• Tidak ada hasil yang ditemukan

2.8.1 Pengertian Hasil Belajar

Hasil belajar dapat diartikan sebagai proses untuk menentukan nilai belajar siswa melalui kegiatan penilaian dan/atau pengukuran hasil belajar (Dimyati dan Mudjiono, 2006: 200). Achmad Rifa’I dan Catharina Tri Anni, (2009: 85) menjelaskan bahwa hasil belajar merupakan perubahan perilaku yang diperoleh siswa setelah mengalami kegiatan belajar. Perubahan tersebut diupayakan dalam proses belajar mengajar untuk mencapai tujuan pendidikan setiap proses belajar mempengaruhi perubahan perilaku pada aspek tertentu pada diri siswa, tergantung perubahan yang diinginkan terjadi sesuai dengan tujuan pendidikan. Untuk mengetahui berhasil dan tidaknya hasil belajar dapat diukur dengan alat bantu evaluasi yaitu tes, sedangkan hasil belajar diwujudkan dalam bentuk nilai dan angka.

Benyamin S. Bloom dalam Achmad Rifa’I dan Catharina Tri Anni, (2009: 86) mengusulkan tiga taksonomi yang disebut dengan ranah belajar, yaitu ranah

kognitif, ranah afektif, dan ranah psikomotorik. Adapun pengertian jenis-jenis ranah belajar sebagai berikut:

2.8.1.1Ranah Kognitif (Cognitive Domain)

Ranah kognitif berkaitan dengan hasil berupa pengetahuan, kemampuan dan kemahiran intelektual (Achmad Rifa’I dan Catharina Tri Anni, 2009: 86). Ranah kognitif mencakup kategori pengetahuan, pemahaman, penerapan, analisis, sintesis, dan penilaian.

1) Pengetahuan (Knowledge)

Tipe hasil belajar pengetahuan (Knowledge), didefinisikan sebagai perilaku mengingat atau mengenali informasi (materi pembelajaran) yang telah dipelajari

sebelumnya ( Achmad Rifa’I dan Catharina Tri Anni, 2009: 86). Tipe hasil belajar pengetahuan pembuatan pola dasar dengan teknik draping diharapkan siswa dapat mengetahui, serta mengingat tentang pengetahuan pola, alat serta bahan yang digunakan dalam pembuatan pola, langkah-langkah pembuatan pola.

2) Pemahaman (Comprehention)

Tipe hasil belajar pemahaman (Comprehention) diidentifikasikan sebagai kemampuan memperoleh makna dari materi pelajaran (Achmad Rifa’I dan Catharina Tri Anni, 2009: 86). Tipe hasil belajar pemahaman pembuatan pola dasar dengan teknik draping adalah siswa dapat memahami materi tentang pengertian pola draping, menentukan garis bentuk tubuh berdasarkan anatomi tubuh dalam pengukuran (membuat body line), alat dan bahan yang dibutuhkan, proses pembuatan pola dasar dengan teknik draping, tanda-tanda pola.

3) Penerapan

Tipe hasil belajar penerapan mencakup penerapan hal-hal seperti aturan, metode, konsep, prinsip-prinsip dalil dan teori. Hasil belajar di bidang ini memerlukan tingkat pemahaman yang lebih tinggi daripada tingkat pemahaman

sebelumnya ( Achmad Rifa’I dan Catharina Tri Anni, 2009: 86). Tipe hasil belajar pembuatan pola dasar teknik draping diharapkan, setelah memahami dan merespon materi yang diberikan, siswa dapat mempraktikannya salah satunya siswa dapat menjelaskan dan mendemonstrasikan cara pembuatan pola dasar teknik draping.

4) Analisis

Tipe hasil belajar analisis mengacu pada kemampuan memecahkan material ke dalam bagian-bagian sehingga dapat dipahami struktur organisasinya (Achmad

Rifa’I dan Catharina Tri Anni, 2009: 86). Tipe hasil belajar analisis pembuatan

pola dasar teknik draping adalah siswa dapat menganalisis atau membaca gambar langkah-langkah pembuatan pola dasar teknik draping dengan cermat kemudian dapat mempraktikannya.

5) Sintesis

Tipe hasil belajar sintesis mengacu pada kemampuan menggabungkan bagian-bagian dalam rangka membentuk struktur yang baru ( Achmad Rifa’I dan Catharina Tri Anni, 2009: 86). Tipe hasil belajar sintesis pembuatan pola dasar teknik draping adalah siswa mampu menyimpulkan apa saja yang merupakan dasar utama dalam membuat pola agar diperoleh hasil yang baik.

6) Penilaian/ Evaluasi

Tipe hasil belajar evaluasi mengacu pada kemampuan membuat keputusan

tentang nilai materi pelajaran (Achmad Rifa’I dan Catharina Tri Anni, 2009: 86).

Tipe hasil belajar evaluasi pembuatan pola dasar teknik draping adalah siswa mampu memperbaiki pola apabila terjadi kesalahan seperti tanda-tanda pola. 2.8.1.2Ranah Afektif (Afective Domain)

Tipe hasil belajar ranah afektif meliputi tujuan pendidikan yang berkenaan dengan minat, sikap, nilai serta pengembangan penghargaan dan penyesuaian diri. Menurut Krathwahl, Bloom dan Mansia dalam Nur’aini (2008: 9) hasil belajar bidang afektif meliputi tujuan pendidikan yang berkenaan dengan minat, sikap dan nilai serta pengembangan penghargaan dan penyesuaian diri. Bidang ini sangat sulit diniai karena perilakunya tidak selalu nyata, apa yang dilakukan mungkin tidak sama dengan apa yang ada dalam hati, sehingga sering kali guru kesulitan dalam mengidentifikasi. Bidang afektif ini terdiri dari lima aspek, yaitu: menerima, merespon/menjawab, menilai, organisasi, karakteristik nilai. Aspek- aspek tersebut diuraikan sebagai berikut:

1) Menerima (Receiving)

Aspek ini berkenaan dengan membangkitkan dan mengarahkan perhatian siswa terhadap materi pembuatan pola dasar teknik draping yang diberikan oleh guru sehingga materi yang diberikan dapat dipahami oleh siswa.

2) Merespon (Responding)

Aspek ini diharapkan siswa dapat merespon materi pembuatan pola dasar teknik draping yang telah diberikan oleh guru salah satunya dengan mengajukan

pertanyaan jika merasa kurang paham dengan penjelasan guru, siswa dapat mengerjakan soal latihan dan sebagainya

3) Menilai (Valueing)

Aspek ini diharapkan siswa dapat menggambarkan, membedakan, mempelajari materi yang telah diberikan.

4) Organisasi (Organization)

Aspek ini mengacu pada proses pembentukan nilai serta menyususn suatu sistem nilai yang menyatukan nilai-nilai yang berbeda.

5) Karakteristik (Characterization)

Aspek ini mengacu pada proses perwujudan nilai-nilai, sehingga tingkah lakunya menunjukkan karakteristik atau identitas dari siswa tersebut

(Nur’aini,2008: 10).

2.8.1.3Ranah Psikomotorik

Tipe hasil belajar ranah psikomotorik berhubungan dengan ketrampilan motorik yang melibatkan otot gerak yag membutuhkan koordinasi otot. Pada dasarnya ketrampilan psikomotorik merupakan keahlian menampilkan gerakan yang kompleks secara efisien. Ketrampilan ini bergantung pada kekomplekan gerakan dan keindahan. Hasil belajar ranah psikomotorik tampak dalam bentuk ketrampilan (skill) dan kemampuan bertindak individu. Hasil belajar yang diterapkan pada materi pembuatan pola dasar teknik draping adalah siswa mampu dan terampil dalam pembuatan pola dasar teknik draping, sesuai dengan langkah- langkahnya. Sehingga siswa akan menerima pengalaman belajarnya dengan perubahan tingkah laku yang lebih baik.

2.8.2 Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar

Menurut Slameto (2013: 54) faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar digolongkan menjadi 2 yaitu:

a. Faktor intern, diantaranya

(1) Faktor Jasmaniah, diantaranya adalah : faktor kesehatan dan cacat tubuh (2) Faktor Psikologis, diantaranya adalah: intelegensi, perhatian, minat,

bakat, motif, kematangan, kesiapan (3) Faktor Kelelahan.

b. Faktor ekstern, diantaranya

(1) Faktor Keluarga , meliputi: cara orang tua mendidik, relasi antar anggota keluarga, suasana rumah, keadaan ekonomi keluarga, pengertian orang tua dan latar belakang kebudayaan

(2) Faktor Sekolah, meliputi: metode mengajar, kurikulum, relasi guru dengan siswa, relasi siswa dengan guru, disiplin sekolah, alat pelajaran, waktu sekolah, standar pelajaran di atas ukuran, keadaan gedung, metode belajar dan tugas rumah

(3) Faktor Masyarakat, meliputi kegiatan siswa dalam masyarakat, mass media, teman bergaul, bentuk kehidupan masyarakat.

Dokumen terkait