BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN
A. Gambaran Umum Perusahaan
Patih Bayumas Raden Aria Wiraatmaja pada tahun 1895 mulai merintis kegiatan dengan mendirikan De Purwokertosche Hulp - en
Spaarhak der Indlandsehc Hoofden. Pada awalnya hanya berupa
penyimpanan uang kas masjid yang kemudian dipinjamkan pada priyayi. Setelah modal usaha terkumpul ,dengan bantuan Asisten Residen Banyumas E.Sieburgh, pendirian bank itu dimulai secara resmi. Bank tersebut diberi nama Hulp-em Spaarbank der Indland Bustuurs Amhtenaren yang kemudian dikenal sebagai Bank Perkredian Rakyat pertama di Indonesia . Bank yang merupakan embrio Bank Rakyat Indonesia tersebut beberapa kali berganti nama yaitu menjadi de Poerwokertoshe Hulp Spaar en lanbouw Crediet bank pada tahun 1896, Volkshanken (Bank Rakyat) pada tahun 1898, centrale Kas pada tahun 1912, Aalgemeene Volkscrediet Bank (AVB) pada tahun 1934, pada tahun 1942 menjadi Syomin Ginko.
Setelah Indonesia merdeka, berdasarkan peraturan pemerintah No.1 tahun 1946 ditetapkan Bank Rakyat Indonesia sebagai bank pemerintah pertama. Karena situasi perang kemerdekaan, pada tahun 1948 kegiatan Bank Rakyat Indonesi berhenti sementara. Kegiatan Bank Rakyat Indonesi
aktif setalah perjanjian Renville pada tahun 1949 , dan dirubah menjadi Bank Rakyat Indonesia Serikat.
Berdasarkan PP No.25 tahun 1951 ditetapkan sebagai bank menegah. Melalui PERPU No.41 tahun 1960,dibentuk Bank Koperasi Tani dan Nelayan (BKTN) sebagai peleburan dari Bank Rakyat Indonesia Tani Nelayan dan Nederlandsche Maastchappij (NHM) . Kemudian berdasarkan penetapan Presiden No.9 tahun 1965, BKTN diintegrasikan ke dalam bank Indonesia dengan nama dengan nama Bank Indonesia Urusan Koperasi Tani dan Nelayan.
Satu bulan kemudian, keluar Perpres No. 17 tahun 1965 tentang pembentukan bank tunggal dengan nama Bank Ngara Indonesia.Dalam ketentuan baru itu, Bank Indonesia Urusan Tani dan Nelayan (eks BKTN) diintegrasikan dengan nama Bank Negara Indonesia Unit 11 Bidang Rural,sedangkan NHM memjadi Bank Negara Indonesia Unit 11 Bidang Ekspor Impor (Exim).
Nama Bank Indonesia (BRI) lahir kembali menyusul penetapan 1 Undang - Undang No.14 tahun 1967 tentang Undang - Undang pokok Perbankan dan Undang - Undang No. 13 tahun 1968 tentang Undang - Undang Bank Sentral.
Dengan dicabutnya UU No.12 tahun 1968 oleh UU No.7 tahun 1992, maka berdasarkan pasal 21 ayat 1 UU No. 7 tahun 1992 maka Bank Umum di Indonesia harus berbentuk salah satu seperti bentuk hukum di bawah ini:
a. Perusahaan Perseroan b. Perusahaan Daerah c. Koperasi
d. Perseroan Terbatas
Berdasarkan PP No. 21 tahun 1992 , maka sejak 1 Agustus 1992 BRI menjadi Perushaan Perseroan dimana peralihan bentuk hukum ini tidak mengubah statusnya sebagai BUMN tetapi hak kewajibannya, kekayaan, serta pegawai BRI beralih kepada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) yang dikenal hingga saat ini.
Pendirian peusahaan perseroan dilaksanakan dengan akta notaries No.133 tanggal 1 Juli 1992 yang dibuat oleh dan di hadapan Mahani Salim Sarjana Hukum, Notarsi di Jakarta . Sesuai dengan penjelasan Menkeu RI No.S -940 / MK 01 /1992 tanggal 31 Juli 1992, penyesuaian bentuk hukun tersebut tidak didahului atau dilakukan dengan cara pembubaran BRI (bentuk badan hukum lama). Penyesuaian tersebut pada dasarnya merupakam penggantian dasar pendirian yang semula berdasarakan UU menjadi dalam bentuk akta otentik pendirian PT. sebagaimana diatur dalam kitab Undang - Undang Hukum Dagang.
Ditengah - tengah kondisi perekonomian yang dinamis dan selalu berubah,selama lebih dari 100 tahun BRI tumbuh dan berkembang menjadi suatu bank yang besar , dengan jaringan operasional yang tersebar hampir seluruh pelosok nusantara. Bank Rakyat Indonesia melakukan usaha joint venture dengan lembaga keuangan dari luar negeri, yaitu pendirian anak
perusahaan PT. Inter Pasifik Finance Corporation pada tahun 1973 (lembaga keungan bukan bank dan bergerak dalam pembiayaan investasi surat - surat berharga),yang saat ini telah go public, serta PT Sanwa BRI leasing pada tahun 1983 (bergerak dibidang keuangan yakni menunjang pembiayaan perusahaan yang memerlukan barang modal secara leasing). Pada tanggal 4 Juli 1994 didirikan Malindo Ventura ,yang bergerak dibidang madal ventura, dan merupakan kerjasama antara Malaysia dengan Indonesia dimana BRI relatife banyak andilnya dalam modal ventura tersebut.
Pada Tahun 1988, Bank Rakyat Indonesia (BRI) melebarkan sayapnya ke mancanegara dengan pembukaan kantor di New York (BRI
New York Agency) dap di Cayman Island. Pelebaran sayap ini dengan pembukuan kantor perwakilan dap Divisi Hongkong pada tahun 1990 dap kantor perwakilan di Singapura pada tahun 1991.
2. Visi dan Misi PT. BRI (Persero)Tbk a. Visi
Menjadi Bank Komersial terkemuka yang selalu mengutamakan kepuasan Nasabah.
b. Misi
1) Melakukan kegiatan perbankan yang terbaik dengan mengutamakan pelayanan kepada usaha mikro kecil dan mengengah untuk menunjang perkembangan ekonomi masyarakat.
2) Memberikan pelayanan prima kepada nasabah melalui jaringan kerja yang tersebar luas dan didukung oleh sumber daya manusia yang Professional dengan melaksanakan praktek Good Corporate Goverment
3) Memberikan keuntungan dan manfaat yang optimal kepada pihak - pihak yang berkepentingan.
3. Struktur Organisasi PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero)Tbk. KantorCabang Tangerang
Agar tujuan PT BRI tecapai, diperlukan pedoman atas sistim kerjasama yang baik, Untuk itu harus disusun struktur organisasi, agar tanggung jawab masing - masing pihak dapat terkoordinir dengan baik dan tugas yang dilaksanakan dapat terkontrol dengan baik pula.
Struktur organisasi menggambarkan semua fungsi , departemen atau jabatan yang ada dalam organisasi dan menunjukkan hubungan antar departemen tersebut. Struktur organisasi juga menggambarkan pembagian kerja. rantai perintah, jenis kerja yang dilaksanakan, pengelompokkan bagian-bagian kerja serta tingkat manajemen.
PT. BRI (Persero) Tbk. Kantor Cabang Tangerang merupakan salah satu kepanjangan tangan operasional Kantor Pusat PT. BRI (Persero) Tbk.yang terletak di jalan A.Yani No.4 Tangerang. Kantor Cabang ini merupakan salah satu dari 11 Kantor Cabang yang berada di bawah Kantor Wilayah BRI Jakarta 2 , yang dipimpin oleh seorang Pemimpin Cabang (Pinca), dengan dibantu oleh Manajer Pemasaran (MP) dan Manajer
Operasional (MO). MP bertanggungjawab atas keberhasilan pemasaran produk - produk bank, baik simpanan maupun pinjaman sedangkan MO bertanggung jawab atas kelancaran kegiatan operasional sehari hari.
Struktur organisasi PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Kantor Cabang Tangerang terdiri:
a. Pemimpin Cabang
1) Memimpin kantor cabang sesuai dengan tugas pokok yang telah ditetapkan danmembina kantor cabang dalam rangka meningkatkan pelayanan BRI kepada masyarakat umum.
2) Mewakili dan menandatanganiuntuk dan atas nama Direktur guna menyelenggarakan urusan kantor cabang serta melakukan tindakan-tindakan yang dianggap perlu sebagaimana yang telah dimaksud dalam surat kuasa Direksi.
3) Mengambil keputusan sampai batas wewenang yang telah diberikan menentukan dan mengatur pelaksanakan operasional kantor cabang sesuai dengan peraturan pelaksanakan yang telah digariskan oleh kantor pusat Bank Rakyat Indonesia.
4) Memelihara hubungan dan kerjasama yang baik dengan unit atau sub unit organisasi BRI dan dengan instansi lainnya yang sesuai dengan tugas kantor cabang sampai batas wewenang yang dimilikinya.
5) Melaksanakan internal control terhadap keseluruh kegiatan kantor cabang.
b. Manajer Pemasaran
1) Mengindentifikasi potensi ekonomi yang ada di unit kerjanya.
2) Menerapkan proses kredit yang sesuai dengan KUP (Ketentuan Umum Perkreditan) BRI.
3) Ikut berperan serta secara aktif dalam strategi pengembangan bisnis dan pelayanan kantor cabang, serta dalam menjalani hubungan secara professional antar bank, debitur atau pihak ketiga lainnya yang terkait dengan BRI.
4) Melaporkan adanya masalah-masalah perkreditan kepada pemimpin cabang.
5) Ikut berperan serta sebagai anggota tim penyehatan dan penyelesaian kredit bermasalah di kantor cabang.
6) Manager Pemasaran membawahi Account Officer yang terbagi atas AO kredit program dan AO Kretap/Sun dan Funding Officer.
c. Manajer Operasional
1) Memastikan bahwa pengelolaan kas kantor cabang dan surat - surat berharga telah benar dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
2) Memastikan bahwa pelayanan kas , pelayanan dana jasa (termasuk devisa) dan pelayanan pinjaman serta kegiatan back office telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
3) Memastikan bahwa setiap transaksi pembukuan tunai, kliring dan pemindahbukuan yang menjadi wewenangnya telah disahkan.
5) Menindaklanjuti hasil temuan audit.
6) Manager Opersional bertanggung jawab langsung tehadap: a) Administrasi Kredit, OPK Non Tapsum, OPK Tapsum. b) Accouting dan TSI, Verifikatur, Operator, Laporan, Arsip.
c) Umum, Sekretariat, Personalia, Logistik, Pengemudi, Satpam, Pramubakti.
d. Staf Pemasaran
1) Membantu pimpinan cabang/wakil pimpinan cabang dalam penyusun RKAP kantor cabang.
2) Menganalisa keragaman usaha kantor cabang
3) Memberikan masukan kepada pemimpin cabang atas peluang asar guna memasarkan produk BRI.
4) Memberikan masukan kepada pimpinan cabang/wakil pemimpin cabang atas hasil analisa keragaman usaha Kantor cabang guna meningkatkan kinerja kantor cabang.
5) Membantu pimpinan cabang /wakil pimpinan cabang dalam rangka mencari solusi permasalahan kualitas pelayanan kantor cabang.
e. Asisten Manajer Operasional
1) Memastikan bahwa tidak terjadi transaksi dalam kurun waktu setelah
close system sampai dengan awal hari.
2) Memastikan bahwa semua pegawai yang berada dibawahnya telah siap ditempatkan masing - masing dan melaksanakan flag operasional (mengaktifkan / Menonaktifkan terminal user).
3) Mengelola kas kantor cabang , melaksanakan pergeseran kas antar unit kerja dan memelihara/kerjakan register O.
4) Melaksanakan tambahan kas awal hari/selama jam pelayanan kas bagi supervisor/teller (bagi kantor cabang yang tidak ada supervisor), dan ATM serta menerima setoran kas dari teller/supervisor.
5) Memelihara kerja/kerjakan register surat berharga. Asisten Manager Operasional bertanggung jawab langsung terhadap:
a) Administrasi Dana dan Jasa, UPN, Petugas Devisa, Petugas Administrasi DJS, Jasa (Petugas Kliring, Transfer).
b) Petugas Entry Data
c) Pelayanan Kas,Teller (Teller Kliring) dan Payment Point.
Gambar 4.1
Struktur Organisasi PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk Kantor Cabang Tangerang
4. Produk Bank BRI
Ada beberapa produk simpanan dan jasa layanan yang terdapat pada PT. BRI (Persero)Tbk.Cabang Tangerang. Adapun bentuk simpanan terdiri dari:
a. Rekening Giro BRI
Merupakan rekening Koran untuk nasabah perorangan maupun badan hukum yang penarikan dananya dapat dilakukan sewaktu-waktu sepanjang sadlo cukup dengan menggunkan warkat giro(Cek/Bilyet Giro), terdapat 2 (dua) jenis simpanan giro yaitu giro rupiah dan giro valas.
b. Tabungan
Produk tabungan yang ada di Bank BRI terdiri dari: 1) BritAma
Produk tabungan pihak ketiga dalam mata uang rupiah maupun US Dollar yang penyetoran dan pengambilannya tidak dibatasi baik frekuensi maupun jumlahnya sepanjang memenuhi ketentuan. Produk tabungan ini delengkap dengan fasiliats-fasilitas:
a) AFT (Automatic Funds Transfer): Proses pemindahan dana dari satu rekening ke rekening lainnya , setiap tanggal tertentu dan dengan nominal tertentu yang bersifat tetap.dan rutin.
b) Account Sweep: Proses pemindahan dana dari satu rekening ke rekening lainnya secara otomatis dengan batasan minimal dan maximal.
c) AGF (Automac Grab Fund): Proses pemindah bukuan debet secara otomatis oleh satu rekening dari rekening lain.
d) Kartu ATM BRI: kartu plastic dengan magnetic stripe yang dikeluarkan oleh BRI untuk kepentingan nasabah guna menarfik uang tunai,informasi saldo dan transaksi perbankan kainnya melalui mesin ATM dan atau POS(Point of Sales).
2) ONH BRI
Yaitu rekening tabungan yang dikhususkan untuk nasabah yang berniat untuk menunaikan ibadah haji.
3) Simpedes
Yaitu rekening tabungan dengan berbagai kemudahan bertransaksi melalui ATM BRI dan ATM yang sudah bekerja sama dengan BRI dengan suku bunga yang kompetitif.
c. Deposito BRI (Depobri)
Adalah simpanan berjangka Bank Rakyat Indonesia dalam mata uang rupiah ytang merupakan simpanan dari pihak ketiga kepada bank dan penarikannya hanya dapat dilakukan dalam jangka waktu tertentu sesuai perjanjian yaitu 1 (satu) bulan, 3 (tiga) bulan, 6 (enam) bulan atau 12 (dua belas) bulan, 24(dua puluh empat) bulan.
d. Jasa Layanan
Adapun jasa layanan yang diberikan oleh Bank BRI cabang Tangerang yaitu :
1) Transfer, terdiri dari transfer dana keluar dan transfer dana masuk 2) Transfer dana masuk: proses penerimaan uang dari hasil pengiriman
dana dari unit kerja BRI maupun Bank lain untuk dikreditkan ke rekening nasabah.
3) Transfer dana keluar : perintah dari pihak ketiga /nasabah untuk mengirimkan sejumlah uang untuk kepentingan pihak tertentu melalui unit kerja BI.
4) Kliring: Sarana perhitungan warkat anatar bank yang dilaksanakan oleh bank penyelenggara kliring guna memperluas dan memperlancar lalu lintas pembayaran giral.
5) Sistem BI RTGS (Sistem Bank Indonesia Real Time Gross Settlement): suatu system transfer dana elektronik anatar bank peserta dalam mata uang rupiah yang penyelesaiannya dilakukan secara seketika per transaksi secara individual.
6) Pembayaran Listrik PLN, Jasa pembayaran tagihan listrik secara on line baik untuk nasabah maupun non nasabah
7) Pembayaran Gaji Karyawan (Salary crediting): Mekanisme perpindahan dana dari rekening penampungan atau rekening simpanan ke rekening penampungan/rekening simpanan lainnya pada setiap tanggal efektif tertentu pada bulan ybs.
8) Money Changer, Jasa pelayanan baik nasabah maupun non nasabah untuk melakukan penukaran / jual beli berbagai mata uang asing.