• Tidak ada hasil yang ditemukan

Gambaran Perdagangan antara Indonesia dan Korea Selatan

Dalam dokumen Program Studi Ilmu Hukum Kekhususan Huku (1) (Halaman 147-154)

BAB IV ANALISIS DASAR PERTIMBANGAN INDONESIA TERHADAP

A. Gambaran Perdagangan antara Indonesia dan Korea Selatan

Presiden Indonesia dan Presiden Korea Selatan telah menandatangani The Joint Declaration di Jakarta pada tanggal 4-5 Desember 2006. Joint Declaration tersebut meliputi 3 (tiga) pilar kerjasama, yaitu kerjasama politik dan keamanan, kerjasama ekonomi, perdagangan dan investasi, serta kerjasama sosial budaya. Joint Declaration tersebut mendorong kedua negara untuk lebih mempererat persahabatan dan menciptakan kerjasama yang lebih kongkrit. Sejak terbentuknya Joint declaration, investasi dan perdagangan antara kedua negara terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Kerjasama ekonomi, perdagangan dan investasi tersebut diwujudkan melalui pembentukan Indonesia-Korea Joint Task Force on Economic Cooperation (JTF-EC) yang telah menyelenggarakan pertemuan tahunan sejak tahun 2007.

Kerja sama ini dapat dilihat melalui bentuk timbal balik yang saling menguntungkan, yaitu Korea Selatan sebagai negara yang memiliki tingkat kemampuan yang tinggi di bidang teknologi, dapat membantu kebutuhan Indonesia akan teknologi dengan cara alih teknologi dan di sisi lain, Korea Selatan membutuhkan pasar untuk memasarkan hasil industrinya. Data dari Kementrian Perdagangan juga menyebutkan bahwa Korea Selatan adalah 10 (sepuluh) besar negara yang paling tinggi aktivitas ekspor-impor dengan Indonesia dan dari aktivitas tersebut, neraca perdagangan menunjukkan angka surplus bagi Indonesia. Selain kegiatan ekspor-impor, kekuatan perdagangan Indonesia juga dipengaruhi oleh investasi Korea Selatan di Indonesia.

a. Kegiatan Ekspor Indonesia ke Korea Selatan

Kegiatan ekspor Indonesia dibagi ke dalam 2 (dua) sektor, yaitu migas dan non migas, di mana sektor non migas memiliki kontribusi lebih besar dalam kegiatan ekspor, yaitu sebesar 79,62% dari total ekspor Indonesia ke seluruh dunia. Ekspor non migas ini dibagi lagi

Universitas Indonesia

ke dalam beberapa sektor dari sektor yang paling banyak diekspor oleh Indonesia adalah industri (60,04%), pertambangan (17,03%), dan pertanian (2,54%). Produk kertas sebagai bagian dari sektor industri cukup berperan dalam memberikan pemasukan negara. Hal ini dibuktikan melalui posisi ekspor kertas yang termasuk dalam kelompok 10 (sepuluh)270 besar hasil industri yang paling banyak diekspor Indonesia ke seluruh dunia.

Dalam kegiatan ekspor yang dilakukan oleh Indonesia, Korea Selatan merupakan mitra yang cukup diperhitungkan. Hal ini terlihat dari posisi Korea Selatan yang termasuk dalam kelompok 10 (sepuluh)271 besar negara tujuan ekspor Indonesia, sementara bagi Korea Selatan sendiri, Indonesia juga termasuk 10 (sepuluh) besar negara yang pengekspor ke Korea Selatan meskipun hanya berada dalam urutan ke-9 (sembilan)272. Terkait dengan komoditi yang diekspor oleh Indonesia, khususnya produk kertas, ke seluruh dunia, Korea Selatan masih menjadi 10 (sepuluh)273 besar negara tujuan ekspor Indonesia meskipun secara persentase sangat kecil jika dibanding dengan negara tujuan ekspor kertas lainnya. Sedangkan secara khusus untuk total komoditi yang diekspor Indonesia ke Korea

270Produk kertas berada di posisi ke-8 besar produk yang banyak diekspor dari sektor industri

setelah pengolahan kelapa/ kelapa sawit, karet, tekstil, besi, baja, dan otomotif, elektronika, pengolahantembaga dan timah, serta kimia dasar. (“Perkembangan Ekspor Indonesia Berdasarkan Sektor,” http://www.kemenperin.go.id/statistik/peran.php?ekspor=1, diakses tanggal 15 November 2014).

271Korea Selatan merupakan negara ketujuh terbesar negara tujuan ekspor Indonesia setelah Cina, Jepang, Amerika Serikat, India, Singapura, dan Malaysia. (“Perkembangan ekspor non migas (negara tujuan) periode 2008-2013,” http://diskumdagdki.jakarta.go.id/ekspor-impor-indonesia/176- perkembangan-ekspor-nonmigas-negara-tujuan-periode--2008-2013, diakses tanggal 15 November 2014).

272Lihat Gambar 4.1.

273Ekspor produk kertas ke Korea selatan sebesar 4.32 % (industri non migas). Hal ini

menempatkan Korea Selatan ke dalam urutan ke-7 dari total negaratujuan ekspor kertas setelah Jepang (12.79%), AS (11.61%), Singapura (9.37%), RRC (7.22%), India (6.54%), Malaysia (5.55%). (“Statistik perdagangan luar negeri Indonesia, direktorat pengembangan pasar dan informasi ekspor, Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional (DJPEN) Kementrian Perdagangan Republik Indonesia 2013,” http://www.embassyofindonesia.eu/sites/default/files/NP%202013 %20Indonesia.pdf, diunduh tanggal 15 November 2014).

Universitas Indonesia

Selatan, kertas bukan merupakan komoditi utama Indonesia ke Korea Selatan274.

274Data dari Kementrian Perdagangan menyebutkan bahwa produk kertas merupakan

Universitas Indonesia

Gambar 4.1.

Komposisi Negara Utama Pengimpor Korea Selatan Tahun 2008

Universitas Indonesia

Tabel 4.1.

Data Ekspor Non Migas Utama Indonesia ke Korea Selatan Periode 2003-2008

(sumber: Laporan Atase Deperindag 2009, KBRI Seoul, Korea Selatan)

No Komoditi

Nilai (US$ ribu)

Kenaikan 2007-06 Trend 2004-08 2003 2004 2005 2006 2007 2008 Total Ekspor Non Migas 5,212,310 6,368,132 8,184,433 8,848,554 9,113,843 11,320,291 24.21 13.41 1 Udang 4,683 5,541 3,495 4,984 4,677 5,083 7.72 1.02 2 Kopi 4,971 5,293 9,88 3,188 1,58 1,656 4.81 33.46 3 Palm oil 4,437 1,034 1,101 4,193 2,892 13,799 377.14 84.93 4 Coklat 679 157 27 72 42 66 57.14 12.11 5 Karet 80,978 111,632 121,846 186,841 211,629 307,883 45.48 29.45 6 TPTI 177,331 191,157 200,67 237,269 260,728 307,278 17.85 12.88 7 Alas Kaki 25,602 24,53 24,684 38,907 43,898 49,209 12.10 21.75 8 Elektronik 140,327 131,597 163,682 201,45 184,328 195,12 5.66 8.23 9 Komponen otomotif 883 521 348 769 1,527 1,342 12.12 40.17 10 Furniture 18,049 14,91 19,432 24,369 28,202 27,475 2.58 17.29 Total 457,886 486,372 564,371 702,042 739.501 908,866 22.90 16.42 Pangsa 8.78 7.64 6.90 7.93 8.11 8.03 1.05 2.66

Universitas Indonesia

b. Kegiatan Impor Indonesia dari Korea Selatan

Dari keseluruhan kegiatan impor yang dilakukan oleh Indonesia sejak tahun 2006 hingga tahun 2011, kegiatan impor pada tahun 2008 merupakan masa dimana impor mulai mengalami peningkatan tajam sekaligus masa dimana volume impor terbesar dari seluruh kegiatan impor Indonesia. Hal ini terjadi karena perekonomian Indonesia paling besar bergantung kepada konsumsi domestik dan bukan pada ekspor. Ketika negara ekportir lain di dunia sedang mengalami resesi keuangan sehingga harus mengurangi volume impor, Indonesia justru mengalami sebaliknya.

Impor Indonesia mengalami peningkatan di awal tahun 2008 hingga akhirnya mengalami penurunan di pertengahan 2008 yang disebabkan oleh fluktuasi harga dan fluktuasi permintaan terhadap produk impor utama yang secara signifikan berpengaruh terhadap neraca perdagangan Indonesia seperti minyak bumi dan bahan baku industri. Pada masa ini, 5 (lima) besar negara yang mengekspor barangnya ke Indonesia adalah Singapura, Cina, Thailand, Malaysia, dan Korea Selatan275. Bagi Korea Selatan sendiri, Indonesia merupakan salah satu negara yang diperhitungkan sebagai tujuan ekspor meskipun secara persentase hanya 1,88% dari total seluruh ekspor yang dilaksanakan oleh Korea Selatan.

Terkait dengan jenis produk, produk yang banyak diimpor oleh Indonesia dari Korea Selatan adalah produk hasil industri. Lima produk terbesar dari total produk yang diimpor dari Korea Selatan adalah tekstil besi baja, mesin, dan otomotif, alat elektronik, produk kimia dasar, serta produk hasil pengolahan timah dan tembaga276.

275Pusat Data dan Informasi Kementrian Perindustrian, “Laporan Impor Berdasarkan Katagori Ekonomi (Barang Konsumsi, Bahan Baku, dan Barang Modal,” http://www.kemenperin.go.id/Download/3217/Impor-Menurut-Kategori-Ekonomi-Barang-

Konsumsi-Bahan-Baku-Dan-Barang-Modal)-Periode-Januari-Oktober-2010-Data-Impor-Barang- Ooleh-Indonesia-Berdasarkan-Negara-2008.pdf , diunduh tanggal 15 November 2014.

276Persentase produk yang diimpor dari Korea Selatan: tekstil (77,07%), alat elektronik

(47,69%), besi baja, mesin, dan otomotif (32,26%), produk kimia dasar (18,95%), serta produk hasil pengolahan timah dan tembaga (8,81%) (“Perkembangan Ekspor Indonesia Berdasarkan Sektor,” http://www.kemenperin.go.id/statistik/query_negara.php?negara=Korea+Selatan&jenis=i, diakses tanggal 15 Nnovember 2014).

Universitas Indonesia

Gambar 4.2

Komposisi Negara Utama Tujuan Ekspor Korea Selatan Tahun 2008

Universitas Indonesia

Dalam dokumen Program Studi Ilmu Hukum Kekhususan Huku (1) (Halaman 147-154)

Dokumen terkait