BAB IV GAGASAN TEORI
D. Prinsip
3. GAMBAR
Sebagai contoh, anggaplah Anda berfikir bahwa orang-orang melakukan hal-hal yang menurut mereka menyenangkan, menyarankan hipotesis berikut:
orang-orang lebih suka melakukan hal yang menurut mereka menyenangkan daripada menurut mereka tidak menyenangkan. Ketika Anda sudah pasti sudah dapat menemukan contoh dari orang-orang yang melakukan sesuatu karena mereka menyukainya. Anda juga dapat menemukan contoh dari orang yang melakukan sesuatu yang tidak mereka sukai. Bahkan, sebagian orang melakukan sesuatu dengan cara yang berbeda karena menurut mereka hukuman itu sendiri menyenangkan. Pada hakikatnya, hampir semua hal dapat diberikan kepada seseorang, sehingga tidak ada tindakan yang harus ditinggalkan. Oleh karena itu, hipotesis ini dibuat dengan buruk karena Anda tidak pernah dapat menyangkalnya –hipotesis ini tidak dapat ditolak.
Hanya melalui kendali dan manipulasi dalam penelitian, kausalitas dapat diuji. Jika susunan variabel ditetapkan (dikendalikan) dan susunan yang lainnya berbeda secara sistematis (dimanupulasi), maka peneliti dapat merasakan pengaruh variabel-variabel yang dimanipulasi tanpa khawatir mengenai apakah
97 variabel yang lain memiliki pengaruh-pengaruh tersembunyi. Kendali dan manipulasi dapat diuji secara langsung, seperti dalam percobaan atau melalui jenis-jenis statistika tertentu.
Mari kita kembali kepada hipotesis hakikat-penghargaan. Anggaplah Anda telah memperbaiki skala kemenangan Anda dan mendapatkannya secara sah dan dapat diAndalkan. Bagaimana Anda selanjutnya akan menguji hipotesis Anda?
Apakah Anda akan melakukan daftar sebuah kegiatan kepada kelompok subjek dan meminta mereka untuk menilai dalam artian hakikat kemenangan? Hal tersebut akan memberitahu Anda betapa senangnya subjek menemukan setiap kegiatan, tetapi hal tersebut tidak akan memberitahu Anda apakah mereka akan benar-benar melakukan hal-hal yang menurut mereka menyenangkan. Anda mungkin berfikir setelah setiap subjek menilai setiap nomor sebanyak dua kali – sekali pada nilai kesenangan dan sekali lagi pada seberapa sering mereka benar-benar melakukannya. Hal itu akan memberi Anda sebuah gagasan mengenai keterkaitan antara kesenangan dan kegiatan, tetapi tidak akan cukup mengatakan bahwa hal yang satu menyebabkan hal yang lain.
Untuk benar-benar menguji hipotesis Anda, Anda harus melakukan sebuah percobaan pada kondisi dimana Anda benar-benar menguji kegiatan-kegiatan yang menyenangkan terhadap kegiatan yang tidak menyenangkan untuk melihat apakah kegiatan yang menyenangkan diulangi dan yang tidak menyenangkan tidak diulangi. Anda dapat melakukan pengujian ini terhadap sekelompok orang yang melakukan kegiatan yang menyenangkan, seperti menonton film dan yang lain melakukan kegiatan yang tidak menyenangkan, seperti belajar untuk menghadapi ujian, untuk melihat apakah orang-orang dalam kelompok pertama menghasilkan lebih banyak waktu pada kegiatan mereka daripada orang-orang dalam kelompok kedua.
Ketika kita melihat pada teoretis ini dalam kaitan nya dengan teori ilmiah kita akan fokus pada asumsi filososfis, konsep dan penjelasan. Ingatlah bahwa kita tidak menyertakan aspek keempat –prinsip-prinsip –dalam pembahasan kita
98 mengenai teori ilmiah seperti yang akan kita lihat, memiliki prinsip merupakan salah satu perbedaan penting antara teori nomotetik dan teori praktis.
A. Asumsi Filosofis
Teori-teori nomotetik mengambil sebuah posisi tertentu dalam pertanyaan tentang epistemologi, ontologi dan aksiologi. Dalam epistemologi, teori ini mendukung gagasan para ahli empiris dan rasionalis yang menganggap bahwa kenyataan berbeda dari manusia. Dengan kata lain, kenyataan merupakan sesuatu yang ditemukan oleh manusia diluar diri mereka sendiri. Para peneliti dalam kondisi ini menganggap kenyataan fisik dan yang dapat diketahui, merupakan bukti nyata bagi pengamat yang berpengalaman. Penemuan penting dalam posisi ini; dunia menanti ilmuwan untuk menemukannya. Pengetahuan dipAndang sebagai sesuatu yang diperoleh dari luar seseorang, sehingga teori-teori nomotetik mencoba menemukan yang disebut ―pAndangan yang diterima.‖ Objektifitas juga sangat penting dengan para peneliti yang harus mendefinisikan tindakan yang tepat untuk digunakan dalam mengamati kejadian. Dalam aksiologi, teori-teori tersebut mengambil pendirian nilai-netral, yaitu menganggap bahwa ilmu pengetahuan berada di atas masalah-masalah nilai, mereka tidak memainkan sebuah peranan dalam ilmu pengetahuan. Dalam ontologi, teori-teori ilmiah cenderung beranggapan bahwa perilaku pada dasarnya ditentukan oleh bertangung jawab kepada biologi dan lingkungan.
Selanjutnya, teori-teori nomotetik bertujuan untuk membuat pernyataan yang kuat mengenai fenomena serta mengembangkan generalisasi yang tetap benar di berbagai situasi dan sepanjang waktu. Para akademisi dalam tradisi ini mencoba untuk mengungkapkan bagaimana sesuatu terlihat dan berjalan. Dalam hal ini, peneliti sangat analitis serta mencoba untuk mendefinisikan setiap bagian dan sub-bagian objek yang diteliti.
99
B. Konsep
Konsep-konsep biasanya di operasikan dalam tradisi nomotetik karena penelitian ilmiah memiliki keharusan untuk tepat dalam pengamatan. Dan hal ini berarti bahwa sebuah varibel dalam sebuah hipotesis, harus dinyatakan dalam cara-cara yang menjelaskan dengan tepat bagaimana cara mengamatinya. Sebagai contoh, salah satu contoh definisi operasional dari kecerdasan adalah tes kecerdasan Stanford-Binet. Sebuah definisi operasional dari kekuasaan bisa jadi merupakan sebuah susunan nilai pengamat pada pesan dominan versus patuh.
Mari kita ambil contoh lagi dari hipotesis hakikat-penghargaan. Anda dapat meningkatkan hipotesis ini dengan menentukan dengan tepat apa yang Anda maksud dengan sangat menyenangkan dan apa yang Anda maksud dengan sebuah kesenangan hakiki. Jadi, Anda dapat membuah hipotesis bahwa seseorang akan mengulangi tindakan yang sangat menyenangkan pada sebuah tes haikat-penghargaan. Di sini, kesenangan yang hakiki secara operasional didefinisikan sebagai sebuah penelitian dalam skala hakikat-penghargaan. Ingatlah bahwa susunan kata ini membuat hipotesisnya dapat dipalsukan.
Seperti yang dapat Anda lihat dari contoh ini, perspektif operasi bergantung pada pengukuran atau penggunaan indikasi yang tepat, biasanya menurut angka. Pengukuran memungkinkan deteksi perbedaan yang mungkin sulit ditentukan. Sebagai contoh, Anda mungkin telah meminta beberapa orang untuk menilai kegiatan-kegiatan mereka menurut skala tujuh poin, dari yang sangat tidak menyenangkan hingga yang sangat menyenangkan. Dengan skala ini, Anda dapat mengukur perbedaan antara sebuah kegiatan yang cukup menyenangkan dan salah satunya yang sedikit menyenangkan. Anda juga dapat mengukur perbedaan antara seorang yang menemukan sebuah kegiatan tertentu yang sangat menyenangkan dan orang lain yang menemukan kegiatan yang sama, tetapi tidak menyenangkan.
Pengukuran dinilai berdasarkan dua kriteria—validitas dan rehabilitas.
Validitas adalah tingkatan dimana sebuah pengamatan mengukur apa yang harus
100 diukur. Sebagai contoh, bagaimana kita tahu bahwa penilaian subjek benar-benar mengukur kesenangan? Mungkin penilaian dipengaruhi oleh beberapa faktor tersembunyi atau mungkin penilaian tersebut tidak menggambarkan apa pun. Para peneliti memiliki metode untuk memperkirakan apakah pengukuran meraka sah.
Reliabilitas adalah tingkatan yang mengukur tingkat susunan dengan akurat dan sering kali diperkirakan dengan konsistensi. Jika skala kamar mandi Anda memberikan bobot yang berbeda setiap harinya, bahkan jika Anda tidak bertambah atau kehilangan berat, maka skalanya tidak dapat dipercaya, hanya seperti tes kecerdasan yang memberikan hasil yang berbeda pada kesempatan yang berbeda juga tidak bisa diAndalkan. Jika semua item dalam sebuah tes dirancang untuk mengukur hal yang sama—kecerdasan—dan terbukti sangat tidak konsisten satu sama lain, maka tes tersebut dapat dikatakan idak bisa diAndalkan.
Kembali pada penelitian hakiki-penghargaan, Anda sekarang harus dapat menentukan apakah skala Anda benar-benar mengukur kesenangan—apakah skala tersebut sah. Sebagai contoh, Anda mungkin melakukan hal ini dengan memastikan bahwa hal tersebut sesuai dengan pengukuran kesenangan lain. Jika Anda dapat menunjukkannya, maka Anda bisa mengatakan bahwa skala yang telah Anda temukan untuk mengukur kesenangan adalah skala yang sah. Akan tetapi, Anda tetap harus menentukan reliabilitasnya. Anda mungkin melakukan hal ini dengan melakukan tes pada kelompok orang yang sama pada dua kesempatan untuk melihat jika responsnya hampir sama.
Konsep-konsep dalam teori-teori di dalam tradisi nomotetik dioperasionalkan, sangat tepat dan dapat diukur. Konsep-konsep yang digambarkan dengan cara ini menghasikan jenis penjelasan tertentu.
C. Penjelasan
Penjelasan bersifat kausal dalam teori-teori nomotetik. Dengan kata lain, mereka mengusulkan dan dengan hati-hati menguji hubungan linear antara sebab dan
101 akibat. Penjelasan kausal menghasilkan hukum yang melindungi—pernyataan-pernyataan teoretis mengenai sebab dan akibat yang relevan dengan susunan variabel tertentu dalam berbagai situasi. Pernyataan, ―Perilaku yang menyenangkan pasti diulang,‖ merupakan sebuah contoh dari hukum yang melindungi. Dalam tradisi nomotetik, hukum yang melindungi diyakini sangat signifikan karena kekuatannya dalam menjelaskan kejadia-kejadian.
Hukum pelindung juga memungkinkan peneliti membuat prediksi mengenai kejadia-kejadian di masa depan—untuk menentukan apa yang akan terjadi ketika variabel kausal memainkan perannya. Sebagai contoh, dalam teori gratifikasi, kita dapat memperkirakan bahwa sebuah benda yang tidak dapat dipegang dengan benar pasti akan jatuh. Perkiraan merupakan sebuah hasil penting penelitian karena memberikan kekuasaan pada manusia terhadap lingkungannya. Sebagai contoh, jika saya dapat memperkirakan bahwa perilaku-perilaku tersebut menyenangkan, maka saya mungkin dapat mengendalikan perilaku orang-orang dengan memanipulasi nilai kesenangan dari tindakan-tindakan yang akan dilakukan.
Tradisi penelitian nomotetik hampir sama dengan apa yang disebut oleh Charles Pavitt saat ini dengan realisme ilmiah, yaitu filosofi yang meyakini dunia yang nyata dengan hal-hal yang nyata dengan karakteristik yang benar dan pengaruh-pengaruh kausal. Teori-teori dapat saja tidak benar-benar dan tidak dengan akurat mencerminkan susunan yang ada di dunia, tetapi teori-teori yang disusunan yang ada di dunia, tetapi teori-teori yang disusun dengan baik dapat memperkirakan kenyataan ini dan konsep teori bisa dan harus merepresentasikan serta menjelaskan objek-objek di dunia dengan tepat. Seenarnya, sebagaian besarpeneliti yang bekerja salam tradisi ini sekarang mencari hubungan statistik antarvariabel dan ―hukum‖ mereka adalah probabilistik. Anda lebih baik mengatakan bahwa kesenangan biasanya memicu tindakan daripada mengatakan bahwa kesenangan memicu tindakan.
Menurut Pavitt, jika ahli teori komunikasi berniat menggunakan realisme ilmiah, maka mereka harus memasukkan kepentingan konsep-konsep mereka dan
102 menguranginya hingga menjadi sebuah susunan kategori yang akurat. Ahli-ahli teori tidak boleh menambahkan konsep-konsep yang baru dan tidak perlu.
Selanjutnya, ahli-ahli teori harus menggunakan penjelasan kausal dan mencoba menangkap hubungan kausal yang sah antar variabel di dunia nyata,. Akhirnya, ahli-ahli teori harus memasukkan arti dari rehabilitas dan percaya bahwa pembaca akan cukup memahami istilah-istilahnya agar terjadi komunikasi yang akurat.
Seperti yang akan kita lihat pada bagian berikut, para akademisi dalam tradisi yang lain sering kali menolak pendekatan ini daripada yang lain, yang mereka percaya akan menghasilkan jenis-jenis penyusun teori yang lebih bernilai.
Bagi peneliti dan teori, pendekatan ini tertanam dengan kuat dalam tradisi ilmiah dari ―pengetahuan sebagai penemuan,‖ tetapi para akademisi dari tradisi lain sering menolak metode ini dan lebih memilih bentuk penyusunan teori yang lainnya.