• Tidak ada hasil yang ditemukan

Gambaran Umum Desa Tradisional Delod Sema Desa Wisata Taro

ABSTRAK

4. PEMBAHASAN

4.1. Gambaran Umum Desa Tradisional Delod Sema Desa Wisata Taro

Desa Tradisional Delod Sema atau lebih dikenal di kalangan masyarakat itu dengan nama Delod Sema Village merupakan sebuah dusun yang berada di wilaya Desa Wisata Taro

Kabupaten Gianyar. Jumlah penduduk 1182 orang dengan mata pencaharian sebagai pengrajin perak sebanyak 10 %, pematung 5 %, 1 % sebagai pegawai negeri, 4 % sebagai pekerja di sektor pariwisata dan sisanya mayoritas adalah petani dan berkebun. Bentang alam sebagai besar merupakan arel pertanian, lereng dan perkebunan didukung oleh aliran sungai yang cukup panjang dan besar menjadikan desa tradisional ini memiliki banyak sekali potensi alam dan juga budaya yang dapat dikembangkan.

Gambar 1. Lingkungan Desa Taradisional Taro Kelod Sumber : Komang Ariadi, 2022

4.1.1. Produk Wisata Alam

a. Sungai dan penglukatan (tempat penyucian diri)

Aliran sungai Wos yang bermuara di sungai campuhan Ubud yang melewati wilayah Desa Taro Kelod telah dimanfaatkan sebagai daya tarik wisata bagi wisatawan yang datang kesana dengan membangun tempat wisata spot selfi bagi wisatawan dilengkapi dengan fasilitas warung makan yang menyediakan makanan dan minuman bagi wisatawan yang datang kesna dan ingin menikmati suasana alami pedesaan.

Gambar 2. Sungai dan tempat penglukatan di areal Taro Kelod Sumber: Website Desa Wisata Taro, 2022

Masyarakat yang seluruhnya beragama Hindu selama ini meyakini keberadaan sumber air yang mengalir (pancoran) sebagai salah satu sarana pembersihin diri oleh sebab itu keberaadaanya sebagai sumber air suci di telah dikelola menjadi daya tarik wisata yang disebut dengan Penglukatan Semara Ratih dan telah dimanafaatkan sejak beberapa tahun 1980 an masyarakat sekitar namun tergolong baru dikenal oleh wisatawan dari luar wilayah Desa Taro. sebagai sarana pembersihan diri scra bathin dan mampu membawa ketenangan batin tempat penglukatan ini telah ditata dengan baik, rapi dengan akses masuk yang mudah dan aman sehingga wisatawan merasa nyaman datang kesana dan melakukan ritual pembersihan diri di Penglukatan Semara ratih ini. Di samping itu tempat istirahat, makan dan minum juga telah tersedia bagi wisatawan yang berkunjung ke tempat ini.

b. Kegiatan Wisata Bersepeda (cycling)

Wilayah Desa Taro khususya Taro Kelod yang didominasi oleh areal persawahan dan perkebunan sangat menunjanag aktivitas bersepeda (cycling) di kawasan Desa.

Didukung oleh jalan yang sangat memadai, tenang dan aman untuk bersepeda, desa ini telah menjadi rute utama bagi wisatawan bersepeda baik dari luar wilayah maupun di wilayah Desa Taro sendiri. Hal ini membawa keuntungan tersediri bagi Desa Taro khususnya Taro kelod menjadi lebih dikenal di mata wisatawan yang melewati wilayah ini sebagai jalur cycling. Wisata cycling ini juga telah dikelola oleh masykaraat desa Taro Kelod menjadi salaha satu produk yang mendukung keberadaan Desa Wista Taro.

Ini merupakan salah satu bentuk partisipasi dan keterlibatan masyarakat lokal dalam pengembangan Desa Wisata Taro.

c. Perkebunan Kelapa

Hampir seluruh keluarga yang ada di wilayah Taro Kelod memiliki lahan berupa kebun kelapa. Peluang ini telah dimanfaatkan oleh sebagaian warga masyarakat menjadi produk yang punya nilai lebih dari yang semula hanya digunakan untuk konsumsi dan upacara agama, kini kreativitas masyarakat yang sangat tinggi telah memanfaatkan produk kelapa ini menjadi produk dan daya tarik wisata dengan menjual proses pembuatan kelapa kepada wisatawan dalam sebuah paket wisataa yang disebut dengan “create coconut oil with Balienesse Family”. Harga paket yang ditawarkan kepada wisatawan 250 ribu rupiah memberi pengalaman langsung kepada wisatawan dalam mempelajari proses mulai dari memetik buah kelapa, mengupas, memarut, memasak hingga menjadi minyak kelapa yang siap digunakan.

4.1.2. Produk Wisata Budaya

Selain mengembangkan pariwisata berbasis alam, masyarakat Desa Taro Kelod juga kaya akan berbagai potensi budaya yang bersumber dari hasil cipta rasa dan karsa penduduknya.

Kekayaan budaya yang ada di Desa Taro Kelod berupa kesenian tari dan upacara-upacara agama yang sangat dijunjung tinggi oleh masyarakat setempat. Selain itu adanya budaya tani dan kehidupan keseharian masyarakat mulai dari cara memasak tradisional, membuat sarana upacara agama Hindu sangat menarik bagi wisatawan karena sarat akan nilai-nilai moral dan spiritual. Semua bentuk kearifan lokal tesebut telah dikemas dan diangkat menjadi daya tarik bagi wisatawan dalam bentuk paket-paket wisata antara lain:

a. Paket Wisata Cooking Class

Merupakan aktivitas wisatawan mempelajari dan praktek memasak makananan tradisional khas Bali antara lain nasi goreng, sate, lawar, sayur labu siam, dan menu vegetarian. Wisatawan dikenakan biaya RP 250.000,- Untuk paket cooking class ini.

Aktvitas wisatawan dimulai dari kebun dengan memperkenalkan jenis-jenis sayuran yang akan dimasak dan memetiknya secara langsung dari kebun, dilanjutkan dengan memperkenalkan bumbu-bumbu tradisional yang akan digunakan yang mayoritas menggunakan rempah-rempah seperti kunyit, jahe, kecnur, lengkuas serta bumbu-bumbu tambahan seperti cabai dan bawang, merica dan ketumbar. Proses pegolahan bahan tersebut meliputi memotong, menghaluskan bumbu dan menumis serta proses lainya yang diperlukan dilakukan oleh wisatawan dengan panduan langsung dari pemilik rumah. Ini menjadi pengalaman tak terlupakan bagi wisatawan. Kesan dan kepuasan wisatawan terlihat melalui komentar mereka:

you can see how they live in traditional Balinese houses. You can experience making coconut oil in the traditional way. I participated in the experience with my child, which was very interesting. My homemade coconut oil felt more precious and thanks to her for her kind explanation and help”(Hye Jung Cho, 2021).

“Our experience was incredible. Kadek (Sangayu’s husband) is a great host, he took us to Ubud, and our way to his village took about 20 minutes. It was a great chance to see a true life of balinese people. Kadek told a lot about Balinese traditions and religion. We spent the whole day with him and his family, making coconut oil. It was our first time we saw the process of making of coconut oil, and try to make it was very interesting for us”(Bali Kedek, 2018)

Gambar 3. Aktivitas memetik sayur langsung dari kebun oleh wisatawan Sumber: https:instagram.com/traditionalbalicoconutoil, 2022.

Gambar 4. Praktek memasak memakai dapur/tungku tradisional

b. Paket wisata making canang & melukat (offerring lesson and puryfication ritual) Merupakan aktivitas bagi wisatawan yang terdiri dari pembuatan sarana upacara berupa canang dan lain -lain yang dirangkaikan dengan aktivitas melukat (penyucian diri di air suci) Semara Ratih. Paket ini banyak diminati oleh wisatawan dari negara Rusia, Amerika dan juga India. Dengan membayar Rp 450.000,- wisatawan mendapat pengalaman budaya dan spiritual yang bernilai dari masyarakat lokal.

Gambar 5. Membuat sarana upacara (canang)

4.1.3 Produk Wisata Buatan/Kreatif

Selain produk wisata produk wisata alam dan budaya, produk wisata buatan atau kreatif juga menjadi jadi daya tarik bagi wisatawan Taro Kelod ini berupa kerajinan perak dan kerajinan topeng dan patung. Semakin banyak pengalaman yang didapat wisatawan selama berkunjung ke Desa Wisata semakin tinggi apresiasi mereka terhadap budaya lokal. Terdapat kurang lebih 20 keluarga yang menekuni kerajinan topeng dan hampir 35 keluarga pengrajin perak.

Aktivitas ini telah ditekuni sejak tahun 2008 dan berkelanjutan sampai sekarang. Beberapa pengrajin perak telah berhasil bekerjasama dengan pemasok besar yang ada di luar wilayah desa termasuk Ubud, Mas, dan Celuk, namun sebagian besar pengrajin masih melakukan aktivitasnya secara mandiri khususnya ornamen keris dan ornamen peralatan upacara diproduksi secara terus menerus, khusus produksi perak berupa perhiasan diproduksi jika ada pesanan. Aktivitas kerajinan ini dirasa cukup mampu menunjang perekenomian keluarga pengrajin perak tersebut dengan penghasilan per bulan berkisar 8 – 100 juta per bulannya tergantung pada banyak sedikitnya jumlah pesanan.

Gambar 6. kerajianan memahat (topeng dan patung) Sumber: Taro.Desa.id.,2021

Namun yang menjadi kelemahan dari kesenian topeng ini adalah aktivitas para pengrajin masih bersifat mandiri belum dikembangkan secara maksimal dan belum dikelola oleh suatu kelompok organisasi. Nilai seni yang tinggi belum dibarengi dengan kesiapan sumber daya manusia yang cukup untuk menjadikan kerajinan ini sebagai daya tarik wisata yang lebih bernilai bagi wisatawan. Sampai saat ini, kegiatan pengrajin topeng hanya memenuhi pesanan pemasok yang tidak begtu tinggi intensitasnya sehinga belum mampu memberi manfaat ekonomis secara berkesinambungan apalagi sejak pandemi covid-19 merebak dan membawa dampak yang siginifkan terhadap aktivitas produksi kerajinan ini.