Awal mula keberadaannya Bank Central Asia Syariah merupakan hasil konversi dari akuisisi PT Bank Central Asia Tbk (BCA) di tahun 2009 terhadap PT Bank Utama Internasional Bank (Bank UIB) yang beroperasi sebagai bank konvensional. Akuisisi tersebut disahkan melalui Akta Akuisisi No. 72 tanggal 12 Juni 2009 yang dibuat di hadapan Notaris Dr.
Irawan Soerodjo, S.H., M.Si. BCAS hadir untuk memenuhi kebutuhan nasabah akan layanan syariah, khususnya para nasabah BCA yang mendambakan layanan perbankan syariah melengkapi berbagai produk unggulan BCA yang telah ada. Salah satu bentuk nyata dukungan BCA kepada BCAS adalah penyediaan layanan bebas biaya dan terintegrasi guna mendukung kemudahan akses nasabah BCAS.
BCAS melakukan pengembangan strategi dengan memperkuat struktur permodalan guna menunjang pertumbuhan aset Bank di masa depan serta sebagai salah satu bentuk kontribusi BCAS dalam upaya memperkuat arsitektur perbankan nasional melalui konsolidasi perbankan, maka pada tanggal 10 Desember 2020 BCAS melakukan aksi korporasi penggabungan (merger) dengan PT Bank Interim Indonesia yang dahulu bernama PT Bank
Rabobank International Indonesia (“Bank Interim”). Adapun hingga akhir tahun 2020, BCAS telah melayani 106.356 nasabah pendanaan dan 12.334 nasabah pembiayaan melalui 69 jaringan cabang yang terdiri dari 14 Kantor Cabang (KC), 15 Kantor Cabang Pembantu (KCP), dan 40 Unit Layanan Syariah (ULS). (www.bcasyariah.co.id)
2. Bank Syariah Mandiri
PT Bank Syariah Mandiri resmi beroperasi pada Senin 25 Rajab 1420 H atau 1 November 1999. PT Bank Syariah Mandiri mempekanlakan identitasnya dengan cara menampilkan dirinya dengan sosok bank syariah yang menyeimbangkan antara cita-cita bisnis dengan nilai-nilai spiritual.
Bank Syariah Mandiri telah tumbuh menjadi bank yang mampu memadukan keduanya yang mendasari dalam kegiatan operasionalnya.
Harmonisasi cita-cita bisnis dan nilai-nilai spiritual ini menjadi salah satu keunggulan bagi Bank Mandiri Syariah dalam memberikan kontribusi di ranah perbankan Indonesia.
Dalam melakukan kegiatan operasionalnya bank syariah mandiri memiliki Kantor Pusat Bank yang berlokasi di Jalan M.H. Thamrin No.5 Jakarta 10340. Pada tanggal 31 Desember 2020, Bank memiliki 129 kantor cabang, 414 kantor cabang pembantu, 49 kantor kas, 112 payment point dan 371 outlet kantor layanan gadai (tidak diaudit). Pada bulan Oktober 2020, PT Bank Syariah Mandiri telah melakukan penandatanganan Conditional Merger Agreement (CMA) dan Merger Plan bahwa pada
tanggal 1 Februari 2021 PT Bank Syariah Mandiri akan melebur ke PT Bank BRI syariah yang merupakan Bank penerima penggabungan dari dua Bank Syariah perusahaan anak Bank BUMN lainnya yakni PT Bank Syariah Mandiri dan PT Bank BNI Syariah. (www.mandirisyariah.co.id).
3. BRI Syariah
Awal mula pembentukan yang terjadi pada PT Bank BRIsyariah Tbk, tidak luput pada adanya proses akuisi yang dilangsungkan oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terhadap Bank Jasa Arta pada 19 Desember 2007. PT Bank BRIsyariah Tbk, memiliki landasan hukum mengenai izin usahanya berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Bank Indonesia No.11/63/KEP.GBI/DpG/2009 tanggal 15 Desember 2009 dan memiliki landasan hukum pendirian berdasarkan Berita Negara RI No. 96 - 1 Desember 2009 Tambahan No. 27908.
Tercatat pada 19 Desember 2008, Unit Usaha Syariah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melebur ke dalam PT Bank BRIsyariah.
Proses spin off tersebut berlaku efektif pada tanggal 1 Januari 2009 dengan penandatanganan yang dilakukan oleh Sofyan Basir selaku Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dan Ventje Rahardjo selaku Direktur Utama PT Bank BRIsyariah.
BRI syariah menjadi bank syariah pertama yang mampu menyalurkan Kredit Usaha Rakyat syariah sebesar Rp58,1 milar dengan jumlah nasabah sebanyak 2.578 nasabah. Bank BRIsyariah juga ditunjuk
oleh Kementerian Keuangan RI sebagai bank penerima pajak Negara secara elektronik melalui Modul Penerimaan Negara (MPN) Generasi kedua bagi nasabah korporasi maupun perorangan. Pada tahun 2018, BRIsyariah mengambil langkah lebih pasti lagi dengan melaksanakan Initial Public Offering pada tanggal 9 Mei 2018 di Bursa Efek Indonesia.
dengan melakukan Penawaran Saham Perdana (Initial Public Offering) sebesar 2.623.350.600 kepada Investor domestik maupun asing, dengan nilai nominal Rp500 per saham. BRIsyariah memiliki modal dasar tercatat sebesar 75.000 Milyar dan modal yang ditempatkan dan disetor secara penuh sebesar Rp. 4.858.056.749.000.
BRIsyariah terus mengasah diri dalam menghadirkan yang terbaik bagi nasabah dan seluruh pemangku kepentingan. BRIsyariah juga senantiasa memastikan terpenuhinya prinsip-prinsip syariah serta Undang-Undang yang berlaku di Indonesia. Dengan demikian, BRIsyariah dapat terus melaju menjadi bank syariah terdepan dengan jangkauan termudah untuk kehidupan lebih bermakna. (www.brisyariah.co.id)
4. BNI Syariah
PT Bank BNI Syariah didirikan pada 29 April 2000 yang ditandai dengan beroperasinya Unit Usaha Syariah (UUS) Bank BNI. Pendirian Bank tak lepas dari visi besar Bank BNI dalam melihat potensi pengembangan ekonomi syariah, khususnya perbankan syariah di Indonesia yang merupakan negara dengan penduduk muslim terbesar di
dunia. Sesuai dengan Corporate Plan UUS Bank BNI tahun 2003 ditetapkan bahwa status UUS bersifat temporer untuk kemudian dilakukan spin off. Terbitnya Undang-Undang No. 21 tahun 2008 tentang Perbankan Syariah dan Peraturan Bank Indonesia No. 11/10/PBI/2009 tanggal 19 Maret 2009 tentang Pemisahan Unit Usaha Syariah dari Bank Konvensional menjadi landasan bagi Bank BNI untuk mempercepat proses spin off. Pada tanggal 19 Juni 2010 BNI Syariah secara resmi beroperasi setelah sebelumnya mendapat Surat Keputusan Gubernur Bank Indonesia No. 12/41/KEP.GBI/2010 tanggal 21 Mei 2010, setelah sebelumnya pendirian Perseroan telah ditetapkan berdasarkan Akta No.160 dan telah disahkan melalui Surat Keputusan Menteri Hukum & HAM No. AHU- 15574, AH.01.01 Tahun 2010, Tanggal 25 Maret 2010.
BNI Syariah terus tumbuh menjadi penyedia layanan jasa perbankan syariah yang diperhitungkan di Indonesia yang memiliki visi perusahaan yakni “Menjadi Bank Syariah Pilihan Masyarakat yang Unggul dalam Layanan dan Kinerja”. Setiap tahunnya Bank melakukan penambahan outlet atau kantor cabang hingga pada akhir tahun 2020, BNI Syariah telah memiliki 401 outlet dengan komposisi 3 Kantor Wilayah, 68 Kantor Cabang, 241 Kantor Cabang Pembantu, 13 Kantor Kas, 54 Payment Point dan 23 Bank Layanan Gerak (BLG). Disamping itu, terdapat sebanyak 1.722 outlet Layanan Shariah Bank (LSB). Selain itu juga pada Bank BNI syariah memiliki modal dasar yang tercatat sebesar Rp.10.000
Milyar, dan juga memiliki modal ditempatkan dan disetor penuh tercatat sebesar Rp.2.921.335.000.000. (www.bnisyariah.co.id).
5. Bank Syariah Muamalat Indonesia
Pada proses awal pendirian PT Bank Muamalat Indonesia Tbk memiliki dasar hukum pendiriannya yakni melalui Akta pendirian yang telah memperoleh pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. C2-2413.HT.01.01 Tahun 1992 tanggal 21 Maret 1992 dan telah didaftarkan pada kantor Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada tanggal 30 Maret 1992 di bawah No. 970/1992 serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 34 tanggal 28 April 1992 Tambahan No. 1919A.
BMI didirikan atas gagasan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) dan pengusaha muslim yang kemudian mendapat dukungan dari Pemerintah Republik Indonesia, sehingga pada 1 Mei 1992 atau 27 Syawal 1412 H, Bank Muamalat Indonesia secara resmi beroperasi sebagai bank yang menjalankan usahanya berdasarkan prinsip syariah pertama di Indonesia. Dua tahun setelahnya, tepatnya pada pada 27 Oktober 1994, BMI memperoleh izin sebagai Bank Devisa setelah setahun sebelumnya terdaftar sebagai perusahaan publik yang tidak listing di Bursa Efek Indonesia (BEI). BMI tidak pernah berhenti untuk berkembang dan terus bermetamorfosa untuk menjadi entitas yang semakin baik dan meraih pertumbuhan jangka
panjang. Dengan strategi bisnis yang terarah, Bank Muamalat Indonesia akan terus melaju mewujudkan visi menjadi “The Best Islamic Bank and top 10 Bank in Indonesia with Strong Regional Presence.”
Pada 23 April 2008 berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa, Bank Kembali mengganti namanya, menggunakan nama sebelumnya yakni PT Bank Mualamat Indonesia Tbk. Hal ini dilakukan sesuai dengan UU No. 21 tahun 2008 tentang Perbankan Syariah Pasal 5 ayat 4 di mana pencantuman kata “Syariah” setelah kata “Bank”
hanya berlaku bagi Bank yang mendapatkan izin usaha setelah berlakunya UU Perbankan Syariah No. 21 tahun 2008.
Kepemilikan modal dasar yang dimiliki Bank Syariah Muamalat Indonesia ialah sebesar Rp.4.400 Milyar. Dalam memperluas kegiatan operasional Bank memiliki jaringan layanan berupa 294 Kantor Layanan, yang terdiri dari kantor cabang, kantor cabang pembantu serta kantor kas.
Selain itu dalam menjalankan kegiatan bisninsya Bank memiliki jumlah karyawan sejumlah 2.968 pegawai. Dan lokasi ktor pusat Bank Syariah Muamalat Indonesia berada di Jl. Prof Dr Satrio, Kav.18, Kuningan Timur, Setiabudi, Jakarta Selatan 12940. (www.bankmuamalat.co.id).
6. Bank Panin Dubai Syariah
Awal mula nama PT Bank Panin Dubai Syariah, Tbk atau Panin Dubai Syariah Bank (Perseroan) ialah PT Bank Pasar Bersaudara Djaja sesuai dengan akta berdirinya yang dibuat oleh Moeslim Dalid, notaris di
Malang, yaitu Akta Perseroan Bank Terbatas No. 12 tanggal 8 Januari 1972. Perseroan telah beberapa kali melakukan perubahan nama, berturut-turut dimulai dengan nama PT Bank Bersaudara Djaja. Perubahan nama tersebut didasarkan pada Akta Berita Acara Rapat No. 25 tanggal 8 Januari 1990, yang dibuat oleh Indrawati Setiabudhi, S.H., notaris di Malang.
Kemudian, berdasarkan Akta Berita Acara No. 27 tanggal 27 Maret 1997 yang dibuat oleh Alfian Yahya, S.H., notaris di Surabaya, Perseroan kembali berganti nama menjadi PT. Bank Harfa. Kemudian, nama tersebut kembali mengalami perubahan menjadi PT. Bank Panin Syariah berdasarkan Akta Berita Acara RUPS Luar Biasa No. 1 tanggal 3 Agustus 2009, yang dibuat oleh Drs. Bambang Tedjo Anggono Budi, S.H., M.Kn., pengganti dari Sutjipto, S.H., notaris di Jakarta. Perubahan tersebut sehubungan perubahan kegiatan usaha Perseroan dari semula menjalankan kegiatan usaha perbankan konvensional menjadi kegiatan usaha perbankan Syariah dengan prinsip bagi hasil berdasarkan syariat Islam.
Sehubungan dengan perubahan status Perseroan dari semula perusahaan tertutup menjadi perusahaan terbuka, nama PT Bank Panin Syariah selanjutnya berubah menjadi PT Bank Panin Syariah Tbk berdasarkan Akta Berita Acara RUPS Luar Biasa No. 71 tanggal 19 Juni 2013 yang dibuat oleh Fathiah Helmi, S.H., notaris di Jakarta. Pada 2016, nama PT Bank Panin Syariah, Tbk diubah menjadi PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk sehubungan dengan masuknya Dubai Islamic Bank PJSC
sebagai salah satu Pemegang Saham Pengendali, berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan RUPS Luar Biasa No. 54 tanggal 19 April 2016, yang dibuat oleh Fathiah Helmi, notaris di Jakarta. Perubahan tersebut berlaku efektif sejak 11 Mei 2016 sesuai Surat Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI No.AHU-0008935.AH.01.02. Tahun 2016 tanggal 11 Mei 2016. Penetapan penggunaan izin usaha dengan nama baru Panin Dubai Syariah Bank telah diterima dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sesuai salinan Keputusan Dewan Komisioner OJK No.
Kep29/D.03/2016 tanggal 26 Juli 2016. Sejak mengawali keberadaan di industri perbankan Syariah di Indonesia, Perseroan secara konsisten menunjukkan kinerja dan pertumbuhan usaha yang baik. Dukungan penuh dari perusahaan induk PT Bank Panin Tbk (PaninBank) sebagai salah satu bank swasta terbesar di antara 10 (sepuluh) bank swasta terbesar lainnya di Indonesia, serta Dubai Islamic Bank PJSC yang merupakan salah satu bank Islam terbesar di dunia, telah membantu tumbuh kembang Perseroan.
Bank Panin Dubai Syariah memiliki kantor pusat yang berada di Gedung Panin Life Center Lt. 3, Jl. Letjend. S. Parman Kav. 91, Jakarta 11420. Bank Panin Dubai Syariah memiliki modal dasar yang tercatat sejumlah Rp.3.900 Milyar dan memiliki nilai total aset yang tercatat pada tahun 2019 sejumlah Rp.11,1 triliun. (www.panindubaisyariah.co.id).