BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN …
B. Hasil Penelitian
5. Harapan Tentang Pernikahan
Sebagai waria, narasumber mengaku memiliki keinginan untuk menikah dengan seorang laki-laki. Narasumber menceritakan bahwa dirinya pernah berdandan seperti pengantin dan merasa senang karena merasa cantik dengan pakaian pengantin. Hal tersebut menunjukkan bahwa narasumber ingin menjadi seperti perempuan dan juga dapat menikah secara sah karena hal tersebut dapat membawa kebanggaan tersendiri bagi dirinya. Narasumber menyatakan demikian:
“Ya saya inginnya seperti wanita pada umumnya, mereka juga punya eee punya apa ya.. punya surat dan itu bisa itu untuk suatu kebanggaan bahwa kita dimanapun nanti kita akan tinggal kita juga boleh tinggal bersama.”
(Narasumber 1, 67-75) Namun, narasumber tidak lagi ingin berharap terlalu tinggi karena usia narasumber yang tidak lagi muda. Narsumber hanya berharap dapat bersama dengan pasangan hingga usia tua. Pada saat wawancara narasumber menyatakan demikian:
“Harapan aku ya semoga bisa besok sampai tua. Karena untuk aku besok tua siapa lagi kalau bukan pasangan aku besok yang ngerawat aku kalau aku sakit ataupun apa.”
(Narasumber 1, 591-596)
b. Narasumber 2
Narasumber menceritakan bahwa dirinya memiliki keinginan untuk menikah secara resmi agar hubungannya dengan pasangan pun dapat sah dan langgeng. Narasumber menyatakan demikian:
“Ya ada, otomatis ada lah. Kalo memang itu bisa dilegalkan ibu kepingin menikah. Karena ibu menikah ini statusnya hanya menikah secara kampung. Jadi artinya ibu menikah eee diketahui hanya diketahui saudara dan tetangga dan kawan ya.”
“Ya untuk melanggengkan hubungan kita dengan pasangan.”
(Narasumber 2, 69-78 & 81-83 ) Selanjutnya narasumber mengungkapkan bahwa dirinya berharap masyarakat mau menerima teman-teman waria. Menurut narasumber, penerimaan tersebut akan lebih memudahkan teman-teman waria dalam menjalani kehidupan dan juga dapat berpengaruh pada terdapat kesempatan teman-teman waria untuk hidup bersama pasangan secara resmi. Hal tersebut dapat dilihat pada saat wawancara:
“Ee dan eee aku berharap ya penerimaan masyarakat terhadap waria itu yang lebih saya tekankan ya. Untuk bisa menerima keberadaan waria, karena waria mengidentifikasikan dirinya sebagai seorang wanita sudah sulit ya. Kalau masyarakat menerima diri waria sebagai perempuan ya akan lebih enak gitu.”
(Narasumber 2, 744-756)
c. Narasumber 3
Narasumber mengungkapkan bahwa dirinya memiliki keinginan untuk menikah secara resmi dengan laki-laki. Keinginan tersebut sudah ada sejak lama dan tidak dapat terwujud hingga saat ini. Pada saat wawancara narasumber menyatakan demikian:
“Kalo dulu sih ya emang dari dulu enggak mau nikah sama perempuan gitu. Ya kalo nikah sama cowok gitu ada mbak. Kalo udah nikah gitu kan biar jadi satu gitu, biar sah. Cuma kan ya enggak bisa sampe sekarang.”
Harapan lain yang dimiliki oleh narasumber adalah dapat menjalani hubungan dengan pasangan dengan baik seperti hubungan pernikahan orangtua narasumber. Selain itu, kehidupan bersama dengan pasangan yang dijalani oleh narasumber saat ini membuat narasumber ingin bersama pasangan hingga usia tua. Hal tersebut dikemukakan narasumber demikian:
“Sampe sekarang mbak karena juga kalo punya laki gitu aku mau pergi kemana dia bisa jaga rumah, kalo aku sakit bisa merawat. Bisa saling melengkapi gitu, jadi ya kalau suami istri pahit manisnya ya kita harus apa namanya gotong royong dan bisa merangkul bareng gitu. Ya saya berharapnya bisa bareng sampe tua.”
Skema 1. Narasumber 1
Ingin bisa seperti perempuan pada umumnya.
Bangga dan senang jika dapat menikah resmi dengan pasangan
Pernikahan adalah seorang laki-laki dan perempuan membentuk rumah tangga secara resmi diakui pemerintah.
Ingin menikah dengan laki-laki Tujuan menikah menjadi satu dengan pasangan; memiliki keturunan
Hanya dapat tinggal bersama dengan pasangan. (sudah ± selama 6 tahun) Pasangan adalah suami yang dapat membuat bahagia Saling menerima dengan pasangan; merasa cocok dan nyaman
Kebutuhan nonmateri dan materi terpenuhi
Ingin dapat menikah resmi dan hidup bersama dengan pasangan
Skema 2. Narasumber 2
Ingin menjalani hubungan seperti pasangan lain yang menikah. Membuat hubungan dengan pasangan diakui dan terikat.
Pernikahan adalah hubungan romantik antara dua orang yang sepakat untuk hidup bersama
Ingin menikah resmi dengan laki-laki Tujuan menikah melegitimasi hubungan.
Pernah dua kali hidup bersama dengan pasangan; dengan pasangan pertama ± 15 tahun dengan pasangan pertama kemudian berpisah dan ± 17 tahun hidup bersama dengan pasangan kedua. Memiliki komitmen dengan pasangan (suami) Saling menerima, berbagi masalah dan saling melengkapi dengan pasangan Mendapat kepuasan biologis, rasa cinta dan kasih sayang
Berharap dapat menikah resmi untuk melegalkan hubungan dan berharap masyarakat dapat menerima keberadaan
waria. Merasa lengkap
sebagai manusia; merasa seperti istri dan ibu rumah tangga
Pernikahan dianggap sebagai pengalaman yang indah karena bisa memiliki pasangan dan membuat berbeda dari waria-waria yang lain
Skema 3. Narasumber 3
Ingin bisa seperti perempuan pada umumnya yang memiliki suami Dapat bersatu dengan pasangan dan
hubungan menjadi sah/legal
Pernikahan adalah hubungan suami-istri yang disahkan oleh agama. Ingin menikah resmi dengan laki-laki Tujuan menikah adalah memiliki keturunan.
Hidup bersama dalam satu rumah dengan dua orang laki-laki. Menjalani hidup bersama ± 26 tahun dengan pasangan pertama dan ± 20 tahun dengan pasangan kedua. Hidup dengan saling gotong royong dengan pasangan Saling menerima, saling mengerti, menjalani hubungan dengan apa adanya. Mendapat kepuasan biologis, rasa cinta dan kasih sayang
Berharap dapat menikah resmi dan memiliki hubungan yang langgeng dengan
pasangan. Merasa seperti ibu
rumah tangga karena dapat mengurus dan melayani suami
Merasa bahagia dan bangga karena pasangan mau menerima identitasnya sebagai waria dan keluarga merestui.