• Tidak ada hasil yang ditemukan

MODAL SOSIAL DAN KEPEMIMPINAN KIAI PESANTREN A. Modal Sosial

6. Genealogi Pesantren

102

6. Genealogi Pesantren

Term ―pesantren‖ berasal dariNbahasa sansekerta yang terdiri dari dua kata yaitu ― Sa‖ dann―Tra‖. ―Sa‖ yang berarti orang yang berperilaku yang baik, dan ―tra‖ berarti suka menolong.195

Selanjutnya kataLpesantren berasal dari katandasar ―santri‖ yang mendapat awalan pe dan akhiran an yang berarti tempat tinggal para santri.196 Begitu pula pesantren sebuah kompleks yang mana umumnya terpisah dari kehidupan sekitarnya, dalam kompleksnitu berdiri beberapa bangunan rumah kediaman pengasuh. Dapat pula dikatakan pesantrennadalah kata santri yaitunorangLyang belajar agama Islam.197 Menurut Geertz, pengertian pesantren berasal dari bahasa India Shastri yang berarti ilmuan Hindu yang pandai tulis menulis. Maksudnya pesantren adalah tempat bagi orang orang membaca dan menulis. Geertz menganggap pesantren dimodifikasi dari Pure Hindu.

Menurut C. C Berg berpendapat bahwa istilah tersebut berasal darinistilah shastri, yang dalam bahasa India berarti orang yang tahu buku-buku suci agama Hindu atau seorang sarjana ahli kitab suci agamanHindu. Terkadang juga dianggap sebagaingabungan kata saint (manusia baik) dengan suku kata tra (suka menolong), sehingga katanpesantren dapat berarti tempat pendidikan manusia baik-baik.198Misalnya Istilah funduq berasal dari bahasa

195 Abu Hamid, Sistem Pesantren Madrasah dan Pesantren di Sulawesi Selatan (Ujung Pandang: Fakultas Sastra UNHAS, 1978), 3.

196 Wahjoetimo, Perguruan tinggi Pesantren Pendidikan Alternative Masa Depan (Jakarta: Gema Insani Press, 1997), 70.

197 Muhammad Ali, Kamus Lengkap Bahasa Indonesia (Jakarta: Pustaka Ilmu, t.th), 310.

198 H. Rohadi Abdul Fatah, dkk.,Rekontruksi Pesantren Masa Depan (Jakarta Utara: Listafariska Putra, 2005), 11.

103

Arab, yang artinya pesangrahannatau penginapan bagi orang yang berpergian.199

Pendapat serupa juga dapat dilihat dalam penelitian Karel A. Stenbrink. Dia mengatakan bahwa secara terminologis dijelaskan bahwa pendidikan pesantren, di lihat dari bentuk dan sistemnya berasal dari India. Sebelum proses penyebaran Islam di Indonesia, sistem tersebut telah dipergunakan secara umum untuk pendidikan dan pengajaran agama Hindu di Jawa. Setelah Islam masuk dan tersebar di Jawa, sistem tersebut di adopsi oleh Islam. AbunAhmadi memberikan pengertian pesantren sebagai suatu sekolah bersama untuk mempelajari Ilmu agama, kadang-kadang lembaga demikian ininmencakup ruang gerak yang luas sekali dan mata pelajaran yang dapat diberikan dan meliputi hadits, ilmu kalam, fiqih dan ilmu tasawuf.200

M. Ridlwan Nasir, mengatakan bahwanpondok pesantren adalah gabungan dari pondok dan pesantren. Istilah pondok, mungkin berasal dari kata funduk, dari bahasannArab yang berarti rumah penginapan atau hotel. Akan tetapi di dalam pesantren Indonesia, khususnyanpulau Jawa, lebih mirip denganmpemondokan dalammlingkungan padepokan, yaitu perumahan sederhana yang dipetak-petak dalam bentuk kamar-kamar yang merupakan asramanbagimnsantri. Sedangkan istilahmpesantren secara epistimologi asalnya pe-santri-an yangnberarti tempatnsantri. Santrinatau murid mempelajari agama dari seorang Kiai ataunSyaikh di pondok pesantren. Pondok pesantrennadalah lembaga keagamaan, yang memberikan pendidikan

199 Steenbrink, Pesantren Madrasah, 22.

104

dan pengajaran sertamnmengembangkan dan menyebarkan ilmunagama dannIslam.201

SementarannAbdurrahman Wahid, Memberikanodefinisi bahwa pesantren adalahasebuah komplek dannlokasinya terpisah dengan kehidupannnsekitarnya. Dalam komplek itu terdiriLbeberapambuah bangunan, rumah kediaman pengasuh, sebuah masjid tempat pengajaran yangndiberikan dan asrama, tempat tinggalnparasantri.202 Dalam istilah pesantren jugandisebut sebuah kehidupan yang unik karena dindalam pesantren selain belajar santri juga di didik untuk hidup mandiri, sebagaimanannyang dapat disimpulkan dari gambaran lahiriahnya. Pesantren adalah sebuah kompleks dengan lokasi yang umumnya terpisah darinkehidupan sekitarnya, dalam kompleksnitu berdiri dari beberapa buah bangunan, rumah kediaman pengasuh yang disebut Kiai, dan di mana di dalamnya terdapat sebuah surau atau mesjid dan asrama tempat mondok bagi santri.203

Darinpengertian tersebut dinatas, maka dapatlah dipahami bahwa pesantren adalahmmerupakannwadah yang mana di dalamnyanterdapat santri yang dapat diajar dan belajar dengan berbagai ilmunagama. Demikian pula sebagai tempat untuknmenyiapkan kader-kadernda‘i yang profesional di

201

Lebih lanjut dikatakan bahwa pondok pesantren adalah salah satu bentuk lembaga pendidikan dan keagamaan yang ada di Indonesia.Secara lahiriyah, pesantren pada umumnya merupakan suatu komplek bangunan yang terdiri rumah kyai, masjid, pondok tempat tinggal para santri dan ruangan belajar.Di sinilah para santri tinggal selama beberapa tahun belajar langsung dari kyai dalam hal ilmu agama.Meskipun dewasa ini pondok pesantren telah tumbuh dan berkembang secara bervariasi. Lihat M. Ridlwan Nasir, Mencari Tipologi Format Pendidikan

Ideal, Pondok Pesantren di Tengah Arus Perubahan.,80.

202 Abdurrahman Wahid, Pesantren dan Pembaharuan (LP3ES: 1988), 40. 203 Ibid., 40.

105

bidang penyiarannIslam. Pesantrennberperan dalam lingkup regional hingga nasional. Pesantren tidak kehilangan kepribadiannya sendiri sebagai tempat pendidikan keagamaan. Bahkan tradisi-tradisi keagamaan memiliki pesantren-pesantren itu sebenarnya merupakan ciri khusus yang harus dipertahankan, karena dinsinilah letak kelebihannya. Pesantren merupakan merupakan hasil usaha pribadi atau Individual (individual enterpres), karena dari pancaran kepribadian pendirinyalah dinamika pesantren itu akan terlihat. Dalam hal ininNurcholis Madjid mengemukakan, pada dasarnya memang pesantren itunsendiri dalam semangatnya adalah pancaran kepribadian pendirinya.

Nurcholis Majdid memandang ada ambiguitas arah yang ingin dicapainpesantren lebih disebabkan oleh faktor kiai yang memainkan peran cukup sentral dalam sebuah pesantren. Hal ini tidak dapat dielakkan, karena kiai merupakan elemen yang paling esensial dari suatu pesantren. Maka, telah sewajarnya bahwanpertumbuhan suatu pesantren semata-mata bergantung kepada kemampuan pribadi kiainya.204

Kebanyakan kiai di Jawa berangggapan bahwa suatu pesantren dapat diibaratkan sebagai suatu kerajaan kecil kiai merupakan sumber mutlak dari kekuasaan dannkewenangan (power and authority) dalam kehidupan dan lingkungan pesantren.205 Keberlangsungan sebuah pesantren semata-mata atas otoritas kiai di atas menurut Nurcholis Madjid punyandampak negatif bagi pesantren dalam perkembangannya ke arah yang lebih baik. Hal ini

204 Madjid, Bilik-Bilik Pesantren...,6.

106

didasarkan atas profil kiai sebagai pribadi yang memiliki serba keterbatasan dan kekurangan. Salah satu keterbatasannyantercermin dalam kemampuan mengadakan respon pada perkembangan-perkembangan masyarakat.