PAPARAN DATA DAN HASIL TEMUAN
A. Gambaran Umum Pondok pesantren Darul Muttaqin
1. Sejarah Pondok Pesantren Darul Muttaqin
Pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam indigenous
Indonesia, selama berabad-abad telah memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan dakwah dan pendidikan Islam di Indonesia. Sebagai wadah pembentukan generasi muslim yang tangguh, pondok pesantren berdiri kokoh membentengi aqidah umat, menanamkan akhlakul karimah, membangun karakter dan menjadi media transformasi nilai-nilai luhur serta ilmu pengetahuan.
Pondok pesantren Darul Muttaqin merupakan salah satu pondok pesantren yang turut mewarnai dunia pendidikan Indonesia. Seluruh potensi dan kemampuan dicurahkan untuk merealisasikan misi tersebut.
Pada tanggal 21 Maret 1921 di sebuah desa yang sangat terpencil dan sepi dari keramaian telah lahir seorang tokoh yang ulet, disiplin dan berfikir maju serta peduli dengan nasib generasinya di masa mendatang, beliau adalah bapak KH. Dimyati (Wawancara dengan Ust. IN pada tanggal 24 November 2016).
Ilmu pengetahuan yang dimilikinya sangat minim, tetapi beliau mempunyai tekad yang kuat untuk menyebarkan syi‟ar Islam di desanya.
Pendidikan beliau hanya sampai kelas 2 SR (Sekolah Rakyat) di masa
sangat mendalam terhadap generasi muslim di desanya dalam menghadapi tantangan di masa yang akan datang, sehingga KH. Dimyati memiliki
i‟tiqad yang kuat untuk menyebarkan ajaran Islam dan membantu para
generasi muslim di desanya untuk mempelajari agama Islam. Akhirnya dengan modal rasa percaya dan keprihatinannya beliau mendirikan sebuah
surau kecil yang berukuran 6 x 4 m2. Tiga bulan setelah pendirian surau
tersebut, kemudian difungsikan surau tersebut untuk kegiatan sholat berjamaah bersama santri. Selain digunakan sebagai tempat shalat, surau juga digunakan sebagai tempat belajar santri untuk menimba ilmu agama yaitu Madrasah Diniyah Awaliyah sebagai awal tumbuhnya pondok pesantren dengan murid pertama yaitu 7 siswa putra putri dan 2/3 dari siswa tersebut adalah putra putranya sendiri. Tidak berhenti di situ saja beliau bertekad untuk menanam tunas-tunas muslim sebagai generasi penerus perjuangannya sehingga beberapa putra dan cucu-cucunya dimasukan ke beberapa pesantren yaitu Pondok Pesantren Babakan Tegal, Lirboyo Kediri dan Gontor Ponorogo dan Lainnya (Wawancara dengan Ust. IN pada tanggal 24 November 2016).
Pada tahun 1965 beberapa anaknya telah lulus dari pondoknya, mereka di antaranya H. Fakhruri, Muid, H. Maksudin dan dibantu tokoh
lainnya akhirnya mulai dibentuklah Yayasan Pendidikan Islam
MIFTAKHUL ULUM sebagai wadah untuk menjembatani proses dan cita- cita pendiri tokoh utama (Wawancara dengan Ust. IN pada tanggal 24 November 2016).
Pada tahun 1988 Tokoh termasyhur Almarhum KH. Dimyati wafat sebelum cita-citanya membangun sebuah pondok pesantren terwujud. Namun lembaga pendidikan Miftahul Ulum terus maju menyiarkan Islam di desa walau di sana-sini kendala dan kesulitan selalu dihadapinya terutama modal yang sangat minim (Wawancara dengan Ust. IN pada tanggal 24 November 2016).
Pada tahun 1991 salah seorang cucu Abah KH. Dimyati, Drs. Ibnu Nashori juga telah menyelesaikan masa studinya di pondok Modern Gontor dengan ilmu dan pengetahuan yang dimilikinya serta kepatuhan terhadap wasiat Abah KH. Dimyati untuk merintis sebuah pondok, beliau pun sangat optimis untuk bergerak dan bercita-cita keras untuk mendirikan sebuah Pondok Pesantren sebagai wujud penerus perjuangan abah tercintanya,
sehingga pada tahun 1993 berdirilah sebuah lembaga Qur‟an sebagai cikal
bakal generasi muda yang qur‟ani dan berdirilah Taman Pendidikan Al-
Qur‟an (Wawancara dengan Ust. IN pada tanggal 24 November 2016). Pada tanggal 14 Maret 2002 terbentuklah sebuah Yayasan Balai Pendidikan Pondok Pesantren Darul Muttaqin, yang mana Darul Muttaqin
itu sendiri memiliki arti yaitu “Tempat orang yang bertaqwa”. Darul
Muttaqin itu merupakan ubahan nama Yayasan Pendidikan Miftahul Ulum, yang kemudian disahkan oleh badan hukum dengan akta Notaris No 24 tanggal 14 Maret 2002 (Wawancara dengan Ust. IN pada tanggal 24 November 2016).
Pada tahun 2005 berdirilah sebuah lembaga KB (Kelompok
Bermain) Darul Muttaqin yaitu sebuah lembaga pendidikan di bawah
naungan Pondok Pesantren Darul Muttaqin sebagai tempat untuk mendidik anak usia dini. Lembaga ini didirikan sebagai sebuah solusi pengasuh dalam mengatasi era globalisasi. Lembaga tersebut dikelola langsung oleh Kyai Drs. Ibnu Nashori dengan jumlah guru 5 orang termasuk istri dari sang kyai. Pada tanggal 10 Maret 2007 / 20 Shafar 1428 H datang 9 orang wali murid menitipkan putra-putrinya di pondok pesantren. Tiga hari kemudian datanglah santri-santri baru dengan jumlah sangat meningkat mencapai 67 orang santri, namun karena minimnya fasilitas asrama maka satu per satu santri memilih untuk tetap tinggal di rumahnya masing-masing. Akan tetapi tiga di antara mereka tetap memilih untuk tinggal di pondok.
Dengan menurunnya jumlah santri yang ada dan salah satu dewan
asatidz pulang ke kampung halamannya, maka Kyai Drs. Ibnu Nashori
turun tangan langsung membimbing, membina serta mengajari kepada 3 santri tersebut selama kurun waktu 5 tahun. Ketiga santri tersebut M. Fasikhudin, Kandri Diana, M. Ozan. Kyai Drs. Ibnu Nashori dengan uletnya dan semangat kepada tiga santri tersebut beliau mengajarkan ilmu-ilmu agama, sehingga kemudian berhasilah beliau menjadikan kedua santri dari ketiga santri tersebut menjadi salah satu dari dewan asatidz yang membimbing santri.
Setelah kiyai Drs. Ibnu Nashori berhasil mengajari ketiga santrinya tersebut kemudian pada tahun 2016 jumlah santri khususnya bagi santri
yang mukim sedikit bertambah yaitu santri putra 8 orang dan santri putri 5 orang.
Di tengah perjalanan tersebut munculah gagasan pemikiran guna mendirikan sebuah lembaga formal jenjang TK, maka pada tahun 2011 berdirilah sebuah lembaga TK Islam Terpadu Darul Muttaqin dan langsung dikelola langsung oleh kyai Drs. Ibnu Nashori sendiri. Beliaulah seorang sosok pejuang sekaligus seorang tokoh muda yang gigih dan ulet untuk
mendirikan lembaga–lembaga yang ada di bawah naungan Yayasan Balai
pendidikan Pondok Pesantren Darul Muttaqin (Wawancara dengan Ust. IN pada tanggal 24 November 2016).
Seiring berjalannya waktu, pada tahun 2012 datanglah 42 santri putra/putri untuk ikut belajar di pesantren. Tidak lama kemudian santri- santri tersebut pun mulai keluar dari pesantren. Sehingga selama 3 tahun berturut-turut jumlah santri hanya mencapai 9 orang santri, dan setelah itu kyai Drs. Ibnu Nashori memutuskan untuk setiap santri yang belajar di pondok wajib mukim 24 jam. Akhirnya tinggalah santri yang mukim berjumlah 6 santri putri dan 11 santri putra (Wawancara dengan Ust. IN pada tanggal 24 November 2016).
Pada Tahun 2014 Kyai Drs. Ibnu Nashori setelah menyelesikan pengabdian di Yayasan Pendidikan Islam Al Muawanah ( YPIA ) selama 14 tahun. Pada malam tanggal 14 Mei 2014 beliau didampingi istrinya berkumpul bersama keluarga besar KH. Dimyati, (KH. A. Fakhruri, Hj. Ziarotin. Ust. M. Lutfil Hakim, S. Ag, Usth. Mulatsih Krisnawati, S. Pd.
Paud) untuk menggagas rintisan lembaga Formal setingkat SLTP. Beberapa
bulan kemudian dikumpulkan lagi semua dewan asatidzah semua pengurus
yayasan, badan wakaf, untuk membahas tindak lanjut proses rintisan lembaga formal tersebut, maka 4 bulan kemudian turunlah izin operasional pendirian Madrasah Tsanawiyah Terpadu (MTST) Darul Muttaqin Kabupaten Tegal (Wawancara dengan Ust. IN pada tanggal 24 November 2016).
Sejalan dengan perkembangan zaman yang semakin maju, maka lembaga MTs Terpadu Darul Muttaqin Kab. Tegal ikut serta andil dalam menyetarakan kemajuan zaman dengan cara menyiapkan kepada santri untuk aktif dalam berbagai kegiatan ekstrakurikuler wajib dan ekstrakurikuler pilihan, di antaranya yaitu Pramuka, kegiatan ini sebagai jenis kegiatan wajib bagi santri yaitu guna menciptakan karakter yang disiplin yaitu “Siap di pimpin dan siap memimpin”, dalam sebuah
mahfudzat dikatakan “Man Jadda Wajada” yang kemudian mahfudzat
tersebut dijadikan sebuah motto para santri yang di terapkan dalam jiwa pramuka MTs Terpadu Darul Muttaqin (Wawancara dengan Ust. IN pada tanggal 24 November 2016).
Pada awal keikutsertaan Jambore Ranting Balapulang pada tahun 2015 berhasil meraih 2 buah piala. “ Tergiat 2 LKBB, Tergiat 3
Penjelajahan Putri” dengan semangat yang membara menjadikan semangat
para santri dan pembina pramuka, sehingga pada tahun 2016 berhasil meraih 4 buah piala kejuaraan. “ Tergiat 1 Penjelajahan Putra, Tergiat 2
Penjelajahan Putri, Tergiat 1 Pionering Putri, Tergiat 2 Pionering Putra”
itulah hasil dari moto kami, Man Jadda Wajada (Wawancara dengan Ust.
IN pada tanggal 24 November 2016).
Ekstrakurikuler pilihan diantaranya “Paskibra, Marching Band, INKAI, PMR, Menjahit, Futsal, Voly Ball, Hadroh, Theater” dengan banyaknya kegiatan Intra dan Ekstra menjadikan santri semangat dalam belajar, terbukti dari beberapa kejuaraan yang diraih para santri. Paskibra berhasil menjadi juara Upacara HUT RI Ke 70 tahun 2015, INKAI berhasil menjadi juara 2 Gosuku tingkat kabupaten tahun 2015, Futsal berhasil menjadi juara harapan 1 tingkat kabupaten tahun 2015, Hadroh berhasil menjadi juara 3 tingkat Kecamatan tahun 2015 (Wawancara dengan Ust. IN pada tanggal 24 November 2016).
2. Visi dan Misi Pondok Pesantren Darul Muttaqin
a. Visi Pondok Pesantren
Berbudi tinggi, berpengetahuan luas, berdaya saing dan unggul prestasi.
b. Misi Pondok Pesantren
1) Melaksanakan proses pembelajaran secara berimbang terpadu dan
berkualitas agar terwujud insan yang kamil.
2) Meningkatkan indeks prestasi peserta didik dalam bidang Akademis
3) Menggali dan mengembangkan potensi peserta didik dalam bidang akademis dan Non Akademis untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
4) Menumbuh kembangkan jiwa kompetitif yang sehat (Ruhut tasabuq)
pada peserta didik agar memiliki daya saing dalam kehidupan di masyarakat.
3. Sarana, Prasarana, dan Fasilitas
Pondok pesantren Darul Muttaqin termasuk pesantren yang baru berdiri sekitar dua tahun dan merupakan satu-satunya pondok pesantren yang berdiri di Desa Bukateja. Adapun lembaga pendidikan Islam yang bernaung dibawahnya yaitu PAUD, TKIT, TPQ , MDTA, MTS Terpadu, Majelis Ta‟lim, dan Tahfidzul Quran. Walaupun dilihat dari segi sarana dan prasarana masih sangat kurang, tetapi hal tersebut tidak membuat para
santri dan ustadz atau kiyai berkecil hati. Dengan sarana prasarana yang
seadanya tersebut, mereka tetap melaksanakan proses pendidikan dan pengajaran sebagai suatu keharusan dan misi utama pesantren. Pelaksanaan pendidikan di pondok pesantren Darul Muttaqin ini yaitu bagi santri mukim yang akan melanjutkan jenjang pendidikan di MTS, maka ia harus masuk ke dalam pendidikan MTS yang ada di pondok.
Adapun sarana dan prasarana pendidikan yang ada di pondok pesantren Darul Muttaqin yaitu (Dokumentasi PP. Darul Muttaqin, 24 November 2016):
Tabel 3.1 Sarana dan Prasarana
No Nama Sarana dan Prasarana Jumlah Ruang
1. TPQ 2
2. MDTA 3
3. MTS 3
4. Kantor guru 1
5. Ruang tata usaha 1
6. Tempat Ibadah 1
7. Kamar mandi 2
8. Asrama putra 1
9. Asrama putri 1
(Dokumentasi PP. Darul Muttaqin, 24 November 2016)
4. Program Pendidikan dan Pengajaran
a. Metode
Pelaksanaan pendidikan dan pengajaran akan berhasil manakala metode yang diterapkan efektif dan terarah dengan baik. Untuk itu dalam hal ini pondok pesantren Darul Muttaqin lebih memilih
menerapkan metode bandongan untuk menunjang keberhasilan para
santrinya dalam menuntut ilmu (Wawancara dengan Ust. MS pada tanggal 24 November 2016).
Metode bandongan yaitu kyai membaca, menerjemahkan, menerangkan kalimat demi kalimat yang diajarinya. Santri secara cermat mendengarkan penjelasan yang disampaikan oleh ustadz dan santri juga mencatat atau memberi makna pada masing-masing kitab yang mereka pegang. Metode pengajaran ini tidak bergantung pada lamanya tahun belajar tetapi berpatokan pada kapan murid tersebut
mengkhatamkan kitab yang telah ditetapkannya tersebut (Wawancara dengan Ust. MS pada tanggal 24 November 2016).
Dalam pendidikan tauhid ini metode bandongan yang sudah diterapkan belum sesuai, karena santri belum bisa menerapkan bagaimana cara membaca kitab dengan baik terutama dalam masalah
ilmu alatnya (ilmu nahwu dan shorofnya). Akan tetapi tidak lantas
menjadikan pendidik menyerah untuk mendidik para santrinya, beliau juga memberikan motivasi-motivasi kepada para santrinya agar mereka mau belajar lebih sungguh-sungguh dalam mempelajari ilmu tauhid, karena menurutnya tauhid itu adalah pondasi umat Islam dalam mengenal Allah dan sebagai pedoman bagi dirinya dalam bergaul di masyarakat (Wawancara dengan Ust. MS pada tanggal 24 November 2016).
b. Kurikulum
Kurikulum pendidikan tauhid di pondok pesantren Darul Muttaqin yaitu dilakukan sekali dalam seminggu yang di ampu oleh Ustadz M. Sofwani yang mana pendidikan tauhid ini merupakan pendidikan yang fundamental bagi santri dan para asatidz serta di anggap sangat penting sebagai pondasi bagi para santrinya (Wawancara dengan Ust. IN pada tanggal 24 November 2016).
Kitab tauhid yang digunakan di pondok pesantren ini yaitu ada kitabus sa‟adah, kitab kifayatul awam, dan kitab tijanu daruri. Kitab- kitab ini dikaji tidak mengenal lamanya santri dalam belajar di pondok,
akan tetapi menunggu kitab itu khatam dikaji. Setelah satu kitab khatam maka baru dilanjutkan kitab tauhid yang lain dan begitu seterusnya. Di samping para santri mengkaji kitab-kitab tauhid tersebut mereka juga dibekali oleh para asatidz yang lain untuk menunjang pendidikan tauhid tersebut yaitu diadakannya kegiatan sholat dhuha berjama‟ah dan juga selalu ada bimbingan dari pimpinan pondok yaitu dilakukan di tiap bulan yaitu di awal dan akhir bulan. Kegiatan
bimbingan ini diikuti oleh semua santri dan dewan asatidz (Wawancara
dengan Ust. IN pda tanggal 24 November 2016).
c. Jadwal Kegiatan Santri
Tabel 3.2 Jadwal Kegiatan
Pondok Pesantren Darul Muttaqin
No Waktu Jenis Gegiatan
1 03.30 - 03.45 Bangun Pagi
2 03.45 - 04. 15 Sholat Taubat & Tahajud
3 04.15 - 04.45 Sholat Shubuh 4 04.45 - 05.00 Tadarus Al -Qur'an 5 05.00 - 05.30 Al- Mufrodzat 6 05.30 - 06.00 Mandi Pagi 7 06.00 - 06.30 Persiapan Sekolah 8 06.30 - 06.40 Berangkat Madrasah 9 06.40 - 07.00 Tadribul Lughot 10 07.00 - 07.15 Sholat Dhuha 11 07.15 - 09.45 KBM Di Kelas 12 09.45 - 10.15 Istirahat 13 10.15 - 12.15 KBM Di Kelas 14 12.15 - 12.35 Sholat Duhhur 15 12.35 - 13.15 KBM Di Kelas 16 13.15 - 14.00 Makan Siang
17 14.00 - 15.00 Istirahat 18 15.00 - 15.45 Sholat Asyar 19 15.45 - 16.45 Darsul Idhof 20 16.45 - 17.30 Mandi Sore 21 17.30 - 18.15 Sholat Maghrib 22 18.15 - 18.45 Tadarus Al -Qur'an 23 18.45 - 19.15 Makan Malam 24 19.15 - 19.40 Sholat Isya 25 19.40 - 20.10 Pengajian Kitab 26 20.10 - 21.30 Belajar Malam 27 21.30 - 22.00 Istirahat 28 22.00 - 03.30 Tidur Malam
(Dokumentasi PP. Darul Muttaqin, 24 November 2016)
Tabel 3.3
Jadwal Kegiatan Ba‟da „isya
No Waktu Malam Nama Tutor Mata
Pelajaran
1. 19.30-20.00 Senin KH. A. Fakhruri Fiqih Ibadah
2. 19.30-20.00 Selasa Ust. M .Sofwani Tauhid
3. 19.30-20.00 Rabu Ust. Alik hamdani Seni Baca
Al-Quran
4. 19.30-20.00 Kamis Ust. M. Lutfil
Hakim, S.Ag
Ahlak Lil Banin
5. 19.30-20.00 Jum‟at Ust. Alik hamdani Seni Baca
Al-Quran
6. 17.00-17.30 Rabu Sore Ust. Drs. Ibnu
Nashori
Ta‟limul Muta‟allim (Dokumentasi PP. Darul Muttaqin, 24 November 2016)
Tabel 3.4 Jadwal Kegiatan
Al-Mufrodat
No Hari Putra Putri Mata
Pelajaran
1. Senin Ust. M Fasikhudin Nur Aena .I. Al-Mufrodat
3. Rabu Ust. M Fasikhudin Nur Aena .I. Al-Mufrodat
4. Kamis Ust. M Fasikhudin Ust. Kandri
Diana
Muhadatsah
5. Jum‟at Ust. M Fasikhudin Nur Aena .I. Al-Mufrodat
6. Sabtu Ust. Kandri Diana Ati Muji .R. Al-Mufrodat
7. Ahad Ust. Kandri Diana Ust. M
Fasikhudin
Muhadatsah (Dokumentasi PP. Darul Muttaqin, 24 November 2016)
d. Struktur Organisasi Santri