2.9.1 Pola Dasar Teknik Draping
Pola adalah suatu potongan kain atau kertas yang dipakai sebagai contoh untuk membuat pakaian, ketika bahan digunting (Porrie Muliawan,2012: 2). Pola berdasarkan teknik pembuatannya dibagi menjadi dua macam, yaitu:
1. Teknik pembuatan pola dengan teknik draping atau memulir, adalah cara pembuatan pola berdasarkan bentuk badan bukan berdasarkan ukuran badan. Cara pembuatannya dengan menempelkan kain atau kertas ketela langsung diatas paspop/ tubuh seseorang
2. Teknik pembuatan pola dengan konstruksi atau flat pattern,adalah cara pembuatan pola busana berdasarkan ukuran badan seseorang dengan sistem tertentu, misalnya sistem praktis, Wilsma, Soen, Meyneke, Dressmaking dll.
Ada beberapa keuntungan dari penggunaan teknik pembuatan pola dengan teknik draping antara lain:
(1) Dapat melihat proporsi garis-garis desain pada tubuh (2) Dapat melihat pas atau tidaknya pola tersebut pada tubuh (3) Dapat melihat keseimbangan garis-garis desain pada tubuh (4) Dapat melihat style busana
Didalam membuat pola perlu diperhatikan kesehatan dan keselamatan dalam bekerja antara lain:
1) Gunakan pakaian kerja saat praktek 2) Gunakan alas kaki (sepatu)
3) Ikat rambut bila mengganggu
4) Duduklah ketika mengerjakan pola draping, kecuali mengerjakan draping pada bagian-bagian yang tinggi seperti bahu, leher dan kerung lengan. 5) Sematan jarum harus dimasukkan ke dalam dengan arah ke bawah 6) Hindari kebiasaan menggigit jarum, sebaiknya gunakan bantalan jarum 7) Lakukan setiap proses sesuai dengan langkah kerja yang ditentukan 8) Mintalah petunjuk guru apabila ada hal-hal yang belum jelas 9) Lakukan seluruh pekerjaan dengan tekun dan disiplin
10) Rapikan tempat setelah selesai melaksanakan praktek
Untuk membuat pola dasar dengan teknik draping, ada beberapa tahapan yaitu:
(1) Membuat body line pada dressform/paspop
(3) Membuat pola dasar badan atas dan bawah sesuai dengan langkah-langkah membuat pola dengan menyemat dengan jarum, ditandai dengan pensil/ kapur jahit
(4) Setelah selesai dengan keseluruhan bagian pola dan menandai garis-garis penting, kain blaco/ kertas ketela diangkat dengan hati-hati
(5) Memperbaiki, membentuk kembali garis-garis yang didapat pada hasil draping (Sri Wening, 2014: 8-9).
2.9.2 Alat dan Bahan Membuat Pola
2.9.2.1Alat
1. Dressform/Paspop
Patung tiruan berbentuk badan manusia pria maupun wanita yang digunakan oleh perancang/penjahit untuk mereka-reka bahan, melihat bagaimana jatuhnya bahan dan potongan baju secara 3 dimensi digunakan untuk pembuatan pola khusus (Hardisurya,dkk, 2010: 64)
Gambar 2.4. Gambar Paspop
Sumber:http://www.gopixpic.com/ 2. Pita Ukur
Alat untuk mengukur badan model dan paspop. Alat ini juga digunakan pada waktu penyesuaian pola dan menyiapkan bahan.
Gambar 2.5. Gambar Pita Ukur
Sumber:http://pixgood.com/pita-ukur.html 3. Penggaris
Penggaris lurus, segitiga siku-siku, mistar lengkung berbentuk garis panggul. Penggaris lengkung berbentuk kerung lengan dipergunakan pada waktu memperbaiki garis-garis pola.
Gambar 2.6. Gambar Penggaris.
Sumber:http://idkf.bogor.net
4. Jarum
Jarum pentul yang baik terbuat dari baja dan berukuran panjang 3-4 cm. Bentuk jarum pentul yang dipergunakan pada pembuatan pola ini adalah jarum pentul yang ujungnya runcing, panjang dan tidak terdapat pegangan mutiara pada ujungnya.
Gambar 2.7. Gambar Jarum Tanpa Kepala
Sumber: Dok. Pribadi
5. Gunting Kain
Panjang gunting ± 12 cm, ujungnya tajam, dan tidak terlalu berat. Gunting diperlukan untuk memotong kain blaco dan memberi bentuk yang baik pada bagian-bagian lengkung pada proses draping. Pembuatan pola draping biasanya menggunakan gunting pada no1 jika menggunakai kertas ketela dan no 2 jika menggunakan kain blaco.
Gambar 2.8. Gambar Macam-macam Gunting
Sumber:http://www.azurammel.com http://www.mayacrafts.asia/shop/gunting-benang/
6. Pensil
Pensil hitam dipilih yang tidak terlalu keras. Pensil digunakan untuk memindahkan garis-garis pola yang terdapat pada dressform/paspop.
1. 2. 3. 4.
Gambar 2.9. Gambar Pensil
Sumber: Dok. Pribadi
7. Bantalan jarum
Bantalan jarum digunakan untuk meletakan jarum pentul baik jarum pentul yang berkepala maupun yang tidak berkepala.
Gambar 2.10. Bantalan Jarum
Sumber: http://brosmurah.com/tuspin/bantalan-jarum-tuspin
2.9.2.2Bahan
1. Blaco
Bahan utama pada pembuatan pola sistem draping adalah kain blaco. Ada bermacam-macam jenis bahan blaco yang dapat dipergunakan sesuai dengan desain: (1) Blaco kasar digunakan untuk pemula, karena sangat mudah mengetahui arah serat kainnya; (2) Blaco ringan atau tipis diigunakan untuk
membuat draping dengan model yang ditekankan pada kelembutan bahan
atau soft draping; (3) Blaco tebal digunakan pada pembuatan pakaian pria atau jenis pakaian jas (tailored garment).
Gambar 2.11. Gambar Kain Blaco
Sumber: http://fitinline.com/article/read/kain-blacu
2. Tali Kord Pipih/ Pita Satin
Bentuk tali kord yang dapat digunakan adalah yang pipih dengan lebar 3-5 mm, tali kord tersedia dalam beberapa warna. Pada umumnya tali merah untuk pembuatan garis-garis vertikal (berdiri). Sedangkan untuk garis horisontal (tidur) menggunakan pita biru. Untuk garis-garis pecah pola dapat menggunakan warna yang lain.
Gambar 2.12.Gambar Pita Satin
Sumber: https://anekaaksesorisdarikainflanel.wordpress.com
2.9.3 Cara Meletakan Body Line (Garis Tubuh)
Urutan kerja meletakkan body line pada dressform/paspop adalah: (1) Garis tengah muka (TM)
(2) Garis tengah belakang (TB) (3) Garis lingkar badan
(4) Garis lingkar pinggang (5) Garis lingkar panggul
(6) Garis lingkar/ kerung leher (7) Garis lingkar/ kerung lengan (8) Garis bahu dan garis sisi
(9) Garis princess muka dan belakang
Gambar 2.13. Gambar Hasil Jadi Pemasangan Body Line
Sumber: Dok.Pribadi
Sebelum meletakkan body line pada dummy atau paspop, tentukkan letak garis dan atau titik-titik (point) dengan benar. Untuk melihat ketepatan letak garis atau titik yang telah ditentukkan, lihatlah dari jarak jauh (± 2-2,5 m) (Bintang Elly Simanjuntak, hlm 24)
2.9.4 Membuat Pola Dasar Teknik Draping
2.9.4.1Menyiapkan Bahan Pola 1. Arah Serat
Ada 3 macam arah serat kain yang digunakan dalam pembuatan pola dasar teknik draping.
Arah serat memanjang : arah serat memanjang selalu sejajar dengan tepi kain
Arah serat melebar : arah serat melebar selalu tegak lurus dengan arah serat memanjang
Arah serat serong : untuk membuat arah serat serong dengan mudah lipat arah serat melebar dengan sudut 450.
Gambar 2.14. Gambar Arah Serat Bahan
2.9.4.2Menghitung kebutuhan kain a. Pola badan atas
Gambar 2.15. Perhitungan Kebutuhan Kain Pola Badan Atas
b. Pola badan bawah (rok)
Gambar 2.15. Perhitungan Kebutuhan Kain Pola Badan Bawah (rok)
Sumber: PPPTK Bisnis dan Pariwisata Materi Diklat 2009