BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1 Gambaran Umum
4.1.2 Gambaran Umum Sampel Perusahaan Pertambangan
Penyelenggaraan kegiatan pertambangan dan energi telah mengalami perjalanan yang panjang sejak sebelum merdeka, dalam masa kemerdekaan, dan hingga mencapai keadaan sekarang ini. Pada awal kemerdekaan, kegiatan pengelolaan pertambangan dan energi menghadapi berbagai kesulitan dan tidak banyak yang dapat diperbuat di bidang usaha ini.
Adapun sejarah singkat dari perusahan pertambangan adalah sebagai berikut:
1. PT. Adaro Energy Tbk
Adaro Energy adalah perusahaan energi yang terintegrasi secara vertikal di Indonesia. Adaro Energy bertujuan untuk menciptakan nilai yang berkelanjutan dari batubara Indonesia serta menyediakan energi yang dapat diandalkan untuk pembangunan Indonesia. Lokasi utama tambang Adaro Energy terletak di Kalimantan Selatan, tempat ditambangnya Envirocoal, batubara termal dengan kadar polutan yang rendah, dan Adaro Energy memiliki anak-anak perusahaan di sepanjang rantai pasokan batubara, mulai dari pertambangan, pengangkutan batubara, pemuatan batubara, pemeliharaan alur sungai, pelabuhan, pemasaran, sampai ketenagalistrikan.
2. PT Elnusa Tbk
PT Elnusa Tbk pertama kali didirikan dengan nama PT Electronika Nusantara berdasarkan Akta Pendirian Nomor 18 tanggal 25 Januari 1969.
Perseroan mulai menjajaki peluang bisnis di industri migas dengan membentuk Divisi Seismic Data Processing. Perseroan melanjutkan ekspansi bisnis ke bidang pengelolaan dan penyimpanan data migas, oilfield services serta bisnis distribusi bahan bakar domestik melalui pendirian PT Sigma Cipta Utama, PT Elnusa Workover Hydraulic dan PT Elnusa Petrofin. Pada tahun 1984 nama Perseroan PT Electronika Nusantara berubah menjadi PT Elnusa. Agar lebih focus sebagai penyedia Jasa Hulu Migas Terintegrasi, Perseroan menggabungkan empat anak perusahaan, yaitu:PT. Elnusa Geosains,PT. Elnusa DrillingServices,PT. Sinar Riau Drillindo, serta PT. Elnusa Workover Services.
3. PT. Medco Energy Internassional Tbk
PT. Medco Energy Internassional Tbk didirikan dengan nama PT. Meta
Epsi Pribumi Drilling Company di tahun 1980. Penawaran saham perdana Perseroan di Bursa Efek Jakarta dilakukan di tahun 1994. Mengakuisisi PT Stanvac Indonesia dari Exxon/Mobil di tahun 1995. Penemuan lapangan minyak dengan cadangan yang besar di Kaji dan Semoga, Blok Rimau, Sumatera Selatan di tahun 1996.
4. PT Golden Energy Mines Tbk
PT Golden Energy Mines Tbk bergerak di bidang perdagangan hasil tambang dan jasa pertambangan. Pada tanggal 13 Maret 1997 Perseroan didirikan dengan nama PT Bumi Kencana Eka Sakti yang kemudian berubah nama menjadi PT Golden Energy Mines Tbk pada tanggal 16 November 2010. Bidang usaha Bergerak di bidang pertambangan melalui Anak Perusahaan dan perdagangan batubara PT Golden Energy Mines Tbk beralamat di Sinar Mas Land Plaza Tower II 6th floor Jl. MH Thamrin No. 51 Jakarta Pusat 10350, Indonesia. Pada tanggal 17 November 2011, Perseroan menjadi perusahaan publik dan tercatat di papan utama BEI. Melalui Penawaran Umum Saham Perdana (“IPO”) tersebut, Perseroan memperoleh dana sebesar Rp 2,205 triliun.
5. PT. Indo Tambang Raya megah Tbk
PT. Indo Tambang Raya megah Tbk merupakan perusahaan produsen batubara Indonesia terkemuka untuk pasar energi dunia. Berdasarkan Akta No. 30 tertanggal 11 Mei 2009 dan Akta No. 24 tertanggal 14 Agustus 2009, dibuat di hadapan Notaris Popie Savitri Martosuhardjo Pharmanto, SH, sebagaimana telah disetujui oleh Surat Keputusan Menteri Hukum & HAM No. AHU-41810.
AH.01.02. Tahun 2009 tertanggal 27 Agustus 2009, maksud dan tujuan
Perusahaan adalah berusaha dalam bidang pertambangan, pembangunan, pengangkutan, perbengkelan, perdagangan, perindustrian dan jasa.
ITMG juga menguasai kepemilikan saham mayoritas di sepuluh anak perusahaan, dimana lima diantaranya mengoperasikan konsesi pertambangan batubara di Pulau Kalimantan, yang meliputi Provinsi Kalimantan Timur, Tengah, dan Selatan. ITMG juga memiliki dan mengoperasikan Terminal Batubara di Bontang, tiga fasilitas Pelabuhan Muat, dan satu Pembangkit Listrik . Kantor PT.
Indo Tambang Raya megah Tbk beralamat di Pondok Indah Office Tower III, 3rd
6. Perusahaan Mitra Investindo Tbk
Floor Jl. Sultan Iskandar Muda Jakarta 12310, Indonesia.
Perusahaan Mitra Investindo Tbkpertama kali didirikan oleh The (Phoa) Tje Min pada tanggal 16 September 1993dengan nama PT Minsuco International Finance. Memulai kegiatan usaha utama di industri jasa pembiayaan (multi finance) pada tahun 1994. Setelah 3 tahun beroperasi, The (Phoa) Tje Min bekerjasama dengan mitra bisnisnya,PT Maharani Paramita melaksanakan penawaran umum saham perdana disertai pencatatanseluruh saham-saham Perseroan (Company Listing) pada PT Bursa Efek Jakarta dan PT BursaEfek Surabaya. Jumlah saham yang dicatatkan seluruhnya 120.000.000 saham dengan hargapenawaran Rp 600 per saham. Nama Perseroan berubah menjadi PT Maharani IntifinanceTbk. dengan kode perdagangan yang hingga kini dikenal dengan nama MITI.
7. PT. Petrosea Tbk.
PT. Petrosea Tbk. merupakan perusahaan multi disiplin yang bergerak
dibidang pertambangen, infrastruktur, minyak dan gas yang telah berpengalaman luas di Indonesia sejak tahun 1972. Keunggulannya adalah pada kemampuan untuk menyediakan jasa pertambangan terpadu pit-to-port. PT. Petrosea Tbk juga menyediakan jasa untuk industri minyak dan gas bumidi Tanjung Batu, Kalimantan Selatand.an Sorong, PapuaBarat yang secara consisten memberikan pelayanan berstandar internasional. Petrosea telah tercatat di Bursa efek Indonesia sejak tahun 1990 dan merupakan perusahaan terbuka pertama dibidaang rekayasa dan kontruksi di Indonesia.
8. Resource Alam Indonesia Tbk
Resource Alam Indonesia Tbk (dahulu Kurnia Kapuas Utama Tbk) didirikan tanggal 08 Juli 1981 dengan nama PT Kurnia Kapuas Utama Glue Industries dan memulai kegiatan usaha komersialnya pada tahun 1983. Kantor pusat KKGI berdomisili di Gedung Bumi Raya Utama, Jl. Pembangunan I No. 3, Jakarta dan pabrik berlokasi di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat dengan di Pontianak, Kalimantan Barat serta Palembang, Sumatra Selatan.Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan KKGI adalah menjalankan usaha dibidang pertambangan, perhutanan, pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, perindustrian, pengangkutan dan perdagangan umum.
Pada tahun 2003, perusahaan tersebut merubah namanya menjadi PT Resource Alam indonesia Tbk dan memulai mengembangkan bisnisnya dalam bisnis pertambangan batu bara. Dengan ini, perusahaan ini mulai mengoperasikan 3 tambangnya, yakni Simpang Pasir, Gunung Pinang dan Bayur sejak tahun 2006.Karena lebih memfokuskan dalam industri batu bara membuat perusahaan ini
memutuskan untuk mengklasifikasikan perusahaan dari kimia menjadi pertambangan batu bara pada tahun 2008.
PT Resource Alam Indonesia juga telah menerima beberapa penghargaan yang diraih pada tahun 2012, seperti Best of the Best dalam kategori "Companies Under a Billion" untuk perusahaan Asia Pasifik dan Top 50 Indonesian Companies dari The Forbes serta Enviromental Mining Award oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) "Pratama Pengelolaan Lingkungan Pertambangan".
9. Radiant Utama Interinsco Tbk
Radiant Utama Interinsco Tbk didirikan 22 Agustus 1984 dan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1984. Kantor pusat RUIS berlokasi di Jalan Kapten Tendean No. 24, Mampang Prapatan, Jakarta.Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham Radiant Utama Interinsco Tbk, antara lain:
Haiyanto (27,53%), PT Radiant Nusa Investama (pengendali) (22,64%) dan Nexgram Emerging Capital Ltd (17,28%).
Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan RUIS terutama bergerak di bidang pertambangan minyak dan penyedia jasa penunjang untuk industri migas (minyak dan gas) dari hulu sampai hilir seperti:
jasa konstruksi, operasional dan pemeliharaan; jasa lepas pantai; jasa pengujian tak rusak; jasa inspeksi dan sertifikasi dan jasa penunjang lainnyaPada tanggal 30 Juni 2006, RUIS memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham RUIS (IPO) kepada masyarakat sebanyak 170.000.000 dengan nilai nominal Rp100,- per saham dengan harga penawaran Rp250,- per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek
Indonesia (BEI) pada tanggal 12 Juli 2006
10. Tambang Batubara Bukit Asam (Persero) Tbk
Tambang Batubara Bukit Asam (Persero) Tbkatau dikenal dengan nama Bukit Asam (Persero) Tbk didirikan tanggal 02 Maret 1981. Kantor pusat Bukit Asam berlokasi di Jl. Parigi No. 1 Tanjung Enim 31716, Sumatera Selatan dan kantor korespondensi terletak di Menara Kadin Indonesia Lt. 9 &15.Jln. H.R.
Rasuna Said X-5, Kav. 2-3, Jakarta 12950. Ruang lingkup kegiatan PTBA adalah bergerak dalam bidang industri tambang batubara, meliputi kegiatan penyelidikan umum, eksplorasi, eksploitasi, pengolahan, pemurnian, pengangkutan dan perdagangan, pemeliharaan fasilitas dermaga khusus batubara baik untuk keperluan sendiri maupun pihak lain, pengoperasian pembangkit listrik tenaga uap baik untuk keperluan sendiri ataupun pihak lain dan memberikan jasa-jasa konsultasi dan rekayasa dalam bidang yang ada hubungannya dengan industri pertambangan batubara beserta hasil olahannya.
11. PT. Timah Tbk
PT. Timah (PERSERO) Tbk adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak dalam bidang usaha pertambangan timah terintegrasi mulai dari kegiatan eksplorasi, penambangan, peleburan dan hilirisasi hingga pemasaran dan pengolahan. Perseroan mewarisi sejarah panjang usaha penambangan timah di Indonesia yang sudah berlangsung lebih dari 200 tahun.
Perseroan beserta entitas anak bergerak dalam bidang pertambangan, perindustrian, perdagangan, pengangkutan, dan jasa yang berkaitan dengan bidang usaha pertambangan, serta bidang usaha berbasis kompetensi seperti sektor
konstruksi, properti, jasa pelayanan rumah sakit dan usaha agro industri.
Perseroan berdomisili di Pangkalpinang, Bangka Belitung dan berlokasi di Jl.
Jenderal Sudirman No. 51 Pangkalpinang, Bangka Belitung.
12. PT. Vale Tbk
PT Vale Tbk mempunyai sejarah yng membanggakan di Indonesia. PT vale didirikan pada bulan Juli 1968. Kemudian di tahun tersebut PT Vale dan pemerintah Indonesia menandatangani kontrak karya yang merupakan lisensi dari Pemerintah Indonesia untuk melakukan eksplorassi, penambangan dan pengolahan bijih nikel. Sejak saat itu PT Vale memulai membangun smelter di Sorowako, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan.
13. PT Toba Bara Sejahtra Tbk (Perseroan)
PT Toba Bara Sejahtra Tbk (Perseroan) Beroperasi sejak 2007, (Perseroan) awalnya didirikan dengan nama PT Buana Persada Gemilang berdasarkan Akta No. 1 tanggal 3 Agustus 2007 yang disahkan di hadapan Notaris Tintin Surtini, S.H., M.H, M.Kn, sebagai pengganti Surjadi SH, Notaris di Jakarta.
PT Buana Persada Gemilang berubah nama menjadi PT Toba Bara Sejahtra berdasarkan Akta No. 173 tanggal 22 Juli 2010 di hadapan notaris Jimmy Tanal, S.H., yang menggantikan Hasbullah Abdul Rasyid, S.H., M. Kn, Notaris di Jakarta. Pada 2012, Perseroan menyelenggarakan Penawaran Umum Perdana dengan jumlah saham sebesar 210.681.000 lembar, senilai Rp1.900 per saham.
Pada 6 Juli 2012, Perseroan resmi dicatatkan di Bursa Efek Indonesia sebagai perusahaan terbuka dengan jumlah saham sebesar 2.012.491.000 lembar dengan kode saham TOBA.
4.2. Analisis Statistik Deskriptif
Analisis statistik deskriptif digunakan untuk mengetahui deskripsi suatu data yang dilihat dari nilai maksimum, nilai minimum, nilai rata-rata (mean), dan nilai standar deviasi. Dalam penelitian ini, variabel yang digunakan dalam perhitungan statistik deskriptif adalahnilai perusahaan, kebijakan dividen, ukuran perusahaan, struktur modal dan corporate social responsibility (CSR) pada perusahaan pertambangan yang go public di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2012-2016.
Analisis statistik deskriptif memberikan suatu gambaran atau deskripsi suatu data yang dilihat dari nilai rata-rata (mean), nilai terendah (minimum), nilai tertinggi (maksimum) dan standar deviasi dari masing-masing variabel penelitian.
Hasil analisis deskriptif yang diperoleh dirangkum dalam Tabel 4.1.
Tabel 4.1 Statistik Deskriptif
Variabel Min Max Mean Standard Deviation
Nilai Perusahaan 0.55 3.03 1.12 0.455656
Kebijakan Dividen 0.01 0.57 0.24 0.150269
Ukuran Perusahaan 25.72 33.62 30.12 1.860783
Struktur Modal 0.25 0.77 0.47 0.123906
Corporate social responsibility 0.35 0.97 0.67 0.128444
Sumber: Hasil Olah Eview
Berdasarkan data pada Tabel 4.1, dapat diilihat bahwa:
1. Berdasarkan Tabel 4.1. dapat diketahui bahwa besarnya nilai perusahaan minimum sebesar 0, 55 yang dimiliki PT. Adaro Energy Tbk tahun 2014 dan nilai maksimum sebesar 3.03 yang dimiliki oleh PT. Tambang Batu Bara Asam Tbk ditahun 2012. Nilai rata-rata sebesar 1.12 dan standar deviasi sebesar 0.45. Hasil ini menunjukkan bahwa nilai perusahaan pada perusahaan sampel sudah masuk ketegori baik. Semakin tingkat nilai
perusahaan, menunjukkan semakin tinggi respon investor untuk melakukan investasi.
2. Berdasarkan Tabel 4.1. dapat diketahui bahwa besarnya nilai dari variabel kebijakan dividen nilai minimum sebesar 0.01 yang dimiliki oleh PT. Indo Tambang Raya Megah Tbk dan nilai maksimum sebesar 0.57 yang dimiliki oleh PT. Timah Tbk di tahun 2013. Nilai rata-rata sebesar 0.24 dan standar deviasi sebesar 0.15. Hasil ini menunjukkan bahwa DPR pada perusahaan sampel sudah cukup baik. Semakin tinggi dividen yang dibagikan, menunjukkan semakin tinggi respon investor untuk melakukan investasi Sehingga dapat meningkat kan nilai perusahaan.
3. Berdasarkan Tabel 4.1. dapat diketahui bahwa besarnya nilai dari variabel ukuran perusahaan nilai minimum sebesar 25.72 yang dimiliki oleh PT.
Mitra Investindo Tbk tahun 2012. Nilai maksimum sebesar 33.62 yang dimiliki golden energy mines Tbk. Nilai rata-rata sebesar 30.12 dan standar deviasi sebesar 1.860783. Nilai perusahaan yang meningkat dapat ditandai dengan total aktiva perusahaan yang mengalami kenaikan dan lebih besar dibandingkan dengan jumlah hutang perusahaan.
4. Berdasarkan Tabel 4.1. dapat diketahui bahwa besarnya nilai dari variabel struktur modal nilai minimum sebesar 0.25 yang dimiliki PT. Radian Utama Interinsco tahun 2012 dan nilai maksimum sebesar 0.86 yang dimiliki oleh PT. Resources Alam Indonesia Tbk tahun 2016. Nilai rata-rata sebesar 0.47 dan standar deviasi sebesar 0.123906.
5. Berdasarkan Tabel 4.1. dapat diketahui bahwa besarnya nilai dari variabel CSR memiliki nilai minimum sebesar 0.35 dimiliki PT. Resources Alam
Indonesia Tbk dan nilai maksimum sebesar 0.97 dimiliki PT. Adaro Energy Tbk. Nilai rata-rata sebesar 0.67 dan standar deviasi sebesar 0.12. Hasil ini menunjukkan bahwa pengungkapan CSR pada perusahaan sampel sudah cukup baik. Semakin tingkat pengungkapan CSR, menunjukkan semakin tinggi respon perusahaan untuk melakukan menerapkan CSR. Sehingga dapat meningkatkan nilai perusahaan.