• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sejarah dan Perkembangan Perusahaan

Dede Anggrek merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang budidaya dan pemasaran tanaman anggrek yang didirikan oleh ibu Dede Hartini pada tahun 2002. Pada awalnya Dede Anggrek merupakan suatu usaha dengan skala kecil yang dilakukan pada sebidang lahan seluas 500 m² dan merupakan suatu usaha produksi pertanian yang dikelola secara kekeluargaan. Tetapi baru awal didirikan usaha ini pada tahun 2002 kebun Dede Anggrek sempat mengalami kebanjiran yang mengakibatkan semua tanaman anggrek yang dihasilkannya terendam dan banyak yang mati lalu pemilik Dede Anggrek kembali menekuni usahanya pasca banjir yang membuat semua tanaman terendam sekitar tahun 2003 dengan bertahap pemilik dede Anggrek menekuni usahanya ini kembali. Pada awalnya Dede Anggrek memiliki arah bisnis pada proses pembudidayaan tanaman anggrek Dendrobium dari tahapan botolan sampai berbunga. Jika dihitung secara keseluruhan proses ini memakan waktu sekitar dua sampai tiga tahun. Sehingga pada tahun pertama tanaman anggrek yang diusahakan pada Dede Anggrek belum ditargetkan untuk dipasarkan. Tanaman yang dihasilkan ini juga dianggap merupakan suatu proses belajar bagi pemilik Dede Anggrek hingga bertahap bisnis yang dijalaninya mengalami perkembangan.

Pada saat memulai usaha, perusahaan ini pertama-tama membeli lahan seluas 500 m². Lahan ini digunakan untuk pembesaran anggrek dari botolan hingga pot tunggal. Akan tetapi, pada saat memasuki tahun 2004 Dede Anggrek

Kuadran 4 Probabilitas (%) Besar Sedang Kecil Besar Sedang Kecil Dampak (Rp) Kuadran 1 Kuadran 2 Kuadran 3

menyadari bahwa dengan usaha penanaman anggrek botolan yang sudah dijalankan mengalami kendala pada keterbatasan lahan. Dede Anggrek memilih untuk menghentikan pembesaran anggrek jenis botolan. Hal ini diputuskan atas pertimbangan keterbatasan lahan dan lamanya waktu yang dibutuhkan untuk membesarkan anggrek dari botolan hingga tanaman berbunga.

Kegiatan usaha yang dilakukan Dede Anggrek setiap tahunnya mengalami perkembangan, yaitu pada tahun 2004 Dede Anggrek memulai mengusahakan anggrek melalui tahapan seedling hingga berbunga dengan menambah lahan 500 m². Untuk menghasilkan tanaman anggrek yang berkualitas tinggi dan sesuai selera masyarakat Dede Anggrek mendatangkan seedling anggrek dari Bangkok dan seedling silangan dari dalam negeri.

Lokasi Dede Anggrek yang berada di Kabupaten Bekasi, tepatnya di perumahan Permata Regency blok K2 No. 25 menjadikan Dede Anggrek mudah dikunjungi baik oleh pedagang keliling maupun pelanggan dan pecinta anggrek yang datang langsung ke kebun anggrek. Sebagian besar konsumen yang datang memiliki keinginan untuk membeli anggrek yang sudah berbunga. Tingginya permintaan anggrek kondisi berbunga ini dijadikan peluang oleh Dede Anggrek sehingga menggeser konsep awal yang tadinya mulai menekuni usaha pada budidaya dari botolan hingga berbunga berubah menjadi usaha pada budidaya tanaman remaja hingga berbunga. Pada tahun 2006 Pihak Dede Anggrek menambah lahannya seluas 250 m² untuk pembesaran anggrek Dendrobium tanaman remaja hingga berbunga dikarenakan untuk memenuhi permintaan konsumen akan tanaman berbunga. Total lahan yang dimiliki Dede Anggrek saat ini seluas 1250 m².

Organisasi dan Manajemen Perusahaan

Dede Anggrek merupakan perusahaan keluarga yang pengelolaannya pun dilakukan secara kekeluargaan, sehingga manajemen perusahaan dikendalikan oleh anggota keluarga bukan struktural. Dede Anggrek memiliki visi usaha yang baik yaitu memaksimalkan keuntungan yaitu dengan menjual dan mengenalkan produk anggrek kepada masyarakat luas. Visi ini bukan hanya berorientasi pada memaksimalkan keuntungan melainkan dalam hal pengenalan tanaman anggrek ke masyarakat luas serta pelestarian tanaman anggrek yang pada beberapa komoditi sudah cukup langka. Dalam menjalankan visi ini Dede Anggrek juga menyadari pentingnya peranan organisasi, namun dalam penerapannya tergolong masih sangat sederhana. Hal ini dikarenakan skala usaha Dede Anggrek yang tergolong masih kecil sehingga belum memiliki struktur organisasi yang cukup jelas.

Selain dikarenakan skala usahanya yang masih kecil pada Dede Anggrek praktek pembagian kerja dilakukan secara sederhana dan diatur sesuai fungsi dan tugas masing-masing.

Dede Anggrek dipimpin oleh ibu Dede Hartini yang menjabat sebagai pemimpin dan pemilik kebun Dede Anggrek. Pada awal berdirinya usaha hingga saat ini pemilik dibantu oleh seorang karyawan di bagian produksi. Pemilik memiliki peran yang cukup besar dalam proses pengendalian jalannya usaha, yaitu bertanggung jawab terhadap kemajuan dan pencapaian target usaha. Tugas pemimpin atau pemilik antara lain :

a. pemimpin dan pengelola usaha utama

b. mengatur jalannya usaha dan mengontrol semua kegiatan usaha c. menentukan target baik bulanan maupun tahunan

d. mengawasi kegiatan pemeliharaan dan pemasaran produk anggrek

e. membina hubungan kerjasama dengan penyedia sarana input dan konsumen f. menetapkan standar harga jual pada para konsumen.

Dalam prakteknya pemilik selain menjabat sebagai pemimpin beliau ikut terjun langsung dalam menjalankan usaha yang dibantu oleh satu orang karyawan dalam bidang pemeliharaan anggrek bagian produksi. Pemilik juga bertanggung jawab pada kegiatan penjualan harian yang umumnya dengan para konsumen dan pemilik melakukan kegiatan pencatatan terhadap arus kas Dede Anggrek, baik arus kas masuk maupun arus kas keluar yang sifatnya harian, bulanan, tahunan.

Dede Anggrek sangat bergantung sekali pada proses produksi dan pemeliharaan anggrek, oleh karena itu pemimpin sekaligus pemilik dibantu oleh seorang karyawan yang bertugas untuk menjalankan proses pemeliharaan. Berikut tugas karyawan dalam menjalankan proses pemeliharaan :

a) Perawatan tanaman anggrek berupa penyiraman, pemupukan, penyemprotan hama dan penggantian media tanam tanaman anggrek.

b) Memasarkan tanaman anggrek di dalam kebun

c) Menjaga dan mengusahakan kebersihan kebun secara keseluruhan

d) Melaporkan kondisi baik jumlah tanaman dan kebutuhan akan sarana produksi kepada pemilik perusahaan.

Sumberdaya Usaha Dede Anggrek

Sumberdaya yang dimiliki oleh Dede Anggrek secara keseluruhan dapat dibagi kedalam tiga bagian, yaitu : sumberdaya manusia atau tenaga kerja, sumber daya fisik dan sumber daya keuangan atau permodalan. Sumberdaya manusia adalah kekuatan tenaga kerja yang dimiliki Dede Anggrek untuk menjalankan usahanya baik dalam hal produksi, pemasaran, dan pencatatan. Sumber daya fisik adalah keseluruhan aset fisik yang dimiliki oleh Dede Anggrek untuk menjalankan usahanya berupa bangunan (rumah anggrek), alat dan perlengkapan produksi seperti sprayer, mesin pupuk, jet pump. Sumberdaya keuangan merupakan sumber-sumber keuangan Dede Anggrek dalam memulai dan menjalankan usaha.

Tenaga Kerja

Tenaga kerja memiliki peran yang sangat penting dalam proses berjalannya usaha dalan pencapaian visi perusahaan. Pemilik yang sekaligus pemimpin Dede Anggrek menyadari akan peran penting dari tenaga kerja yang dibutuhkan untuk membantunya dalam proses pemeliharaan tanaman anggrek. Perekrutan tenaga kerja pada Dede Anggrek yaitu dengan merekrut anggota keluarga dan mengarahkan pekerja dibidang akan dikerjakan.

Saat ini Dede Anggrek memiliki dua orang pekerja yang membantu pemilik sekaligus pemimpin terjun langsung dalam proses pemeliharaan. Masing-masing pekerja memiliki bidang kerja yang berbeda, yaitu salah satu pekerja membantu pemilik dibagian produksi, dan salah satu pekerja lain membantu sebagai petugas

kebersihan yang bertanggung jawab menjaga kebersihan sekitar area kebun serta membersihkan segala peralatan yang digunakan dalam proses pemeliharan.

Sistem penggajian tenaga kerja yang ditetapkan oleh Dede Anggrek sesuai dengan UMR pada umumnya tetapi berbeda masing-masing tenaga kerja dalam jenis pekerjaannya. Dibayarkan setiap per bulan. Latar belakang pendidikan tenaga kerja yang dimiliki oleh Dede Anggrek yaitu ada yang lulusan Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Dasar.

Sistem jadwal kerja yang berlaku di Dede Anggrek sudah dijadwal agar tidak ada satu hari pun yang kosong. Jadwal kerja yang berlaku di Dede Anggrek yaitu dimulai dari pukul 06.00 WIB sampai 17.00 WIB.

Sumberdaya Fisik

Sarana dan prasarana fisik yang digunakan oleh Dede Anggrek seluruhnya murni milik pemilik yaitu tanah atau lahan dengan luasan 1250 m² merupakan sarana utama yang dimiliki oleh pemilik Dede Anggrek. Asset asli lainnya antara lain berupa :

a) Bangunan rumah anggrek yang terbuat dari konstruksi besi dan paranet untuk mengatur intensitas cahaya yang tepat bagi tanaman anggrek.

b) Rak-Rak dari bambu muda untuk tempat memajang pot-pot tanaman anggrek. Rak ini memiliki lebar sekitar satu meter dan panjang yang berbesa-beda. Masing-masing rak dapat menampung puluhan hingga ratusan pot tanaman anggrek.

c) Instalasi irigasi yang bersumber dari air tanah menggunakan jet pump untuk mengairi seluruh tanaman anggrek.

d) Bangunan tempat istirahat atau proses pencatatan dan administrasi sederhana. Sumberdaya modal

Dede Anggrek dalam memulai usaha pada awalnya pemilik mengandalkan modal sendiri dalam mengusahakan usahanya. Pemilik mengembangkan usaha secara bertahap yaitu pertama-tama modal dibelikan tanah seluas 500 m² dengan modal awal berjumlah Rp. 50.000.000,- kemudian mulai menyicil untuk mendirikan rumah anggrek serta pembelian bibit tanaman anggrek kemudian pemilik bertahap menambah modal untuk usahanya yang digunakan untuk membiayai semua kegiatan produksi. Kemudian pemilik menambah modal kembali untuk membeli lahan Rp. 75.000.000,- hingga saat ini lahan yang dimiliki Dede Anggrek seluas 1250 m².

Gambaran Budidaya Anggrek Dendrobium Dede Anggrek

Usaha pembudidayaan tanaman anggrek khususnya Dendrobium cukup berjalan dengan baik di Bekasi hail ini dikarenakan syarat tumbuh berupa iklim, kebutuhan cahaya serta kelembapan udara sangat sesuai dengan kebutuhan tanaman anggrek Dendrobium. Sedangkan untuk kondisi tanahnya tidak terlalu diperhitungkan karena tanaman anggrek tidak langsung bersentuhan dengan tanah seperti jenis tanaman lain melainkan menggunakan media tanam yang juga cukup mudah diperoleh di daerah Kabupaten Bekasi.

Setelah mendapat lahan buat design kebun dengan merancang tata letak rak yang dapat ditentukan letak lebar, panjang rak. Juga lebar dan panjang jalanan,

saluran air, dan sarana lain, seperti gudang bak penampungan dan lain-lain. Pengaturan tata letak membuat kebun lebih rapijuga memudahkan pekerjaan saat menghitung semua kebutuhan dan biaya. Lay out atau tata letak usaha pada Dede Anggrek dapat dilihat pada Lampiran 3.

Pada Kabupaten Bekasi ini merupakan daerah yang tepat bagi pemeliharaan tanaman anggrek Dendrobium, baik untuk proses penghasilan bibit hingga pemeliharaan sampai berbunga. Suhu di daerah ini tergolong tropis yaitu berkisar antara 28˚-32˚C merupakan suhu yang ideal bagi usaha pemeliharaan anggrek

Dendrobium.

Secara umum proses pembudidayaan tanaman anggrek Dendrobium hampir sama dengan jenis tanaman anggrek lainnya. Namun secara garis besar pada awal usahanya proses pembudidayaan anggrek hingga berbunga dibagi lima tahapan, yaitu dari tahapan botolan, community pot, seedling, dan tanaman remaja dan tanaman dewasa. Perbedaan dalam tahapan ini terletak pada lamanya waktu pemeliharaan dan penggunaan sumberdaya input yang lebih banyak.

Kelima tahapan pemeliharaan anggrek secara keseluruhan menghabiskan waktu sekitar satu setengah tahun. Pada tahapan remaja menuju berbunga terdapat sebuah tahapan siap bunga. Tahapan siap bunga merupakan tahapan yang cukup dibutuhkan apabila persediaan tanaman berbunga sangat sedikit. Tahapan berbunga hanya membutuhkan waktu sekitar 3 sampai 4 bulan agar berbunga.

Dede Anggrek dalam mengusahakan anggreknya memanfaatkan kelima tahapan ini yaitu 10 persen untuk tahapan botolan, 50 persen untuk tahapan

seedling dan 40 persen untuk tahapan remaja. Namun keadaan sekarang tahapan botolan sudah tidak diusahakan lagi. Hal ini dikarenakan keterbatasan lahan yang dimiliki oleh Dede Anggrek dan lama nya waktu proses pemeliharaan. Oleh karena itu tahapan yang dilakukan Dede Anggrek pada proses budidaya anggrek

Dendrobium yaitu dengan tiga tahap : tahap seedling, remaja dan dewasa. Dari semua tahapan ini bentuk penanganan dari tiap-tiap tahapan hampir sama yaitu diawal dimulai dengan proses pemilihan bibit atau bakal calon tanaman yang akan dibesarkan, pembuatan media tanam dan pemeliharaan. Tahapan tersebut dapat dilihat pada pola tanam Anggrek Dendrobium seedling hingga remaja yang dilakukan oleh Dede Anggrek dapat dilihat pada Lampiran 4.

Proses pemeliharaan meliputi kegiatan penyiraman, pembersihan gulma, pemupukan, penggantian media tanam,pengendalian hama dan penyakit, serta pembungaan anggrek. Agar dapat memantau hasil kerja maka dibuatkan Jadwal kerja harian. Adapun contoh jadwal kegiatan unit produksi Dede Anggrek dapat dilihat pada Lampiran 5

Pemilihan Bibit atau Bakal Tanaman Anggrek

Proses budidaya tanaman anggrek dimulai dengan proses penyediaan bibit anggrek yang akan dibudidayakan. Dalam proses penyediaan ini dibutuhkan sebuah kemampuan khusus untuk mengenali dan memilih jenis bibit yang layak untuk digunakan. Karena pada tahapan ini dapat berdampak terhadap kegagalan produksi dimana tanaman anggrek tidak dapat tumbuh dengan baik. adapun proses pemindahan bibit yang sesuai dalah dapat dilihat pada Lampiran 6. Berdasarkan jenis tahapan pengusahaan pada tanaman anggrek Dendrobium maka jenis bakal tanaman yang akan diusahakan dapat dibagi tiga, yaitu jenis tanaman botolan atau yang sering disebut bibit anggrek, jenis tanaman dalam bentuk pot

(community pot) dan jenis tanaman muda atau remaja. Masing-masing jenis tanaman ini memiliki criteria pemilihan dan penanganan yang berbeda-beda, seperti :

1. Jenis Botolan

Jenis botolan adalah jenis bibit anggrek yang berumur satu tahun sejak diperbanyak dari induknya. Disebut bibit botolan karena media yang digunakan terbuat dari botol. Satu botol biasanya terdiri dari 30-40 tanaman. Bibit botol ini merupakan hasil dari proses perbanyakan. Bentuk perbanyakan tanaman anggrek terdiri atas dua bagian yaitu perbanyakan generatif dan vegetatif. Perbanyakan generatif adalah perbanyakan yang dilakukan dengan menggunakan biji sedangkan perbanyakan vegetatif adalah perbanyakan yang menggunakan stek, keiki, pemisahan rumpun serta kultur jaringan. Berikut ini pemilihan dan penanganan bibit botolan yang baik menurut Dede Anggrek adalah :

a) Pilih bibit yang berukuran seragam (daun menyentuh permukaan botol)

b) Warna daun tampak hijau segar, mulus, serta tidak menunjukkan gejala keriput serta salah bentuk

c) Media dalam botol harus benar-benar bersih, tidak ditumbuhi cendawan d) Bibit dalam botol masih hidup seluruhnya

e) Sebaiknya bibit segera dipindah ke pot 2. Jenis Kompot

Bibit kompot adalah jenis bibit yang disiapkan secara berkelompok (community pot) yaitu dalam satu pot ditanam beberapa bibit yang biasanya berjumlah 20-30 tanaman. Kelebihan bibit kompot dibandingkan dengan bibit dalam botol adalah cara penanamannya yang tidak terlalu rumit, terutama saat memindahkan bibit kecambah ke dalam pot. Hal ini juga mengurangi risiko kematian bibit, seperti yang sering dikhawatirkan oleh pengusaha anggrek pemula. Selain itu, bibit ini juga mudah diamati perkembangannya semenjak awal. Berikut ini hal yang perlu diperhatikan jika hendak menggunakan jenis bibit kompot, yaitu :

a) Pot dan tanaman harus bersih dan bebas jamur b) Pertumbuhan bibit tanaman harus seragam dan subur c) Sistem perakarannya kuat dan jumlahnya banyak d) Tidak terdapat bercak-bercak di bagian daun

e) Diantara rumpun bibit tanaman, tidak ada yang layu, busuk dan mati f) Jenis bibit tanaman sesuai pot, untuk pot berukuran 15 cm berisi 25 bibit 3. Jenis Tanaman Muda

Jenis tanaman muda adalah jenis bibit tanaman yang sering juga disebut jenis tanaman remaja, umumnya jenis tanaman ini membutuhkan waktu sekitar enam bulan kemudian untuk berbunga. Berikut ini hal yang harus diperhatikan menurut Dede Anggrek dalam pemilihan bibit tanaman muda adalah sebagai berikut :

a) Akar, batang dan daun harus tampak sehat b) Warna daun hijau mulus tanpa bercak c) Daun tampak lebat dan tebal

Jika dibandingkan secara keseluruhan harga bibit botol biasanya memiliki harga lebih murah daripada bibit lainnya. Bibit botol ini masih berupa kecambah terdiri dari 2-4 daun kecil dan sedikit akar. Tetapi bagi pemula, risiko kematian

saat memindahkan bibit ke dalam pot cukup tinggi dan waktu yang diperlukan hingga bibit tanaman tumbuh dewasa dan berbunga cukup lama sekitar 1-2 tahun. Pemilihan Media Tanam

Fungsi media tanam dalam proses budidaya anggrek adalah sebagai tempat berpijak, menyimpan unsure hara, dan menyimpan air pada tanaman yang baik untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman anggrek. Semua itu harus dapat terpenuhi yaitu dengan menjaga agar kondisi media tanam tetap baik yaitu dengan syarat media tidak mudah lapuk, tidak mudah menjadi sumber penyakit, harus memiliki daya serap yang baik, mampu mengikat air dan unsur hara dengan baik, mudah didapat serta dengan harga yang relative murah. Media tanam sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan produksi bunga optimal, sehingga perlu dicari media tanam yang sesuai.

Media tanam yang biasa digunakan oleh Dede Anggrek adalah pakis, moss, arang, kaliandra, stearofom, dan sabut kelapa. Namun penggunaan media tanam pakis saat ini sudah tidak digunakan karena media susah untuk diperoleh. Keseluruhan media tanam yang telah dipilih dan akan digunakan selanjutnya dimasukkan kedalam pot yang terbuat dari tanah liat. Setiap pot diharuskan untuk memiliki lubang-lubang kecil, lubang ini berfungsi untuk memperlancar sirkulasi, mempermudah penyerapan dan drainase.

Pemupukan

Tanaman anggrek sangat membutuhkan nutrisi untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya. Kebutuhan tanaman anggrek akan nutrisi sama dengan yang lainnya. Unsure-unsur yang dibutuhkan yaitu: unsur makro (karbon, hydrogen, oksigen, kalsium, kalium, nitrogen, fosfor, sulfur, magnesium), unsur mikro (besi, mangan, boron, tembaga, seng, molybdenum, klorida), dan unsur yang bermanfaat (kobal, natrium, silicon).

Pemberian pupuk secara teratur merupakan salah satu cara yang paling baik dilakukan dalam proses budidaya tanaman anggrek. Pupuk yang digunakan dalam pemupukan anggrek harus mengandung beberapa unsur yaitu nitrogen (N), Fosfor (F), dan Kalium (K). untuk seedling dipakai NPK dengan unsur N tinggi agar daunnya tumbuh subur, sementara untuk remaja dipakai NPK seimbang, dan untuk tanaman dewasa atau yang siap untuk berbunga dipakai NPK dengan kadar P tinggi. Pemupukan tanaman anggrek dapat dilakukan dalam dua teknik, yaitu pemupukan dengan daun dan melalui media tanam dengan frekuensi 2 x dalam seminggu. Pemupukan dengan daun jauh lebih efektif dibandingkan dengan pemupukan melalui media tanam. Karena daun menyerap sekitar 90 persen dan jauh lebih tinggi dibandingkan dengan akar yang hanya berkisar 10 persen. Dede Anggrek melakukan pemupukan di pagi hari antara jam 07.00 sampai jam 09.00 WIB. Adapun jadwal pemupukan dan penyemprotan pestisida yang dilakukan oleh Dede Anggrek dapat dilihat pada lampiran 7 dan 8.

Penyiraman

Penyiraman tanaman anggrek pada Dede Anggrek dilakukan 2 x sehari yaitu pagi dan sore, masing-masing dilakukan pada pagi hari dimulai pukul 07.00 dan pada sore hari pada pukul 16.00. Penyiraman air dilakukan secara secukupnya saja karena apabila berlebihan karena air akan membusukkan akar dan mengundang jamur. Tetapi pada Dede Anggrek apabila hari hujan, kegiatan

penyiraman dibatasi atau tidak perlu disiram karena kelembapan udara sudah cukup tinggi. Akan tetapi apabila cuaca sangat panas terik pada Dede Anggrek melakukan penyiraman disiang hari karena dikuatirkan media tanaman akan terlalu kering. Penyiraman menggunakan air bersih karena air yang kurang bersih akan berisiko terhadap tanaman. Dede anggrek pada awal usaha hingga sekarang sudah melakukan tiga kali pengeboran sumur hingga saat ini menggunakan jet pump agar tetap terjaga pertumbuhan dan perkembangan tanaman anggrek dengan menggunakan air bersih. Proses penyiraman dapat dilihat pada Lampiran 9. Pengendalian Hama dan Penyakit

Anggrek sebagai tanaman yang pertumbuhannya sangat bergantung pada kondisi lingkungan, anggrek sangat rentan terhadap gangguan pertumbuhan yang dapat menyebabkan anggrek menjadi tidak sehat dan mengalami kerusakan. Gangguan pertumbuhan yang sering menyerang tanaman anggrek terbagi menjadi dua yaitu : serangan yang disebabkan oleh hama dan serangan yang disebabkan oleh penyakit yang disebabkan oleh bakteri, jamur dan virus. Sedangkan jenis hama yang sering menyerang anggrek adalah kutu putih ( Pseudococcus sp.), thrips, semut, kaki seribu, lintah, keong, kumbang gajah, tungau merah. Tanaman yang diserang oleh hama biasanya diatasi dengan penyemprotan insektisida yang bersifat sistemik dan diselingi dengan insektisida yang bersifat kontak.

Gangguan pertumbuhan yang disebabkan oleh penyakit juga sering terjadi pada tanaman anggrek, khususnya serangan penyakit yang disebabkan oleh jamur dan bakteri. Hal demikian dikarenakan kondisi yang cukup lembab apabila terjadi intensitas hujan tinggi. Gejala awal serangan tidak terlalu kelihatan, terlihat jelas apabila tanaman yang diserang sudah cukup parah. Untuk mengatasi penyakit yang disebabkan oleh bakteri, virus dan jamur ini biasanya Dede Anggrek harus jeli dan teliti dalam mengidentifikasi jenis penyakit yang sedang menyerang dan melakukan penyemprotan apabila sudah terserang. Jenis pengobatan yang diberikan juga tergantung oleh jenis penyebab penyakit.

Hama dan penyakit yang menyerang anggrek ini dapat mengakibatkan kegagalan dalam pemeliharaan tanaman anggrek. Oleh karena itu Dede Anggrek melakukan strategi pencegahan dalam mengatasi permasalahan ini. Strategi pencegahan dilakukan dengan cara penyemprotan anti hama dan jamur satu minggu sekali dengan dosis penyemprotan satu milliliter untuk satu liter air. Apabila kondisi dalam musim hujan Dede Anggrek melakukan penyemprotan dua sampai tiga kali dalam seminggu.

Pemasaran Anggrek Dendrobium

Usaha pembesaran tanaman anggrek pada akhirnya siap dijual apabila tanaman sudah berbunga dan umumnya konsumen lebih menyukai tanaman yang sudah berbunga karena bunganya yang unik-unik akan tetapi selain tanaman yang sudah berbunga juga tidak sedikit konsumen yang ingin membeli tanaman yg masih remaja dengan alasan akan dibawa bepergian jauh agar tanaman yang sudah berbunga tidak layu. Konsumen tanaman anggrek terbagi dua kelompok yaitu konsumen yang hanya penikmat bunga anggrek dan konsumen yang hobi

Dokumen terkait