• Tidak ada hasil yang ditemukan

Profil Narasumber Penelitian …

Dalam dokumen Makna pernikahan pada waria. (Halaman 58-63)

BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN …

A. Profil Narasumber Penelitian …

a) Deskripsi

Narasumber pertama memiliki nama inisial NA. Narasumber lahir pada tanggal 19 Januari 1969, saat ini berusia 45 tahun dan berasal dari Yogyakarta. Narasumber adalah anak ketiga dari delapan bersaudara, dua orang saudara perempuan dan lima orang saudara laki-laki. Pekerjaan yang dimiliki oleh narasumber adalah sebagai pembantu umum di Ponpes Waria Kotagede Yogyakarta. Selain itu, narasumber memiliki pekerjaan sampingan yaitu menerima pesanan makanan. Narasumber juga menceritakan bahwa terkadang dirinya mengamen di jalan.

Narasumber berpenampilan seperti perempuan, memakai pakaian perempuan, memanjangkan rambut, dan memakai make up. Narasumber juga mengaku melakukan beberapa upaya agar dirinya seperti perempuan, seperti meminum pil KB dan melakukan suntik silikon agar payudara besar. Pada lengan kiri narasumber terdapat tato berbentuk hati dengan tulisan nama.

Saat ini narasumber memiliki pasangan laki-laki. Narasumber dan pasangannya tinggal di Ponpes Waria Kotagede Yogyakarta. Mereka telah menjalin hubungan dan hidup bersama selama kurang lebih 6 tahun.

b) Latar Belakang

Dari hasil wawancara, narasumber mengaku merasa dirinya sebagai waria sudah dimulai sejak kecil. Sejak duduk di bangku sekolah dasar narasumber merasa dirinya berbeda dengan teman laki-laki yang seusia dengannya. Narasumber merasa lebih nyaman berteman dengan perempuan. Saat masuk SMP kelas 2, narasumber memutuskan untuk hidup sebagai waria dan berhenti sekolah. Narasumber mengikuti berbagai kursus seperti, kursus menari, menjahit dan memasak. Hal yang paling disukai narasumber adalah memasak.

Narasumber mengaku menikmati hidup sebagai waria dan tidak merasa menyesal memilih jalan hidupnya hingga sekarang. Pilihan hidup sebagai waria yang dijalani oleh narasumber tidak membuat narasumber menutup diri dengan orang lain. Narasumber menceritakan bahwa dirinya seperti perempuan yang menyukai laki-laki. Narasumber mengaku memiliki ketertarikan hanya pada laki-laki sehingga orang yang menjalin hubungan intim dengan narasumber adalah laki-laki. Saat ini narasumber memiliki pasangan dan telah tinggal bersama selama kurang lebih 6 tahun. Kehidupan bersama yang dijalani narasumber dengan pasangan diakui tidak jauh berbeda dengan hubungan yang dijalin oleh pasangan-pasangan heteroseksual.

2. Narasumber 2 a) Deskripsi

Narasumber kedua berinisial SR. Narasumber lahir di Bantul pada tanggal 15 Oktober 1965 dan saat ini berusia 50 tahun. Pekerjaan narasumber adalah wiraswasta. Narasumber memiliki usaha membuat pesanan kerajinan tangan.

Penampilan narasumber layaknya perempuan, memakai make up dan memakai pakaian perempuan. Narasumber juga mengenakan hijab. Beberapa upaya untuk mempercantik diri dilakukan oleh narasumber seperti, melakukan suntik silikon pada bagian wajah (hidung, pipi dan dagu).

Narasumber menceritakan bahwa pernah dua kali memiliki pasangan dan hidup bersama. Narasumber merasa menjalani kehidupan pernikahan bersama pasangannya tetapi hanya sebatas diakui oleh lingkungan tempat tinggal.

b) Latar Belakang

Narasumber merupakan anak ketiga dari delapan bersaudara. Narasumber memiliki dua orang saudara perempuan dan lima orang saudara laki-laki. Narasumber merasa dirinya berbeda dari orang lain sejak kelas 5 SD. Narasumber sering mendapat ejekan dari teman-teman laki-laki karena lebih senang bermain bersama teman-teman perempuan. Saat duduk di sekolah menengah pertama, narasumber mengaku memiliki

perasaan suka kepada teman laki-laki dan hal tersebut terus berlanjut hingga narasumber masuk sekolah menengah atas.

Narasumber memutuskan menjalani kehidupan sebagai waria setelah lulus sekolah menengah atas. Ayah narasumber pernah mencoba meyakinkan narasumber bahwa narasumber adalah seorang laki-laki dan narasumber juga mencoba meniru bergaya seperti laki-laki. Namun, narasumber merasa hal tersebut tidak sesuai dengan dirinya dan menyadari bahwa menjadi waria adalah pemberian dari Tuhan.

Ketertarikan pada laki-laki membuat narasumber ingin memiliki pasangan. Narasumber mengaku pernah dua kali memiliki pasangan dan menjalani kehidupan bersama. Narasumber menjalin hubungan dengan pasangan pertama selama kurang lebih 15 tahun. Narasumber juga mengadopsi seorang anak. Setelah berpisah dari pasangan pertama, narasumber kembali hidup bersama dengan pasangan kedua. Hubungan narasumber dengan pasangan keduanya berjalan selama 17 tahun.

3. Narasumber 3 a) Deskripsi

Narasumber ketiga memiliki nama inisial S. Narasumber saat ini berusia 48 tahun. Narasumber lahir pada 15 Oktober 1967. Pekerjaan yang dimiliki narasumber adalah asisten toko meubel. Meski narasumber adalah seorang kristiani, narasumber sering membantu kegiatan yang diadakan di Ponpes Waria Kotagede Yogyakarta.

Merasa dirinya sebagai perempuan, narasumber telah berpenampilan seperti perempuan sejak kecil. Narasumber senang memakai pakaian perempuan, berdandan, memanjangkan rambut dan merawat diri. Narasumber juga pernah menggunakan pil KB untuk memperbesar payudara dan melakukan suntik silikon pada bagian hidung dan dagu.

Narasumber merasa senang menjalani kehidupannya sebagai waria. Saat ini, narasumber juga memiliki dua orang pasangan. Hubungan narasumber dengan kedua pasangannya berjalan dengan baik. Kedua pasangan saling mengenal dan mereka hidup bersama dalam satu rumah.

b) Latar Belakang

Berdasarkan hasil wawancara, narasumber merupakan anak ketujuh dari sembilan bersaudara. Narasumber memiliki saudara kembar laki-laki. Narasumber menceritakan saudara laki-lakinya hidup dengan normal menjadi seorang laki-laki, sedangkan narasumber menjalani hidup sebagai waria.

Sejak kecil narasumber merasa lebih senang bermain bersama anak-anak perempuan. Narasumber juga menolak untuk masuk sekolah

karena sering mendapat ejekan “wandu” atau “banci” dari teman -temannya. Namun, narasumber mengikuti sanggar tari karena kegemarannya pada menari. Menurut narasumber, kegemarannya untuk menari diturunkan dari ayah narasumber yang merupakan penari dan abdi

dalem Keraton Yogyakarta. Hingga saat ini narasumber sering menjadi penari untuk mengisi suatu acara.

Narasumber mengaku bahwa sebagai waria tidak menutup dirinya memiliki keinginan untuk memiliki pasangan. Pada awalnya narasumber merasa takut tidak ada yang menyukainya karena status kewariaannya. Namun, narasumber bertemu dengan seorang laki-laki yang akhirnya menjadi pasangan pertamanya. Pada awalnya pasangan narasumber tidak menyangka bahwa narasumber adalah seorang waria, akan tetapi hubungan tersebut tetap berlanjut. Hubungan tersebut telah dijalin kurang lebih selama 26 tahun. Setelah itu, di tengah hubungan dengan pasangan pertama, narasumber disukai oleh laki-laki yang usianya jauh lebih muda dari narasumber. Hubungan narasumber dengan pasangan keduanya telah berlangsung kurang lebih selama 20 tahun. Narasumber mengaku bahwa hingga saat ini narasumber dan kedua pasangannya menjalin hubungan baik dan hidup bersama dalam satu rumah.

B. Hasil Penelitian

Dalam dokumen Makna pernikahan pada waria. (Halaman 58-63)

Dokumen terkait