• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 4. HASIL PENELITIAN

4.3 Penyajian dan Analisis Data

4.3.2 Ketersediaan Tenaga Kesehatan, Ketersediaan Obat-

dengan Rujukan Pelayanan Kesehatan JKN ke RSUD Tgk Abdullah Syafii Kabupaten Pidie Aceh

Hasil wawancara dikelompokkan berdasarkan ketersediaan sumber daya manusia (tenaga kesehatan dan non kesehatan), ketersediaan sarana dan prasarana fasilitas kesehatan, ketersediaan obat, dan akses jalan di fasilitas kesehatan tingkat I yaitu 3 puskesmas yang merujuk pelayanan kesehatan JKN ke RSUD Tgk Abdullah Syafii Kabupaten Pidie.

1. Ketersediaan tenaga kesehatan dan non kesehatan

Berdasarkan hasil wawancara tentang ketersediaan tenaga kesehatan dan non kesehatan dengan 3 kepala puskesmas (Puskesmas Ujong Rimba, Puskesmas Mutiara, dan Puskesmas Tiro) dan 3 pasien rujukan masing-masing puskesmas diperoleh informasi sebagaimana dirangkum pada matrik berikut ini.

Tabel 4.5. Matrik Jawaban Informan tentang Ketersediaan Tenaga Kesehatan dan Non Kesehatan di Puskesmas yang Merujuk

Pelayanan Kesehatan JKN ke RSUD Tgk Abdullah Syafii Kabupaten Pidie Aceh

Informan Jawaban

1: Kapus Ujong Rimba

“Tenaga kesehatan di Puskesmas Ujong Rimba ini belum sesuai, dokter umum baru satu orang dan tenaga kesehatan masyarakat baru satu orang serta tenaga analis belum ada.”

“Begitu juga tenaga non kesehatan belum sesuai, belum ada tenaga akuntansi keuangan dan tenaga administrasi masih kurang.”

“Jika dokter tidak berada di puskesmas (berhalangan) kami langsung merujuk pasien, terutama pasien gawat darurat.”

2: Pasien “Kalau masalah tenaga saya kurang tau, yang pasti dokter ada, dan yang penting kalau datang ke puskesmas, obat ada, ya habis itu pulang.”

3: Kapus Mutiara

“Tenaga kesehatan di Puskesmas Mutiara ini belum sesuai dengan kebutuhan, karena tenaga analis dan dokter gigi belum ada.”

“Tenaga non kesehatan belum sesuai, karena belum ada tenaga akuntansi yang menangani khusus administrasi keuangan puskesmas.”

“Jika dokter tidak berada di puskesmas (berhalangan) dan ada pasien langsung dirujuk kalau pasiennya emergency.”

Tabel 4.5. (Lanjutan)

Informan Jawaban

4: Pasien “Ohh ya… kurang tahu, karena saya saya khan masyarakat biasa, mana saya tahu pasti yang saya tau ada seorang dokter atau perawat. Klo dah dikasih obat langsung pulang”.

5: Kapus Tiro “Tenaga kesehatan di Puskesmas Tiro ini hampir sesuai, mungkin 2 tahun lagi sudah sesuai, seperti tenaga analis belum ada dan tenaga dokter umum baru 1 orang.”

“Tenaga non kesehatan belum cukup, karena tenaga teknik komputer serta tenaga akuntansi keuangan tidak ada di puskesmas ini.”

“Jika dokter tidak berada di puskesmas (berhalangan) pasien yang berkunjung langsung kami rujuk terutama pasien yang termasuk gawat darurat atau emergency.”

6: Pasien “Kurang lengkap tenaga kesehatan, kadang-kadang di poli umum, perawat yang melayani pasien seharusnya kan dokter yang melayani pasien”.

Berdasarkan data hasil wawancara di atas, dapat diketahui secara umum di ketiga puskesmas (Puskesmas Ujong Rimba, Puskesmas Mutiara, da Puskesmas Tiro) ketersediaan tenaga kesehatan maupun non kesehatan masih kurang. Tenaga kesehatan yang kurang di ketiga puskesmas adalah dokter gigi, dokter umum dan analis. Masing-masing puskesmas sudah memiliki 1 orang dokter dan umumnya adalah kepala puskesmas. Sedangkan tenaga non kesehatan yang masih kurang rata-rata petugas administrasi umum maupun keuangan. Sehingga untuk menyikapi ini

tenaga perawat berperan ganda sebagai tenaga administrasi/tata usaha. Sementara informasi dari para pasien, hanya satu pasien menyatakan kurang tenaga kesehatan di puskesmas, dua lainnya menyatakan kurang tahu.

2. Ketersediaan obat-obatan di Puskesmas

Berdasarkan hasil wawancara tentang ketersediaan obat-obatan di Puskesmas dengan 3 Kepala Puskesmas yang berada yang merujuk pelayanan kesehatan JKN ke RSUD Tgk Abdullah Syafii Kabupaten Pidie Aceh diperoleh informasi sebagaimana dirangkum pada matrik berikut ini.

Tabel 4.6 Matrik Jawaban Informan tentang Ketersediaan Obat-obatan di Puskesmas yang Merujuk Pelayanan Kesehatan JKN ke

RSUD Tgk Abdullah Syafii Kabupaten Pidie Aceh

Informan Jawaban

1: Kapus Ujong Rimba

“Dasar pengadaan obat-obatan di puskesmas ini yah… kalau satu item obat tidak ada di gudang farmasi, maka harus membeli obat untuk melayani pasien di puskesmas.”

“Ketersediaan obat-obatan di puskesmas ini, khususnya untuk pasien JKN kurang lengkap, karena selama ini pasien yang berobat gratis..”

“Jenis obat yang paling sering dan paling banyak dibutuhkan adalah analsiatik, analgesik, vitamin syrup anak-anak, anti nyeri, obat antasida, dan obat ISPA.”

“Keluhan pasien berkaitan dengan ketersediaan obat-obatan di puskesmas ini yah ada, terutama pada akhir bulan karena kurangnya stok obat di gudang farmasi”.

2: Pasien “Kalau masalah obat ya lengkap, tapi kalau saya datang pada akhir bulan obat dah kurang, Cuma dikasih untuk 3 malam saja.”

Tabel 4.6 (Lanjutan)

Informan Jawaban

3: Kapus Mutiara “Obat-obatan di puskesmas ini kadang-kadang pada akhir bulan sering kurang beberapa obat di gudang farmasi, sehingga stok di puskesmas tidak terpenuhi.”

“Ketersediaan obat-obatan di puskesmas ini, belum lengkap, selama JKN banyak pasien yang berobat apalagi gratis.”

“Jenis obat yang paling sering dan paling banyak dibutuhkan adalah analseptik, obat ISPA, antibiotic, vitamin untuk anak-anak, analgesic dan obat batuk.”

“Keluhan pasien berkaitan dengan ketersediaan obat-obatan di puskesmas ini banyak, seperti yang diberikan tidak sama dengan yang ditulis diresep dokter, maka pasien minta dirujuk saja, dikarenakan obat cepat habis stoknya.”

4: Pasien “Kalau obat-obatan yah banyak, tapi kalau saya, udah dikasih resep oleh dokter habis itu pulang terus”.

5: Kapus Tiro “Ketersediaan obat-obatan di puskesmas ini masih kurang..”

“Jenis obat yang paling sering dan paling banyak dibutuhkan adalah antibiotic, antiseptic, obat ISPA, vitamin anak-anak dan obat nyeri.”

“Keluhan pasien berkaitan dengan ketersediaan obat-obatan di puskesmas ini ada, terkadang pasien mengeluh obat yang diberikan tidak sesuai sehingga mereka minta dirujuk.”

6: Pasien “Obat ya ada, klo saya tau obat itu kan harus makan hari, ni ternyata dikasih 2 hari saja.”

Berdasarkan data hasil wawancara di atas, dapat diketahui secara umum di ketiga puskesmas (Puskesmas Ujong Rimba, Puskesmas Mutiara, dan Puskesmas Tiro) ketersediaan obat-obatan masih kurang. Obat yang ada di ketiga puskesmas

pada umumnya semakin menipis pada akhir bulan. Informasi dari pasien juga memberitahukan hal yang sama tentang kurangnya obat di ketiga puskesmas.

Sehingga untuk menyikapi ini pihak puskesmas merujuk pasien ke rumah sakit dan sering terjadi pasien yang mengetahui obat yang diberikan kurang, mereka meminta rujukan langsung.

3. Kelengkapan Sarana dan Prasarana Kesehatan di Puskesmas

Berdasarkan hasil wawancara tentang kelengkapan sarana dan prasarana kesehatan di Puskesmas dengan 3 Kepala Puskesmas yang merujuk pelayanan kesehatan JKN ke RSUD Tgk Abdullah Syafii Kabupaten Pidie Aceh diperoleh informasi sebagaimana dirangkum pada matrik berikut ini.

Tabel 4.7. Matrik Jawaban Informan tentang Kelengkapan Sarana dan Prasarana Kesehatan di Puskesmas yang Merujuk Pelayanan

Kesehatan JKN ke RSUD Tgk Abdullah Syafii Kabupaten Pidie Aceh

Informan Jawaban

1: Kapus Ujong Rimba

“Fasilitas kesehatan yang ada di puskesmas ini belum lengkap, termasuk ruang konsultasi gizi dan ruang kejiwaan, serta ruang bersalin.”

“Sementara kondisi fasilitas kesehatan yang sudah ada bila ditinjau dari segi jumlah masih terbatas pengadaannya, kalau segi pemakaian masih bagus dan layak untuk digunakan..”

“Jika fasilitas kesehatan yang dibutuhkan untuk melayani pasien JKN tidak ada di puskesmas ini, kami akan merujuk pasien ke fasilitas tingkat lanjut atau fasilitas yang lebih tinggi.”

2: Pasien “kalau kelengkapan fasilitas kesehatan di puskesmas baik, sekarang gudang saja sudah dibikin baru, dah enak untuk berobat, tempatnya udah nyaman”

Tabel 4.7. (Lanjutan)

Informan Jawaban

3: Kapus Mutiara “Fasilitas kesehatan yang ada di puskesmas ini belum lengkap seperti ruang klinik jiwa dan lab, mikroskop juga tidak ada.”

“Kondisi fasilitas kesehatan yang sudah ada masih kurang kualitasnya atau belum sesuai dengan apa yang diharapkan.”

“Jika fasilitas kesehatan yang dibutuhkan untuk melayani pasien JKN tidak ada di puskesmas ini, pasien JKN yang dating langsung dirujuk ke fasilitas kesehatan tingkat lanjut.”

4: Pasien “Kurang lengkap, makanya saya dirujuk saja.”

5: Kapus Tiro “Fasilitas kesehatan yang ada di puskesmas ini belum lengkap, tidak tersedia laboratorium dan poli gigi.”

“Sementara kondisi fasilitas kesehatan yang sudah ada masih kurang karena obat yang tersedia terbatas.”

“Jika fasilitas kesehatan yang dibutuhkan untuk melayani pasien JKN tidak ada di puskesmas ini, dilakukan rujukan pelayanan kesehatan ke faskes tingkat lanjut.”

6: Pasien “Yah … dah lumayan lengkaplah, tapi denger-denger mikroskop di lab tidak digunakan karena tidak ada tenaga ahlinya.”

Berdasarkan data hasil wawancara di atas, dapat diketahui secara umum di ketiga puskesmas (Puskesmas Ujong Rimba, Puskesmas Mutiara, dan Puskesmas Tiro) ketersediaan fasilitas kesehatan di puskesmas masih kurang. Fasilitas yang kurang adalah ruang perawatan seperti poli gigi, laboratorium dan ruang konsultasi untuk gizi dan kejiwaan. Sedangkan peralatan kesehatan yang kurang adalah

mikroskop. Satu puskesmas sudah memiliki mikroskop tapi tenaga ahli yang tidak ada. Sementara informasi dari pasien, satu orang menyatakan sudah lengkap karena suasana puskesmas sudah nyaman dan dua orang menyatakan kurang lengkap sehingga mereka minta dirujuk.

Tabel 4.8. Matrik Jawaban Informan tentang Rujukan Pelayanan Kesehatan di Puskesmas yang Merujuk Pelayanan Kesehatan JKN RSUD

Tgk Abdullah Syafii Kabupaten Pidie Aceh

Informan Jawaban

1: Kapus Ujong Rimba

“Pelayanan kesehatan yang paling banyak dirujuk ke rumah sakit adalah pelayanan kesehatan mata, DM, ibu hamil resiko tinggi, kejiwaan, lab dan rongent.”

“Penyakit yang dirujuk ada beberapa yang termasuk dalm 155 jenis penyakit yang seharusnya bias dilayani di

puskesmas, namun dilakukan rujukan karena puskesmas tidak memiliki sarana untuk memeriksa..”

“Rujukan pelayanan kesehatan kebanyakan atas rekomendasi dokter apalagi bila sarana tidak mendukung dan sebagian atas permintaan pasien sendiri.”

“Masalah yang dihadapi berkaitan dengan administrasi rujukan yaitu pasien yang berkunjung ke puskesmas belum memiliki kartu JKN. Kalau mau berobat baru mengurus kartu JKN.”

2: Pasien “Kalau surat rujukan agak lama dikit ngurusnya, saya yang bawa kartu JKN ke ruang administrasi, yang sebenarnya kami ambil aja di ruang tunggu, ini kami yang sibuk mengurus surat tersebut.”

3: Kapus Mutiara “Pelayanan kesehatan yang paling banyak dirujuk ke rumah sakit adalah pelayanan kesehatan mata, DM, lab, gigi, trauma kapitis, dan demam typhoid.”

Tabel 4.8. (Lanjutan)

Informan Jawaban

“Penyakit yang dirujuk ada beberapa yang termasuk dalm 155 jenis penyakit yang seharusnya bisa dilayani di puskesmas tapi ternyata tidak bisa yah dirujuklah.”

“Rujukan pelayanan kesehatan ada yang atas permintaan pasien sendiri dan ada juga yang atas rekomendasi dokter puskesmas.”

“Masalah yang dihadapi berkaitan dengan administrasi rujukan yaitu pasien yang berkunjung ke puskesmas sekarang yah masih banyak pasien atau masyarakat yang belum

memiliki kartu JKN.”

4 Pasien “Menurut saya agak lambat dikit pengurusan surat rujukan di puskesmas itu karena tenaga ada yang lambat masuk kerja.”

5: Kapus Tiro “Pelayanan kesehatan yang paling banyak dirujuk ke rumah sakit adalah pelayanan kesehatan penyakit dalam, gigi, mata, dan lab.”

“Penyakit yang dirujuk ada beberapa yang termasuk dalm 155 jenis penyakit yah memang betul, itu karena alat periksanya belum ada seperti rongent dan lab.”

“Rujukan pelayanan kesehatan kebanyakan atas rekomendasi dokter dan selebihnya permintaan pasien itu sendiri.”

“Masalah yang dihadapi berkaitan dengan administrasi rujukan yaitu masyarakat tidak ada atau tidak bawa kartu JKN.”

6: Pasien “Kalau masalah surat rujukan tidak ada hambatan, sangat lancar, mungkin tenaga teknik computer sudah ada.”

Berdasarkan data hasil wawancara dengan ketiga kepala puskesmas di atas, dapat diketahui secara umum di ketiga puskesmas (Puskesmas Ujong Rimba,

Puskesmas Mutiara, dan Puskesmas Tiro) banyak pasien yang dirujuk atau minta rujukan walaupun sebenarnya jenis penyakit termasuk ke dalam 155 penyakit yang seharusnya mampu ditangani fasilitas kesehatan tingkat I. Hal ini terjadi karena keterbasan sarana prasarana kesehatan di puskesmas seperti keterbasan alat rongent, alat laboratorium dan obat. Sementara informasi dari pasien diketahui dua orang menyatakan pengurusan surat rujukan lambat dan 1 orang menyatakan lancar.

4.3.3 Manajemen Rujukan Pelayanan Kesehatan JKN dari Puskesmas di