• Tidak ada hasil yang ditemukan

Modal Sosial dan Kepemimpinan Kiai Pesantren

MODAL SOSIAL DAN KEPEMIMPINAN KIAI PESANTREN A. Modal Sosial

C. Modal Sosial Kepemimpinan Kiai dalam Mengembangkan Pendidikan Pesantren Pesantren

3. Modal Sosial dan Kepemimpinan Kiai Pesantren

118

memang mendorong para santrinya untuk menjadi agen perubahan sosial politik (agent of political and social change).223 Semua peran tersebut dapat dilakukan pesantren karena ia mampu membangun nilai profetik di dalam lingkungan kelembagaanya.

Dilihat dari model pendidikannya, ia memiliki keeratan dengan orientasi kesadaran diri, perbaikan moralitas dan perilaku, serta keterkaitan dengan nilai-nilai normatif dari sumber agama. Orientasi tersebut membentuk jiwa profetik yang mampu menerjemahkan teks-teks normatif keagamaan dalam kehidupan keseharian civitas pesantren dan melahirkan sikap toleran, moderat, selektif bahkan semangat transformatif di ranah sosial. Hal inilah yang menjadi modal pesantren untuk terus melakukan perubahan sosial, sebagaimana gerakan para aktor pesantren yang merupakan gerakan keagamaan dengan corak tradisional tapi memiliki implikasi sosial (religiotraditional movement).224

3. Modal Sosial dan Kepemimpinan Kiai Pesantren

Seorangmpemimpin memiliki pengaruh terhadap masyarakat dan perkembangan di lingkungan sekitar. Pengaruh tersebut dapat dilihat dari sisi sosial, budaya maupun pendidikan. Bagi seorang pemimpin yang mendapat trust dari masyarakat luas, tentu harus memilikinmodal dan kualitas yang dianggap lebih menurut sudut pandang masyarakat. Seorangnpemimpin yang dapat mengembangkan sebuah kelompok, baik kelompok masyarakat

223

Soleh Rosyad, Drs. K.H. Ahmad Rifa‟i Arief: Kiprah Kyai Entrepreneur (Jakarta: Grasindo, 2011), xxii.

224 Abdul Djamil, Perlawanan Kiai Desa: Pemikiran dan Gerakan Islam KH. Ahmad Rifa‟i Kalisalak (Yogyakarta: LKiS, 2001), xi

119

maupun organisasi dan lembaga tidaklah cukup dengan memiliki satu modal saja untuk melakukan sebuah perkembangan atau sebuah kemajuan di masyarakat. Menurut Bourdieu adanbeberapa modal yang dimiliki seorang pemimpin, antara lain : 225 modal ekonomi, modal budaya dan modal sosial.

Melihat teorindari Bourdieu juga tidak lepas dari modal sosial kepemimpinan kiai. Modal sosial dan kepemimpinan kiai adalah satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan karena modal sosial sebagai bekal kepemimpinan seorang kiai dalam mengembankan pesantren. Kepemimpinan kiai sangatlah dipertimbangkan oleh masyarakat, melihat seorang kiai menjadi panutannya. Modal yang dimiliki oleh seorang kiai akan

berpengaruh dalam kepemimpinannya. Seorang pemimpin dalam

kepemimpinannya akan memakai seluruh sumber daya dan potensi hubungan yang dimiliki di mana hal ini menjadi bagian dari modal sosial. Hubungan yang stabil akan menciptakan kekuatan sebuah hubungan antara pemimpin dan anggota kelompok atau masyarakat.

Adanya kepemimpinan kiai menandakan ada sebuah kepercayaan antara masyarakat dan kiai dalam mengembangkan pesantren atau pun pengembangan kegiatan sosial di masyarakat (religious power).226 Pengembangan dapat terjadi apabila kepemimpinan kiai memiliki modal sosial, karena dari modal sosial ini lah yang dapat membawa pengaruh besar suatu perkembangan. Modal sosial menjadi peranan penting bagi kiai dalam

225

Suharjo, Peranan Modal Sosial dalam Perbaikan Mutu Sekolah Dasar di Kota Malang, 71-72.

226 Religious power adalah kiai tidak hanya memiliki modal keilmuan dan kealiman saja. Namun kiai juga mampu menangani problematika sosial yang ada di masyarakat.

120

mengembangkan pendidikan, sosial dan budaya yang ada di masyarakat. Kelompok masyarakat yang membutuhkan sosok pemimpin dalam aspek sosial dapat dipengaruhi oleh sosok kiai yang memiliki modal sosial yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, baik itu dari segi pendidikan, spiritual maupun ekonomi.

Unsur dari modal sosial itu sendiri menurut Putnam meliputi : jaringan (network), norma (norms), kepercayaan (trust). 227 Sebagaimana dijelaskan diatas bahwa seorang pemimpin mendapat kepercayaan dari masyarakat melewati relasi yang kuat didasari dengan norma-norma yang berlaku di masyarakat. Sedangkan dalam Modal sosial cenderung memiliki kekuatan dan kebaikan dalam menjalin kerjasama antar anggota dalam suatu kelompok tertentu, melakukan interaksi sosial timbal balik antar individu (kiai, santri, masyarakat) dan dalam rangka memobilisasi para anggota dalam konteks solidaritas sosial untuk membangun kesadaran kritis.228 Salah satu tujuan pemimpin menciptakan karakter masyarakat kritis utuk sebuah perkembangan. Kepemimpinan kiai dengan modal sosial yang dimiliki dapat mempengaruhi pola pikir masyarakat menjadi masyarakat kritis dan aktif dalam banyak bidang. Sebagai timbal balik harapan dari masyarakat yaitu kiai dapat melakukan perubahan yang jauh lebih baik.

Modal sosial dan kemimpinan kiai tidak dapat dipisahkan, karena keduanya saling terikat, melihat kepemimpinan kiai berangkat dari modal sosial yang dimiliki. Hadirnya kepemimpinan kiai dengan modal sosial yang

227 John Field, Modal Sosial, 5. 228 Hasbullah, Social Capital,31.

121

dimiliki maka harus dapat memberi pengaruh kebaikan. Selain dari Putman tentang modal sosial, dapat pula melihat empat nilai kapital sosial yang dapat menguatkan eksistensi modal sosial dengan menanamkan nilai-nilai, yaitu : (1) universalism (nilai tentang terhadap orang lain). (2) benevolence (nilai tentang pemeliharaan dan kesejahteraan orang lain). (3) tradition (nilai yang mengandung penghargaan). (4) conformity (nilai yang terkait dengan pengekangan diri). Empat nilai kapital sosial ini dapat menguatkan modal sosial dalam kepemimpinan kiai. Di mana kiai dapat menghargai masyarakat dengan cara memperhatikan kesejahteraan masyarakat tanpa meninggalkan tradisi yang ada di masyarakat. Kepemimpinan kiai tidak lepas dari makna kepemimpinan dalam perspektif Islam. Kepemimpinan kiai selain memiliki bekal modal sosial juga memerlukan bekal pribadi yang amanah dan tanggung jawab. Di mana tanggung jawab tersebut tidak terbatas terhadap anggota masyarakat namun juga terhadap Allah Swt.229 Adapun seorang yang disebut atau mendapat julukan kiai adalah orang yang oleh masyarakat dianggap sebagai orang yang alim.230 Kiai dalam pandangan masyarkaat secara umum dianggap sebagai orang yang memiliki kelebihan dalam bidang ilmu keagamaan.231

Kepemimpinan kiai tidak hanya sebatas membawa bekal modal sosial namun juga membawa bekal keilmuan agama yang lebih memahami dari masyarakat biasa. Maka, dapat disimpulkan bahwa modal sosial adalah bekal

229

Raihan Putri, Kepemimpinan Perempuan dalam Islam (Yogyakarta: AK Group, 2006), 52.

230 M. Cholil Bisri, Ketika Nurani Bicara, 85. 231 Nurcholis Madjid, Pintu-pintu Menuju Tuhan, 96.

122

dari kepemimpinan untuk menjalankan sebuah lembaga atau kelompok masyarakat. Kepemimpinan kiai adalah bentuk memimpin seorang kiai dengan penuh tanggung jawab terhadap masyarakat maupun Allah Swt yang diimbangi dengan modal sosial.

4. Modal Sosial Kepemimpinan Kiai dalam Pengembangan Pendidikan