ESA HILANG DUA TERBILANG
MEDIA PEMERINTAH KOTA TEBING TINGGI
SINERGI
R E F E R E N S I T E B I N G T I N G G I D E L I0 0 1 4 5
771979 8 0 0 8 8 5 9
Edisi No : 145 | Tahun XIII
Januari 2015
I S S N 1 9 7 8 - 8 0 8 0
Momok Banjir Yang Semakin
Terkendali
Tahun Baru Harapan Baru
Mengukir Jejak Spiritualitas Dari
Masjid Agung T.Tinggi
Perluasan Jangkauan Layanan
Kesehatan Rsud T.Tinggi
Dari Redaksi
Pimpinan Redaksi
Drs.BAMBANG SUDARYONO
Pembaca budiman….
Tanpa terasa Januari 2015 telah memasuki hari-hari akhir, ketika kita masih merasakan har-umnya suasana penyambutan tahun baru 2015. Itu-lah edaran waktu, yang berjalan tanpa kenal berhenti. Seperti mata pedang yang bergerak menetak siapa saja yang tak kuasa untuk mengikuti ritme perjalanan-nya. Dalam rentang waktu setahun yang berlalu, ada banyak pekerjaan yang telah dilakukan sebagai bukti akan bakti terhadap ibu pertiwi. Pekerjaan itu, terka-dang terlewatkan tanpa perhatian, padahal hasilnya dinikmati oleh ribuan bahkan ratusan ribu manusia. Tentu hal demikian tidaklah fair, karena seharusnya kerja mendapatkan apresiasi dari kita semua, seba-gai bukti penghargaan atas kerja keras dimaksud.
Edisi Januari 2015 kali ini Sinergi sengaja fokus pada upaya Pemko Tebing Tinggi dibawah Wali Kota Ir. H. Umar Junaidi Hasibuan, MM, memban-gun berbagai hal dalam kaitannya dengan kesejahter-aan masyarakat kota Tebing Tinggi. Paling tidak ada empat hal yang kami soroti dalam laporan utama kali ini, yaitu pembangunan Masjid Agung kota Tebing Tinggi, revitalisasi RSUD kota Tebing Tinggi, upaya pengendalian banjir serta pembangunan infra struktur jalan kota yang semuanya telah berhasil
menunjuk-kan keseriusan jajaran Pemko Tebing Tinggi. Kami menilai, keempat pekerjaan itu merupakan kinerja prestisius, karena selain menjadi dambaan masyarakat kota Tebingt Tnggi umumnya, tapi juga memiliki ki-sah yang menarik, bagaimana proyek itu diperoleh.
Ambil misalnya pembangunan Masjid Agung kota Tebing Tinggi berbiaya sekira 41 milyar, merupa-kan bangunan yang diidammerupa-kan umat Islam selama pulu-han tahun. Baru di masa Ir.H. Umar Zunaidi Hasibuan, MM dan Ir.H Oki Doni Siregar harapan itu bisa terpe-nuhi. Jika bangunan itu selesai, maka umat Islam akan memiliki Islamic Centre sebagai pusat dakwah dan so-sial umat Islam di kota Tebing Tinggi dan sekitarnya.
Pada rubric lain, SINERGI edisi Januari 2015 ini akan menyoroti sola kebijakan BBM pemerintah pusat yang terlihat tidak konsisten, sehingga cend-erung meresahkan masyarakat luas, terutama wong cilik. Pada halaman lain, ada juga laporan soal kroto semut rangrang. Rubrik itu kami masukan di hala-man lingkungan hidup. Pada rubric pendidikan, kami menyodorkan sebuah tulisan berkatian den-gan pentingnya pendidikan bagi semua kalanden-gan.
Ada juga tulisan menarik berbau historis pada rubric agama, tentang keberadaan seorang ulama thariqat besar asal Kerajaan Negeri PadangTebingting-gi bernama Syekh H. Tengku Muhammad Hasyim Al Kholidi Naqsabandi. Kisahnya bisa mnejadi peng-etahuan masa lalu abgi pembaca guna mengenal kota tercinta ini. Sedangkan rubric sosial, memuat lapo-ran tentang penutupan sementara stasiun KA kota Tebing Tinggi akibat unjuk rasa pedagang asongan. Padahal, stasiun itu memiliki sejarah masa lalu yang pantas untuk dipertahankan. Beberapa tulisan lain tu-rut kami sajikan dalam edisi perdana 2015 ini, untuk menambah khasanah informasi pembaca sekalian.
Pembaca budiman…
KETUA PENGARAH
Ir.Umar Zunaidi Hasibuan, MM ( WaliKota Tebing Tinggi )
WAKIL KETUA PENGARAH
Ir.H.OKI DONI SIREGAR ( Wakil WaliKota Tebing Tinggi )
PENGENDALI
H. Johan Samose Harahap, SH, MSP (Sekdako Tebing Tinggi Deli )
PENANGGUNG JAWAB
Ir. H. Zainul Halim
(Asisten Administrasi Umum )
PIMPINAN REDAKSI
Drs. Bambang Sudaryono (Kabag Adm. Humas PP)
WAKIL PIMPINAN REDAKSI
Maslina Dalimunthe.SE (Kasubag Adm. Humas PP)
BENDAHARA :
Jafet Candra Saragih
KOORDINATOR LIPUTAN
Drs Abdul Khalik, MAP
SEKRETARIS REDAKSI Dian Astuti
REDAKSI
Rizal Syam, Khairul Hakim, Juanda, Ulfa Andriani,S.Sos
LAYOUT DESAIN GRAFIS
Aswin Nasution, ST
FOTOGRAFER :
Sulaiman Tejo, Tomy Erlangga, Agung Purnomo
KOORDINATOR DISTRIBUSI
Edi Suardi, S.Sos Ridwan
LIPUTAN DAN REPORTER
Wartawan Unit Pemko Tebing Tinggi
Redaksi menerima tulis,photo juga surat berisi saran penyempurnaan dari pembaca dengan melampirkan tanda pengenal (KTP, SIM, Paspor) dan Redaksi berhak mengubah tulisan
sepan-jang tidak mengubah isi dan maknanya.
Bagian Administrasi Humasy Pimpinan dan Protokol Sekreariat Daerah Kota Tebing Tinggi Jl,Dr Sutomo No : 14 Kota Tebing Tinggi Eimail :
Facebook :
TERBIT SEJAK 16 Juli 2002 SK WALIKOTA TEBING TINGGI
NO.480.05/ 286 TAHUN 2002
SINERGI
Layout Desain GrafisASWIN NAST,ST
Foto Grafer Sinergi SULAIMAN
Foto Grafer Sinergi TOMY ERLANGGA Foto Grafer Sinergi
AGUNG PURNOMO JAFET CHANDRA SARAGIH Koordinator Liputan
Drs.ABDUL KHALIK,MAP Pimpinan Redaksi
Drs.BAMBANG SUDARYONO
Wakil Pimpinan Redaksi MASLINA DALIMUNTHE,SE
ESA HILANG DUA TERBILANG
J A J A R A N R E D A K S I TA H U N 2 0 1 4 REFERENSI TEBING TINGGI DELI
D A F T A R I S I
Tahun Baru Harapan Baru
UTAMA
Mengukir Jejak Spiritualitas Dari Masjid Agung T.Tinggi Perluasan Jangkauan Layanan Kesehatan Rsud T.Tinggi Pembangunan Jembatan Melalui Konsep P3
Momok Banjir Yang Semakin Terkendali
PENDIDIKAN
Pentingnya PendidikanBagi Kehidupan
EKONOMI
Dinamika Bbm Dan Gas Di Tebing Tinggi Jadi Sorotan
HUKUM
Antisipasi Narkoba, BNN Tes Urin Pejabat Dan PNS Tebing
LENSA PEMKO PEMKO KITA SOSAIL
M o m e n t u m
ESA HILANGU
ntuk pertama kali Ta-hun Baru dirayakan pada tanggal 1 Janu-ari 45 SM, sejenak setelah Julius Caesar dinobatkan sebagai kaisar Roma. Ia memutuskan untuk mengganti perhitungan tanggal tradisional Romawi yang telah ada sejak abad ketujuh SM. Saat menciptakan kalender baru ini, Julius Caesar dibantu oleh Sosigenes, seorang ahli astronomi dari Iskandariyah. Sebagaimana orang-orang Mesir, ia yang menyarankan agar pen-anggalan baru itu dibuat dengan mengikuti revolusi matahari. Satu tahun dalam penanggalan baru itu dihitung sebanyak 365 seper-empat hari dan Caesar menam-bahkan 67 hari pada tahun 45 SM sehingga tahun 46 SM dimulai pada 1 Januari. Caesar juga me-merintahkan agar setiap empat tahun, satu hari ditambahkan ke-pada bulan Februari, yang secara teoritis bisa menghindari penyim-pangan dalam kalender baru ini.Pahit manis yang dialami dalam kehidupan datang dan per-gi. Suka dan duka silih berganti mengiringi setiap langkah kita. Tentu, bagi setiap orang awal ta-hun baru dapat dijadikan seba-gai momentum untuk melakukan evaluasi diri terhadap apa yang sudah tercapai dan yang belum tercapai selama satu tahun lalu. Tahun baru biasanya se-lalu diiringi dengan sikap opti-misme. Tahun baru selalu ditandai semangat baru: semangat untuk berubah menjadi lebih baik, dan semangat meraih segala impian karena selalu ada harapan baru. Yang pasti, tahun ini tentu menjadi lebih baik dari tahun sebelumnya. Selanjutnya dengan tahun baru,
siapa pun mencoba untuk meru-muskan kembali target yang ingin dicapai. Semua harapan yang ingin dicapai selama satu tahun ke depan semoga mam-pu menjadi semangat tersendiri untuk dapat mewujudkannya.
Demikian juga Kota Tebing Tinggi. Harapan baru se-makin memuncak dalam setiap benak masyarakatnya, seiring dengan hadirnya tahun baru. Banyak hal baru, banyak gaga-san baru, banyak kebijakan baru dan banyak juga proyek baru. Se-mua itu adalah untuk kepentingan masyarakat Kota Tebing Tinggi. Tahun ini, 2015, APBD Kota Tebing Tinggi lebih kurang 600 milyar. APBD disusun sebagai pedoman pendapatan dan belanja dalam melaksanakan kegiatan pemerintah daerah. Sehingga den-gan adanya APBD, pemerintah daerah sudah memiliki gambaran yang jelas tentang apa saja yang akan diterima sebagai pendapa-tan dan pengeluaran apa saja yang harus dikeluarkan, selama satu ta-hun. Dengan adanya APBD sebagai pedoman, maka setiap kesalahan, pemborosan, dan penyelewengan yang merugikan dapat dihindari.
Fungsi APBD Berdasar-kan Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2003, pasal 66, APBD memiliki fungsi sebagai berikut: Fungsi Otorisasi. Fungsi otorisasi berarti APBD menjadi dasar bagi Pemerintah Daerah untuk melak-sanakan pendapatan dan belanja pada tahun yang bersangkutan. Fungsi Perencanaan. Fungsi per-encanaan berarti APBD menjadi pedoman bagi pemerintah dae-rah untuk merencanakan kegiatan pada tahun yang bersangkutan.
Sedangkan Fungsi
Pen-gawasan berarti APBD menjadi pedoman untuk menilai (menga-wasi) apakah kegiatan penyeleng-garaan pemerintah daerah sudah sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. Fungsi Alokasi berarti APBD dalam pembagiannya harus diarahkan dengan tujuan untuk mengurangi pengangguran, pem-borosan sumber daya, serta
men-ingkatkan efisiensi dan efektivitas
perekonomian. Dan terakhir, Fung-si DistribuFung-si berarti APBD dalam pendistribusiannya harus memer-hatikan rasa keadilan dan kepatutan. Jika rumusan tersebut betul-betul dihayati secara konsisten dan da-pat diterapkan, maka dalam sen-di-sendi kehidupan -baik itu pen-guasa maupun masyarakat- akan terjadi perkembangan pembangu-nan yang dahsyat dalam pemerin-tahan itu. Dalam APBD terdapat potensi raksasa dan kekuatan yang luar biasa, yang apabila di manage dengan sungguh-sungguh akan mengantarkan kepada kehidu-pan yang jauh lebih baik, aman, tenteram, cerah dan sejahtera. Ketidaksadaran akan potensi ini akan berdampak kepada menu-runnya pendayagunaan APBD itu.
Mari bersama kita jaga APBD Kota Tebing Tinggi. Jangan sampai digerogoti oleh manusia yang tidak bertanggungjawab. Kita semua harus kuat menjaganya, ka-rena dari setiap kita memiliki li-bido untuk menguasai APBD den-gan cara yang tidak benar. Padahal Allah sudah memberikan peringa-tan dalam Al-Qur’an (QS. Ali Im-ran:139) : “Dan janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang pal-ing tpal-inggi jika kamu orang-orang yang beriman”. (Khairul Hakim)
Tahun Baru Harapan Baru
Masa seolah bergerak dengan cepat dan tak terasa kini tahun telah berganti.
Suasana suka cita dan keceriaan pun selalu menghiasi detik-detik pergantian
tahun baru. Terompet, kembang api dan berbagai hiburan seakan menjadi
pernak-pernik menemani setiap detik pergantian tahun baru.
Termasuk saat pergantian tahun 2014 ke 2015, dimana pun.
Utama
SINERGIMengukir Jejak Spiritualitas
Dari Masjid Agung T.Tinggi
LAMA
umat Islam kota Tebing Tinggi mendambakan adanya Masjid Agung, sebagai lambang keberagamaan di kota itu. Suara agar kota Tebing Tinggi memiliki masjid besar telah ada sejak satu decade lalu. Harapan itu, wajar muncul, karena umat Islam kota Tebing Tinggi belum memiliki masjid dalam artian sesungguhnya. Yakni, komplek Islamic Centre di mana terdapat masjid besar, lembaga pendidikan, perpustakaan serta aula untuk melakukan berbagai kegiatan. Disamping fasilitas publik yang mendukung semua kegiatan sosial keagamaan yang ada.Sejak masa kemerdekaan, umat Islam kota Tebing Tinggi dan sekitarnya menjadikan Masjid Raya Nur Addin sebagai masjid besar (Jamik). Padahal, masjid di Jalan Suprapto, Kel. Badak Bejuang, Kec. T.Tinggi Kota itu, bukanlah masjid resmi pemerintah daerah. Melainkan masjid berse-jarah dibangun raja dari Kerajaan Negeri Padang Tebing Tinggi
bernama Tengku Haji Muhammad Nurdin pada 1870, yang bela-kangan diwakafkan kepada umat Islam kota itu.
Selama ini, Masjid Raya Nur Addin acap kali dipakai sebagai tempat kegiatan keagamaan Pem-ko Tebing Tinggi. Di antaranya, menerima kepulangan jemaah haji, maupun kegiatan resm keagamaan lainnya. Bahkan, sejumlah kegia-tan syiar Islam, seperti peringakegia-tan Maulid Nabi dan Israk Mikraj dilaksanakan di gedung umum, karena memang Pemko Tebing Tinggi belum memiliki fasilitas keagamaan representatif.
Menyadari pentingnya masjid resmi pemerintah daerah, sebagai pusat kegiatan keaga-maan dan syiar Islam, Wali Kota Tebing Tinggi Ir.H.Umar Zunaidi Hasibuan, MM, pada 2013, intens membicarakan pembangunan Masjid Agung kota Tebing Tinggi. Ternyata, semua kalangan menya-takan dukungan, baik DPRD kota Tebing Tinggi maupun Ormas dan OKP Islam serta masyarakat luas
termasuk dari kalangan nonmus-lim. Dalam sidang paripurna DPRD kota Tebing Tinggi untuk APBD 2013, diputuskan pemban-gunan Masjid Agung kota Tebing Tinggi. Sejumlah lokasi pun kemudian dilirik untuk pertapakan masjid. Namun, karena sulitnya lahan, Pemko Tebing Tinggi akh-irnya mengambil kebijakan meng-gunakan lahan areal perkemahan pramuka sebagai pertapakan mas-jid besar itu, seluas 11.000 me-ter2. Lokasi lahan berada di Jalan Gunung Agung, Kel. Lalang, Kec. Rambutan, sedangkan perkemahan pramuka dicarikan penggantinya.
Atas dasar itu, Pem-ko Tebing Tinggi kemudian menganggarkan dana hingga Rp44.315.578.000 untuk pem-bangunan Masjid Agung, di mana dana itu murni dari APBD Pemko Tebing Tinggi bersifat multiyear serta donasi masyarakat melalui zakat, sedekah dan infak yang dikumpulkan oleh Badan Amil Zakat (BAZ) kota Tebing Tinggi.
Berdasarkan data proyek yang berhasil diperoleh, Masjid Agung kota Tebing Tinggi itu nantinya memiliki panjang 52,70 meter, lebar 38,80 meter, terdiri atas tiga lantai. Lantai basement seluas 1.630 meter2 terdiri atas tempat parkir 600 m2, ruang per-kantoran sebanyak 10 unit, ruang workshop 1 unit ditambah ruang genset, ruang panel dan ruang pompa.
Pada lantai satu, dengan luas 1.500 m2, terdapat ruang sho-lat seluas 1.150 m2, ruang takmir 1 unit, ruang kenaziran 1 unit dan ruang perkantoran remaja masjid dan lainnya 2 unit. Sedangkan di lantai tiga dengan luas 1.500 m2, juga terdapat ruang sholat seluas 1.060 m2, ruang perpustakaan 1 unit, ruang kenaziran 1 unit serta ruang lembaga keagamaan 2 unit. Selain ruang masjid yang menjadi bangunan induk, terda-pat pula bangunan lain sebagai pendukung masjid. Bangunan-bangunan itu terdiri dari Bangunan-bangunan aula, menara A dan B. Bangunan aula, nantinya mempunyai luas 27 x 39 meter2 berfungsi seba-gai ruang pertemuan. Sedangkan pada lantai basement ruangan aula akan dijadikan sebagai tempat
parkir, ruang workshop, ruang panel, kamar mandi, dan beberapa tempat lainnya. Pada aula ini, khususnya di lantai satu akan ada pula ruangan yang bisa dijadikan sebagai tempat walimatul urusy (tempat pesta pernikahan).
Pada menara A, dengan luas 11,30 x 11 meter2, akan memiliki ketinggian hingga 53,70 meter. Bangunan itu, akan di-fungsikan sebagai tempat wudlu dan kamar mandi serta tempat penampungan air dan penanda ke-beradaan masjid. Sedangkan pada menara B dengan luasan dan ket-inggian yang sama dengan menara A, juga difungsikan sebagai ruang wudlu, kamar mandi, khusus pada bagian basement. Selain di lan-tai satu juga akan dibangunkan kamar mandi (pria) dan kamar mandi (wanita).
Wali Kota Tebing Tinggi, Ir. H. Umar Zunaidi Hasibuan, MM, dalam suatu perbincangan, mengatakan keberadaan Masjid Agung kota Tebing Tinggi ini, sangat penting, mengingat selama ini umat Islam belum memiliki komplek Islamic Centre sebagai pusat kegiatan keagamaan. Jika masjid ini selesai, diharapkan
se-luruh aktifitas umat Islam bisa ter
-pusat di sini, mulai dari kegiatan ibadah, sampai kegiatan keilmuan maupun kegiatan kemasyaraka-tan. “Saat ini pembangunan sudah mencapai 70 persen, diharapkan pada akhir 2015, bangunan Mas-jid Agung segera bisa dimanfaat-kan,” tegas Ir. H. Umar Zunaidi Hasibuan, MM.
Sedangkan Ketua Panitian Pem-bangunan Masjid Agung Ir. H. Muhammad Nurdin yang juga Kadis Pekerjaan Umum, mengata-kan pembangunan Masjid Agung ini konsepnya adalah Islamic
Centre, di mana eluruh aktifitas
keagamaan, mulai dari ibadah, pendidikan, pelatihan, dakwah Islam hingga kegiatan sosial dan kebudayaan Islam bisa dilaksana-kan di koAmplek itu.
Kini harapan umat Islam untuk memiliki Islamic Centre yang representatif untuk kegiatan sosial keagamaan tinggal men-unggu waktu. Apa yang dilakukan Wali Kota Ir. H Umar Zunaidi Hasibuan, MM, merupakan salah satu wujud keberhasilan visi dan misinya dibidang keagamaan yang pernah dijanjikannya kepada umat Islam, saat maju sebagai calon Wali Kota Tebing Tinggi pada 2010 lalu. **.. Abdul Khalik
Utama
SINERGI
Perluasan Jangkauan Layanan
Kesehatan RSUD T.Tinggi
Bangunan baru RSUD dr. H. Kumpulan Pane Tebing Tinggi untuk pelayanan prima
DI ANTARA
keberhasi-lan Pemerintah Kota Tebing Ting-gi yang pantas diapresiasi pada 2014, adalah perluasan jangkauan layanan kesehatan yang dilaku-kan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Kumpulan Pane, di Jalan Kumpulan Pane, Kel. Pasar Baru, Kec. T.Tinggi Kota. RSUD itu, yang sejak lama men-jadi RSUD rujukan kedaruratan di Pantai Timur Sumatera Utara, ter-us berbenah diri, melengkapinya dengan berbagai fasilitas modern.Pada 2014, salah satu pekerjaan melengkapi fasilitas RSUD yang ada selama ini, adalah dengan penambahan ruang rawat inap pasien, dengan jenis yang kian variatif. Mengambil lahan di eks Akademi Kebidanan (Akbid) Pemko Tebing Tinggi yang telah direlokasi ke Jalan Gn. Leuser, Pemko Tebing Tinggi selanjutnya membangun ruangan rawat inap yang baru. Kini RSUD kota Tebing Tinggi telah memiliki 363 tem-pat tidur untuk pasien rawat inap. Jika pada 2013, kapasitas
ruangan RSUD kota Tebing Tinggi hanya 79 ruang dengan 266 tempat tidur, maka pada 2014 terdapat
ke-naikan signifikan ruangan dan tem -pat tidur, mencapai 97 tem-pat tidur. Artinya, RSUD telah memiliki 363 tempat tidur. Penambahan ruangan dan tempat tidur itu, meliputi ru-angan VIP 40 tempat tidur, ruang I 328 tempat tidur, ruang kelas III 124 tempat tidur, ditambah ruang kerja pendukung kinerja kesehatan.
Produk pelayanan RSUD kota Tebing Tinggi juga kian ber-variasi. Terdapat 11 jenis layanan medik dan non medik yang saat ini dilakukan RSUD itu. Layanan itu meliputi, medik umum, yakni medik dasar, medik gigi dasar dan KIA/KB. Layanan gawat daru-rat (UGD), spesialis dasar, meli-puti penyakit dalam, anak, be-dah dan obstetri dan ginekologi.
Selanjutnya, pelayanan spesialis penunjang, meliputi an-astesiologi, radiologi, rehabilitasi medik, patologi klinik dan patologi anatomi. Untuk pelayanan
spesial-is lainnya meliputi, telinga, hidung tenggorokan (THT), kesehatan jiwa, penyakit syaraf dan penyakit mata. Kemudian pelayanan sp-esialis gigi/mulut meliputi, ortho-donsi, dan bedah mulut. Selain itu ada pula pelayanan sub spesialis, yakni bedah onkologi serta ginjal dan hipertensi. Sedangkan pelay-anan keperawatan, meliputi VIP/ Super VIP serta Kelas I, II dan III. Kemudian, pelayanan pelayanan penunjang klinik, meliputi perawa-tan ontensif, pelayanan gizi, far-masi, sterilisasi intrumery/CSSD,
rekam medis dan kerapian fisik.
Untak layanan penunjang non medis, yakni laundry, insta-lasi gizi/dapur, instainsta-lasi pemeli-haraan sarana rumah sakit, pro-mosi, K3 RS, instalasi pengolahan limbah dan incinerator, ambulance dan mobil jenazah, pemulasaran jenazah, pemadam kebakaran, sa-rana air bersih, parkir dan MCK umum. Untuk layanan adminis-trasi, ada MoU, personalia, keuan-gan, SIM RS dan keamanan.
Tak hanya itu, untuk pelay-anan pasien rawat jalan, RSUD dr. H Kumpulan Pane, memiliki 16 poliklinik yang diisi para dokter sp-esialis, meliputi, poli umum, pen-yakit dalam, spesialis anak, spesia-lis paru, spesiaspesia-lis bedah, kebidanan dan kandungan (obgyn), spesialis mata, spesialis THT, spesialis kulit dan kelamin, gigi dan mulut, neu-rologi/syaraf, jantung, poliklinik
DOTS, penyakit trofik infeksi, po -liklink jiwa, serta pelayanan VCT dan HIV/AIDS. Untuk semua poliklinik itu, RSUD menyedia-kan ruang tunggu yang nyaman, dengan fasilitas ruang AC, TV, loket kasir, SIM RS dan prosedur pelayanan serta papan himbauan.
Khusus ruang UGD, RSUD Pemko Tebing Tinggi me-miliki fasilitas 5 tempat tidur, 1 ruang observasi, dilengkapi alat kegawat daruratan, seperti moni-tor dan EKG, dilengkapi pula dengan 2 kamar operasi, kamar perawat supervisor, ruang ra-diologi, ruang apotik dan ka-sir. “Kita menyiapkan 4 dokter umum dan 2 dokter jaga untuk dinas sore dan malam, ditambah 15 perawat dan 3 bidan,” terang
Ka. RSUD dr. H. Kumpulan Pane, dr. H. Nanang F. Aulia, Sp.PK.
Total tenaga medis dan non medis di RSUD Pemko Tebing Tinggi itu, berdasarkan data 2013, sebanyak 445 orang, di mana 298 berstatus PNS dan 147 non PNS. Dari jumlah itu, rumah sakit ter-besar di wilayah pantai timur itu, memiliki 21 dokter spesialis, 32 dokter umum, 4 dokter gigi, 1 magister kesehatan tromped (MKT), 1 magister kesehatan, 8 sarjana kesehatan masyarakat, 20 sarjana keperawatan, 15 tenaga
farmasi, 6 fisioterapi, 108 D3
keperawatan, 50 D3 kebidanan, 28 teknisi medic, serta sejum-lah tenaga pelayanan lainnya. Untuk layanan spesia-lis, RSUD menyiapkan 15 jenis dokter spesilis mendukung kin-erja selama ini. Meliputi, spesialis penyakit dalam, bedah, kebidanan dan kandungan, THT, paru dan saluran nafas, neurologi, patologi klinis, anak, anastesi, tropik dan infeksi, mata, jiwa, penyakit kulit dan kelamin, jantung serta radi-ologi. Ada pula 32 dokter umum pendukung dan 4 dokter gigi.
Kinerja RSUD sepanjang
tahun, juga menunjukkan
pening-katan signifikan, baik dari jumlah
pengunjung maupun pemasukan yang diterima. Untuk pelayanan UGD, pada 2013 terdapat 8.509 pengunjung dari tahun sebelumnya 7.146 pengunjung. Pada instalasi rawat jalan, pengunjung menca-pai 39.124 orang. Untuk instalasi rawat inap, terjadi juga peningka-tan pengunjung dari 7.857 orang meningkat jadi 8.935 orang. Untuk kamar operasi, RSUD melakukan layanan sebanyak 871 kali, menin-gkat dibanding sebelumnya hanya 606 kali. Untuk layanan ICU (in-tensive Care Unit), terdapat pen-ingkatan layanan dari 559 kali menjadi 666 kali kunjungan. Se-dangkan layanan radiologi menca-pai 6.491 kunjungan dibanding se-belumnya 5.952 kunjungan. Untuk laboratorium patologi klinik se-banyak 621.172 tindakan diband-ing tahun sebelumnya 125.878 tin-dakan. Salah satu layanan favorit yakni haemodialisa mencatat 5.426 kunjungan meningkat diband-ing sebelumnya 5.279 kunjungan.
**..A.Khalik
Pembangunan Jembatan Melalui Konsep P3
SEPANJANG
duata-hun penuh masa kepemimpinan Ir. H. Umar Zunaidi Hasibuan, MM dengan dua wakilnya, Alm. H.
Irham Taufik, SH, MAP dan peng -gantinya Ir.H. Oki Doni Siregar, perhatian Pemko Tebing Tinggi terhadap sektor perhubungan san-gat tinggi, bahkan bisa dikatego-rikan langkah maju. Paling tidak selama 2012-2014, ada tiga jalan yang dibangun, guna membuka isolasi lingkungan-lingkungan yang selama ini terisolir.
Tiga jalur penghubung yang dibuka, yakni jembatan sei Padang II dan jalan penghubung antara Kel. Karya Jaya, Kec. Bajenis dengan Kel. Bandar Sakti, Kec. T.Tinggi Kota. Kemudian jembatan sei Sibarau I dan jalan penghubung antara Kel. Brohol
dan Kel. Pinang Mancung, Kec. Bajenis, serta pembukaan Jalan Gelatik, Link 01, Kel. Pinang Mancung, Kec. Bajenis. “Jalan Gelatik ini dikerjakan tepat saat bulan bakti gotong royong, ber-sama TNI, masyarakat dan Pemko Tebing Tinggi,” ujar Camat Ba-jenis, Surya Dharma, SH, dalam satu kesempatan.
Dari ketiga jalur pen-ghubung atau jalan kota yang dibangun Pemko Tebing Tinggi itu, salah satu diantaranya, yakni jembatan penghubung Kel. Bro-hol dan Pinang Mancung masuk kategori istimewa, karena satu-satunya di Indonesia, di mana konstruksi jembatan dan bahan bangunannya langsung berasal dari Jerman. Konstruksi jembatan itu, harganya mencapai Rp1,1 milyar.
Wali Kota Ir. H Umar Zunaidi Hasibuan, MM, dalam satu perbincangan mengakui konstruksi dan bahan bangunan jembatan itu berasal dari Jerman, merupakan hibah dari Direktorat Jenderal Bina Marga, Kementeria Pekerjaan Umum RI, pada 2013 lalu. Ditambahkan, saat itu Wali Kota sebagai ketua dari asosiasi jalan dan jembatan Sumut men-dapat undangan dari Kementerian PU untuk melakukan kunjungan kerja di Jerman, terkait kontrak kerja pembangunan jembatan di berbagai daerah di Indonesia. “Sepulang dari lawatan itu, kita ajukan permohonan agar Tebing Tinggi mendapatkan hibah jem-batan itu. Alhamdulillah permo-honan kita diterima,” ungkap Wali Kota.
SINERGI
Utama
Dengan demikian, jika jembatan sei Sibarau I itu sele-sai, maka itulah jembatan per-tama di Indonesia yang berhasil dibangun yang bahan-bahan dan teknologinya berasal dari Jerman. Nilai bahan bangunan jembatan itu saja mencapai Rp1,1 milyar. Selain itu, pembangunan jembatan sei Sibarau I, merupakan model ideal yang diharapkan jadi model pembangunan di seluruh Indone-sia, karena terjadinya hubungan sinergis antara pemerintah pusat, pemerintah daerah dan masyarakat atau dikenal dengan istilah P3 (Pemerintah, Publik dan Privat). Artinya pemerintah pusat mem-berikan hibah (berbentuk bahan bangunan) kepada pemerintah daerah, kemudian pelaksanaan pekerjaannya dibiayai pemerintah daerah, sedangkan masyarakat memberikan lahan mereka untuk pembangunan tanpa harus menda-pat ganti rugi alias gratis. “Inilah konsep ideal dalam pembangunan di Indonesia dan kita sudah me-mulainya,” tegas Wali Kota.
Dari data yang ber-hasil diperoleh pada lokasi proyek, pembangunan jem-batan sei Sibarau I menelan dana
Rp6.337.500.000, berasal dari PAPBD TA 2014. Pelaksanaan proyek dikerjakan rekanan PT Fifo Pusaka Abadi. Sedangkan keterangan di kantor kecamatan Bajenis, ada 8 kepala keluarga yang memberikan lahan mereka secara percuma untuk pemban-gunan jalan dan jembatan itu. Masing-masing 3 KK di Kel. Pinang Mancung dan 5 KK di Kel. Brohol. Luas lahan yang mereka serahkan ke publik untuk pemban-gunan jembatan, yakni 800 meter di Kel. Brohol dan 240 meter di Kel. Pinang Mancung. Selain itu, lahan yang akan dibebaskan untuk jalur penghubung berikutnya sejauh 1.500 meter. “Semua masyarakat pemilik lahan sudah ikhlas memberikan lahan jika nanti dibutuhkan masyarakat,” tegas Surya Dharma, SH.
Selanjutnya, jika jembatan sei Sibarau I itu selesai dikerjakan, maka ada ratusan kepala keluarga yang akan terhubung. Keterangan Camat Kec. Bajenis, paling tidak dengan adanya jembatan itu, akan ada 665 kepala keluarga yang terhubung di dua kelurahan itu, di mana sebelumnya terisolasi. Kepala keluarga yang terhubung
ada 425 KK di Kel. Brohol dan 240 KK di Kel. Pinang Mancung. Tak hanya itu, dampak positif keberadaan jembatan penghubung, saat ini sudah terasa. “Dulu harga tanah per rante sebelum ada jem-batan Rp25 juta, tapi sekarang harganya sudah melonjak hingga Rp50 juta per rante, padahal jem-batan belum siap,” terang Camat Bajenis itu.
Akan halnya jembatan sei Padang II yang penghubungkan Kel. Bandar Sakti dan Kel. Karya Jaya, terus diupayakan dapat dilaksanakan sesuai konsep P3. Namun, diakui Camat Bajenis, hingga kini masih ada 3 pemilik lahan yang belum ikhlas untuk memberikan lahan mereka bagi pembuatan jalan penghubung itu. “Kita berusaha agar konsep Wali Kota soal pembangunan model P3 itu bisa dilaksanakan di jem-batan sei Padang II,” tandas Surya Dharma, SH. Sedangkan Jalan Gelatik saat ini telah menjadi jalan andalan petani di Kel. Pinang Mancung, karena digunakan seba-gai jalur pengantar hasil bumi agar bisa lebih cepat tiba di pasar-pasar perdagangan kota Tebing Tinggi.
**..Abdul Khalik
Momok Banjir Yang
Semakin Terkendali
Situ sei Bahilang sebagai pengendali banjir di inti kota Tebing Tinggi
SEJAK
lama, banjir merupakan momok tersendiri bagi masyarakat kota Tebing Tinggi, khususnya berada di bantaran sungai. Terdapat tujuh kelurahan dengan belasan ribu rumah tangga yang setiap tahunnya mengalami dampak akibat banjir tahunan dari tiga sungai yang melintasi kota Tebing Tinggi, yakni sei Padang, Bahilang dan Sibarau. Jika dihitung kerugian sepanjang banjir yang melanda perumahan warga, maka kerugian yang diderita masyarakat bisa mencapai angka hingga puluhan milyar rupiah.Salah satu di antara visi dan misi Wali Kota Tebing Tinggi Ir. H. Umar Zunaidi Hasibuan, MM, adalah penanggulangan banjir di kota Tebing Tinggi, di mana langkah-langkah yang dilakukan telah men-unjukkan hasil, berupa dilaksanakannya program pengendalian banjir. Paling tidak selama 2012-2014, sejumlah program telah dilakukan dalam rangka menjalankan program itu, khususnya pada dua
sungai berdampak, yakni sei Padang dan Bahilang. Bahkan, terhadap sungai Bahilang yang melintasi enam kelurahan, dilakukan perlakuan khusus guna menjinakkan kedatangan banjir dimusim penghujan.
Pada 2011, banjir besar yang melanda kota Tebing Tinggi berasal dari sei Bahilang, memberi-kan pengetahuan kepada Wali Kota Tebing Tinggi bagaimana mengendalikan banjir yang terus menjadi momok bagi masyarakat di inti kota. Maka langkah pertama yang dilakukan menjinakkan sungai Ba-hilang, adalah dengan melakukan pengerukan terha-dap dasar sungai. Dinas PU dengan mengandalkan alat berat eskavator, melakukan pengerukan dasar sungai sejak dari muara sungai hingga ke perbatasan kota. Kerukan dasar sungai kedalamannya mencapai 2 meter dengan areal kerukan tersebar, di mana ma-terial kerukan kemudian dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai keperluan. Hasilnya, kapasitas daya tampung sei Bahilang semakin besar.
SINERGI
Utama
Tahap ini, kondisi banjir yang terjadi setiap turun hujan, telah mampu dikendalikan, di beberapa areal pemukiman inti kota, karena badan sungai Bahilang mampu menampung limpahan air hujan yang turun. Misalnya, di Kel. Persiakan, Tualang, Bandar Sono, Mandailing dan Pasar Baru. Hal itu, diperkuat den-gan kerja keras Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) yang melakukan pengerukan dan pembersi-han terhadap drainase di seluruh kota. Dampaknya, banjir akibat hujan turun mulai bisa dikendalikan.
Tak puas dengan pengerukan terhadap dasar sungai Bahilang, Dinas PU melalui Subdis Pen-gairan, melakukan langkah cukup brilian. Didahului dengan melakukan survey mendapatkan areal yang bisa dijadikan sebagai lokasi tampungan sementara, jika air bah akibat hujan di hulu yang seringkal tak terduga datangnya. Hasil survey diperolah badan sungai dengan lekukan tajam di Kel. Persiakan, Kec. Padang Hulu. Lekukan jalur sungai yang menyerupai angka 8 itu kemudian, dinegosiasikan untuk dijadi-kan sebagai kolam penampungan air bah, kepada pemilik lahan, di mana si pemilik setuju. Dimulailah pembangunan kolam tampungan (situ) oleh Subdis Pengairan Dinas PU, dengan mengandalkan satu escavator saja, pada akhir 2012. Kedalaman situ mencapai 5 meter dengan garis tengah lingkaran sekira 50 meter. “Saya yakin situ inilah kunci pen-gendalian banjir sungai Bahilang,” ujar Muhammad Yusuf, Kasubdis Pengairan Dinas PU kota Tebing Tinggi yang bertanggung jawab soal itu.
Kini, ribuan warga di Kel. Bandar Sono, Mandailing, Pasar Baru, Pasar Gambir dan Badak Bejuang, bisa mengurangi rasa khawatirnya, karena limpahan air hujan dari hulu yang selama puluhan tahun sering mengganggu tidur mereka, relatif bisa dikendalikan. Tapi, kerja belum selesai, karena masih ada problema di sejumlah kelurahan yang
dilin-tasi sungai besar, yakni sungai Padang. Setiap kali debit air sungai Padang meningkat, dipastikan, Kel. Bandar Utama, Bandar Sakti dan Badak Bejuang akan mengalami kebanjiran. Penyebabnya, disinyalir adalah bendungan mati milik Dinas Pengairan Sumut di Kel. Tambangan Hilir, Kec. Padang Hilir yang selama ini menjadi sumber pengairan ribuan hektar sawah di Kab. Sergai.
Maka langkah kedua pun dilakukan Wali Kota Ir.H. Umar Zunaidi Hasibuan, MM, dengan melakukan kerjasama di berbagai bidang dengan Pemkab tetangga itu. Hasilnya sejumlah kerjasama pun dilakukan. Salah satunya upaya pembangunan bendung gerak di hilir sungai Padang, belakangan dikenal dengan nama ‘Bendung Bajayu’ (Batak, jawa, Melayu). Prestasi besar pun diraih, Ketika Kementerian PU melalui Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) II, mengalokasikan pembangunan bendungan itu berbiaya Rp250 milyar. Peletakan batu pertama pembangunan bendungan itu sudah dilakukan Gubsu H. Gatot Pudjo Nugroho, ST, MSi, beberapa waktu lalu. Diharapkan, jika bendungan itu selesai pada 2017 nanti, pengendalian banjir diaki-batkan luapan sungai Padang akan bisa dikendalikan secara lebih baik, disamping kegunaan irigasi untuk persawahan di Kab. Serdang Bedagai.
Sepanjang 2013-2014, hampir tidak agi terdengar ada banjir besar melanda inti kota Tebing
Tinggi. Orang agaknya bisa berfikir kritis bahwa dua
tahun itu bukan musim penghujan dengan intensi-tas yang tinggi. Tapi bagaimana pun, harus diakui kerja keras Pemko Tebing Tinggi dibawah kepem-impinan Ir. H. Umar Zunaidi Hasibuan, MM, dan Ir. H Oki Doni Siregar, telah berhasil pengendalikan banjir yang selama ini dikhawatirkan puluhan ribu masyarakat kota lintasan itu. Wallahu a’alamu bi ash shawab. **..Abdul Khalik
Pentingnya Pendidikan
Bagi Kehidupan
Oleh : Tomy Erlangga
BERBICARA
tentang pendidikan kita semua pasti sudah tahu bahwa betapa pentingnya pendidikan tersebut. Pendidikan, kemampuan, pengetahuan meru-pakan salah satu modal yang kita miliki untuk hidup di zaman yang serba sulit ini. Mengapa dikatakan demikian?Kita tentu sudah bisa menjawabn-ya, apa hal pertama yang dilihat bila kita ingin mengajukan surat lamaran perkerjaan? Apa yang kita butuhkan ketika ingin memu-lai suatu bisnis atau usaha? Tentu saja pendidikan, kemam-puan, wawasan dan pengetahuan-lah yang kita butuhkan. Di dalam bangku pendidikan banyak sekali hal yang kita dapatkan.Tetapi en-tah mengapa banyak sekali warga di Indonesia ini yang tidak meng-enyam bangku pendidikan seba-gaimana mestinya, khususnya di daerah-daerah terpencil di sekitar wilayah Indonesia ini. Sepertinya kesadaran mereka tentang pent-ingnya pendidikan perlu diting-katkan.
Sebagaimana yang diung-kapkan Daoed Joesoef tentang pentingnya pendididkan : “Pen-didikan merupakan segala bidang penghidupan, dalam memilih dan membina hidup yang baik, yang sesuai dengan martabat manu-sia” Dan tentulah dari pernyataan tersebut kita bisa mengambil kes-impulan bahwa Pendidikan meru-pakan hal yang sangat penting dan tidak bisa lepas dari kehidupan.
Menjadi bangsa yang maju tentu merupakan cita-cita yang ingin dicapai oleh setiap negara di dunia. Sudah menjadi suatu rahasia umum bahwa maju atau tidaknya suatu negara di pengaruhi oleh factor pendidikan. Begitu pentingnya pendidikan sehingga suatu bangsa dapat di-ukur apakah bangsa itu maju atau mundur, karna seperti yang kita ketahui bahwa suatu Pendidikan tentunya akan mencetak Sumber Daya Manusia yang berkualitas baik dari segi spritual, intelegensi dan skill dan pendidikan meru-pakan proses mencetak generasi
penerus bangsa. Apabila output dari proses pendidikan ini gagal maka sulit dibayangkan bagaima-na dapat mencapai kemajuan.
Bagi suatu bangsa yang ingin maju, pendidik harus dipan-dang sebagai sebuah kebutuhan sama halnya dengan kebutuhan-kebutuhan lainnya. Maka tentu-nya peningkatan mutu pendidi-kan juga berpengaruh terhadap perkembangan suatu bangsa. Kita ambil contoh Amerika, mereka takkan bisa jadi seperti sekarang ini apabila –maaf– pendidikan mereka setarap dengan kita. Lalu bagaimana dengan Jepang? si ahli Teknologi itu? Jepang sangat menghargai Pendidikan, mereka rela mengeluarkan dana yang sangat besar hanya untuk pendidi-kan bupendidi-kan untuk kampanye atau hal lain tentang kedudukan seperti yang–maaf– Indonesia lakukan. Tak ubahnya negara lain, seperti Malaysia dan Singapura yang menjadi Negara tetangga.
SINERGI
Ekonomi
Dinamika BBM Dan Gas
Di Tebing Tinggi Jadi Sorotan
PASCA
kenaikan harga gas elpiji 12 kg menjadi Rp 135 ribu, masyarakat Kota Tebing Tinggi banyak beralih ke gas 3 kg, kondisi tersebut membuat pasokan gas 3 kg menjadi langka dipasaran akibat penjualan yang melejit.Sejumlah warga yang biasa menggunakan gas 12 kg mengaku enggan dan tidak sang-gup lagi membelinya, karena lonjakan harganya terlalu tinggi. “Saya tidak mampu lagi membeli gas 12 kg karena dengan selisih kenaikan harga saat ini, lebih baik untuk membeli kebutuhan yang lain”, kata Taty Lim, baru-baru ini.
Untuk menyiasatinya, ibu rumah tangga ini terpaksa membe-li tabung gas 3 kg karena harganya stabil, sedangkan tabung 12 kg untuk sementara dikosongkan dan disimpan, “Agar lebih irit biaya terpaksa kita membeli gas isi 3 kg,” ujar ibu rumah tangga itu. Salah sorang agen gas elpiji di kota Tebing Tinggi, Reni alias Suriati, membenarkan permintaan gas isi 3 kg pasca kenaikan harga gas 12 kg meningkat hingga 50 persen setiap harinya. Sedang-kan peminat gas 12 kg berkurang setiap hari, sejak kenaikan harga. “Sejak gas 12 kg naik, peminat gas isi 3 kg meningkat, karena jatah isi 3 kg terbatas, tak jarang orang pulang dari tempat kita den-gan tanden-gan kosong,” ujar Reni.
Dia, mengakui omzet pen-jualan rata-rata untuk tabung 3 kg dalam sehari bisa mencapai 300 tabung dari sebelumnya sekitar 200 tabung. Namun, meski per-mintaan tinggi tapi tetap menjual dengan harga Rp 15.000/tabung.
Kenaikan gas isi 12 kg ternyata tidak hanya memusing-kan kepala ibu rumah tangga,
kondisi itu juga memusingkan pengelola makanan di Rumah Sakit Umum Kumpulan Pane Tebing Tinggi, sebab di plafon anggaran harga gas 12 kg masih harga yang lama.
Wakil Direktur RSUD Kumpulan Pane Edi Syahputra SH di dampingi Kepala Tata Usaha
Darwin Lubis saat dikonfirmasi
wartawan juga membenarkan bahwa dampak kenaikan elpiji 12 kg di Tebing Tinggi ada, “Terkait dengan kenaikan harga gas 12 kg secara langsung kita tidak kena dampak, yang kena dampak ada-lah rekanan yang mengerjakannya, sebab plafon anggaran gas yang ada masih harga yang lama”, ujar ibuEdi.
Namun demikian, aktifitas
di dapur umum RSU Kumpulan Pane Tebing Tinggi masih berja-lan normal seperti hari biasannya, “Kebijakan terkait dengan itu sejauh ini kita menunggu petunjuk dari pimpinan,” tandas Edi.
Pemko dan Organda Turunkan Tarif
Terkait penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) premium dari Rp 8.500/liter menjadi Rp 7.600/liter dan Solar
Rp 7.500/liter menjadi Rp 7.250/ liter. Pemko Tebing Tinggi mela-lui Dinas Perhubungan, Organda serta pengusaha angkutan sepakat menurunkan tarif angkutan kota (angkot) untuk pelajar semula Rp 2.500 menjadi Rp 2.000 dan untuk umum dari Rp 3.500 menjadi Rp
3.000,-Kesepakatan itu tertuang dalam rapat antara pemerintah kota dengan Organda dan pihak pengusaha Angkutan Kota (Ang-kot) Tebing Tinggi, Rabu (7/1), di Aula Dinas Perhubungan (Dishub) Jalan Gunung Leuser, kota Tebing Tinggi.
Tampak hadir Wali Kota Tebing Tinggi diwakili Kadishub H Syafrin Harahap SH, Kabid Per-hubungan Darat Yusdi SH, Kasi Angkutan Aggan Hasibuan, Ketua DPC Organda Tebingtingi Murli Purba, Direksi Angkutan CV Tebing Tinggi Bersejarah (TTB), CV Tambun, Angkutan Kota Dalam Propinsi (AKDP) Manung-gal dan Koperasi Serbaguna.
Kabid Perhubungan Darat Yusdi S,H disela-sela pertemuan mengatakan, penurunan tarif angkot di kota Tebing Tinggi dilakukan berdasarkan penuruan harga bahan bakar minyak (BBM) premium dan solar, serta Peraturan Walikota (Perwa) No.30 Tahun 2014 tentang tarif angkutan kota (angkot) Tebing Tinggi.
“Dengan penurunan tarif angkutan kota ini diharapkan dapat meringankan bagi warga kota khususnya para pelajar dalam menggunakan jasa angkutan di kota Tebing Tinggi. Begitu juga kepada pihak angkot untuk dapat mematuhi hasil rapat yang telah disepakati ini”, kata Yusdi.
**Tim Sinergi
“Sekarang Pasien kita ada sekitar 200 - 300 orang/hari,
untuk efisiensi, memasak
makanannya selama ini rekanan kita mengunakan gas 12 kg har-ganya di plafon anggaran masih
yang lama, sekarang kalau kita gunakan gas 3 kg
efisiensi gimana, kalau 12 kg
anggaran sudah pasti rekanan akan kewalahan dampaknyakan
Lingkunagan Hidup
Kroto Semut Rangrang ( Angkrang )
Bisnis Rumahan Yang Menjanjikan
BUDIDAYA semut ran-grang atau yang biasa di sebut semut angkrang, memang bisa dibilang sebagai salah satu bisnis rumahan yang sangat menjanjikan karena hasil produksinya berupa larva yang di sebut kroto meru-pakan salah satu makanan burung kicau paling berkualitas, .
Banyak para kicau mania lebih memilih kroto sebagi makanan pendongkrak stamina burung agar lebih rutin bernyanyi selain itu larva semut ini juga di gunakan sebagai umpan untuk memancing khususnya di tempat pemancin-gan.
Di Kota Tebing Tinggi. Peluang bisnis rumahan ini saat ini sedang digeluti M Noor Nasution ( 50 ) warga Jalan Bukit Antara Kelurahan Rantau Laban Kecamatan Rambutan saat di temui sejumlah wartawan di ke-diamannya, Minggu ( 18/1 ), Pria yang sehariannya bekerja sebagai PNS di Kecamatan Rambutan ini menceritakan pengalaman-nya membudi dayakan semut
rang-rang atau semut angkrang / angkrang .
Cara budidaya kroto menurutnya cukup mudah dan tidak memakan tempat yang luas untuk menjalankannya serta usaha ini bisa anda jadikan bisnis samp-ingan untuk menambah penghasi-lan. “ Belum banyak yang tahu kalau saat ini harga kroto sangat mahal sekali dan sangat sulit kita temukan bahkan beberapa kicau mania rela membeli kroto yang harganya mahal demi burung ke-sayangan mereka “ Ujar M Noor mengawali kisahnya.
Untuk memulai budidaya kroto atau ternak semut rangrang ini ada beberapa tahapan yang harus dilakukan, sebelum memu-lai pada tahapan-tahapan tersebut sebaiknya kita mempersiapkan peralatan dan perlengkapan yang dibutuhkan untuk memperlancar budidaya kroto ini. Untuk lang-kah pertama yaitu kita siapkan terlebih dahulu peralatan yang dibutuhkan diantaranya : rak
su-sun, toples atau pipa, dan wadah untuk pakan dan minum.
SINERGI
M Noor Nasution ( 51 ) warga Jalan Bukit Antara Kelurahan Rantau Laban Kecamatan Rambutan berhasil membudi dayakan semut
rang-rang atau semut angkrang.
Media yang biasa digu-nakan untuk tempat sarang semut yang sering di pakai oleh para peternak semut rangrang / angkrang yaitu toples plastik dan pipa. Apa-bila kita menggunakan toples maka buatkan lubang pada toples tersebut dengan diameter 1 cm dibagian samping atas toples, hal ini penting karena lubang kecil ini nantinya akan dijadikan jalur untuk keluar masuk semut rangrang tersebut pada saat mengambil pakan yang berada diluar toples.
Setelah toples dilubangi maka semut rangrang siap untuk dimasukan, setelah semut masuk pada toples maka toples yang sudah dilubangi tersebut, tutup lubangnya sekitar 2-3 jam hal ini dilakukan supaya semut yang baru mendiami toples tersebut dapat beradaptasi di dalam toples tersebut.Sedangkan apabila anda ingin menggunakan pipa pvc atau paralon maka yang harus diperhatikan ukuran pipa tersebut, ukuran pipa yang akan digunakan yang memiliki ukuran 1,5 atau 2 inci, dan perlu diper-hatikan bahwa ukuran ini sangat
berpengaruh terhadap produktifitas
semut tersebut ketika menghasilkan kroto. Setelah anda mendapatkan pipa yang sesuai, potonglah pipa tersebut dengan ukuran panjang 20 cm, ukuran ini untuk memudahkan penyimpanan pipa tersebut di atas rak.
Jenis pakan untuk semut rangrang ada beberapa macam,
jenis-jenis pakan ini sangat berpengaruh pada perkembangan semut rangrang dan secara otomatis juga akan berpengaruh terhadap kuantitas dan kualitas kroto yang dihasilkan. Setelah kita mengetahui jenis pakan untuk budidaya kroto ini, selanjutnya yang tidak kalah pentingnya yaitu tempat pakan-nya. Untuk tempat atau wadah pakan ini kita bisa mengguna-kan baki atau nampan plastic, jumlah yang disediakan minimal 2 buah. Dan yang harus diperhatikan pada tempat pakan ini yaitu harus selalu terisi makanan jangan sampai kosong, biasanya kalau tidak tersedia makanan semut rangrang akan berusaha keluar dari rak tersebut untuk mencari makan. Kemudian satu hal lagi yang perlu diperhatikan yaitu tempat pakan harus selalu bersih.
Cara ternak budidaya semut angkrang untuk menghasilkan kroto, Nasution menggunakan dia toples dan dia mengaku me-mulai usaha pembudidayaan semut angkrang ini hanya bermodalkan 30 toples semut angkrang dan untuk pengadaan bibit semut diperolehnya dari seorang pengusaha bibit se-mut angkrang asal Provinsi Jambi dengan harga Rp 55 ribu per toples yang berisi ratusan ekor semut ang-krang produktif penghasil kroto.
Dengan ketekunan dan kesabarannya, kini Nasution telah berhasil mengembangkan ratusan toples berisi semut angkrang / ang-krang produktif. Untuk menghasil-kan produksi kroto yang berkuali-tas, dirinya terpaksa harus merogoh isi kantongnya sebagai tambahan modal untuk biaya pembuatan kandang pemeliharaan agar lebih mudah mengontrol dan merawat semut-semut selama pembudi-dayaan dan masa-masa produksi. Menurut Nasution untuk menghasil-kan sekilo kroto, dibutuhmenghasil-kan semut sebanyak 25-30 toples dan setiap toples semut betina akan meng-hasilkan telur sebanyak 50 gram
atau setengah ons dan setelah 21 hari telur akan menjadi larva. Pada usia ini larva atau kroto perkoloni paling baik untuk dipanen. Karena bila sampai 30 hari maka larva akan menetas menjadi semut muda. “ Setelah bertelur nantinya para semut pekerja ini akan berpindah sendiri kedalam toples lain yang tersedia dan memproduksi telur kembali. “ Terang Nasution.
Untuk pakan semut ang-krang, Nasution memberi koloni semut-semut tersebut dengan ulat hongkong, dan beberapa jenis serangga yang menjadi makanan se-mut tersebut seperti jangkrik, cac-ing dan cicak “ Biasanya makanan semut rangrang ini berupa serangga mati, seperti kecoak mati atau jan-grik mati kira kira selang satu hari kemudian para semut rangrang ini akan membuat sarang alami pada toples tersebut dan jangan lupa selain makanan favorit semut ang-krang, di setiap rak disediakan juga air gula “ Ujarnya
Ketika disinggung prihal pemasaran telur semut atau kroto, Nasution mengatakan menjual hasil produksinya ke peternak burung atau kicau mania, yang ada di ka-wasan Sumatera Utara “ Biasanya para kicau mania lebih menyukai kroto yang masih segar atau baru di panen. hampir semua para pecinta burung kicau membutuhkan kroto sebagai makanan untuk burung peliharaan mereka.” Terang Nasu-tion
Nasution juga mengirim kroto hasil produksinya ke Jambi dan Jakarta sesuai dengan pesanan, dengan harga Rp 150 ribu perkilon-ya. Untuk mengembangkan usah-anya terlebih dalam hal pemasaran kroto, Nasution telah bergabung dengan Krotobond sebuah asosiasi pengusaha kroto asal Bogor. Di-akhir pertemuan, Nasution sempat berpesan bagi warga yang berminat untuk membudi dayakan semut ran-grang / angkrang, dirinya menya-takan siap untuk melakukan pelati-han, dikatakan Nasutionsebelum memulai bisnis semut rangrang / angkrang sebaiknya mempela-jari kebiasaan si semut angkrang terlebih dahulu sebelum membudi dayakannya
** ( Met Riadi Kasidi )
Hukum
Antisipasi Narkoba, BNN Tes
Urin Pejabat Dan PNS Tebing
PEMERINTAH
Kota Tebing Tinggi, kata Wali Kota, akan melakukan tes urine terha-dap seluruh pegawai negeri sipil (PNS) di seluruh instansi yang ada. Jika dalam pelaksanaan tes itu nantinya, ditemukan PNS yang terdedah Narkoba, maka PNS bersangkutan akan mendapatkan sanksi, baik ringan maupun berat sesuai tingkatannya.“Bagi PNS yang mengon-sumsi maupu kecanduan Narkoba, tidak ada ampun,” tegas Ir. H. Umar Zunaidi Hasibuan, MM, saat memimpin apel usai libur Tahun Baru 2015 di halaman secretariat Pemko Tebing Tinggi, kemarin. Terlihat dalam pelak-sanaan apel itu, seluruh PNS di jajaran sekretariat Pemko Tebing Tinggi serta berbagai satuan kerja perangkat daerah (SKPD) lainnya. Menurut Wali Kota, PNS semestinya menjadi teladan yang baik ditengah lingkungan kerja maupun ditengah masyarakatnya. Hal itu, merupakan bagian
pent-ing yang tak bisa dihindari PNS, karena status sosial dan pekerjaan mereka menjadi tolok ukur dalam kehidupan masyarakat. “Jadi, jika terdapat PNS mengkonsumsi atau kecanduan Narkoba, sama artinya telah mencoreng korps dan juga masyarakat di lingkungannya,” tegas Umar Zunaidi.
Wali Kota juga menegas-kan dalam satu tahun belamenegas-kangan ini, kasus konsumsi Narkoba di kalangan PNS mulai meningkat. Bahkan, ada di antara mereka yang tertangkap, sehingga harus diproses secara hukum. “Kasus seperti ini jelas merusak citra PNS dan Pemko Tebing Tinggi,” terang dia.
Selain PNS, Wali Kota,
tidak menafikan tes urine terhadap
tenaga honorer maupun mereka yang bekerja di Pemko Tebing Tinggi. Diharapkan, PNS dan aparat pendukunganya di Tebing Tinggi ini bebas Narkoba, sehing-ga nantinya bisa jadi motor peng-gerak dalam mencegah terjadinya
penyebaran di tengah masyarakat. Sebelumnya, salah seorang lurah di kota Tebing Tinggi tertangkap membawa Narkoba jenis shabu, sehingga menjadi pembicaraan publik. Sedangkan tokoh agama dan masyarakat menyatakan tekad melakukan peranbg terhadap peredaran Narkoba. Bahkan, salah seorang bandar Narkoba di kota itu berhasil diciduk aparat Sub-denpom dan Koramil setempat.
SINERGI
Hukum
Tes Urin
Apa jadinya jika pejabat danPNS sudah kecanduan Narko-ba dan oNarko-bat-oNarko-batan terlarang. Dipastikan akan terjadi penurunan kinerja serta berbagai masalah me-nyimpang lainnya dalam struktur birokrasi kita. Badan Narkotika Nasional (BNN) Sumut, melak-sanakan tes urin terhadap pejabat dan pegawai negeri sipil (PNS) dari sejumlah SKPD Pemerintah kota Tebing Tinggi, Senin (19/1). Tes urin itu dilakukan guna men-deteksi kemungkinan konsumsi narkoba dan obat-obatan terlarang di kalangan aparatur sipili negara itu.
Dari pantauan, tim BNN Sumut dipimpin AKBP Drs. H. Shafwan Khayat, M.Hum, mu-lai melakukan pemeriksa urin di kalangan PNS di sekretariat Pemko Tebing Tinggi, pada pagi hari. Keterangan Kasubbag Umum Agusman, petugas BNN yang mengambil sampel sebanyak 15 orang. Selanjutnya, mereka bergerak ke SKPD lainnya. Tak hanya PNS, puluhan pejabat
Pemko Tebing Tinggi juga diin-struksikan Wali Kota Ir. H. Umar Zunaidi Hasibuan, MM, mel-akukan tes urin. Puluhan pejabat SKPD itu melakukan tes urin di rumah dinas wali kota Jalan Sutomo. Di mana dalam pelak-sanaannya, Wali Kota mengajak seluruh pejabat melakukan coffe morning di kantor Kejari Tebing Tinggi. Usai kegiatan itu, tes urin pun dilakukan.
Wali Kota Ir. H. Umar Zunaidi Hasibuan, MM, disela pemeriksaan urin terhadap pejabat dan PNS Pemko Tebing Tinggi, mengatakan saat ini Narkoba su-dah menjadi momok menakutkan bagi negara, karena korban yang diakibatkannya sangat tinggi. Sebagai abdi negara, ujar Wali Kota, semestinya PNS dan pejabat harus bersih dari Narkoba, karena bersama aparat keamanan lainnya jadi garda terdepan pemberantasan Narkoba. “Jadi harusnya seluruh PNS mulai pimpinan puncak hing-ga bawah harus steril Narkoba,” tegas dia.
Diakui, dalam pemerik-saan urin PNS, dilakukan secara acak, khususnya terhadap PNS
yang berhubungan langsung dengan masyarakat. “Pemeriksaan acak ini, karena dana yang besar, jadi harus kita lakukan sesuai kapasitasnya,” ujar dia.
Dalam pemeriksaan BNN Sumut, jika nantinya ada pejabat yang terindikasi dan terbukti mengonsumsi Narkoba, konsekwensinya harus melepas-kan jabatannya. Diterangmelepas-kan, jika pejabat ternyata terindikasi Narkobais, tapi mengaku tidak maka akan diambil tindakan segera. Namun, jika ada yang mengaku jujur telah mengonsumsi Narkoba, maka tindakannya akan direhabilitasi.
Terkait itu, beberapa kalan-gan menilai harusnya pemeriksaan urin PNS diumumkan pada hariitu juga. Namun, entah bagaimana BNN Sumut baru akan mengu-mumkan hasil tes urinnya, hari ini Selasa (20/1). “Saya kira kalau mau jujur pemeriksaannya diu-mumkan sekarang, kan tes urin untuk tahu konsumsi atau tidak hanya hitungan menit saja,” ujar
seorang aktifis kemasyarakatan.
Lensa Pemko
SINERGI
Lensa Pemko
Lensa Pemko
SINERGI
Lensa Pemko
Lensa Pemko
SINERGI
Pemko kita
Kajari Tebing Tinggi :
Ciptakan Kesinambungan Antara FKPD
TERANGKAN “Walikota Tebing Tinggi Ir. Umar Zunaidi Hasibuan ketika memaparkan kesimpulan dari pertemua silatuhrami antara FKPD di halaman kantor Kejaksaan Negeri Tebing Tinggi”.
UNTUK menciptakan kesinambungan antara Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) den-gan Pemerintah Kota Tebing Tinggi, perlu dilakukan kerjasama dan bertukar informasi yang baik. “Hari ini kita lakukan kegiatan silatuhrami antara muspida, tokoh masayarakat, tokoh agama dan tokoh pemuda. Ini untuk menjalin silaturahmi sesamanya”, terang Kajari Tebing Tinggi Fajar Rudi Manurung SH dihalaman Kantor Kejaksaan Negeri Jalan KL Yos Sudarso, Senin (19/1).
Dalam kesempatan tersebut, Fajar Rudi juga menyampaikan tentang maraknya kasus narkoba yang ditangani pihak Kejaksaan, untuk itu, pihaknya melakukan test urine kepada seluruh jajaran Kejak-saan Negeri Tebing Tinggi dan hasilnya negative semua. “Pihak Kejaksaan juga telah melaksanakan sosialisasi bahaya narkoba di beberapa sekolah sep-erti SMA Negeri 1 dan Taman Siswa”, tandasnya.
Pihak Kejaksaan Negeri Tebing Tinggi mela-lui laporan pihak inteligen, juga menerima laporan terkait adanya ajaran agama kristen yang menyim-pang dari ajaran sebenarnya, pihaknya juga telah melakukan pendekatan agar tidak terjadi tindakan anarkis. Bahkan menurut Fajar Rudi, untuk kegiatan ajaran aliran Ahmadiyah yang ada di Tebing Tinggi, pihak Kejaksaan telah melakukan kordinasi dengan Polres, Camat dan Lurah untuk terus melakukan
pemantauan.
“Kami akan terus memberikan laporan kepada pihak Pemerintah Kota Tebing Tinggi, hal ini butuh kerjasama yang baik antara FKPD untuk menuju Tebing Tinggi yang kondusif,” jelas Fajar Rudi.
Kapolres Tebing Tinggi diwakili Wakapolres Kompol Tengku Abdul Manaf memaparkan, bahwa saat ini kasus yang paling menonjol di wilayah Pol-res Tebing Tinggi adalah kasus narkoba dan
pencu-rian dengan pemberatan, untuk mengatasi maraknya peredaran narkoba di Tebing Tinggi, Polres telah membentuk ‘Brigadir Lingkungan’ dan Bhabin Kamtibmas di setiap keluarahan untuk memantau lang-sung 24 jam kejadian-kejadian diseputar daerah yang ditugaskan. “Kami bersama Pemko Tebing Tinggi dengan kekuatan penuh ingin memberantas seluruh per-edaran narkoba di wilayah Tebing Tinggi,” terangnya.
Menanggapi paparan dari beberapa FKPD yang ada, Walikota Tebing Tinggi Ir Umar Zunaidi Hasibuan tetap mendukung semua program FKPD yang ada, apalagi permasalahan narkoba, dia menerangkan dalam waktu dekat pihaknya akan mem-bentuk Badan Narkotika Kota (BNK) Tebing Tinggi.
Kepada Kadis Perhubungan yang hadir, Umar Zunaidi meminta untuk segera menggelar rapat dengan pihak DPC Or-ganda tentang menyikapi harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang turun, dengan demikian, tarif angkutan kota juga harus diturunkan, sedangkan kepada Kadis Per-indagkop dan Kadis Pendapatan Daerah (Kadispenda) diperintahkan untuk melakukan cek lapangan terkait belum turunnya sejumlah harga ke-butuhan pokok. “Jangan ada spekulan yang bermain dengan ini, seharusnya turun harga BBM dibarengi dengan turunnya harga sembako”, tegas Umar.
Sedangkan Kepada Kadis Pendapatan Tebing Tinggi yang masih kecil PAD-nya harus mampu me-naikan sektor pajak terutama dari pajak restoran dan hotel-hotel yang ada di Kota Tebing Tinggi. “Semua hasil setoran pajak ini demi untuk pembangunan Tebing Tinggi kedepan,” pungkasnya.
SINERGI
Pemko kita
BNK Tebing Tinggi Harus Segera Dibentuk
FOTO BERSAMA “Walikota Tebing Tinggi Ir. H. Umar Zunaidi Hasibuan bersama Kabid Dayamas BNP Sumut AKBP Drs Safwan Khayat M.Hum, Wakil Walikota Ir. Oki Doni Siregar, Kaban Kesbangpol Linmas Amas Muda SH dan rombongan BNP Sumut berfoto bersama”.
KABID
Dayamas Badan Narkotika Provinsi (BNP) Sumatera Utara AKBP Drs Safwan Khayat M.Hum mengakui bahwa sudah saatnya di Tebing Tinggi dibentuk Badan Narkotika Kota (BNK) untuk menekan maraknya peredaran narkotika di kota itu.“Atas banyaknya laporan masyarakat dan beberapa ormas Islam tentang maraknya peredaran narkotika di wilayah Kota Tebing Tinggi, BNP Sumatera Utara akan segera mengaktifkan kem-bali BNK Tebing Tinggi”, ujar AKBP. Drs. Safwan Khayat M.Hum, Kamis sore (15/1) di Kantor Wa-likota Jalan Sutomo Tebing Tinggi.
Menurut Safwan Khayat, nantinya akan dibentuk Satgas-Satgas pelajar anti narkotika dise-kolah-sekolah yang ada di Tebing Tinggi, karena dari satgas anti narkoba yang terpilih nantinya diharapkan bisa memberikan infomasi baik kepada guru dan murid lainnya atas bahaya narkotika. “Ada enam se-kolah yang nantinya dijadikan pilot projek satgas anti narkoba ini”, jelasnya.
Mantan Wakapolres Tebing Tinggi ini juga berharap setelah terbentuknya BNK Kota Tebing Tinggi, jumlah angka peredaran narkoba bisa dite-kan dan warga bisa langsung melapordite-kan kepada pihak BNP atau BNK apabila mengetahui transaksi narkoba atau bandar narkoba. “Kita salut dengan kepedulian Walikota Tebing Tinggi, Ir. Umar Zunaidi
Hasibuan yang sangat respon dengan pembentukan BNK ini, kita harapkan peredaran narkoba bisa dite-kan bahdite-kan diberantas”, tandasnya.
Walikota Tebing Tinggi, Ir. H. Umar Zunaidi Hasibuan mengatakan bahwa Pemko Tebing Tinggi berharap BNK segera dibentuk, karena kedepan, den-gan adanya BNK ini, peredaran narkoba diwilayah Kota Tebing Tinggi bisa diberantas. “Memang bahaya narkoba saat ini sudah memasuki dikalangan pelajar, dengan adanya Satgas Pelajar Anti Narkoba, para pelajar di Tebing Tinggi bisa menjauhi narkoba dan melakukan kegiatan positip seperti peningkatan bidang olahraga”, imbuhnya.
Bagi para pelajar yang terlibat dan meng-konsumsi narkoba nantinya bila tertangkap, akan diberi pembinaan lebih lanjut. “Untuk pemeriksaan test urine kepada pada Pegawai Negeri Sipil (PNS) di jajaran Pemko Tebing Tinggi dengan melibatkan pihak BNP Sumut, kita menunggu waktu yang tepat. Tetap kami akan laksanakan test urine, tapi waktunya dirahasiakan”, terang Umar.
Tampak hadir Wakil Wakil Walikota Ir. H. Oki Doni Siregar, Kadis Pendidikan Drs. H. Par-damean Siregar, Dr. Yusuf Wibisono, Kepala Kes-bangpol Linmas Amas Muda SH, Asisten II Zainul dan rombongan BNP Sumut.
Pemko kita
Empat Kecamatan di Tebing Tinggi Terendam Air,
* Wawako Oki Doni Siregar Sidak Mendadak
TINJAU “Wakil Walikota Tebing Tinggi Ir.H. Oki Doni Siregar bersama Kepala BPBD Wahid Sitorus dan Kabid Pengairan PU Muhammad Yusuf meninjau lokasi banjir di Kelurahan Bandar Utama Tebing Tinggi”
Banjir
kiriman Sungai Padang kembali menggenangi empat kecamatan di KotaTebing Tinggi, diperkirakan 1.230 rumah terendam air di Kecamatan Tebing Tinggi Kota tepatnya Kelurahan Bandar Utama dan Badak Be-juang sebanyak 650 KK (Kepala Keluarga), Kecamatan Rambutan di Kelurahan Tanjung Marulak 110 KK, Kecamatan Padang Hulu Kelurahan Pabatu 225 KK dan Kecamatan Bajenis Kelurahan Bulian sebanyak 245 KK, Selasa pagi (13/1).Banjir paling parah terjadi di camatan Tebing Tinggi Kota Ke-lurahan Bandar Utama dan Badak Bejuang, bahkan pasar tradisional Inpres menjadi lumpuh, aktivitas perdagangan menjadi terhenti karena para pedagang langsung menutup dagangannya dan para pembeli pun beralih ke pasar tradisional lainnya.
Wakil Walikota Ir.H.Oki Doni Siregar yang mendengar
kabar banjir yang datangnya tiba-tiba itu langsung turun ke lapa-ngan memantau banjir bersama Kepala BPBD Drs. Wahid Sitorus ke Kelurahan Bandar Utama, sembari meminta laporan kepada Camat dan Lurah berapa jum-lah rumah yang terendam, tetapi laporan tersebut belum ada karena mereka beralasan masih melaku-kan pendataan.
Menurut Oki, banjir ini memang musiman setiap akhir bu-lan Desember dan Januari, tetapi masyarakat harus bersabar karena tahun 2017 setelah selesai Bend-ung Dam Gerak Bajayu, Tebing Tinggi akan terbebas dari banjir. “Kita berharap air akan cepat su-rut, masyarakat diharap bersabar dan menjaga keselamatan keluar-ganya dengan mewaspadai banjir lebih besar lagi,” terang Oki.
Pada kesempatan itu, Oki memerintahkan Camat dan Lurah agar terus memantau warganya disetiap titik-titik rawan banjir,
sedangkan kepada Kepala BPBD, diperintahkan untuk terus mel-akukan pemantauan air Sungai Padang apakah terus mengalami peningkatan. “Hasil laporan sementara Kepala BPBD Tebing Tinggi, air Sungai Padang terus naik, kita persiapkan perahu ka-ret untuk mengevakuasi warga nantinya bersama Tagana Tebing Tinggi,” terang Oki.
Salah seorang warga, Ramli (49) warga Kampung Semut Kelura-han Bandar Utama menuturkan, banjir kali ini terjadi sudah empat kali selama bulan Januari, banjir paling parah hari ini karena sun-gai meluap melewati batas tang-gul pembatas. Sedangkan terkait bantuan, masyarakat korban banjir mengaku belum ada menerima apapun. “Warga disini sudah biasa dengan banjir, kita berharap apa yang disampaikan pimpinan Kota Tebing Tinggi ada tindak lan-jutnya,” ujar Ramli.
SINERGI
Pemko kita
Antisipasi Banjir,
DKP Tebing Tinggi Normalisasi Parit
MEMANTAU “Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Hj. RusmiatyHarahap bersama anggota DPRD Kaharuddin Nasution saat memantau kondisi parit Kelurahan Gambir saat dilakukan normalisasi”.
UNTUK mengantasiasi agar air parit tidak sampai meluap hingga ke rumah masyarakat, Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Tebing Tinggi melakukan normalisasi parit di Jalan Per-satuan Kelurahan Gambir Kecamatan Tebing Tinggi Kota, Kamis (7/1).
“Sekarang ini memasuki musim penghujan, agar drainase lancar Dinas Kebersihan dan Perta-manan melakukan normalisasi dengan mengangkat sedimentasi di beberapa parit”, ujar Kadis Kebersi-han dan Pertamanan Hj. Rusmiaty Harahap didamp-ingi anggota DPRD Kaharuddin Nasution, Kabid Kebersihan Zubir Harahap dan Lurah Pasar Gambir saat memantau anggotanya bekerja di lapangan.
Menurut Kadis DKP, mereka turun ke lokasi tersebut sesuai permintaan dan laporan anggota DPRD Kaharudin Nasution. “Kita turun ke lokasi ini atas permintaan bapak Anggota DPRD Kaharuddin, sebelumnya juga dipenghujung tahun atas per-mintaan beliau kita sudah melakukan normalisasi di hulu parit, program ini merupakan program prioritas karena sudah memasuki musim penghujan,” ujarnya.
Ditambahkan Rusmiaty, setelah mencek langsung ke lapangan kondisi parit besar di kelura-han Pasar Gambir sudah layak untuk dinormalisasi
karena sedimennya sudah sangat tebal. “Sesuai infor-masi yang kita peroleh dari warga, kedalaman parit sekitar 1,5 mter, karena sedimennya penuh kedala-mannya hanya 0,5 meter dari permukaan. Artinya sedimen di dalam ketebalannya mencapai 1 meter,” jelas Rusmity.
Sementara Kaharuddin Nasution saat di-mintai tanggapannya mengatakan, mengapresiasi kinerja dinas terkait karena dengan cepat merespon keluhan warga. Awalnya kita hanya mencek kondisi parit, akan tetapi setelah dicek, kadis langsung menu-runkan sejumlah anggotannya ke lapangan untuk mengangkat sedimen dimaksud, katanya.
Menurut Kaharudin Nasution yang juga Ketua Tagana Tebing Tinggi ini, saat reses di bu-lan Desember tahun lalu, warga mengeluh dengan kondisi parit karena setiap kali datang hujan pasti rumah-rumah penduduk akan tergenang air yang meluap dari parit. “Setelah kita sampaikan, dinas terkait dan warga melakukan pengorekan di hulu dan ini merupakan lanjutannya, menurut warga akibat tidak mampu-nya parit ini menampung air hujan, maka setiap hujan turun kampung ini kebanjiran dari luapan parit,” ujar Kaharuddin.
Pemko kita
Walikota Tebing Tinggi :
PNS Terbukti Terlibat Narkotika
Akan Ditindak Tegas
Walikota
Tebing Tinggi Ir. H. Umar Zu-naidi Hasibuan. MM menegaskan, tidak ada ampun bagi aparat Pegawai Negeri Spil (PNS) yang terbukti terlibat kecanduan narkoba. Dia juga mengatakan bahwa dalam waktu dekat ini akan melakukan tes urine, bagi yang terbukti tindakan atau saksi yang di-berikan mulai dari pembinaan, ringan, berat hingga pemecatan.Hal itu disampaikan Walikota saat mem-impin apel gabungan perdana usai libur Tahun Baru, Senin (5/1) di Lapangan Pemko Tebing Tinggi Jalan Sutomo kota setempat. Pantauan wartawan, ting-kat kehadiran para abdi negara saat apel gabungan yang langsung dipimpin orang nomor satu di Pemko Tebing Tinggi itu cukup tinggi walaupun banyak yang terlambat.
Dalam arahannya, Umar Zunaidi mengaku tidak akan memberikan toleransi bagi PNS yang terbukti menggunakan narkoba dan obat terlarang semacamnya. “Kita akan langsung berikan sanksi mulai dari sanksi teringan, berat hingga pemecatan dan tidak ada ampun bagi dia”, ujar Umar.
Menurutnya, PNS harus bisa menjadi motor untuk melakukan gerakan pencegahan untuk narko-tika, untuk itu PNS harus lebih bersih dulu dari pada masyarakat, dan untuk ini dirinya dalam waktu dekat akan melakukan tes urine terhadap seluruh anak buahnya mulai dari PNS hingga honorer yang ada dilingkungan Pemko Tebing Tinggi.
Pemko kita
Sambut Tahun Baru,
Kerispatih Bius Ribuan Warga Tebing Tinggi
BERSAMA “Walikota Tebing Tinggi Ir. Umar Zunaidi Hasibuan, MM berduet dengan Kerispatih pada malam perayaan pergantian Tahun Baru 2015 di Lapangan Merdeka Jalan Sutomo Kota”
Kelompok
Band asalIbu Kota Jakarta, Kerispatih bius ribuan penonton saat menyambut malam Tahun Baru 2015 yang digelar Pemko Tebing Tinggi di Lapangan Merdeka Jalan Su-tomo Kota Tebing Tinggi, Kamis (1/2) kemarin. Selain menampil-kan sembilan tembang andalan Kerispatih, ribuan masyarakat sempat tercengang melihat pesta kembang api sambut malam per-gantian tahun dengan semarak. Sembilan tembang ada-lah Kerispatih yang di tampil-kan meliputi lagu-lagu anda-lan seperti lagu terbaru Tertatih, Mengenangmu, Kesalahan yang sama, Bila rasaku ini rasamu, Akhir penantian, Tapi bukan kau, Aku harus jujur dan Cerita cinta. Terlihat penampilan Kerispatih sangat memukau warga Tebing Tinggi, dengan vokalis Fadly, gi-tar Arif, Drum Anton, Dika pada
Bass dan Badai pada Keyboard. Walikota Tebing Tinggi Ir. H. Umar Zunaidi Hasibuan ber-harap pada tahun 2015 ini Tuhan Yang Maha Esa memberikan ke-mudahan dalam berbagai urusan pemerintahan, begitu juga warga Kota Tebing Tinggi turut berduka cita dengan peristiwa jatuhnya pesawat Air Asia QZ8501 agar parah arwah diterimah disisi Al-lah SWT dan bagi keluarga yang ditinggalkan agar bersabar.
Kepada ribuan penon-ton, Umar meminta agar jan-gan saling berdesakan se-hingga memicu perkelahian, karena acara ini diberikan kepada masyarakat Kota Tebing Tinggi untuk memberikan hiburan ke-pada masyarakatnya. “Mari sama-sama kita menjaga kekondusifan Kota Tebing Tinggi”, imbuhnya. Tampak hadir, Wakil Walikota Tebing Tinggi Ir.H. Oki Doni Sire-gar, Kapolres AKBP Enggar
Par-eanom, Sekdako Johan Samose Harahap, Muspida dan seluruh SKPD, Camat, Lurah dan ribuan masyarakat Kota Tebing Tinggi. Salah seorang personil Kerispatih, Fadly mengaku sangat bangga melihat ribuan masyarakat Tebing Tinggi bisa sama-sama menjaga ke-kompakan saat menonton penampi-lan mereka, dia berharap hal ini bisa terus berkelanjutan. “Kita salut melihat penonton di Tebing Tinggi masih bisa tertib”, katanya.
Rina (18) salah seorang warga yang tinggal di Jalan Imam Bonjol Tebing Tinggi mengaku terhibur melihat penampilan Ker-ispatih. apalagi penampilan kelom-pok band asal Jakarta pada malam itu banyak menampilkan lagu-lagu terbarunya. “Enak semua hits-hits Kerispatih, kedepan kalau bisa Pemko Tebing Tinggi bisa meng-hadirkannya kembali”, pintanya.
Pemko kita
Walikota Tebing Tinggi Serahkan
Gerobak CSR Bank Sumut
CSR BANK SUMUT “Walikota Tebing Tinggi Ir. H. Umar Zunaidi Hasibuan. MM didampingi Pimca Bank Tebing Tinggi Syahmirdan Siregar dan Kadis Pendapatan Jefry Sembiring SE.MM menyerahkan bantuan gerobak dagangan
yang merupakan Program CSR Bank Sumut Cabang Tebing Tinggi”.
Sebanyak
17 pedagangmakanan/minuman kaki lima di Jalan MT Haryono Kota Tebing Tinggi menerima bantuan gerobak dagangan dari program corporate social responsibility (CSR) PT Bank Sumut Cabang Tebing Tinggi Tahun 2014 melalui Dinas Penda-patan Daerah Kota Tebing Tinggi. Bantuan gerobak dagan-gan makanan/minuman itu diser-ahkan Walikota Tebing Tinggi Ir. H. Umar Zunaidi Hasibuan MM didampingi Pimca Bank Tebing Tinggi Syahmirdan Siregar dan Kadis Pendapatan Jefry Sembir-ing SE MM, Selasa (30/12) di halaman kantor PT. Bank Su-mut Cabang Kota Tebing Tinggi. “Bantuan atas nama di-reksi PT. Bank Sumut ini be-rasal dari dana CSR yang meru-pakan ‘dari masyarakat untuk masyarakat’ sekaligus sebagai bentuk kepedulian dan promosi PT. Bank Sumut terhadap pem-bangunan disektor usaha mikro ke-cil dan menengah khususnya para pedagang kaki lima di kawasan Ja-lan MT. Haryono”, ujar Pimpinan Cabang PT. Bank Sumut Tebing Tinggi, Syahmirdan Siregar.
Menurut Syahmirdan, ban-tuan yang merupakan program CSR tersebut bisa juga diartikan sebagai wujud kepedulian PT Bank Sumut terhadap pedagang kaki lima khu-sus makanan dan minuman. “Kita berharap agar bantuan peralatan usaha ini dapat dijaga dan dirawat dengan sebaik-baiknya, dengan harapan para pengusaha dan bank lain juga tergerak juga untuk memberikan kontribusinya kepa-da kepa-daerah ini”, ujar Syahmirkepa-dan.
Walikota Tebing Tinggi Ir.H. Umar Zunaidi Hasibuan men-gatakan, bantuan CSR dari PT Bank Sumut merupakan bagian dari perjuangan Pemko Tebing Tinggi agar kontribusi yang diberikan ke-pada daerah dikembalikan keke-pada daerah dan hari ini diserahkan ke-pada masyarakat untuk meningkat-kan kesejahteraan warga berupa bantuan peralatan untuk usaha.
“Percayalah kepada kami, Pemko Tebing Tinggi sebagai salah satu pemegang saham di Bank Sumut, walikotanya tidak dapat satu rupiah pun dari Bank Sumut, tapi untuk bapak dan ibu sekalian, kita perjuangkan mati-matian”, cetus Umar Hasibuan.
Kepada para pelaku usaha IKM penerima bantuan, walikota berpesan agar menjaga dan mer-awat serta memanfaatkan bantuan peralatan tersebut dengan sebaik-baiknya untuk kemajuan usaha, “Manfaatkanlah bantuan per-alatan ini dengan sebaik-baiknya dan jangan disia-siakan, sebab bapak dan ibu termasuk pelaku usaha yang beruntung karena masih banyak yang membutuhkan-nya tapi belum saatmembutuhkan-nya menerima bantuan seperti ini”, pesannya.