• Tidak ada hasil yang ditemukan

Antara Harapan Dan

Dalam dokumen MEDIA PEMERINTAH KOTA TEBING TINGGI (Halaman 37-40)

Kenyataan

Penggantian

tahun dari 2014 menjadi 2015 masyarakat mengharapkan perubahan dalam berbgai persoalan. Sehingga hal ini akan menjdikan anggota masyarakat berubah nasibnya. Apalagi persoalan mencari ma- kan bagi masyarakat kecil, yang selama ini merasa kesulitan untuk merubah statusnya. Dari yang berstatus rendah sedikitnya akan lebih baik. Kalau para pedagang keci, mengharapkan harga harga kebutuhan pokoknya jangan ter- lalu mahal, karena akan menyuli- takan kehidupan mereka .

Apalagi berpenghasilan rendah, kebutuhan hariannya saja tak bisa di penuhinya. Dan biaya sekolah anaknya termasuk ongkos oplet di tambah uang jajan hari- anya sudah tinggi.

Sedangkan penghasilanya tidak lebih baik malah sebagian besar menurun dari sebelumnya. Hal ini sering penulis mendapat cerita dari beberapa orang tua yang hidupnya sederhana. Kebutuhan anak anaknya begitu banyak mu- lai dari sepatu yang setiap tahunya harus dig anti, itupun kalau sianak menjaga keadaan sepatunya. Be- lum lagi maslah pakaian serag- amnya dan membeli buku buku. Semua kan dibeli dengan uang. Tak ada yang gratis.

Melihat gambaran sep- erti itu, wajarlah kalau anggota masyarakat mengharapkan peru- bahan , di dalam tahun ini. se- hingga apa apa yang selama tahun sebelumnya akan berubah sedikit longgar. Dan dapat memenuhi

kebutuhan hariannya. Baik un- tuk rumah tangga maupun untuk kebutuhan anak anaknya.

Disamping itu untuk berobatke rumah sakit kini sudah ada yang namanya BPJS, masyarakat ting- gal memilih, berapa kesanggupan- mereka membayar tiap bulanya . menurut kemampuan kantongnya sendiri . hal itu telah berjalan dan sudah banyak yang menikmatin- ya, ketika berobat ke rumah sakit

Jelas hal ini membantu kekurang sanggupan anggota masyarakat dlam menghadapi bila terjadi ketika tubuh tersa perlu berobat. Dan hal ini dapat kita li- hat di rumah sakit. Banyak pasien yang meng-gunakan katu dengan nama BPJS. Pasti hal itu sangat mendukung untuk meringankan biaya yang harus di bayar oleh pasien. Tidak seperti sebelumnya. Kiniberobat gratis, kecuali ada obat-obatan yang tidak ada di farmasi. Harus di bli di luar dan harganya juga bermacam macam. Ada yang murah dan juga ada yang mahal. Tergantung penyakit yang diidap si pasien bersangku- tan.

Sedikit perubahan telah di raskan anggota masyarakat, ketika berobat. Tanpa mengeluarkan bi- aya, kecuali kalau tak ada obatnya di ruang farmasi yang berada di lokasi rumah sakit.

Di suatu sisi telah terjadi pe- rubahan besar untuk anggota- masyarakt. Dan pelayanan juga tidak berubah dengan ketika kita berobat membayar. Jelas hal ini tergambar oleh kita semua ,

pemerintah kini talah mengaihkan perhatiannya kepada masyarakat kecil terutama.

Sehingga rakyat sehat akan ter- cipta dan akhirnya Negara men- jadi kuat.

Kesehatan masyarakat akan menjadi pertanda bahwa Negara akan lebih baik kelak. Sementara angkatan muda akan bergerak maju, menjadi hal hal yang menjadi idamannya untuk masa depannay. Dan para orang tua akan gembira melihat anak anaknya maju tidak seperti orang tua. Sekolahnya gantung, tidak tingi tapi tidak juga rendah. Begitulah harpan anggota masyar- kat kita dalam menghadapi tahun baru sebagai pengganti tahun sebelumnya.

iya kan ?

Bagamana dengan bidang lainnya. Apa sudah ada perubahan ?

Lihat saja di beberapa badan jalan, kini semua telah di penuhi beberapa pedagang kaki lima . mulai dari jalan Pemuda Pejuangskandar Muda, Ahmad Dahlan dan sebagian jalan Pa- timura. Smuanya memang di tempati para pedagang. Mulai dari sayur mayur, ikan basah dan ker- ing serta buah buahan .

Padahal mereka menggelar da- gangannya di badan jalan dan sebagian kecil trotoar. Ini daerah yang terlarang bagi usha apapun di atasnya. Namun sampai kini tak ada perubahan , bahkan nampa- knya semakin banyak.

Opini

Mereka enggan meninggalkan wilayah itu , karena mereka telah mengr\eluarkan biaya untuk ber- jualan disitu.

Bahkan mereka tidak menggubris surat yang mereka terima dari pihak perinta dan bahkan dimita untuk meninggalkan tempat itu pada bulan oktobr tahun lalu. Dan pihak pemerintah tidak mengam- bil tindakan tegas. Dengan cara apapun terserah. Yang pasti mesti ada perubaha. Pemerintah kini secara nasional mencanangkan perubahan.

Hal ini memudahkan bagi

masyarakat untuk bertindak. Baik untuk pengendara sepeda motor maupun mobi. Apalagi pejalan kaki . terutama bagi kaum ibu yang akan berbekanja kepajak un- tuk membeli keperluan hariannya. Situasi seperti sekarang ini, jelas para kaum ibu tidak leluasa untuk berjalan di pajan. Jalan jalan men- jadi sempit , apalagi kalu sudah hujan sebelumnya, becekpun pasti

mengganggu.

Sebagian anggota masyarakat bertanya, kapan pajak ini seperti semula bersih dan lapang, seper- tinya sebelum adanya pasar yang bertingkat itu di bangun. Semen- tara pajak itu terlihat kosong tanpa pedagang yang menepatinya. Kapan lagi mereka itu akan di pin- dahkan ke dalam pasar. Terdengar kabar mereka itu punya nonor untuk tiap tempat berjualan. Men- gapa mereka tidak mengisinya, padahal tempat itu sudah menjadi tempat perjualan.

Maunya para petugas yang mem- bidangi ketertiban bertindak mengatasinya. Sehingga kead- aan menjadi normal. Dan para pedagang itu di pindahkan untuk meninggalkan tempat yang selama ini dipakainya.

Merkeka yang sudah memem- pati pasar kaget jalan jawa jangan lagi menempati di jalan Ahmad Dahlan. Semua pedagang minu- man dan miie sop tempatkan di tepi sugai yang sudah disediakan

sebelumnya. Dan para pedagang buah menempati lantai dasar pasar bertingkat.

Dengan demikian akan tercipta suasana yang nyaman bai untuk pedagang maupun para calon pembeli. Dan kesegeran pun akan di rasakan smua pihak.

Namun apabila jumlah pedagang melebihi dari tempat yang berada di pasar bertingkat, di sebarkan ke pasar sakti. Dan smuanya akan mendapat tempat berjualan tanpa melanggar ketentuan pemerintah. Baik undang undang maupun peraturan yang ada.

Apabila terjadi, kota tebing tinggi akan menjadi lebih bersih dan tentram.

Smua harapan anggota masyarakat akan menjadi keny- ataan dan bukan menjadi mimpi indah semata. Pasti anggota masyarakat akan mendukung masalah ini dan kota ini akan menjadi lebih baik.

Pastikan ?

Opini

Disiplin- Disiplin

Batas

di awal awal tahun kepala kepala daerah menganjarkn kepada bawahannya agar melaksanakan tugas dengan mengetengahkan pelay- anan kepada masyarakat yang memer- lukan sesuatu yang di perlukan. Dengan demikin ini berrti memudahkan orang berurusan dengan pemerintah. Dan jangan memberatkan dengan ber- bagai peraturan yang berujung tindakan pungli. Dan ini sangat memberatkan ang- gota masyarakat yang brurusan dengan biro kreasi. Dan ini telah berlangsung sejak pemerintahan sebelumnya.agar tidak lagi terulang.

Dengan berbuat demikian masyarakat amat sangat mendukung perbuatan para petugas dengan san- gat senang hati. Tak satupun anggota masyarakat itu merasa dirugikan. Gambaran seperti itu bisa tidak dilaksan- akan dan berbuah kegembiraan di tengah masyarakat. Dan pastinya si petugas juga bisa terlepas dari segala ancaman hukuman. Dan pastinya akan membuah- kan kebahagiaan di tengah keluarkanya . gajinya cukup untuk keperluan rumah tangga dan anak anak bisa sekolah. Apalagi yang harus di cari dan dikejar kejar dalam hidup ini.

Penegakan disiplin di tengah birokrasi sangat diperlukan. Dengan penegakan sikap disiplin itu, smua pekerjaan bisa dilaksnakan dengan mudah. Dan tidak berlarut larut seperti slama ini.

Kenapa kepala daerah sering mengingat kan hal ini di tengah tengah birokrasi?

Memang slama ini, sering kali pegawai itu menambah hari libur yang resmi. Sehingga ada pekerjaan yang seharusnya sudah selesai bisa berubah tanggal dan hariyang ditentukannya, dengan demikian kerugian di tengah masyarakat sudah terjadi.

Apakah tabiat ini sudah menjadi budaya di tengah para pegawai itu ?

Kalau memang tabiat itu sudah menjadi pegangan tak resmi para pega- wai , mesti ada perubahan. Dan tindakan hukuman juga mesti di jatuhkan kepada para pegawai yang melanggar peraturan yang ada. Dengan demikian kita ber- harap kejadian kejadian seperti itu tidak akan berulang lagi. Dan pasti pegawai

yang mlihat hal ini akan berfikir untuk

bertindak di luar aturan yang ada. Bisa- kan ?

Apalagi kita sima kata presiden Ri Joko Widodo, cabinet tahun ini punya sem- boyan kerja kerja kerja.

Setiap orang yangterlibat dengan pemer- intah harus memegang prinsipini dengan teguh dan percaya lah semua itu bisa di kerjakan dengan mudah, asal sungguh sungguh menghadapi pekerjaan yang menjadi tanggung yang bersangkutan. Mulai dari eselon yang atas sampai yang paling bawah. Karena yang paling bawah melihat ke atas dan menirukan yang diperbuat atasan nya. Sifat meniru adalah salah satu sifat manusia sering meniru atasannya. Kalau yang atas baik yang bawah malu berbuat yang tidak baik. Dan takut kena tindakan hukuman paling tidak hukuman disiplin.

Makanya judul tulisan ini memakai kata kata disiplin

Dengan melaksanakan disiplin kerja, akan berbuah hasil yang baik. Dan ini berbuah penghargaan dari atasan, mungkin saja memperoleh dalam bentuk apapun namanya.

cobalah, kita akan merasakan- nya kelak.

percayalah !

Bagaimana dengan masyarakat kita ? Apakah disiplin di tengah ten- gah masyarakat itu sudah di tegakkan ? Kita lihat saja seharian yang terjadi di tengah tengah kita. Banyak pel- anggaran di langgar dengan mudahnya.

Bagi anak muda yang mengen- darai sepeda motor dengan bangganya melarikan kereta nya dengan kecepatan tinggi. Tanpa menghiraukan keselamatan dirinya dan juga orang lain. Belum ladi menghidupkan klaksonnya nyaring nyar- ing yang memekakan telinga.

Padahal ia sedang melalui jalan yang cukup ramai dan diperlukan kecermatan dan kehati hatian yang plus. Sehingga smuanya bisa bejalan dengan lancar dan. Begitulah keinginan kita se- mua. Aman dan tidak terjadi kecelakaan lalu lintas akan terjadi.

Belum lagi kalau memakirkan kereta dan mobil sembarangan. Bahkan berani melanggar rambu rambu lalu lintas yang

terpasang dan jelas terlihat dengan kasat mata.

Pernah sering terjadi mema- kirkan mobilnya di badan jembatan. Tepatnya di jembatan jalan Iskandar Muda. Dengan demikian akan menyulit- kan kendaraan lain yang melintas di jalan tersebut.

Padahal ada petugas parkiryang bertugas di daerah itu. Tapi tidak pernah melarang untuk memakirkan mobilnya di badan jembatan itu. Seolah takut atau apa kita tak mengetahuinya dengan pasti. Namun gejala itu bukan sekali atau dua kali, hapir setiap hari kita bisa melihatnya.

Sayang nya petugas lainnya sering melintas di daerah itu. Jelas hal ini buat kendaraan lain agak terganggu melintas di jembatan tersebut.

Sementara beca bermotor sering juga parker di sepanjang jalan tersebut. Jalan semakin sempit untuk dilalui kendaraan bermotor yang menuju arah kantor polisi dan pengadilan negri. Jelas terganggu kelancarannya . ini sudah sering menjadi sorotan pers. Namun hal ini masih tetap berjalan seperti tidak terjadi apa apa. Kenapa hal it uterus terjadi tanpa adanya tindakan?

Inilah tandannya tidak adanya disiplin di tengah tengah masyarakat kita.

Semuannya dilanggar dengan mudah. Seolah negeri tidak punya hukum yang bisa menjerat mereka pelanggar hukum. Memang menegakkan disiplin tidak mudak di tegakkan. Hal ini dimulai sejak dini . dari sekolah , rumah tangga serta pemerintah. Ketigannya merupa- kan punya kekuatan untuk menegakkan disiplin , baik murid dan utuk masyarakat luas. Smuanya harus dilibatkan untuk menegakkan disiplin tersebut. Tidak sek- edar anjuran tapi mesti dengan tindakan hikuman bagi pelanggar disiplin itu.

Dengan berbuat seperti itu, mudah mudahan akan terjadi peruba- han di tengah masyarakat. Dan kita kan merasakan hasilnya kelak

Iya kan ?

Cerpen

S

emilir angin membelai rambut NAIRA yang hitam berkilau, ma- tanya menatap serius ke layar HP sambil tangan- nya sibuk menari nari memainkan keypad di HP miliknya . NAIRA adalah seorang gadis remaja yang maih duduk di bangku sekolah kelas 11, slah satu SMA favorit di kotanya. Hobinya menyanyi, kebetulan dia memiliki suara yang lumayan merdu, hanya saja belum perna mengikuti lomba menyanyi tingkat apapun.

“Naira !” suara panggilan ibunya mengema dari dalam rumah. “ sudah sore kamu belum mandi dan sholat ashar, “ kembali ibunya me- manggil Naira. “ ya bu sbentar lagi, nanggung ne,” jawab NAIRA. “ Begitulah jawaban anak anak jaman sekarang ini kalau dipanggil orangu- tan sebentar- sebentar, ntah apa yang nanggung . “ omel ibu NAIRA sambil berjalan menuju dapur menyiapkan makan malam buat keluarganya . sementara itu NAIRA asyik bermain facbook dari HP nya , dia membuat status “PENGEN JADI PENYANYI KAYAK AGNES MONIKA “, tidak berselang lama ada komentar masuk di akun FB nya,

“IKUT AJANG MENCARI BAKAT AJA DI TELEVISI”. Ada lagi yang berkomentar “, JADI BIDUAN AJA DULU DARI KAMPUNG KE KAMPUNG , NTAR MANA TAU ADA PRODUSER DENGER KAN BISA IKUT REKAMAN, HE HE , “ NAIRA tersenyum sendiri sambil bergumam “

Betul jug aide teman teman fb AKU INI , NTAR AKU HARUS CARI INFO BUAT IKUT Ajang mencari Bakat Di Televisi, sekarang mandi dulu lah , “ sambil menonaktifkan FB NYA.

Keesokan harinya di sekolah ,” SALSA, aku pengen ikutan ajang mencari bakat di televise, so kamu kan tau suara aku lumayan bagus lah, pasti nanti juri- jurinya bakal kepincut denger suara aku “ NAIRA

meminta saran sahabatnya di sekolah. “ Apa NAI ? kamu pengen ikut acara itu?, kalu aku sih bukan menyepele- kan suara kamu , tapi kalu kau meminta pendapatnya lebih baik gak usah de NAI, ajang seperti itu Cuma buang buang waktu, uang dan tenaga saja , “ ucap SALSA member saran.

“ ya tapi aku kan pengen ngetop juga seperti penyanyi idolaku AGNES MONIKA gitu lo , itu cita citaku dari dulu , “ ujar NAIRA membela diri. “punya impian atau cita cita boleh boleh saja, asalkan masuk akal dan bisa menjamin buad hidup kita, jangan Cuma mencari kesenangn sendiri , ‘ kebali SALSA member alas an.

“ udah lah SALSA ntar aku

fikirin lagi, yang pasti aku masih pen-

gen jafi penyanyi,” timpal NAIRA

gak mau kalah.

Malam harinya NAIRA betul betul gak bisa memejamkan matanya

, fikirannya terus membayangkan se- andainya dia bernyanyi di depan juri- juri ajang mencari bakat di televise seperti AHMAD DHANI ROSSA dan BEBY ROMEO.

Pasti mereka akan terpu- kau mendengar suara ku . “guaman NAIRA dalam hati sambil tersenym senyum sendiri. “ trus mereka bilang “ suara kamu oke, dan kamu lolos, “senangnya aku mendengarnya, “NAIRA trus mengkhyal di dalam kamarnya

Hari berganti hari impian NAIRA masih sangat besar untuk mejadi seorang penyanyi terkenal. Sam- pai- sampai dia gak enak makan dan tak nyenyak tidur, otakya di penuhi angan angan untuk menjadi ARTIS.

“ Apa aku harus cerita ke orang tuaku bahwa aku pengen ikut Lomba ajang mencari bakat, boleh apa enggak yah ?,” NAIRA bergu- mam sendiri di dalam hatinya, tidak beberapa lama datang sepupunya yang bernama NURUL AINA datang ke rumah mereka.

NURUL AINA adalah se- orang gadis berjilbab yang baik dan

solhah, “ NAIRA kenapa kok nurul kemari pasti kamu di kamar terus,” NURUL bertanya dengan heran. “ sebenarnya aku malu ke kamu nurul , begini loh nurul, kamukan tau kalu aku punya sura yang lumayan merdu, narsis dikit bolehkan, jadi aku pengen banget jadi penyanyi, terus aku juga mau ikut lomba ajang mencari bakat yang di televise itu, “ ujar NAIRA menjelaskan.

“ Masalah itu ternyata yang membuat kamu uring- uringan, kalau

aku jadi kamu NAI, aku akan berfikir

lrbih jauh , punya impian boleh aja, tapi kan harus kita lihat juga man- faatnya, karena segala sesuatu peker- jaan itu harus di pertanggung jawab kan baik di dunia maupun di akhirat, lebih baik suara kamu yang merdu itu diprgunakan untuk membaca al-qur’an yang jelas manfaatnya , begitu setahu NURUL , kata NURUR menjelaskan .

“ jadi gimana dong RUL, apa aku harus mengubur ipianku ini?, apa yang kamu katakana itu memang benar, tapi punya cita cita dan impian kan boleh, “ NAIRA member alas an. “ intinya begini NAI, punya impian atau cita cita memang harus setinggi langit dan kita hrus menggapainya sedaya upaya kita. Tapi harus kita

fikirkan untung ruginya, jangan

impian yang akan kita gapai terse- but hanya impian yang semu. Sebab ALLAH tidak menyukai pekerjaan yang sia sia, lebih baik punya impian jadi Guru, Dokter, atau seperti aku ini pengen jadi penulis terkenal, aku akan berdakwah lewat tulisan.

“ Ya deh nurul aku mengerti dengan semua apa yang kamu kata- kana, okelah gak jadi penyanyi juga gak apa apa, cukup dikamar mandi aja jadi penyanyinya, ha ha ha, “ ucap NAIRA kepada NURUL. Mulai saat ini aku harus punya impian yang jelas manfaat nya dan tidak me- mikirkan lagi impian yang tidak ada manfaatnya , “ Janji NAIRA dengan sungguh sungguh di dalam hati.

Dalam dokumen MEDIA PEMERINTAH KOTA TEBING TINGGI (Halaman 37-40)

Dokumen terkait