SINERGI
R E F E R E N S I T E B I N G T I N G G I D E L I0 0 1 6 7
I S S N 1 9 7 8 - 8 0 8 0
M E DI A P E M E R I N TA H KOTA T E B I N G T I N G G I
– MENDEVINISIKAN PASAR
– REVITALISASI PASAR TRADISIONAL
– REVITALISASI DAN RELOKASI PASAR GAMBIR
– PASAR MODEREN VS PASAR TRADISIONAL
KETUA PENGARAH
Ir.Umar Zunaidi Hasibuan, MM ( WaliKota Tebing Tinggi )
WAKIL KETUA PENGARAH
Ir.H.OKI DONI SIREGAR ( Wakil WaliKota Tebing Tinggi )
PENGENDALI
H. Johan Samose Harahap, SH, MSP (Sekdako Tebing Tinggi Deli )
PENANGGUNG JAWAB
Ir. H. Zainul Halim
(Asisten Administrasi Umum )
PIMPINAN REDAKSI
Drs. Bambang Sudaryono (Kabag Adm. Humas PP)
KOORDINATOR LIPUTAN
Drs Abdul Khalik, MAP
BENDAHARA :
Zulhadin, SH
SEKRETARIS REDAKSI Dian Astuti
REDAKSI
Rizal Syam, Juanda,
LAYOUT DESAIN GRAFIS
Aswin Nasution, ST
FOTOGRAFER :
Sulaiman Tejo, Agung Purnomo
KOORDINATOR DISTRIBUSI
Edi Suardi, S.Sos Ridwan
LIPUTAN DAN REPORTER
Wartawan Unit Pemko Tebing Tinggi Redaksi menerima tulisan,photo juga surat berisi saran penyempurnaan dari pembaca dengan melampirkan tanda pengenal (KTP, SIM, Paspor) dan Redaksi berhak mengubah tulisan sepanjang tidak mengubah isi dan maknanya. Bagian Administrasi Humasy Pimpinan dan Protokol Sekreariat Daerah Kota Tebing Tinggi
Jl,Dr Sutomo No : 14 Kota Tebing Tinggi Eimail :
[email protected] Facebook :
SINERGI
REFERENSI TEBING TINGGI DELI
TERBIT SEJAK 16 Juli 2002 SK WALIKOTA TEBING TINGGI NO.480.05/ 286 TAHUN 2002
Dari Redaksi
Pembaca Budiman
disi Pebruari 2016 ini kami mengangkat tema tentang Pasar Kita, berbicara tentang pasar kali ini kami tim sinergi mengupas permasalahan tentang revitalisasi, pasar modren dan tradisional.
Revitalisasi adalah suatu proses atau cara dan per-buatan untuk menghidupkan kembali suatu hal yang sebelumnya terberdaya sehingga revitalisasi berarti menjadikan sesuatu atau perbuatan untuk menjadi vital, sedangkan kata vital mempunyai arti sangat penting atau sangat diperlukan sekali untuk kehidupan dan sebagainya.
Pasar yang dalam pelaksanaannya bersifat tradisional dan ditandai dengan pembeli serta penjual yang bertemu secara langsung. Proses jual-beli biasanya melalui proses tawar menawar harga, dan harga yang diberikan untuk suatu barang bukan merupakan harga tetap, dalam arti lain masih dapat ditawar, hal ini sangat berbeda dengan pasar modern.
Pasar modern tidak banyak berbeda dari pasar tradisional, namun pasar jenis ini penjual dan pembeli tidak bertransakasi secara langsung melainkan pembeli melihat label harga yang tercantum dalam barang (barcode), berada dalam bangunan dan pelayanannya dilakukan secara mandiri (swalayan) atau dilayani oleh pramuniaga.
Diedisi ini juga kami dari tim majalah sinergi tidak lupa menyajikan rubrik tentang pendidikan, hukum, kesehatan serta informasi mengenai kegiatan - kegiatan yang dilakukan
pemimpin daerah kita di Kota Tebing Tinggi.
Kami kembali mengingatkan pada pembaca setia sinergi untuk mengirimkan tulisan – tulisan agar dapat di muat dalam majalah kesayangan kita “ Sinergi “
Dari meja redaksi kami mengucapkan selamat membaca Assslamu’alaikum Wr Wb
Drs.Bambang Sudaryono Pimpinan Redaksi
2. SALAM REDAKSI 4. MOMENTUM 6. SINERGITAS 7. UTAMA
• Revitalisasi Pasar Tradisional
• Revitalisasi dan Relokasi Pasar Gambir
• Pasar Moderen VS Pasar Tradisional 13. PENDIDIKAN
• Personil Dewan Pendidikan Tebing Tinggi Terpilih
16.KESEHATAN
• Petani T.Tinggi Berhasil Kembangkan Bunga Kol Dataran Rendah
18. HUKUM
• Waspadai Pembelian Narkoba Dilakukan Secara Kongsi
20.LINGKUNGAN HIDUP 23.LENSA PEMKO 26.PEMKO KITA 43.SOSIAL 45.AGAMA 49.PORFIL 51.CERPEN 55.RAGAM 57.PUISI
58.INFO NASIONAL 59.TEPIAN
J A J A R A N R E D A K S I T A H U N 2 0 1 6
ESA HILANG DUA TERBILANG
Redaksi
JUANDA
Sekretaris Redaksi
DIAN ASTUTI
Bendahara
ZULHADIN, SH
Koordinator Liputan
Drs.ABDUL KHALIK,MAP
Pimpinan Redaksi
Drs.BAMBANG SUDARYONO
Layout Desain Grafis ASWIN NASUTION,ST
7
9
49
16
43
30
DAFTAR ISI
Pemko Kita
SINERGI |Januari 2016| 31
Momentum
Sosial
Sinergitas
P
asar adalah kata yang sama tuanya dengan peradaban manusia. Di mana ada manusia saling beinteraksi, maka dipastikan di sana akan tercipta pasar. Pertu-karan kebutuhan antar sesama manusia, baik per individu mau-pun secara kelompok dan komu-nitas, bahkan kelompok manusia yang lebih besar mengharuskan terciptanya pasar. Tanpa adanya pasar, perkembangan kemanu-siaan dipastikan akan berjalan di tempat.Seperti kisah terkenal
dalam filsafat Ibnu Thufail ber
-judul Hayy Ibnu Yaqzan. Ibnu
Thufail menyatakan manusia memang bisa hidup sendiri dan mendapatkan kebenaran melalui perkembangan akalnya. Namun, untuk mengetahui perkembangan tentang dirinya, maka manusia harus melakukan interaksi den-gan manusia lainnya. Kebutuhan akan interaksi itu lah kemudian yang akan berkembang mulai dari kebutuhan rohani hingga kebutu-han jasmani. Terhadap kebutukebutu-han jasmani itu pula, pasar dibutuh-kan.
Barter, adalah jenis pasar yang paling tradisional. Setiap orang yang memiliki barang akan mempertukarkannya dengan ba-rang yang dimiliki oleh oba-rang lain. Saling mempertukarkan barang itu sudah ada sejak masa keturunan awal Adam As dan Hawa yang
kemudian seiring dengan nilai spiritual keharusan untuk berkur-ban (jual beli spiritual). Kisah Habil dan Qabil yang dilansir
Alquran mengisyaratkan bahwa
sejak masa itu sudah ada model pasar, di mana Habil dan Qabil memiliki jenis komoditi pertanian yang baik. Habil mengurbankan komoditi pertaniannya yang baik, sedangkan Qabil mengurbankan komoditi pertanan yang jelek. Al-lah kemudian menolak komoditi pertanian Qabil yang jelek dan menerima kurban Habil yang baik, sehingga karena rasa iri dan dengki, jual beli spiritual itu bera-khir dengan pembunuhan.
Secara filosofis, dari kisah
Habil dan Qabil itu, ada muatan hikmah jika kegiatan pasar di-lakukan secara benar dan jujur akan menghasilkan kebaikan, sedangkan jika kegiatan pasar dilakukan secara jelek, maka akan berakhir dengan kehancuran. Salah satu kegiatan pasar yang paling dimurkai oleh Allah karena jelek, adalah jual beli bersifat monopolistik. Artinya, pasar yang dikendalikan oleh orang-orang atau komunitas tertentu, di mana
seluruh komofiti yang diperda -gangkan dikendalikan oleh suatu kelas sosial, akan berdampak jelek nantinya
Pasar harus bersifat cair, di mana setiap orang memiliki hak untuk menjual dan membeli ko-moditi secara bebas, tanpa harus mendapatkan tekanan tertentu dari
pihak mana pun. Di pasar yang baik lah naluri manusia untuk aktualisasi diri bisa berlangsung bebas, sehingga membutuhkan formula yang baik pula untuk
mengaturnya. Islam kemudian
membuat aturan yang jelas terkait dengan proses kegiatan di pasar itu.
Dalam konteks demikian, pasar yang tumbuh secara alamiah di mana manusia intensif berinter-aksi, akan semakin baik jika ada regulasi yang mengaturnya serta aparat kekuasaan yang mengenda-likannya dengan baik pula. Kota yang baik, akan terlihat sejahtera dan makmur apabila pasarnya dikelola secara baik hingga pada tahapan bersifat spiritualitasnya. Pasar yang baik di mana 70 persen
rezeki berputar di seputar pasar,
akan menjadi surga dunia yang paling indah, jika didalam kegia-tannya tidak ada yang namanya monopoli, oligopoli, riba dan penipuan serta pengkhianatan. Pasar yang baik, juga memper-hatikan aspek lingkungannya, di mana pasar menjadi tempat yang menyenangkan bagi mereka yang datang ke tempat itu. Namun, pastinya pasar merupakan tempat berkumpulnya makhluk baik dan buruk atau malaikan dan setan. Jika pasar dikendalikan oleh orang baik, maka akan baik lah kehidu-pan, tapi jika dikendalikan oleh orang yang buruk, maka buruk lah pasar itu. Pilihannya ada pada kita. Wallahu a’lam…
@ A. Khalik
Mendevinisikan
REVITALISASI
PASAR TRADISIONAL
B
ila kita bicara pasar pasti persepsi kita tentu pasar tradisional adalah kumuh, semrawut, becek, kotor sempit dan kurangnya berbagai fasilitas sep-erti t tempat parkir, penerangan, tempat sampah yang bau kotor dan lorong yang sempit dan sebagainya. Semua kondisi ini menyebabkan masyarakat cender-ung memilih berbelanja di pasar modern meskipun harga barang di pasar modern lebih mahal dibandingkan harga ba-rang di pasar tradisional. Terlebih pasar modern memiliki tempat berbelanja yangKondisi yang kompleks pada pasar tradisional itu disebabkan lemahnya manajemen pengelolaan dan juga masih rendahnya kesadaran terhadap kedisi-plinan pada aspek kebersi-han dan ketertiban sehingga kurang memperhatikan pemeliharaan sarana prasa-rana yang ada ditambah adanya premanisme, tidak ada pengawasan terhadap barang yang dijual dan
tim-terbatasnya masalah fasilitas umum, pemahaman rendah terhadap perilaku konsumen, dan penataan los/kios/lapak yang tidak teratur.
Manajemen pasar yang lemah ini disebabkan karena pengelola pasar belum berfungsi dan bertu-gas secara efektif dan belum didukung Standard Opera-tion Procedure (SOP) yang jelas. Kondisi semacam ini
Laporan Utama
Laporan Utama
pasar tradisional di Indonesia
masih cukup memprihatinkan. Di balik beberapa kelemahan, pasar tradisional menyimpan peran penting bagi masyarakat luas yang tidak dapat sepenuhnya digantikan oleh pasar-pasar modern.
Manajemen pasar yang lemah ini disebabkan karena pengelola pasar belum berfungsi dan ber-tugas secara efektif dan belum didukung Standard Operation Pro-cedure (SOP) yang jelas. Kondisi semacam ini menggambarkan
bahwa pasar tradisional di Indone -sia masih cukup memprihatinkan. Di balik beberapa kelemahan, pasar tradisional menyimpan peran penting bagi masyarakat luas yang tidak dapat sepenuhnya digantikan oleh pasar-pasar mod-ern.
Pasar tradisional memiliki karekteristik yang mengikat dan tentu tidak dimiliki pasar modern yaitu pertama, adanya proses tawar-menawar harga dimana ini menjadi penjalin kedekatan per-sonal dan emosional antara pen-jual dan pembeli.Kedua, ada rasa persaudaraan di antara pembeli dan pelanggan yang terbangun. Ketiga, para pedagang di pasar tradisional sudah mengetahui per-sis keinginan pelanggan terhadap barang yang dibelinya. Keempat, pasar tradisional mampu mena-warkan barang dengan harga yang kompentitif dengan kuwalitas barang yang bersaing.
Pemerintah Indonesia
telah menjadikan revitalisasi pasar sebagai program untuk menin-gkatkan peran pasar tradisional di sejumlah daerah. Targetnya, menyelesaikan revitalisasi 1.000 pasar rakyat yang menelan
ang-garan Rp2,386 triliun pada tahun 2015. Kegiatan ini berlanjut dalam lima tahun sehingga 5.000 pasar bisa direvitalisasi.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) ketika meluncurkan Program Revitalisasi 5.000 Pasar Rakyat 2015-2019 Juni lalu men-gatakan, untuk tahun ini pemer-intah mengalokasikan anggaran senilai Rp1,075 triliun untuk merevitalisasi 675 pasar. Melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara-Perubahan (APBNP), menurut Presiden, pemerintah telah menambah alokasi angga-ran senilai Rp1,311 triliun untuk merevitalisasi 325 pasar, sehingga untuk merevitalisasi 1.000 pasar yang menjadi target tahun ini bu-tuh total anggaran senilai Rp2,386 triliun.
Saat ini jumlah pasar
rakyat di Indonesia sebanyak
9.559 unit dengan jumlah kios 1.722.071 unit dan jumlah peda-gang 2.639.633 orang. Pemerintah menargetkan akan merevitalisasi 5.000 pasar, dengan rincian 1.000 pasar tiap tahun hingga 2019. Presiden Jokowi mengemukakan, tahun depan pemerintah akan melipatgandakan anggaran untuk merevitalisasi pasar tradisional agar mampu bersaing dengan pasar modern.
Revitalisasi pasar tradi-sional tentunya mensinergikan sumberdaya potensi yang dimiliki oleh pasar tradisional tersebut hal ini tentunnya mempertim-bangkan seluruh aspek secara komprehensif, terintegrasi dan holistik sehingga mampu mening-katkan dayasaing pasar tradisional dengan tetap mempertahankan
kekhasan maupun keunggulan yang dimiliki pasar tradisional tersebut.
Revitalisasi pasar
tradisional dapat dilakukan dengan menata dan
membenahi pasar tradisional, dimana kelemahan-kelemahan pada pasar tradisional yang menyebabkan penurunan dayasaing pasar tradisional sendiri harus segera dibenahi. Tentunya, revitalisasi pasar tradisional membutuhkan
kebijakan yang berpihak kepada para pedagang , pemerintah maupun seluruh stakeholder yang ada.
“
“
instrumen CSR perusahaan-peru-sahaan distributor untuk membina pedagang pasar tradisional. Ke-lima, diperlukan koordinasi dan kerjasama yang erat antar semua pihak agar tidak terjadi kerancuan dalam menyikapi kebijakan-kebi-jakan yang telah dikeluarkan.
Regulasi pemberdayaan pasar tradisional hendaknya diupayakan dengan
memfasili-tasi pedagang pasar tradisional agar mendapatkan iklim usaha yang kondusif. Kebijakan yang berpihak mempercepat terjadinya manfaat yang positif. Bila pasar tradisional dapat dibenahi dengan baik, niscaya tidak ada pertentan-gan lagi antara pasar tradisional dengan pasar modern, kedu-anya akan berkembang dengan nuansanya dan daya tariknya sendiri-sendiri. Namun, jika
pemerintah tidak berpihak kepada pasar tradisional, maka mereka akan semakin termarjinalkan dan semakin terpinggirkan oleh para pelaku usaha retailer besar yang lebih kuat. Jika demikian halnya, pertumbuhan yang memberikan manfaat bagi banyak pihak (inclu-sive growth) tidak terjadi.
*..Ibnu Saud Sihombing
Laporan Utama
REVITALISASI DAN RELOKASI
PASAR GAMBIR
Sekitar 10 tahun lalu Pasar
Gambir Tebing Tinggi usai diban-gun, namun baru sekarang dapat terisi oleh para pedagang , padahal untuk pembangunan Pasar tersebut sudah menghabiskan dana seki-tar 14 Milyar Rupiah, Pasar yang begitu ‘Wah’. Dibangun dalam ketiga paket bangunan Blok A, B dan C Pasar Gambir sudah sem-pat beberapa tahun menjadi ‘WC’ terbesar, termegah, dengan biaya termahal
I
roni terjadi disebut sebut akibat ketidak ber-dayaan Pemerintah Kota dalam upaya member-dayakan pedagang. Adanya permainan oknum-oknum baik dari kalangan pemerintah, LSM maupun tokoh yang mengatas namakan pedagang yang mencoba mengambil kesempatan memasukkan kepentinggannya untuk kepentingan pribadi. Peda-gang merasa tidak pernah dilibatkan dalam keputu-san untuk merelokasi mereka yang menempati kaki lima sementara waktu saat pembangunanberlang-sung. Pembagian kios dan penempatan pedagang tidak jelas dan adanya pedagang baru bawaan para oknum sehingga pedagang lama merasa terabaikan dan terkesan disepelekan.
Belajar dari Kota Solo dimana PKL yang menempati Monumen 45 Banjarsari menjadi soro-tan masyarakat Solo pasalnya warga merasa tidak nyaman dengan banyaknya PKL Ada seribuan PKL mencari nafkah dengan berjualan di kota ini. Maka
Laporan Utama
LaporanUtama
mau tidak mau diambillah keputusan PKL Banjar-sari harus direlokasi. Kalau digusur sepertinya tidak mungkin. Berdasarkan sejarah, Balaikota Surakarta pernah dibakar massa dua kali (1998 dan 1999) gara-gara komunikasi yang tidak baik antara pemimpin dan warganya.
Lalu muncullah ide untuk bertemu dan men-gadakan jamuan makan dengan para pedagang terse-but. Jamuan makan pun dilaksanakan, semua paguy-uban PKL Banjarsari diundang menghadiri acara
tersebut. Mengetahui akan dipindahkan, pedagang-pedagang tersebut menyiapkan diri. Mereka menga-jak pula LSM yang peduli dengan nasib pedagang ke acara tersebut. Spanduk-spanduk dibawa ke rumah dinas Walikota yang menjadi tempat pelaksanaan acara. Namun ternyata pedagang-pedagang tersebut kecele. Tidak ada omongan apapun mengenai
re-lokasi PKL. Yang ada hanyalah jamuan makan dan
ngobrol-ngobrol ringan. Kalau meminjam istilah Jokowi, SMP Sudah Makan, Pulang.
Total jumlah jamuan dengan pedagang terse-but 54 kali jamuan makan Tepat pada jamuan ke-54 (bulan ketujuh ), barulah Jokowi menyampaikan maksudnya ke pedagang-pedagang tersebut.
Orang bilang, saya berhasil memindahkan PKL ka-rena mereka diajak makan.. Padahal tidak seperti itu.
Saya ini hanya berusaha nguwongke wong -mema-nusiakan manusia.
Akhirnya Pemerintah Kota Tebing Tinggi melakukan relokasi terhadap pedagang untuk men-goptimalisasi Pasar Gambir. Sebanyak 104 stan akhirnya dihuni pedagang dengan berbagai jenis dagangan. Untuk menjaga kelangsungan ketertiban para pedagang agar tidak kembali berjualan ke badan jalan, Walikota memberikan penjelasan bahwa untuk selanjutnya tidak ada lagi ijin bagi pedagang
baru yang ngemper-ngem-per membuat kios-kios baru, Pemerintah Kota akan mengambil tinda-kan tegas, kios-kios yang dibangun liar. Kita tidak akan mentolerir, termasuk juga kepada petugas lapangan yang coba-coba bermain, itu penegasan Walikota
Kepala UPT Pasar Kota Tebingtinggi M Situ-meang mengatakan untuk menampung pedagang yang saat ini berjualan di badan jalan, pihaknya sudah menyediakan 145 meja.
“Seluruh pedagang akan ditempatkan berjualan di dalam gedung Pasar Gambir,” jelas Situmeang sembari mengatakan pihaknya melakukan optimalisasi pedagang dengan menerapkan cara -cara kekeluargaan, pendekatan yang simpatik dan persuasive mengedepankan asas demokrasi yakni pedagang melakukan cabut nomor sehingga tidak terjadi kesenjangan (tebang pilih) terhadap kepemilikan stan (tempat berjualan).
Cara-cara ini efektif para pedagang terlihat dengan tertib memindahkan dagangannya saat dire-lokasi ke bagian dalam gedung Dengan tertatanya pasar gambir, seluruh masyarakat akan menjadi nyaman saat berlangsungnya kegiatan jual beli.
**..Ibnu Saud Sihombing
Laporan Utama
VS
PASAR MODEREN
PASAR TRADISIONAL
PASAR
merupa-kan tulang punggung pere-konomian masyarakat, baik masyarakat yang berada di-kalangan kelas bawah ataupun masyarakat yang berada di kalangan kelas atas.Semua unsur yang berkaitan dengan hal ekonomi berada di pasar mulai dari unsur produksi, distribusi, ataupun unsur konsumsi. Pasar merupakan tempat masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidup. Pada awalnya pasar terbentuk di suatu tempat yang luas, dan di tempat tersebut terjadilah transaksi jual-beli antara pedagang dan pembeli. Baik pasar tradisional mau-pun pasar modern merupakan tempat vital bagi masyarakat umum untuk memenuhi kebu-tuhan hidup.
Pasar tradisional meru-pakan tempat bertemunya pen-jual dan pembeli serta ditandai dengan adanya transaksi pen-jual pembeli secara langsung dan biasanya ada proses tawar-menawar yang terjadi. Ke-banyakan menjual kebutuhan sehari-hari seperti bahan-bahan makanan berupa ikan, buah, sayur-sayuran, telur, daging, kain, pakaian, dan lain-lain. Selain itu, ada pula yang menjual kue-kue dan barang-barang lainnya.
Pasar seperti ini masih
ban-yak ditemukan di Indonesia, dan
umumnya terletak dekat kawasan perumahan dan perkampungan agar memudahkan pembeli untuk mencapai pasar.
Sisi negatif dari pasar tradisional adalah keadaannya yang cenderung kotor dan kumuh sehingga banyak orang yang segan berbelanja disana. Beberapa pasar tradisional yang legendaris antara lain adalah pasar Beringharjo di Jogja, pasar Klewer di Solo, pasar Johar di Semarang. Pasar
tradi-sional di seluruh Indonesia terus
mencoba bertahan menghadapi serangan dari pasar modern. Masing masing pasar baik yang tradisional maupun yang moderen
memiliki kelebihan sendiri-sendiri diantaranya,
Di pasar tradisional, barang-barang yang dijual masih dalam keadaan fresh, berbeda dengan di pasar modern. Misal-kan saja keadaaan sayur, di pasar tradsional sayur-sayuran masih fresh, sdangkan di pasar modern semacam supermarket, sayur-sayur tersebut sudah di disimpan lama di mesin pendingin agar terlihat segar.
Di pasar tradisional tidak ada monopoli dagang seperti di pasar modern. Kamu bisa lihat, para pedagang di pasar tradisional sudah seperti saudara sendiri dan saling membantu
LaporanLaporanUtamaUtama
jika ada pembeli yang membutuh-kan suatu barang tetapi nggak ada di tempat yang kamu jual. Sedan-gkan di pasar modern, persaingan-nya sangat jelas terlihat. Saling mengadakan promosi barang. Karena langsung berasal dari hasil produksi, maka harga yang di tawarkan cenderung lebih murah. Jika di pasar modern, harga yang di jual sudah pasti mengutamakan keuntungan.
Harga yang di jual bisa ditawar sesuai kesepakatan antara
pembeli dan pedagang. Itulah sen -inya. Kita harus bisa bernegosiasi dengan sang pedagang.
Pasar tradisional yang awal mulanya identik dengan kotor dan tidak sehat. Kini terus berbenah. Pasar tradisional kini mulai dirombak dengan konsep modern.
Adanya interaksi antara pembel dan penjual menjadikan kamu dan penjual semakin akrab. Apalagi jika kamu mengenalnya dan menjadi salah satu pelanggan, maka jangan heran jika mendapat diskon.
Pasar modern termasuk pasar konkret karena pasar mod-ern memenuhi beberapa syarat yaitu : Barang yang kita beli dapat kita ambil pada saat itu juga tersedia barang konsumsi karena pasar modern merupakan pasar yang menjual barang-barang yang dapat dikonsumsi secara langsung. Pasar modern tergolong pasar monopoli, karena harga-harga ditentukan oleh penjual tampa ada tawar-mwnawar, pembeli dan penjual tidak memiliki kebeba-san untuk melakukan interaksi. Kelebihan pasar modern diband-ing pasar tradisional cukup jelas, mereka memiliki
banyak keunggulan yaitu nyaman, bersih serta terjamin Terdapat AC yang menciptakan suasana sejuk dan sistem pembayaran yang cash end carry komponen tadi menjadi andalan dari pasar modern dan hal
tersebut tidak dimiliki oleh pasar tradisional.
Barang-barang yang dijual di pasar tradisional dan pasar modern memiliki perbedaan
harga yang cukup signifikan.
Harga suatu barang di pasar tradi-sional bahkan bisa sepertiga dari harga barang yang sama yang dijual di supermarket, terutama untuk produk-produk segar seperti sayur-mayur serta bumbu-bumbu dapur seperti bawang merah, bawang putih, jahe, lengkuas, merica, cabai merah, cabai rawit, dan lain sebagainya Untuk produk-produk segar seper-ti daging, ikan, sayur-mayur, telur, dan lain sebagainya, pasar tradis-ional biasanya menyajikan produk yang jauh lebih segar ketimbang supermarket, karena belum
ditam-bahkan zat pengawet. Logikanya,
pedagang di pasar tradisional me-miliki dana yang cukup terbatas sehingga hanya mampu membeli pasokan barang dengan jumlah tidak terlalu banyak. Dengan demikian, produk-produk yang dijual pun lebih terjaga kesegaran-nya.
Untuk urusan diskon, sejumlah supermarket memang sering memberikan berbagai penawaran yang menggiurkan. Akan tetapi, perlu diperhatikan apakah hal tersebut
merupakan rayuan terselubung (gimmick) agar pembeli bersikap lebih konsumtif. Tak jarang,
orang menjadi lapar mata ketika berbelanja di supermarket dan tergoda membeli
barang-barang yang tidak mereka butuh-kan.
Pasar tradisional maupun pasar modern memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Dewasa ini pasar-pasar modern sudah mulai menjamur di
kota-kota besar di Indonesia. Kehad -irannya sering mendapat keritik bahkan perlawanan.. Perlawanan ini sangat beralasan, misalnya karena tempat biasa mereka berjualan sudah cukup strategis dengan sewa tempat yang murah. Bila mereka pindah mungkin biaya akan mahal bagi pedagang biasa yang memiliki modal kecil, Keadaan ekonomi para pedagang cukup pas-pasan. Kebanyakan dari mereka lebih memilih berjua-lan sebagai pedagang kaki lima (PKL).
Pada kenyataannya, masyarakat lebih merasa nyaman berbelanja di pasar modern yang bersih, jauh dari kesan “becek”, dan terbilang lebih aman. Untuk merubah kebiasaan dari masyarakat yang biasa berbelanja di pasar tradisional, membu-tuhkan proses yang lama untuk beralih ke pasar modern Untuk
Indonesia, pasar tradisional sudah
menjadi ciri khas tersendiri. <berbagai sumber>
**.. Ibnu Saud Sihombing
Laporan Utama
Pendidikan
PERSONIL DEWAN PENDIDIKAN
TEBING TINGGI TERPILIH
B
erdasarkan SK Wali Kota Tebingtinggi itu, ke 11 anggota DP kota Tebingtinggi itu, ada-lah Wal Ashri, SP, MM (Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Tebingtinggi), Elida Safariani Dmk, SE (PC Muslimat NUTebingting-gi), Mhd Syafi’I, S.Ag (PC NU
Tebingtinggi), Drs.HT M. Jakfar
(KONI Tebingtinggi), Emil Sofyan, SPd.I (KAHMI Tebingtinggi.
Selanjutnya, Azman MS Harahap (PWI Perwakilan
Tebingtinggi), Drs. H. Rachmad
Suud, BE (DDII Tebingtinggi), Suar
-di, SE (STIE Bina Karya Tebingting
-gi), Asrita Haizan, SH, SPd (Forum Himpaudi Tebingtinggi), Ir. Bambang Sugiarto (Yasobas Tebingtinggi) dan Drs. Abdul Khalik, MAP, MI.Kom (STIT Al Hikmah Tebingtinggi).
Dalam rapat perdana anggota DP kota Tebingtinggi yang terpilih, Ketua Tim Seleksi Drs. Jumpa Ukur Sembiring didampingi Kristino Makeda, mengatakan pihaknya telah melakukan seleksi kepada 22 calon anggota yang telah memenuhi syarat dan menjalani seleksi. Namun, dari 22 calon itu, terpilih sebanyak 11 orang, karena jumlah DP kabupaten/ kota berdasarkan PP No.7/2010 tentang Pengelolaan dan Pendidikan, memang sebanyak itu.
“Kami telah melakukan seleksi dan memandang semua layak untuk jadi anggota DP. Namun, ke-tentuannya ada pada Wali Kota yang memilih 11 orang ini,” terang Jumpa Ukur. Ditegaskan, tim seleksi tidak memiliki wewenang untuk
menentu-kan siapa yang lulus atau tidak, tapi merupakan hak prerogatif Wali Kota Tebingtinggi.
Dalam rapat perdana itu disepakati memilih ketua dan sekre-taris sementara Drs. HTM Jakfar dan
Emil Sofyan, SPd.I sebagai anggota
tertua dan termuda. Keduanya akan bertugas untuk melaksanakan proses pemilihan susunan pengurus DP kota Tebingtinggi periode 2016-2021, dalam waktu dekat.
Terbentuk
Kepengurusan Dewan Pendidikan kota Tebingtinggi periode 2016-2021 terbentuk. Pembentukan kepengu-rusan yang berlangsung dengan alot melalui pemilihan dengan sistem tertutup, di secretariat DP kota Tebingtinggi di Jalan Sudirman, baru-baru ini, dihadiri 11 anggota DP terpilih.
Dalam pemilihan yang dilaksanakan pimpian sementara H. TM jakfar dan Emil Sofyan, maju tiga nama calon, yakni Abdul Khalik,
Azman Marasehat Harahap dan TM
Jakfar. Pada pemilihan pertama, dua calon mendapatkan dukungan suara yang sama, masing-masing lima suara, sedangkan H. TM Jakfar hanya mendapat satu suara.
Kedua calon sempat mel-akukan lobi untuk menentukan siapa yang berhak menduduki jabatan Ketua DP kota Tebingtinggi, namun tidak ada kata putus antara kedua calon ketua. Akhirnya, dilakukan pe-milihan kedua kalinya dengan sistem tertutup. Hasil perhitungan kemudian
dimenangkan oleh Abdul Khalik yang memperoleh 6 suara, sedangkan
Azman MS Harahap mendapatkan
lima suara.
Selanjutnya terpilih sebagai sekretaris dan bendahara, yakni Emil Sofyan dan bendahara Suardi. Sedan-gkan komposisi penuh pengurus DP kota Tebingtinggi periode 2016-2021 adalah, Ketua Abdul Khalik, Wakil Ketua Rahmad Suud, Sekretaris Emil Sofyan, Wkl. Sekretaris Asrita
Haizan, Bendahara Suardi. Dileng -kapi dengan Bidang Pertimbangan
Pendidikan Mhd. Syafii dan Elida,
Bidang Pendukung Penyelenggaraan Pendidikan Wal Ashri dan Bam-bang Sugiarto, Bidang Pengawasan
Pendidikan dan Mediasi Azman MS
Harahap dan H.TM Jakfar.
Ketua DP kota Tebingtinggi Abdul Khalik, menyebutkan DP kota Tebingtinggi bisa menjadi pendukung kuat dalam upaya memajukan pen-didikan kota Tebingtinggi yang telah dilakukan Dinas Pendidikan selama ini. Salah satu ruang yang masih ter-buka itu, adalah memberikan dukun-gan dalam bentuk peduli terhadap anak-anak miskin yang pintar dan berprestasi. Juga memberikan dukun-gan kepada guru-guru swasta untuk mendapatkan kehormatan yang lebih baik dari keikhlasan mereka meng-abdi kepada anak bangsa. “Obsesi ini akan jadi program DP Tebingtinggi ke depan dan berharap dukungan masyarakat,” tandas Ketua DP yang baru itu.
@ A. Khalik
Personil Dewan Pendidikan (DP) kota Tebingtinggi periode 2016-2021 telah terpilih
sebanyak 11 orang. Terpilihnya 11 anggota DP kota Tebingtinggi itu berdasarkan Keputusan Wali Kota Tebingtinggi Ir.H. Umar Z. Hasibuan, MM, melalui Surat Keputusan
SMK NEGERI 1 TEBING TINGGI
LAKSANAKAN MARKETING EXPO
SINERGI
Pendidikan
Acara ini akan tetap kita laksana-kan pada sekolahy ini, karena pada acara ini syarat-syarat ilmu ekonomi ada yaitu, konsumen,Produsen dan Harga, disinilah awalnya perputaran uang itu.Disamping itu diacara ini telah terlaksana sebentuk pasar ialah tempat bertemu produsen dan kon-sumen dan terjadilah harga, untuk kwalitas produksilah yang menentukan tinggi ren-dahnya harga, kata T.Nadadap, Spd yang juga pakar ekonomi di sekolah ini.
Pelaksanaan Marketing Expo Tahun 2015-2016 ini didahului dengan laporan panitia pelaksana ny.Elfrida Marpaung, BA didampingi Ketua Jurusan DKV ny.Senyoren
Manik, Spd mengatakan, bazar ini dilaksana -kan pada sekolah SMK Negeri 1 ini setiap Tahun dan apa yang dilaksankan pada hari ini adalah untuk yang ketiga kalinya, menurut catatan kami setiap Tahunnya ada peningka-tan, jauh lebih baik dari pelaksanaan sebel-umnya.
PERGURUAN
SMK Negeri 1 di jalan Letda Sujono Kecamatan Bajenis Kota Tebing Tinggi, baru-baru ini Melaksanakan Marketing Expo Tahun 2016.Bertujuan un-tutk menciptakan lapangan kerja kepada murid-muridnya nanti setelah tamat dari sekolah ini, dilaksankan secarabazar selama satu hari penuh.Acara pembukaannya di -hadiri dari Dinas Pendidikan Kota Tebing Tinggi, Dewan Guru, serta undangan lainnya.
Kepala sekolah SMK Negeri 1 Tebing Tinggi Drs. Parlindungan diwakili oleh wakil Kepala sekolahnya
T.Nadadap, Spd pada acara pembukaan bazar (Marketing
Expo) mengatakan, pada hari ini untuk yang ketiga
kalin-ya perguruan SMK Negeri 1 ini melaksanakan bazar atau
Marketing Expo Tahun 2016.Disini juga telah berlangsung prosese belajar mengajar, walaupun bertempat pada lapan-gan terbuka SMK Negeri 1.
Marketing Expo Tahun 2015-2016 pesertanya ada 33 stand dalam 1 stand pelaksananya 3 kelompok sedangkan 1 kelom-pok 10 orang.Diakuinya, lokasi pelaksanaan Marketing Expo ini sungguh tidak mencukupi sangat sempit, oleh karena disini juga terlaksana belajar dan mengajar, tidak ada terasa sempit lokasi
tem-pat pelaksanaan bazar yang cukup
meriah ini ujar ibu Marpaung kepada penulis yang menyaksikan langsung acara ini.
Selanjutnya dikatakan ibu Marpaung, produk yang dipajang dan dijual oleh siswa-siswi dari jurusan : Pemasaran, Akuntansi, DKV dan Perkantoran.Modalnya dari Siswa-siswi itu sendiri dan hasil dari karya mereka itu sendiri.Agar supaya modal usaha mereka harus pulang,nah disinilah praktek mereka menguasai kon-sumen yang datang untuk berb-elanja, tentunya mereka sebagai
penguasa harus ramah dan sabar menghadapi para konsumen yang datang kelokasi Marketing Expo ini.
Lain halnya dengan kata Ketua jurusan DKV Ny. Senyoren Manik, Spd, jurusan ini beda dengan jurusan lain, disini hanya memajangkan dan memasarkan
hasil kreatifitas mereka dikelas 10,
11, 12, seperti membuat poster, sablon baju, karikatur dan mem-buat barang bekas menjadi ber-bagai minatur bermacam bentuk yang diharapakan oleh konsumen, “yah paling tidak apabila mereka setelah tamat dari sekolah ini , sudah dapat memanfaatkan ilmu pengetahuan yang mereka dapat dibangku sekolah .“ ujarnya. Dari celah-celah keramaian pada acara ini penulis bertemu dengan seorang siswa Muhammad
Riduan kelas XI AK1 mengata -kan, setelah mereka tamat dari sekolah ini apakah sudah bekerja
atau belum mendapatkan peker-jaan, pasti bergaul dan mengha-dapi beragam masyarakat, apakah itu tingkat menengah kebawah atau menengah tingkat atas.”kalau saya dan teman-teman yang bergabung dikelompok Teater yang ada disekolah ini, yah bisa dikatakan sudah terjun ditengah masyarakat , karena kami juga digembleng untuk percaya diri ”, kata Riduan yang sudah ber-main ditingkat Provinsi Sumatera Utara”katanya kepada penulis.
Ketua panitia pelaksana Ibu
Elfrida Marpaung,BA
mengata-kan, kegiatan bazar ini merupakan
program Tahunan yang dilaksana-kan oleh jurusan Pemasaran.Saya berharap kegiatan dapat mem-berikan manfaat bagi siswa SMK Negeri 1 Tebing Tinggi, terlebih nantinya setelah terjun kedunia
usaha dan Industri,katanya opti -mis.
Zikri Sikumbang, BA
SEORANG petani di Kel. Lalang, Kec. Rambutan bernama
Saliman, berhasil mengembang-kan tanaman kol dataran rendah. Bunga kol itu dikembangkan Saliman melalui budidaya sederhana, namun dengan hasil memuaskan. Tak ada hambatan yang berarti, meski di musim hujan, sedikit mengalami kendala, namun kendala hujan bisa di atasi dengan teknik sederhana pula.
Kesehatan
PETANI T.TINGGI BERHASIL KEMBANGKAN
BUNGA KOL DATARAN RENDAH
TANAMAN bunga kol dataran rendah yang berhasil di tanam di kelurahan organic, yakni
Kel. Lalang, kota Tebingtinggi. Sinergi/Ist.
Peluncuran budidaya tanaman kol dataran rendah itu,
dilakukan Wali Kota Tebingtinggi Ir.H. Umar Z Hasibuan,
MM, kemarin, bersama sejumlah pimpinan SKDP. Kegiatan itu dalam rangka peresmian kampung organik dan kampung iklim sebagai upaya menjadi kota lintasan itu sebagai green city.
Kesehatan
Diakui, tingkat kesulitan perawatan bunga kol dataran rendah sebenarnya tidak ada, Hanya saja ketika curah hujan tinggi, perkembangan bunga kol sedikit terganggu dan harus ditu-tup dengan plastik. “Tapi karena di Tebing ini lebih banyak iklim panasnya sepanjang tahun, me-nanam kol jenis ini tidak sampai membuat repot lah,” jelas dia.
Wali Kota Tebingtinggi, mengapresiasi budidaya yang dilakukan Saliman. Umar, menga-takan apa yang dilakukan Saliman pantas diapresiasi tinggi, karena
dengan kreatifitas yang dimiliki,
dengan lahan terbatas, akan terjadi
prduktifitas yang tinggi. Kota
Tebingtinggi harus diakui memi-liki lahan yang terbatas, namun jika para petani bias berkreasi serta melakukan inovasi atas berbagai tanaman pertanian, maka yang muncul adalah berbagai keajaiban seperti yang dilakukan Saliman.
Ditambahkan, kota Tebingtinggi tidak harus mem-produksi tanaman pertanian secara massif, karena memang tidak memiliki lahan yang cukup. Akan tetapi, ke depan petani
Tebingtinggi harus berfikir untuk
melakukan budidaya bibit-bibit
tanaman pertanian yang dimodifi -kasi, sehingga muncul bibit-bibit unggul yang bisa bersaing secara ekonomis.
Apa yang dilakukan Pak Saliman adalah contoh petani kre-atif dan inovkre-atif, karena biasanya kol dan bungana hanya bisa tum-buh di dataran tinggi, tapi kini ada tanaman kol dan bunganya yang bisa tumbuh di kawasan
data-ran rendah,” pujinya. Ke depan, tandas Wali kota, Tebingtinggi bisa menjadi sentra bibit bunga kol dataran rendah, di mana orang akan datang ke sini.
2 Ton Pupuk Oplosan
Ketekunan petani kota Tebingtinggi dalam mengem-bangkan varietas tanaman per-tanian unggul memang sangat menggembirikan. Namun, terka-dang banyak tantangan yang harus dihadapi oleh si petani, misalnya keberadaan pupuk palsu atau oplosan yang banyak beredar di kota Tebingtinggi. Hal itu mem-butuhkan sikap tanggap aparat keamanan, seperti yang dilaku-kan oleg Subdenpom 1/1 kota Tebingtinggi, belum lama ini.
Gabungan Subden Pom 1/1 kota Tebingtinggi dan Subden Pom 1 Pematang Siantar meng-gerebek gudang oplosan pupuk UD Bintang Tani, di Jln. Setiap Budi, Kel. Brohol Kec. Bajenis, Kamis pertaman Januari, sekira
pukul 00.15 WIB. Diperkirakan,
hasil penggerebekan itu disita sekira dua ton pupuk oplosan jenis urea.
Diduga pupuk oplosan itu bermula dari pupuk Urea bersub-sidi, kemudian dioplos menjadi pupuk non subsidi dengan mereka ‘Mahkota.’ Dalam penggerebekan itu turut ditangkap pemilik UD Bintang Tani berinisial PTH alias A, 54, warga Jalan Setia Budi, Kel. Brohol, Kec. Bajenis. Dari dugaan sementara, petu-gas Polisi Militer (PM) berhasil mengamankan 2 ton pupuk jenis Urea yang berganti kemasan dari pupuk bersubsidi dijual menjadi
pupuk non subsidi dengan merk Mahkota. Saat terjadi penggerebe-kan, semula pemilik usaha tidak berada ditempat. Namun, bersama dengan aparat kecamatan dan kelurahan, melakukan pembukaan paksa pintu gudang secara paksa.
Di dalam gudang kita menemukan pupuk oplosan kira-kira 2 ton,” ujar Komandan Denpom 1/1 Tebingtinggi Kapten Anthonius Sembiring yang tu-rut dalam opersi itu. Namun, tak berapa lama setelah digerebek, pemilik gudang mendatangi areal penggerebekan, sehingga dengan mudah diciduk aparat Denpom 1 PS.
Hasil dari penggerebekan ini, kata Komandan Denpom 1 PS
Kapten Zulkifli akan diserahkan
kepada Mapolres Tebingtinggi un-tuk dilakukan penyelidikan. “Ba-rang bukti ini akan kami serahkan ke Mapolres Tebingtinggi untuk segera dilakukan penyelidikan,” imbuh Anthonius Sembiring.
Menurut Kapten Zulkifli,
penggerebekan atas gudang pupuk oplosan itu, setelah menerima laporan dari masyarakat tentang adanya peredaran pupuk oplosan di kota Tebingtinggi. Kemudian, ,masyarakat mengetahui ada tempat pengoplosan di kawasan mereka. Segera saja tim melaku-kan penggerebemelaku-kan dan berhasil menyita barang yang merugikan petani itu.
Abdul Khalik
Waspadai Pembelian
Narkoba Dilakukan
Secara Kongsi
H U K U M
SINERGI
Media Pemerintah Kota Tebing Tinggi
WALI KOTA Tebingtinggi Ir.H. Umar Zunaidi Hasibuan, MM, megingatkan agar masyarakat terutama orang tua
mewaspadai pembelian narkoba dengan cara kongsi.
Jalan dan jembatan itu sangat kami perlukan Pak Wali, tolong agar jalan penghubung Kel. Pinang Mancung dan Brohol itu segera diselesaikan,” ujar seorang tokoh masyarakat.
Terkait itu, Wali Kota mengatakan salah satu ken-dala dari kelanjutan pemban-gunan jalan alternative dan jembatan di Kel. Brohol itu, adalah mahalnya harga lahan yang ditawarkan masyarakat. “Pemko Tebingtinggi tidak pu-nya dana untuk membebaskan lahan masyarakat, karena ganti harganya sangat mahal. “Kita harapkan ada masyarakat yang terpakai lahannya untuk mem-berikan lahan secara sukarela, karena lahan itu untuk kepent-ingan masyarakat,” imbuh Wali Kota.
Beberapa masalah juga diungkapkan dalam kegiatan itu, diantaranya biaya keseha-tan dan berbagai kebutuhan masyarakat lainnya, misalnya KTP, KK, akte kelahiran, akte kematian yang semuanya dig-ratiskan.
P
raktek demikian harus dicegah, karena biasanya hal demikian dilakukan oleh anak-anak dan remaja yang mulai kecanduan barang haram itu. Selain modus bandar narkoba untuk menghan-curkan generasi muda.Hal itu dipesankan Wali Kota, saat melakukan kegia-tan ‘Jumat Keliling’ di Kel. Brohol, Kec. Rambukegia-tan. Terlihat
mendampingi Asisten I Drs. Agussalim serta sejumlah pimpinan
SKPD, Camat dan Lurah. Kegiatan itu dihadiri ratusan warga masyarakat.
Disampaikan, saat ini para pecandu narkoba bukan saja dari kalangan yang memiliki uang banyak, tapi sudah men-jangkiti kalangan warga miskin yang memiliki uang pas-pasan. Namun, karena sudah kecanduan, dibuatlah teknik membeli narkoba dengan cara kongsi antar sesame teman. “Praktek ini, belakangan diketahui telah pula dilakukan anak remaja dan anak-anak, khususnya di kalangan pelajar SD dan SMP,” ung-kap Wali Kota.
Untuk mencegah praktek pembelian narkoba secara kongsi itu, Wali Kota menambahkan, semua warga harus juga bergotong royong untuk melakukan pencegahan terhadap hal itu. “Saat ini budaya peduli pada anak-anak orang lain harus dimunculkan kembali. Jika ada kelainan pada remaja dan anak-anak di lingkungan kita, maka segera lakukan tindakan mengadukan hal itu, baik kepada orang tua maupun para tokoh masyarakat,” pesan Umar Hasibuan.
BNNP Beroperasi
Menyikapi hal itu, Badan Nasional Narkotika Provinsi
(BNNP) dan Kantor Imigrasi
Kanwil Hukum dan HAM Sumut dalam waktu dekat segera berop-erasi di kota Tebingtinggi. Berba-gai fasilitas yang dibutuhkan olah kedua instansi itu sudah dalam ta-hap penyelesaian, termasuk dian-taranya pernyiapan personil PNS yang akan mendukung keberadaan kedua kantor itu nantinya.
Hal itu terungkap saat kunjungan dua petinggi Kantor
Imigrasi Kanwil Hukum dan Ham
serta BNNP Sumut, kepada Wali
Kota Tebingtinggi Ir.H. Umar Z
Hasibuan, MM, Kamis (3/3), di rumah dinas Jalan Sutomo. Kedua petinggi instansi itu, adalah AKBP Karjono, SP dari BNNP dan M. Diah, SH, MH dari Kementerian Hukum dan Ham. Wali Kota didampingi wakil dan sejumlah pimpinan SKPD.
Fasilitas kedua kantor
itu, yakni BNNP berada di Balair
Kartini Jalan Imam Bonjol, sedan
-gkan Kantor Imigrasi unit lay -anan paspor (UP) berada di bekas
akntor BPBD di Jalan HM Yamin.
Tak berapa lama lagi kedua kantor itu akan segera beroperasi.
Dalam pertemuan pet-inggi BNNP Karjono mengatakan sangat apresiasi atas dukungan Pemko Tebingtinggi terhadap BNNP dengan memberikan kan-tor yang representatif. Namun, BNNP juga mengharapkan kira-nya Pemko Tebingtinggi memper-siapkan 10 personil PNS golongan
III yang akan beraktifitas di kantor
baru itu nantinya. Sedangkan Wali Kota menyatakan kesanggupan-nya untuk menyiapkan 10 personil PNS mendukung kinerja BNNP.
H.M Diah dari Kanwil Hukum dan Ham juga menyata-kan hal sama dan sangat berterima kasih atas dukungan penuh yang diberikan Pemko Tebingtinggi
ter-hadap pendirian Kantor Imigrasi
unit Tebingtinggi sebagai bagian
dari Kantor Imigrasi Cabang
Pematang Siantar. “Kita berharap berdirinya kedua instansi itu akan mendukung pembangunan dan kesiapan kota Tebingtinggi meng-hadapi MEA,” ujar kedua pejabat itu.
Wali Kota Ir.H. Umar Z
Hasibuan, MM, dalam perbincan-gan itu menyatakan sangat antu-sias dengan keberadaan BNNP
dan Kantor Imigrasi. Di mana
kedua instansi itu akan sangat membantu Pemko Tebingtinggi melayani masyarakat dalam kotan maupun di luar kota. “Beroper-asinya BNNP akan mampu me-nanggulangi berbagai kajahatan narkoba yang kian meresahkan,
sedangkan Kantor Imigrasi akan
memberikan keuntungan ke-pada Pemko Tebingtinggi dan masyarakat dalam pengurusan paspor dan lainnya,” tandas Umar.
@ A. Khalik
PETINGGI salah satu instansi Pemprovsu yang akan membuka kantor perwakilan di kota Tebingtinggi saat diulosi Wali Kota. Sinergi/Ist
Lingkungan Hidup | Mobil Penyedot Lumpur
AKSI CEPAT TANGGAP SOAL
LINGKUNGAN PASAR KITA
Wali Kota Tebingtinggi Ir.H. Umar Z. Hasibuan, MM, memerintahkan kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Kebersihan dan Pertamanan untuk segera menangani drainase di sekitar Pasar Gambir.
Pantauan, kondisi ini telah berlangsung lama dan tidak terlihat ada solusi dari Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP), bagaimana
agar Jalan Iskandar Muda dan kawasan Pasar Gambir tidak tergenang
saat hujan turun. Diperkirakan, penyebab terjadinya genangan besar di kawasan itu, karena adanya drainase yang berasal dari anak sungai yang mengalami pendangkalan serius. Sedangkan hilirnya di Sei Bahilang
juga tersekat akibat aktifitas pasar di Jalan Jawa.
“Beberapa tahun lalu drainase itu sempat dikeruk, tapi bela-kangan dangkal balik,” ujar seorang pedagang. Warga Gg. Buntu, Kel. Pasar Gambir Hasan Damanik, mengatakan seharusnya DKP kota Tebingtinggi melakukan pengerukan rutin terhadap drainase di
Kam-pung Tempel, karena itu lah penyebab utama genangan di Jalan Is -kandar Muda. Di masa Kadis DKP yang lalu, ini pernah dilakukan, tapi sekarang tak pernah lagi, sehingga dangkal.
Meski demikian, genangan air di Jalan Iskandar Muda dan ka -wasan Pasar Gambir itu, beberapa jam kemudian kembali surut. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Drs. Wahid Sitorus,
saat dikonfirmasi, mengatakan masih melihat apakah ada kerugian aki -bat genangan banjir sporadis itu.
KAWASAN
Pasar Gambirdi Jalan Iskandar Muda di Kel.
Pasar Gambir, Kec. Tebingtinggi Kota, masih saja jadi kawasan genangan air ketika hujan turun. Padahal, kawasan ini baru saja di tata sebagai kawasan pasar yang tertib dan bersih oleh Dinas Pen-dapatan bersama Kantor Satpol PP.
Seperti yang terjadi, baru-baru ini, akibat hujan hampir seharian dan lebat sekira
satu jam, kawasan Jalan Iskandar
Muda itu tergenang air hingga 50 Cm. Akibatnya menyulitkan pengguna jalan dan konsumen yang hendak belanja di Pasar Gambir.
Lingkungan Hidup
Wali Kota Tebingtinggi
Ir.H. Umar Z Hasibuan, MM,
dalam rapat koordinasi di ruang data, meminta agar seluruh aparat Pemko Tebingtinggi bersiap siaga dalam menghadapi kemungkinan baniir dan berbagai bencana lain-nya di kota Tebingtinggi. “Cuaca tak terduga harus diwaspadai, ka-rena bisa saja banjir datang tiba-tiba dan kita lengah. Jadi harus persiapkan segala kemungkinan,” pesan Wali Kota sebagai
jajaran-nya, dalam briefing di ruang data
Sekretariat Pemko Tebingtinggi.
Drainase Pasar Gambir
Menyikpai hal itu, Wali
Kota Tebingtinggi Ir.H. Umar Z.
Hasibuan, MM, memerintahkan kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Kebersihan dan Perta-manan untuk segera menangani drainase di sekitar Pasar Gambir. Jangan sampai kawasan itu men-galami genangan saat hujan turun, seperti yang terjadi beberapa hari sebelumnya.
Hal itu disampaikan Wali Kota, saat mengunjungi komplek Pasar Gambir serta berdialog den-gan pedaden-gang yang telah
menem-pati los pasar C di Jalan Iskandar
Muda, Kamis (11/2). Wali Kota berkunjung didampingi sejumlah pejabat SKPD terkait.
Dalam kunjungan itu,
Wali Kota Ir.H. Umar Z Hasibuan,
MM, berdialog dengan pedagang yang telah menempati lokasi mas-ing. Dalam dialog itu rata-rata menyatakan senang dengan lokasi yang baru. Alasannya, lokasi yang disediakn Pemko Tebingtinggi cukup bagus. Pedagang tidak perlu harus berbecek-becek serta harus berpanas-panas, karena berjualan di tepian jalan.
Beberapa lainnya malah mengatakan omset dagang mereka meningkat, karena konsumen semakin banyak yang berbelanja, mengingat lokasi berdagang
ber-Dalam kunjungan itu Wali Kota meminta kepada dinas terkait, agar menindak dengan tegas jika ada pedagang yang masi berani menggelar dagangannya di tepi jalan. “Tugas Satpol PP untuk menegakkan peraturan, jangan ada lagi pedagang yang berjualan di tepi jalan,” pesan dia Kepala Kakan Satpol PP
Selain itu, disampaikan pula, agar jumlah pedagang tidak boleh lagi bertambah atau
men-dapat izin baru. “Jangan
oknum-oknum di Dispenda menerima pedagang lain berjualan di lokasi Pasar Gambir atau member lapak lain, sehingga kondisi jadi rawan
konflik,” tegas Umar Hasibuan.
Terkait parkir kenderaan di kawasan Pasar Gambir, Wali Kota juga memerintahkan pihak Dinas Perhubungan melakukan pena-taan secara baik, sehingga Jalan
Iskandar Muda tidak menjadi
sumpek.
Walikota mengatakan Pemerintah Kota Tebing Tinggi akan terus melakukan pembena-han dan penertiban pasar-pasar yang ada, pada prinsipnya Pemko tidak menggusur pedagang, tetapi menata dan menertibkannya se-baik mungkin untuk kenyamanan para pembeli dan pedagang dan keindahan Kota Tebing Tinggi.
Mobil Penyedot Lumpur
Aksi cepat tanggap beri-kutnya, mobil penyedot lumpur bantuan Kementerian PU dan Perumahan Rakyat senilai Rp4,5 milyar, melakukan test drive di komplek Pasar Gambir, Kel. Pasar Baru. Hasilnya luar biasa, lumpur yang selama ini memenuhi drain-ase dan sulit diangkat, bisa diang-kat menggunakan mobil itu.
Pelaksanaan uji coba mo-bil penyedot lumpur itu, langsung disaksikan Wali Kota Tebingtinggi
didampingi Kadis Kebersihan dan Pertamanan Hj. Rusmiyaty, ST.
Dalam operasionalnya, mobil penyedot lumpur itu meng-gunakan sejumlah peralatan mekanik yang bergerak melalui sistem yang kendalikan seorang supir. Supir mobil itu sendiri berada dalam pengawasan tenaga mekanik ahli dari Kemen PU-PERA yang khusus datang dari Jakarta.
Wali Kota Ir. H. Umar Z
Hasibuan, MM, mengatakan ke-beradaan mobil penyedot lumpur ini akan mampu memecahkan se-bagian masalah banjir dan genan-gan yang selama ini meresahkan masyarakat. Diakui, akibat drain-ase yang tumpat, maka ketiak hujan turun, air akan lambat men-galir, sehingga terjadi genangan. “Genangan itu, karena drainase kita tersumbat, kalau sudah ada mobil seperti ini masalahnya akan bisa teratasi,” tegas Wali Kota. Ditambahkan, bantuan Kemen PUPERA itu merupakan berkah bagi kota Tebingtinggi, karena mobil jenis ini masih langka. Sehingga ke depan mobil ini haus dipelihara dan dipergunakan sebaik-baiknya untuk keperluan masyarakat.
Selain mobil penyedot lumpur itu, Pemko Tebingtinggi juga memperolah bantuan dump truk 12 M3, mobil tangki tinja
bulldozer D8. Kemudian escava -tor dan ump truk 6 M3. “Kalau dihitung nilainya mencapai Rp13 milyar,” aku Umar. Pemko Tebingtinggi menyampaikan terima kasih kepada Direktur Pengembangan Penyehatan Ling-kungan dan Pemukiman (PPLP) Ditjen Cipta Karya Kemen PUPERA.
Hadi Supeno, SE Ingin Rakyatnya Maju
Lurah Coba Rubah Pola Pikir Petani Untuk
Kembangkan Bunga Kol
Lingkungan Hidup | Bunga Kol
Lurah Lalang Hadi Supeno didampingi petani, Saliman menunjukan tanaman budidaya bunga kol di Kelurahan Lalang Kota Tebing Tinggi.
MEMANG tak terpikirkan oleh kita kalau tanaman bunga kol yang hanya bisa hidup didataran tinggi berhawa dingin, tetapi didataran rendah dan bersuhu panas, tana-man bunga kol ini bisa tumbuh dan berkembang dengan subur yaitu atas prakasa pemikiran Lu-rah Lalang Kecamatan Rambutan Kota Tebing Tinggi Hadi Supeno SE untuk merobah pola pikir para petani dilahan pertanian sempit bisa menghasilkan keuntungan besar.
Tepatnya di Kelompok Tani Karya Bersama di Gang Bukit Jamu
Lingkungan II Kelurahan Lalang
Kecamatan Rambutan Kota Tebing Tinggi binaan Lurah Lalang Hadi Supeno dan Saliman Ketua Kelom-pok Tani mencoba membudidayakan tanaman bunga kol dilahan seluas setengah rante tumbuh dengan subur dan mulai mengeluarkan bunga kol.
Saliman selain menanam bunga kol, juga menanam tana-man sayur jenis gambas, kacang panjang, mentimun dan paria pa-hit. Tetapi tanaman yang akan terus dikembangkan adalah bunga kol. Karena selain tidak mema-kan tempat, harga jualnya mahal. Saliman (53) yang ber-profesi sebagai petani sudah pu-luhan tahun menanam berbagai jenis sayur-sayuran, tetapi baru sekali ini mencoba membudidaya-kan tanaman bunga kol di daerah Tebing Tinggi. Awalnya sih, Sali-man sempat tidak percaya kalau tanaman bunga kol bisa tumbuh di daerah panas, tetapi setelah men-dapatkan penjelasan dari Lurah La-lang, Saliman mulai mencobanya. Diatas lahan setengah rante tanah lempung putih, Saliman mu-lai mencoba menggemburkan tanah dengan mencampur dolomit dan pupuk organik, setelah beberapa minggu dibuat bedengan dan bibit bunga kol disemaikan. " Bibit-bibit dipindahkan kebedengan, kemudian ditanam serta terus disiram setiap
hari,"jelas Saliman, Senin (22/2). Menurut Saliman, tanaman bunga kol ini bisa panen dalam waktu 70 hari, pupuk yang diguna-kan adalah jenis Urea, NPK dan Za. Sedangkan untuk pestisida diper-gunakan yang biasa, hama hanya ulat penggeret daun."Tanaman bunga kol ini baru berumur satu setengah bulan,"ujar Saliman.
Lurah Lalang, Hadi Su-peno mengatakan bahwa perta-nian tanaman bunga kol ini baru pertama ditanam di Kota Tebing Tinggi yang cuacanya panas
yai-tu di Kelurahan Lalang, ini ter-masuk uji coba tanaman bunga kol, tetapi hasilnya menakjubkan, bunga kol bisa tumbuh subur.
Jelas Hadi kembali, pihakn-ya akan terus mengembangkan budidaya tanaman bunga kol un-tuk peningkatan kesejahteraan petani, Hadi akan berupaya terus
merobah menset (cara berpikir) masyarakat untuk merobah cara pertanian cepat menghasilkan uang.
“Dilahan sempit seper-ti Kota Tebing Tinggi kita harus mampu memfaatkan lahan den-gan baik, apabila tidak ada lahan, kita bisa memfaatkan sistem tan-am dengan polibek,"terang Hadi. Menurutnya, program pe-mantapan pertanian bunga kol ini untuk mendukung program Wa-likota Tebing Tinggi untuk bisa swadaya sayur dan Tebing Tinggi diharapkan bisa menjadi pemasok
sayur untuk wilayah hiterland Kota
Tebing Tinggi. "Ini akan menjadi
pilot projek bagi petani dari kelura-han lain, kita harapkan petani yang biasa menanam ubi bisa menggan-tinya dengan budidaya bunga kol.
KUNJUNGAN WALIKOTA TEBING TINGGI Ir. H UMAR ZUNAIDI HASIBUAN, MM KE PASAR GAMBIR
KEGIATAN SOSIALISASI DAN KOMUNIKASI INTERAKTIF ATAU JUMAT KELILING DI KELURAHAN PADANG MERBAU
SEMINAR UMUM
PERSIAPAN DAN STRATEGI MENGHADAPI MASYARAKAT EKONOMI ASEAN
KEGIATAN SOSIALISASI DAN KOMUNIKASI INTERAKTIF ATAU KAMIS KELILING SEKALIGUS PERESMIAN KANTOR LURAH BAGELEN
TASYAKURAN YAYASAN AL-HASYIMIAH TEBING TINGGI
Pemko Kita
SINERGI63 Pejabat Esselon Pemko
Tebing Tinggi Dilantik
DILANTIK “Sebanyak 63 orang pejabat eselon II, III dan IV
“Dari tiga jabatan eselon II yang
kosong saat ini hanya bisa diisi oleh dua orang yang lolos seleksi yakni jabatan Kadis Kesehatan dan Staf Ahli sesuai dengan kom-petensinya, sedangkan yang berhak mengikuti seleksi harus minimal dua kali menduduki
jabatan eselon III dan memiliki jenjang baru bisa ikut diseleksi untuk jabatan eselon II”,
urai Umar Zunaidi Hasibuan.
Dikatakan bahwa pelantikan pejabat dilaksanakan dalam rangka pengisian jabatan yang kosong, mutasi, rotasi dan promosi jabatan, hal ini adalah merupakan hal yang biasa dalam dinamika organisasi, namun tetap mengacu pada pola pembinaan berdasarkan pengembangan karir. Kepada para pejabat yang dilantik, Walikota mengingatkan jabatan yang diemban adalah implementasi dari keper-cayaan dan akuntabilitasnya harus dilakukan dengan baik, “Jabatan tersebut adalah amanah atau kepercayaan, bukan harus dimilki se-lamanya, karenanya jalankan tugas pokok dan fungsi sebaik-baiknya”, katanya.
Pada kesempatan itu, walikota meng-harapkan para pejabat yang dilantik agar melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya sesuai dengan tugas pokok dan fungsi. “Perlu saya ingatkan bahwa jabatan yang diemban adalah implementasi dari kepercayaan dan akuntabilitasnya harus dilakukan dengan baik, jabatan itu adalah amanah, bukan milik saudara selamanya, maka lakukanlah tugas dengan baik”, tandas walikota. **.Zh
SEBANYAK
63 pejabat eselon II, III dan IV di ling-kungan Pemko Tebing Tinggi dilantik Walikota Ir. H.
Umar Zunaidi Hasibuan MM, Senin (29/2) di Gedung Hj Sawiyah Nasution Jalan Sutomo kota setempat. Para pejabat yang dilantik terdiri dari 2 orang pejabat eselon
II, 11 pejabat eselon III dan 50 pejabat eselon IV.
Para pejabat yang dilantik antara lain, Kepala
Dinas Kesehatan M Syah Irwan SKM M.Kes, Staf Ahli
Bidang SDM Drs Jumpa Ukur Sembiring, Sekretaris Dinas Kesehatan HjErnawaty Lubis S.Pd S.Kep M.Kes, Sekretaris Dinas Pendidikan H. Derajat SPd MPd, Hj Kartini S.Pd Kabid Kebijakan dan Pembiayaan
Pen-didikan dan Kepala Puskesmas Rantau Laban dr Irvan
Dalimunthe.
Walikota Tebing Tinggi Ir. H. Umar Zunaidi
Ir. H. Umar Zunaidi Hasibuan :
Buka Seminar Umum Strategi Hadapi MEA
SEMINAR “Walikota Tebing Tinggi Ir. H. Umar Zunaidi
Hasibuan, MM membuka seminar umum persiapan dan strategi menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang
diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Tebing Tinggi (HMTI)”.
Kepada para mahasiswa, Umar Zunaidi mengajak untuk bangkit dan bersama-sama dengan komunitas lainnya maju dan bergerak membangun
Sumat-era Utara, berkreatifitaslah dengan ilmu
yang dimiliki. “Jika usai menyelesaikan perkuliahan tidak hanya menjadi sebagai pencari kerja, tetapi mampu pula mencip-takan lapangan pekerjaan, yang siap akan jadi pemenang, yang tidak siap akan jadi pecundang”, katanya.
Sementara Ketua HIPMI Sumut
H Akbar Himawan Bukhari, menyambut gembira kegiatan yang dilakukan para
mahasiswa yang tergabung dalam HMTI.
Dia optimis Tebing Tinggi ke depan-nya akan lebih maju. “Kita sama-sama mengetahui bahwa Kota Tebing Tinggi merupakan kota penyangga pertumbu-han ekonomi di wilayah barat, karena letaknya sangat strategis dengan beberapa proyek bersekala nasional”, katanya.
Pelabuhan Internasional Kuala
Tanjung, proyek Kawasan Ekonomi Khu-sus (KEK) Sei Mangkei didukung den-gan akses jalan tol Medan-Kualanamu- Tebing Tinggi, menjadikan Kota Tebing Tinggi menjadi lirikan para investor. “Kami sangat mengapresiasi Pemertintah Kota Tebing Tinggi melalui Walikota H Umar Zunaidi Hasibuan, yang terus tak henti-hentinya mempromosikan Kota Tebing Tinggi kepada para pelaku usaha di Sumut dan bahkan ditingkatnasional”, ujarnya.
Sekertaris Panitia Aditiya Perdana menyampaikan, seminar ini diikuti oleh 150 orangmahasiswa yang berasal dari Kota Tebing Tinggi, dan menyampai-kan terima kasih kepada Pemko Tebing Tinggi yang telah memberikan dukungan. Hadir dalam seminar tersebut pembina
HMTI DrsRidwan Rangkuti MS dan Dos
-en Fisip USU Hatta Ridho S.Sos MSP.
WALIKOTA
Tebing Tinggi Ir. H. Umar Zunaidi Ha -sibuan, MM membuka seminar umum persiapan dan strategi menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Seminar yang diikuti 150 orang peserta itu diselenggarakanHimpunan Mahasiswa Tebing Tinggi (HMTI), Senin (29/2)
di Mawaddah Ballroom Grand Hotel Darussalam Medan. Dalam seminar tersebut, hadir sebagai narasumber Ketua
IMI Sumut Musa Rajecsah, HAkbar Himawan Bukhari dari BPD HIPMI Sumut dan Drs Husin Silitonga mewakili
Kadis Pariwisata Sumut.
Walikota Tebing Tinggi Ir. H. Umar Zunaidi Ha
-sibuan memberikan apresiasi kepada HMTI sebagai pe -nyelenggara seminar tersebut. Dikatakan bahwa kegiatan itu semata-mata untuk kepentingan kemajuan Kota Tebing Tinggi khususnya dan Sumatera Utara umumnya. “Semi-nar ini sama sekali tidak ada unsur kepentingan politiknya, meskipun masa jabatan saya akan berakhir Agustus 2016
dan Pemilukadanya pada Ferbuari 2017 mendatang”,
ujarnya.
Disampaikan Umar, Asean Comminity saat ini sudah berlangsung dan sedang berjalan,kondisi ini men-jadikan hilangnya batas-batas negara di Asean, yang ada hanya sebatasadministrasi saja. Untuk itu kita tidak dapat
melarang lagi hasil produk luar masuk ke wilayah Indone -sia, one asean one produk one community, dan mahasiswa
Pemko Kita
Muzakaroh II MUI Tebing Tinggi :
I
slam Tidak Pernah Ajarkan Sikap Radikalisme
MUZAKAROH MUI “Walikota Tebing Tinggi Ir H Umar Zunaidi Hasibuan dalam kegiatan Muzakaroh ke II MUI menyampaikan bahwa Islam tidak pernah mengajarkan sikap radikalismedalam menyampai -kan ajarannya”
WALIKOTA Tebing Tinggi Ir. H
Umar Zunaidi Hasibuan, MM dalam
kegiatan Muzakaroh ke II Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Masjid An
Namirah Kompleks BP 7 Jalan Gunung Lauser Kota Tebing Tinggi meny-ampaikan bahwa keadaan yang ada sekarang ini bukan hanya aliran sesat
Indonesia, tetapi umat manusiapun ada
yang sesat.
“Islam tidak pernah mengajarkan sikap
radikalisme dalam menyampaikan
sesuatu, Islam mengajarkan dengan
sopan santun, beretika dan penuh sikap penuh toleran kepada siapapun”,jelas Umar Zunaidi Hasibuan, Sabtu (27/2).
Menurut Umar, melalui ajaran aliran yang sesat itulah akh-irnya melahirkan kader-kader yang
sesat dan muncullah sikap radikalisme dan menganggap dirinya yang paling benar dan orang lain senantiasa salah, apalagi terhadap pemerintah. “Jika hal ini dibiarkan terus bisa mengancam kedaulatan bangsa yang didirikan para pendahulu kita dengan perjuangan,
tumpah darah dan nyawa”, cetusnya.
Muzakaroh ke II Majelis Ulama Indonesia Tebing Tinggi itu
dihadiri Drs Sukon Saragih dari
Uni-versitas Islam Negeri Medan, Ketua MUI Tebing Tinggi H. Ahmad Dahlil Harahap, H. Nizar Rangkuti, Danramil 13 Kapten Inf Salehan, para tokoh agama dan ormas Islam se Kota Tebing
Tinggi.
Umar kembali menghimbau kepada masyarakat agar jangan buru-buru menyatakan sesat, kita harus tahu dahulu sesatnya dimana dan untuk mengetahuinya secara jelas, ada
lembaga MUI yang akan mengkajinya
secara mendalam. “Nantinya akan disampaikan (ajaran mana yang sesat) kepada umat dan dapat dipertanggung
jawabkan”, paparnya.
Umar berharap kepada orang tua agar mendidik anak-anaknya men-genal agama sejak dari dini utamanya membaca Al Qur’an, agar kelak tidak gampang terpengaruh dengan ajaran yang sesat. “Kita berharap generasi
yang ditinggalkan dimasa datang lebih tangguh, kuat dan cerdas”, katanya.
Sementara itu, Drs H Sukon Saragih MAg dalam ceramahnya
antara lain mengatakan forum muza -karoh sangatlah tepat untuk menangkal berkembangnya aliran sesat di tanah air.“Kemajuan tekhnologi informasi dan kebebasan berpendapat memulus-kan cepatnya faham sesat berkembang yang disampaikan para tokohnya merekrut orang-orang untuk bergabung dengan mereka”, jelasnya.
Dijelaskan Sukon, melemahn-ya pemahaman agama dan tekanan ekonomi menjadi faktor utama terje-rumusnya umat ataupun banyak orang ke aliran sesat seperti Gafatar, Amanat
Keagungan Ilahi, Mukmin Muballigh, Ahmadiyah, Inkarsunnah, Salam -uliah dan Syi’ah. “Ulama-ulama palsu banyak tumbuh subur dimana-mana, ceramahnya dikemas lelucon, lawak dan guyon, ajaran agama berubah jadi tontonan bukan tuntunan yang semuan-ya hansemuan-ya sekedar mencari popularitas”, cetus Sukon.
Bukan saja nabi palsu yang berbahaya, ulama-ulama palsu lebih berbahaya lagi, sebabdalam tausyiahn-ya selalu mentausyiahn-yampaikan hadist palsu,
akibatnya umat Islam tidak istiqomah
menjadi malas, santai, mudah, lemas, loyo dan lumpuh. Untuk mencegahnya, harus ada beberapa langkah diantara-nya ulama secara insentif melakukan
pertemuan, dialog, diskusi, muza -karoh guna membangun kekompakan, bersatu berjuang membina, menuntun, melindungi, mendidik umat.
“Menanamkan pendidikan tauhid yang benar, menggalakkan upaya salam (Asma’ul Husnah), mem-biasakan shalat ke mesjid atau mushol-la, mengingat Allah dengan mengingat mati, sholat subuh di masjid, membaca Al Qur’an dirumah. Mengajak anak remaja, mahasiswa membiasakan diri
membayar zakat fitrah sendiri meski -pun membeli beras dari biaya orang tua”,imbuhnya.
Daftarkan Anak Untuk Peroleh
Kartu Identitas Diri
SERAHKAN Walikota Tebing Tinggi Ir .H .Umar Zunaidi Hasibuan, MM serahkan akte kelahiran,
kartu keluarga, e-KTP dan bibit ikan gratis kepada warga di Kelurahan Padang Merbau Kecamatan Padang Hulu Kota Tebing Tinggi”.
Walikota Tebing Tinggi Ir. H. Umar Zunaidi Hasibuan men -ganjurkan para orang tua untuk mendaftarkan diri anak-anaknya
pada kantor camat setempat untuk memperoleh Kartu Indetitas Anak (KIA) sebagai tanda identitas diri.
Hal itu disampaikan Walikota didampingi Wakil Walikota H Oki Doni Siregar saat melakukan dialog interaktif Pemerintah Kota Tebing Tinggi dengan masyarakat, Jumat (26/2), pada kegiatan Jumat Keliling (Jumling) di Kelurahan Padang Merbau Kecamatan Padang Hulubersama para pimpinan SKPD.
Dijelaskan oleh walikota bahwa Kartu Indetitas Anak (KIA) agar
anak-anak kitamempunya kartu indetitas diri sejak dini selama belum mempunyai KTP dan dapat dimanfaatkan untuk keperluan lainnya seperti mendaftar sebagai anggota perpustakaan, atau bagi yang duduk dibangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) bisa untuk membuka tabungan. “Perlu diketahui bahwa tidak semua Kabupaten/ Kota yang diberikan wewenang oleh Pemerintah Pusat untuk
menge-luarkan Kartu Indetitas Anak ini, Kota Tebing Tinggi salah satu
daerah yang diberikan wewenang di Sumatera Utara”, terang Umar Zunaidi.
Disampaikan juga bahwa tahun 2016 ini, warga Tebing Ting-gi yang berhak memiliki KTP, harus sudah punya eKTP dan sudah memilikinya agar menjaganya dengan baik, jangan sampai hilang, dan yang belum memilikinya segera mengurusnya bersama dengan Kartu Keluarga (KK) dan Akte Kelahiran.
“Saya berharap tahun 2016 ini jangan ada lagi warga yang tidak memiliki eKTP, semua harus sudah punya apabila sudah berhak memiliki dan semuanya diperoleh secara gratis, saya minta camat dan lurah serta kepala lingkungan agar aktif mendata warganya masing-masing”, imbuh wa-likota.
Dikatakannya juga bahwa pemerintah saat ini sedang menggulirkan program ‘Golden Boy’ (anak emas) seribu hari yang perawatannya sejak masih dalam kandungan sampai usia 2 tahun dengan
makanan bergizi dan vitamin,
sehingga kedepannya melahir-kan generasi yang sehat dan cerdas.
Sedangkan kepada pelaku usaha kecil menengah (UKM), Walikota mengan-jurkan agarmemanfaatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang saat ini sedang digulirkan pemerintah yang bunganya sangat kecil sekitar 0,4% per-bulan, “Pinjaman ini dapat di-manfaatkan untuk menambah modal mengembangkan usaha yang selama ini dimiliki”, ujar walikota.
Dan diharapkan ke-pada lurah agar berkenan memberikan informasi kepada warga masyarakat khususnya para pengusaha pelaku UKM, “Jika belum paham antarkan
saja warganya ke BRI Cabang
Tebing Tinggi, di kelurahan kan ada seksi Kesra”, ujarnya.
Pada acara tersebut juga diserahkan bantuan beru-pa seperangkat alat olahraga kepada Lurah Padang Merbau, akte kelahiran, kartu kelu-arga, e-KTP, bibit ikan kepada Sakimin, bibit tanaman kepada H Sukurin dan kartu raskin.**.
**Dn
Pemko Kita
Peresmian Kilang Padi Gapoktan Maju Bersama
diwarnai dengan penanaman padi bersama
menggunakan alat mesin pertanian Rice
Transplanter bantuan Distan Pertanian
Provinsi oleh Walikota Tebing Tinggi
Ir.H.Umar Zunaidi Hasibuan,
Danrem 022-PT dan Dandim 0204-DS,
Sergei dan Tebing Tinggi”.
Umar Hasibuan Dialog
Dengan W
arga Mentos
Pemko Kita
AKTE GRATIS “Walikota Tebing Tinggi Ir H Umar Zunaidi Hasibuan didampingi Wawako Ir H Oki Doni Siregar menyerahkan akte lahir gratis kepada warga pada kegiatan Jumat Keliling diKelurahan Mekar Sentosa Kecamatan Rambutan”.
Menanggapi hal itu, Walikota Umar Zunaidi Hasibuan menyaran-kan bila masyarakat tidak setuju adanya pekanan (jualan dadakan seminggu sekali), pihak Pemko Tebing Tinggi akan menutupnya. Karena pekanan tersebut meng-ganggu arus lalulintas dan penyebab timbulnya sampah. “Bila sifatnya harus ada pekanan untuk kecamatan, kita siap melakukan pembangunan-nya. Kita akan berdiskusi dengan tokoh masyarakat, kita akan tertib-kan. Maka saya perintahkan kepada Satpol PP untuk melakukan pendeka-tan sebelum melakukan penertiban”, terang Umar Zunaidi.
Sedangkan Suratin, mewakili pengusaha lemang rumah tangga dis-ana menyebutkdis-anada sekitar 50 kelu-arga di Kelurahan Mentos meminta bantuan beras ketan bersubsidi dan peralatan lainnya untuk produksi le-mang. Pak Gosin, menyoroti masalah gerakan radikalisme,menurutnya warga Kelurahan Mekar Sentosa selaku masyarakat siap membantu pemerintah untuk memberantasnya. “Kalau polisi tak berani, biar saya saja didepan”, ujar Gosin penuh semangat.
Pada kesempatan itu, Umar Zunaidi memaparkan bahwa semua keberhasilan yang diraih selama ini berkat dukungan seluruh masyarakat Kota Tebing Tinggi untuk mewujud-kan masyarakat yang religius, berb-hineka, kesejahteraan dan perekono-mian berbasis masyarakat.
Pada tahun 2016 ini, bagi masyarakat miskin digratiskan PBB dan yang memiliki lahan pertanian produktif juga dibebaskan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), begitu juga bagi masyarakat miskin yang tidak memiliki BPJS untuk berobat ke RSUD dr Kumpulan Pane juga gratis, hanya datang dengan mem-bawa surat pernyataan keterangan tidak mampu dari lurah, semua masyarakat harus terlayani keseha-tannya.
Menurut Umar, tahun 2016 ini kita harus melakukan gerakan pengiritan dan penghematan ka-rena adanya kesulitan ekonomi global, tingkat pemutus hubungan kerja (PHK) tinggi karena daya beli masyarakat tidak ada atau menurun. “Pengeluaran juga harus ditekan ter-masuk air, listrik sampai pada tingkat pengeluaran rumah tangga, intinya
kita harus berhemat”,pinta Umar. Terkait soal pendidikan dita-hun 2016 ini, Tebing Tinggi termasuk rangking tiga untuk tingkat SMP dan rangking empat untuk SMA ditingkat Sumatera Utara. Sebanyak 10.000 pelajar dan mahasiswa akan dimas-ukkan sebagai penerima bea siswa.
“Untuk lembar LKS, para orang tua wali murid digratiskan dan itu sudah kita tampung di APBD. Bu-kan iti saja, sepuluh sekolah tahun ini juga melaksanakan ujian elektronik komputer. Untuk akte kelahiran, akte kematian, KTP dan KK semuanya gratis. Lurah dilarang keras mengam-bil kutipan, kalau ada akan kita berhentikan”, tegas Umar.
Kegiatan Jumling juga dibarengi dengan pengobatan geratis dari Dinas Kesehatan, bantuan beras kepada warga miskin dan 60 orang jumpo, produk UMK seperti produksi jamur tiram, lemang dan hasil-hasil produk pertanian dan produk jamu. Diserahkan juga bantuan bibit ikan dan bibit pohon kepada warga Kelu-rahan Mekar Sentosa.**.
**Ay Dalam dialog interaktif
anta-ra warga dengan Pemerintah Kota Tebing Tinggi tersebut, salah seorang warga masyarakat Mentos, Pak Pagan, menyoroti masalah pedagang ‘pekanan’yang berjualan di badan jalan tepatnya Jalan Gunung Arjuna, diharapkan peranan Pemko Tebing Tinggi untuk mencari solusinya. Walikota Tebing Tinggi Ir. H. Umar Zunaidi Hasibuan didampingi Wawako Ir. H. Oki Doni Siregar dan sejumlah pimpinan SKPD