BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN
5.5. Hasil Analisis Jalur (Path Analysis
Perhitungan koefisien path diolah menggunakan software SPSS versi 15.0. Analisis jalur digunakan untuk menganalisis pola hubungan antar variabel dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh langsung maupun tidak langsung seperangkat variabel eksogen terhadap endogen. Berikut ini disajikan hasil perhitungan koefisien jalur dalam penelitian ini.
5.5.1. Analisis Jalur Pengaruh Langsung Kompetensi Ketu LPD (X1) dan
Motivasi Ketua LPD (X2) Terhadap Budaya Organisasi LPD (Y1). Hasil Koefisien Path kompetensi ketua LPD (X1) dan motivasi ketua LPD
(X2) Terhadap Budaya Organisasi LPD (Y1) dapat dilihat seperti Tabel 5.10.
Tabel 5.10.
Hasil Koefisien Path Kompetensi Ketua LPD (X1) dan
Motivasi Ketua LPD (X2) Terhadap Budaya Organisasi LPD (Y1). Variabel Terikat Variabel Bebas Koefisien
Beta Nilai t Sig. Keterangan Budaya Organisasi LPD (Y1) Kompetensi Ketua LPD (X1) 0,268 2,504 0,015 Signifikan Motivasi Ketua LPD (X2) 0,705 6,588 0,000 Signifikan R2 0,930
Sumber : Data diolah (Lampiran 7) 65
Berdasarkan Tabel 5.10 tersebut dapat dilihat bahwa standardized coefficients beta variabel kompetensi ketua LPD (X1) sebesar 0,268 dengan taraf
signifikan 0,015, hal tersebut berarti kompetensi ketua LPD (X1) berpengaruh
langsung yang positif dan signifikan terhadap budaya organisasi LPD (Y1).
Standardized coefficients beta variabel motivasi ketua LPD (X2) sebesar 0,705
dengan taraf signifikan 0,000, hal tersebut berarti motivasi ketua LPD (X2)
berpengaruh langsung yang positif dan signifikan terhadap budaya organisasi LPD (Y1).
5.5.2. Analisis Jalur Pengaruh Langsung Kompetensi Ketua LPD (X1),
Motivasi Ketua LPD (X2) dan Budaya Organisasi LPD (Y1) Terhadap
Kinerja LPD (Y2).
Hasil Koefisien Path kompetensi ketua LPD (X1), motivasi ketua LPD
(X2) dan budaya organisasi LPD (Y1) terhadap kinerja LPD (Y2) terlihat seperti
Tabel 5.11.
Tabel 5.11.
Hasil Koefisien Path Kompetensi Ketua LPD (X1), Motivasi Ketua LPD (X2)
dan Budaya Organisasi LPD (Y1) Terhadap Kinerja LPD (Y2).
Variabel Terikat Variabel Bebas
Koefisien
Beta Nilai t Sig. Keterangan
Kinerja LPD (Y2) Kompetensi Ketua LPD (X1) 0,637 6,453 0,000 Signifikan Motivasi Ketua LPD (X2) 0,278 2,310 0,024 Signifikan Budaya Organisasi LPD (Y1) 0,069 2,657 0,035 Signifikan R2 0,946
Sumber : Data diolah (Lampiran 7)
Berdasarkan Tabel 5.11 tersebut dapat dilihat bahwa standardized coefficients beta variabel kompetensi ketua LPD (X1) sebesar 0,637 dengan taraf
signifikan 0,000, hal tersebut berarti kompetensi ketua LPD (X1) berpengaruh
langsung yang positif dan signifikan terhadap kinerja LPD (Y2). Standardized
coefficients beta variabel motivasi ketua LPD (X2) sebesar 0,278 dengan taraf
signifikan 0,024, hal tersebut berarti motivasi ketua LPD (X2) berpengaruh
langsung yang positif dan signifikan terhadap kinerja LPD (Y2). Standardized
coefficientsbeta variabel budaya organisasi LPD (Y1) sebesar 0,069 dengan taraf
signifikan 0,035, hal tersebut berarti budaya organisasi LPD (Y1) berpengaruh
langsung yang positif dan signifikan terhadap kinerja LPD (Y2).
5.5.4. Peran Mediasi Budaya Organisasi LPD (Y2) pada Pengaruh
Kompetensi Ketua LPD (X2) dan Motivasi Ketua LPD (X2) Terhadap
Kinerja LPD (Y2)
Hasil dari koefisien jalur dapat digambarkan secara keseluruhan yang menjelaskan hubungan kausal empiris antara variabel kompetensi ketua LPD (X1)
dan motivasi ketua LPD (X2) terhadap budaya organisasi LPD (Y1) serta kinerja
LPD (Y2) seperti terlihat pada Gambar 5.1.
Gambar 5.1 Hubungan Kausal Empiris dari Variabel X1 dan X2 Terhadap Y1 serta Y2
Keterangan :
: Pengaruh Langsung : Pengaruh Tidak Langsung
0,018 0,049 0,637 Kinerja LPD (Y2) Budaya Organisasi LPD (Y1)
R
2 = 94,6 % 0,278R
2 = 93,0 0,705 0,268 Kompetensi Ketua LPD (X1) Motivasi Ketua LPD (X2) 0,069 67Berdasarkan hasil perhitungan secara keseluruhan pengaruh variabel X1 dan X2 terhadap variabel Y1 dan X1, X2 dan Y1 terhadap Y2, maka dapat dijelaskan sebagai berikut :
(1) Hipotesis pertama yang berbunyi, kompetensi ketua LPD berpengaruh terhadap kinerja LPD. Berdasarkan pengujian, diperoleh koefisien jalur variabel X1 (kompetensi ketua LPD) terhadap variabel Y2 (kinerja LPD) adalah sebesar 0,637 dengan signifikansi 0,000. Dalam penelitian ini ditemukan pengaruh signifikan dan positip dari kompetensi ketua LPD terhadap kinerja LPD. Ini berarti bahwa semakin tinggi kompetensi ketua LPD maka akan semakin tinggi kinerja LPD. Sebaliknya semakin rendah (lemah) kompetensi ketua LPD maka semakin rendah (lemah) pula kinerja LPD. (2) Hipotesis kedua yang berbunyi, motivasi ketua LPD berpengaruh terhadap
kinerja LPD. Berdasarkan pengujian, diperoleh koefisien jalur variabel X2 (motivasi ketua LPD) terhadap variabel Y2 (kinerja LPD) adalah sebesar 0,278 dengan signifikansi 0,024. Dalam penelitian ini ditemukan pengaruh signifikan dan positip dari motivasi ketua LPD terhadap kinerja LPD. Ini berarti bahwa semakin kuat motivasi ketua LPD maka akan semakin kuat kinerja LPD. Sebaliknya semakin rendah (lemah) motivasi ketua LPD maka semakin rendah (lemah) kinerja LPD.
(3) Hipotesis ketiga yang berbunyi, budaya organisasi berpengaruh terhadap kinerja LPD. Berdasarkan pengujian, diperoleh koefisien jalur variabel Y1 (budaya organisasi) terhadap variabel Y2 (kinerja LPD) adalah sebesar 0,069 dengan signifikansi 0,035. Dalam penelitian ini ditemukan pengaruh signifikan dan positip dari budaya organisasi LPD terhadap kinerja LPD. Ini berarti bahwa semakin kuat budaya organisasi LPD maka semakin kuat pula kinerja LPD. Sebaliknya semakin rendah (lemah) budaya organisasi LPD maka semakin rendah (lemah) pula kinerja LPD.
(4) Hipotesis keempat yang berbunyi, variabel kompetensi ketua LPD berpengaruh terhadap budaya organisasi LPD. Berdasarkan pengujian, diperoleh koefisien jalur variabel X1 (kompetensi ketua LPD) terhadap variabel (Y1) budaya organisasi LPD adalah sebesar 0,268 dengan signifikansi 0,015. Dalam penelitian ini ditemukan pengaruh signifikan dan positip dari kompetensi ketua LPD terhadap budaya organisasi LPD. Ini berarti bahwa semakin kuat kompetensi ketua LPD maka semakin kuat pula budaya organisasi LPD. Sebaliknya semakin rendah (lemah) kompetensi ketua LPD maka semakin rendah (lemah) budaya organisasi LPD.
(5) Hipotesis kelima yang berbunyi, variabel motivasi ketua LPD berpengaruh terhadap budaya organisasi LPD. Berdasarkan pengujian, diperoleh koefisien jalur variabel X2 (motivasi ketua LPD) terhadap variabel Y1 (budaya organisasi LPD) adalah sebesar 0,705 dengan signifikansi 0,000. Dalam penelitian ini ditemukan pengaruh signifikan dan positip dari motivasi ketua LPD terhadap budaya organisasi LPD. Ini berarti bahwa semakin kuat motivasi ketua LPD maka semakin kuat pula budaya organisasi LPD. Sebaliknya semakin rendah (lemah) motivasi ketua LPD maka semakin rendah (lemah) budaya organisasi LPD.
Pengaruh kompetensi ketua LPD terhadap kinerja LPD melalui budaya organisasi LPD, dapat dilihat dari koefisien jalur variabel X1 (kompetensi ketua LPD) terhadap variabel Y2 (kinerja LPD) melalui variabel Y1 (budaya organisasi LPD) yakni sebesar 0,018. Dalam penelitian ini ditemukan pengaruh positip dari kompetensi ketua LPD terhadap kinerja LPD melalui budaya organisasi LPD. Ini berarti bahwa semakin kuat kompetensi ketua LPD maka semakin kuat pula budaya organisasi dan kinerja LPD. Sebaliknya semakin rendah (lemah) kompetensi ketua LPD maka semakin rendah (lemah) budaya organisasi dan kinerja LPD.
Pengaruh dukungan motivasi ketua LPD terhadap kinerja LPD melalui budaya organisasi, dapat dilihat dari koefisien jalur variabel X2 (motivasi ketua LPD) terhadap variabel Y2 (kinerja LPD) melalui variabel Y1 (budaya organisasi) yakni sebesar 0,049. Dalam penelitian ini ditemukan pengaruh positip dari motivasi ketua LPD terhadap kinerja LPD melalui budaya organisasi LPD. Ini berarti bahwa semakin kuat motivasi ketua LPD maka semakin kuat pula budaya organisasi dan kinerja LPD. Sebaliknya semakin rendah (lemah) dukungan motivasi ketua LPD maka semakin rendah (lemah) budaya organisasi dan kinerja LPD.
Rekapitulasi hasil perhitungan pengujian pengaruh kompetensi ketua LPD (X1) dan motivasi ketua LPD (X2) terhadap budaya organisasi LPD (Y1) serta kinerja LPD (Y2) di Kabupaten Gianyar dapat dilihat seperti pada Tabel 5.12.
Tabel 5.12.
Koefisien jalur, pengaruh langsung dan tidak langsung dari Kompetensi Ketua LPD (X1) dan Motivasi Ketua LPD (X2) terhadap Budaya Organisasi LPD (Y1)
serta Kinerja LPD (Y2) di Kabupaten Gianyar
No Variabel
Koefisien Jalur Langsung Tidak Langsung
Melalui Y1
Pengaruh Total 1.
Kompetensi Ketua LPD (X1) terhadap Budaya Organisasi LPD (Y1)
0,268 - -
2.
Motivasi Ketua LPD (X2) terhadap Budaya Organisasi LPD (Y1)
0,705 - -
3. Kompetensi Ketua LPD (X1)
terhadap Kinerja LPD (Y2) 0,637 0,018 0,655 4. Motivasi Ketua LPD (X2)
terhadap Kinerja LPD (Y2) 0,278 0,049 0,327 5. Budaya Organisasi LPD (Y1)
terhadap Kinerja LPD (Y2) 0,069 - -
Sumber : Data Primer Diolah (Lampiran 7)
Berdasarkan Tabel 5.12, dapat dinyatakan bahwa pengaruh total (pengaruh langsung + pengaruh tidak langsung) dari variabel kompetensi ketua LPD
terhadap kinerja LPD lebih kuat dibandingkan dengan pengaruh total (pengaruh langsung + pengaruh tidak langsung) dari variabel motivasi ketua LPD terhadap kinerja LPD. Pengaruh langsung kompetensi ketua LPD terhadap kinerja LPD adalah positif dan signifikan demikian juga pengaruh tidak langsung dari kompetensi ketua LPD terhadap kinerja LPD melalui budaya organisasi LPD adalah positif. Dengan demikian dapat dikatakan variabel budaya organisasi LPD sebagai variabel mediasi parsial dari pengaruh kompetensi ketua LPD terhadap kinerja LPD. Pengaruh langsung motivasi ketua LPD terhadap kinerja LPD adalah positif dan signifikan demikian juga pengaruh tidak langsung dari motivasi ketua LPD terhadap kinerja LPD melalui budaya organisasi LPD positif. Dengan demikian dapat dikatakan variabel budaya organisasi LPD sebagai variabel mediasi parsial dari pengaruh motivasi ketua LPD terhadap kinerja LPD. Variabel motivasi ketua LPD memiliki peran yang lebih penting dibandingkan dengan variabel kompetensi ketua LPD dalam usaha meningkatkan kinerja LPD. Hal ini dapat dilihat dari koefisien jalur total kompetensi ketua LPD terhadap kinerja LPD melalui budaya organisasi LPD yakni sebesar 0,655 dan koefisien jalur total motivasi ketua LPD terhadap kinerja LPD melalui budaya organisasi LPD yakni sebesar 0,327.