BAB III. DEVOSI YANG SEHAT KEPADA SANTA PERAWAN
A. Gambaran Umum Mengenai Katakese
Katekese merupakan salah satu sarana untuk pembinaan iman dan
mensosialisasikan nilai-nilai kristiani yang diamanatkan oleh Yesus Kristus kepada
anggota-anggotanya dalam hidup menggereja (bdk. Mrk. 16:15). Menurut konsilisi
Vatikan II Gereja adalah persekutuan orang-orang yang dipersatukan dalam
Kristus…, dan telah menerima warta keselamatan untuk disampaikan kepada semua orang (EN. No. 43-45).
Untuk itu penyampaian warta keselamatan Yesus Kristus sekaligus
ajaran-Nya kepada semua orang dilaksankan melalui Katekese. Paus Paulus VI menyatakan
dalam Ensiklik tentang pewartaan Injil “melalui pelajaran agama yang sistematis, akal budi dibina dengan ajaran-ajaran dasar iman kristiani, kenyataan yang
oleh ingatan dan diolah oleh hati sedemikian sehingga merasuki kehidupan dari setiap
anggota umat kristiani agar setiap mereka hidup dan berkarya sesuai dengan ajaran
iman yang sesungguhnya yang berasal dari Allah memlalui Putra-Nya (GS. No 1).
Selain itu dalam sinode para Uskup tahun 1977, para Uskup memberikan
perhatian penuh kepada katekese dalam dunia yang semakin modern ini. Mereka
menegaskan bahwa katakese merupakan suatu bentuk kegiatan Gereja yang tetap dan
mendasar, bentuk pewartaan Injil yang menampilkan ciri kenabian Gereja, di mana
kesaksian dan pengajaran berlangsung serentak. Untuk itu semakin dibutuhkan dan
diusahakan pelbagai bentuk katakese dan aneka bidangnya, antara lain katekese
anak-anak, katekese orang muda, katekese orang dewasa dan lansia serta katekese tentang
devosi-devosi (Ensklik Paus Paulus II, 1979 No. 19). Untuk itu, pada dasarnya
"katekese” ialah pembinaan anak-anak, kaum muda dan orang-orang dewasa dalam iman, yang khususnya mencakup penyampaian ajaran iman kristiani, yang diberikan
secara organis dan sistematis, dengan maksud mengantar para pendengar mencapai
kepenuhan hidup kristiani. Dengan misi mulia ini, Gereja hadir ditengah-tengah dunia
untuk menyampaikan sekaligus membina pengikut-pengikutnya untuk hidup sesuai
dengan ajaran imannya. Dan setiap pengikut atau anggotanya wajib untuk taat dan
setia serta mengamalkan ajaran nilai-nilai iman kristiani ini dalam hidup dan karya
1. Pengertian Katekese
Kata “katekese” berasal dari kata Yunani katekeo yang berarti membuat bergema. Istilah ini kemudian digunakan oleh umat kristiani menjadi istilah khusus
dalam bidang pewartaan (Rukiyanto, 2012: 59). Dalam kitab suci juga terdapat kata
katekese, terutama pada: Luk 1:4, Kis 18:25, Kis 21:21, Rm 2:18, 1Kor 14:19, Gal
6:6. Dalam konteks ini, katekese dimengerti sebagai pengajaran, pendalaman, dan
pendidikan iman agar seorang kristiani semakin dewasa dalam iman, jadi katekese
biasanya diperuntukan bagi orang-orang yang sudah dibaptis di tengah umat yang
sudah kristen.
Dalam Evangelii Nuntiandi, Evangelisasi adalah rahmat dan panggilan khas
Gereja, merupakan jati dirinya yang paling dasar. Gereja ada untuk mewartakan Injil
(EN. No14). Bagi Gereja penginjilan berarti membawa Kabar Baik kepada segala
tingkat kemanusiaan, dan melalui pengaruh Injil mengubah umat manusia dari dalam
dan membuatnya menjadi manusia baru (EN. 18) Injil harus diwartakan melalui
kesaksian hidup (EN. No. 21) Kabar Baik yang diwartakan dengan kesaksian hidup
cepat atau lambat haruslah diwartakan dengan Sabda Kehidupan. Dan segi yang
penting dari pewartaan Sabda Kehidupan adalah kotbah dan katekese. (EN. No. 22) 3.
Catechesi Tradendae Penyelenggaraan katekese oleh Gereja selalu dipandang sebagai salah satu tugas yang amat penting, yang disadari oleh tugas perutusan dari Yesus
sendiri kepada para murid-Nya (CT. No. 1). Katekese yang otentik seluruhnya
berpusat pada Kristus (CT. No. 5). Katekese ialah pembinaan anak-anak, kaum muda
Kristiani, yang pada umumnya diberikan secara organis dan sistematis, dengan
maksud menghantar para pendengar memasuki kepenuhan hidup Kristen (CT. 18).
Untuk itu, katekese dapat mengantar umat pada suatu komitmen iman yng utuh dalam
penghayatan dan pengamalan iman dalam karya nyata sebagai umat kristiani.
2. Tujuan Katekese
Tujuan katekese adalah membawa orang dalam kesatuan dengan Yesus Kristus (CT.
5). Dengan dmikian melalui katekese orang diharapkan dapat mengembangkan
pengertian tentang misteri Kristus dalam ternag Sabda Allah, sehingga seluruh
pribadinya diresapi oleh sabda itu (Rukiyanto, 2012: 62). ). Ditelusuri dari anjuran
Apostolik Catechesi Trandendae, Paus Paulus II mengatakan bahwa tujuan katakese
adalah ‘… berkat bantuan Allah mengembangkan iman dan dari hari ke hari semakin memantapkan peri hidup Kristus umat beriman (Art. 20). Hal ini mengandung makna
bahwa katekese bertujuan membantu mengembangkan iman umat secara terus
menerus dan upaya ini didukung oleh rahmat dan bantuan Roh Kudus yang
membimbing dan berkarya di dalam hati dan pikiran untuk mendorong dan
menyemangati umat beriman dalam usaha memperkembangkan iman.
3.Tugas Katekese
Tugas Katekese adalah membentuk dan membina setiap anggota umatnya dalam
oleh Rukiyanto bahwa katekese merupakan tindakan gerejawi. Dengan demikian
tugas katekese adalah mendukung pertumbuhan Gereja dengan mengembangkan :
1. Pengetahuan iman
2. Pendidikan liturgis
3. Pembinaan moral
4. Mengajar berdoa
5. Membawa orang mmasuk ke dalam hidup jemaat (pendidikan hidup
berjemaat)
6. Menjalin relasi dengan umat dari gereja-gereja lain (dimensi ekumenis) dan
dialog dengan umat beragama lain.
Untuk itu, keenam tugas katekese di atas ini merupakan tugas yang penting dan saling
berhubungan. Tugas-tugas itu dapat dikategorikan menjadi dua hal pokok yaitu
hal-hal yang berkaitan dengan Gereja dan hal-hal-hal-hal yang berhubungan dengan masyarakat.
Tugas pengembangan iman, pendidikan liturgis, mengajar berdoa, dan pendidikan
hidup berjemaat merupakan tugas yang berkaitan dengan intern Gereja, sedangkan
tugas pembinaan moral dan perutusan mengangkut tugas umat di dalam masyarakat.
Dengan kata lain tugas katekese adalah untuk mengembangkan Gereja dengan
mewartakan Kristus dan mendidik untuk semakin beriman dan bertanggung jawab
B. Katekese Umat Model Shared Christian Praxis (SCP)