• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAFTAR LAMPIRAN

GAMBARAN UMUM TEMPAT PENELITIAN

A Profil tempat penelitian 4.1 Visi misi

Visi dari Kebun bibit dan Laboratorium Pusat Pengembangan Benih Lebak Bulus adalah unggul dan terdepan sebagai penghasil benih unggul dan bermutu serta kawasan wisata agro terkemuka di Indonesia

Misi dari Kebun bibit dan Laboratorium Pusat Pengembangan Benih Lebak Bulus adalah sebagai berikut;

a Mendukung visi dan misi dinas kelautan dan pertanian provinsi DKI Jakarta dalam penyediaan benih untuk pengisian ruang terbuka hijau

b Menyusun program dan rencana kegiatan operasional c Produksi benih unggul dan bermutu

d Penerapan dan peningkatan teknologi budidaya, pengelolaan benih dan perlakuan pascapanen produksi benih

e Pengadaan pohon induk sebagai bahan baku maupun koleksi

f Mengembangkan dan memantapkan kebun-kebun dinas sebagai sarana dan lokasi wisata agro

g Penyediaan sarana studi, latihan dan penyuluhan bagi masyarakat h Penyediaan sarana informasi dan pelayanan benih kepada masyarakat 4.2 Sejarah Pusat Pengembangan Benih Tanaman

Pusat pengembangan benih tanaman pangan, hortikultura dan kehutanan adalah Unit Pelaksana Teknik (UPT) Dinas Kelautan dan Pertanian Provinsi DKI Jakarta

54

dalam melaksanakan tuga pokok Organisasi berpedoman pada dasar hukum sebagai berikut:

1. Undang-undang No.12 Tahun 1992 tentang sistem budidaya tanaman

2. Peraturan Daerah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta No.10 Tahun 2008 tentang Tugas pokok dan fungsi Dinas Kelautan dan Pertanian

3. Peraturan gubernur provinsi daerah khusus ibukota Jakarta no. 87 tahun 2009 tentang organisasi dan tata kerja dinas kelautan dan pertanian provinsi DKI Jakarta 4. Peraturan gubernur provinsi daerah khusus ibukota Jakarta no 161 tahun 2010

tentang pembentukan organisasi dan tata kerja pusat pengembangan benih tanaman pangan hortikultura dan kehutanan

Pusat pengembangan benih tanaman pangan, hortikultura dan kehutananan (Pusbang Benih TPHK) provinsi DKI Jakarta pada tanggal 20 juli 2010 terdiri dari 15 Kebun bibit dan sejak tanggal 8 September 2011 berkurang menjadi 14 kebun bibit dikarenakan ada pengalihan pengelolaan kebun bibit sesuai dengan Surat Keputusan Kepala Dinas Kelautan dan Pertanian no 673/2010 dan no 196 tahun 2011 tentang pengalihan pengelolaan lahan kebun bibit petukangan utara, kebun bibit klender dan kebun bibit kembangan

4.3Tugas dan Fungsi Pusat Pengembangan Benih Tanaman 1. Tugas pokok

Berdasarkan peraturan Gubernur provinsi daerah khusus Ibukota Jakarta no. 161 tahun 2010 tentang pembentukan organisasi dan tata kerja pusat ppengembangan benih tanaman pangan, hortikultura dan kehutanan yang mempunyai tugas melaksanakan pembenihan tanaman pangan, hortikultura dan kehutanan

55

2. Fungsi

Untuk menyelenggarakan tugas pokok tersebut UPT Pusat pengembangan benih tanaman pangan, hortikultura dan kehutananan mempunyai fungsi:

a Penyusunan rencana kerja dan anggaran (RKA) dan dokumen pelaksanaan (DPA) Pusat

b Pelaksanaan dokumen pelaksanaan anggaran (DPA) Pusat c Pelaksanaan produksi benih unggul dan bermutu

d Penerapan peningkatan teknologi pertanian dan kehutanan di kebun percontohan

e Pelaksanaan pengujian dan adaptasi teknologi, budidaya, pengelolaan benih maupun perlakuan pasca panen benih

f Pengadaan pohon induk untukdikoleksi maupun sebagai bahan biakan g Penyediaan sarana studi, latihan dan penyuluhan bagi masyarakat h Penyediaan sarana informasi dan pelayanan benih kepada masyarakat i Pelaksanaan kegiatan penilaian dan pengembangan benih

j Pendistribusian benih kepada masyarakat k Pelaksanaan publikasi kegiatan pusat

l Pengelolaan kepegawaian, keuangan dan barang

m Pelaksanaan kegiatan kerumahtanggaan dan ketatausahaan

n Penyiapan bahan laporan dinas kelautan dan pertanian yang terkait dengan pelaksanaan tugas dan fungsi pusat

56

4.4 Keadaan Umum Lokasi

UPT Lebak Bulus terletak di jalan Pertanian Raya No.47 Wilayah Kelurahan Lebak Bulus Kecamatan Cilandak Jakarta Selatan. Berdasarkan data dari stasiun klimatologi di Pondok Betung, kebun ini berada di posisi 0,6o.16o LS dan garis bujur 1,96o 45o BT.

UPT Lebak Bulus terletak pada daerah dengan ketinggian 25 M di atas permukaan laut. Permukaan tanah mendatar, dengan bentuk memanjang dari arah ke selatan. Jenis tanah di sekitar areal adalah latosol merah.

UPT Lebak Bulus mempunyai volume hujan tahunan terbesar 2209 mm dengan lama penyinaran harian matahari sebesar 60,3%. Suhu udara rata-rata bulanan adalah 29oC dan kelembaban rata-rata harian 35%.

UPT Lebak Bulus mempunyai luas areal sekitar 1,43 Ha. Areal ini terdiri dari beberapa bangunan, yaitu laboratorium, kantor, rumah dinas, gudang peralatan, rumah kaca, sere atau paranet serta lahan untuk penanaman anggrek tanah, pisang dan pohon jati.

57

4.5 Struktur Organisasi

Tugas dan tanggung jawab struktur organisasi:

1 Ketua Kebun bibit dan laboratorium Pusat Pengembangan Benih Jakarta: a. Tugas dan Tanggung Jawab

1. Mengkoordinir kegiatan LKJ dan kebun

Staff Kebun Munjahid Staff Administrasi Safwarina Staff Operasional Laboratorium Adji Suprono Staff Operasional Laboratorium Harjismi Yendra THL (Tenaga Harian Lepas)Kebun 1. Suharto 2. Somad Abdullah 3. Abdul Hadi 4. Seno 5. Sachroni

THL (Tenaga Harian Lepas) Laboratorium 1. Neli Wardani 2. A. Suhaibi 3. Winarsih 4. Murizal Security 1. Prisma 2. Ruslan Cleaning Service 1. Yuniati 2. Hermawati 3. Doni Nurdiawan

Ketua UPT Lebak Bulus

58

2. Menandatangani laporan bulanan

3. Merncanakan program kegiatan LKJ dan kebun 4. Mengikuti rapat bulanan di Pusbang BTPHK dan LKJ 5. Melaksanakan tugas lain dari atasan

6. Mengusahakan pencapaian target PAD 7. Mengusahakan pencapaian target produksi 8. Melaksanakan kegiatan diklat

9. Pendampingan mahasiswa PKL dan magang b. Wewenang

1. Memberikan teguran terhadap tenaga Staff PNS, THL, Cleaning service dan satpam yang melakukan indisipliner

2 Staff administrasi

a. Tugas dan tanggung jawab 1. Membuat laporan bulanan 2. Merekap daftar hadir THL

3. Merekap hasil stock opname tanaman 4. Merekap barang

5. Membuat berita acara serah terima barang 6. Menerima tamu

7. Membuat DO pengeluaran benih’

8. Melaksanakan penjualan benih 9. Mengelola surat masuk

59

11.Memegang petty cash dan hasil penjualan benih

12.Menjadwlkan dan mengontrol hasil pekerjaan cleaning service 13.Mengelola daftar hadir dan jurnal satpam

14.Mengelola buku tamu

b. Wewenang

1. Memberikan teguran terhadap tenaga kerja outsourching yang melakukan indisipliner

3 Staff kebun

a. Tugas dan tanggung jawab

1. Mengkoordinir kegiatan THL Kebun

2. Melaksanakan pemeliharaan tanaman di kebun 3. Memperbanyak tanaman di lapangan

4. Memelihara peralatan kebun 5. Mencatat kegiatan kebun

6. Melaksanaan pekerjaan pengepakan produk kebun dan LKJ 7. Melaksanakan tugas-tugas tambahan yang diberikan oleh atasan b. Wewenang

1. Memberikan teguran terhadap THL yang melakukan indisipliner 4 Staff operasional Laboratorium

60

1. Melaksanakan kegiatan operasional laboratorium meliputi pencucian botol, persiapan dan pembuatan media, penanaman eksplan, subkultur benih

2. Melakukan hubungan kemitraan dan jasa teknologi dengan dunia usaha, petani dan pendidikan

b. Wewenang

1. Mengendalikan kegiatan operasional laboratorium

4.6 Proses produksi Pembibitan

Proses produksi pembibitan tanaman secara kultur jaringan ada berbagai tahap. Dalam pembibitan kultur jaringan antara pembibitan tanaman jati, pisang dan Anggrek hampir sama hanya saja ada perbedaan pada tahap pendewasaan atau tahap di kebun pada tanaman Anggrek dan juga ada perbedaan beberapa bahan baku yang digunakan pada pembibitan tanaman jati, pisang dan Anggrek. Berikut bagan produksi pembibitan tanaman di in vitro atau di Laboratorium. Tertera pada gambar 14 ;

61

Gambar 14; Bagan Produksi in vitro pembibitan Tanaman

Dilihat pada gambar 14, pembibitan tanaman kultur jaringan ada 5 tahapan penting, diantaranya pembuatan media. Media yang dibuat pada pembibitan tanaman pisang dan jati adalah media yang digunakan pada tahap inisiasi dan tahap multiplikasi

Pembuatan Media Jati 157 botol Pisang 540 botol Anggrek 250 botol Inisiasi

Sterilisasi Luar Sterlisiasi Dalam

Multiplikasi Pisang 3700 botol Multiplikasi Anggrek 5472 botol Multiplikasi Jati 1100 botol

Produk Telah siap dijual Pengakaran

62

dengan tahap inisiasi untuk jati sebanyak 157 botol dan untuk pisang 540 botol yang kemudian diperbanyak pada tahap multiplikasi menjadi 1100 botol dan 3700 botol dengan 30% tingkat kegagalan sehingga, pada tahun 2013, pembibitan tanaman pisang memproduksi 2778 botol sementara jati hanya 1025 botol. Pada lampiran 7.1 dan lampiran 7.2, dapat dilihat aada beberapa perbedaan bahan yang tidak dipakai pada pembibitan tanaman jati yaitu NAA , sementara dalam pembibitan tanaman pisang yaitu IAA, IBA, TDZ dan kinetin. Dan jumlah kuantitas bahan yang digunakan berbeda antara pembibitan tanaman pisang dan jati dikarenakan jumlah keseluruhan produksinya pun berbeda. Berbeda dengan tanaman pisang dan jati, yang hanya memliki perbedaan sedikit dalam pembuatan media. (Lihat Lampiran 7.3). untuk tanaman anggrek, dilakukan tahapan inisiasi sebanyak 250 botol dan pada tahapan multiplikasi dihasilkan sebanyak 5472 botol. Kecepatan multiplikasi pada tanaman anggrek dilakukan setiap bulannya sesuai dengan jumlah kebutuhan produksi yang diinginkan. Pada tahun 2013, tanaman anggrek dihasilkan 4209 botol.

Jumlah waktu dalam setiap tahapan pembibitan tanaman adalah 1 bulan pada tahap inisiasi dan pada tahapan sterilisasi dilakukan maksimal 7 kali perbanyakan dengan kapasitas perbanyakan 4 kali kelipatannya. Jika jumlah produksi yang diinginkan sudah tercapai, perbanyakan atau multiplikasi tidak dilakukan lagi.

Untuk tahapan di kebun tau vitro , tanaman anggrek juga mengalami perbedaan dengan tanaman lainnya (Pisang dan jati, red). Berikut adalah tahapan di kebun tanaman pisang dan Jati.

63

Gambar 15; bagan produksi Vitro Jati dan Pisang

Pada gambar 15, pada tahap aklimatisasi adalah proses pemindahan bibit dalam botol kedalam Bak Aklim. 1 buah bak aklim terdapat 83 bibit yang ditanam. Setelah itu baru bibit dipindah dalam polibag sampai umur 3 bulan atau sampai tanaman berukuran 15-30 cm. Pembibitan tanaman di kebun pada gambar 15 belum termasuk 30% tingkat kegagalan. Jadi hasil produksi sebenarnya yang dihasilkan pada tahun 2013 adalah 1510 polibag tanaman Jati dan 11879 polibag tanaman pisang. Dan berikut ini adalah bagan produksi vitro untul tanaman Anggrek.

Gambar 16: Bagan Produksi vitro tanaman anggrek

Botol ke

Dokumen terkait