• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Gambaran Umum Objek Penelitian

Perusahaan telekomunikasi merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa layanan teknologi informasi dan komunikasi, serta jaringan telekomunikasi.

perkembangan telekomunikasi di Indonesia dimulai sejak zaman pemerintahan Belanda pada tahun 1882. pada saat itu, Pemerintah Hindia Belanda mendirikan Perusahaan Post-En Telegraafdienst yang menjadi pelopor Telekomunikasi di Indonesia. Perubahan terjadi di masa setelah kemerdekaan, Perusahaan Post-en Telegraafdienst yang di dirikan oleh Belanda diubah menjadi Perusahaan Negara Pos dan Telekomuniasi (PN Postel) dan telah menjadi milik Indonesia sejak 1961.

Dari tahun ke tahun Perusahaan Telekomunikasi di Indonesia banyak mengalami perubahan dan perkembangan. perkembangan telekomunikasi di Indonesia memiliki peran penting dalam perkembangan ekonomi negara.

seiring dengan perkembangan zaman, telekomunikasi kini telah menjadi kebutuhan bagi masyarakat. Adapun Produk atau jasa yang ditawarkan Perusahaan Telekomunikasi, meliputi layanan telepon, SMS, internet atau broadband, serta jasa pendukung telekomunikasi lainnya. Perusahaan telekomunikasi memiliki prospek yang bagus seiring perkembangan teknologi, peningkatan jumlah pengguna telepon selular dan internet di Tanah Air. dengan melaju pesatnya industri ini memberikan dampak yang luar biasa bagi pertumbuhan ekonomi negara, dengan berkembangnya sektor telekomunikasi secara tidak langsung ikut mendorong sektor sektor lain sebagai penggerak

39

ekonomi rakyat. Berikut merupakan gambaran umum perusahaan-perusahaan sektor telekomunikasi yang menjadi sampel dalam penelitian ini :

1. PT Bakrie Tbk

PT Bakrie Telecom Tbk didirikan pada tahun 1993 dengan nama PT Radio Telepon Indonesia (Ratelindo). PT Bakrie Telecom Tbk meluncurkan layanan jaringan tetap lokal tanpa kabel dengan mobilitas terbatas (Fixed Wireless Access) yang menggunakan teknologi CDMA dengan brand “Esia”

di wilayah Jakarta, Banten dan Jawa Barat, Ratelindo mengubah nama korporasinya menjadi PT Bakrie Telecom. Pada tahun 2006 PT Bakrie Telecom Tbk menawarkan saham perdana kepada publik (Initial Public Offering/IPO) melalui Bursa Efek Indonesia dengan kode saham BTEL.

Pada tahun 2007 PT Bakrie Telecom Tbk mendapat izin dari pemerintah republik Indonesia melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika yang memungkinkan Perseroan menggelar layanan telekomunikasi secara nasional di seluruh wilayah Indonesia. Seiring semakin bertumbuhnya pasar data internet di Indonesia, BTEL mulai menambah layanan dari yang sebelumnya hanya berfokus pada layanan percakapan dan SMS menjadi penyedia layanan data Broadband Wireless Access (BWA) dengan menggunakan teknologi terbaru yang merupakan pengembangan dari CDMA yaitu EVDO (Evolution Data Optimized) yang setara dengan teknologi GSM 3G (third generation) dimana dengan layanan terbaru ini pelanggan dapat menikmati layanan akses internet atau data dengan berbagai media atau gadget.

Pada tahun 2012, BTEL mengintegrasikan merek dagang layanan data internet AHA untuk berada di bawah naungan perusahaan Bakrie

Connectivity (BCON) dan ESIA yang berada di bawah lingkup BTEL.

Perpaduan dua merek dagang besar ini ditandai dengan peluncuran modem ESIA Max-D pada 1 Juni 2012. Adapun visi dan misi dari PT. Bakrie Telecom Tbk antara lain :

a. Visi

Menghubungkan semua generasi dengan dunia digital.

b. Misi

Memberikan pengalaman unik dan menyenangkan bagi pengguna dalam berinter aksi dengan dunia informasi, komunikasi dan hiburan.

2. XL Axiata Tbk

XL Axiata Tbk Memulai usaha sebagai perusahaan dagang dan jasa umum pada tanggal 6 Oktober 1989 dengan nama PT Grahametropolitan Lestari. Pada tahun 1996, perseroan memasuki sektor telekomunikasi setelah mendapatkan izin operasi GSM 900 dan secara resmi meluncurkan layanan GSM. Dengan demikian, XL Axiata menjadi perusahaan swasta pertama di Indonesia yang menyediakan layanan telepon seluler Dikemudian hari, melalui perjanjian kerjasama dengan grup Rajawali dan tiga investor asing (NYNEX, AIF dan Mitsui), nama Perusahaan diubah menjadi PT Excelcomindo Pratama.

Pada September 2005, Perusahaan XL Axiata Tbk melakukan Penawaran Saham Perdana (IPO) dan mendaftarkan sahamnya di Bursa efek Indonesia (BEI). Di tahun 2009 perusahaan tersebut resmi mengubah nama perusahaan menjadi PT XL Axiata Tbk setelah kepemilikan utama sebesar 66,5% saham oleh Axiata through Axiata Investments (Indonesia) Sdn. Bhd., dengan 33,5% saham dimiliki oleh publik.

41

XL Axiata menyediakan layanan bagi pelanggan ritel dan menawarkan solusi bisnis untuk pelanggan korporat. Layanan-layanan ini meliputi Data, Voice, SMS, dan layanan bernilai tambah telekomunikasi seluler lainnya. XL Axiata mengoperasikan jaringan pada teknologi GSM 900/DCS 1800, IMT-2000/3G, dan merupakan operator telekomunikasi pertama di Indonesia yang meluncurkan 4,5G Siap dengan spektrum 1.800 MHz. XL Axiata terus menyediakan kualitas layanan data terbaik bagi pelanggan dengan meluncurkan dan meningkatkan jaringannya. Jumlah BTS XL Axiata telah mencapai 130.217 BTS dengan layanan 4G-LTE yang saat ini tersedia di hampir 425 kota dan wilayah Indonesia dengan lebih dari 39,000 4G BTS.

3. Smartfren Telecom Tbk

PT Smartfren Telecom Tbk didirikan pada tanggal 2 Desember 2002 dengan nama PT Mobile-8 Telecom. pada tahun 2006 PT Mobile-8 Telecom melakukan penawaran umum perdana. Setelah melakukan penawaran umum perdana Perseroan berubah nama menjadi PT Smartfren Telecom Tbk pada tahun 2011.

Pada Bulan Agustus 2015 PT Smartfren Telecom Tbk meluncurkan layanan 4G LTE Advanced secara komersial dengan menggunakan dua teknologi sekaligus, yaitu teknologi FDD dan TDD di frekuensi 850 MHz dan 2300 MHz. Terobosan ini menjadikan PT Smartfren Telecom Tbk sebagai operator yang menerapkan jaringan 4G LTE hybrid yang pertama dan terluas di Indonesia. Sebagai perusahaan penyedia layanan data seluler, produk-produk PT Smartfren Telecom Tbk berfokus pada paket data seluler dengan berbagai segmentasi pasar, di antaranya adalah paket Unlimited

yang memberikan kuota data internet tanpa batas dengan Batas Penggunaan Wajar (Fair Usage Policy), dan paket Super 4G Kuota yang memberikan kuota data besar bagi pengguna. PT Smartfren Telecom Tbk juga menawarkan layanan solusi bisnis digital untuk pelanggan corporate.

Adapun visi dan misi dari PT. Smartfren Telecom Tbk, antara lain :

a. Visi :

Paling dicintai dan dipercaya oleh pelanggan, karyawan, dan pemangku kepentingan.

b. Misi :

Memperkaya kehidupan pelanggan kami melalui produk dan layanan inovatif yang dimungkinkan oleh jaringan 4G LTE terluas dan paling dapat diandalkan di Indonesia.

4. Indosat Tbk.

PT Indosat Tbk didirikan pada tahun 1967 di Indonesia sebagai perusahaan yang menyelenggarakan jasa jaringan telekomunikasi, jasa telekomunikasi serta teknologi informasi serta informatika dan jasa teknologi konvergensi terkemuka di Indonesia dengan merek “Indosat”. Pada tahun 1994 PT Indosat Tbk melakukan penawaran Saham Perdana (IPO) dan mendaftarkan sahamnya di Bursa efek Indonesia (BEI) dengan kode saham ISAT.

Pada tahun 2008 Ooredoo mengakuisisi kepemilikan Singapore technologies telemedia atau STT di PT Indosat Tbk, yang memicu penawaran tender wajib. Ooredoo merupakan perusahaan terbuka yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh Negara Qatar dan entitas afiliasinya. Pada tahun 2015 Indosat berubah menjadi Indosat Ooredoo dan peluncuran

43

layanan komersial 4G-LTE yang pertama di Indonesia. Anggota Grup Ooredoo penyelenggara jasa telekomunikasi global, Indosat Ooredoo menyediakan layanan selular, data tetap dan layanan broadband nirkabelserta layanan telekomunikasi tetap atau layanan suara tetap termasuk SLI, sambungan tetap nirkabel serta sambungan telepon tetap, dan layanan digital. Selain itu, bersama anak-anak perusahaannya, PT Indosat Mega Media (IM2) dan PT Aplikanusa Lintasarta, Indosat Ooredoo menyediakan layanan data tetap atau Multimedia, Internet dan Komunikasi Data (MIDI) seperti IPVPN, penyewaan jalur, layanan internet dan layanan teknologi informasi segmen korporat. Adapun visi dan misi dari PT. Indosat Tbk, antara lain :

a. Visi

Menjadi perusahaan telekomunikasi digital terdepan di Indonesia b. Misi

Terdepan dalam Menyediakan Digital Touch Points, Pemain yang Kuat di Area Prioritas, dan Pemain Yang Cepat dan Fokus

5. Telekomunikasi Indonesia Tbk

Sejarah Telkom dimulai dengan pemisahan layanan pos dan telekomunikasi oleh Pemerintah Indonesia pada tahun 1965. Saat itu PN Postel dipecah menjadi Perusahaan Negara Pos dan Giro (PN Pos dan Giro) dan Perusahaan Negara Telekomunikasi (PN Telekomunikasi).

Selanjutnya, pada 1974, PN Telekomunikasi berubah menjadi dua entitas, yakni Perusahaan Umum Telekomunikasi (Perumtel) dan PT Industri Telekomunikasi Indonesia (PT INTI). PT INTI bergerak di bidang produksi peralatan telekomunikasi. Pada tahun 1991, Perumtel berubah menjadi

perseroan terbatas milik Negara dengan nama resmi PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) yang sering disebut Telkom.

Pada tahun 1995, Telkom mulai memasuki pasar modal nasional dengan mendaftarkan diri pada Bursa Efek Indonesia (BEI) dan sekaligus melangkah di pasar modal internasional, yakni New York Stock Exchange (NYSE). Nilai kapitalisasi pasar di bursa tersebut sampai akhir tahun 2020 masing-masing senilai Rp328 triliun di BEI dan US$23,3 miliar di NYSE.

Kegiatan usaha Telkom selama tahun 2020 sudah sesuai dengan Anggaran Dasar, yakni menyediakan jasa telekomunikasi, informatika, dan jaringan.

Pengembangan kegiatan usaha di berbagai segmen menyesuaikan dengan strategi transformasi digital Telkom dan perkembangan industri telekomunikasi. Adapun Lini bisnis dari PT. Telekomunikasi Indonesia antara lain Data, Digital Service, Legacy, Fixed Services, Connectivity, Satellite, IT Services, Data Center dan Cloud, Business Process Operations (BPO), Device, Digital Service dan Adjacent service, Telecommunication Carrier Services, International, Tower dan Infrastructure, Smart Platform dan E-Commerce, dan Digital Content Property. Adapun visi dan misi dari PT.

Telekomunikasi Indonesia, antara lain :

a. Visi

Menjadi digital telco pilihan utama untuk memajukan masyarakat.

b. Misi

1. Mempercepat pembangunan infrastruktur dan platform digital cerdas yang berkelanjutan, ekonomis, dan dapat diakses oleh seluruh masyarakat

45

2. Mengembangkan talenta digital unggulan yang membantu mendorong kemampuan digital dan tingkat adopsi digital bangsa.

3. Mengorkestrasi ekosistem digital untuk memberikan pengalaman digital pelanggan terbaik.

B. Hasil Penelitian

Dokumen terkait