BAB II SISTEM PASAR MODAL DI INDONESIA
2.1 Pengertian Umum Pasar Modal
Pengertian pasar modal secara umum adalah suatu sistem keuangan yang terorganisasi, termasuk di dalamnya adalah bank-bank komersial dan semua lembaga perantara di bidang keuangan, serta keseluruhan surat-surat berharga yang beredar.1
Dalam arti sempit, pasar modal adalah suatu pasar (tempat, berupa gedung) yang disiapkan guna memperdagangkan saham-saham, obligasi-obligasi, dan jenis-jenis surat berharga lainnya dengan memakai jasa para perantara pedagang efek.2
Secara sederhana, dapat dikatakan bahwa pasar modal sama dengan pasar tradisional, yaitu tempat berlangsungnya jual beli. Akan tetapi, dari kedua pasar ini terdapat perbedaan yang prinsip, yaitu objek yang ditransaksikan, tempat transaksi, proses serta penyelesaian transaksi.3
1 Keputusan Menteri Keuangan RI No. 1548/KMK/90 tentang Peraturan Pasar Modal.
2 Sunariyah, Pengantar Pengetahuan Pasar Modal, Edisi Kedua, UPP Akademi Manajemen Perusahaan YKPN, Yogyakarta, 2000, hlm. 6.
3 Hulwati, Transaksi Saham di Pasar Modal Indonesia: Perspektif Hukum Ekonomi
Secara teoretis, pasar modal (capital market) didefinisikan sebagai perdagangan instrumen keuangan (sekuritas) jangka panjang, baik dalam bentuk modal sendiri (stocks) maupun utang (bonds), baik yang diterbitkan oleh pemerintah (public
authori-ties) maupun oleh perusahaan swasta (private sectors).4 Dengan demikian, pasar modal merupakan konsep yang lebih sempit dari pasar keuangan (financial market). Dalam pasar keuangan, diperdagangkan semua bentuk utang dan modal sendiri, baik dana jangka pendek maupun jangka panjang, baik bersifat
ne-gotiable maupun yang non-negotiable.5
Dalam pengertian yang lebih operasional, pasar modal dipahami sebagai “bursa”, yang merupakan sarana memper-temukan penawar dan peminta dana jangka panjang (lebih dari satu tahun) dalam bentuk efek.6 Walaupun demikian, pada dasarnya terdapat perbedaan antara pasar modal (capital
mar-ket) dan bursa efek (stock exchange). Rosenberg menyatakan bahwa pasar modal adalah “the place through which the buying
and selling of stock for the purpose of profit for both buyers and sellers of the security take place” (suatu tempat dimana penjual dan pembeli kedua-duanya memperjualbelikan saham dengan tujuan keuntungan berlangsung), dan bursa efek dipahami sebagai “the organization that provide a market for the trading
of bonds and stocks”7 (suatu organisasi yang menyediakan pasar untuk memperdagangkan obligasi dan saham). Sementara itu, Muhammad Akram Khan menjelaskan bahwa pasar modal atau
stock market merupakan “a market where securities and shares
are bought and sold”8 (sebuah pasar dimana efek dan saham diperjualbelikan).
4 Marzuki Usman (et al)., Pengetahuan Dasar Pasar Modal, Kerjasama Institut Bankir Indonesia dengan Jurnal Keuangan dan Moneter Bank Indonesia, Jakarta, 1997, hlm. 11.
5 Tjiptono Darmadji & Hendy M. Fakhruddin, Pasar Modal di Indonesia: Pendekatan
Tanya Jawab, Salemba Empat, Jakarta, 2001, hlm. 1.
6 Keppres No. 60 Tahun 1988.
7 Rosenberg dalam Marzuki Usman (et al), op. cit., hlm. 11.
8 Muhammad Akram Khan dalam Abdul Hasan Muhammad Sadeq (et al),
Pasal 1 angka 4 UU PM mendefinisikan bursa sebagai: “Pihak yang menyelenggarakan dan menyediakan sistem dan atau sarana untuk mempertemukan penawaran jual dan beli efek pihak-pihak lain dengan tujuan memperdagangkan efek di antara mereka”. Efek yang dimaksud adalah surat berharga berupa surat pengakuan utang, surat berharga komersial, saham, obligasi, tanda bukti utang, unit penyertaan kontrak kolektif, kontrak berjangka atas efek, dan setiap derivatif dari efek.9
UU PM sendiri memberikan pengertian pasar modal yang lebih spesifik sebagai: “Kegiatan yang bersangkutan dengan Penawaran Umum dan Perdagangan Efek, Perusahaan Publik yang berkaitan dengan Efek yang diterbitkannya, serta lembaga dan profesi yang berkaitan dengan Efek”.10
Dari definisi di atas, maka secara umum dapat dijelaskan bahwa pasar modal merupakan pasar, baik dalam pengertian yang abstrak maupun pengertian yang konkrit. Dalam pengertian abstrak, pasar modal adalah perdagangan surat berharga (bonds dan stocks).
Bursa efek itu tidak mempunyai saham sendiri dan tidak menentukan harga dengan cara apapun. Semata-mata hanya hukum permintaan dan penawaranlah yang menentukan harga. Pada hakikatnya suatu bursa hanya menyediakan dua hal, yaitu
pertama tempat bagi para penjual dan pembeli untuk melak-sanakan perdagangan; dan kedua memberikan jasa dalam penyusunan laporan harga untuk memberikan informasi tentang perubahan harga.11
Informasi ini tersedia bagi para pembeli, penjual maupun masyarakat umum. Selain itu, suatu bursa efek sebenarnya adalah suatu pasar lelang (auction market) yaitu suatu pasar tempat barang-barang yang diperdagangkan dijual pada harga yang tertinggi. Tidak satupun yang berhubungan dengan perdagangan boleh dirahasiakan.12
9 Pasal 1 angka 5 UU PM.
10 Pasal 1 Angka 1 UU PM.
11 Sumantoro, op. cit., hlm. 18.
12 Janet Low, Memahami Pasar Modal, terj. oleh Hasan Zein Mahmud,
Sebagai gambaran perbandingan tentang pengertian pasar modal, maka berikut ini diberikan pengertian pasar modal di beberapa negara asing. Menurut Securities Exchange Act (SEA)
of 1934 Amerika Serikat, pengertian pasar modal adalah:
“The term “exchange” means, any organization, association, or groups of persons, whether incorporated or unincorporated, which constitute, maintains or provides a market place or facili-ties for bringing together purchasers and sellers of securifacili-ties or for otherwise performing with respect to securities the function commonly performed by a stock exchange as that term is gener-ally understood, and includes the market place and the market facilities maintained by such exchange”.13
“”Bursa” berarti, setiap organisasi, asosiasi atau grup perora-ngan, baik berbadan hukum atau tidak, yang dibentuk, memelihara atau menyediakan sebuah tempat atau fasilitas dimana pembeli dan penjual saham berkumpul, atau tujuan lain yang berhubungan dengan saham dimana fungsinya secara umum dilaksanakan oleh sebuah pasar modal, termasuk di dalamnya tempat transaksi dan fasilitas yang dipelihara oleh bursa tersebut”.
Japanese Securities Laws and Relating Orders menyatakan bahwa: “The term “securities market” means a market provided
by securities exchange for the transaction of securities. And the securities exchange means, any person incorporated for the pur-pose of providing a market necessary for the transaction of secu-rities”.14 (Pengertian “pasar modal” berarti sebuah pasar yang disediakan oleh bursa efek untuk melakukan transaksi jual beli saham. Bursa efek berarti, setiap badan hukum yang bertujuan menyediakan sebuah pasar yang diperlukan untuk melakukan transaksi efek)
Securities and Exchange Law Korea menyatakan bahwa: “Securities market means a market which is provided by the
Ko-13 Section 3(1) Securities Exchange Act of 1934, Amerika Serikat.
14 Pasal 2 No. 11 dan 12, Japanese Securities Laws and Relating Orders, Japan Securi-ties Research Institute, Tokyo, Japan, 1982.
rean Stock Exchange established under the provision of Article 71 for the purpose of security transaction”.15 (Pasar modal berarti sebuah pasar yang disediakan oleh Bursa Efek Korea yang dibentuk berdasar Pasal 71 dengan tujuan untuk melakukan transaksi efek).
Dari definisi-definisi tersebut baik definisi pasar modal In-donesia maupun negara asing, terlihat bahwa pengertian pasar modal atau bursa efek tersebut pada prinsipnya adalah sama yaitu sebagai tempat atau pasar di mana terjadi jual beli atau transaksi dari efek-efek. Hanya saja pada definisi dari SEA of
1934, disebutkan pengelola bursa adalah organisasi, asosiasi atau kumpulan orang, baik yang berbentuk badan hukum maupun yang tidak berbentuk badan hukum. Sedangkan pada bursa-bursa efek lainnya termasuk bursa-bursa efek Indonesia, pada prinsipnya hanya bisa dikelola oleh suatu badan hukum.