BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.6 Pembahasan
4.6.3 Pengaruh struktur modal terhadap Nilai
Hasil penelitian berdasarkan tabel 4.8 menunjukan variabel struktur modal memiliki nilai koefisien regresi sebesar 12.53 dengan nilai signifikansi sebesar 0.01 < α (0.05) sehingga variabel struktur modal berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan pada perusahaan pertambangan terbuka pada BEI periode 2012-2016. Hal ini berarti uji hipotesa (H3) diterima secara statistik.
Hal ini berarti menunjukkan bahwa semakin tinggi struktur modal perusahaan maka semakin tinggi pula nilai perusahaan yang dimiliki perusahaan tersebut. Pengaruh yang signifikan berarti bahwa variabel struktur modal berpengaruh nyata terhadap nilai perusahaan.
Sejalan dengan teori yang menyatakan bahwa penggunaan utang dalam stuktur modal memiliki banyak keuntungan. Teori trade-off menjelaskan bahwa jika posisi struktur modal berada di bawah titik optimal maka setiap penambahan hutang akan meningkatkan nilai perusahaan. Dan sebaliknya, setiap jika posisi struktur modal berada di atas titik optimal maka setiap penambahan hutang akan menurunkan nilai perusahaan. Oleh karena itu, dengan asumsi titik target struktur
modal optimal belum tercapai, maka berdasarkan trade-off theory memprediksi adanya hubungan yang positif terhadap nilai perusahaan (Arifin, 2005)
Teori lain yang mendukung hasil analisis ini adalah teori MM. Dengan adanya pajak ini, MM menyimpulkan bahwa penggunaan hutang akan meningkatkan nilai perusahaan karena biaya bunga hutang adalah biaya yang mengurangi pembayaran pajak (Hanafi, 2011:305)..
Hubungan positif antara DAR dan nilai perusahaan disebabkan karena pada perusahaan sampel periode 2012-2016 rata-rata variabel DAR perusahaan pertambangan bernilai 0.47. Hal ini menunjukkan bahwa rata-rata selama periode 2012-2016 perusahaan pertambangan tersebut menggunakan hutang yang besar untuk membiayai aktiva pada struktur modalnya. Semakin banyak perusahaan menggunakan hutang, maka semakin tinggi nilai dan harga sahamnya, menurut asumsi tulisan Moddigliani-Miller dengan pajak, harga saham sebuah perusahaan akan mencapai nilai maksimal jika perusahaan sepenuhnya menggunakan hutang.
Alasan utama perusahaan membatasi penggunaan hutang adalah untuk menjaga biaya yang berhubungan dengan kebangkrutan tetap rendah.
Hasil yang diperoleh sesuai dengan beberapa penelitian terdahulu yang menemukan hasil yang sama yaitu variabel struktur modal memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap nilai perusahaan yaitu Hermuningsih (2013);
Nadila, dkk (2017); Gayatri, Mustanda(2018);Dewi, dkk (2014); Febriana, Djawahir (2016); Freddy, Tanuwijaya (2014);Setiawaty, dkk (2018);Gabriel, Loan (2016); Prastuti, Sudiarta (2016);Gunawan, dkk (2018).
Hasil penelitian ini berbanding terbalik dengan penelitian yang dilakukan
Widyastuti (2016); Hidayah, Widyawati (2016); Sianturi (2015) yang menyatakan bahwa DAR berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap nilai perusahaan yang dihitung dengan rasio tobin’s Q.
Dengan demikian penelitian ini berhasil membuktikan hipotesis bahwa penerapan struktur modal yang baik pada perusahaan sejalan dengan peningkatan nilai perusahaan pada perusahaan pertambangan terbuka pada BEI periode 2012-2016.
4.6.4 Pengaruh corporate social responsibility (CSR) sebagai Variabel Moderating dalam Hubungan antara kebijakan dividen terhadap nilai perusahaan
Hasil penelitian berdasarkan tabel 4.8 menunjukan variabel corporate social responsibility sebagai variabel moderating dalam hubungan kebijakan dividen terhadap nilai perusahaan memiliki nilai koefisien regresi sebesar 2.89 dengan nilai signifikansi sebesar 0.33 > α (0.05) yang berarti variabel corporate social responsibility tidak signifikan memoderasi pengaruh kebijakan dividen terhadap nilai perusahaan. Hal ini berarti uji hipotesis (H4) ditolak secara statistik.
Nilai koefiseien regresi sebesar 2.89 menunjukan arah positif dari moderasi corporate social responsibility pada pengaruh kebijakan dividen terhadap nilai perusahaan.
Corporate Social Responsibility tidak mampu memoderasi pengaruh kebijakan dividen terhadap nilai perusahaan dalam hal ini jika pembayaran dividen tinggi, maka harga saham juga tinggi yang berdampak pada tingginya nilai perusahaan begitu juga sebaliknya. Dividend payout ratio tetap menjadi sinyal bagi para investor yang mengharapkan keuntungan dalam bentuk dividen.
Dalam hal ini investor tidak memperhatikan perusahaaan tersebut apakah sudah
melakukan tanggung jawab sosial.
Menurut Poddi dan Vergalli (2009), tujuan utama dari perusahaan tidak hanya untuk memenuhi keinginan shareholders tetapi juga stakeholders, baik yang secara langsung maupun tidak langsung berhubungan dengan proses produksi. Untuk itu perusahaan harus mampu menggabungkan antara market value dari perusahaan dan keharmonisan pihak-pihak yang terkait. Sementara perusahaan ideal yang diminati oleh investor tidak hanya dilihat pada fundamental saja, melainkan juga melihat corporate social responsibility (Murwaningsari, 2009).
Menurut teori stakeholder dalam mencapai pengembalian yang menguntungkan bagi pemegang saham, manajer harus memperhatikan adanya batasan-batasan yang timbul dalam lingkungan dimana mereka beroperasi.
Dengan demikian, keberadaan suatu perusahaan sangat dipengaruhi oleh dukungan yang diberikan oleh stakeholder perusahaan tersebut (Sutedi, 2012).
Dalam hal ini shareholder tidak terlalu memperhatikan kegiatan CSR yang dilakukan perusahaan. Respon investor yang kurang terhadap pengungkapan CSR yang telah dilakukan oleh perusahaan karena terdapat kewajiban perusahaan untuk pelaksanaan CSR seperti tertera pada UU Perseroan Terbatas no.40 tahun 2007, bahwa perusahaan pasti melaksanakan CSR dan mengungkapkannya, karena apabila perusahaan tidak melaksanakan CSR, maka perusahaan tersebut akan terkena sanksi sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. Peneliti menduga apabila perusahaan tersebut tidak menerapkan pengungkapan CSR, maka perusahaan akan mendapatkan sanksi sesuai dengan undang-undang.
Penyebab lainnya karena di Indonesia kegiatan CSR masih baru,
dengan dibuktikan undang-undang mengenai CSR yang baru dikeluarkan pemerintah di tahun 2007. Juga masih banyak perusahaan yang kurang peduli terhadap pelaporan kegiatan CSr nya. Perusahaan di wajibkan melaporkan kegiatan CSR nya sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku. Selain itu bentuk laporan pengungkapan CSR juga masih beragam hal ini dapat dilihat dengan pengungkapan CSR yang masih jauh dari standar yang ditetapkan. Dan juga tidak konsistennya perusahaan untuk meningkatkan tanggung jawab sosial perusahaan kepada masyarakat dan pemangku kepentingan di setiap periodenya.
4.6.5 Pengaruh corporate social responsibility (CSR) sebagai variabel Moderating dalam hubungan antara ukuran perusahaan terhadap nilai perusahaan
Pengaruh corporate social responsibility (CSR) sebagai variabel Moderatin antara ukuran perusahaan terhadap nilai perusahaan menunjukkan nilai koefisien -0.005, yang berarti variabel ini menunjukkan adanya arah negatif. Nilai signifikansinya sebesar 0,63yang nilainya lebih besar dari tingkat signifikansinya 0,05. Nilai yang lebih besar dari tingkat signifikansinya menunjukkan variabel ini tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan.Hal ini menunjukan bahwa variabel CSR tidak mampu memoderasi ukuran perusahaan terhadap nilai perusahaan sehingga H5 ditolak secara statistik.
Menunjukan arah yang negatif dalam hal ini perusahaan belum melakukan pengkomunikasian tanggung jawab sosial yang efektif dan tepat sehingga belum ditangkap sebagai sesuatu yang perlu diperhatikan oleh pihak-pihak yang berkepentingan. Semakin besar perusahaan tidak berarti pelaksanaan CSRnya tinggi. Pelaksanaan CSR menjadi efektif apabila diimbangi dengan
komunikasi yang disesuaikan dengan ukuran suatu perusahaan. Hasil penelitian ini bertentangan dengan teori legitimasi, dimana dalam penelitian ini menunjukkan bahwa pengungkapan CSR yang dilakukan oleh perusahaan tidak direspon oleh pihak investor. Selain itu terdapat indikasi bahwa para investor tidak perlu lagi melihat pengungkapan CSR yang telah dilaksanakan oleh perusahaan karena terdapat jaminan yang tertera pada UU perseroan terbatas No 40 tahun 2007 yang mengatur setiap perusahaan untuk melakukan CSR (Purwaningsih, 2013).
Semakin besar ukuran perusahaan maka kewajiban perusahaan dalam melakukan CSR juga akan semakin besar. Oleh karena itu, perusahaan diharapkan mampu mengungkapkan program sosial sebaik-baiknya demi upaya peningkatan citra positif dan memperoleh legitimasi sosial dari para stakeholders. Hasil penelitian ini sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh oleh Wulandari dan Wiksuana (2017); Hardian dan asyik (2016) yang menyatakan bahwa CSR tidak mampu memoderasi pengaruh ukuran perusahaan terhadap nilai perusahaan.
4.6.6 Pengaruh corporate social responsibility (CSR) sebagai variabel moderating dalam hubungan antara struktur modal terhadap nilai perusahaan
Pengaruh corporate social responsibility (CSR) sebagai Variabel Moderating dalam Hubungan antara struktur modal terhadap nilai perusahaanmenunjukkan nilai koefisien -14.15, yang berarti variabel ini menunjukkan adanya arah negatif. Nilai signifikansinya sebesar 0,04 yang nilainya lebih kecil dari tingkat signifikansinya 0,05. Nilai yang lebih kecil dari tingkat signifikansinya menunjukkan variabel ini berpengaruh terhadap nilai perusahaan sehingga H6 diterima secara statistik.
Corporate social responsibility (CSR) mampu memoderasi pengaruh struktur modal terhadap nilai perusahaan, variabel CSR sebagai variabel moderasi dalam penelitian ini memperlemah pengaruh leverage terhadap nilai perusahaan (pengaruh negatif). Hasil penelitian ini mendukung teori agensi yang menyatakan bahwa tingkat leverage memberikan pengaruh negatif terhadap nilai perusahaan dan pengungkapan tanggung jawab sosial. Manajemen perusahaan dengan tingkat leverage yang tinggi akan cenderung mengurangi pengungkapan tanggung jawab sosialnya supaya tidak menjadi sorotan dari pihak debtholders.
Perusahaan dapat menggunakan informasi pengungkapan CSR sebagai keunggulan kompetitif perusahaan. Perusahaan yang memiliki kinerja lingkungan dan sosial yang baik akan direspon positif oleh investor. Menurut (Thohiri, 2011) menyatakan apabila perusahaan memiliki kinerja lingkungan dan sosial yang buruk maka akan muncul keraguan dari investor untuk memberikan pinjaman sehingga direspon negatif yang selanjutnya berdampak pada penurunan nilai perusahaan. Menurut Kokubu et al. (2001); Sembiring (2005) yang menyatakan bahwa meskipun tingkat hutang yang dimiliki oleh perusahaan tersebut tinggi, tetapi terdapat hubungan yang baik antara perusahaan dan debtholders serta mampu memberikan informasi sosial perusahaan yang baik maka perusahaan tersebut diduga mampu meningkatkan nilai perusahaan.
Variabel corporate social responsibility (CSR) sebagai variabel moderasi dalam penelitian ini memperlemah pengaruh struktur modalterhadap nilai perusahaan. Dalam hal ini CSR membutuhkan biaya yang sangat besar sehingga struktur modal berpengaruh negatif signifikan sehingga perlu mengkaji ulang
penerapan CSRnya. Hasil penelitian ini sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh oleh Wulandari dan Wiksuana (2017) yang menyatakan bahwa CSR berpengaruh positif signifikan yang artinya mampu memoderasi pengaruh struktur modal perusahaan terhadap nilai perusahaan. Sedangkan Hardian dan asyik (2016) yang menyatakan bahwa CSR berpengaruh negatif tidak signifikan yang artinya tidak mampu memoderasi pengaruh struktur modal perusahaan terhadap nilai perusahaan.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan maka diperoleh beberapa kesimpulan sebagai berikut
1. Kebijakan dividen berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap nilai perusahaan.
2. Ukuran perusahaan berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap nilai perusahaan.
3. Struktur modal berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan.
4. Corporate social responsibility berpengaruh positif dan tidak signifikan dalam memoderasi pengaruh kebijakan dividen terhadap nilai perusahaan.
5. Corporate social responsibility berpengaruh negatif dan tidak signifikan dalam memoderasi pengaruhukuran perusahaan terhadap nilai perusahaan.
6. Corporate social responsibility berpengaruh negatif dan signifikan dalam memoderasi pengaruh struktur modal terhadap nilai perusahaan.
5.2. SARAN
Adapun saran dari penelitian ini adalah 1. Bagi Perusahaan
a. Perusahaan memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi nilai perusahaan agar investor tertarik membeli saham dari perusahaan tersebut.
b. Sebaiknya manajemen perusahaan harus menjaga rasio hutangnya dengan
baik, karena apabila rasio hutang terlalu tinggi akan menyebabkan nilai perusahaan menurun dan dapat menyebabkan kebangkrutan. Maka dari itu perusahaan harus mengoptimalkan modal sendiri untuk menjalankan perusahaannya, meskipun modal yang berasal dari pinjaman mampu mengurangi pajak akan tetapi risiko peminjaman berdampak buruk terhadap nilai.
c. Sebaiknya perusahaan dapat melaksanakan program CSR secara berkesinambungan karena dengan melakukan CSR citra perusahaan akan membaik/meningkat. Dengan meningkatkan pemahaman kompherensif terhadap konsep dan praktik CSR yang benar dan ideal. Agar mampu mempraktikan program sosial tidak hanya sebatas kontribusi karitatif atau amal, tetapi menciptakan sebuah sistem dengan pemerintah, dan masyarakat dimana diantara mereka saling berhubungan satu sama lain dan saling memberikan keuntungan. Begitupun sebaliknya pemerintah dan masyarakat harus lebih aktif.
2. Bagi pihak Akademis
Penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan refrensi atau pembanding untuk mengetahui pengaruh kebijakan dividen, ukuran perusahaan, dan struktur modal terhadap nilai perusahaan.
3. Bagi peneliti selanjutnya
Peneliti selanjutnya juga perlu untuk menambah atau mengganti variabel yang dimungkinkan berpengaruh terhadap nilai perusahaan
DAFTAR PUSTAKA
Abidin, Z., Yusniar, M. W., & Ziyad, M. (2014). Pengaruh Struktur Modal, Kebijakan Dividen dan Size Terhadap Nilai Perusahaan (Studi Pada Perusahaan Properti Di Bursa Efek Indonesia). Jurnal Wawasan Manajemen , II(1) Hal--
Adrian, Sutedi. 2012. Good Corporate Governance. Jakarta: Sinar Grafika
Afandi, Muhammad. 2016. Banyuwangi riwayatmu kini, http:// walhijatim. or.id /2016/09/
Arifin, Zaenal, 2005. Teori Keuangan dan Pasar Modal. Yogyakarta : Ekonisia Ansori, Mokhamat dan Denica H.N. (2010). Pengaruh Keputusan Investasi,
Keputusan Pendanaan, dan Kebijakan Dividen terhadap Nilai Perusahaan.
Analisis Manajemen.Jurnal Akuntansi
Alwi Z. Iskandar. 2003. Pasar Modal Teori dan Aplikasi Edisi Pertama. Jakarta:
Yayasan Pancur Siwah.
, 4(2), hal --
Altan, Ferhat.( 2012). Relationship Between Firm Value And Financial Structure:
AStudy On Firms In ISE Industrial Index. Journal Of Business &
Economics Research, 8(8). pp. 63.
Hardian, Asyik. (2016). Kinerja Keuangan Dan Ukuran Perusahaan Terhadap Nilai Perusahaan, Csr Sebagai Variabel Moderasi. Jurnal Ilmu dan Riset Akuntansi , 5(9), Hal --
Black, F., and Scholes M. (1974), The Effects of Dividend Yield and Dividend Policy on Common Stock Prices and Returns, Journal of Financial Economics, 1(-). pp 1-22.
Branco, Manuel C. dan Rodrigues, L. L. (2008). Factors Influencing Social Responsibility Disclosure by Portuguese Companies. Journal of Business Ethics (2008) 83:(-). pp 685-689.
Brown, J.R., Weisbenner, S., and Liang, N. (2004). Executive Financial Incentives and Payout Policy: Firm Responses to the 2003 Dividend Tax Cut. Journal of Finance,62(4). pp. 1935-1965.
Brigham, E. F., & Houston, J. F. 2006. Dasar-Dasar Manajemen Keuangan, Buku 2 (10th ed.). Jakarta: Salemba Empat.
Cecilia, dkk. (2015). Analisis Pengaruh Corporate Social Responsibility, Profitabilitas dan Ukuran Perusahaan Terhadap Nilai Perusahaan pada Perusahaan Perkebunan yang GoPublic di Indonesia, Malaysia dan Singapura, Jurnal Simposium Ekonomi, 8(1). hal.1-23.
Chen, Li Ju. and Chen, Shun Yu. (2011). The influence of profitability on firm value with capital structure as the mediator and firm size and industry as moderators. Investment Management and Financial Innovations. 8(3).
Hal.-
Darmadji, T., & Fakhruddin, H. M. 2011. Pasar Modal Di Indonesia (3 ed.).
Jakarta: Salemba Empat.
Damodar N., Gujarati dan Dawn C. Porter. 2012. Dasar-dasar Ekonometrika.
Buku 2. Edisi 5. Raden Carlos Mangunsong (penj.). Jakarta: Salemba Empat
Dewi, A. S., & Wirajaya, A. (2013). Pengaruh Struktur Modal, Profitabilitas Dan Ukuran Perusahaan Pada Nilai Perusahaan. E-Journal Akuntansi , IV(-).
hal. 358-372.
Fauzan, dkk. (2017). The role of corporate social responsibility in the moderating influence profitability, leverage and the size of the company against the value of the company. Jurnal Sistem Manajemen dan Akuntansi, 7(1). Hal 1-10.
Fenandar, Raharja dan Surya. (2012). Pengaruh Keputusan Investasi, Keputusan Pendanaan, Dan Kebijakan Hutang Terhadap Nilai Perusahaan.
Diponogoro Journal Of Accounting, 1(2). Hal. 1-10.
Febriana, dkk. (2016). Pengaruh StrukturModal, Kebijakan Dividen, Ukuran Perusahaan, Kepemilikan Saham Manajerial dan Profitabilitas Terhadap Nilai Perusahaan (Studi Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar di BEI Pada 2011-2013). jurnal akuntansi.
Gayatri, dkk. (2012). Pengaruh Struktur Modal, kebijakan Dividen, dan Keputusan Investasi terhadap Nilai Perusahaan. Jurnal Akuntansi.
, - (2), hal.163-178
Gabrie dan loan. (2016). The Impact of dividend Policy on Firm Value. A Panel Data Analysis of Romanian Listed Firms. Journal of Public Administration, Finance and Law. - (10). Pp. 107-112.
Global Reporting Initiative. GRI Sustainability Reporting GuideLines G3.(Webiste https://www.globalreporting.org/. diakses pada 22 Mei 2012).
Ghozali, Imam. 2013. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS. Edisi Ketujuh. Semarang : Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Gusti, I. (2013). Pengaruh Profitabilitas dan Size terhadap Nilai Perusahaan Partisipan Indonesia Sustainability Reporting Award yang terdaftar di BEI dengan CSR Sebagai variabel Moderasi. E-Jurnal Manajemen, Universitas Udayana. 5(1). Hal. 561-594.
Gumanti, 2013. Kebijakan Dividen (Teori, Empiris dan Implikasi, Yogyakarta:
UPP STIM YKPN
Gray, et al. 1996. Accounting and Accountability Changes and Challenges in Corporate Social and Environmental Reporting. Prentice Hall Europe:
Hemel Hempstead.
Hadi, Nor. 2011. Corporate Social Responsibility. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Hidayah dan Widyawati. (2016), Pengaruh Profitabilitas, Leverage, Dan Kebijakan Deviden Terhadap Nilai Perusahaan Food And Beverages.
Jurnal Ilmu dan Riset Akuntansi. 5(9). hal 2460-2485.
Halim, A. (2007). Manajemen Keuangan Bisnis. Bogor: Ghalia Indonesia.
Haruddin, Banda. 2017. Pipa Minyak Bocor, LHK Minta Perusahaan Bersihkan Limbah. https://daerah.sindonews.com. Sabtu, 26 Agustus 2017 - 17:34 WIB
Hardian & Asyik. (2016), Kinerja Keuangan Dan Ukuran Perusahaan Terhadap Nilai Perusahaan, CSR Sebagai Variabel Moderasi. Jurnal Ilmu dan Riset Akuntansi : 5(9), hal -
Haniffa, R.M., dan T.E. Cooke. (2005), The Impact of Culture and Governance on Corporate Social Reporting. Journal of Accounting and Public Policy. 24 (-), pp. 391-430.
Harahap, S. S. 2007. Analisa Kritis Atas Laporan Keuangan. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Harjito, A dan Martono, 2011. Manajemen Keuangan, Edisi Kedua, Cetakan Pertama,Yogyakarta: Ekonisia.
Hermuningsih, Sri. 2012. Pengantar Pasar Modal Indonesia. Yogyakarta : UPP STIM YKPN.
Hermuningsih, Sri. (2013), Pengaruh Profitabilitas, Growth opportunity, Struktur Modal Terhadap Nilai Perusahaan. Jurnal Ilmu dan Riset Akuntansi. 16 (2), hal 232-242.
Hendrik, Budi Untung. 2008. Corporate Social Responsibility. Jakarta: Sinar Grafika.
Horne, J. C.& Wachowicz, J. M. 2001. Fundamental of Financial Management (12th ed.). (D. Fitriasari, & D. A. Kwary, Penerj.) Jakarta: Salemba Empat.
Husnan, S.& Pudjiastuti, E. 2006. Dasar-Dasar Manajemen Keuangan (5th ed.).
Jakarta: UPP STIM YKPN.
Jensen, M C and Meckling. 1976. Theory of the Firm: Managerial Behavior, Agency Costs and Ownership Structur. Journal of Financial Economics.
3(-). pp. 305-360.
Kasan, Mulyono. 2013. Peran Industri Tambang bagi Perekonomian. (Diambil dari www.ekonomi.kompasiana.com diakses tanggal 19 Juli 2013)
Kasmir. 2010. Pengantar Manajemen Keuangan, Edisi Pertama Cetakan Kedua, Jakarta: Kencana Jakarta.
Keown, A. J.,David F. Scott, J., Martin, J. D., & Petty, J. W. 2010. Manajemen Keuangan: Prinsip dan Penerapan (10th ed., Vol. I). Jakarta: PT. Indeks.
Keown, dkk. 2004. Prinsip-Prisip dan Aplikasi Manajemen Keuangan. Jakarta:
PT. Indeks.
Kusuma, Ismed Eka, 2014, Lsm Rphk: Pt Kutj Diduga Langgar Izin Konsesi, http://www.aktual.com
Mardiyanto, H. 2009. Inti Sari Manajemen Keuangan. Jakarta: Grasindo.
Martono, & Harjito, A. 2005. Manajemen Keuangan. Yogyakarta: Penerbit Ekonisia.
Munawir. 1995. Analisis Laporan Keuangan (4th ed., Vol. V). Yogyakarta:
Liberty Jogja.
Muhammad, Dkk. (2015), Pengaruh Keputusan Investasi, Keputusan Pendanaan, Ukuran Dan Profitabilitas Terhadap Nilai Perusahaan Pada Sektor Manufaktur Barang Konsumsi Yang Deftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2010 - 2013. Jurnal Riset Manajemen Sains Indonesia (JRNSI).
Fakultas Ekonomi Universitas Negari Jakarta. 6(1). hal -
Nachrowi, D. N., & Usman, H. (2006). Pendekatan Populer dan Praktis Ekonometrika Untuk Analisis Ekonomi dan Keuangan. Jakarta: LP-FEUI.
Nasution, B. A., & Akhmad, A. (2010). Pengaruh Struktur Modal, Biaya Ekuitas, (Cost of Equity) dan Pertumbuhan Perusahaan Terhadap Nilai Perusahaan Yang Terdaftar Di BEI. Jurnal Ekonom ,8(1). hal -
Nauli, Musri. 2016. Aktivitas PT ANTAM Cemari Sungai di Sarolangun.
http://tabloidjubi.com/16/2016/05/23
Novari dan Lestari (2016). Pengaruh Ukuran Perusahaan, Leverage, Dan Profitabilitas Terhadap Nilai Perusahaan Pada Sektor Properti Dan Real Estate. E-Jurnal Manajemen Unud . 5 (9). hal -
Ochieng, ddk. (2016). The Effect Of Dividend Policy On The Value Of Firms Listed At The Nairobi Securities Exchange. Journal of Accounting and Economics , 8(1). hal -
Prasetyo, A. H. 2011. Evaluasi Perusahaan. Jakarta: PPM.
Pratiwi,& Suwendra. (2016). Pengarus Struktur Modal dan Ukuran Perusahaan Terhadap Nilai Perusahaan. Jurnal Manajemen , 4 (1). hal-
Pramana dan Mustanda. (2016). Pengaruh Profitabilitas Dan Size Terhadap Nilai Perusahaan Dengan Csr Sebagai Variabel Pemoderasi. E-Jurnal Manajemen Unud, 5(1). hal 561 – 594
Prastuti, Sudiartha. (2016). Pengaruh Struktur Modal, Kebijakan Dividen, Dan Ukuran Perusahaan Terhadap Nilai Perusahaan. E-Jurnal Manajemen Unud. 5(3), hal 1572-1598.
Putra & Lestari. (2016).Pengaruh Kebijakan Dividen, Likuiditas, Profitabilitas Dan Ukuran Perusahaan Terhadap Nilai Perusahaan. E-Jurnal Manajemen Unud, 5(7). hal-
PwC, 2015. Tahun Terburuk Bagi Sektor Pertambanagan. https://www.pwc.com/
tahun-2015.
Rahman, Khaidir. 2016, Pencemaran Limbah PT Adaro, Lumpuhkan Balangan dan Amuntai. https://nasional.tempo.co, 28 Oktober 2016
Rudito, Bambang dan Famiola. 2013. Metode Pemetaan Sosial, Bandung:
Rekayasa Sains.
Riyanto, B. 2001. Dasar-Dasar Pembelajaran Perusahaan (4th ed., Vol. VII).
Yogyakarta: BPFE.
Reverte, C. 2009. Determinants of Corporate Social Responsibility Disclosure Ratings by Spanish Listed Firms. Journal of Business Ethies, - (88), pp:
351-366
Sawir, Agnes. 2009. Analisis Kinerja Keuangan dan Perencanaan Keuangan.
Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama Sawega, Andi. 2017.
Sartono, Agus. 2010. Manajemen Keuangan Teori dan Aplikasi. Yogyakarta:
BPFE.
Blasting Tambang Batubara Site SMO Dikeluhkan Warga, http://www.beraunews.com. Senin, 02 Januari 2017 20:28.
Shahbanu, Alwiya, 2017, PT Mitrabara Adiperdana Copy Paste Amdal dan Menghancurkan Lingkungan Malinau Selatan. https: //www. jatam. org/
2017/04/25/
Sembiring, Eddy Rismanda. (2005), Karakteristik Perusahaan dan Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial (Studi Empiris pada perusahaan yang tercatat di bursa efek Jakarta). Simposium Nasional Akuntansi XI. 6(1). Hal -
Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Bisnis. Cetakan Kelima Belas. Bandung:
Alfabeta
Sujianto, Agus. (2001), Analisis Variabel -Variabel Yang Mempengaruhi Struktur Keuangan Pada Perusahaan Manufaktur Yang Go Public di Bursa Efek Jakarta. Jurnal Ekonomi dan Manajemen. 2(2). pp -
Sudarmadji, Sularto, (2007), Pengaruh Ukuran Perusahaan, Profitabilitas, leverage, dan Tipe Kepemilikan Perusahaan Terhadap Luas Voluntary Disclosure Laporan Keuangan Tahunan. Proceeding PESAT, 2(-). pp-
Sujoko, & Soebiantoro, U. (2007), Pengaruh Struktur Kepemilikan Saham, Leverage, Faktor Intern dan Ekstern Terhadap Nilai Perusahaan. Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan , IX.
Sudana, I Made. 2011. Manajemen Keuangan Perusahaan Teori dan Praktek.
Jakarta: Erlangga.
Suharto, Edi. 2010. Membangun Masyarakat Memberdayakan Rakyat. Bandung : Refika Aditama.
Sukaria, (2016). Metode Penelitian. Medan: USU Press
Sutopoyudo. 2009. Pengaruh Penerapan Corporate Social Responsibility (CSR)Terhadap Profitabilitas Perusahaan. sutopoyudo.wordpress.com.
Sulistyowati, Indah dkk. (2010), Pengaruh Return on Asset (ROA), Return on Equity (ROE) dan Growthterhadap Kebijakan Dividen dengan Good
Corporate Governance (GCG) sebagai Variabel Intervening. Simposium Nasional Akuntansi, 8 (2) hal 7-10.
Solmi, 2014. Lumpur Bergas Menyembur di Area PT Elnusa Muarojambi, http://
news.metrotvnews.com
Teja, dkk. (2016). Pengaruh Debt To Assets Ratio, Devidend Payout Ratio, Dan Return On Assets Terhadap Nilai Perusahaan. E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana.17(3). hal.-
. Jumat, 10 Oct 2014
Tanuwijaya, Freddy. (2014). Pengaruh Kebijakan Dividen, Leverage, dan Ukuran Perusahaan Terhadap Nilai Perusahaan Sektor Property dan Real Estate di Bursa Efek Indonesia. Jurnal Riset Akuntansi Indonesia, 5 (1). hal 1-16.
Warsono. (2003). Manajemen Keuangan Perusahaan (3th ed.). Malang:
Bayumedia.
Weston, J. F., & Copeland, T. (2010). Manajemen Keuangan (2nd ed.). Jakarta:
Binarupa Aksara.
Weston, J. Feed dan Thomas E. Copeland.2012. Manajemen Keuangan. Jakarta:
Binarupa Aksara.
Wulandari, Wiksuana. (2017). Pengaruh Corporate Social Responsibility Dalam
Wulandari, Wiksuana. (2017). Pengaruh Corporate Social Responsibility Dalam