yang dimiliki oleh pasar modal dalam suatu negara dapat dilihat dalam lima aspek berikut ini:24
1. Sebagai fasilitas melakukan interaksi antara pembeli dengan penjual untuk menentukan harga saham atau surat-surat berharga yang diperjualbelikan. Ditinjau dari segi lain, pasar
22 Marzuki Usman (et al), op. cit., hlm. 13.
23 Ibid.
modal memberikan kemudahan dalam melakukan transaksi sehingga kedua belah pihak dapat melakukan transaksi tanpa melakukan tatap muka (pembeli dan penjual tidak bertemu secara langsung). Kemudahan tersebut dapat dilakukan dengan lebih sempurna berkat adanya fasilitas perdagangan efek melalui komputer.
2. Pasar modal memberikan kesempatan kepada para investor untuk memperoleh hasil (return) yang diharapkan. Keadaan tersebut akan mendorong perusahaan (emiten) untuk memenuhi kebutuhan investor untuk memperoleh hasil yang diharapkan.
3. Pasar modal memberi kesempatan kepada investor untuk menjual kembali saham yang dimilikinya atau surat berharga lainnya. Dengan beroperasinya pasar modal, para investor dapat melikuidasi surat berharga yang dimilikinya tersebut setiap saat. Apabila pasar modal tidak ada, maka investor terpaksa harus menunggu pencairan surat berharga yang dimilikinya sampai dengan saat perusahaan dilikuidasi. Keadaan semacam ini akan menjadikan investor kesulitan mendapatkan uangnya kembali, yang mengakibatkan risiko kerugian yang sulit diprediksi sebelumnya. Eksistensi pasar modal memberikan kepastian dalam menghindarkan risiko kerugian, yang pada dasarnya tidak ada satu pun investor yang bersedia menanggung kerugian tersebut.
4. Pasar modal menciptakan kesempatan kepada masyarakat untuk berpartisipasi dalam perkembangan suatu pereko-nomian. Masyarakat umum mempunyai kesempatan untuk memilih dan mempertimbangkan alternatif cara penggunaan uang mereka. Selain menabung, mereka dapat melakukan investasi melalui pasar modal, yaitu dengan membeli sebagian kecil saham perusahaan publik.
5. Pasar modal mengurangi biaya informasi dan transaksi surat berharga. Bagi para investor, keputusan investasi harus didasarkan pada tersedianya informasi yang akurat dan dapat dipercaya. Pasar modal dapat menyediakan kebutuhan terhadap informasi secara lengkap, yang apabila hal tersebut dicari sendiri akan memerlukan biaya yang sangat mahal.
Dengan adanya pasar modal, biaya memperoleh informasi ditanggung oleh seluruh pelaku pasar modal sehingga biayanya menjadi murah. Biaya informasi tersebut dapat diklasifikasikan menjadi dua, yaitu:
(1) Biaya pencarian (search costs) informasi tentang perusahaan (emiten). Termasuk di dalamnya adalah biaya eksplisit, seperti biaya iklan untuk mengumumkan jual/beli saham. Di samping itu, harus diperhitungkan pula biaya implisit seperti waktu mencari calon pembeli atau calon investor.
(2) Biaya informasi (information costs) termasuk mencari informasi tentang kelebihan atau kelemahan surat berharga suatu perusahaan publik. Informasi tersebut misalnya, bagaimana dividen suatu perusahaan. Sunariyah menjelaskan bahwa ke lima aspek tersebut di atas merupakan aspek mikro dalam perekonomian suatu negara. Adapun secara makro, peranan pasar modal dalam perekonomian suatu negara menurut beliau adalah sebagai berikut:25
1. Fungsi Tabungan (Savings Function);
Menabung dapat dilakukan dengan berbagai cara, akan tetapi yang harus diingat adalah bahwa nilai mata uang cenderung menurun pada masa yang akan datang. Bagi penabung, metode yang digunakan sangat mempengaruhi oleh kemungkinan rugi sebagai akibat penurunan nilai mata uang, inflasi, dan risiko kehilangan.
2. Fungsi Kekayaan (Wealth Function);
Pasar modal adalah suatu cara untuk menyimpan kekayaan dalam jangka panjang dan jangka pendek, sampai dengan kekayaan tersebut digunakan kembali. Cara ini lebih baik karena kekayaan tidak mengalami depresiasi (penyusutan nilai) seperti harta kekayaan lainnya. Misalnya mobil, gedung, kapal dan sebagainya. Semakin bertambah umur kekayaan tersebut akan semakin besar nilai penyusutannya.
Akan tetapi obligasi, saham, deposito, dan instrumen surat berharga lainnya tidak akan mengalami depresiasi nilai. Surat berharga mempunyai kekuatan beli (purchasing power) pada masa yang akan datang.
3. Fungsi Likuiditas (Liquidity Function);
Kekayaan yang disimpan dalam bentuk surat berharga dapat dilikuidasi melalui pasar modal dengan risiko yang lebih kecil dibandingkan dengan jenis lainnya. Proses likuidasi surat berharga dengan biaya relatif murah dan lebih cepat. Dengan kata lain, pasar modal adalah suatu ready market untuk me-layani pemenuhan likuiditas para pemegang surat berharga. 4. Fungsi Pinjaman (Credit Function);
Pasar modal merupakan fungsi pinjaman untuk konsumsi atau investasi. Pinjaman merupakan utang kepada masyarakat. Pasar modal bagi suatu perekonomian negara merupakan sumber pembiayaan pembangunan dari dana yang dihimpun dari masyarakat. Pemerintah lebih mendorong pertumbuhan pasar modal untuk mendapatkan dana yang lebih mudah dan lebih murah.
2.4 Instrumen Pasar Modal
Instrumen pasar modal terdiri atas semua surat-surat berharga atau efek (securities) yang diperdagangkan, baik di bursa (on floor) maupun di luar bursa (over the counter/off floor).26
Sebagaimana dijelaskan dalam Pasal 1 angka 5 UU PM, yang dimaksud dengan efek adalah “Surat berharga, yaitu surat pengakuan utang, surat berharga komersial, saham, obligasi, tanda bukti utang, unit penyertaan kontrak investasi kolektif, kontrak berjangka atas efek, dan setiap derivatif dari efek”.
Secara umum, instrumen pasar modal dapat digolongkan dalam 3 kelompok, yaitu: 27
26 Panji Anoraga & Ninik Widiyanti, Pasar Modal: Keberadaan dan Manfaatnya Bagi
Pembangunan, Jakarta, Rineka Cipta, 1995, hlm. 51.
27 Marzuki Usman (et al), ABC Pasar Modal Indonesia, Jakarta, Institut Bankir Indone-sia, 1994, hlm. 62-81.
1. Instrumen utang (debt instrument), termasuk dalam instrumen ini adalah jenis obligasi.
2. Instrumen penyertaan (equity instrument) seperti saham. 3. Instrumen lain (others instrument), seperti option, warran
dan right.
Sementara Munir Fuady mengemukakan, dari keseluruhan jenis efek tersebut, dapat dikategorikan sebagai berikut: 28
1. Efek penyertaan yaitu efek yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk ikut serta dalam equity suatu perusahaan. Termasuk dalam efek penyertaan ini adalah (1) saham serta jenisnya, (2) setiap derivatifnya, seperti bukti
right, warran, dan option (put atau call), (3) unit penyertaan kontrak investasi kolektif, (4) kontrak berjangka atas efek. 2. Efek utang yaitu efek yang penerbitnya mengeluarkan atau
menjual surat utang, pada suatu waktu wajib menebus kembali sesuai dengan kesepakatan di antara para pihak. Termasuk dalam efek jenis ini adalah obligasi, commercial
paper, surat pengakuan utang, dan bukti utang.
3. Efek konversi disebut juga dengan obligasi konversi, yaitu efek yang sebenarnya termasuk dalam efek utang, tetapi pada saat yang ditentukan dapat menukarkan efek utang tersebut dengan efek penyertaan. Baik diwajibkan atau pilihan dari pemegang efek yang bersangkutan.
4. Efek derivatif yaitu beberapa jenis efek yang ditawarkan kepada publik, sebenarnya melanjutkan efek yang telah dahulu dipasarkan, seperti bukti right, warran, dan option. Dari gambaran di atas, dapat disimpulkan bahwa secara garis besar instrumen atau efek yang diperjualbelikan di pasar modal Indonesia hanya terdiri atas dua kelompok besar, yaitu instrumen kepemilikan (equity) seperti saham, dan instrumen utang (obligasi atau bond) seperti obligasi perusahaan dan obligasi yang dapat dikonversikan menjadi saham.29
28 Munir Fuady, loc. cit., hlm. 7-8.
Surat berharga dalam arti umum terbagi dalam:30
1. Surat berharga pasar uang (money market securities) yaitu: wesel (bill of exchange), promes (promisory note) serta sertifikat deposito (certificate deposit).
2. Surat berharga pasar modal (capital market securities) atau efek-efek, yaitu: saham (share), obligasi (bond/notes), sekuritas kredit/penyertaan dana, klaim (right), dan waran. Menurut T.H. Limperg, efek adalah: “Bukti tentang hak menerima bagian di dalam suatu modal, di dalam perusahaan dan di dalam utang jangka panjang”.31
Adapun jenis-jenis efek yang diperdagangkan di pasar modal Indonesia hingga saat ini adalah:
1. Saham (stock);
2. Saham Preferen (preferred stock); 3. Obligasi (bond);
4. Obligasi Konversi (convertible bond); 5. Klaim (right); dan
6. Waran (warrant)
Sementara surat berharga jenis opsi (option) belum diterapkan atau diperdagangkan di pasar modal Indonesia, hanya diperdagangkan terhadap efek yang terdaftar di Bursa Efek New York.32
2.4.1 Saham
Saham adalah tanda bukti kepemilikan terhadap suatu perusahaan,33 bahkan dikatakan juga sebagai suatu hak terhadap harta kekayaan perseroan terbatas, karena pada masing-masing akta pendirian perseroan terbatas pasti disebutkan jumlah modal
30 R. Ali Ridho (et al), Hukum Dagang Tentang Surat-surat Berharga, Perseroan Firma,
Perseroan Komanditer, Keseimbangan Kekuatan PT dan Penswastaan BUMN, Remaja Karya,
Bandung, 1988, hlm. 27-35.
31 T.H. Limperg dalam Leffler, op. cit., hlm. 85.
32 Tjiptono Darmadji & Hendy M. Fakhruddin, op. cit., hlm. 5.
perseroan yang terbagi dalam jumlah saham-saham.34 Adapun jenis saham sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 angka 1 UU PT 1995 adalah saham atas nama dan saham atas unjuk.35
Dalam penjelasan Pasal 24 UU PT 1995, diuraikan bahwa saham atas nama adalah saham yang mencantumkan nama pemilik pemegang dari saham tersebut. Saham atas nama apabila akan dipindah tangankan, harus sepengetahuan pengurus perseroan. Saham atas unjuk adalah saham yang dikeluarkan itu tidak tertulis nama pemiliknya. Saham ini disebut juga dengan saham blanco. Saham blanco ini dapat dipindah tangankan kepada siapa saja.36
Menurut Pasal 42 ayat 3 UU PT 1995, saham atas unjuk baru dapat dikeluarkan apabila nilai nominal saham yang diperjanjikan disetor penuh. Hal ini didasarkan bahwa saham atas unjuk tidak perlu didaftarkan, cukup dengan penyerahan surat saham. Dengan tidak terdaftarnya pemilik saham tersebut, apabila dikeluarkan tidak dengan setoran penuh akan menyulitkan perseroan menagih sisa pembayaran dari saham tersebut.
Dalam Pasal 46 UU PT 1995 dijelaskan perbedaan jenis saham ditinjau dari segi hak tagihan (klaim), saham tersebut dapat dibedakan antara saham biasa (common stocks) dan saham preferen (prefered stocks). Perbedaan antara keduanya adalah, saham biasa tidak mempunyai hak istimewa; dividen hanya bisa diperoleh sepanjang perusahaan untung. Jumlahnya tidak tetap, tergantung dari besarnya keuntungan yang diperoleh; mempunyai hak suara dalam pemilihan Dewan Komisaris; dan bila perusahaan dibubarkan, baru mendapat bagian setelah pelunasan terhadap utang-utang serta pembayaran terhadap saham preferen.
34 Nindyo Pramono, Sertifikasi Saham PT Go Public dan Hukum Pasar Modal di
Indone-sia, Bandung, Citra Aditya Bakti, 1996, hlm. 72. Bandingkan dengan ketentuan dalam Pasal
1 ayat (1) UU PT 1995 yang menentukan bahwa “…melakukan kegiatan usaha dengan modal dasar yang seluruhnya terbagi dalam saham…”.
35 Pasal 24 ayat (2) UU PT 1995.
36 Moch. Faisal Salam, Perseroan Terbatas Di Indonesia Menurut Undang-undang
Saham preferen mempunyai hak istimewa, yaitu mempunyai hak terdahulu dari saham biasa. Apabila perusahaan dibubarkan, berhak mendapat dividen atau bagian kekayaan lebih dahulu dari pemegang saham biasa. Selain itu, mempunyai preferensi untuk mengajukan usul pencalonan direksi/komisaris; jumlah dividen yang akan diterima tidak bisa melebihi jumlah yang telah ditetapkan sebelumnya; mempunyai hak untuk menerima dividen yang belum dibayar pada tahun-tahun yang lalu secara kumulatif (saham preferen kumulatif). Di Amerika Serikat, pemegang saham preferen tidak mempunyai hak suara dalam RUPS, misalnya dalam hal pengangkatan atau pemberhentian anggota direksi dan anggota dewan komisaris. Di Indonesia, semua pemegang saham termasuk pemegang saham preferen suaranya tetap diperhitungkan dalam RUPS.
Sifat-sifat keistimewaan saham preferen, selain juga kumulatif, juga dapat bersifat partisipatif dan campuran partisipatif dengan kumulatif. Saham preferen partisipatif yaitu sesudah pemegang saham preferen mendapatkan hak pembagian dividen, pemegang saham tersebut masih berhak mendapatkan sisa laba bersama-sama dengan pemegang saham biasa. Kemudian partisipatif dan kumulatif artinya pemegang saham preferen bisa saja memiliki dua sifat keistimewaan tersebut dalam hal pembagian dividen sesuai dengan perjanjian dari awal.37
2.4.2 Obligasi
Obligasi pada dasarnya merupakan surat pengakuan utang atas pinjaman yang diterima oleh perusahaan penerbit obligasi dari masyarakat. Jangka waktu obligasi telah ditetapkan dan disertai dengan pemberian imbalan bunga yang jumlah dan saat pembayarannya juga telah ditetapkan dalam perjanjian. Obligasi ini dapat diterbitkan baik oleh badan usaha milik negara (BUMN), badan usaha swasta, pemerintah pusat atau daerah (BUMD).
Jenis-jenis obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah atau swasta ditentukan oleh kontrak perjanjian yang dibuat pada saat transaksi jual beli obligasi. Jenis-jenis obligasi tersebut adalah: 38
a. Collateral: Perusahaan penerbit membuat suatu janji, apabila pada saat jatuh tempo obligasi perusahaan penerbit tidak dapat membayar nilai nominal obligasi, maka perusahaan penerbit menyediakan sejumlah aset milik perusahaan sebagai jaminan. Hal tersebut akan menjamin tingkat kepercayaan pemodal, yang menjamin bahwa pemodal tidak akan mengalami kerugian.
b. Debenture: Dalam tipe obligasi ini perusahaan penerbit obligasi tidak menjamin dengan aset perusahaan tertentu, tetapi dijamin oleh tingkat likuiditas perusahaan. Pemodal berharap bahwa perusahaan dapat mencapai laba untuk membayar bunga dan nilai nominal obligasi.
c. Subordinate debenture: Dalam perjanjian kontrak obligasi, pemegang obligasi diklasifikasikan berdasarkan siapa yang dibayar terlebih dahulu. Jika perusahaan bangkrut, siapa yang mendapat prioritas untuk dibayar terlebih dahulu. Tipe
subordinate debenture dibayar setelah tipe debenture. Oleh karena itu, subordinate debenture merupakan obligasi yang mempunyai risiko tinggi.
d. Obligasi pendapatan: Obligasi tipe ini tidak dijamin dengan aset tertentu. Di samping itu, perusahaan penerbit tidak mempunyai kewajiban untuk membayar bunga secara periodik kepada pemegang obligasi. Dalam tipe ini, perusahaan akan membayar bunga apabila laba yang dicapai cukup untuk membayar bunga. Perusahaan penerbit tidak mempunyai utang bunga apabila pada periode yang lalu tidak mampu membayar bunga.
e. Obligasi hipotik (mortgage): Obligasi tipe ini dijamin dengan aset tertentu dan aset yang dijadikan agunan disebutkan secara jelas. Aset tersebut merupakan aset yang tidak bergerak, misalnya tanah dan gedung. Apabila perusahaan melalaikan janjinya, agunan tersebut dapat dijual untuk
menutupi kewajiban perusahaan tersebut. Dalam obligasi tipe ini, aset perusahaan yang baru secara langsung menjadi agunan.
f. Call provision: Dalam tipe obligasi ini dalam kontrak perjanjiannya, pada saat tertentu perusahaan penerbit dapat menarik (memanggil) obligasi kembali. Perusahaan penerbit mempunyai kesempatan untuk memanggil obligasi apabila tingkat bunga turun dan menerbitkan obligasi baru dengan tingkat bunga yang lebih rendah. Konsep ini sering disebut
refunding. Perusahaan penerbit dapat memanggil kembali obligasi yang beredar apabila hal tersebut dianggap dapat mengun-tungkan perusahaan.
Apabila perusahaan menerbitkan obligasi dengan call
pro-vision, perusahaan penerbit harus mengungkapkan call price (harga panggil). Call price adalah harga yang harus dibayar pada saat obligasi dipanggil oleh perusahaan penerbit dari pemegang obligasi sesuai dengan kontrak dalam perjanjian yang telah ditetapkan.
g. Sinking fund provision: Sinking fund provision adalah peraturan yang ditetapkan oleh lembaga yang berwenang (Bapepam) yang ditujukan kepada perusahaan penerbit agar melunasi sebagian obligasi dalam waktu tertentu. Untuk melunasi obligasi tersebut, perusahaan harus menyisihkan dana khusus untuk membayar kewajiban yang disebut
sink-ing fund.
2.4.3 Obligasi Konversi
Obligasi konversi adalah obligasi yang setelah jangka waktu tertentu dan selama masa tertentu, dapat ditukarkan menjadi saham dari perusahaan emiten.
2.4.4 Waran
Pasal 1 angka 5 UU PM menjelaskan bahwa waran adalah “Efek yang diterbitkan oleh suatu perusahaan, yang memberi hak kepada pemegang Efek untuk memesan saham dari perusahaan tersebut pada harga tertentu, dengan jangka waktu 6 (enam) bulan atau lebih”. Harga dari saham baru tersebut
diberikan tanpa menghiraukan harga pasar saham dan masa berlakunya bervariasi antara lima sampai sepuluh tahun.
Di dalam praktik, jarang terjadi suatu waran dinyatakan berlaku untuk seterusnya. Selama hak yang tercantum di dalam waran belum direalisasikan, maka tidak ada hak-hak yang terbit dari waran tersebut seperti hak atas dividen serta hak untuk mengeluarkan suara dalam RUPS. Waran itu akan menarik minat bagi pemodal bila perusahaan yang menerbitkan tersebut berkembang di kemudian hari sehingga harga sahamnya bergerak naik di pasar modal. Pada saat itulah pemegang waran menggunakan haknya untuk membeli saham dengan harga yang telah ditentukan sebelumnya dan menjualnya di pasar dengan mendapatkan keuntungan.
Warrant out biasanya disertakan dalam penjualan surat berharga lain seperti pada obligasi misalnya, convertible bond. Pemilik convertible bond yang ingin memiliki saham tidak perlu menyerahkan uang tunai, tetapi cukup menyerahkan obligasinya saja. Obligasi akan ditukar dengan sejumlah saham sesuai dengan perjanjian sebelumnya. Waran dapat dijual tanpa menyertakan surat berharga lain, terutama bagi perusahaan-perusahaan yang masih muda, yang ingin menarik minat pemodal membeli sahamnya.
2.4.5 Klaim (Rights)
Klaim adalah “Hak terdahulu yang diberikan oleh perusa-haan kepada pemegang saham lama untuk membeli saham yang baru diterbitkan dengan harga di bawah harga pasar (bursa) untuk jangka waktu tertentu”.39
Hak ini biasanya dicantumkan dalam anggaran dasar perusahaan. Ada dua hal tujuan diterbitkannya klaim ini;
Pertama, agar pemilik saham lama dapat mempertahankan pengendaliannya atas perusahaan; dan Kedua, untuk mencegah penurunan nilai kekayaan pemilik saham lama. Klaim ini sering pula disebut “subscription right” (hak langganan), yaitu pemegang saham dapat memilih apakah akan menggunakan
haknya untuk membeli saham baru tersebut hingga sahamnya bertambah atau menjual haknya kepada pialang.40
2.4.6 Opsi
Pasal 1 angka 5 UU PM menjelaskan opsi sebagai “Hak yang dimiliki oleh pihak untuk membeli atau menjual kepada pihak lain atas sejumlah efek pada harga dan dalam waktu tertentu”. Opsi merupakan suatu kontrak dimana hak diberikan kepada individu, tetapi bukan merupakan suatu kewajiban untuk membeli instrumen keuangan seperti halnya utang atau kekayaan lainnya, pada harga khusus tanpa waktu yang tertentu atau tanggal tertentu. Selain itu, kontrak dapat memberi hak tetapi bukan kewajiban untuk membeli kekayaan tertentu atau instrumen keuangan pada harga tertentu tanpa tanggal dan waktu tertentu. Jika hak yang diberikan kepada individu tidak dilaksanakan, maka hak akan hilang. Opsi, seperti halnya perdagangan instrumen keuangan lainnya, harus memperoleh ijin dari pemerintah atau badan yang bertanggung jawab terhadap operasional pasar uang.41
Untuk memperoleh hak tersebut harus membayar sejumlah harga tertentu (fee). Dikenal ada dua pengertian, yaitu “put
op-tion” dan “call option”. Put Option terjadi apabila pembeli opsi (option buyer) menerima hak untuk menjual sejumlah saham tertentu dari suatu perusahaan tertentu dengan tanggal dan periode tertentu. Contohnya, para investor mengharapkan harga saham akan turun dalam waktu tiga bulan kemudian. Investor dapat membeli hak untuk menjual saham pada harga tertentu dan waktu tertentu.
Ada empat hal yang biasanya dinyatakan dalam tipe kontrak
put option, yaitu:
1. Sejumlah saham yang dapat dibeli; 2. Nama perusahaan saham yang dibeli;
3. Harga pembayaran, umumnya harga yang ditetapkan
(exer-cise price), yaitu harga suatu instrumen keuangan atau aset dapat dijual atau dibeli oleh pembeli hak pada suatu kontrak;
40 Hulwati, op. cit., hlm. 15
4. Tanggal jatuh tempo, yaitu tanggal dimana hak kontrak dipertimbangkan habis masa berlakunya.
Call option terjadi apabila pembeli opsi (option buyer) diberikan hak untuk membeli sejumlah saham tertentu dari perusahaan pada harga tertentu dalam periode dan tanggal dan tertentu.
Suatu kontrak opsi biasanya meliputi empat hal yang dinyatakan secara jelas, yaitu:
1. Sejumlah saham yang dapat dibeli; 2. Nama perusahaan;
3. Harga saham yang diberikan kepada pembeli hak dalam kontrak opsi disebut exercise price;
4. Tanggal jatuh tempo, yaitu jangka waktu hak pada suatu kontrak yang menyangkut kapan dimulainya suatu hak dan kapan berakhirnya.42