• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 4. HASIL PENELITIAN

4.1 Gambaran Umum RSUD Tgk Abdullah Syafii

Gambaran umum tentang wilayah penelitian diperlukan untuk memberikan pemahaman mengenai lokasi dan permasalahan yang akan diteliti. Berikut akan diberikan gambaran mengenai RSUD Tgk Abdullah Syafii Kabupaten Pidie Aceh.

1. Sejarah Perkembangan RSUD Tgk Abdullah Syafii

RSUD Tgk Abdullah Syafii Kabupaten Pidie Aceh pada awalnya bernama Rumah Sakit Beureunuen, dan pada tahun 2000 Pemerintah Kabupaten Pidie mulai menganggarkan dana untuk pembangunan Rumah Sakit Beureunuen. Rumah Sakit Beureunuen yang beralamat di Jalan Banda Aceh-Medan Km.125,5 Kota Mini Beureunuen, pertama sekali memulai operasionalnya pada tanggal 4 April 2005 dengan bantuan sebuah NGO internasional yang berbasis di Perancis yaitu MSF (Medicins Sans Frontier) tepatnya 100 hari setelah musibah gempa & tsunami terjadi dan pada tanggal 30 April 2005 Rumah Sakit Beureunuen diresmikan oleh Bapak Bupati Ir.Abdullah Yahya,MS.

Pada awal operasionalnya sejak bulan April 2005 sampai dengan bulan Desember 2005 Rumah Sakit Beureunuen masih memfungsikan satu buah gedung utama yang terdiri dari : UGD (2 bed), Ruang ICU (3 bed) Kamar Ruang Rawat Inap (9 bed), Ruang Dressing, Ruang Observasi (3 bed), Ruang Sterilisasi yang berada di

lantai bawah, sedangkan untuk lantai atas dipergunakan untuk ruang kantor dan ruang farmasi.

RSU Beureunuen membuka pelayanan 24 jam dokter jaga, dan semua pasien tidak dilakukan pemungutan biaya apapun. Masyarakat yang berobat terutama dari kalangan miskin, korban tsunami, dan korban konflik. RSU Beureunuen juga melayani masalah psikososial oleh tenaga psikolog dan psikiater. Pasien psikososial mengalami masalah psikologi terutama berupa gangguan psikis setelah trauma (post traumatic stress disorder), depresi dan gangguan cemas. Dari bulan Januari sampai dengan bulan Desember 2005 kunjungan pasien cukup tinggi, yaitu jumlah pasien rawat inap 808 pasien, jumlah pasien dressing 567 pasien, jumlah pasien rawat jalan 1375 pasien, jumlah pasien psikososial 51 pasien. Adapun jumlah staf yang bertugas selama awal beroperasinya RSU Beureunuen adalah dokter umum 4 orang, perawat 26 Orang, cleaning service 5 orang, driver 3 orang dan security 4 orang.

Pada bulan Januari 2006 NGO MSF menarik diri dari RSU Beureunuen dengan alasan masa tanggap darurat pasca tsunami sudah selesai. Dalam perkembangannya, tahun 2006 RSU Beureuneun berganti nama dan disahkan operasionalnya dengan keluarnya SK Bupati Pidie No.73, tanggal 5 Februari 2006 tentang Operasional RSU Mutiara Beureunuen Kabupaten Pidie. Pada tahun 2006 total jumlah pasien adalah 4.396 pasien. Kapasitas bed ruang rawat inap meningkat menjadi 18 bed, dan untuk pelayanan rawat jalan sudah dibuka poli umum dan pasien dilayani oleh dokter umum tetapi pada jadwal tertentu dilayani oleh dokter

Pada Tahun 2006 RSU Mutiara Beureunuen terus membenahi diri dengan dibangunnya empat gedung baru yang didanai oleh BRR dan APBD yaitu Ruang Rontgen, Ruang Dapur/Gizi, Ruang Laboratorium, dan Ruang Rawat Bedah sehingga kedepan diharapkan RSU Mutiara Beureunuen dapat bersaing dengan Rumah Sakit lain yang ada di Nanggroe Aceh Darussalam dalam hal kualitas pelayanan.

Pada tahun 2007 pelayanan pada RSU Mutiara Beureunuen sudah mulai ada penambahan, yaitu pelayanan pemeriksaan laboratorium, pelayanan poli gigi, dan pelayanan KIA (Persalinan, Rawat Anak, Imunisasi, dan termasuk Antenatal Care).

Jumlah staf pun mengalami penambahan berjumlah 81 orang. Pada tanggal 30 November 2007 keluar Registrasi dari Dinkes Provinsi Aceh No.

P2TSP.445/4173/2007, tentang Registrasi RSU Mutiara menjadi Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Beureunuen

Pada tahun 2008, Bupati Pidie mengajukan Usulan Penetapan Kelas RSIA Beureuneun kepada Menteri Kesehatan RI dengan surat usulan No. 065/7045, tanggal 1 Juli 2008, namun sampai saat ini RSUD Tgk.Abdullah Syafi′i Beureunuen belum ada Kelas. Selanjutnya pada tahun 2009 diusulkan untuk Registrasi RSIA Beureunuen ke Kementerian Kesehatan RI, maka keluarlah Registrasi RSIA Beureunuen berdasarkan surat No. IR.01.01/I.1/3362/2009, dengan nama Rumah Sakit Ibu dan Anak Beureuneun, dengan kode Registrasi: 11.09.0.27. Sejak tahun 2010 RSIA Beureuneun disetujui oleh Kemenkes RI sebagai PPK Jamkesmas.

Seiring dengan perkembangan Kabupaten Pidie, RSUD Tgk.Abdullah Syafi′i juga mengalami penambahan dalam hal jumlah tenaga, alat kesehatan dan fasilitas lainnya.

2. Visi dan Misi

Adapun Visi dan Misi RSUD Tgk Abdullah Syafii Kabupaten Pidie Aceh adalah sebagai berikut:

a. Visi

“Menjadikan RSUD Tgk.Abdullah Syafi′i sebagai Rumah Sakit Umum Terbaik dan Menjadi Kebanggaan Masyarakat Kabupaten Pidie khususnya serta Masyarakat Provinsi Aceh pada umumnya”.

b. Misi

1) Menjadikan Rumah Sakit Umum Daerah terbaik di Kabupaten Pidie.

2) Menyelenggarakan pelayanan kesehatan kepada masyarakat secara prima, terjangkau dan profesional.

3) Mengembangkan pembangunan gedung Rumah Sakit sesuai Master Plan secara bertahap, melengkapi peralatan medis dan non medis serta pengembangan fasilitas-fasilitas umum di Rumah Sakit agar mampu memberikan rasa aman dan nyaman, serta menyenangkan bagi pelanggan.

4) Meningkatkan kompetensi Sumber Daya Manusia pada semua lini pelayanan di Rumah Sakit dalam rangka pencapaian standar pelayanan minimal, memberikan pelayanan kesehatan perorangan dengan handal, santun dan meningkatkan daya saing minimal di wilayah Kabupaten Pidie.

5) Memberikan pelayanan yang berorientasi kepada kepentingan pelanggan yang bisa dipertanggung jawabkan secara medik maupun secara moral.

3. Tujuan

Tugas RSUD Tgk.Abdullah Syafi′i adalah melaksanakan upaya kesehatan secara berdaya guna dan berhasil guna dengan mengutamakan upaya penyembuhan, pemulihan yang dilaksanakan secara serasi, terpadu dengan upaya peningkatan serta pencegahan, dan melaksanakan upaya rujukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

4. Fungsi

Berdasarkan tugas di atas, maka fungsi RSUD Tgk.Abdullah Syafi′i Kabupaten Pidie adalah sebagai

1) Pelayanan medis

1) Pelayanan penunjang medis dan non medis 2) Pelayanan asuhan keperawatan

3) Pelayanan rujukan

4) Pelaksanaan pendidikan dan pelatihan 5) Pelaksanaan penelitian

6) Pengelolaan administrasi dan keuangan.

5. Struktur Organisasi

Pembentukan, kedudukan, tugas pokok, fungsi dan susunan organisasi RSUD Tgk Abdullah Syafii telah dituangkan dalam Qanun Kabupaten Pidie Nomor 05 tahun 2008 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Teknis Daerah kabupaten Pidie, namun sampai kini belum disahkan struktur organisasinya yang berdiri sendiri sebagai sebuah Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK).

6. Personalia

Saat ini RSUD Tgk Abdullah Syafii didukung oleh tenaga kesehatan dan non kesehatan baik PNS maupun non PNS seperti terlihat pada tabel berikut :

Tabel 4.1. Personalia PNS di RSUD Tgk Abdullah Syafii Kabupaten Pidie Tahun 2014

No. Pendidikan Jumlah Keterangan

1. Magister Administrasi Rumah Sakit

Tabel 4.2. Personalia Non PNS di RSUD Tgk Abdullah Syafii Kabupaten Pidie Tahun 2014

No. Pendidikan Jumlah Keterangan

Tenaga Bakti

6. Fasilitas Pelayanan a. Indikator Pelayanan

Status pelayanan kesehatan RSUD Tgk Abdullah Syafii Kabupaten Pidie Aceh sebagai indikator pelayanan Rumah Sakit yaitu dengan melihat pemanfaatan tempat tidur, interval penggunaan tempat tidur, rata-rata lama perawatan dan angka kematian pada pasien yang dirawatp, selengkapnya dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 4.3 Indikator Pelayanan Kesehatan RSUD Tgk Abdullah Syafii Kabupaten Pidie Tahun 2014

No. Indikator Tahun 2012 Tahun 2013 Tahun 2014

1. Jumlah Tempat Tidur 72 99 185

2. BOR 49,09% 43,99% 93,95%

3. LOS 2,7 hari 2,75 hari 2,50 hari

4. BTO 65,31kali 51,21 kali 65,11 kali

5. TOI 2,79 3,99 2,99

6. NDR 0,37‰ 0,70‰ 0,46‰

7. GDR 10,08‰ 6,03‰ 7,15‰

Status pelayanan kesehatan RSUD Tgk Abdullah Syafii Kabupaten Pidie Aceh sebagai indikator pelayanan Rumah Sakit yaitu salah satunya dengan melihat pemanfaatan tempat tidur (BOR) yaitu pada tahun 2012 nilai BOR sebesar 49.09%, tahun 2013 sebesar 43,99% dan 014 setelah diberlakukannya program JKN oleh BPJS sejak Januari 2014 meningkat tajam menjadi 93,95%.

4.2 Data Rujukan Pelayanan Kesehatan JKN dari Puskesmas Ujong Rimba,