• Tidak ada hasil yang ditemukan

MEDIA PEMERINTAH KOTA TEBING TINGGI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "MEDIA PEMERINTAH KOTA TEBING TINGGI"

Copied!
60
0
0

Teks penuh

(1)

ESA HILANG DUA TERBILANG

SI N E RG I

R E F E R E N S I T E B I N G T I N G G I D E L I

0 0 1 5 3

771979 8 0 0 8 8 5 9

I S S N 1 9 7 8 - 8 0 8 0

• Kita Menghadapi Pasar Tunggal Asean 2015

• Menyongsong Mea 2015, Kita Untung Atau Buntung?

• Mea 2015 : Bagaimana Persiapan Kita ?

(2)

Pembaca budiman…

R

akyat Indonesia saat ini

memiliki harapan be-sar terhadap pemimpin tertinggi bangsa: sebuah harapan besar untuk Indonesia yang lebih baik.

Perhelatan Pergantian tahun sudah di depan mata. Seakan berpacu dengan waktu, pada ta-hun 2015 ini pula (tepatnya pada Desember 2015) kita akan diha-dapkan pada Masyarakat Ekonomi ASEAN / MEA (ASEAN Eco-nomic Communities). Suatu era yang menyatukan Negara-negara di kawasan Asia Tenggara menjadi “satu basis pasar dan produksi”. Dimana akan terjadi arus bebas produk, jasa, investasi, tenaga kerja, dan modal, yang semuanya bermuara pada prinsip pasar ter-buka bebas hambatan.

Sebab persoalan yang tengah menghadang di hadapan kita semua sungguh besar dan kompleks. Jika kita jujur terha-dap kondisi bangsa kita hari ini, maka akan kita temukan ber-bagai persoalan multi dimensi

dan salah satu persoalan genting yang menghadang adalah dibu-kanya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) pada akhir tahun 2015 dan persoalan bahari kelautan kita, pa-dahal kualitas sumber daya manu-sia Indonemanu-sia masih cukup lemah. Berhubungan dengan MEA, kualitas sumber daya masyarakat Indonesia akan menjadi pertaruhan utama. MEA menjadikan mas-uknya barang dan jasa-jasa ahli dari negara-negara Asean secara lebih besar dan terbuka. Konsek-uensinya cukup menggelisahkan: Indonesia akan menjadi pemenang atau sebaliknya justru menjadi pecundang.

Ditengah Hiruk pikuk persiapan pelaksanaan Pilpres 9 Juli 2014, ternyata mungkin hanya sedikit komponen masyarakat bangsa ini yang peduli dengan kesiapan masyarakat dan pemerin-tah kita menghadapi implementasi atau pemberlakukan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) atau Asean Economic Community yang akan dilaksanakan pada akhir 2015.

Pembaca sekalian…

Rakyat Indonesia saat ini memiliki harapan besar terhadap pemimpin tertinggi bangsa: sebuah harapan besar untuk Indonesia yang lebih baik.

Perhelatan Pergantian tahun sudah di depan mata. Seakan berpacu dengan waktu, pada tahun 2015 ini pula (tepatnya pada Desember 2015) kita akan dihadapkan pada Masyarakat Ekonomi ASEAN / MEA (ASEAN Economic Com-munities). Suatu era yang meny-atukan Negara-negara di kawasan Asia Tenggara menjadi “satu basis pasar dan produksi”. Dimana akan terjadi arus bebas produk, jasa, investasi, tenaga kerja, dan modal, yang semuanya bermuara pada prinsip pasar terbuka bebas ham-batan.

Sebab persoalan yang tengah menghadang di hadapan

kita semua sungguh besar dan kompleks. Jika kita jujur terha-dap kondisi bangsa kita hari ini, maka akan kita temukan ber-bagai persoalan multi dimensi dan salah satu persoalan genting yang menghadang adalah dibu-kanya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) pada akhir tahun 2015 dan persoalan bahari kelautan kita, pa-dahal kualitas sumber daya manu-sia Indonemanu-sia masih cukup lemah. Berhubungan dengan MEA, kualitas sumber daya masyarakat Indonesia akan menjadi pertaruhan utama. MEA menjadikan mas-uknya barang dan jasa-jasa ahli dari negara-negara Asean secara lebih besar dan terbuka. Konsek-uensinya cukup menggelisahkan: Indonesia akan menjadi pemenang atau sebaliknya justru menjadi pecundang.

Ditengah Hiruk pikuk persiapan pelaksanaan Pilpres 9 Juli 2014, ternyata mungkin hanya sedikit komponen masyarakat bangsa ini yang peduli dengan kesiapan masyarakat dan pemerin-tah kita menghadapi implementasi atau pemberlakukan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) atau Asean Economic Community yang akan dilaksanakan pada akhir 2015.

Tak lupa kami membuat laporan tentang kegiatan -keg-iatan pemerintah serta di rubrik ragam rim sinergi menyuguhkan tentang pulau berhala eksotisme batas negara Pada akhirnya, Kami memohon maaf atas keterlam-batan penerbitan Sinergi untuk edisi September ini , dikarenakan kantor pusat Sinergi dalam per-baikkan Pun demikian, kami tak lupa mengingatkan semua pem-baca kesayangan agar mau untuk menulis dan mengirimkan tulisan itu kepada kami untuk dimuat. Ka-rena berbagi pengalaman dengan tulisan akan sangat berharga bagi kebangunan sebuah peradaban.

Salam hangat dari kami…@

Dari Redaksi

(3)

JAJARAN REDAKSI TAHUN 2015

KETUA PENGARAH

Ir.Umar Zunaidi Hasibuan, MM ( WaliKota Tebing Tinggi )

WAKIL KETUA PENGARAH

Ir.H.OKI DONI SIREGAR ( Wakil WaliKota Tebing Tinggi )

PENGENDALI

H. Johan Samose Harahap, SH, MSP (Sekdako Tebing Tinggi Deli )

PENANGGUNG JAWAB

Ir. H. Zainul Halim

(Asisten Administrasi Umum )

m

PIMPINAN REDAKSI

Drs. Bambang Sudaryono (Kabag Adm. Humas PP)

WAKIL PIMPINAN REDAKSI

Maslina Dalimunthe.SE (Kasubag Adm. Humas PP)

BENDAHARA :

Zulhadin, SH

KOORDINATOR LIPUTAN

Drs Abdul Khalik, MAP

SEKRETARIS REDAKSI

Dian Astuti

REDAKSI

Rizal Syam, Khairul Hakim, Juanda, Ulfa Andriani,S.Sos

LAYOUT DESAIN GRAFIS

Aswin Nasution, ST

FOTOGRAFER :

Sulaiman Tejo, Agung Purnomo

KOORDINATOR DISTRIBUSI

Edi Suardi, S.Sos Ridwan Tomy Erlangga

LIPUTAN DAN REPORTER

Wartawan Unit Pemko Tebing Tinggi

Redaksi menerima tulis,photo juga surat berisi saran penyempurnaan dari pembaca dengan melampirkan tanda pengenal (KTP, SIM, Paspor) dan Redaksi berhak mengubah tulisan

sepan-jang tidak mengubah isi dan maknanya. Bagian Administrasi Humasy Pimpinan dan Protokol Sekreariat Daerah Kota Tebing Tinggi Jl,Dr Sutomo No : 14 Kota Tebing Tinggi Eimail :

[email protected]

Facebook :

[email protected] TERBIT SEJAK 16 Juli 2002 SK WALIKOTA TEBING TINGGI

NO.480.05/ 286 TAHUN 2002

SINERGI

Wakil Pimpinan Redaksi MASLINA DALIMUNTHE,SE

ESA HILANG DUA TERBILANG

REFERENSI TEBING TINGGI DELI

D A F T A R I S I

2. SALAM REDAKSI 4. MOMENTUM 6. SINERGITAS

Kita, Menghadapi Pasar Tunggal Asean 2015

8. UTAMA

Menyongsong Mea 2015, Kita Untung Atau Buntung? Mea 2015 : Bagaimana Persiapan Kita?

Siapkah Kita Menghadapai Masyarakat Ekonomi Asean (Mea) 2015

14. PENDIDIKAN

Kantor Perpustakaan, Arsip Dan Dokumentasi Kota Tebing Tinggi Selenggarakan Lomba Perpustakaan Sekolah

16. EKONOMI

Nasionalisme Bisa Juga di Bidang Perekonomian

17. KESEHATAN

Revitalisasi Kb-Kes Menuju Keluarga Sejahtera

18. LINGKUNGAN HIDUP

Walikota Ajak Warga Manfaatkan Pekarangan Rumah

19. LENSA PEMKO 25. PEMKO KITA

(4)

M o m e n t u m

(5)
(6)

SINERGITAS

KITA, MENGHADAPI PASAR TUNGGAL

ASEAN 2015

I

nilah situasi warisan pemer-intahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang kurang disosialisasi-kan kepada rakyat dan dunia usaha. Siapa pun bakal calon preiden yang akan terpilih pada pemilihan presiden, 9 Juli 2014 nanti, harus berhadapan dengan tantangan ekonomi regional ini. Hal ini terutama tertuju pada Joko Widodo (Jokowi), bakal capres PDI Perjuangan yang sejauh ini dianggap paling berpotensi untuk memenangi pilpres 2014.

Sebagai bagian dari ASE-AN, Indonesia akan memasuki era baru pada 2015, dengan terwu-judnya ASEAN Economic Com-munity (AEC) atau Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). ASE-AN –yang terdiri dari Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, Brunei, Vietnam, Laos, Myanmar, dan Kamboja— pada 2007 memang sudah menyepakati integrasi ekonomi melalui MEA.

Persetujuan perdagangan bebas ini akan diimplementasikan penuh mulai 31 Desember 2015 oleh seluruh anggota, kecuali Kamboja, Laos, Myanmar, dan Vietnam. Keempat Negara ini baru akan berpartisipasi penuh pada 2018. Pembentukan MEA dilandaskan pada empat pilar. Pertama, menjadikan ASEAN sebagai pasar tunggal dan pusat produksi. Kedua, menjadi ka-wasan ekonomi yang kompetitif. Ketiga, menciptakan pertumbu-han ekonomi yang seimbang, dan pilar keempat adalah integrasi ke ekonomi global.

Sebagai pasar tunggal dan kesatuan basis produksi, akan terjadi arus bebas atas barang, jasa, faktor produksi, investasi, dan modal, serta penghapusan tarif bagi perdagangan antar ne-gara ASEAN. Hal ini diharapkan dapat mengurangi kemiskinan dan kesenjangan ekonomi di antara negara-negara anggotanya, melal-ui sejumlah kerjasama yang saling menguntungkan.

Dari total populasi ASE-AN sebanyak 600 juta, penduduk Indonesia mencapai 250 juta. Ini menjadi potensi pasar yang besar. Namun, jika tidak benar-benar siap, dengan kondisi pasar terbuka nanti, Indonesia bukannya meraih untung, tetapi malah bisa buntung. Sebagai mantan pengusaha me-bel, yang harus bersaing dengan pengusaha mebel dari negara lain, Jokowi tentunya sangat paham akan hal ini.

Bukan tidak mungkin, Indonesia akan mengalami nasib yang sama, seperti ketika diber-lakukannya perjanjian area per-dagangan bebas antara ASEAN dengan China (ASEAN-China Free Trade Area). Bukannya mampu menggenjot ekspor, saat itu Indonesia justru kebanjiran produk-produk impor dari China, sehingga neraca perdagangan

menjadi defisit.

SUNGGUH MENCEMASKAN, SEKALIGUS MEMPRIHATINKAN. IMPLEMENTASI PASAR TUNGGAL PERHIMPUNAN BANGSA-BANGSA ASIA TENGGARA (ASEAN)

SUDAH DI AMBANG PINTU. NAMUN, KESIAPAN INDONESIA DAN DAYA SAING PARA PELAKU USAHA DI DALAM NEGERI, UNTUK MENGHADAPI ERA PERDAGANGAN BEBAS ITU, MASIH MEMPRIHATINKAN. SOSIALISASI TERHADAP PEMERINTAH DAERAH DAN PELAKU USAHA DI DALAM NEGERI JUGA MASIH SANGAT MINIM.

(7)

SINERGITAS

Banyak harapan ditujukan pada MEA. Misalnya, MEA dan Negara-negara mitra kawasan bisa menciptakan jaring penga-man keuangan dari krisis global. Hal ini dapat terjadi jika investasi saling silang di antara negara-negara anggota meningkat, se-hingga mendorong investasi dan meningkatkan pasar di antara mereka. Segala bentuk kegiatan di sektor keuangan memang selalu mengandung informasi asimetris. Artinya, risiko krisis selalu ada, karena sumber krisis bisa datang dari faktor di luar kemampuan negara bersangkutan. Hal ini ter-jadi pada krisis keuangan di Eropa sekarang, yang dampaknya dirasa-kan secara global.

Upaya mewujudkan MEA memerlukan cetak-biru, yang me-muat unsur-unsur, langkah khusus, dan kerangka waktu secara kom-prehensif, bagi pelaksanaan setiap tahapan hingga 2015. Cetak-biru itu menampung seluruh perjan-jian dan kesepakatan ASEAN di bidang ekonomi, menjabarkannya ke dalam langkah dan kerangka waktu yang jelas, serta dapat membantu proses perencanaan ASEAN dan anggotanya secara lebih baik. Kemajuannya dapat diukur, dan dapat menjadi alat

me-negakkan disiplin. Hal ini karena dengan ASEAN Charter maka ASEAN telah bertransformasi, dari kerjasama berdasarkan kon-sensus menjadi kerjasama yang mengikat (legally binding).

Dalam Konferensi Tingkat Tinggi ke-21 ASEAN di Phnom Penh, November 2012, para men-teri perekonomian ASEAN mema-hami, tidak mungkin semua target dalam cetak-biru itu tercapai 100 persen pada 2015, karena masih ada persoalan di setiap negara. Hal ini biasanya berkaitan dengan kemauan politik, proses

adminis-trasi, dan prosedur ratifikasi, yang

berbeda-beda di antara negara anggota.

Juga, ada beberapa isu yang terkait dengan dinamika domestik, dan setiap pemerintah harus pintar-pintar menanganinya, demi memuluskan realisasi MEA. Indonesia sendiri hampir pasti tidak akan bisa mengimplemen-tasikan semua hal dalam konteks liberalisasi. Keterbatasan ini juga dialami oleh negara-negara ASE-AN yang lain.

Berdasarkan kajian yang dirilis Sekretariat ASEAN, pada penilaian tahap ke-3 (2012-2013),

Thailand menjadi negara yang pal-ing siap menghadapi implementasi Pasar Tunggal ASEAN 2015, den-gan tingkat kesiapan 84,6 persen, disusul Malaysia dan Laos (84,3 persen), Singapura (84 persen), dan Kamboja (82 persen).

Sedangkan skor kesiapan Indonesia adalah 81,3 persen, alias di urutan ke-6. Posisi Indo-nesia dalam perdagangan intrare-gional ASEAN saat ini juga belum optimal. Total ekspor Indonesia ke negara-negara ASEAN masih di bawah Singapura, Malaysia, dan Thailand.

Sebagai bakal capres, Jokowi perlu menyimak hal ini. Bukan semata-mata sebagai bahan kampanye untuk pilpres nanti, namun karena implikasi MEA terhadap ekonomi Indonesia dan kehidupan ekonomi rakyat kecil bisa sangat dahsyat. Hal ini harus ditangani oleh Jokowi, jika in-syaAllah ia terpilih menjadi pres-iden pada pilpres 2014. (Satrio Arismunandar, www.satrioarismu-nandar6.blogspot.com).

Dikutip A. Khalik Untuk Sinergi

(8)

UTAMA

MENYONGSONG MEA 2015, KITA

UNTUNG ATAU BUNTUNG?

R

AKYAT Indonesia

saat ini memiliki hara-pan besar terhadap pemimpin tertinggi bangsa: sebuah hara-pan besar untuk Indonesia yang lebih baik. Namun harapan besar ini hanya bisa terlaksana dengan lancar jika semua komponen bangsa yakni baik pada tataran elit politik maupun tataran grass root antara pendukung Merah Putih dan Indonesia Hebat bersatu saling bahu membahu memban-gun Indonesia Raya.

Sebab persoalan yang tengah menghadang di hadapan kita semua sungguh besar dan kompleks. Jika kita jujur terha-dap kondisi bangsa kita hari ini, maka akan kita temukan berba-gai persoalan multi dimensi dan salah satu persoalan genting yang menghadang adalah dibukanya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) pada akhir tahun 2015 dan persoalan bahari kelautan kita,

pa-dahal kualitas sumber daya manu-sia Indonemanu-sia masih cukup lemah. Berhubungan dengan MEA, kualitas sumber daya masyarakat Indonesia akan menjadi pertaru-han utama. MEA menjadikan masuknya barang dan jasa-jasa ahli dari negara-negara Asean secara lebih besar dan terbuka. Konsekuensinya cukup mengge-lisahkan: Indonesia akan menjadi pemenang atau sebaliknya justru menjadi pecundang.

MEA yang akan men-jadikan ASEAN pasar tunggal dan basis produksi kompetitif di kawasan, juga bentuk dari respons ASEAN terhadap bangkitnya ekonomi China dan India. Sebagai pasar tunggal, semua hambatan perdagangan, baik tarif maupun tarif, akan dihapuskan. Antisi-pasi terutama harus kita lakukan terkait liberalisasi sektor jasa sebagai sektor sensitif.

Lima sektor jasa yang disepakati diliberalisasi adalah

jasa kesehatan, pariwisata, e-commerce, transfortasi udara, dan logistik. Kelimanya pada tahun 2015 akan bebas diperdagangkan lintas negara. Perdagangan jasa mengatur liberalisasi tenaga kerja profesional dan buruh manufaktur. Untuk profesional, ada lima kat-egori yang disepakati mulai ber-operasi bebas 2015, yaitu perawat, dokter, dokter gigi, akuntan, dan insinyur. Tenaga profesional dan buruh yang melintas batas negara ini harus memenuhi standar yang sudah ditetapkan di ASEAN.

Yang menjadi pertanyaan, siapkah kita menghadapi serbuan tenaga kerja dari tetangga di ASEAN ini dan mampukah kita memanfaatkan peluang besar di negara ASEAN? Kekhawatiran yang muncul terutama terkait ketidaksiapan tenaga kerja Indo-nesia. Berdasarkan survei Asian Productivity Organization 2004, dari setiap 1.000 tenaga kerja

(9)

UTAMA

Indonesia hanya 4,3 persen yang tergolong terampil, sementara Filipina 8,3 persen, Malaysia 32,6 persen, dan Singapura 34,7 pers-en. Apalagi dalam MEA sendiri tak ada kesempatan regional terkait perlindungan buruh migran yang jadi kepentingan Indonesia. Padahal pemerintah selama ini biasanya beragumen upah buruh murah menjadi keunggu-lan kompetitif penting Indonesia, tetapi kita gagal meningkatkan produktivitas buruh dan produk-tivitas perekonomian secara keseluruhan. Kalangan akademisi umumnya juga skeptis karena mereka tak melihat sasaran jelas pemerintah dalam kesepakatan perdagangan bebas dengan para mitra dagang utama. Mereka melihat Indonesia sekadar latah atau ikut-ikutan dengan langkah yang diambil negara ASEAN lain, khususnya Singapuran dan Thai-land. Mereka mendesak pemerin-tah mengambil pendekatan hati-hati, selain karena ketidakpastian industri dalam negeri, Indonesia sendiri tak cukup memiliki nego-siator tangguh yang mampu men-gartikulasikan kebutuhan dalam negeri dengan baik, memetakan keunggulan dan kelemahan, serta merumuskan strategi dalam meng-hadapi BTA.

Indonesia dengan kepemimpinan Jokowi-Jusuf Kalla harus segera

mengidentifikasi kembali sektor

apa saja yang kemungkinan besar akan diuntungkan atau dirugikan dengan berlakunya MEA. Ini penting agar Indonesia bisa lebih fokus dalam membenahi sektor tersebut dan mengurangi dampak negatifnya. Langkah reformasi dan penyesuaian dalam negeri harus dilakukan. Langkah serius membenahi berbagai masalah yang menjadi hambatan bagi in-dustri Indonesia untuk bisa bersa-ing juga tak bisa ditunda-tunda lagi.

Selanjutnya persoalan mendasar dari kekeliruan cara ber-pikir kita sebagai sebuah negara yang terdiri dari atas 17.000 pulau yang pada akhirnya belum ber-hasil memeratakan pembangunan

adalah adanya asumsi, persepsi, dan logika berpikir bahwa kita adalah masyarakat daratan. Pada-hal 70 persen dari wilayah Indo-nesia adalah lautan. Implikasi dari logika yang tidak tepat ini ber-dampak pada wawasan nusantara yang diterjemahkan dalam pem-bangunan Indonesia yang berori-entasi pada himpunan masyarakat di darat dengan melupakan ket-erkaitan dengan dunia bahari. Misalnya pembangunan moda transportasi yang sangat berkem-bang adalah kendaraan mobil dan sepeda motor beserta prasa-rana jalan/jalan tol sebagai pen-dukungnya dibandingkan dengan membangun kapal-kapal, pelabu-han, dermaga ataupun prasarana pendukung lainnya.

Sudah selayaknya “logika daratan” yang sempat mencuat dari gagasan pemimpin di bebera-pa wilayah seperti Bengkalis dan Riau Kepulauan untuk memban-gun jembatan penghubung antar pulau sebagai prioritas utama dibandingkan dengan membangun sektor kelautan tidak perlu teru-lang.

Logika yang sama pun juga terjadinya dalam pembangu-nan angkatan bersenjata. Sehingga kita bisa melihat kondisi kapal-ka-pal perang, peralatan tempur dan radar dari angkatan laut tidak bisa memonitor seluruh perairan laut di Indonesia. Sangat luas daerah tidak terkontrol (blank spot area) yang menyebabkan banyaknya pencurian ikan dan bebasnya ber-bagai kapal-kapal asing melewati wilayah nusantara. Oleh karena itu, pemimpin selayaknya memi-liki kerangka pikir yang benar-benar pas dengan karakteristik Indonesia itu sendiri.

Berkenaan dengan ka-wasan laut nusantara belum dioptimalisasi pemanfaatannya pada satu sisi dan sangat mudah dimasuki dan dijarah oleh pihak-pihak luar. Gagasan Ketut Sura-jaya untuk memberikan kesempa-tan kepada purnawirawan marinir TNI Angkatan Laut untuk mem-bangun industri kelautan dengan menjadi nahkoda di kapal-kapal penangkap ikan perlu

dikembang-kan lebih lanjut karena adikembang-kan me-meiliki dampak ganda. Pertama, purnawirawan AL tersebut tidak akan tergoda untuk ikut meramai-kan pilkada di berbagi daerah. Kedua, dengan pengetahuan dan kemampuan yang dimilikinya, sudah barang tentu produktivitas hasil laut akan meningkat secara

signifikan.

Bersamaan dengan hal

tersebut jika program

dijalankan dengan saksama,

tingkat kesejahteraan

komunitas nelayan tentunya

akan menjadi lebih baik.

Ketiga, dengan semaraknya

kehidupan bahari dan

keterlibatan aktif

purnawirawan TNI AL,

diharapkan kewibawaan

kedaulatan wilayah laut

nusantara yang hingga saat

ini seringkali diterabas oleh

pihak asing secara perlahan

bisa ditegakkan.

(10)

UTAMA

MEA 2015 : Bagaimana Persiapan Kita?

P

erhelatan pergantian

tahun sudah di depan mata. Seakan ber-pacu dengan waktu, pada tahun 2015 ini pula (tepatnya pada Desember 2015) kita akan dihadapkan pada Masyarakat Ekonomi ASEAN / MEA (ASEAN Economic Com-munities). Suatu era yang meny-atukan Negara-negara di kawasan Asia Tenggara menjadi “satu basis pasar dan produksi”. Dimana akan terjadi arus bebas produk, jasa, investasi, tenaga kerja, dan modal, yang semuanya bermuara pada prinsip pasar terbuka bebas hambatan.

Ambisi ASEAN mem-bentuk MEA salah satunya didorong oleh perkembangan eksternal dan internal kawasan. Dari sisi eksternal, Asia diprediksi akan menjadi kekuatan ekonomi baru, dengan disokong oleh India, Tiongkok, dan negara-negara ASEAN. Saat ini saja, berdasar-kan Laporan Bank Dunia (2014), dengan menggunakan paritas daya beli (PPP) dolar internasional, ekonomi ASEAN menyumbang 6 persen terhadap PDB global. Hal ini menjadikan ASEAN sebagai

blok ekonomi terbesar kelima di dunia setelah NAFTA (20 persen), EU (17 persen), China (16 pers-en), dan India (7 persen). Sedan-gkan dari sisi internal kawasan, krisis keuangan Asia pada tahun 1997/1998 memberikan motivasi lebih lanjut terhadap agenda inte-grasi regional guna membangun ketahanan yang lebih kuat meng-hadapi ketidakstabilan keuangan makro. Selain itu, ASEAN juga memiliki pertumbuhan kelas menengah berusia muda yang sangat pesat yang dapat memberi-kan sumber pertumbuhan baru di kawasan ini.

Kini, MEA sudah didepan mata, dan kita paput bertanya, sejauh mana persiapan Indonesia dalam menghadapi era liberalisasi perdangan ini? Karena sebagai Negara dengan ekonomi paling besar di ASEAN, den-gan sekitar 40 persen dari PDB ASEAN, dan hampir setengah dari populasi ASEAN, Indonesia merupakan aktor penting dalam MEA yang akan berlangsung ini.

Sayangnya, kalau kita lihat data dari BPS per Oktober 2014 saja, belum-belum MEA

dilaksanakan, Indonesia sudah

mengalami defisit dagang dengan

Thailand yang mencapai 3,36 miliar dolar AS. Tentu ini bukan angka yang kecil. Belum lagi jika kita melihat peringkat Indonesia menurut Global Competitiveness Index yang masih berada pada posisi ke-38 dari 148 negara, tert-inggal jauh dari Singapura yang menempati posisi ke 2, Malaysia di posisi ke 24, dan Thailand di posisi 37. Lalu, apa yang harus dioptimalkan selama satu tahun ini agar kita bisa memetik untung dari MEA yang akan berlangsung ini.

Dua Strategi

Paling tidak ada dua strate-gi yang harus segera dilakukan jika negeri ini mau memetik keun-tungan dengan adanya MEA. Per-tama, strategi kedalam. Strategi kedalam merupakan upaya-upaya yang dilakukan di dalam negeri guna menghadapi MEA, seperti penggunaan produk dalam neg-eri, perbaikan infrastruktur dan perbaikan sistem logistik nasional, peningkatan kualitas sumberdaya manusia, dan membangun industri yang berbasis nilai tambah.

(11)

UTAMA

Sebagaimana kita ketahui, kurangnya dukungan infrastruk-tur, buruknya sistem transpor-tasi/logistik, lemahnya perangkat hukum, serta terbatasnya jum-lah sumber daya manusia yang kompeten merupakan hambatan utama yang dihadapi bangsa ini. Sudah lumrah kita dengar bahwa masalah infrastruktur yang buruk seringkali menyebabkan tingginya biaya produksi dan ini menyebab-kan, sebagai contoh, buah lokal hasil petani-petani kita seringkali lebih mahal daripada buah impor dari Tiongkok yang menyebabkan buah lokal tidak bisa bersaing di dalam negeri sendiri.

Strategi kedua adalah strategi keluar. Strategi ini melipu-ti penerapan standard mutu untuk produk atau jasa yang akan masuk ke pasar Indonesia, perbaikan sistem pengelolaan ekspor impor serta memperketat pengawasan ekspor impor, selain itu yang penting juga adalah memperluas akses pasar di luar negeri. Dalam hal penerapan standard mutu, kita sebenarnya sudah memiliki

UU Perdagangan yang salah satunya mengatur bahwa produk yang masuk ke Indonesia harus berbahasa Indonesia dan memen-uhi standard yang telah ditetapkan di Indonesia. Akan tetapi, dalam beberapa kasus kita masih ser-ing menemukan produk-produk makanan dan obat-obatan yang belum ada label yang berbahasa Indonesia sudah bisa masuk ke pasar-pasar dalam negeri, teru-tama di wilayah-wilayah yang berdekatan dengan negara tetang-ga.

Selain itu, hal yang tak kalah pentingnnya untuk segera dilakukan adalah perluasan akses pasar di luar negeri (ASEAN). Hal ini penting dilakukan, karena ekspor Indonesia ke pasar ASEAN pada periode Januari-Agustus 2013 misalnya, baru mencapai 23 persen dari nilai total ekspor. Hal ini antara lain karena tujuan ekspor kita masih terfokus pada pasar tradisional seperti Amerika Serikat, Tiongkok dan Jepang. Padahal kalau kita perhatikan trend ekonomi dunia saat ini,

banyak Negara-negara berpenda-patan tinggi dengan perlahan pulih

dari defisit dan hutang yang tinggi

akibat krisis keuangan global, dan permintaan mereka terhadap barang impor menjadi lebih lemah dibandingkan sebelumnya, dan ini berarti perluasan akses pasar di negara-negara ASEAN menjadi penting.

Sejatinya, perdagangan bebas kawasan memang dapat menjadi peluang sekaligus tantan-gan. Di satu sisi dapat membuka pasar bagi industri dalam negeri yang semakin meningkat. Namun, di sisi lain apabila Indonesia tidak menyiapkan diri dengan baik da-pat menjadi pasar bagi gempuran produk asing yang dapat meng-hancurkan kemampuan produk-tif dalam negeri sendiri. Tentu sebagai warga bangsa kita selalu berharap MEA yang akan dimulai Desember 2015 nanti dapat mem-bawa kebaikan bagi seluruh warga

bangsa. Semoga! (Alfian Helmi,

www.republika.co.id). Dikutip A,. Khalik Untuk Sinergi.

(12)

UTAMA

SIAPKAH KITA MENGHADAPAI MASYARAKAT

EKONOMI ASEAN (MEA) 2015

S

ecara mayoritas,

kalangan pengusaha di Indonesia menilai bah-wapemerintah kurang mendukung kepentin-gan pengusaha, karena masing-masing kementerian menerapkan kebijakan berbeda sehingga menyulitkan para pengusaha Pengusaha berharap pemerintah tidak hanya mendesak pengusaha berkontribusi menin-gkatkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memberi dukungan dan menciptakan iklim inves-tasi yang kondusif. Diakui atau tidak, kesiapan Indonesia dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015 masih

kurang dari segi kesiapan para pelaku usaha dan hukum, yaitu UU tentang Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat. Guna menghindari Indonesia di-jadikan sebagai pasar oleh negara lain. Pemerintah harus menga-mandemen UU tersebut sehingga KPPU dapat menindak tegas pelaku usaha asing yang melaku-kan praktik monopoli pasar saat MEA.

Beberapa praktisi ekonomi yang ditemui penulis juga menya-takan bahwa, Indonesia belum siap menghadapi MEA 2015 terkait rendahnya kesiapan se-jumlah emiten yang rendah akibat tingginya suku bunga dan biaya

logistik, serta masalah energy cost yang relatif tidak bersaing. Dis-amping itu, penetrasi industri as-uransi di Indonesia masih rendah sehingga harus segera dibenahi sebelum menghadapi MEA pada 2015. Namun, pendapat agak ber-beda disampaikan oleh Direktur Jendral IKM Kementerian Per-industrian, Euis Saedah menilai, sudah ada 3 sektor IKM yang unggul dan siap bersaing dalam MEA, antara lain industri paka-ian jadi, kerajinan kayu dan rotan, serta kerajinan keramik. Indonesia memiliki sumber daya luar biasa,

diiringi dengan kreatifitas tinggi,

sehingga IKM yang unggul akan mendominasi MEA.

repro Internet

Ditengah hiruk pikuk persiapan pelaksanaan Pilpres 9 Juli 2014, terny-ata mungkin hanya sedikit komponen masyarakat bangsa ini yang peduli dengan kesiapan masyarakat dan pemerintah kita menghadapi implementasi atau pemberlaku-kan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) atau Asean Economic Community yang akan dilaksanakan pada akhir 2015.

Kesadaran tentang pentingnya mem-perhatikan kesiapan MEA 2015 adalah ke-wajiban utama, karena jika tidak diantisipasi dan tidak dipersiapkan, maka MEA 2015 berpotensi menciptakan instabilitas terhadap perekonomian nasional, bahkan secara step by step dapat merupakan ajang pencaplo-kan aset-aset ekonomi penting milik negara tercinta ini.

(13)

Memang harus diakui bahwa reformasi birokrasi di Indonesia terutama reformasi mental belum tuntas dilaksanakan, sehingga masih memungkinkan beberapa oknum nakal penyelenggara ne-gara melakukan “abuse of power” untuk meraup keuntungan bagi dirinya sendiri sebesar-besarnya.

Hal ini terindikasi dengan munculnya keluhan dari sejumlah pengusaha misalnya yang selalu menilai bahwa telah terjadi tump-ang tindih kebijakan ytump-ang dike-luarkan institusi negara, sehingga membuat kondisi investasi kurang bergairah, yang berdampak ke-pada tidak mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi dan

mem-bantu negara mengurangi defisit neraca perdagangan dan defisit

neraca pembayaran pada tahun berjalan yang semakin akut. Meli-hat kondisi ini adalah wajar jika kemudian beberapa perusahaan yang bergerak di bidang asur-ansi misalnya jarang melakukan ekspansi, karena energy cost yang terlalu mahal.

Kerusakan Infrastruktur dan Masalah Listrik

Ada dua hal permasala-han yang mendasar menjadi penghambat laju pertumbuhan ekonomi Indonesia, termasuk ke-siapan Indonesia dalam mengha-dapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015, walaupun kedua hal mendasar ini juga dapat mem-buat beberapa pihak yang berke-inginan kuat untuk “menguasai perekonomian nasional” sedikit mengendurkan niatnya. Kedua hal tersebut adalah masalah kerusa-kan infrastruktur dan kekurangan pasokan listrik yang terjadi di beberapa daerah, termasuk akhir-akhir ini mulai terjadi di sentra-sentra produksi.

Masalah kerusakan in-frastruktur yang sangat lamban ditangani juga telah mentrigger beberapa elemen masyarakat di beberapa daerah melakukan aksi untuk meresponsnya seperti warga Kelurahan. Tegalbunder, Kecama-tanPurwakarta, Cilegon, Banten pada 1 Juni 2014mengeluhkan

kerusakan Jalan Tegalbunder dan Pabean. Akibatnya sebagian warga menanami pohon di tengah jalan yang berlubang tersebut. Semen-tara itu, warga KelurahanSambu-tan mendesak Pemkot Samarinda, Kalimantan Timur segera mem-perbaiki Jalan Sultan Sulaiman yang mengalami kerusakan, ka-rena membahayakan keselamatan warga yang menggunakan jalan.

Sebelumnya, warga Ke-lurahanPulo Brayan Bengkel, Kecamatan Medan Timur, Medan, Sumatera Utara menuntut per-baikan jalan di wilayah mereka dengan memblokir jalan dan menanam pohon pisang ditengah jalan berlobang, serta membakar ban bekas. Di Lebong, Bengkulu, Dinas PU Lebong menduga keru-sakan jalan yang menghubungkan Desa Padang Bano dengan Desa Ketenong II, KecamatanPinang Belapis diakibatkan akitivitas pengangkutan batu bara milik salah satu perusahaan PT JR. Di Minahasa Selatan, Sulawesi Utara, sebagian badan jalan yang meno-pang pondasi jembatan darurat di Desa Matani, Kecamatan Tump-aan runtuh akibat terkena air sungai.

Akibatnya, kendaraan yang melebihi kapasitas 8 ton tidak diperbolehkan melewati jembatan itu karena dikhawatirkan akan mengakibatkan jembatan runtuh. Di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, jalan sepanjang obyek Wisata Sigandu, Desa De-pok, Kecamatan Kandema rusak berlubang, karena dilalui oleh truk bermuatan batu bara milik PLTU Batang. Sementara itu, terkait dengan masalah listrik, maka rencana kenaikan tarif dasar listrik (TDL) pada Juli 2014 mendapat-kan respons beragam dari berba-gai kalangan masyarakat dengan menilai rencana pemerintah me-naikkan Tarif Dasar Listrik (TDL) untuk perusahaan non terbuka dan golongan rumah tangga per Juli 2014 sebaiknya dievaluasi, karena dapat berdampak pada pelaku industri.

Di Kabupaten Semarang, banyak industri tekstil yang dapat terkena imbas dari kenaikan TDL,

termasuk industri garmen yang mulai tumbuh dan memerlukan dukungan iklim investasi. Selain dapat menaikkan biaya produksi, pelaku dunia industri tekstil juga mengkhawatirkan kemungkinan semakin turunnya minat investor yang dapat menurunkan kom-petensi produk tekstil di pasar ekspor. Banyak kalangan juga menilai, pemerintah perlu meng-kaji ulang rencana kenaikan TDL untuk pelanggan industri karena dapat melemahkan persaingan usaha industri. Selain itu, dampak kenaikan TDL juga dapat mening-katkan beban konsumen yang ter-imbas dari naiknya harga produk barang dan jasa.

Berbeda dengan pendapat yang lain, Daryatmo yang juga Pengurus Harian Yayasan Lem-baga Konsumen Indonesia/YLKI mendukung rencana pemerintah menaikkan TDL sepanjang diirin-gi dengan peningkatan pelayanan oleh PT PLN (Persero). Dengan menaikkan TDL, pengurangan subsidi dapat dilakukan untuk di-alokasikan kepada pembangunan pembangkit listrik dan jaringan distribusi listrik nasional. Menurut prediksi penulis, penolakan terha-dap rencana pemerintah menaik-kan TDL per Juli 2014 diperkira-kan adiperkira-kan datang secara intens dari kalangan dunia usaha maupun masyarakat (rumah tangga), sehingga perlu dilakukan langkah antisipasi agar tidak dieksploitasi menjadi isu politis untuk meng-ganggu bahkan menggagalkan Pilpres 2014.

Oleh karena itu, kesia-pan masyarakat Indonesia untuk menghadapi MEA 2015 den-gan mengurangi atau mengatasi permasalahan-permasalahan akut di bidang perekonomian seperti

defisit neraca perdagangan, defisit

neraca pembayaran, lemahnya

nilai tukar rupiah, inflasi, in -frastruktur yang buruk dan kekurangan pasokan listrik harus dibenahi. Jika tidak, wassalam

(Otjih Sewandarijatun, www.leuserantara.com). Dikutip A. Khalik Untuk Sinergi

(14)

PENDIDIKAN

KANTOR PERPUSTAKAAN, ARSIP DAN DOKUMENTASI

KOTA TEBING TINGGI SELENGGARAKAN LOMBA

PERPUSTAKAAN SEKOLAH

B

erdasarkan

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2007 Tentang Perpustakaan, tang-gal 1 November 2007 Presiden Republik Indosesia ditanda tan-gani oleh DR.H susilo Bambang Yudhoyono. Pada Pasal 7 ayat (1) Huruf a. berbunyi mengembang-kan sistem nasional pepustakaan sebagai upaya mendukung sitem pendidikan nasional.

Huruf b.menjamin kel-angsungan penyelenggaran dan pengelolaan perpustakaan sebagai pusat sumber belajar masyarakat. Huruf e. Menggalakan promosi gemar membaca dan

memanfaat-kan perpustakaan. Dan huruf g. Berbunyi membina dan mengem-bangkan kopetensi, profesionali-tas pustakawan dan tenaga teknis perpustakaan.

Selanjutnya pada Bagian ketiga, perpustakaan sekolah garis miring Madrasah, pasal 23 ayat (1) setiap sekolah atau madrasah menyelenggarakan perpustakaan yang memenuhi standart nasional perpustakaan dengan memperhati-kan standart nasional pendidimemperhati-kan. Ayat (6) sekolah atau madrasah mengalokasikan dana paling sedikit 5% dari anggaran belanja operasinal sekolah atau madrasah atau belanja barang diluar belanja modal untuk pengembangan

per-pustakaan.

Mangau dengan undang-undang Republik Indonesia Nomor 43 tahun 2007 tentang perpustakaan dan ayat ayat tersebut diatas, baru-baru ini kantor perpustakaan, arsip dan dokumentasi kota Tebing Tinggi melaksanakan lomba Perpus-takaan Sekolah terbaik Tingkat SD,MI,SMP,MTs,SMA,MA se Kota Tebing Tinggi. Di Kantor perpustakaan, Arsip dan Doku-mentasi kota Tebing Tinggi jalan Dr.Sutomo.

(15)

serta memperingati hari prokla-masi Kemerdekaan RI ke-70 Tahun 2015, hari gemar membaca dan hari kunjungan Perpustakaan Tahun 2015, kantor Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi kota Tebing Tinggi lomba perpus-takaan, sekolah Terbaik tingkat

SD,MI,SMP,MTs,SMA,SMK,MA se kota Tebing Tinggi. Bertujuan meningkatkan kualitas Perpus-takaan sekolah, melalui perlom-baan ini dapat menarik minat sekolah untuk mengembangkan Perpustakaan sekolah, menumbuh kembangkan kegemaran membaca di sekolah.

Adapun peserta lomba adalah seluruh pepustakaan sekolah negeri yang ada di kota Tebing Tinggi yang berjumlah sebanyak 111 sekolah. Terpilih sebagai juara untuk tingkat SD

juara: I, II, III : SD Negeri 164519 , SD Negeri 165723, SD Negeri 163091, Juara Harapan I, II, III SD Negeri 165723, SD Neg-eri 164522, SD NegNeg-eri 165725. Tingkat SMP,MTs Juara I, II, III SMP Negeri 1, SMP Negeri 2, SMP Negeri 4, Juara harapan I, II,

III : SMP Negeri 5, SMP Negeri 6 Madrasah Tsanawiyah Negeri. Tingkat SMA, SMK, MA juara I, II, III SMK Negeri 4, SMK Negeri 1 Madrasah Aliyah Neg-eri, Juara Harapan I, II, III : SMA Negeri 2, SMK Negeri 2, SMA Negeri 4.

Kepada Seluruh para juara telah diberikan hadiah berupa piala dan uang pembinaan, oleh kepala kantor perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi kota Tebing Tinggi Hj. Nina Zahara SH di-saksikan oleh para guru pembina

serta undangan lainnya. Dan saat ini telah berfungsi ruang audio visual Teater, juga saat ini sedang dipakai oleh murid SMA Negeri 2 Tebing Tinggi untuk latihan

shot-ing flim oendek, dengan pelatihan

Zikri Sikumbang BA, Kata Rabani SH kepada penulis.

Pada acara penutupan acara ini, kepala kantor Perpus-takaan, Arsip dan dokumentasi kota Tebing Tinggi Hj Nina Za-hara SH mengatakan, terima kasih kepada seluruh peserta yang telah mengikuti lomba perpustakaan sekolah, dengan adanya perlom-baan ini diharapkan kepada selu-ruh perpustakaan sekolah harus berkompetensi, karena pihak kami setiap tahun menyediakan hadiah dan dana pembinaan untuk acara lomba ini.

Untuk kemajuan perpus-takaan sekolah, dengan memenuhi kebutuhan pengguna perpustakaan dengan menambah koleksi buku, sarana dan presarana. Dengan demikian para siswa akan rajin keperpustakaan, mari kita ajak anak didik untuk cinta dengan buku-buku dan kembangkan minat bacanya. Disamping itu kami berharap kepada bapak dan ibu kepala sekolah untuk mengerahkan anak didiknya ke perpustakaan umum ini pada jam jam kerja kami. Ujar Nina Zahara memberikan kata sambutannya diakhir jabatannya sebagai kepala kantor perpustakaan, Arsip dan DokumentasiTebing Tinggi dan telah menduduki jabatan baru sebagai kepala kantor pember-dayaan perempuan dan keluarga berencana kota Tebing Tinggi, saat ini kepala kantor perpustakaan dan arsi dokumentasi Kota Tebing Tinggi dujabati Oleh Drs.Khairil Anwar Nasution M.Si.

**..Zikri Sikumbang

(16)

Walikota Tebing Tinggi :

Nasionalisme Bisa Juga di Bidang Perekonomian

W

alikota Tebing Tinggi

Ir. H Umar Zunaidi Hasibuan MM meng-ingatkan bahwa na-sionalisme tidak hanya tercermin pada bidang politik, tetapi bisa juga pada bidang perekonomian, dengan menggunakan produk negeri sendiri juga merupakan satu sikap nasionalisme edan rasa memiliki terhadap bangsa dan negara kita.

Hal itu disampaikan Walikota Tebing Tinggi H Umar Zunaidi Hasibuan dalam setiap kali melaksanakan penyampa-ian kuliah umum kepada maha-siswa baru di berbagai perguruan tyinggi atau sekolah tinggi yang ada di Tebing Tinggi termasuk diSekolah Tinggi Agama Islam Swasta (STAIS) Tebing Tinggi

Dalam kuliah umumnya Walikota Tebing Tinggi dengan menyampaikan makalah berjudul ‘Peluang dan Tantangan MEA 2015’ mengatakan bahwa MEA memiliki 4 karakteristik utama

yakni pasar tunggal dan basis produksi, kawasan ekonomi yang berdaya saing tinggi, kawasan dengan pembangunan ekonomi yang merata dan kawasan yang terintergrasi penuh ekonomi global.

Disampaikan bahwa MEA bertujuan membuat ASEAN bergerak lebih cepat menuju ASEAN satu visi, satu identitas dan satu komunitas. “Kekuatan ekonomi dunia sudah bergeser

dari Barat ke Asia Fasifik, sehing -ga MEA dapat menjadikan Asia Tenggara sebagai engine of growt

and centre of grafity pertumbuhan

ekonomi dunia”, ujarnya.

Dalam MEA yang akan dimulai akhir Desember 2015 ini, ada beberapa karakteristik ker-jasama diantaranya aliran bebas barang, aliran bebas jasa, aliran bebas investasi, aliran modal yang lebih bebas dan aliran bebas tanaga kerja. “Yang menjadi tan-tangan terbesar buat bangsa kita adalah SDM yang berdasarkan In-dek Pembangunan Manusia (IPM)

berada pada posisi 108 dunia, jauh dibawah IPM negera Asean lain-nya”, kata Umar.

Untuk itu, kedepannya siapa SDM-nya yang paling siap maka dialah yang jadi bangsa pemenang, dan yang tidak siap akan menjadi pecundang, akan menjadi tamu di negeri sendiri, tandasnya.

Sebelumnya Wakil Ketua STAIS Abdul Hamid MA meny-ampaikan bahwa merupakan suatu kehormatan bagi STAIS atas berk-enannya Walikota Tebing Tinggi memberikan kuliah umumdi kam-pus mereka ini membuat mereka bertambah semangat dalam mengembangkan pendidikan bagi warga Tebing Tinggi. “Dari mulai sejak berdirinya kampus ini dan baru Walikota Umar Zunaidi Ha-sibuan yang berkenan hadir mem-berikan kuliah umum di STAIS Tebing Tinggi Deli, kami ucapkan terima kasih”, katanya.

(17)

KESEHATAN

WALIKOTA TEBING TINGGI :

REVITALISASI KB-KES MENUJU KELUARGA SEJAHTERA

BALITA “Sekdako H. Johan Samose Harahap dan Kasdim 0204/DS mengendong balita yang mendapat makanan bergizi”.

M

enurut walikota, pertumbuhan

pen-duduk saat ini cukup menghawat-irkan dengan jumlah yang cukup banyak, bila tidak diimbangi dengan gaya dukung yang berimbang akan memberikan konsekuensi dalam pemenuhan kebu-tuhan pendidikan, kesehatan, sandang pangan dan papan. “Dengan rasa kebersamaan dan semangat go-tong royong dari seluruh warga di daerah ini, seberat apapun tantangan yang kita hadapi akan dapat kita atasi dan kita tanggulangi bersama”, imbuhnya.

Pencanangan revitalisasi KB-Kes terse-but ditandai dengan pengobatan gratis kepada

masyarakat khususnya pemasangan inplan dan pem-berian makanan bergizi kepada balita serta penyera-han hadiah kepada pemenang lomba dalam rangka Persatuan Gerak PKK KB-KES tahun 2015.

Tampak hadir Kasdim 0204/DS Mayor Inf. Thamren Hasibuan, Danramil 013 Kapt. Inf. Sale-han, pimpinan DPRD M. Hazly Azhari Hasibuan. ST. Msc, pimpinan SKPD jajarajan pemerintah kota Tebing Tinggi, Camat dan Lurah se kota Tebing Tinggi serta undangan lainnya.

**.DN

Walikota Tebing Tinggi Ir. H. Umar Zunaidi Hasibuan MM diwak-ili Sekdako Johan Samose Harahap mengatakan bahwa ‘Program Revital-isasi KB dan Kesehatan’ merupakan suatu gerakan yang memiliki tujuan dan hakekat besar yang mulia karena didalammnya terkandung harapan untuk dapat hidup lebih baik menuju keluarga sejahtera.

(18)

LINGKUNGAN HIDUP

JUMLING DI KELURAHAN LALANG,

WALIKOTA AJAK WARGA MANFAATKAN PEKARANGAN RUMAH

D

imasa perekonomian

yang semakin sulit saat ini, jangan hanya berpangku tangan dan berdiam diri, kita harus bangkit dan jangan meny-erah, manfaatkan segala yang ada untuk menghasilkan uang, mis-alnya memanfaatkan lahan peka-rangan rumah, bahkan saat ini ada padi orgaanik yang bisa ditanam secara hidroponik di pekarangan rumah.

Hal itu disampaikan Walikota Tebing Tinggi H Umar Zunaidi Hasibuan saat melaku-kan kunjungan Jumat Keliling (Jumling) ke Jalan Bukit Jamu Lingkungan II Kelurahan La-lang Kecamatan Rambutan Kota Tebing Tinggi, Jumat (4/9). Turut mendampingi walikota sejum-lah pimpinan SKPD antara lain, Kadis Kouperindag Syahnan Hasibuan, Kadis Pendidikan Drs H Pardamean Siregar, Direktur RSUD dr H Nanang Fitra Aulia, Kakan KP2T Suriadi M.Pd, Ka-kan PPAKB drg Nina Kamarina, serta Camat Rambutan M Wahyu-di SSTP.

Pada kunjungan Jumat Keliling tersebut, rombongan

Wa-likota Tebing Tinggi diterima oleh Lurah Lalang Azanul Akbar Lubis S.IP yang memaparkan seputar kondisi wilayah kerja dikelura-han tersebut. Dipaparkan bahwa pencapaian pungutan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tahun 2015 hingga saat ini mencapai 95,88 persen sedangkan jumlah kepala keluarga penerima jatah beras miskin (raskin) sebanyak 211 KK.

Pada kesempatan itu, Wa-likota Umar Hasibuan meminta agar realisasi Pajak PBB segera dilaksanakan sesuai target yang telah ditetapkan sebab uang yang terkumpul dari pajak tersebut akan dikembalikan ke masyarakat dalam bentuk pembangunan di daerah-daerah. “Pajak PBB saat ini sudah diserahkan pengelolaan-nya kepada daerah untuk diper-gunakan sebagai modal pem-bangunan, kalau kita tidak bisa mengolah dan memanfaatkannya kita malu dengan daerah lain”, imbuhnya.

Demikian juga dengan program layanan e-KTP diharap-kan kesadaran masyarakat untuk segera melakukan perekaman data ke kantor camat setempat. “KTP elektronik itu sangat penting dan berguna bagi masyarakat. Dengan

e-KTP warga akan bisa berobat ke rumah sakit dan puskesmas serta mengurus segala keperluan dikan-tor pemerintahan”, imbuh Umar Hasibuan.

Pada sesi dialog dengan masyarakat, salah seorang warga Sobari berharap perhatian pemer-intah dengan system pengairan lahan perladangan dikawasan tersebut. Warga berharap bantuan pompa air serta sumur air bawah tanah untuk mengairi areal perla-dangan. Sedangkan warga lain-nya, Sakino berharap pemerintah memberikan penerangan jalan di kawasan Jalan Bakti LKMD II serta pengaspalan jalan setapak yang berfungsi untuk sarana jalan mengangkut hasil-hasil pertanian setempat.

Menanggapi hal itu, wa-likota mengatakan bahwa pemer-intah kota telah menyiapkan dana kepada masing-masing kelurahan sebesar Rp 100 juta yang bisa dipergunakan untuk memperbaiki ataupun mengatasi keperluan warga masyarakat. “Dana terse-but nantinya akan diserahkan ke kelurahan melalui kecamatan supaya bisa dipergunakan untuk keperluan masyarakat banyak”, ujar walikota. **Juan.

(19)

PELAKSANAAN SHALAT IDUL ADHA

(20)
(21)

PANEN PADI PERDANA DESA MANDIRI BENIH KOTA TEBING TINGGI TAHUN 2015

(22)

PELANTIKAN PEJABAT ESELON III DAN IV DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KOTA TEBING TINGGI

(23)

LENSA PEMKO

(24)

LENSA PEMKO

(25)

PEMKO KITA

Wawako Tebing Tinggi :

Sanitasi Berbasis Media Website

Butuh Dukungan Masyarakat

S

anitasi berbasis media

website ini butuh dukun-gan warga, kita himbau kepada masyaarakat, apapun acara yang dibuat jangan hanya seremoni saja, bagaimana kita bisa melaksanakannya den-gan baik”, jelas Oki Doni ketika melakukan louncing Mekanisme Partisipasi melalui Media Web-site di Gedung Hj Sawiyah Kota Tebintinggi, Rabu (30/9). Kegia-tan itu terselenggara atas kerjasa-ma Pemko Tebing Tinggi dengan USAID dan IUWASH Jakarta.

Disamping itu, peran serta tokoh masyarakat sangat diharap-kan, “Kota Tebingtingi yang kecil bisa dijadikan kota layak huni, kota sehat dan bisa menjadi con-toh bagi kota lainnya berbasis kota pintar (smart city)”, imbuhnya.

Kepala Bapedda Kota Tebing Tinggi, Gul Bahri

Sire-gar SIP mengatakan perlunya di buat website tentang sanitasi air minum, pengelolaan sampah dan drainase, hal ini dilakukan untuk menampung aspirasi masyarakat, menjadi motivasi dan bertujuan pencapain Tebing Tinggi menjadi kota pintar (smart city). “Setelah dibuka website sanitasi ini, mam-pu tidak kita menanggapi asipi-rasi masyarakat tentang sanitasi. Harapan kita, website ini nantinya mampu membuat media sosial be-berapa SKPD untuk memberikan pelayanan, sehingga masyarakat bisa secara transparan mengetahui program-program sanitasi”, terang Gul Bahri.

Sementara itu, Goverment IUWASH dari Jakarta, Parwoko Hadi menjelaskan bahwa kita harus memberikan informasi dan menerima tanggapan kritis dari masyarakat tentang

masalah-masalah sanitasi, tetapi untuk keberhasilan semua, masyrakat harus komit untuk membangun Tebing Tinggi ke depan. “Pemer-intah harus membuka informasi dan masyarakat perlu memperoleh informasi yang terferivikasi”, jelasnya.

Narasumber lainnya, Kadis Kebersihan dan Pertamanan, Rusmiaty Harahap memaparkan tentang pengelolaan sampah di Tebing Tinggi yang dalam satu hari mencapai 8 ton, tetapi Di-nas Kebersihan dan Pertamanan telah membuat bank-bank sampah disemua kelurahan untuk meng-hindari penumpukan sampai baik sampah organik dan non organik. Sementara Direktur PDAM Tirta Bulian, Ewin Putra memaparkan tentang kemajuan perusahaan air minum tersebut.

**.Zh

(26)

Walikota Tebing Tinggi Ajak Warga

Manfaatkan Taman Bacaan

P

emamfaatan Taman Bacaan di lingkungan

kelurahan sebagai modal menambah minat baca bagi kalangan pelajar yang ada tanpa harus berdesakan menuju Perpustakaan Umum di pusat kota, tetapi dapat menikmati bacaan di lingkungan yang ada sebagai pemicu minat baca generasi muda.

Hal itu disampaikan Walikota Tebing Tinggi H Umar Zunaidi Hasibuan saat melakukan kunjungan Jumat Keliling (Jumling) di Kelurahan Deblot Sundoro Jalan Persatuan II Kecamatan Padang Hilir Kota Tebing Tinggi, Jumat (25/9).

Turut mendampingi walikota sejumlah pimpinan SKPD antara lain, Kadis Kouperindag Syahnan Hasibuan, Kadis Pendidikan Drs H Par-damean Siregar, Direktur RSUD dr H Nanang Fitra Aulia, Kakan KP2T Suriadi M.Pd, Camat Padang Hilir Deni Siagian, Kadis Pertanian Marimbun Mar-paung serta Kepala Bapeda Tebing Tinggi Gul Bahri Siregar.

Dalam session dialog, Walikota yang mendengarkan sejumlah keluhan warga termasuk salah seorang tokoh warga, Isa yang menginginkan agar dalam menambah wawasan di Taman Bacaan,

diharapkannya adanya masukan bacaan dari media massa berupa majalah maupun surat kabar.

Saya bersedia membantu pasokan koran, dimana setelah langganan koran yang saya baca akan dikirimkan ke taman bacaan, dan berharap juga kepada SKPD lainnya yang berlangganan majalah atau koran agar usai dibaca dapat diberikan kepada pengelola Taman Bacaan di tingkat tingkat kelura-han”, kata Umar Zunaidi Hasibuan.

Walikota juga menerima masukan warga sep-utar adanya ‘jual darah’ di rumah sakit umum Kota Tebing Tinggi, namun hal itu ditepis Direktur RSUD Kumpulan Pane yang mengatakan bahwa pihaknya tidak pernah menjual darah selama kantongan darah masih ada di rumah sakit milik pemerintah kota itu. “Selagi kantongan darah yang berasal dari PMI dan milik rumah sakit masih ada, RSUD tidak akan pernah menjual darah kepada pasien”, Dirut RSUD dr H Nanang Fitra Aulia Sp.PK,

Walikota H Umar Zunaidi Hasibuan juga spontan mengatakan, “Jual darah itu mungkin empat tahun silam sebelum adanya program BPJS”, jelas

Waliko-ta. **.MD

JUMLING “Walikota Tebing Tinggi Ir H Umar Zunaidi Hasibuan ditengah-tengah warga Jalan Deblot Sundoro Kota Tebing Tinggi saat melakukan kegiatan Jumat Keliling”.

WALIKOTA TEBING TINGGI IR H UMAR ZUNAIDI

HASIBUAN MM MENGAJAK SELURUH WARGA

KHUSUSNYA DI LINGKUNGAN II KELURAHAN DEBLOT SUNDORO KECAMATAN PADANG HILIR AGAR MEMANFAATKAN FUNGSI TAMAN BACAAN GUNA MENAMBAH WAWASAN DAN ILMU PENGETAHUAN BAGI GENERASI MUDA.

(27)

Walikota Tebing Tinggi :

Berqurbanlah Dengan Iklas Bukan

Karena Kesombongan

M

arilah kita berqurban

dengan keikhlasan bukan karena kesom-bongan. Ini merupakan hikmah yang kita ambil dari niat berqurban ummat Islam ditengah kondisi ekonomi yang melemah saat ini.

Hal itu diungkapkan Wa-likota Tebing Tinggi Ir H Umar Zunaidi Hasibuan MM dalam sambutan Idul Adha 1436 H, atas nama Pemerintah Kota Tebing Tinggi, Kamis (24/9) di Lapangan Merdeka Jalan Sutomo Tebing Tinggi.

Sholat Idul Adha yang dihadiri ribuan ummat Islam Kota Tebing Tinggi itu, bertindak sebagai imam H Fadlansyah Putra Purba dan Khatib Drs H Bisman MHI, juga terlihat Ketua MUI H Ahmad Dalil Harahap, sejumlah anggota DPRD, Sekdakot Johan Samose Harahap, para pimpi-nan ormas Islam serta pimpipimpi-nan SKPD.

Pemerintah Kota Tebing Tinggi mengucapkan selamat kepada ummat Islam Kota Tebing Tinggi yang telah melaksanakan qurban pada tahun ini, dimana terjadi peningkatan dari tahun sebelumnya, bahwa total keseluru-han hewan qurban sebanyak 600 ekor sapi dan 90 ekor kambing. Dimana sebanyak 573 ekor sapi dan 90 ekor kambing, tersebar di 5 kecamatan dan 35 kelurahan, sedang 37 ekor sapi lainnya meru-pakan qurban di jajaran Pemko Tebing Tinggi.

“Dari peningkatan jum-lah qurban ini dan dalam kondisi ekonomi bangsa yang melemah ini, para pequrban hendaknya menjadi hamba yang taqwa dan

iklas semoga diterima Allah dengan sebaik-baiknya, serta rasa kepedulian sosial yang diperun-tukkan bagi mereka yang membu-tuhkan uluran tangan kita, bukan menunjukkan kesombongan. Kejadian di Arafah akan meng-ingatkan kita untuk mengetahui siapa yang lebih mengenal dirin-ya maka ia akan lebih mengenal Tuhan-nya”, ujarnya.

Umar Zunaidi Hasibuan juga mengingat bila terjadi per-bedaan dalam penentuan hari raya tahun ini, itu merupakan ijtihad masing-masing, jangan jadikan

konflik, tetapi jadikanlah kesyuku -ran bagi kita agar dapat lebih men-ingkatkan iman dan ketaqwaan.

Walikota juga menyampai-kan informasi tentang jemaah haji Kota Tebing Tinggi semua dalam keadaan sehat dan

pemondokan-nya tidak jauh dari Mekah dan Arafah. Dan kepulangan jemaah haji diperkirakan pada 4 Okto-ber dan akan disambut di Mesjid Raya.

Sementara Khatib Drs Bis-man SHI dalam inti khutbahnya menyampaikan bahwa diantara banyak ketauladan dari keluarga Nabi Ibrahim As, ada dua hal yang bisa kita ambil hikmahnya, dianta-ranya keteguhanya dalam prinsip tauhid dan perhatian serta pem-binaan terhadap generasi penerus yang soleh.

Usai sholat Idul Adha, Wa-likota dan Wakil WaWa-likota Tebing Tinggi Ir H Oki Doni Siregar mengadakan open house di rumah dinas masing-masing yang dipe-runtukkan bagi ummat Islam .

**.AY

(28)

WALIKOTA TEBING TINGGI PANEN

PERDANA BENIH MANDIRI

PANEN PERDANA “Walikota Tebing Tinggi Ir. H. Umar Zunaidi Hasibuan MM bersama Unsur FKPD melakukan panen perdana mandiri benih Kota Tebing Tinggi 2015 di Kelurahan Pinang Mancung Kecamatan Bajenis Kota Tebing Tinggi”.

W

alikota Tebing Tinggi

Ir H Umar Zunaidi Hasibuan MM ber-sama Unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) melakukan panen per-dana mandiri benih Kota Tebing Tinggi 2015, Rabu (23/9) di Kelu-rahan Pinang Mancung Kecama-tan Bajenis Kota Tebing Tinggi. Kegiatan itu serangkaian dengan acara rapat posko tingkat kota

dan penandatanganan kerjasama antara Walikota Tebing Tinggi dengan pimpinan Ephorus HKBP Pdt WTP Simarmata BA ten-tang pengembangan pertanian di Tebing Tinggi.

Walikota mengatakan, kehusukan di dalam menjalankan ibadah akan bisa di capai dengan keadaan perekonomian yang baik, “Gimana mau khusuk kalau perut kita lapar dan hal ini berkaitan dengan pertanian, karena nasi yang kita makan berasal dari tana-man padi”, kata Walikota.

“Hari ini kita merasa

baha-gia karena dapat melakukan panen padi perdana desa mandiri tahun 2015 dan diharapkan Tebing Ting-gi yang mendapatkan jatah dari dinas pertanian provsu 2 kelom-pok tani akan menjadi tantangan kita bersama. Kita akan berupaya terus meskipun lahan pertanian perkotaan terbatas menjadikan Tebing Tinggi sebagai penghasil benih padi yang berkualitas di Sumut”, lanjut Umar Zunaidi.

Kepada para petani, Walikota berharap jangan mudah tergiur dengan iming-iming untuk menjual lahan persawahannya hanya untuk kepentingan sesaat, karena lahan tersebut merupakan sumber kehidupan kita. Petani diharapkan agar benar-benar mengikuti pola tertib tanam yang dianjurkan oleh petugas dari dinas pertanian, karena hal ini akan membantu meningkatkan pruduksi penghasilan panen padi berikutnya, dan guna menghindari datangnya berbagai hama padi. Pemerintah kota Tebing Tinggi

katanya, akan terus berupaya memberikan kemudahan bagi para petani, salah satu diantara-nya untuk tahun 2015 PBB dari lahan pertanian hanya dibayar 50 persen dan untuk tahun 2016 akan digratiskan.

“Untuk itu, mari tetap kita pertahankan lahan pertanian yang ada dan Tebing Tinggi sebagai pusat benih berkualitas di Sumatra Utara, dan ini akan dapat dicapai jika bersama-sama kita memban-gun dan mendukung program pemerintah membangun pertanian menuju swasembada pangan”, imbuh walikota.

Sebelumnya Kadis Perta-nian Provsu Jhon Albert Simarma-ta melalui Kabid KeSimarma-tahan Pangan menerangkan dua kelompok tani di Tebing Tinggi mendapatkan bantuan masing masing Rp 170 juta dan diharapkan agar dapat dimanfaatkan sebaik baiknya. “Perlu kami sampaikan kepada kelompok tani yang menerima bantuan tersebut, bahwa bantuan itu akan diterima langsung oleh kelompok tani melalui rekening bank, dan kami dinas pertanian provsu dan dinas pertanian Tebing Tinggi sama sekali tidak akan menyentuh dana tersebut”, tan-dasnya.

Kami berharap jangan sampai masalah bantuan ini men-jadi persoalan, karena biasanaya petani nantinya suka mengadu ke LSM atau pers, saya tidak menghendaki hal tersebut terjadi dan ini harus dipahami oleh kita semua, pintanya.

Dalam kesempatan itu, sekaligus diserahkan bantuan per-tanian berupa 5 unit hand-traktor dan 1 unit traktor untuk diman-faatkan pada kelompok tani, juga

penyerahan sertifikat lahan perta -nian secara gratis yang diserahkan oleh Walikota Tebing Tinggi H Umar Zunaidi Hasibuan.

(29)

67 PEJABAT ESSELON PEMKO

TEBING TINGGI DILANTIK

DILANTIK “Sebanyak 67 orang pejabat eselon III dan IV plus kepala kelurahan di lingkungan Pemko Tebing Tinggi dilantik Walikota Ir H Umar Zunaidi Hasibuan MM”.

S

ebanyak 67 pejabat

eselon III dan IV plus kepala kelurahan di lingkungan Pemko Tebing Tinggi dilan-tik Walikota Ir H Umar Zunaidi Hasibuan MM, Selasa sore (22/9) di Gedung Hj Sawiyah Nasution Jalan Sutomo kota setempat. Para pejabat yang dilantik terdiri dari 21 pejabat eselon III, 35 eselon IV dan 11 kepala kelurahan.

Para pejabat yang dilan-tik antara lain, Sekretaris Camat Rambutan HM Hasbie Ashshid-diqi MM sebelumnya menjabat Lurah Mekar Sentosa yang kini digantikan Azanul Akbar Lubis. Kabid Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan M Fadli M.Pd sebelumnya Kabid Olahraga di Dinas Porabudpar Tebing Tinggi, Mahmudin sebagai Kabag Umum Sekretariat Pemko Tebing Tinggi, Khairil Anwar sebagai Kepala Perpustakaan, serta Hj Nina Zahara sebagai Kepala Kantor Pemberdayaan Perempuan Anak

dan Keluarga Berencana.

Walikota Tebing Tinggi H Umar Zunaidi Hasibuan menga-takan, pelantikan pejabat dilak-sanakan dalam rangka pengisian jabatan yang kosong, mutasi, rotasi dan promosi jabatan, hal ini adalah merupakan hal yang biasa dalam dinamika organisasi, namun tetap mengacu pada pola pembi-naan berdasarkan pengembangan karir.

Kepada para pejabat yang dilantik, Walikota mengingatkan jabatan yang diemban adalah im-plementasi dari kepercayaan dan akuntabilitasnya harus dilakukan dengan baik, “Jabatan tersebut adalah amanah atau kepercayaan, bukan harus dimilki selamanya, karenanya jalankan tugas pokok dan fungsi sebaik-baiknya, dan tugas utama pejabat eselon III adalah melakukan transpormasi atau perubahan kearah yang lebih baik dari apa yang ada”, katanya.

Perubahan yang dimaksud, lanjut

Umar Zunaidi, adalah perubahan

yang secara signifikan mempen -garuhi kehidupan organisasi yang dipimpin baik internal mapun eksternal terutama untuk kepent-ingan masyarakat yang membu-tuhkan pelayanan dari kita sebagai aparatur abdi masyarakat. “Selain sebagai penyegaran dalam tubuh organisasi, pelantikan ini juga un-tuk memberikan apresiasi kepada PNS atas prestasi yang telah diraih selama ini”, ujar walikota.

Sedangkan khusus kepada para lurah yang baru dilantik, Walikota berpesan agar mampu beradaptasi dengan masyarakat dan benar-benar menyentuh ke warga. “Jangan jadi lurah yang mempersulit urusan warga dan mencari-cari kutipan kepada warga, lurah harus turun ke bawah dan aktif membina warga di bidang apa saja, sebagai ujung tombak pemerintahan, posisi lurah ibarat ‘walikota kecil’ jadi harus bisa mengayomi warganya”, pesan Umar Zunaidi Hasibuan. **.Tm

(30)

M o m e n t u m

(31)
(32)

PEMKO KITA

PIMPINAN SKPD PEMKO TEBING TINGGI

JALANI SELEKSI MUTASI JABATAN

S

ebanyak 12 orang

Kepala SKPD di jajaran Pemerintah Kota Tebing Tinggi menjalani seleksi mutasi jabatan pimpinan tinggi pratama yang telah dimulai sejak, Senin (14/9), secara tertutup di gedung Hj Sawiyah yang dis-elenggarakan Badan Kepegawa-ian Pendidikan Pelatihan (BKPP) Kota Tebing Tinggi.

Menurut penjelasan Kepa-la BKPP Erwin Suheri Damanik dalam siaran persnya kepada wartawan, Sabtu (19/9), seleksi tersebut diawali dengan physico test, bagi ke 12 Kepala SKPD yang saat ini masih menduduki jabatan dengan tujuan melakukan evaluasi kesesuaian kompetensi pajabat dengan jabatan yang akan

didudukinya.

“Sebagai assessor penila-ian kompetensi dibantu dari USU, soal nama orangnya memang kami rahasiakan, dimana nantin-ya pelaksanaan mutasi jabatan pimpinan tinggi pratama, pejabat pembina kepegawaian yang ingin melakukan mutasi dilakukan oleh panitia seleksi (pansel)”, jelasnya. Panitia seleksi dalam men-gevaluasi kesesuaian kompetensi dapat dibantu oleh penilai kom-petensi (assessor), dan hasilnya disampaikan kepada Pansel diteruskan kepada pejabat pem-bina kepegawaian melalui pejabat pembina kepegawaian melalui pejabat berwenang (sekretaris daerah), ujarnya.

Selanjutnya, bila ada ke-kosongan jabatan pimpinan tinggi pertama setelah proses mutasi, jabatan kosong itu wajib diisi melalui seleksi terbuka. Kegiatan ini dilanjutkan pada tahap beri-kutnya, yakni wawancara yang di-laksanakan pada hari Sabtu (19/9) masing-masing kepala SKPD.

Kegiatan ini bukan untuk gagah-gagahan saja, melainkan se-bagai memenuhi Undang-Undang No.5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara, dan Surat Ketua Komisi Aparatur Sipil Negara (ASN) No.B/636/KASN/7/2015 28 Juli 2015 tentang seleksi terbuka jabatan pimpinan tinggi Aparatur Sipil Negara”, kata Er-win Suheri Damanik.**.

W

alikota Tebing

Tinggi Ir H Umar Zunaidi Hasibuan MM (foto) malam ini, Kamis (10/9) menerima penghargaan sebagai Pembina Keselamatan dan Kes-ehatan Kerja (K-3) tahun 2015 yang diserahkan Menteri Ketena-gakerjaan RI M Hanif Dhakiri di Birawa Hotel Bidakara Jakarta.

Demikian keterangan pers Kabag Humas PP Tebing Tinggi Drs Bambang Sudaryono, Kamis (10/9), Walikota akan menerima langsung penghargaan tersebut didampingi Kadis Sosial dan Tenaga Kerja H Syaiful Fahri SP MSi.

Penghargaan itu diberikan atas komitmen walikota dalam Pembinaan K3 lewat berbagai ke-bijakan diantaranya, memberikan penghargaan kepada pengusaha yang telah melaksanakan program

K3 dan diberikan setiap tahun saat pelaksanaan Hari Jadi Kota Tebing Tinggi.

Melakukan kegiatan pen-canangan bulan K3, melakukan pengawasan K3 di Perusahaan. membuat sosialisasi lewat span-duk dan baleho, mengalokasikan dana APBD 2015 untuk kegiatan diklat ahli K3 Umum di Kota Tebing Tinggi dan mengusulkan 40 perusahaan untuk mendapatkan zero eccident award.

Selain H Umar Zunaidi Hasibuan, dua perusahaan dari Tebing Tinggi yakni PT Batang-hari Tebing Pratama melalui Arif Rinaldi dan PT Darmasindo Inti Karet melalui Riady Iskandar juga menerima penghergaan Zero Ac-cident Award dari Menteri Ketena-gakerjaan RI.

Melalui Kabag Humas PP, Walikota menyampaikan bahwa pelaksanaan Sistim Manajemen

K3 harus dibudayakan dalam menghadapi perdagangan be-bas, dan Pelaksanaan SMK-3 di setiap perusahaan merupakan satu keharusan dalam rangka perlind-ungan dan peningkatan kesejahter-aan pekerja/buruh.

Walikota juga menyampai-kan apresiasi kepada dua perusa-haan yang menerima penghargaan ‘Zero Accident Award’ yang merupakan buah hasil kerja keras dari perusahaan selama ini, dan semoga tahun depan semakin meningkat.

Sedangkan kepada Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Tebing Tinggi diharapkan Waliko-ta untuk terus melakukan pembi-naan dan pengawasan yang inten-sif terhadap Sistim Manajemen K3 (SMK3) di setiap perusahaan yang beroprasi di Kota Tebing Tinggi sesuai dengan undang-undang yang berlaku. **.Ag

(33)

PEMKO KITA

PEMKO TEBING TINGGI GELAR JOB

TRAINING PRA PENSIUN PNS

W

alikota Tebing

Tinggi di-wakili Asisten I Bidang Pemerintahan Drs H Agus Salim membuka Job Training Pra Pensiun PNS Pemko Tebing Tinggi di Gedung Hj Sawiyah Jalan Sutomo kota setempat, diikuti 52 orang PNS yang akan memasuki masa pen-siun 2016.

Walikota Tebing Tinggi mengatakan, persiapan masa pensiun penting dipersiapkan oleh seorang PNS agar lebih siap menghadapi, menyikapi dan mengisi masa pensiunnya dengan hal yang positif, terutama dari sisi mental, kesehatan, perencenaan keuangan atau kewirausahaan. “Pensiun merupakan awal dari ke-mandirian, harus disadari pensiun bukanlah akhir dari segalanya tapi merupakan perjalanan suatu kehidupan yang harus dihadapi”, katanya.

Menurut walikota, sebagi-an orsebagi-ang pensiun dijadiksebagi-an seba-gai saat yang tepat untuk memulai aktivitas baru, mengembangkan bakat, minat dan potensi yang di-miliki, karena peluang waktu yang banyak. Tapi sebagian ada pula yang menganggap pensiun dengan pandangan yang negatif, karena mempersentasikannya sebagai ke-hilangan sesuatu seperti kehilan-gan sumber mata pencaharian,

menurunnya pendapatan, tidak dihargai lagi dan ini menimbulkan kecemasan yang berlebihan (post power syndromme), ujarnya.

Walikota berharap para

peserta dapat memanfaatkan kegiatan job training itu dengan sebaik-baiknya, karena pasti ada manfaatnya, karena menuntut ilmu itu tak ada batas waktunya usia berapa, yang pasti selagi hayat masih dikandung badan. “Tanyakan kepada narasumber jika memang belum memahamin-ya”, tandas walikota.

Sebelumnya, Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Erwin

Suheri Damanik menyampaikan, kegiatan Job Training ini diisi dengan materi pengembangan mo-tivasi dan pembekalan, pengem-bangan usaha kecil dan pengenal-an BTPN melalui permodalpengenal-an dpengenal-an perkreditan.

Sebagai narasumber dari pihak Bank Tabungan Pensiunan Negara (BTPN) Cabang Tebing Tinggi dan para pensiunan yang berhasil dalam berwirausaha, se-dangkan para peserta job training terdiri dari guru, kepala sekolah, dokter dan salah seorang Asisten II Bidang Umum Ir. H. Zainul Halim.

(34)

PEMKO KITA

PEMKO TEBING TINGGI LEPAS PESERTA

SELEKSI NASYID SUMUT

DIABADIKAN “Sekdako Tebing Tinggi Johan Samose Harahap bersama Ketua MUI H Ahmad Dalil Harahap dan Ketua LPSN diabadikan berfoto bersama kontingen nasyid Kota Tebing Tinggi yang akan mengikuti

seleksi nasyid tahun 2015 tingkat Sumatera Utara”.

P

emerintah Kota Tebing

Tinggi melalui Sek-dakot Johan Samose Harahap didampingi Ketua MUI H Ahmad Dalil Harahap dan Ketua Lem-baga Pengembangan Seni Nasyid (LPSN) H Nizar Rangkuti me-lepas Tim Festival Nasyid Kota Tebing Tinggi untuk mengikuti SeleksiNasyid ke 14 tahun 2015 Tingkat Sumatera Utara, Senin (14/9) di Ruang Data Sekretariat Pemko Tebing Tinggi.

Kontingen Tim Nasyid Kota Tebing Tinggi yang dib-erangkatkan berjumlah 24 orang terdiri dari Tim Nasyid Putra

dan Putri serta offisial yang akan

mengikuti seleksi di tingkat Provinsi Sumatera Utara mulai 14 hingga 19 September 2015.

Menurut Sekdako Johan Samose Harahap, di dalam seni nasyid mengandung unsur dakwah Islam, untuk itu dalam mengikuti Festival Nasyid ini hendaklah dimulai dengan niat menyampai-kan dakwah kepada para penden-garnya. “Adik-adik merupakan bagian dari para pendakwah dan ini harus dipahami secara be-nar dan baik, untuk itu tampilah dengan tegar dan penuh semangat, dan jangan lupa tetap menjaga nama baik Kota Tebing Tinggi”, pesan Johan.

Johan juga berharap, den-gan usaha yang dilakukan dalam mengikuti seleksi ini agar dapat memperbaiki posisi Group Nasid Tebing Tinggi dari tahun-tahun se-belumnya yakni Insya Allah bisa masuk dalam 3 besar, ujarnya.

Sebelunya Ketua LPSN Tebing Tinggi H.Nijar Rangkuti mengatakan bahwa Group Nasyid Tebing Tinggi pada tahun ini ber-isikan dari pada anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah serta mahasiswa. “Hal ini meru-pakan satu kebahagian bagi kita, dimana kaum muda Tebing Tinggi sudah mulai kembali mencintai kesenian nasyid yang dahulunya hanya digemari oleh para orang tua saja”, ujarnya.

Diharapkan kepada peserta seleksi agar jangan sampai tidak tidur karena hanya memikirkan kemenangan saja, “Jagalah kes-ehatan sebaik-baiknya, kurangi kegiatan yang sama sekali tidak bermanfaat”, pesan Nizar Rang-kuti.

(35)

PEMKO KITA

WARGA DIAJAK MENGGUNAKAN

PRODUK NASIONAL

PRODUK NASIONAL “Walikota Tebing Tinggi Ir H Umar Zunaidi Hasibuan mengimbau masyarakat agar selalu mengutamakan menggu-nakan produk-produk nasional”.

D

alam menghadapi era

Masyarakat Ekonomi Asean, Walikota Tebing Tinggi Ir H Umar Zunaidi Ha-sibuan mengimbau masyarakat agar selalu mengutamakan meng-gunakan produk-produk nasional, karena hal ini menjadi sebuah kekuatan bangsa Indonesia, dan bangsa luar akan mencari pangsa pasarnya di Indonesia sekitar 20 persen, dan jika dihitung jumlahn-ya sekitar 50 Juta orang.

“Saat ini di Philipina ada seki-tar 200 ribu warga Philipina yang sedng bergiat kursus ba-hasa Indonesia, yang tujuannya mereka akan datang ke Indonesia dengan berbagai profesi mengha-dapi MEA, dan menjadi pesaing kompetitif kita”, hal ini disampai-kan Walikota Tebing Tinggi Ir H Umar Zunaidi Hasibuan MM saat melakukan kegiatan Sosialisasi dan Komunikasi Interaktif antara Pemerintah Kota dengan warga

masyarakat, Kamis (10/9) di Kelurahan Lubuk Baru Kecama-tan Padang Hulu bersama dengan beberapa pimpinan SKPD.

Menurut Umar, ditengah kondisi perekonomian global dan nasional kurang mengun-tungkan saat ini, hal yang paling baik dilakukan adalah melakukan penghematan, dengan membatasi anggaran pengeluaran. Salah satu diantaranya membatasi peng-gunaan HP untuk penghematan membeli pulsa. “Pergunakanlah HP seperlunya saja, tidak perlu

menghamburkan pulsa karena membelinya pakai duit, bukan pakai daun”, imbuhnya.

Disampaikannya, saat ini Indonesia merupakan pangsa terbesar penggunaan HP, “Dari survei diketahui bahwa bangsa Indonesia rata-rata menggunakan HP 5,5 jam setiap 24 jam, entah untuk apa saja tidak jelas, dan HP yang beredar ada 125 juta, karena orang Indonesia tidak cukup hanya memiliki 1 HP setiap

orangnya, pokoknya lebih dari 1 buah”, katanya.

Selain HP yang perlu men-jadi perhatian kita adalah penggu-naan BBM bagi kenderaan anak-anak, saat ini di Indonesia ada 80 juta sepeda motor yang berlalu lalang di jalan umum, untuk apa wira wiri, kesana-kemari yang tak jelas juntrungannya, semua harus mulai kita batasi”, ujarnya.

Kepada Lurah-lurah se Kota Tebing Tinggi juga diminta agar terus melakukan validasi dari data-data warganya berk-enaan dengan warga yang akan menerima berbagai jenis bantuan terutama warga miskin, “Ini pent-ing, jangan sampai orang sudah meninggal, atau pindah tempat masih terdata sebagai penerima bantuan, datanya harus up date terus”, tandasnya.

Menyangkut tentang kes-ehatan, walikota meminta warga menjaga pola makan, tidak makan sembarangan, kesehatan itu sangat penting karena jika tidak sehat, bagaimana akan melakukan

akti-fitas dan kondisi sosial pun men -jadi terganggu, harus benar-benar perhatikan kesehatan, ujarnya.

Sedangkan kepada ibu-ibu diingatkan agar ikut serta mensuk-seskan program 1.000 hari anak cerdas dan sehat, yakni dimulai dari usia dini dari dalam rahim hingga anak berumur 2 tahun, dan tanda-tanda pertumbuhan anak lebih tinggi dan besar dari orang tuanya, tetapi bukan besar kesamping itulah anak sehat dan cerdas, katanya.

Dalam acara tersebut dis-erahkan berbagai bantuan dianta-ranya bantuan pribadi untuk PKK Kelurahan Lubuk Baru, mesin genset untuk kelurahan, bibit tana-man dan ikan untuk warga atau kelompok tani, serta akte lahir dan KTP Gratis.

Referensi

Dokumen terkait

Dan sesuai dengan misi ke-8 rp- jmd kota tebing tinggi tahun 2011-2016, pada beberapa waktu yang lalu kita juga telah melakukan beberapa ikatan kerja sama antar daerah

Ristata Siradt pada tahun sekitar 1960- an menjadi warga Kota Tebing Tinggi, tinggal di Jalan Tengku Hasyim Lingkungan II Kelura- han Bandar Sono Kecamatan Padang Hulu Kota

Oleh karena itu dibutuhkan suatu wa- dah yang mampu mengorganisasikan sampah menjadi lebih berguna. Solusi yang penulis tawarkan adalah dengan membentuk koperasi sampah disetiap

Dalam kesempatan itu, Walikota juga memaparkan ber- bagai kegiatan pembangunan yang dilakukan Pemko Tebing Tinggi diantaranya menyangkut tentang bantuan kesehatan ke-

semua kegiatan yang kami lakukan di Jakarta hamper sama dengan yang kami lakukan di Thailand seperti membuat booth atau stan gitu dimana di stan kami itu kami memperlihatkan semua

Apersiasi kepada SMAN 1 itu disampaikan wali kota pada acara menyambut kedatangan pi- ala Adipura 2015 yang diraih kota Tebingtinggi,Selasa (24/11) di Lapangan Merdeka Jalan

Di bagian lainnya, Ka- polres juga berharap agar para pedagang yang telah menem- pati komplek Pasar Gambir, dan kondisinya saat ini sudah semakin baik dan tertib, agar tetap

Terakhir Pj.Walikota mengajak semua pihak mengawal pelaksanaan pilkada 2017 dan Pemerintah Kota Tebing Tinggi juga sudah gencar melakukan so- sialisasi kepada masyarakat agar