Klasifikasi Interpretasi Daya Pembeda
GAMBAR 4.8 Menentukan Simetri Putar
Fase pertama rumusan masalah yaitu dengan siswa dihadapkan oleh permasalahan yang diberikan oleh guru. Fase kedua merumuskan hipotesis yaitu peneliti membimbing siswa untuk merumuskan hipotesis (membuat hipotesis) berdasarkan rumusan masalah yang dibuat oleh guru. Fase ketiga mengumpulkan data yaitu peneliti membimbing siswa dalam melakukan eksperimen (percobaan). Fase keempat menguji hipotesis yaitu peneliti membimbing siswa dalam menganalisis data (menentkan jawaban) berdasarkan pengumpulan data yang telah diperolehnya dalam percobaan. Fase kelima
merumuskan kesimpulan yaitu peneliti mmbimbing siswa dalam menyimpulkan data hasil percobaan yang telah didapatnya.
Selama proses pembelajaran berlangsung peneliti memantau setiap kelompok untuk memberikan bimbingan, peneliti atau guru memberikan batas waktu untuk menyelesaikan hasil diskusi mereka dan di presentasikan di depan kelas. Sedangkan siswa atau kelompok yang lain menilai apakah pekerjaan temannya benar atau salah. Kemudian peneliti memberikan evaluasi seputar materi yang diajarkan dan peneliti meminta siswa untuk mempelajari materi berikutnya.
GAMBAR 4.9
Siswa Mempresentasikan Hasil Diskusinya
Sebelum pembelajaran ditutup peneliti memberikan latihan kepada siswa untuk mengetahui kemampuan siswa setelah diterapkannya pembelajaran inkuiri. Pembelajaran ditutup dengan menggucapkan hamdallah dan diiringi dengan salam penutup.
4) Pertemuan ketujuh
Pada pertemuan kali ini sama denga pertemua sebelumya. Diawali dengan membaca basmallah (berdoa bersama) kemudian mengabsen kehadiran siswa. Setelah itu peneliti mengajak siswa untuk melakukan
ice breaking agar siswa tetap fokus dalam pelajaran hari ini. Kemudian peneliti menjelaskan materi yang akan dipelajari hari ini.
Setelah materi sudah dijelaskan peneliti meminta siswa untuk menjadi empat kelompok dan siswa berkumpul berdasarkan yang telah ditentukan oleh peneliti, kemudian guru memberikan LKS kepada masing-masing kelompok dan meminta siswa bekerja sama untuk menyelesaikan soal yang ada di LKS sesuai dengan fase inkuiri.
GAMBAR 4. 10
Siswa Berdiskusi Mengerjakan LKS
Selama proses berlangsung peneliti memantau setiap kelompok dan menilai proses diskusi apakah hanya salah satu siswa saja yang mengerjakan tugas tersebut ataukah semua siswa ikut terlibat dalam diskusi tersebut. Setelah siswa selesai mengerjakannya guru meminta perwakilan masing-masing kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusinya dan siswa yang lainnya memantau apakah hasil pekerjaan kelompok lain benar atau salah.
Kemudian peneliti menanyakan kembali kepada siswa materi apa saja yang masih belum dikuasai oleh mereka dan peneliti bersama siswa mebahas kembali materi yang masih belum dipahami. Pembelajaran pun ditutup dengan membaca hamdalah dan mengucapkan salam.
c. Tahap Refleksi
Pembelajaran pada siklus II berjalan dengan baik, siswa terlihat lebih bersemangat dalam menjalankan aktivitas belajar, dan pada siklus II siswa menjadi lebih aktif dalam bertanya materi yang belum mereka pahami. Berdasarkan data observasi yang dilakukan oleh observer pada pertemuan ke IV dengan pengamatan yang baik, ada peningkatan dibandingkan dengan siklus I. Siswa mulai terbiasa dengan strategi pembelajaran inquiry, karena mereka langsung mencoba sendiri tanpa harus merasa takut salah. Guru atau peneliti hanya berperan sebagai pembimbing dalam diskusi kelompok siswa dan membimbing siswa yang masih belum memahami materi yang sudah diajarkan. Untuk hasil observasi terhadap kegiatan siswa selama pembelajaran berlangsung dapat dilihat pada tabel di bawah ini :
Tabel 4.6
Hasil Observasi Terhadap Siswa Pada Siklus II
No Ciri Perilaku siswa
dalam Melaksanakan Kegiatan Belajarnya Pertemuan IV Pertemuan V Pertemuan VI Pertemuan VII Rata-Rata 1 Mencari dan Menemukan informasi 75% 80% 85% 85% 81%
2 Bertanya kepada guru atau siswa lain
75% 80% 80% 80% 79%
3 Mengajukan pendapat atau komentar kepada guru atau teman sebayanya
70% 90% 95% 95% 88%
4 Mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru 85% 100% 100% 100% 96% 5 Membuat kesimpulan sendiri tentang pembelajaran yang diterimanya 75% 85% 85% 90% 84% 6 Dapat menjawab pertanyaan guru dengan cepat saat berlangsung KBM
85% 90% 90% 90% 89%
7 Memberikan contoh dengan benar
75% 80% 85% 85% 81%
8 Dapat bekerja sama dan berhubungan dengan siswa lain
80% 85% 95% 100% 90% 9 Menyenangkan dalam KBM 80% 85% 90% 90% 86% 10 Dapat menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru pada akhir pelajaran
75% 80% 85% 85% 81%
Rata-Rata
Berdasarkan hasil tabel di atas, dapat terlihat rata-rata persentase aktifitas belajar siswa pada siklus II ini sebesar 86%. Rata-rata persentase ini sudah menunjukkan bahwa aktifitas belajar matematika siswa cukup tinggi dan sudah memenuhi indikator keberhasilan aktifitas belajar yang baik. Dari hasil observasi di atas tingkat kreatifitas siswa dapat dikategorikan sudah baik. Dengan demikian ada peningkatan keaktifan siswa dalam pelaksanaan siklus II. Siswa sudah mulai berani mengajukan pendapatnya dan berani bertanya pembahasan yang belum dimengerti. Dan pada siklus ini siswa sudah mulai berani untuk menilai hasil kerja dari temannya.
Selain melakukan pengamatan secara langsung, peneliti juga melakukan evaluasi latihan soal yang dikerjakan oleh siswa setelah pembelajaran dilaksanakan, adapun hasil dari evaluasi latihan soal berikut :
Tabel 4.8
Hasil Evaluasi Soal Latihan Siswa Siklus II
No Nilai Pertemuan Pertemuan Pertemuan VI Pertemuan IV V VII 1. Nilai Terendah 60 75 70 70 2. Nilai Tertinggi 90 100 95 95 3. Median 77,5 85 82,5 82,5 4. Modus 80 80 80 85 5. Rata-rata 76 83,25 83 83,25 RATA-RATA 81,4
Pada hasil tabel diatas menunjukkan bahwa hasil evaluasi latihan soal siswa pada siklus II dipertemuan keempat nilai terendah sebesar 60 sedangkan pada pertemuan kelima sebesar 75 dan pertemuan keenam dan ketujuh sebesar 70, nilai tertinggi pada pertemuan keempat sebesar 90 sedangkan pada pertemuan kelima sebesar 100, pertemuan enam dan tujuh sebesar 95, nilai median pertemuan keempat sebesar 77,5 pertemuan kelima 85, dan pertemuan enam dan tujuh sebesar 82,5 , nilai modus pada pertemuan keempat, lima dan enam sebesar 80, sedangkan pada pertemuan ketujuh sebesar 85 dan rata-rata pertemuan empat hingga tujuh mengalami kenaikan dari siklus I mencapai 81,4.
Selanjutnya peneliti juga mengadakan tes akhir siklus II untuk mengetahui perkembangan hasil belajar siswa diberikan tindakan di siklus I. Semua siswa kelas V MI ASY-SYIFA Pamulang Timur yang berjumlah 20 orang siswa hadir mengikuti tes akhir siklus II. Perolehan hasil belajar matematika siswa pada siklus II dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 4.9
Hasil Evaluasi Siklus II
Interval Frekuensi Relatif
55-60 3 15 61-66 1 5 67-72 0 73-78 3 15 79-84 5 25 85-90 8 40 Jumlah 20 100 %
Keterangan :
KKM untuk mata pelajaran matematika kelas V semester II adalah 65, yang memperoleh nilai ≥ KKM sebanyak 20 siswa yang memperoleh nilai ≤ KKM sebanyak 3 siswa.
Tingkat Keberhasilan =
x 100% = 85%
Nilai rata-rata =
= 80,25
Berdasarkan evaluasi pada siklus II, terlihat ada peningkatan KKM dengan nilai rata-rata hasil belajar matematika siswa pada siklus II sebesar 80,25 dengan tingkat keberhasilan 85% .
Dengan demikian, pada siklus II ini indikator keberhasilan pembelajaran matematika telah tercapai. Dengan adanya peningkatan keaktifan dan hasil belajar matematika siswa juga menunjukkan peningkatan yang baik maka penelitian ini dihentikan pada siklus II karna telah sesuai dengan target yang direncanakan.
B. Analisis Data
Dalam penelitian ini peneliti menganalisis data dari berbagai sumber yaitu observasi, keaktifan dan tes akhir siklus. Berikut analisisnya :
1) Aktifitas
Dalam melakukan observasi aktifitas belajar siswa dalam pembelajaran matematika pada siklus I dan II menunjukkan bahwa siswa termotivasi dengan baik dalam mengikuti pembelajaran menggunakan strategi pembelajarn inkuiri. Hal ini dapat terlihat dari adanya peningkatan persentase pada setiap aktifitas siswa yang diamati pada siklus I dan siklus II. Hasil analisis aktivitas siswa pada siklus I diperoleh rata-rata persentase sebesar 59%. Pada siklus II perolehan rata-rata persentasse aktivitas belajar siswa menunjukkan peningkatan yang baik yaitu mencapai 86%. Peningkatan aktivitas belajar siswa terjadi pada semua indikator, ii menunjukkan aktivitas belajar
matematika siswa cukup tinggi dan sudah memenuhi indikator aktivitas belajar yang baik.
Tidak hanya melakukan observasi saja peneliti juga melakukan wawancara langsung terhadap tiga orang siswa untuk mengetahui respon mereka terhadap pembelajaran matematika dengan menggunakan strategi pembelajaran inkuiri. Melalui wawancara ini didapatkan informasi bahwa siswa menunjukkan respon yang baik terhadap pembelajaran matematika.
2) Evaluasi belajar siswa
Berdasarkan hasil observasi evaluasi belajar siswa dalam pembelajaran matematika pada siklus I dan II menunjukkan bahwa siswa termotivasi dengan baik dalam mengikuti pembelajaran dengan menggunakan strategi pembelajaran inkuiri hal ini dapat dilihat dari hasil rata-rata evaluasi setiap pertemuan. Pada siklus I terdapat 3 kali evaluasi, pertemuan pertama rata-rata hasil evaluasi sisa mencapai 64,25, kemudian pada pertemuan kedua rata-rata evaluasi siswa mengalami penaikan yaitu mencapai 83,25, dan pada pertemuan ketiga rata-rata evaluasi siwa mencapai 74. Sedangkan pada siksul II terdiri dari 4 pertemuan dan menggalami peningkatan hasil evaluasi siswa, pertemuan keempat mencapai rata-rata 76, pertemuan ke 5 mecapai
0% 20% 40% 60% 80% 100%
83,25, pertemuan ke 6 mencapai rata-rata 83 dan pertemuan ketujuh mencapai 83,25.
3) Hasil Belajar