• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

C. Analisis

2. Deskripsi Analisis Data Untuk Penelitian Eksperimental

2.1 Hasil Analisis Data Tes Kemampuan Prasyarat Kelas

Eksperimen

Berdasarkan data hasil tes kemampuan prasyarat kelas kontrol dan eksperimen pada tabel 4.2 dan tabel 4.3 dapat kita uji kesamaan dua rata-rata hasil tes kemampuan

63

prasyarat kedua kelas. Berdasarkan data hasil tes kemampuan prasyarat sampel kelas kontrol dan eksperimen pada tabel 4.2 dan tabel 4.3 dan penghitungan dengan program SPSS 17.0 (Lampiran D.1.3) didapatkan data sebagai berikut

Tabel 4.12

Deskripsi Data Hasil Tes Kemampuan Prasyarat

Group Statistics

Kelompok N Mean Std. Deviation Std. Error Mean Pre test hasil belajar kelas eksperimen

(VIII C)

23 32.3913 11.06485 2.30718 kelas kontrol (VIII D) 24 36.8750 9.53398 1.94612

Dari tabel deskripsi data hasil tes kemampuan prasyarat, diketahui ukuran sampel dari kelas kontrol (VIII D) adalah 24 siswa, rata-rata hasil tes kemampuan prasyarat adalah 36,8750 dan simpangan bakunya adalah 9,5339. Ukuran sampel kelas eksperimen (VIII C) adalah 23, rata-rata hasil tes kemampuan prasyarat adalah 32,3913 dan simpangan bakunya adalah 11,0648.

Untuk menguji kesamaan dua rata-rata hasil tes kemampuan prasyarat digunakan uji-T. Karena statistik uji yang digunakan adalah uji-T, maka syarat data harus dari populasi yang berdistribusi normal dan diketahui variansinya sama atau tidak, untuk itu dilakukan serangkaian uji sebagai berikut.

2.1.1 Uji Normalitas Tes Kemampuan Prasyarat

Uji normalitas dilakukan dengan program SPSS Statistics 17.0. Uji yang digunakan adalah uji One-Sample Kolmogorov Smirnov Test. Dari data tes kemampuan prasyarat kelas kontrol (kelas VIII D) dan kelas eksperimen (kelas VIII C), peneliti menguji normalitas distribusi data dari masing-masing tes dari kelas tersebut. Berikut ini adalah hasil pengujian normalitas distribusi data tes kemampuan prasyarat kelas Kontrol dan eksperimen. Perumusan Hipotesis :

64

Ho : Data tes kemampuan prasyarat kelas VIII C dan VIII D berasal dari populasi yang berdistribusi normal.

H1: Data tes kemampuan prasyarat kelas VIII C dan VIII D tidak berasal dari populasi yang berdistribusi normal.

Dalam penelitian ini, taraf signifikasi yang digunakan adalah = 0,05. Dasar pengambilan keputusan (Santoso, 2012:69-70), berdasarkan angka probabilitas, dengan ketentuan sebagai berikut.

1). Jika probabilitas atau nilai signifikasi (Asym. Sig. (2-tailed)) lebih besar sama dengan dari 0,05 maka H0 diterima, H0 diterima artinya data tes kemampuan prasyarat kelas VIII C dan VIII D berasal dari populasi yang berdistribusi normal.

2). Jika probabilitas atau nilai signifikasi (Asym. Sig. (2-tailed)) lebih kecil dari 0,05 maka H0 ditolak, H0 ditolak artinya data tes kemampuan prasyarat kelas VIII C dan VIII D berasal dari populasi yang tidak berdistribusi normal.

Berdasar hasil analisis dengan menggunakan SPSS 17 (Lampiran D.1.2) diperoleh hasil uji Normalitas sebagai berikut.

Tabel 4.13

Hasil Analisis Uji Normalitas Tes Kemampuan Prasyarat kelas VIII C dan VIII D dengan analisis One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Pre test hasil belajar

N 47

Normal Parametersa,,b Mean 34.6809 Std. Deviation 10.44677 Most Extreme Differences Absolute .105

Positive .105 Negative -.087 Kolmogorov-Smirnov Z .719 Asymp. Sig. (2-tailed) .680 a. Test distribution is Normal.

b. Calculated from data.

Berdasarkan hasil diatas diperoleh uji normalitas dengan metode kolmogorov smirnov adapun hasil pengujian diperoleh nilai z sebesar 0,719 dengan nilai signifikansi

65

0,680. Oleh karena nilai signifikansi lebih besar dari pada alpha (0,680 > 0,05), maka dapat disimpulkan bahwa data berdisitribusi normal.

2.1.2 Uji Homogenitas/Uji Variansi Tes Kemampuan Prasyarat

Sebelum mengambil keputusan tentang uji beda, peneliti menguji apakah variansi kedua populasi itu sama atau tidak. Pada penelitian ini, kesamaan variansi diuji mengunakan SPSS 17 dengan Lavene’s Test for Equality of Variance. Berikut ini adalah uji yang dilakukan. Perumusan Hipotesis:

Ho : Kedua variansi populasi sama (variansi populasi kelas kontrol dan kelas eksperimen).

H1 : Kedua variansi populasi tidak sama (variansi populasi kelas kontrol dan kelas eksperimen).

Taraf signifikasi yang diambil dalam penelitian ini adalah 0,05. Penentuan kesimpulan untuk hipotesis di atas berdasarkan (Santoso, 2002:245-246):

1). Jika probabilitas (sig.) lebih besar sama dengan dari 0,05, maka H0 diterima. 2). Jika probabilitas (sig.) lebih kecil dari 0,05, maka H0 ditolak.

Berdasar hasil analisis dengan menggunakan SPSS 17 (Lampiran D.1.3) diperoleh hasil uji normalitas sebagai berikut.

Tabel 4.14

Hasil Analisis Kesamaan Variansi Data Tes Kemampuan Prasyarat Kelas XC dan Kelas dengan Analisis Lavene’s Test for Equality of Variance

Independent Samples Test

Levene's Test for Equality of

Variances t-test for Equality of Means

F Sig. T Df

Pre test hasil belajar Equal variances assumed .993 .324 -1.490 45 Equal variances not

assumed

66

Berdasarkan hasil diatas diperoleh uji variansi dengan metode levene statistic adapun hasil pengujian diperoleh nilai F sebesar 0,993 dengan nilai signifikansi 0,324. Oleh karena nilai signifikansi lebih besar dari pada alpha (0,324 > 0,05), maka dapat disimpulkan bahwa data berasal dari variansi yang sama.

2.1.3 Uji Beda Tes Kemampuan Prasyarat

Berdasarkan uji normalitas hasil tes kemampuan prasyarat kelas Kontrol dan eksperimen diketahui hasil tes kemampuan prasyarat kelas Kontrol dan eksperimen berdistrinbusi normal. Berdasarkan uji homogenitas/uji variansi hasil tes kemampuan prasyarat kelas kontrol dan eksperimen dapat diketahui bahwa kedua variansi sama. Karena data berdistribusi normal maka uji beda hasil tes kemampuan prasyarat kelas kontrol dan eksprimen dapat dilakukan uji-T dengan kriteria variansi sama dan data saling bebas. Uji dilakukan dengan SPSS 17 yaitu uji Independent Sampel T Test. Berikut ini adalah hasil uji yang dilakukan. Perumusan Hipotesis :

H0 : Tidak terdapat perbedaan yang signifikan terhadap hasil tes kemampuan prasyarat kelas VIII D (kelas kontrol) dan kelas VIII C (kelas Eksperimen).

H1 : Terdapat perbedaan yang signifikan terhadap hasil tes kemampuan prasyarat kelas VIII D (kelas kontrol) dan kelas VIII C (kelas Eksperimen).

Dalam penelitian ini, taraf signifikasi yang digunakan adalah = 0,05. Penentuan kesimpulan untuk hipotesis di atas berdasarkan (Santoso, 2002:245-246):

1). Jika probabilitas (sig.) lebih besar sama dengan dari 0,05, maka Ho diterima. 2). Jika probabilitas (sig.) lebih kecil dari 0,05, maka Ho ditolak.

Berdasar hasil analisis dengan menggunakan SPSS 17 (Lampiran D.1.3) diperoleh hasil uji normalitas sebagai berikut.

67

Tabel 4.15

Deskripsi Hasil Uji-T Uji Beda Data Tes Kemampuan Prasyarat Kelas VIII D dan Kelas VIII C

Group Statistics

Kelompok N Mean Std. Deviation Std. Error Mean Pre test hasil belajar kelas eksperimen

(VIII C)

23 32.3913 11.06485 2.30718 kelas kontrol (VIII D) 24 36.8750 9.53398 1.94612

Dari tabel deskripsi data hasil tes kemampuan prasyarat, diketahui ukuran sampel dari kelas kontrol (VIII D) adalah 24 siswa, rata-rata hasil tes kemampuan prasyarat adalah 36,8750 dan simpangan bakunya adalah 9,5339. Ukuran sampel kelas eksperimen (VIII C) adalah 23, rata-rata hasil tes kemampuan prasyarat adalah 32,3913 dan simpangan bakunya adalah 11,0648.

Tabel 4.16

Hasil Uji-T Uji Beda Data Tes Kemampuan Prasyarat Kelas VIII C dan Kelas VIII D

Independent Samples Test

Levene's Test for Equality of

Variances t-test for Equality of Means

95% Confidence Interval of the Difference F Sig. T Df Sig. (2-tailed) Mean Differenc e Std. Error Differenc e Lower Upper Pre test hasil

belajar Equal variances assumed .993 .324 -1.490 45 .143 4.48370 3.00866 -10.543 45 1.57606 Equal variances not assumed -1.485 43.419 .145 4.48370 3.01835 -10.569 08 1.60169

Berdasarkan hasil di atas diperoleh uji beda dengan menggunakan independent sample t-test. Berdasarkan hasil analisis diperoleh hasil uji perbedaan hasil belajar pada saat pre test Dari hasil di atas diperleh hasil nilai t sebesar 1,490 dengan nilai signifikansi 0,143. Oleh karena nilai t lebih kecil dari t tabel (1,490 < 1,679) dan signifikansi lebih besar dari pada alpha (0,143 > 0,05) maka dapat disimpulkan hasil

68

dari tes kemampuan prasyarat tidak terdapat perbedaan antara kelas kontrol dengan kelas eksperimen. Hal ini dikarenakan dua kelompok belum diberikan perlakuan.

Dokumen terkait